(e-RH) 29 Januari -- YEREMIA 31:1-9 - MEMBAWA KELEMAHAN KEPADA-NYA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 29 Januari 2026
Bacaan : YEREMIA 31:1-9
Setahun: Keluaran 33-35
Nats: "Dengan menangis mereka akan datang, dengan memohon-mohon mereka akan Kubawa." (Yeremia 31:9a)

Renungan:

MEMBAWA KELEMAHAN KEPADA-NYA

Setiap manusia tentu memiliki kelemahan dalam hidupnya. Oleh karenanya, maka wajar apabila kita bisa mengalami kegagalan, keterpurukan, kesedihan, maupun juga kebimbangan. Kelemahan itu adalah bukti bahwa kita tidak bisa merasa kuat dan menjalani hidup seorang diri. Dalam kelemahan tersebut, sikap kita menjadi kunci dari hidup yang kita jalani.

Dalam duka yang dirasakan bangsa Israel oleh karena pembuangan yang mereka alami, Allah menyatakan diri-Nya kepada mereka. Allah akan menolong dan memulihkan keadaan mereka supaya mereka betul-betul menjalani kehidupan yang baru, yang terbebas dari duka. Namun, untuk itu Allah menghendaki supaya mereka betul-betul datang kepada-Nya dengan menyadari keadaan diri mereka yang lemah, yang Allah gambarkan dengan tangisan. Tangisan adalah gambaran ungkapan kesedihan dan penyesalan yang merupakan wujud pengakuan dan kesadaran akan kelemahan diri. Dengan sikap dan kesadaran itulah maka Allah akan menguatkan mereka dengan menghibur dan membuat mereka kembali bersukacita, serta menuntun setiap langkah hidup mereka. Allah menunjukkan bahwa Ia adalah pemimpin yang tidak pernah meninggalkan hidup umat-Nya, dan selalu hadir untuk memberikan kehidupan bagi mereka.

Allah menegaskan bahwa Ia tidak pernah meninggalkan dan mencelakakan kita. Untuk itu, dalam kelemahan kita Allah mengajak kita untuk selalu datang dan dekat kepada-Nya. Sebab, Ia selalu hadir untuk menguatkan, memampukan, dan memberi hidup bagi kita. --ZDP/www.renunganharian.net
   
DATANG DAN MENDEKATLAH KEPADA-NYA, SEBAB IA YANG AKAN MENGUATKAN DAN MEMAMPUKAN KITA DALAM SETIAP KELEMAHAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YEREMIA+31:1-9

YEREMIA 31:1-9

 1  "Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku.
 2  Beginilah firman TUHAN: Ia mendapat kasih karunia di padang gurun, yaitu bangsa yang terluput dari pedang itu! Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya!
 3  Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.
 4  Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria.
 5  Engkau akan membuat kebun anggur kembali di gunung-gunung Samaria; ya, orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula.
 6  Sungguh, akan datang harinya bahwa para penjaga akan berseru di gunung Efraim: Ayo, marilah kita naik ke Sion, kepada TUHAN, Allah kita!
 7  Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel!
 8  Sesungguhnya, Aku akan membawa mereka dari tanah utara dan akan mengumpulkan mereka dari ujung bumi; di antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan yang mengandung bersama-sama dengan perhimpunan yang melahirkan; dalam kumpulan besar mereka akan kembali ke mari!
 9  Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Keluaran+33-35
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+33-35

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 29 Januari -- Yohanes 11:1-44 - Kemenangan dalam Kematian

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 29 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 11:1-44

Judul: Kemenangan dalam Kematian

Kisah hari ini menunjukkan hubungan yang erat antara Maria, Marta, dan Lazarus dengan Yesus (3, 5; bdk. Luk. 10:38-42). Dalam kisah ini, Maria dan Marta berkirim kabar kepada Yesus mengenai Lazarus, saudara mereka yang dikasihi Yesus, yang sedang sakit (1-3). Respons Yesus terhadap kabar tersebut adalah berencana melakukan perjalanan kembali ke Yudea (7), tempat di mana Lazarus tinggal, tempat di mana orang-orang Yahudi berencana untuk membunuh Dia (4-16).

Kemudian, Yesus tiba di Betania dan mendapati Lazarus telah terbaring di dalam kubur (17-18), Dia bertemu dengan Marta dan menguatkannya (19-32). Yesus pun bertemu Maria, dan bersama dengan orang-orang, Ia pergi ke kubur Lazarus untuk membangkitkannya (33-44). Itulah bukti kuasa-Nya atas kehidupan dan kematian.

Ada lima pelajaran penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini:

Pertama, ketika kita berada dalam penderitaan atau pergumulan, tugas kita adalah berserah kepada Tuhan karena pertolongan-Nya terjadi sesuai dengan kehendak-Nya, bukan berdasarkan desakan kita.

Kedua, reaksi Marta dan Maria, yang diliputi kesedihan adalah reaksi manusiawi. Namun, Yesus memberikan kepastian mengenai kebangkitan, menguatkan iman mereka. Yesus adalah kebangkitan itu sendiri. Orang yang percaya kepada-Nya akan melihat Yesus sebagai Mesias yang membawa keselamatan dan kehidupan kekal.

Ketiga, dalam dukacita atau pergumulan, Tuhan tahu dan peduli; Ia menginginkan kita untuk tetap percaya karena Ia pasti akan menolong.

Keempat, tidak ada masalah yang terlalu sulit bagi Tuhan untuk diatasi, sebab Ia berkuasa atas kehidupan dan kematian.

Kelima, kebangkitan Lazarus melalui panggilan Yesus dari luar kubur menunjukkan kuasa firman-Nya.

Lalu, bagaimana dengan kita yang masih hidup di dunia ini ketika mendengar suara Tuhan melalui pemberitaan firman dan panggilan ibadah? Bagaimana kita akan menanggapi panggilan Tuhan? Janganlah kita mengeraskan hati. Janganlah memberontak. Berbaliklah dan bertobatlah! [ANM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+11:1-44
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+11:1-44

Yohanes 11:1-44

 1  Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta.
 2  Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya.
 3  Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit."
 4  Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan."
 5  Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus.
 6  Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada;
 7  tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Mari kita kembali lagi ke Yudea."
 8  Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?"
 9  Jawab Yesus: "Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini.
10  Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya."
11  Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: "Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya."
12  Maka kata murid-murid itu kepada-Nya: "Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh."
13  Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa.
14  Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: "Lazarus sudah mati;
15  tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya."
16  Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia."
17  Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur.
18  Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya.
19  Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.
20  Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.
21  Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.
22  Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."
23  Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit."
24  Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."
25  Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
26  dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"
27  Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."
28  Dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya: "Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau."
29  Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus.
30  Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung itu. Ia masih berada di tempat Marta menjumpai Dia.
31  Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.
32  Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."
33  Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:
34  "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!"
35  Maka menangislah Yesus.
36  Kata orang-orang Yahudi: "Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!"
37  Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: "Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?"
38  Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.
39  Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
40  Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"
41  Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.
42  Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."
43  Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!"
44  Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 28 Januari -- 1 TESALONIKA 5:21-23 - MENJERNIHKAN KECONDONGAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 28 Januari 2026
Bacaan : 1 TESALONIKA 5:21-23
Setahun: Keluaran 30-32
Nats: Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. (1 Tesalonika 5:21)

Renungan:

MENJERNIHKAN KECONDONGAN

Tiap orang mempunyai kecondongan untuk mengambil pilihan tertentu dalam hal-hal yang dihadapi. Contohnya? Seorang rasis condong untuk bersikap diskriminatif dalam hal-hal yang terkait ras dan kesukuan. Seorang pecinta damai condong untuk menjauhi hal-hal yang memantik sengketa.

Kecondongan adalah hal yang serius. Ia sangat memengaruhi pikiran, perasaan, pertimbangan, keputusan, sikap, dan tindakan kita. Celakanya, hal serius itu sering tidak kita kenali, sering tidak kita sadari. Akibatnya? Kecondongan kita menjadi hal yang di luar kendali kita, dan kecondongan itulah yang mengendalikan kita. Jika kecondongan itu positif, indahlah hidup ini. Namun, bagaimana jika ia ternyata negatif?

Tuhan bersabda, "Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik." Segala sesuatu harus kita uji. Kecondongan-kecondongan kita pun juga harus kita uji apakah dia sesuai dengan kehendak Tuhan. Lalu? Kikis habis semua yang salah, dekap erat semua yang benar. Kita menjernihkan kecondongan kita.

Masalahnya, kecondongan kita sering tidak kita kenali dan tidak kita sadari. Maka, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah memeriksa diri untuk mengenali dan menyadari kecondongan-kecondongan kita. Setelah itu, barulah kita mengujinya. Tanpa mengenali dan menyadari kecondongan kita, kita tak mungkin menguji dan menjernihkannya.

Tiap kali, kita perlu mengenali, menyadari, dan menguji kecondongan diri. Dengan begitu, kita bisa menjernihkan kecondongan-kecondongan kita, dan menjernihkan pilihan serta keputusan kita. --EE/www.renunganharian.net
   
UJILAH SEGALA SESUATU DAN PEGANGLAH YANG BAIK. -1 TESALONIKA 5:21

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/28/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+TESALONIKA+5:21-23

1 TESALONIKA 5:21-23

21  Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.
22  Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.
23  Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Keluaran+30-32
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+30-32

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 28 Januari -- Yohanes 10:40-42 - Tidak Terpengaruh

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 28 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 10:40-42

Judul: Tidak Terpengaruh

Istilah 'me time' semakin populer, terutama seiring dengan maraknya penggunaan media sosial. Me Time adalah waktu yang disediakan orang untuk menenangkan diri setelah menjalankan rutinitas dan pekerjaan. Hal ini juga menjadi teladan yang dilakukan Yesus ketika menghadapi penolakan di Yerusalem oleh orang Yahudi (lih. Yoh. 10:39). Alih-alih melawan penolakan dengan keras, Yesus memilih untuk menyingkir sejenak, menenangkan diri, dan mempersiapkan diri bagi tugas besar yang menantinya.

Yesus pergi ke tempat di mana Yohanes Pembaptis dahulu melakukan pembaptisan (40). Di tempat itu, Ia merenungkan kembali awal pelayanan-Nya. Banyak orang percaya kepada Yesus karena kesaksian Yohanes, meskipun Yohanes sendiri tidak melakukan mukjizat. Apa yang Yohanes katakan tentang Yesus terbukti benar, dan hal ini membuat orang-orang semakin yakin akan Yesus (41-42). Ketika kebenaran ditolak di Yerusalem, di Yordan kebenaran diterima dan menghasilkan iman.

Pemberitaan firman Tuhan tidak pernah sia-sia. Yohanes telah menubuatkan dan Yesus menggenapi nubuat itu sehingga banyak orang menjadi percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Menyediakan waktu untuk meneduhkan diri, berdoa, dan mengevaluasi pekerjaan sangatlah penting, terutama di masa penuh tantangan yang bisa muncul kapan saja. Hal ini membantu kita tetap terfokus dan tidak terpengaruh oleh lingkungan toxic, yang dapat mendorong perubahan perilaku yang tidak diperkenan Tuhan.

Jangan terlalu terpengaruh oleh penolakan atau sikap negatif orang lain, terutama saat kita sudah berbuat baik. Tidak semua orang menolak firman Tuhan-selalu ada tempat dan orang yang siap menerima dan menikmati kasih karunia-Nya. Selain itu, melakukan perjalanan ziarah ke tempat yang memperkuat iman dapat membantu kita bertumbuh secara rohani, memperkokoh komitmen pelayanan, serta berjumpa dengan orang-orang yang memberikan dukungan bagi pelayanan kita. Tuhan senantiasa menolong dan menyertai kita dalam setiap langkah hidup kita. [ANM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/28/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+10:40-42
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+10:40-42

Yohanes 10:40-42

40  Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ.
41  Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: "Yohanes memang tidak membuat satu tandapun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar."
42  Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

Document Now Available

Posted On // Leave a Comment




[Transaction Notice.pdf]


Please review the above document at your earliest convenience. Should you encounter any issues or require assistance, do not hesitate to contact our support team at [Support Contact Information].

Thank you for your attention to this matter.

Sincerely
Adobe Systems

[Read more]

(e-RH) 27 Januari -- AMSAL 23:1-8 - KEINGINAN MENJADI KAYA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 27 Januari 2026
Bacaan : AMSAL 23:1-8
Setahun: Keluaran 28-29
Nats: Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini. (Amsal 23:4)

Renungan:

KEINGINAN MENJADI KAYA

Banyak orang bingung bagaimana meneruskan hidup dengan kondisi ekonomi yang buruk seperti saat ini. Banyak yang kemudian mencoba masuk ke pasar saham, kripto, atau terlibat pinjaman online. Mereka bermimpi ingin menjadi Warren Buffet, pialang saham termasyhur, dan orang-orang kaya lainnya berkat permainan kurs atau mata uang kripto. Namun, ketika mereka mulai masuk ke dunia saham, bukannya untung, malah justru rugi besar.

Alkitab selain meminta kita meninggalkan niat untuk menjadi kaya, juga memberi gambaran bijak tentang kekayaan. Dikatakan bahwa kekayaan itu laksana bersayap, dapat tiba-tiba terbang tinggi dan lepas dari jangkauan. Bahkan, Rasul Paulus memperingatkan orang-orang kaya agar mereka tidak tinggi hati dan tidak berharap pada sesuatu yang tidak pasti seperti kekayaan (1Tim. 6:9). Sebaliknya, sandaran kita seharusnya pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberi kita segala sesuatu untuk dinikmati. Berkebalikan dari mengejar kekayaan, kitab Ibrani justru mengajarkan agar kita mencukupkan diri dengan apa yang ada pada kita. Tuhan berjanji tidak akan membiarkan dan sekali-kali tidak akan meninggalkan kita (Ibr. 13:5).

Tentu tidak salah untuk mengumpulkan saham dan memperoleh laba. Bahkan, kita juga perlu mempelajarinya agar tidak terjebak dalam kerugian. Meskipun demikian, kita tidak dapat mengharapkan atau mengandalkan kekayaan. Karena apa pun di dunia ini dapat lenyap seketika. Sebaliknya, kita perlu memercayakan diri kepada Tuhan. Dialah pemelihara hidup kita. --HEM/www.renunganharian.net
   
JANGAN PUNYA NIAT MENJADI KAYA. KITA PERLU BELAJAR BERSANDAR PADA ALLAH YANG MEMELIHARA HIDUP KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/27/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?AMSAL+23:1-8

AMSAL 23:1-8

 1  Bila engkau duduk makan dengan seorang pembesar, perhatikanlah baik-baik apa yang ada di depanmu.
 2  Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu!
 3  Jangan ingin akan makanannya yang lezat, itu adalah hidangan yang menipu.
 4  Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini.
 5  Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali.
 6  Jangan makan roti orang yang kikir, jangan ingin akan makanannya yang lezat.
 7  Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia. "Silakan makan dan minum," katanya kepadamu, tetapi ia tidak tulus hati terhadapmu.
 8  Suap yang telah kaumakan, kau akan muntahkan, dan kata-katamu yang manis kausia-siakan.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Keluaran+28-29
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+28-29

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 27 Januari -- Yohanes 10:22-39 - Menang atas Tantangan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 27 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 10:22-39

Judul: Menang atas Tantangan

Istilah 'playing victim' diberikan kepada mereka yang selalu bersikap seperti korban dan menyalahkan orang lain atas masalah yang mereka alami.

Sikap ini juga terlihat pada orang-orang Yahudi yang datang kepada Yesus ketika Dia berada di Bait Allah, di Serambi Salomo. Mereka merasa Yesus membuat mereka bimbang perihal kemesiasan-Nya (24).

Kebimbangan itu berasal dari penolakan mereka untuk percaya. Mereka tidak mau menerima perkataan Yesus tentang diri-Nya, maksud kedatangan-Nya, pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh Bapa, serta kesatuan antara Dia dan Bapa (25-30). Dalam keadaan tidak percaya, mereka mengambil tindakan ekstrem dengan mencoba melempari Yesus dengan batu (31).

Kemudian, mereka memulai tuntutan baru yang menyatakan bahwa Yesus telah menghujat Allah. Menanggapi hal itu, Yesus memberikan penjelasan tentang diri-Nya dan pekerjaan yang diberikan oleh Bapa kepada-Nya. Mereka menyaksikan pekerjaan itu dilakukan oleh Yesus, mereka seharusnya percaya agar dapat memahami bahwa Yesus dan Bapa adalah satu. Akan tetapi, sekalipun Yesus telah menjelaskan, mereka tetap berusaha menangkap Dia, namun Yesus berhasil luput dari tangan mereka (32-39).

Yesus datang membawa keselamatan bagi dunia, namun kehadiran-Nya sering kali mendapat penolakan. Kita perlu mengingat bahwa tidak semua tindakan baik akan mendapatkan respons positif dari orang lain. Ketika rasa iri hati telah menguasai seseorang, maka ia cenderung mencari kesalahan dan menolak kebenaran. Hal ini menunjukkan bahwa penolakan terhadap kebaikan adalah bagian dari kenyataan yang harus dihadapi.

Kita pun dipanggil untuk melakukan pekerjaan yang Tuhan kehendaki, bahkan ketika harus berhadapan dengan tantangan yang sulit. Hal yang menjadi penting adalah cara kita mengelola tantangan tersebut agar menjadi kekuatan untuk terus menjalankan kehendak Tuhan. Inilah yang harus menjadi misi bagi setiap anak Tuhan, sehingga pada akhirnya kita menjadi pemenang dalam kasih dan rencana-Nya. [ANM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/27/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+10:22-39
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+10:22-39

Yohanes 10:22-39

22  Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.
23  Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.
24  Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami."
25  Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,
26  tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.
27  Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
28  dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
29  Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
30  Aku dan Bapa adalah satu."
31  Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.
32  Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"
33  Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."
34  Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?
35  Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah--sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan--,
36  masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
37  Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,
38  tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa."
39  Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

Your Password has been revoked.

Posted On // Leave a Comment
 
[Read more]