(e-RH) 18 Januari -- KEJADIAN 29:1-30 - TIPUAN YAKUB

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 18 Januari 2026
Bacaan : KEJADIAN 29:1-30
Setahun: Keluaran 1-3
Nats: Tetapi, pada waktu malam Laban mengambil Lea, anaknya, lalu membawanya kepada Yakub. Yakub pun menghampiri dia. (Kejadian 29:23)

Renungan:

TIPUAN YAKUB

Yakub, menurut arti namanya adalah penipu. Sejak kelahirannya, di mana Yakub kecil memegang tumit Esau seolah hendak bersaing keluar kandungan, nuansa persaingan terasa dalam kehidupan dua saudara kandung itu. Hingga akhirnya persaingan itu memuncak ketika Yakub menipu Esau, bukan hanya sekali, melainkan dua kali. Setelah kejadian penukaran hak kesulungan dengan sup kacang merah, sekali lagi Yakub menipu Esau dengan muslihat yang dilakukannya bersama Rahel, ibunya, ketika Ishak hendak memberikan berkat kesulungan.

Setiap kali membaca berita tentang penipuan, mungkin akan tebersit satu pertanyaan, "Apakah mereka tidak takut kelak menuai aksi tipu-menipu yang mereka lakukan?" Pemikiran ini terasa logis karena kita mengingat adanya hukum tabur-tuai yang masih berlaku selama bumi masih ada, seperti yang pernah Allah ucapkan sesaat setelah Nuh keluar dari bahtera (Kej. 8:22). Catatan Alkitab mengenai Yakub, yang akhirnya harus terkena tipu daya Laban ketika ingin meminang Rahel, tetapi malah diberi Lea, lalu Yakub masih harus bekerja tujuh tahun lagi, menunjukkan bahwa hukum tabur-tuai sedang dialami Yakub.

Tercatatnya kisah Yakub tentu bukan tanpa maksud. Allah ingin setiap orang yang membaca kisah itu dapat menyadari adanya konsekuensi dari setiap perbuatan di dunia, termasuk aksi tipu-menipu yang masih juga terjadi sampai hari ini. Suatu kesadaran yang diharapkan dapat direspons dengan positif, yakni dengan berupaya menjalani hidup benar dan menjauhkan niat untuk menipu orang lain. --GHJ/www.renunganharian.net
   
SETIAP PERBUATAN DI DUNIA ADA KONSEKUENSINYA SUPAYA MANUSIA BELAJAR BERPIKIR SEBELUM BERTINDAK.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KEJADIAN+29:1-30

KEJADIAN 29:1-30

 1  Kemudian berangkatlah Yakub dari situ dan pergi ke negeri Bani Timur.
 2  Ketika ia memandang sekelilingnya, dilihatnya ada sebuah sumur di padang, dan ada tiga kumpulan kambing domba berbaring di dekatnya, sebab dari sumur itulah orang memberi minum kumpulan-kumpulan kambing domba itu. Adapun batu penutup sumur itu besar;
 3  dan apabila segala kumpulan kambing domba itu digiring berkumpul ke sana, maka gembala-gembala menggulingkan batu itu dari mulut sumur, lalu kambing domba itu diberi minum; kemudian dikembalikanlah batu itu lagi ke mulut sumur itu.
 4  Bertanyalah Yakub kepada mereka: "Saudara-saudara, dari manakah kamu ini?" Jawab mereka: "Kami ini dari Haran."
 5  Lagi katanya kepada mereka: "Kenalkah kamu Laban, cucu Nahor?" Jawab mereka: "Kami kenal."
 6  Selanjutnya katanya kepada mereka: "Selamatkah ia?" Jawab mereka: "Selamat! Tetapi lihat, itu datang anaknya perempuan, Rahel, dengan kambing dombanya."
 7  Lalu kata Yakub: "Hari masih siang, belum waktunya untuk mengumpulkan ternak; berilah minum kambing dombamu itu, kemudian pergilah menggembalakannya lagi."
 8  Tetapi jawab mereka: "Kami tidak dapat melakukan itu selama segala kumpulan binatang itu belum berkumpul; barulah batu itu digulingkan dari mulut sumur dan kami memberi minum kambing domba kami."
 9  Selagi ia berkata-kata dengan mereka, datanglah Rahel dengan kambing domba ayahnya, sebab dialah yang menggembalakannya.
10  Ketika Yakub melihat Rahel, anak Laban saudara ibunya, serta kambing domba Laban, ia datang mendekat, lalu menggulingkan batu itu dari mulut sumur, dan memberi minum kambing domba itu.
11  Kemudian Yakub mencium Rahel serta menangis dengan suara keras.
12  Lalu Yakub menceritakan kepada Rahel, bahwa ia sanak saudara ayah Rahel, dan anak Ribka. Maka berlarilah Rahel menceritakannya kepada ayahnya.
13  Segera sesudah Laban mendengar kabar tentang Yakub, anak saudaranya itu, berlarilah ia menyongsong dia, lalu mendekap dan mencium dia, kemudian membawanya ke rumahnya. Maka Yakub menceritakan segala hal ihwalnya kepada Laban.
14  Kata Laban kepadanya: "Sesungguhnya engkau sedarah sedaging dengan aku." Maka tinggallah Yakub padanya genap sebulan lamanya.
15  Kemudian berkatalah Laban kepada Yakub: "Masakan karena engkau adalah sanak saudaraku, engkau bekerja padaku dengan cuma-cuma? Katakanlah kepadaku apa yang patut menjadi upahmu."
16  Laban mempunyai dua anak perempuan; yang lebih tua namanya Lea dan yang lebih muda namanya Rahel.
17  Lea tidak berseri matanya, tetapi Rahel itu elok sikapnya dan cantik parasnya.
18  Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: "Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu."
19  Sahut Laban: "Lebih baiklah ia kuberikan kepadamu dari pada kepada orang lain; maka tinggallah padaku."
20  Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel.
21  Sesudah itu berkatalah Yakub kepada Laban: "Berikanlah kepadaku bakal isteriku itu, sebab jangka waktuku telah genap, supaya aku akan kawin dengan dia."
22  Lalu Laban mengundang semua orang di tempat itu, dan mengadakan perjamuan.
23  Tetapi pada waktu malam diambilnyalah Lea, anaknya, lalu dibawanya kepada Yakub. Maka Yakubpun menghampiri dia.
24  Lagipula Laban memberikan Zilpa, budaknya perempuan, kepada Lea, anaknya itu, menjadi budaknya.
25  Tetapi pada waktu pagi tampaklah bahwa itu Lea! Lalu berkatalah Yakub kepada Laban: "Apakah yang kauperbuat terhadap aku ini? Bukankah untuk mendapat Rahel aku bekerja padamu? Mengapa engkau menipu aku?"
26  Jawab Laban: "Tidak biasa orang berbuat demikian di tempat kami ini, mengawinkan adiknya lebih dahulu dari pada kakaknya.
27  Genapilah dahulu tujuh hari perkawinanmu dengan anakku ini; kemudian anakku yang lainpun akan diberikan kepadamu sebagai upah, asal engkau bekerja pula padaku tujuh tahun lagi."
28  Maka Yakub berbuat demikian; ia menggenapi ketujuh hari perkawinannya dengan Lea, kemudian Laban memberikan kepadanya Rahel, anaknya itu, menjadi isterinya.
29  Lagipula Laban memberikan Bilha, budaknya perempuan, kepada Rahel, anaknya itu, menjadi budaknya.
30  Yakub menghampiri Rahel juga, malah ia lebih cinta kepada Rahel dari pada kepada Lea. Demikianlah ia bekerja pula pada Laban tujuh tahun lagi.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Keluaran+1-3
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+1-3

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 18 Januari -- Yohanes 7:45-52 - Pembela Kebenaran

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 18 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 7:45-52

Judul: Pembela Kebenaran

Menjadi pembela kebenaran tentu bukan perkara mudah, apalagi jika kita sudah tahu bahwa itu berisiko. Karena itu, tidak heran jika ada banyak orang termasuk anak-anak Tuhan yang sering kali jika diperhadapkan pada situasi seperti itu memilih untuk bungkam dengan alasan demi keselamatan diri.

Perikop yang kita baca saat ini menceritakan kisah tentang Nikodemus, seorang murid Yesus yang sedang berjuang menjadi pembela kebenaran. Apa itu pembela kebenaran dan apa yang ia bela? Nikodemus membela kebenaran tentang Yesus. Ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari-cari kesalahan Yesus, Nikodemus dengan berani membela. Katanya, "Apakah Hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dilakukan-Nya?" (51). Nikodemus tentu sadar bahwa apa yang dilakukannya ini sangatlah berisiko. Ia bisa saja menjadi bahan perundungan orang Farisi, dihina, bahkan dicari untuk dibunuh seperti Yesus.

Dari mana keberanian Nikodemus berasal? Nikodemus adalah seorang yang pernah diceritakan di pasal 3 sebelum perikop ini. Ia pernah datang bercakap-cakap dengan Yesus. Percakapan-Nya dengan Yesus telah membuat kerohanian dan pengertiannya bertumbuh. Ia tidak lagi memandang Yesus dari sudut pandang para pemimpin Yahudi, namun setelah dilahirkan kembali, ia berani membela Yesus yang diperlakukan secara tidak adil.

Di sini kita belajar bahwa orang yang sudah bertemu Yesus secara pribadi akan memiliki pengertian dan cara pandang yang berbeda terhadap sesuatu hal. Ketika dunia hanya mampu menilai secara negatif, anak Tuhan akan selalu mencoba untuk tidak cepat menghakimi/berprasangka buruk sebelum melakukan klarifikasi terlebih dahulu. Ia akan selalu menjalankan pedoman hukum sesuai dengan prosesnya. Jika ia tahu kebenaran, ia akan berjuang untuk membela. Ia tak peduli, apakah yang dibelanya orang kecil atau bukan karena baginya kebenaran mutlak diperjuangkan. Berani karena benar, namun tentu takut jika salah. [WWO]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+7:45-52
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+7:45-52

Yohanes 7:45-52

45  Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak membawa-Nya?"
46  Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!"
47  Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: "Adakah kamu juga disesatkan?
48  Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi?
49  Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!"
50  Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka:
51  "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?"
52  Jawab mereka: "Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 17 Januari -- GALATIA 6:1-10 - HARAP TENANG, ADA UJIAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 17 Januari 2026
Bacaan : GALATIA 6:1-10
Setahun: Kejadian 48-50
Nats: Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. (Galatia 6:2)

Renungan:

HARAP TENANG, ADA UJIAN

Saat saya sekolah, ada sebuah kebiasaan yang khas setiap kali ujian berlangsung. Sebuah tulisan "HARAP TENANG, ADA UJIAN!" Tulisan yang sengaja ditulis dengan huruf kapital semua ini dipasang di depan ruang kelas, juga di depan sekolah. Tujuannya tidak lain untuk mengingatkan setiap pembacanya agar turut berempati, menjaga suasana tetap tenang. Dengan demikian situasi tetap kondusif. Para siswa yang sedang mengikuti ujian pun tidak terganggu konsentrasinya.

Terhadap mereka yang sedang dalam ujian hidup (pergumulan) Paulus mengajar para murid untuk memiliki empati, saling peka dan peduli. Turut hadir, mendengarkan dan menopang penderitaan sesama. Bertolong-tolongan dalam menanggung beban, sebab demikianlah cara memenuhi hukum Kristus. Namun demikian, bukan berarti bahwa terhadap mereka yang tengah bergumul kita harus berlaku seperti kecenderungan sebagian orang. Banyak memberi wejangan/nasihat, banyak-banyak membacakan ayat Alkitab.

Kepedulian juga dapat dinyatakan dengan menjaga ketenangan. Tenang di sini bukan berarti hanya sekadar diam (acuh tak acuh dan mengabaikan). Melainkan mampu mengendalikan lidah untuk tidak menghujani mereka dengan penghakiman. Komentar, sindiran, ejekan, atau pun mengumbar berita negatif tentang mereka. Sebab, penderitaan dan kejatuhan orang lain bukan kesempatan bagi umat untuk bermegah atau merasa diri lebih rohani. Bukankah kualitas kekristenan sejati harus nampak dalam sikap tidak menghakimi sesama yang terjatuh, melainkan mengampuni dan mengangkatnya? --EBL/www.renunganharian.net
   
BUKAN SALING MENUDING, MELAINKAN SALING MEMBIMBING KARENA GEREJA ADALAH KELUARGA, TEMPAT SALING TUMBUH BERSAMA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?GALATIA+6:1-10

GALATIA 6:1-10

 1  Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.
 2  Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.
 3  Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri.
 4  Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.
 5  Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.
 6  Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.
 7  Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
 8  Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.
 9  Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
10  Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+48-50
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+48-50

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 17 Januari -- Yohanes 7:37-44 - Haus secara Rohani

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 17 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 7:37-44

Judul: Haus secara Rohani

Rasa haus adalah rasa yang akan makin menyiksa jika tidak ada air yang dapat langsung diminum. Namun, jika kita segera mendapatkan air yang cukup dan meminumnya, kita tentu akan merasa sangat puas.

Perikop yang baru saja kita baca juga membahas tentang rasa haus. Namun, haus yang dimaksudkan di sini bukanlah rasa haus secara fisik yang membutuhkan air untuk segera diminum. Apa yang sedang dibahas Yesus adalah tentang kehausan secara rohani. Kata-Nya "Siapa yang haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!" (37). Kemudian Yesus melanjutkan, "Siapa yang percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir sungai-sungai air hidup" (38). Yohanes menerangkan bahwa yang dimaksudkan oleh Yesus adalah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya (39).

Sama seperti tubuh kita tidak bisa bertahan tanpa air, demikian juga jiwa kita membutuhkan hubungan yang hidup dengan Tuhan. Dalam konteks rohani, kehausan berarti merindukan dipenuhi dan dipimpin oleh Roh Kudus sehingga hidup mencerminkan kasih, damai sejahtera, dan kuasa Tuhan. Orang yang haus akan Tuhan akan terus mencari dan memperdalam hubungan dengan-Nya agar menjadi berkat bagi dunia sekitar.

Ada banyak solusi yang bisa saja ditawarkan oleh dunia ketika kita mencari penawar untuk kehausan rohani kita. Ada yang mencari lewat hiburan-hiburan, pekerjaan, uang, obat-obatan, dan lain-lain. Akan tetapi, tidak satu pun di antara hal-hal tersebut yang memberi kepuasan abadi.

Ketika kita datang kepada-Nya dengan membawa rasa haus kita dan percaya bahwa Ia akan memberikan kepuasan, maka sesungguhnya kita sedang minum dari-Nya.

Kita minum dari sumber air, yaitu Yesus, dengan iman. Percayalah bahwa Yesus akan memuaskan rasa haus kita jika kita datang kepada-Nya. Yesus sangat tahu bagian-bagian hidup kita yang kering. Pastikan bahwa kita sudah datang dan mau terbuka di hadapan-Nya, agar aliran-aliran air hidup itu terpancar dalam diri kita. [WWO]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+7:37-44
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+7:37-44

Yohanes 7:37-44

37  Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!
38  Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."
39  Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.
40  Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang."
41  Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!
42  Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal."
43  Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.
44  Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang berani menyentuh-Nya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 17 Januari -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

Yohanes 7:37-44

Yohanes 7:37-44 mencatat seruan Yesus pada hari terakhir perayaan Pondok Daun, di mana Ia mengundang siapa saja yang haus untuk datang kepada-Nya dan minum. Pernyataan ini menegaskan bahwa Yesus adalah sumber kehidupan rohani; Ia memberikan "air hidup" yang melambangkan Roh Kudus bagi mereka yang percaya kepada-Nya.

Orang banyak bereaksi dengan berbagai pendapat-ada yang mengakui-Nya sebagai nabi, ada yang percaya bahwa Ia adalah Mesias, tetapi ada juga yang meragukan karena asal-Nya dari Galilea. Perikop ini menunjukkan bahwa Yesus menghadapi berbagai respons terhadap identitas-Nya, tetapi tetap menawarkan keselamatan bagi semua yang datang kepada-Nya dengan iman.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang Yesus serukan dan bagaimana tanggapan orang banyak? (37-40)
2. Apa pendapat lain yang muncul tentang Yesus dan bagaimana perkataan Kitab Suci tentang Mesias? (41-42)
3. Apa akibat perbedaan pendapat tentang Yesus? (43)
4. Apa yang akan dilakukan beberapa orang terhadap Yesus? (44)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Bagaimana 'air hidup' yang Yesus tawarkan berhubungan dengan kehidupan rohani Anda saat ini?
2. Mengapa penting untuk tidak membiarkan prasangka atau keraguan menghalangi kita dalam mengenal Yesus?
3. Apa yang dapat Anda jadikan teladan dari cara Yesus menghadapi berbagai reaksi orang banyak terhadap diri-Nya?

Apa respons Anda?
1. Bagaimana Anda akan bersyukur atas undangan Yesus untuk menerima 'air hidup'?
2. Bagaimana Anda akan berkomitmen untuk hidup dalam aliran 'air hidup' yang Yesus janjikan?

Pokok Doa:
Kiranya kita dimampukan untuk mengenal Yesus lebih dalam, dan menerima segala perbedaan dengan berpikir positif.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+7:37-44
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+7:37-44

Yohanes 7:37-44

37  Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!
38  Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."
39  Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.
40  Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang."
41  Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!
42  Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal."
43  Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.
44  Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang berani menyentuh-Nya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 16 Januari -- 2 KORINTUS 11:7-33 - KESAKSIAN SEJATI

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 16 Januari 2026
Bacaan : 2 KORINTUS 11:7-33
Setahun: Kejadian 46-47
Nats: Apakah mereka pelayan Kristus? -aku berkata seperti orang gila-aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; menanggung pukulan di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. (2 Korintus 11:23)

Renungan:

KESAKSIAN SEJATI

Sampai hari ini, saya sudah mendengar banyak kesaksian yang disampaikan oleh mereka yang mengalami kasih, pertolongan, kuasa, penguatan, berkat, hingga penghiburan yang berasal dari Tuhan. Namun, saya mengamati bahwa jenis kesaksian yang paling terasa mendalam, bahkan membangkitkan semangat, iman, dan pengharapan justru bukan jenis kesaksian mengenai berkat materi, melainkan kisah keteguhan hati, perjuangan melawan penyakit, ketegaran menghadapi masa sukar, atau penguatan ketika mengalami kedukaan.

Rentetan kisah berisi pergumulan, tantangan, bahkan perjuangan sebagai penginjil yang disampaikan Paulus adalah bukti sahih akan campur tangan Allah dalam kehidupan rasul yang dahulu bernama Saulus itu. Tanpa campur tangan Allah, tidak mungkin Paulus bisa bertahan, berpengharapan, tetap beriman, dan teguh berjuang dalam pemberitaan Injil. Dalam satu ayat saja (ay. 23), kita dapat memahami betapa berartinya campur tangan Allah dalam menopang kehidupan Paulus demi menjalankan panggilannya sebagai rasul Kristus.

Kesaksian sejati adalah bagaimana kehidupan orang percaya mengalami campur tangan Tuhan secara nyata, lalu orang lain dapat melihat, menyadari, bahkan mengakui adanya peristiwa adikodrati dalam kehidupan orang percaya. Kemampuan Allah dalam memberkati umat-Nya secara materi memang dapat mengundang decak kagum, tetapi hendaknya kita tidak mengesampingkan jenis pengalaman lain, yang tak jarang justru "berbicara lebih kuat" hingga membuat orang di luar Kristus tertarik untuk mengenal Dia. --GHJ/www.renunganharian.net
   
SESUNGGUHNYA CAMPUR TANGAN TUHAN TERJADI SETIAP HARI DALAM KEHIDUPAN ORANG PERCAYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+KORINTUS+11:7-33

2 KORINTUS 11:7-33

 7  Apakah aku berbuat salah, jika aku merendahkan diri untuk meninggikan kamu, karena aku memberitakan Injil Allah kepada kamu dengan cuma-cuma?
 8  Jemaat-jemaat lain telah kurampok dengan menerima tunjangan dari mereka, supaya aku dapat melayani kamu!
 9  Dan ketika aku dalam kekurangan di tengah-tengah kamu, aku tidak menyusahkan seorangpun, sebab apa yang kurang padaku, dicukupkan oleh saudara-saudara yang datang dari Makedonia. Dalam segala hal aku menjaga diriku, supaya jangan menjadi beban bagi kamu, dan aku akan tetap berbuat demikian.
10  Demi kebenaran Kristus di dalam diriku, aku tegaskan, bahwa kemegahanku itu tidak akan dirintangi oleh siapapun di daerah-daerah Akhaya.
11  Mengapa tidak? Apakah karena aku tidak mengasihi kamu? Allah mengetahuinya.
12  Tetapi apa yang kulakukan, akan tetap kulakukan untuk mencegah mereka yang mencari kesempatan guna menyatakan, bahwa mereka sama dengan kami dalam hal yang dapat dimegahkan.
13  Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus.
14  Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.
15  Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.
16  Kuulangi lagi: jangan hendaknya ada orang yang menganggap aku bodoh. Dan jika kamu juga menganggap demikian, terimalah aku sebagai orang bodoh supaya akupun boleh bermegah sedikit.
17  Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah.
18  Karena banyak orang yang bermegah secara duniawi, aku mau bermegah juga.
19  Sebab kamu suka sabar terhadap orang bodoh, karena kamu begitu bijaksana:
20  karena kamu sabar, jika orang memperhambakan kamu, jika orang menghisap kamu, jika orang menguasai kamu, jika orang berlaku angkuh terhadap kamu, jika orang menampar kamu.
21  Dengan sangat malu aku harus mengakui, bahwa dalam hal semacam itu kami terlalu lemah. Tetapi jika orang-orang lain berani membanggakan sesuatu, maka akupun--aku berkata dalam kebodohan--berani juga!
22  Apakah mereka orang Ibrani? Aku juga orang Ibrani! Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel. Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham!
23  Apakah mereka pelayan Kristus? --aku berkata seperti orang gila--aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut.
24  Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan,
25  tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.
26  Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu.
27  Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian,
28  dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat.
29  Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita?
30  Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku.
31  Allah, yaitu Bapa dari Yesus, Tuhan kita, yang terpuji sampai selama-lamanya, tahu, bahwa aku tidak berdusta.
32  Di Damsyik wali negeri raja Aretas menyuruh mengawal kota orang-orang Damsyik untuk menangkap aku.
33  Tetapi dalam sebuah keranjang aku diturunkan dari sebuah tingkap ke luar tembok kota dan dengan demikian aku terluput dari tangannya.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+46-47
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+46-47

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 16 Januari -- Yohanes 7:25-36 - Jika Saatnya Belum Tiba

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 16 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 7:25-36

Judul: Jika Saatnya Belum Tiba

Jika rasa suka dan tidak suka dijadikan kriteria penilaian, maka dari sudut pandang mana pun orang akan selalu menilai buruk terhadap sesuatu yang tidak disukainya. Begitu pun sebaliknya. Jika suka, maka orang akan selalu menilai baik terhadap sesuatu yang ia sukai.

Ya, hal itu pulalah yang dialami oleh Yesus. Walaupun hal yang Dia lakukan dan ajarkan benar, beberapa orang Yerusalem tetap berusaha mencari titik lemah pada diri Yesus. Kali ini, bukan lagi soal ajaran-Nya, tetapi soal dari mana Yesus berasal (27a).

Sekalipun Yesus sudah menjelaskan, mereka tidak mau percaya. Di satu sisi mereka menyanjung Yesus karena mukjizat yang dilakukan-Nya, tetapi pada saat yang sama mereka juga membenci-Nya karena berulang kali Ia menyatakan diri sebagai Anak Allah. Oleh karena itu, Ia dinilai menghujat Allah. Mereka berencana membunuh-Nya, "Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba" (30).

Dari kisah ini, kita dapat belajar bahwa sesungguhnya segala sesuatu itu ada dalam kendali Tuhan. Tak ada satu pun yang dapat terjadi tanpa izin Tuhan. Sebagaimana dikisahkan, sekalipun orang-orang Farisi telah menyusun rencana pembunuhan sedemikian rupa, hal itu tidak dapat terjadi sampai saat yang sudah ditentukan Tuhan.

Sebagai anak Tuhan, kita juga sedang diajar untuk tidak ragu akan penyertaan Tuhan. Mungkin kita pernah mengalami ada orang yang mencoba menyakiti dan menjatuhkan kita. Sikap yang tepat ketika hal semacam itu terjadi adalah berdoa bagi mereka. Jangan takut dan bimbang. Tidak perlu bereaksi berlebihan ketika menghadapi tantangan yang demikian. Reaksi berlebihan hanya akan mengurangi mutu diri kita. Justru, kita harus menghadapinya dengan tenang dan penuh kedewasaan.

Ingatlah bahwa jika kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan, maka tidak akan ada satu pun yang dapat terjadi di luar kehendak-Nya. Percayalah bahwa tidak ada seorang pun yang dapat menyentuh, menyakiti, menjatuhkan kita tanpa seizin Tuhan! [WWO]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+7:25-36
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+7:25-36

Yohanes 7:25-36

25  Beberapa orang Yerusalem berkata: "Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?
26  Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus?
27  Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorangpun yang tahu dari mana asal-Nya."
28  Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.
29  Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku."
30  Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.
31  Tetapi di antara orang banyak itu ada banyak yang percaya kepada-Nya dan mereka berkata: "Apabila Kristus datang, mungkinkah Ia akan mengadakan lebih banyak mujizat dari pada yang telah diadakan oleh Dia ini?"
32  Orang-orang Farisi mendengar orang banyak membisikkan hal-hal itu mengenai Dia, dan karena itu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi menyuruh penjaga-penjaga Bait Allah untuk menangkap-Nya.
33  Maka kata Yesus: "Tinggal sedikit waktu saja Aku ada bersama kamu dan sesudah itu Aku akan pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku.
34  Kamu akan mencari Aku, tetapi tidak akan bertemu dengan Aku, sebab kamu tidak dapat datang ke tempat di mana Aku berada."
35  Orang-orang Yahudi itu berkata seorang kepada yang lain: "Ke manakah Ia akan pergi, sehingga kita tidak dapat bertemu dengan Dia? Adakah maksud-Nya untuk pergi kepada mereka yang tinggal di perantauan, di antara orang Yunani, untuk mengajar orang Yunani?
36  Apakah maksud perkataan yang diucapkan-Nya ini: Kamu akan mencari Aku, tetapi kamu tidak akan bertemu dengan Aku, dan: Kamu tidak dapat datang ke tempat di mana Aku berada?"


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 15 Januari -- 1 TESALONIKA 2:13-20 - KETIKA SATU PINTU DITUTUP

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 15 Januari 2026
Bacaan : 1 TESALONIKA 2:13-20
Setahun: Kejadian 43-45
Nats: Sebab kami telah berniat untuk datang kepada kamu-aku, Paulus, malahan lebih dari sekali-tetapi Iblis telah mencegah kami. (1 Tesalonika 2:18)

Renungan:

KETIKA SATU PINTU DITUTUP

Lama saya mencoba memahami komentar Paulus bahwa Iblis telah mencegah niatnya untuk mengunjungi jemaat Tesalonika. Dan nyatanya niat kunjungan itu pun gagal! Saya berpikir jika seseorang memiliki niat baik, apalagi kerinduan besar untuk memberitakan Injil, bukankah Tuhan akan menyertainya? Namun, mengapa tidak jarang banyak penghalang yang berupaya menggagalkan pelayanan mulia itu?

Kerinduan yang besar dari Rasul Paulus dan teman-temannya untuk mengunjungi dan melayani jemaat di Tesalonika ternyata dihambat dan digagalkan oleh Iblis. Sejak awal pun Paulus menyadari bahwa Iblis akan terus menghalangi karya pelayanan orang-orang percaya. Iblis jelas tidak pernah suka jika orang-orang mendengar karya keselamatan Kristus. Itu sebabnya, Iblis memakai beberapa orang untuk melontarkan ancaman dan menganiaya, demi menghentikan usaha Paulus. Ya, Paulus memang gagal hadir di Tesalonika, tetapi ia bisa menulis sepucuk surat untuk jemaat. Dan, surat itu telah menjadi sumber berkat dan penghiburan tidak hanya bagi jemaat Tesalonika, tetapi juga bagi orang-orang percaya dari masa ke masa!

Apakah upaya kita dalam memberitakan Injil banyak menghadapi upaya penggagalan? Kegagalan kunjungan Paulus memberikan pemahaman kepada kita bahwa Iblis akan terus berperang untuk mencegah orang-orang mendengar kabar baik. Namun, kita pun diyakinkan bahwa Tuhan akan membalikkan siasat Iblis ini menjadi jalan kebaikan bagi kerajaan-Nya. Ketika satu pintu ditutup, Tuhan sanggup membuka pintu-pintu lain terbuka. --SYS/www.renunganharian.net
   
JALAN PEWARTAAN INJIL TIDAK SELALU MULUS, TETAPI TUHAN SELALU SANGGUP MEMBUKA JALAN YANG BARU.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+TESALONIKA+2:13-20

1 TESALONIKA 2:13-20

13  Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi--dan memang sungguh-sungguh demikian--sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.
14  Sebab kamu, saudara-saudara, telah menjadi penurut jemaat-jemaat Allah di Yudea, jemaat-jemaat di dalam Kristus Yesus, karena kamu juga telah menderita dari teman-teman sebangsamu segala sesuatu yang mereka derita dari orang-orang Yahudi.
15  Bahkan orang-orang Yahudi itu telah membunuh Tuhan Yesus dan para nabi dan telah menganiaya kami. Apa yang berkenan kepada Allah tidak mereka pedulikan dan semua manusia mereka musuhi,
16  karena mereka mau menghalang-halangi kami memberitakan firman kepada bangsa-bangsa lain untuk keselamatan mereka. Demikianlah mereka terus-menerus menambah dosa mereka sampai genap jumlahnya dan sekarang murka telah menimpa mereka sepenuh-penuhnya.
17  Tetapi kami, saudara-saudara, yang seketika terpisah dari kamu, jauh di mata, tetapi tidak jauh di hati, sungguh-sungguh, dengan rindu yang besar, telah berusaha untuk datang menjenguk kamu.
18  Sebab kami telah berniat untuk datang kepada kamu--aku, Paulus, malahan lebih dari sekali--,tetapi Iblis telah mencegah kami.
19  Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu?
20  Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+43-45
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+43-45

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]