(e-RH) 11 Juni -- YESAYA 42:1-9 - MERAGAKAN HAMBA TUHAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 11 Juni 2026
Bacaan : YESAYA 42:1-9
Setahun: Ayub 35-37
Nats: Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya; dengan setia ia akan menyatakan hukum. (Yesaya 42:3)

Renungan:

MERAGAKAN HAMBA TUHAN

Di zaman yang penuh tantangan ini, mudah sekali kita menemukan orang-orang yang tak bersemangat atau hampir putus asa. Mereka bagaikan buluh yang patah dan sumbu yang hampir padam. Setiap hari, kita bisa berjumpa dengan mereka. Entah itu di kampus, tempat kerja, masyarakat, bahkan di rumah. Alih-alih menolong, sering kali kita justru menambah beban mereka. Misalnya, kita melontarkan kata-kata bernada cemooh, menghakimi, merendahkan, atau berlagak tak peduli.

Tidak demikian halnya sosok hamba Tuhan, sebagaimana dilukiskan oleh Nabi Yesaya. Ia datang bukan untuk mematahkan buluh yang patah, bukan pula memadamkan sumbu yang pudar. Sebaliknya, Ia hadir membawa pengharapan, memulihkan, dan menegakkan hukum dengan setia. Gambaran ini menunjuk kepada Kristus, yang penuh kelembutan dan kasih.

Ia menguatkan yang lemah, menghibur yang berduka, dan mengangkat yang jatuh. Ini menegaskan bahwa Tuhan memperlakukan kita penuh belas kasih, tanpa kekerasan. Ketika kita lelah, putus asa, atau hampir menyerah, Ia mendekat untuk menolong. Ia menguatkan kita kembali. Kehadiran-Nya tidak menambah luka, melainkan mengobati, menyembuhkan, dan memulihkan.

Mari kita meneladan hamba Tuhan itu. Alih-alih memperburuk keadaan lewat sikap menghakimi, hendaknya kita peduli dan melayani sesama: menyemangati mereka yang lesu, menghibur mereka yang bersedih, memberi kelegaan bagi mereka yang letih lesu, dan menyembuhkan mereka yang sakit. Bukan menambah luka batin mereka. Demikianlah, kita me-raga-kan hamba Tuhan. Dunia membutuhkan orang-orang yang lebih suka memilih mengasihi, daripada menghakimi sesama. --SAP/www.renunganharian.net
   
KITA SEMUA ADALAH HAMBA. HANYA SAJA PERTANYAANNYA ADALAH SIAPA YANG AKAN KITA LAYANI?

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YESAYA+42:1-9

YESAYA 42:1-9

 1  Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.
 2  Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.
 3  Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.
 4  Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.
 5  Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya:
 6  "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,
 7  untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.
 8  Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.
 9  Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ayub+35-37
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+35-37

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 11 Juni -- 1 Korintus 15:35-58 - Jangan Terbawa Arus

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 11 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 15:35-58

Judul: Jangan Terbawa Arus

Di tengah arus zaman yang penuh dengan asumsi dan opini, tak sedikit orang Kristen yang mulai goyah imannya. Mereka dikelilingi oleh pengajaran yang terdengar rohani, tetapi menyesatkan, termasuk anggapan bahwa kebangkitan orang mati itu tidak ada. Jemaat di Korintus pun menghadapi hal serupa.

Ada yang mempertanyakan: "Bagaimana orang mati dibangkitkan?" (35). Pertanyaan ini bukan muncul dari perasaan penasaran, melainkan dari keraguan yang mengakar karena pengaruh ajaran sesat dan cara berpikir dunia.

Paulus menjawab dengan penjelasan yang sederhana tetapi mendalam: seperti benih yang mati lalu tumbuh dan hidup menjadi tanaman dengan bentuk yang berbeda (37-38), demikian pula kita kelak akan dibangkitkan dalam kemuliaan tubuh surgawi (39-41). Yang akan binasa digantikan dengan yang tidak akan binasa, yang hina dengan yang mulia, yang lemah dengan yang kuat, dan yang alami dengan yang rohani (42-44). Inilah pengharapan orang percaya: kita tidak akan berakhir di kubur, melainkan akan mengalami kemenangan karena kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus (51-57).

Hanya saja, pengharapan ini tidak secara otomatis membuat kita menjadi kebal dari pengaruh dunia. Paulus dengan tegas berkata, "Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik" (lih. 1Kor. 15:33). Kita harus berhati-hati dengan siapa kita membangun hidup kita. Tidak semua komunitas membangun iman dan tidak semua pembicaraan rohani berakar pada kebenaran.

Oleh karena itu, Paulus menasihati kita untuk berdiri teguh, tidak sampai goyah, dan selalu giat (58). Kita perlu menanamkan kebenaran firman dalam hati, menjauhkan diri dari ajaran yang menyesatkan, dan mencari komunitas yang memperkuat iman. Kebangkitan Kristus bukan hanya fakta sejarah, melainkan dasar pengharapan kita. Mari kita menjaga kekudusan, tekun melayani Tuhan, dan setia berpegang pada Injil sejati.

Percayalah, iman kita tidak sia-sia karena yang kita imani adalah Kristus yang hidup dan berkuasa untuk mengubahkan kita ke dalam kekekalan. [SLM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+15:35-58
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+15:35-58

1 Korintus 15:35-58

35  Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: "Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?"
36  Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu.
37  Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain.
38  Tetapi Allah memberikan kepadanya suatu tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya: Ia memberikan kepada tiap-tiap biji tubuhnya sendiri.
39  Bukan semua daging sama: daging manusia lain dari pada daging binatang, lain dari pada daging burung, lain dari pada daging ikan.
40  Ada tubuh sorgawi dan ada tubuh duniawi, tetapi kemuliaan tubuh sorgawi lain dari pada kemuliaan tubuh duniawi.
41  Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain.
42  Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan.
43  Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.
44  Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.
45  Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.
46  Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah.
47  Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.
48  Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga.
49  Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.
50  Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.
51  Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
52  dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.
53  Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.
54  Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan.
55  Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"
56  Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.
57  Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
58  Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

A new sign-in to your account

Posted On // Leave a Comment
New sign-in on Windows
6/10/2026 5:34:00 p.m.
stefanus.777.renungan@blogger.com
We noticed a new sign-in to your account on a Windows device which is against our new terms of use. If this was you, or if it wasn't you, please check activities below and follow the instructions within 24hrs to avoid restricting you from further sign in.

Do you recognize this activity?

You received this email to let you know about important changes to your Account and services.
Copyright© 2026 blogger.com server, L.L.C.
Privacy Policy
[Read more]

(e-RH) 10 Juni -- AMSAL 30:7-9 - MENCUKUPKAN DIRI

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 10 Juni 2026
Bacaan : AMSAL 30:7-9
Setahun: Ayub 32-34
Nats: Jauhkanlah dariku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. (Amsal 30:8)

Renungan:

MENCUKUPKAN DIRI

Pernahkah kita mendengar kisah tentang Raja Midas dalam mitologi Yunani? Raja Midas adalah seorang raja yang kaya raya. Suatu kali ia menolong seorang dewa, Dyonisius. Karena perbuatannya tersebut, sang dewa mengabulkan permohonan raja. Raja Midas memohon agar apa pun yang disentuh oleh tangannya berubah menjadi emas. Permohonannya terkabul dan apa pun yang disentuh tangannya langsung berubah menjadi emas. Akan tetapi Raja Midas akhirnya menyesali keinginannya karena tanpa sengaja anak perempuan kesayangannya menjadi patung emas ketika tersentuh oleh tangannya. Ketamakan hatinya akan harta ternyata membawa petaka dalam kehidupannya.

Agur bin Yake di dalam Amsal menuliskan sebuah hikmat penting berkaitan dengan kekayaan di dalam kehidupan manusia. Ia berdoa agar Allah tidak memberikan kekayaan dan kemiskinan. Alasan yang dia sampaikan adalah supaya ia tidak menyangkal Tuhan di kala kekenyangan atau mencuri dan mempermalukan nama Tuhan di kala berkekurangan. Dengan kata lain, ia memohon agar diberikan kecukupan dalam hidupnya dan belajar bersyukur untuk setiap berkat yang diterimanya dari Tuhan.

Bersyukur dan belajar mencukupkan diri atas segala berkat Tuhan adalah sesuatu yang penting buat setiap anak Tuhan. Bukankah dalam doa Bapa Kami, Tuhan Yesus mengajarkan, "Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya" (Mat. 6:11)? Lagi pula kita diingatkan, "Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman, 'Aku sekali-kali tidak akan mengabaikan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau'" (Ibr. 13:5). Mulailah dan belajarlah bersyukur dan mencukupkan diri dengan segala berkat yang Tuhan telah berikan di dalam kehidupan kita. --DSK/www.renunganharian.net
   
AWALI HARI DENGAN MENGUCAP SYUKUR DAN BELAJARLAH MENCUKUPKAN DIRI ATAS SEGALA PEMBERIAN-NYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?AMSAL+30:7-9

AMSAL 30:7-9

 7  Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni:
 8  Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.
 9  Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ayub+32-34
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+32-34

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 10 Juni -- 1 Korintus 15:12-34 - Kebangkitan Kristus Tidak Sia-Sia

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 10 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 15:12-34

Judul: Kebangkitan Kristus Tidak Sia-Sia

Bayangkan, apa jadinya bila seseorang berjuang hingga mengorbankan segalanya demi sesuatu yang ternyata tidak pernah ada. Pasti itu terasa sia-sia dan menyakitkan. Itulah yang Paulus sampaikan kepada jemaat di Korintus.

Tanpa kebangkitan Kristus, seluruh fondasi iman Kristen akan runtuh (14-15). Kita tetap terikat dalam dosa dan tidak ada pengharapan setelah kematian. Kita hanyalah sekumpulan orang yang tertipu oleh harapan kosong (16-19). Karena itu, Paulus dengan tegas menanggapi ajaran sesat yang menyebar di tengah jemaat (12).

Kebangkitan Kristus membuktikan bahwa maut telah dikalahkan dan hidup kekal bukan sekadar ilusi, melainkan janji yang pasti bagi semua orang percaya (20-23). Inilah jaminan bahwa mereka yang percaya kepada Kristus tidak akan binasa, melainkan dibangkitkan (29) untuk hidup dalam kemuliaan bersama-Nya.

Kebenaran ini bukan hanya untuk diketahui, tetapi untuk dihidupi. Kebangkitan Kristus harus berdampak pada cara kita menjalani hidup. Bagaimana caranya? Paulus menasihati kita agar kita tidak lagi hidup dalam dosa (33-34). Hal itu karena kita telah dibangkitkan ke dalam kehidupan yang baru, melalui kebangkitan Kristus, yang menuntun kita kepada pertobatan, hati yang kudus, dan semangat untuk melayani. Itulah iman yang sejati.

Iman kepada Kristus yang telah bangkit juga memberi kita harapan yang teguh di tengah kesulitan, kedukaan, atau ketidakpastian hidup. Kita tahu bahwa akhir dari segala sesuatu bukanlah kesia-siaan ataupun kematian, melainkan hidup kekal bersama Allah.

Hidup kita di dunia ini memang tidak selalu mudah. Namun, berpeganglah pada kebenaran bahwa iman kita kepada Kristus yang bangkit bukanlah keyakinan yang sia-sia. Kebangkitan Kristus memberi kita penghiburan atas masa lalu, kekuatan untuk bertahan hari ini, dan keberanian untuk menghadapi hari esok. Tetaplah percaya dan setia. Jangan biarkan iman dan kesetiaan kita kepada Kristus goyah. Tetaplah kuat dan giat dalam pekerjaan Tuhan sebab jerih payah kita tak akan sia-sia. [SLM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+15:12-34
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+15:12-34

1 Korintus 15:12-34

12  Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?
13  Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
14  Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.
15  Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus--padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan.
16  Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
17  Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.
18  Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus.
19  Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.
20  Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.
21  Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.
22  Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.
23  Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.
24  Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.
25  Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.
26  Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.
27  Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa "segala sesuatu telah ditaklukkan", maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya.
28  Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.
29  Jika tidak demikian, apakah faedahnya perbuatan orang-orang yang dibaptis bagi orang mati? Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan, mengapa mereka mau dibaptis bagi orang-orang yang telah meninggal?
30  Dan kami juga--mengapakah kami setiap saat membawa diri kami ke dalam bahaya?
31  Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar.
32  Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati".
33  Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
34  Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 9 Juni -- 1 Korintus 15:1-11 - Menjadi Karya-Nya

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 9 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 15:1-11

Judul: Menjadi Karya-Nya

Seorang pemahat kayu tua terkenal karena keahliannya mengubah balok kayu kasar menjadi patung yang bernilai tinggi. Banyak orang hanya melihat kayu yang bengkok dan retak. Namun, sang pemahat dapat melihat karya yang indah di dalamnya. Ia berkata, "Saya tidak menciptakan bentuknya, saya hanya membebaskannya dari yang menutupinya."

Demikian pula Allah memandang hidup kita, bukan sebagai sesuatu yang rusak dan tak berguna, melainkan sebagai bahan mentah yang siap dibentuk oleh kasih karunia-Nya menjadi sesuatu yang indah.

Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Paulus mengingatkan kembali Injil yang telah mereka terima dan menjadi dasar iman mereka (1). Paulus menekankan inti Injil: Kristus telah mati karena dosa-dosa mereka, dikuburkan, dan dibangkitkan pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci (3-4).

Bagi Paulus, kabar baik ini bukan hanya doktrin, tetapi pengalaman pribadi. Ia menyebut dirinya sebagai "yang paling hina dari semua rasul" karena perbuatan masa lalunya ketika ia menganiaya jemaat Allah (9). Namun, ia kembali mengingat bagaimana Allah merangkul dirinya, mengangkatnya sebagai rasul, dan mengubahnya menjadi pribadi yang baru. Kini ia menyatakan betapa besar anugerah Allah yang menyelamatkan dan menyertainya, yang menjadikan dirinya pengajar dan saksi Injil yang kuat (10-11).

Tidak ada satu pun dari kita yang terlalu rusak untuk dipakai oleh Allah. Apa pun latar belakang kita, bagaimanapun masa lalu kita, Kristus mampu memulihkan, mengubahkan, dan menyempurnakan kita. Tak ada yang dapat menebus dan mengubahkan hati manusia secara sepenuhnya selain darah Yesus-Dia yang mati di atas salib dan bangkit pada hari ketiga.

Jika kita masih terus menoleh ke masa lalu dengan penyesalan, mari kita arahkan pandangan kepada anugerah Allah. Janganlah tinggal dalam rasa bersalah, melainkan layani Tuhan dengan sekuat tenaga dan ucapan syukur sebesar-besarnya karena kasih-Nya menjadikan kita sempurna. Kita adalah hasil karya-Nya. [SLM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+15:1-11
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+15:1-11

1 Korintus 15:1-11

 1  Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.
 2  Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu--kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.
 3  Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,
 4  bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;
 5  bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.
 6  Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.
 7  Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.
 8  Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.
 9  Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.
10  Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.
11  Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 8 Juni -- 1 Korintus 14:26-40 - Menciptakan Harmonisasi

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 8 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 14:26-40

Judul: Menciptakan Harmonisasi

Gendang tak akan enak didengar bila orang memukulnya sesuka hati. Untuk itulah aturan dibuat, agar kita menghasilkan ritme yang merdu dan harmonis. Begitu pula dengan kehidupan rohani kita.

Peraturan dibuat agar semua berjalan lancar dan tertib. Namun, kerap kali ada yang melanggar. Karunia dipakai semaunya tanpa mempertimbangkan keteraturan.

Paulus mengingatkan bahwa semua yang dilakukan dalam ibadah harus bertujuan untuk membangun (26). Karunia seperti menyanyi, mengajar, bahkan bernubuat dan berbahasa lidah harus digunakan secara bergantian sesuai dengan aturan (27-28). Ia menekankan pentingnya mendengarkan, memberi ruang kepada yang lain, dan membuka hati untuk belajar (29-31). Ia ingin jemaat mengerti bahwa Roh Kudus tidak bekerja dalam kekacauan, sebab Allah mereka ialah Allah keteraturan dan damai sejahtera (32-33).

Ibadah yang kacau tidak memuliakan Tuhan, tetapi justru membingungkan dan merugikan banyak orang. Sebaliknya, ketika kita mengutamakan kerendahan hati dan saling mengindahkan, ibadah menjadi tempat di mana kasih Tuhan dinyatakan (34-38). Teratur bukan berarti membatasi kuasa Roh, tetapi memberi ruang agar setiap karunia bekerja dengan utuh dan saling melengkapi (39-40).

Kita hidup pada zaman yang menghargai kebebasan berekspresi. Namun, kebebasan rohani harus berjalan bersama dengan kedewasaan rohani. Tanpa aturan, apalagi ibadah, pujian pun akan berubah menjadi kebisingan. Ketika kita bersedia diatur dan dibentuk, tubuh Kristus dikuatkan dan nama Tuhan dimuliakan.

Setiap orang dipanggil untuk saling melayani, bukan saling mendahului. Kita perlu belajar menahan diri, memberi kesempatan bagi yang lain, dan menghargai karunia satu sama lain. Ketika ibadah dijiwai semangat kerendahan hati dan keteraturan, hadirat Tuhan akan nyata dan jemaat pun mengalami pertumbuhan yang sejati. Mari kita menciptakan harmonisasi ibadah yang baik di mana kasih, kepekaan, dan keteraturan berjalan beriringan dalam tuntunan Roh Kudus. [SLM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+14:26-40
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+14:26-40

1 Korintus 14:26-40

26  Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.
27  Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
28  Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
29  Tentang nabi-nabi--baiklah dua atau tiga orang di antaranya berkata-kata dan yang lain menanggapi apa yang mereka katakan.
30  Tetapi jika seorang lain yang duduk di situ mendapat penyataan, maka yang pertama itu harus berdiam diri.
31  Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan.
32  Karunia nabi takluk kepada nabi-nabi.
33  Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.
34  Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat.
35  Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat.
36  Atau adakah firman Allah mulai dari kamu? Atau hanya kepada kamu sajakah firman itu telah datang?
37  Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah perintah Tuhan.
38  Tetapi jika ia tidak mengindahkannya, janganlah kamu mengindahkan dia.
39  Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.
40  Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 7 Juni -- KEJADIAN 3:14-19 - SUSAH PAYAH

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 7 Juni 2026
Bacaan : KEJADIAN 3:14-19
Setahun: Ayub 21-23
Nats: "... maka terkutuklah tanah karena engkau. Dengan susah payah engkau mencari makan dari tanah itu seumur hidupmu." (Kejadian 3:17b)

Renungan:

SUSAH PAYAH

Bertani menanam sayur, bisa saja ada hama dan rumput-rumput yang mengganggu. Berdagang di pasar, bisa saja ada persaingan tidak sehat yang merugikan. Mempunyai anak, bisa saja ada kesulitan sejak melahirkan dan kerewelan saat mendidik. Selalu ada hal-hal sulit dalam hidup walaupun tetap ada hal-hal baik yang Tuhan berikan.

Kehidupan manusia berubah total setelah jatuh ke dalam dosa ketika mereka makan buah pengetahuan yang baik dan jahat, yang dilarang oleh Tuhan. Setelah manusia, perempuan, dan ular saling menyalahkan maka Tuhan berfirman kepada ular, manusia, dan perempuan. Ular akan menjalar dengan perutnya dan makan debu tanah seumur hidupnya. Perempuan akan banyak susah payah saat mengandung, dan kesakitan dalam melahirkan. Manusia akan bersusah payah dalam mencari makan dari tanah seumur hidup karena ada semak duri dan rumput duri di sana, dengan cucuran keringat ia akan mencari makan sampai pada akhirnya mati. Begitu banyak susah payah yang Tuhan izinkan sebagai akibat pelanggaran mereka.

Hidup memang tidak lagi mudah dan kita tidak bisa menolaknya. Setiap hari selalu ada kesulitan yang kita hadapi, bahkan tidak jarang kesedihan dan dukacita terjadi. Namun, mari mengingat janji Tuhan bahwa keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular itu, yaitu Kristus yang membawa keselamatan dan pengampunan atas dosa kita sehingga walaupun masih ada susah payah, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Tuhan, sebelum akhirnya masuk dalam kekekalan bersama-Nya kelak. --ANT/www.renunganharian.net
   
DOSA TELAH MEMBUAT HIDUP MENJADI SULIT, TETAPI TUHAN SUDAH MENYELESAIKAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KEJADIAN+3:14-19

KEJADIAN 3:14-19

14  Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.
15  Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."
16  Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."
17  Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
18  semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
19  dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ayub+21-23
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+21-23

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]