(e-RH) 13 Mei -- AYUB 5:1-9 - MEMERCAYAKAN KEPADA ALLAH

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 13 Mei 2026
Bacaan : AYUB 5:1-9
Setahun: 2 Tawarikh 9-12
Nats: "Tetapi, aku, tentu aku akan mencari Allah, dan kepada Allah aku akan mengadukan perkaraku. Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan tak terselami, serta keajaiban-keajaiban yang tak terbilang jumlahnya." (Ayub 5:8-9)

Renungan:

MEMERCAYAKAN KEPADA ALLAH

Merana, itulah yang dirasakan Ayub setelah berbagai derita yang dialami. Begitu dalam kesedihannya, hingga Ayub tidak dapat berbuat apa pun. Secara imani, ia tidak sanggup untuk menyalahkan Allah. Sekalipun segala harta dan anak-anaknya telah tiada, serta berbagai penyakit dialaminya, juga istrinya mengeluhkan Allah, ia tetap menghormati Allah. Namun, sesungguhnya sisi manusiawinya ingin berteriak untuk melampiaskan perasaannya sehingga ia memilih menyalahkan dirinya sendiri dengan mengutuki hari kelahirannya. Atas sikapnya itu, Elifas menasihatinya untuk mengadukan segala perkara kepada Allah, sebab Allah dapat membuat berbagai hal ajaib untuk menolong umat-Nya.

Sikap iman Ayub memang merupakan sikap yang hebat, tetapi sikap manusiawinya pun merupakan hal yang wajar bagi siapapun yang berduka. Dalam pergumulan itu, nasihat Elifas menunjukkan kekurangan Ayub, di mana ia lupa untuk membawa dan memercayakan pergumulannya kepada Allah. Ayub memang tetap teguh dalam imannya kepada Allah, tetapi dalam sikap iman itu ia justru memilih menanggung pergumulannya seorang diri.

Setiap pergumulan, secara perlahan dan tanpa disadari, akan mengurung hati kita sehingga membuat kita memilih menanggung segala pergumulan seorang diri. Nasihat Elifas menyadarkan kita untuk terus membuka hati dalam setiap pergumulan, untuk mengarahkan hati kepada Allah dan memercayakan hidup kepada-Nya. Sebab Allah mampu merubah yang mustahil dan menyakitkan menjadi sukacita dan kedamaian hidup. --ZDP/www.renunganharian.net
   
PERCAYAKANLAH HIDUP KEPADA ALLAH, SEBAB IA SENANTIASA MEMBERKATI KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?AYUB+5:1-9

AYUB 5:1-9

 1  Berserulah--adakah orang yang menjawab engkau? Dan kepada siapa di antara orang-orang yang kudus engkau akan berpaling?
 2  Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati.
 3  Aku sendiri pernah melihat orang bodoh berakar, tetapi serta-merta kukutuki tempat kediamannya.
 4  Anak-anaknya selalu tidak tertolong, mereka diinjak-injak di pintu gerbang tanpa ada orang yang melepaskannya.
 5  Apa yang dituainya, dimakan habis oleh orang yang lapar, bahkan dirampas dari tengah-tengah duri, dan orang-orang yang dahaga mengingini kekayaannya.
 6  Karena bukan dari debu terbit bencana dan bukan dari tanah tumbuh kesusahan;
 7  melainkan manusia menimbulkan kesusahan bagi dirinya, seperti bunga api berjolak tinggi.
 8  Tetapi aku, tentu aku akan mencari Allah, dan kepada Allah aku akan mengadukan perkaraku.
 9  Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan yang tak terduga, serta keajaiban-keajaiban yang tak terbilang banyaknya;

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Tawarikh+9-12
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Tawarikh+9-12

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-RH) 11 Mei -- 2 TAWARIKH 28 - AHAS YANG NAHAS

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 11 Mei 2026
Bacaan : 2 TAWARIKH 28
Setahun: 2 Tawarikh 2-5
Nats: Pada waktu itu Raja Ahas mengirim utusan kepada raja negeri Asyur untuk memohon bantuan. (2 Tawarikh 28:16)

Renungan:

AHAS YANG NAHAS

Ahas benar-benar takut. Pasukan musuh yang jauh lebih kuat sedang dalam perjalanan untuk memeranginya. Lalu Tuhan mengutus Nabi Yesaya untuk meneguhkannya, serta memberinya jaminan perlindungan dari-Nya (Yes. 7). Namun, Ahas tidak mau percaya kepada Tuhan. Ia lebih percaya kepada berhala-berhala pujaannya. Ia bahkan mempersembahkan anak-anaknya sebagai kurban bakaran bagi berhala-berhala itu (ay. 3). Dalam keadaan kalut dan terdesak, ia meminta bantuan kepada raja negeri Asyur. Raja itu pun datang, tetapi bukan untuk mendukungnya, melainkan untuk menekannya (ay. 20). Hartanya dan kekayaan bangsanya pun dirampas (ay. 21). Ahas benar-benar nahas. Ya, raja Yehuda itu sungguh sial, celaka, dan malang.

Kisah Ahas menunjukkan betapa malangnya seseorang yang menaruh sandarannya pada manusia. Saat ia berpikir akan mendapatkan pertolongan, ia justru membuka pintu kepada bahaya yang jauh lebih mengerikan. Saat ia mengira akan mendapatkan kelegaan, ia justru semakin tertekan dan menderita. Saat ia semakin mengandalkan dirinya, ia justru semakin tidak berdaya.

Menyedihkannya, semua kemalangan ini menimpa Ahas akibat pilihan buruk yang dibuatnya sendiri. Dia berubah setia kepada Tuhan. Ia berpaling dari-Nya serta mengira dirinya jauh lebih hebat, lebih kuat, lebih cerdas, dan lebih berhikmat dari Tuhan. Ia mengabaikan firman-Nya. Ia menolak utusan-Nya. Ketidakpercayaan itu harus ia bayar mahal, bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga mengakibatkan kehancuran bangsanya. Karenanya, tetaplah iman kita berpaut pada Allah. Dialah pertolongan yang senantiasa dapat kita andalkan. --HT/www.renunganharian.net
   
"TERKUTUKLAH ORANG YANG MENGANDALKAN MANUSIA, " TETAPI "DIBERKATILAH ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN."-YEREMIA 17:5, 7

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+TAWARIKH+28

2 TAWARIKH 28

 1  Ahas berumur dua puluh tahun pada waktu ia menjadi raja dan enam belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia tidak melakukan apa yang benar di mata TUHAN seperti Daud, bapa leluhurnya,
 2  tetapi ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel, bahkan ia membuat patung-patung tuangan untuk para Baal.
 3  Ia membakar juga korban di Lebak Ben-Hinom dan membakar anak-anaknya sebagai korban dalam api, sesuai dengan perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalaukan TUHAN dari depan orang Israel.
 4  Ia mempersembahkan dan membakar korban di bukit-bukit pengorbanan dan di atas tempat-tempat yang tinggi dan di bawah setiap pohon yang rimbun.
 5  Sebab itu TUHAN, Allahnya, menyerahkannya ke dalam tangan raja orang Aram. Mereka mengalahkan dia dan menawan banyak orang dari padanya, yang diangkut ke Damsyik. Kemudian ia diserahkan pula ke dalam tangan raja Israel dan mengalami kekalahan yang besar.
 6  Sebab dalam sehari Pekah bin Remalya menewaskan di Yehuda seratus dua puluh ribu orang, semuanya orang-orang yang tangkas, oleh karena mereka telah meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka.
 7  Dan Zikhri, pahlawan dari Efraim, membunuh Maaseya, anak raja, Azrikam, kepala istana, dan Elkana orang kedua di bawah raja.
 8  Orang Israel menawan dari saudara-saudaranya dua ratus ribu orang, yakni perempuan-perempuan serta anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan. Mereka merampas juga banyak harta milik dari pada orang-orang itu, dan membawa rampasan itu ke Samaria.
 9  Tetapi di sana ada seorang nabi TUHAN yang bernama Oded. Ia pergi menemui tentara yang pulang ke Samaria dan berkata kepada mereka: "Lihatlah, karena kehangatan murka-Nya kepada Yehuda, TUHAN, Allah nenek moyangmu, menyerahkan mereka ke dalam tanganmu, dan kamu telah mengadakan pembunuhan di antara mereka dengan kegeraman yang sampai ke langit.
10  Dan sekarang kamu bermaksud menaklukkan orang Yehuda dan Yerusalem menjadi hambamu laki-laki dan perempuan. Tidak adakah pada kamu sendiri kesalahan yang besar terhadap TUHAN, Allahmu?
11  Maka sekarang, dengarkanlah kataku ini: kembalikanlah orang-orang yang kamu tawan dari saudara-saudaramu itu, karena murka Allah menyala-nyala terhadap kamu."
12  Lalu bangkitlah beberapa pemimpin bani Efraim, yakni: Azarya bin Yohanan, Berekhya bin Mesilemot, Yehizkia bin Salum dan Amasa bin Hadlai menghadapi orang-orang yang pulang dari perang,
13  dan berkata kepada mereka: "Jangan bawa tawanan-tawanan itu ke mari, sebab maksudmu itu menjadikan kita bersalah terhadap TUHAN dan menambah dosa dan kesalahan kita! Sudah cukup besar kesalahan kita, dan murka yang menyala-nyala telah menimpa Israel."
14  Lalu orang-orang yang bersenjata itu meninggalkan tawanan dan barang-barang rampasannya di muka para pemimpin dan seluruh jemaah.
15  Dan orang-orang yang ditunjuk dengan disebut namanya bangkit, lalu menjemput para tawanan itu. Semua orang yang telanjang mereka berikan pakaian dari rampasan itu. Orang-orang itu diberi pakaian, kasut, makanan dan minuman. Mereka diurapi dengan minyak dan semua yang terlalu payah untuk berjalan diangkut dengan keledai, dan dibawa ke Yerikho, ke kota pohon korma, dekat saudara-saudara mereka. Sesudah itu orang Israel itu pulang ke Samaria.
16  Pada waktu itu raja Ahas menyuruh utusan kepada raja negeri Asyur untuk memohon bantuan.
17  Karena orang Edom telah datang pula dan mengalahkan Yehuda serta mengangkut tawanan-tawanan.
18  Orang-orang Filistin juga telah menyerbu kota-kota di Daerah Bukit dan di Tanah Negeb Yehuda. Merekapun merebut Bet-Semes, Ayalon, Gederot, Sokho dengan segala anak kotanya, Timna dengan segala anak kotanya dan Gomzo dengan segala anak kotanya, dan menetap di kota-kota itu.
19  Demikianlah TUHAN merendahkan Yehuda oleh karena Ahas, raja Israel itu, membiarkan kebiadaban berlaku di Yehuda dan berubah setia kepada TUHAN.
20  Maka datanglah Tilgat-Pilneser, raja negeri Asyur, kepadanya, hanya bukan membantu dia, melainkan menyesakkannya.
21  Walaupun Ahas merampas barang-barang dari rumah TUHAN, dari rumah raja dan dari rumah-rumah para pemimpin dan menyerahkan semua itu kepada raja negeri Asyur, namun perbuatannya itu tidak menguntungkan dia.
22  Dalam keadaan terdesak itu raja Ahas ini, malah semakin berubah setia terhadap TUHAN.
23  Ia mempersembahkan korban kepada para allah orang Damsyik yang telah mengalahkan dia. Pikirnya: "Yang membantu raja-raja orang Aram adalah para allah mereka; kepada merekalah aku akan mempersembahkan korban, supaya mereka membantu aku juga." Tetapi allah-allah itulah yang menjadi sebab keruntuhan bagi dia dan bersama-sama dengan dia bagi seluruh Israel.
24  Ahas mengumpulkan perkakas-perkakas rumah Allah dan menghancurkannya. Ia menutup pintu rumah TUHAN, lalu membuat mezbah-mezbah bagi dirinya di segenap penjuru Yerusalem.
25  Di tiap-tiap kota di Yehuda ia membuat bukit-bukit pengorbanan untuk membakar korban bagi allah lain. Dengan demikian ia menyakiti hati TUHAN, Allah nenek moyangnya.
26  Selebihnya dari riwayatnya dan seluruh tingkah langkahnya, dari awal sampai akhir, sesungguhnya semuanya itu tertulis dalam kitab raja-raja Yehuda dan Israel.
27  Kemudian Ahas mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan dikuburkan di dalam kota, di Yerusalem; tetapi ia tidak dibawa ke pekuburan raja-raja Israel. Maka Hizkia, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Tawarikh+2-5
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Tawarikh+2-5

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-RH) 12 Mei -- MATIUS 6:19-21 - BERANI TAMPIL BERSAHAJA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 12 Mei 2026
Bacaan : MATIUS 6:19-21
Setahun: 2 Tawarikh 6-8
Nats: "Janganlah mengumpulkan harta bagi dirimu di bumi ... Namun, kumpulkanlah bagimu harta di surga." (Matius 6:19-20a)

Renungan:

BERANI TAMPIL BERSAHAJA

Menurut Kompas.com tanggal 17 Agustus 2025, banyak warga menengah bawah di Amerika membelanjakan penghasilan mereka untuk aksesori mewah, gawai terbaru, mobil baru, dll. Meski berisiko memicu kesulitan finansial, mereka melakukan itu demi terlihat hebat di mata publik.

Di negeri kita pun hal serupa juga ada: orang berutang demi membeli tas bermerek, membeli HP baru meski yang lama masih bagus, menahan kebutuhan pokok demi bisa menikmati kopi bersama kelompoknya di kafe yang instagrammable, dsb. Orang mengutamakan penampilan, bukan kejujuran.

Sebenarnya, tak berani tampil bersahaja adalah hal serius. Ia berinduk ketakjujuran, beranak pemborosan, dan menjadikan kita tawanan pandangan orang lain. Memang, tampil sederhana tidaklah mudah. Dalam masyarakat yang mabuk gengsi, tampil bersahaja adalah tindakan melawan arus. Butuh keberanian untuk menerima diri, dan keyakinan bahwa nilai seseorang tidak terletak pada apa yang tampak di luar tetapi pada apa yang hidup di hati.

Tuhan bersabda, "Janganlah mengumpulkan harta bagi dirimu di bumi ... Namun, kumpulkanlah bagimu harta di surga ...." (ay. 19, 20). Tuhan menunjukkan bahwa orientasi hidup pada tampilan lahiriah adalah wujud kelekatan pada "harta di bumi"-sesuatu yang rapuh dan fana. Sebaliknya, kesahajaan adalah tanda hati yang tertuju kepada "harta di surga"-yang sejati dan bernilai kekal.

Beranilah tampil bersahaja, sebab keindahan sejati tak lahir dari kilau lahiriah, tetapi dari kejujuran dan kesederhanaan, dan kedamaian jiwa adalah milik mereka yang berani menjadi diri sendiri. --EE/www.renunganharian.net
   
NILAI SESEORANG TIDAK TERLETAK PADA APA YANG TAMPAK DI LUAR, TETAPI PADA APA YANG HIDUP DALAM HATI.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MATIUS+6:19-21

MATIUS 6:19-21

19  "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
20  Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
21  Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Tawarikh+6-8
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Tawarikh+6-8

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 12 Mei -- Hakim-hakim 20 - Allah yang Menghukum Kefasikan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 12 Mei 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 20

Judul: Allah yang Menghukum Kefasikan

Karena kejahatan yang terjadi di Gibea, orang Lewi itu dengan sengaja menimbulkan kegemparan di seluruh Israel dengan mengirimkan potongan mayat gundiknya. Ia bertujuan untuk meminta pertimbangan dan nasihat seluruh umat Allah.

Setelah mendengarkan orang Lewi itu, mereka sepakat untuk memerangi Gibea (8-11). Mereka mendesak suku Benyamin untuk menyerahkan orang Gibea (12-13a). Namun, ternyata suku Benyamin menolak, bahkan berkumpul untuk maju berperang (13b-14).

Sebelas suku Israel bertanya siapa yang lebih dahulu maju berperang, dan TUHAN menjawab Yehuda (18). Namun, mereka kalah dan kehilangan 22.000 tentaranya (21). Orang Israel menangis dan bertanya haruskah mereka berperang lagi, dan TUHAN menjawab, "Majulah" (23). Namun, sekali lagi mereka kalah dan kehilangan 18.000 orang (25). Mereka semua duduk menangis, berpuasa, dan mempersembahkan kurban kepada TUHAN (26). Mereka bertanya haruskah mereka maju sekali lagi dan TUHAN menjawab, "Majulah", dengan jaminan "besok Aku akan menyerahkan mereka ke dalam tanganmu" (28). Akhirnya, Benyamin dikalahkan dan hanya tersisa 600 orang yang lari ke bukit batu Rimon, dan kota mereka dimusnahkan (48).

Sepertinya ada sesuatu yang tidak lazim dalam peristiwa ini. TUHAN membiarkan sebelas suku dua kali mengalami kekalahan sebelum memberi mereka kemenangan, padahal kesebelas suku tersebut sudah meminta petunjuk TUHAN sebelum berperang. Mengapa demikian? Sepertinya ini yang terjadi: masa itu adalah zaman hakim-hakim, berarti setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri (21:25). Allah mengatakan bahwa penghakiman akan dimulai dari rumah Allah (lih. 1Ptr. 4:17), ini berarti bahwa Allah akan terlebih dahulu menghakimi orang yang lebih benar. Jadi, dalam peristiwa ini, Allah menghukum dulu sebelas suku yang lebih benar dari Benyamin.

Ingat, penghakiman akan dimulai dari umat Allah. Mari kita menjalankan kehidupan dengan lebih taat dan memperlakukan sesama dengan kasih. [INT]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+20
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+20

Hakim-hakim 20

 1  Lalu majulah semua orang Israel; dari Dan sampai Bersyeba dan juga dari tanah Gilead berkumpullah umat itu secara serentak menghadap TUHAN di Mizpa.
 2  Maka berdirilah para pemuka dari seluruh bangsa itu, dari segala suku orang Israel, memimpin jemaah umat Allah yang jumlahnya empat ratus ribu orang berjalan kaki, yang bersenjatakan pedang.
 3  Kedengaranlah kepada bani Benyamin, bahwa orang Israel telah maju ke Mizpa. Berkatalah orang Israel: "Ceritakan bagaimana kejahatan itu terjadi."
 4  Lalu orang Lewi, suami perempuan yang terbunuh itu, menjawab: "Aku sampai dengan gundikku di Gibea kepunyaan suku Benyamin untuk bermalam di sana.
 5  Lalu warga-warga kota Gibea itu mendatangi aku dan mengepung rumah itu pada malam hari untuk menyerang aku. Mereka bermaksud membunuh aku, tetapi gundikku diperkosa mereka, sehingga mati.
 6  Maka kuambillah mayat gundikku, kupotong-potong dia dan kukirimkan ke seluruh daerah milik pusaka orang Israel, sebab orang-orang itu telah berbuat mesum dan berbuat noda di antara orang Israel.
 7  Sekarang kamu sekalian, orang Israel, telah ada di sini. Berikanlah di sini pertimbanganmu dan nasihatmu."
 8  Kemudian bangunlah seluruh bangsa itu dengan serentak, sambil berkata: "Seorangpun dari pada kita takkan pergi ke kemahnya, seorangpun dari pada kita takkan pulang ke rumahnya.
 9  Inilah yang akan kita lakukan kepada Gibea; memeranginya, dengan membuang undi!
10  Kita akan memilih dari seluruh suku Israel sepuluh orang dari tiap-tiap seratus, seratus orang dari tiap-tiap seribu, seribu orang dari tiap-tiap sepuluh ribu, untuk mengambil bekal bagi laskar ini, supaya sesudah mereka datang, dilakukan kepada Gibea-Benyamin setimpal dengan segala perbuatan noda yang telah diperbuat mereka di antara orang Israel."
11  Demikianlah orang Israel berkumpul melawan kota itu, semuanya bersekutu dengan serentak.
12  Kemudian suku-suku Israel mengirim orang kepada seluruh suku Benyamin dengan pesan: "Apa macam kejahatan yang terjadi di antara kamu itu!
13  Maka sekarang, serahkanlah orang-orang itu, yakni orang-orang dursila yang di Gibea itu, supaya kami menghukum mati mereka dan dengan demikian menghapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel." Tetapi bani Benyamin tidak mau mendengarkan perkataan saudara-saudaranya, orang Israel itu.
14  Sebaliknya, bani Benyamin dari kota-kota lain berkumpul di Gibea untuk maju berperang melawan orang Israel.
15  Pada hari itu dihitunglah jumlah bani Benyamin dari kota-kota lain itu: dua puluh enam ribu orang yang bersenjatakan pedang, belum termasuk penduduk Gibea, yang terhitung tujuh ratus orang pilihan banyaknya.
16  Dari segala laskar ini ada tujuh ratus orang pilihan yang kidal, dan setiap orang dari mereka dapat mengumban dengan tidak pernah meleset sampai sehelai rambutpun.
17  Juga orang-orang Israel dihitung jumlahnya; dengan tidak termasuk suku Benyamin ada empat ratus ribu orang yang bersenjatakan pedang; semuanya itu prajurit.
18  Lalu orang Israel berangkat dan maju ke Betel. Di sana mereka bertanya kepada Allah: "Siapakah dari kami yang lebih dahulu maju berperang melawan bani Benyamin?" Jawab TUHAN: "Suku Yehudalah lebih dahulu."
19  Lalu orang-orang Israel bangun pagi-pagi dan berkemah mengepung Gibea.
20  Kemudian majulah orang-orang Israel berperang melawan suku Benyamin; orang-orang Israel mengatur barisan perangnya melawan mereka dekat Gibea.
21  Juga bani Benyamin maju menyerang dari Gibea dan menggugurkan ke bumi dua puluh dua ribu orang dari antara orang Israel pada hari itu.
22  Tetapi laskar orang Israel mengumpulkan segenap kekuatannya, lalu mengatur pula barisan perangnya di tempat mereka mengatur barisannya semula.
23  Kemudian pergilah orang-orang Israel, lalu menangis di hadapan TUHAN sampai petang, sesudah itu mereka bertanya kepada TUHAN: "Akan pergi pulakah kami berperang melawan bani Benyamin, saudara kami itu?" Jawab TUHAN: "Majulah melawan mereka."
24  Tetapi ketika orang-orang Israel pada hari kedua sampai di dekat bani Benyamin,
25  maka pada hari kedua itu majulah suku Benyamin dari Gibea menyerbu mereka, dan digugurkannya pula ke bumi delapan belas ribu orang di antara orang-orang Israel; semuanya orang-orang yang bersenjatakan pedang.
26  Kemudian pergilah semua orang Israel, yakni seluruh bangsa itu, lalu sampai di Betel; di sana mereka tinggal menangis di hadapan TUHAN, berpuasa sampai senja pada hari itu dan mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan TUHAN.
27  Dan orang-orang Israel bertanya kepada TUHAN--pada waktu itu ada di sana tabut perjanjian Allah,
28  dan Pinehas bin Eleazar bin Harun menjadi imam Allah pada waktu itu--kata mereka: "Haruskah kami maju sekali lagi untuk berperang melawan bani Benyamin, saudara kami itu, atau haruskah kami hentikan itu?" Jawab TUHAN: "Majulah, sebab besok Aku akan menyerahkan mereka ke dalam tanganmu."
29  Lalu orang Israel menempatkan penghadang-penghadang sekeliling Gibea.
30  Pada hari ketiga majulah orang-orang Israel melawan bani Benyamin dan mengatur barisannya melawan Gibea seperti yang sudah-sudah.
31  Maka majulah bani Benyamin menyerbu laskar itu; mereka terpancing dari kota, dan seperti yang sudah-sudah, mereka mulai menyerang laskar itu pada kedua jalan raya--yang satu menuju ke Betel, dan yang lain ke Gibea melalui padang--sehingga terbunuh beberapa orang, kira-kira tiga puluh orang di antara orang Israel.
32  Maka kata bani Benyamin: "Orang-orang itu telah terpukul kalah oleh kita seperti semula." Tetapi orang-orang Israel telah bermupakat lebih dahulu: "Marilah kita lari dan memancing mereka dari kota ke jalan-jalan raya."
33  Jadi orang Israel bangun dari tempatnya dan mengatur barisannya di Baal-Tamar, sedang orang Israel yang menghadang itu tiba-tiba keluar dari tempatnya, yakni tempat terbuka dekat Geba,
34  dan sampai di depan Gibea, sebanyak sepuluh ribu orang pilihan dari seluruh Israel. Pertempuran itu dahsyat, tetapi bani Benyamin tidak tahu bahwa malapetaka datang menimpa mereka.
35  TUHAN membuat suku Benyamin terpukul kalah oleh orang Israel, dan pada hari itu orang-orang Israel memusnahkan dari antara suku Benyamin dua puluh lima ribu seratus orang, semuanya orang-orang yang bersenjatakan pedang.
36  Bani Benyamin melihat, bahwa mereka telah terpukul kalah. Sementara orang-orang Israel agak mundur di depan suku Benyamin--sebab mereka mempercayai penghadang-penghadang yang ditempatkan mereka untuk menyerang Gibea--
37  maka segeralah penghadang-penghadang itu menyerbu Gibea. Mereka bergerak maju dan memukul seluruh kota itu dengan mata pedang.
38  Tetapi orang-orang Israel telah bermupakat dengan penghadang-penghadang itu untuk menaikkan gumpalan asap tebal dari kota itu.
39  Ketika orang-orang Israel mundur dalam pertempuran itu, maka suku Benyamin mulai menyerang orang Israel, sehingga terbunuh kira-kira tiga puluh orang, karena pikir mereka: "Tentulah orang-orang itu terpukul kalah sama sekali oleh kita seperti dalam pertempuran yang dahulu."
40  Tetapi pada waktu itu mulailah gumpalan asap naik dari kota itu seperti tiang asap. Suku Benyamin menoleh ke belakang dan tampaklah kota itu seluruhnya terbakar, apinya naik ke langit.
41  Lagipula orang-orang Israel maju lagi. Maka gemetarlah orang-orang Benyamin itu, sebab mereka melihat, bahwa malapetaka datang menimpa mereka.
42  Jadi larilah mereka dari depan orang-orang Israel itu, ke arah padang gurun, tetapi pertempuran itu tidak dapat dihindari mereka, lalu orang-orang dari kota-kota menghabisi mereka di tengah-tengahnya.
43  Mereka mengepung suku Benyamin itu, mengejarnya dengan tak henti-hentinya dan melandanya sampai di depan Gibea, di sebelah timur.
44  Dari bani Benyamin ada tewas delapan belas ribu orang, semuanya orang-orang gagah perkasa.
45  Yang lain berpaling lari ke padang gurun, ke bukit batu Rimon. Tetapi di jalan-jalan raya masih diadakan penyabitan susulan di antara mereka: lima ribu orang; mereka diburu sampai ke Gideom dan dipukul mati dua ribu orang dari mereka.
46  Maka yang tewas dari suku Benyamin pada hari itu seluruhnya berjumlah dua puluh lima ribu orang yang bersenjatakan pedang, semuanya orang-orang gagah perkasa.
47  Tetapi enam ratus orang berpaling lari ke padang gurun, ke bukit batu Rimon, dan tinggal empat bulan lamanya di bukit batu itu.
48  Tetapi orang-orang Israel kembali kepada bani Benyamin dan memukul mereka dengan mata pedang, baik manusia baik hewan dan segala sesuatu yang terdapat di sana. Juga segala kota yang terdapat di sana mereka musnahkan dengan api.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 13 Mei -- Yohanes 21:15-19 - Kasih kepada Kristus

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 13 Mei 2026
Ayat SH: Yohanes 21:15-19

Judul: Kasih kepada Kristus

Dalam perjalanan bersama Allah, jatuh dan bangun merupakan proses yang niscaya akan kita lalui. Tidak ada orang yang sempurna dalam menaati kehendak Allah. Selama kita masih hidup di dunia ini, kita akan acap kali melakukan kesalahan. Demikian halnya Simon Petrus. Ia menyangkali Yesus (lih. Yoh. 18:15-18, 25-27), sang Mesias, Anak Allah yang hidup (lih. Mat. 16:16).

Setelah penyangkalan pahit, Petrus kembali berhadapan dengan Yesus. Dan Yesus datang bukan dengan murka atau penghakiman, melainkan dengan pertanyaan yang menusuk hati: "Apakah engkau mengasihi Aku?" (15-17).

Pertanyaan Yesus bukan untuk mempermalukan Petrus, melainkan sebaliknya, Ia ingin memulihkan Petrus. Pertanyaan itu menyinggung kembali luka lama, tetapi juga menyentuh inti panggilan: kasih kepada Kristus. Dalam pemulihan itu, Yesus memberikan misi baru kepada Petrsus: "Peliharalah/ gembalakanlah domba-domba-Ku." (15-17)

Menariknya, Yesus tidak menanyakan, "Apakah kamu layak?", "Bisakah kamu berjanji untuk tidak gagal lagi?", atau "Sudahkah kamu menebus kesalahanmu?" Apa yang Yesus tanyakan hanyalah: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Alih-alih penghakiman, justru yang Ia sediakan adalah proses pemulihan, bagi kita juga.

Yesus juga menyampaikan nubuat tentang penderitaan yang akan Petrus hadapi. Namun, apa pun masalah yang akan ada di depan, Yesus berkata kepada Petrus untuk mengikut Dia (18-19).

Kisah ini menjadi pesan bagi kita semua yang pernah gagal, jatuh, atau merasa tidak layak. Yesus tidak mencari orang yang sempurna. Ia mencari mereka yang mau mengasihi-Nya, bahkan setelah kejatuhan yang dalam. Tak ada tempat yang terlalu kelam yang Tuhan tidak bisa jangkau. Sama seperti Ia memulihkan Petrus dan tokoh-tokoh Alkitab yang lain, Ia juga mampu memulihkan kita.

Kasih kepada Kristus adalah langkah kunci yang harus kita lakukan. Kepercayaan kepada Allah yang berdaulat dalam segala keadaan menjadi pegangan bagi kita untuk menjawab panggilan-Nya dan mengikut Dia. [PMS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+21:15-19
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+21:15-19

Yohanes 21:15-19

15  Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
16  Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
17  Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.
18  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
19  Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 11 Mei -- Hakim-hakim 19 - Kefasikan yang Sama dengan Dunia

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 11 Mei 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 19

Judul: Kefasikan yang Sama dengan Dunia

Salah satu ironi dalam kehidupan umat Allah adalah umat juga melakukan kefasikan, yang bahkan Allah tidak memberi toleransi ketika orang tidak percaya melakukannya.

Seorang Lewi mengambil seorang gundik, tetapi gundik itu marah dan pergi ke rumah ayahnya (1-2). Ia pun pergi menyusul dan membujuk gundiknya. Mertuanya berusaha menahannya sampai lima hari, tetapi akhirnya kembalilah gundik itu dengannya (3-10).

Ketika orang Lewi itu tidak mau singgah di Yebus, sebuah kota asing, mereka bermalam di Gibea, kota orang Israel, tepatnya suku Benyamin (11-14). Di sana tidak ada seorang pun yang menawarkan tumpangan di rumahnya, sampai seorang Efraim yang tinggal di Gibea membawa mereka ke rumahnya serta memberikan makanan dan minuman (15-21).

Lalu, terjadilah kefasikan. Orang-orang kota mengepung rumah itu dan memaksa pemilik rumah untuk membawa orang itu keluar, "supaya kami menggauli dia, " kata mereka (22). Pemilik rumah berupaya mencegah orang-orang itu, bahkan menawarkan anak perempuannya dan gundik itu (23-24). Namun, karena orang-orang kota terus memaksa, orang Lewi itu menyerahkan gundiknya. Gundik itu diperkosa sampai mati (25-28).

Setelah membawa mayat gundiknya pulang, orang Lewi itu memotongnya menjadi 12 potong dan mengirimkannya ke seluruh wilayah Israel (29).

Kita dapat melihat adanya kemiripan dengan peristiwa di Sodom (lih.Kej. 19:4-9). Kota Sodom, tempat tinggal bangsa yang tidak mengenal Allah, dihancurkan karena kefasikan mereka yang luar biasa. Menyedihkan sekali, sekarang Kota Gibea, tempat kediaman umat Allah yang seharusnya menjadi tempat yang aman, malah menjadi sarang kefasikan dan perbuatan biadab.

Sebagai umat Allah, kita dituntut untuk hidup dengan standar yang lebih tinggi (lih. Yak. 3:1). Maka, ketika kita melakukan kefasikan seperti yang dilakukan dunia, Allah kita pasti tidak akan memberikan toleransi. Kita seharusnya mencontohkan perbuatan mulia dengan menyediakan bantuan dengan tulus dan melindungi orang lain, sesama kita. [INT]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+19
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+19

Hakim-hakim 19

 1  Terjadilah pada zaman itu, ketika tidak ada raja di Israel, bahwa di balik pegunungan Efraim ada seorang Lewi tinggal sebagai pendatang. Ia mengambil seorang gundik dari Betlehem-Yehuda.
 2  Tetapi gundiknya itu berlaku serong terhadap dia dan pergi dari padanya ke rumah ayahnya di Betlehem-Yehuda, lalu tinggal di sana empat bulan lamanya.
 3  Berkemaslah suaminya itu, lalu pergi menyusul perempuan itu untuk membujuk dia dan membawanya kembali; bersama-sama dia bujangnya dan sepasang keledai. Ketika perempuan muda itu membawa dia masuk ke rumah ayahnya, dan ketika ayah itu melihat dia, maka bersukacitalah ia mendapatkannya.
 4  Mertuanya, ayah perempuan muda itu, tidak membiarkan dia pergi, sehingga ia tinggal tiga hari lamanya pada ayah itu; mereka makan, minum dan bermalam di sana.
 5  Tetapi pada hari yang keempat, ketika mereka bangun pagi-pagi dan ketika orang Lewi itu berkemas untuk pergi, berkatalah ayah perempuan muda itu kepada menantunya: "Segarkanlah dirimu dahulu dengan sekerat roti, kemudian bolehlah kamu pergi."
 6  Jadi duduklah mereka, lalu makan dan minumlah keduanya bersama-sama. Kata ayah perempuan muda itu kepada laki-laki itu: "Baiklah putuskan untuk tinggal bermalam dan biarlah hatimu gembira."
 7  Tetapi ketika orang itu bangun untuk pergi juga, mertuanya itu mendesaknya, sehingga ia tinggal pula di sana bermalam.
 8  Pada hari yang kelima, ketika ia bangun pagi-pagi untuk pergi, berkatalah ayah perempuan muda itu: "Mari, segarkanlah dirimu dahulu, dan tinggallah sebentar lagi, sampai matahari surut." Lalu makanlah mereka keduanya.
 9  Ketika orang itu bangun untuk pergi, bersama dengan gundiknya dan bujangnya, berkatalah mertuanya, ayah perempuan muda itu, kepadanya: "Lihatlah, matahari telah mulai turun menjelang petang; baiklah tinggal bermalam, lihat, matahari hampir terbenam, tinggallah di sini bermalam dan biarlah hatimu gembira; maka besok kamu dapat bangun pagi-pagi untuk berjalan dan pulang ke rumahmu."
10  Tetapi orang itu tidak mau tinggal bermalam; ia berkemas, lalu pergi. Demikian sampailah ia di daerah yang berhadapan dengan Yebus--itulah Yerusalem--;bersama-sama dengan dia ada sepasang keledai yang berpelana dan gundiknya juga.
11  Ketika mereka dekat ke Yebus dan ketika matahari telah sangat rendah, berkatalah bujang itu kepada tuannya: "Marilah kita singgah di kota orang Yebus ini dan bermalam di situ."
12  Tetapi tuannya menjawabnya: "Kita tidak akan singgah di kota asing yang bukan kepunyaan orang Israel, tetapi kita akan berjalan terus sampai ke Gibea."
13  Lagi katanya kepada bujangnya: "Marilah kita berjalan sampai ke salah satu tempat yang di sana dan bermalam di Gibea atau di Rama."
14  Lalu berjalanlah mereka melanjutkan perjalanannya, dan matahari terbenam, ketika mereka dekat Gibea kepunyaan suku Benyamin.
15  Sebab itu singgahlah mereka di Gibea, lalu masuk untuk bermalam di situ, dan setelah sampai, duduklah mereka di tanah lapang kota. Tetapi tidak ada seorangpun yang mengajak mereka ke rumah untuk bermalam.
16  Tetapi datanglah pada malam itu seorang tua, yang pulang dari pekerjaannya di ladang. Orang itu berasal dari pegunungan Efraim dan tinggal di Gibea sebagai pendatang, tetapi penduduk tempat itu adalah orang Benyamin.
17  Ketika ia mengangkat mukanya dan melihat orang yang dalam perjalanan itu di tanah lapang kota, berkatalah orang tua itu: "Ke manakah engkau pergi dan dari manakah engkau datang?"
18  Jawabnya kepadanya: "Kami sedang dalam perjalanan dari Betlehem-Yehuda ke balik pegunungan Efraim. Dari sanalah aku berasal; aku tadinya pergi ke Betlehem-Yehuda dan sekarang sedang berjalan pulang ke rumah. Tetapi tidak ada orang yang mengajak aku ke rumahnya,
19  walaupun ada padaku jerami dan makanan untuk keledai kami, pula roti dan anggur untuk aku sendiri, untuk hambamu perempuan ini dan untuk bujang yang bersama-sama dengan hambamu ini; kami tidak kekurangan sesuatu."
20  Lalu berkatalah orang tua itu: "Jangan kuatir! Segala yang engkau perlukan biarlah aku yang menanggung, tetapi janganlah engkau bermalam di tanah lapang kota ini."
21  Sesudah itu dibawanyalah dia masuk ke rumahnya, lalu keledai-keledai diberinya makan; maka merekapun membasuh kaki, makan dan minum.
22  Tetapi sementara mereka menggembirakan hatinya, datanglah orang-orang kota itu, orang-orang dursila, mengepung rumah itu. Mereka menggedor-gedor pintu sambil berkata kepada orang tua, pemilik rumah itu: "Bawalah ke luar orang yang datang ke rumahmu itu, supaya kami pakai dia."
23  Lalu keluarlah pemilik rumah itu menemui mereka dan berkata kepada mereka: "Tidak, saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat; karena orang ini telah masuk ke rumahku, janganlah kamu berbuat noda.
24  Tetapi ada anakku perempuan, yang masih perawan, dan juga gundik orang itu, baiklah kubawa keduanya ke luar; perkosalah mereka dan perbuatlah dengan mereka apa yang kamu pandang baik, tetapi terhadap orang ini janganlah kamu berbuat noda."
25  Tetapi orang-orang itu tidak mau mendengarkan perkataannya. Lalu orang Lewi itu menangkap gundiknya dan membawanya kepada mereka ke luar, kemudian mereka bersetubuh dengan perempuan itu dan semalam-malaman itu mereka mempermainkannya, sampai pagi. Barulah pada waktu fajar menyingsing mereka melepaskan perempuan itu.
26  Menjelang pagi perempuan itu datang kembali, tetapi ia jatuh rebah di depan pintu rumah orang itu, tempat tuannya bermalam, dan ia tergeletak di sana sampai fajar.
27  Pada waktu tuannya bangun pagi-pagi, dibukanya pintu rumah dan pergi ke luar untuk melanjutkan perjalanannya, tetapi tampaklah perempuan itu, gundiknya, tergeletak di depan pintu rumah dengan tangannya pada ambang pintu.
28  Berkatalah ia kepada perempuan itu: "Bangunlah, marilah kita pergi." Tetapi tidak ada jawabnya. Lalu diangkatnyalah mayat itu ke atas keledai, berkemaslah ia, kemudian pergi ke tempat kediamannya.
29  Sesampai di rumah, diambilnyalah pisau, dipegangnyalah mayat gundiknya, dipotong-potongnya menurut tulang-tulangnya menjadi dua belas potongan, lalu dikirimnya ke seluruh daerah orang Israel.
30  Dan setiap orang yang melihatnya, berkata: "Hal yang demikian belum pernah terjadi dan belum pernah terlihat, sejak orang Israel berangkat keluar dari tanah Mesir sampai sekarang. Perhatikanlah itu, pertimbangkanlah, lalu berbicaralah!"


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 10 Mei -- AMSAL 25:11 - SETARA APEL EMAS

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 10 Mei 2026
Bacaan : AMSAL 25:11
Setahun: 1 Tawarikh 28-2 Tawarikh 1
Nats: Bagaikan apel emas di pinggan perak, demikianlah perkataan yang diucapkan pada waktu yang tepat. (Amsal 25:11)

Renungan:

SETARA APEL EMAS

Tak lama setelah berbalas pesan WhatsApp (WA) mengenai kekalahan saya dalam perlombaan catur antar-RW, keponakan saya menulis, "Nggak apa-apa, Om. Tetap semangat!" Tampak sederhana, tetapi perkataan itu seperti guyuran air hujan yang meredakan panas hati saya, yang masih belum menerima kekalahan itu. "Memang betul bahwa Tuhan dapat memakai siapa saja untuk menjadi alat-Nya, " gumam saya merenungkan momen itu.

Berbicara tentang perkataan, ada jenis perkataan yang menurut penulis Amsal sangat berharga, ibarat apel emas di pinggan perak. Itulah perkataan yang disampaikan tepat pada waktunya, yang akan berdampak positif bagi penerima perkataan itu. Tulisan juga termasuk di dalamnya karena berisi rangkaian kalimat yang dapat dibaca oleh orang lain. Orang yang bijaksana mengerti kapan waktu yang tepat untuk mengucapkan "perkataan apel emas" itu, yang dapat berupa nasihat, saran, kritik, atau teguran keras yang mungkin bisa membuat kurang nyaman atau menyinggung perasaan. Mungkin tak banyak kata yang keluar, tetapi akan terasa pas, sesuai waktu dan kebutuhan.

Setiap hari atmosfer di sekitar kita dikelilingi oleh banyak sekali perkataan yang sebagian terdengar tanpa makna, bahkan sia-sia. Tentu hal ini sangat disayangkan, karena sebagai orang percaya kita dapat dipakai Allah untuk mengucapkan jenis perkataan yang berharga. Mari berdoa supaya diri kita dapat dipakai-Nya untuk dapat menyajikan "apel emas di pinggan perak" kepada sesama, yang tentu sangat membutuhkan perkataan jenis ini. --GHJ/www.renunganharian.net
   
KUALITAS PERKATAAN TIDAK DINILAI DARI BANYAKNYA KATA, TETAPI DAMPAK DARI KATA YANG TERUCAP.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?AMSAL+25:11

AMSAL 25:11

11  Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Tawarikh+28-2+Tawarikh+1
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Tawarikh+28-2+Tawarikh+1

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 10 Mei -- Hakim-hakim 18 - Dosa Menyebar dan Bertambah Parah

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 10 Mei 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 18

Judul: Dosa Menyebar dan Bertambah Parah

Kisah dilanjutkan dengan Hakim-hakim 18. Sayangnya, kelanjutan kisah bukan tentang pertobatan, melainkan justru dosa yang berkelanjutan.

Suku Dan mencari milik pusaka sebagai tempat tinggal. Mereka mengutus lima orang untuk mengintai dan menyelidiki negeri sampai mereka tiba di rumah Mikha (1-2). Mereka meminta orang Lewi yang menjadi imam di rumahnya untuk meminta petunjuk kepada Allah. Orang Lewi itu memberkati mereka dan mengatakan bahwa perjalanan mereka akan berhasil (5-6).

Setelah menemukan negeri yang mereka inginkan, yaitu Lais, kelima orang itu pulang dan kembali dengan 600 orang Dan yang bersenjata untuk merebutnya (7-12). Mereka kemudian singgah di rumah Mikha, lalu kelima orang tersebut mengambil semua patung, efod, dan terafin Mikha (13-17).

Awalnya orang Lewi itu menegur mereka, tetapi kelima orang itu membujuknya dan mengatakan bukankah lebih baik menjadi imam bagi satu suku daripada hanya satu orang (18-19). Ia pun setuju dan malah bergabung dengan mereka untuk ikut merampas patung, efod, dan terafim Mikha (20). Demikianlah orang Lewi itu, yang adalah cucu Musa dan keturunannya, menjadi imam bagi suku Dan sampai penduduk negeri Dan dibawa ke pembuangan (27-30).

Penulis mau menunjukkan bahwa dosa terjadi di mana-mana di antara umat Allah: Mikha dengan berhala dan imam palsunya, orang Dan yang membalas kebaikan dengan kejahatan. Lebih parah lagi, orang Lewi, cucu Musa tadi, melanggar Taurat Musa dengan menjadi imam, lalu bertindak jahat terhadap tuannya. Bahkan, ia dan keturunannya terus-menerus melayani sebagai imam bukan bagi TUHAN, melainkan bagi suku Dan dengan melayani patung buatan Mikha.

Hati-hatilah dengan dosa karena dosa dapat dengan cepat menyebar ke mana-mana. Sikap yang menganggap remeh, mewajarkan, atau bahkan membenarkan perbuatan dosa hanya akan membuatnya menjadi makin parah.

Tolaklah dosa sepenuhnya! Mari kita menyembah Allah dan melayani bagi Allah saja. [INT]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+18
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+18

Hakim-hakim 18

 1  Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel dan pada zaman itu suku Dan sedang mencari milik pusaka untuk menetap, sebab sampai hari itu mereka belum juga mendapat bagian milik pusaka di tengah-tengah suku-suku Israel.
 2  Sebab itu bani Dan menyuruh dari kaumnya lima orang dari seluruh jumlah mereka, semuanya orang-orang yang gagah perkasa, yang berasal dari Zora dan Esytaol, untuk mengintai negeri itu dan menyelidikinya, serta berkata kepada mereka: "Pergilah menyelidiki negeri itu." Ketika orang-orang itu sampai ke pegunungan Efraim di rumah Mikha, bermalamlah mereka di sana.
 3  Ketika mereka ada dekat rumah Mikha itu, dikenal merekalah logat orang muda suku Lewi itu, lalu singgahlah mereka ke sana dan berkata kepadanya: "Siapakah yang membawa engkau ke mari? Apakah pekerjaanmu dan urusanmu di sini?"
 4  Katanya kepada mereka: "Begini begitulah dilakukan Mikha kepadaku; ia menggaji aku dan aku menjadi imamnya."
 5  Kata mereka kepadanya: "Tanyakanlah kiranya kepada Allah, supaya kami ketahui apakah perjalanan yang kami tempuh ini akan berhasil."
 6  Kata imam itu kepada mereka: "Pergilah dengan selamat! Perjalanan yang kamu tempuh itu dipandang baik oleh TUHAN."
 7  Sesudah itu pergilah kelima orang itu, lalu sampailah mereka ke Lais. Dilihat merekalah, bahwa rakyat yang diam di sana hidup dengan tenteram, menurut adat orang Sidon, aman dan tenteram. Orang-orang itu tidak kekurangan apapun yang ada di muka bumi, malah kaya harta. Mereka tinggal jauh dari orang Sidon dan tidak bergaul dengan siapapun juga.
 8  Setelah mereka kembali kepada saudara-saudara sesukunya di Zora dan Esytaol, berkatalah saudara-saudara sesukunya kepada mereka: "Apakah yang kamu dapati di sana?"
 9  Jawab mereka: "Bersiaplah, marilah kita maju menyerang mereka, sebab kami telah melihat negeri itu, dan memang sangat baik. Masakan kamu tinggal diam! Janganlah bermalas-malas untuk pergi memasuki dan menduduki negeri itu.
10  Apabila kamu memasukinya kamu mendapati rakyat yang hidup dengan tenteram, dan negeri itu luas ke sebelah kiri dan ke sebelah kanan. Sesungguhnya, Allah telah menyerahkannya ke dalam tanganmu; itulah tempat yang tidak kekurangan apapun yang ada di muka bumi."
11  Lalu berangkatlah dari sana, dari Zora dan Esytaol, enam ratus orang dari kaum suku Dan, diperlengkapi dengan senjata.
12  Mereka maju, lalu berkemah di Kiryat-Yearim di Yehuda. Itulah sebabnya tempat itu disebut Mahane-Dan sampai sekarang; letaknya di sebelah barat Kiryat-Yearim.
13  Dari sana mereka bergerak terus ke pegunungan Efraim dan sampai di rumah Mikha.
14  Lalu berbicaralah kelima orang yang telah pergi mengintai daerah Lais itu, katanya kepada saudara-saudara sesukunya: "Tahukah kamu, bahwa dalam rumah-rumah ini ada efod, terafim, patung pahatan dan patung tuangan? Oleh sebab itu, insafilah apa yang akan kamu perbuat!"
15  Kemudian mereka menuju ke tempat itu, lalu sampai di rumah orang muda suku Lewi itu, di rumah Mikha, dan menanyakan apakah ia selamat.
16  Sementara keenam ratus orang dari bani Dan yang diperlengkapi dengan senjata itu tinggal berdiri di pintu gerbang,
17  maka kelima orang yang telah pergi mengintai negeri itu berjalan terus, masuk ke dalam lalu mengambil patung pahatan, efod, terafim dan patung tuangan itu. Adapun imam itu berdiri di pintu gerbang bersama-sama dengan keenam ratus orang yang diperlengkapi dengan senjata itu.
18  Tetapi, setelah yang lain-lain itu masuk ke dalam rumah Mikha dan mengambil patung pahatan, efod, terafim dan patung tuangan itu, berkatalah imam itu kepada mereka: "Berbuat apakah kamu ini?"
19  Tetapi jawab mereka kepadanya: "Diamlah, tutup mulut, ikutlah kami dan jadilah bapak dan imam kami. Apakah yang lebih baik bagimu: menjadi imam untuk seisi rumah satu orang atau menjadi imam untuk suatu suku dan kaum di antara orang Israel?"
20  Maka gembiralah hati imam itu, diambilnyalah efod, terafim dan patung pahatan itu, lalu masuk ke tengah-tengah orang banyak.
21  Kemudian berbaliklah mereka dan pergi, dengan anak-anak, ternak dan barang-barang yang berharga ditempatkan di depan mereka.
22  Ketika mereka telah jauh dari rumah Mikha, dikerahkanlah orang-orang dari rumah-rumah yang di dekat rumah Mikha dan orang-orang itu mengejar bani Dan itu.
23  Mereka memanggil-manggil bani Dan, maka berbaliklah orang-orang itu dan berkata kepada Mikha: "Mau apa engkau dengan mengerahkan orang?" Lalu jawabnya:
24  "Allahku yang kubuat serta imam juga kamu ambil, lalu kamu pergi. Apakah lagi yang masih tinggal padaku? Bagaimana perkataanmu itu kepadaku: Mau apa engkau?"
25  Berkatalah bani Dan kepadanya: "Janganlah suaramu kedengaran lagi kepada kami, nanti ada orang yang menyerang engkau karena sakit hati dan dengan demikian engkau serta seisi rumahmu kehilangan nyawa."
26  Lalu bani Dan melanjutkan perjalanannya, dan Mikha, setelah dilihatnya mereka itu lebih kuat dari padanya, berpalinglah ia pulang ke rumahnya.
27  Lalu bani Dan, dengan membawa barang-barang yang dibuat Mikha, juga imamnya, mendatangi Lais, yakni rakyat yang hidup dengan aman dan tenteram. Mereka memukul orang-orang itu dengan mata pedang dan kotanya dibakar.
28  Tidak ada orang yang datang menolong, sebab kota itu jauh dari Sidon dan orang-orang kota itu tidak bergaul dengan siapapun juga. Letak kota itu di lembah Bet-Rehob. Kemudian bani Dan membangun kota itu kembali dan diam di sana.
29  Mereka menamai kota itu Dan, menurut nama bapa leluhur mereka, yakni Dan, yang lahir bagi Israel, tetapi nama kota itu dahulu adalah Lais.
30  Bani Dan menegakkan bagi mereka sendiri patung pahatan itu, lalu Yonatan bin Gersom bin Musa bersama-sama dengan anak-anaknya menjadi imam bagi suku Dan, sampai penduduk negeri itu diangkut sebagai orang buangan.
31  Demikianlah mereka menempatkan bagi mereka sendiri patung pahatan yang telah dibuat Mikha itu, dan patung itu ada di sana selama rumah Allah ada di Silo.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]