(e-RH) 17 Juni -- FILIPI 4:10-20 - MISKIN TAPI MALAS

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 17 Juni 2026
Bacaan : FILIPI 4:10-20
Setahun: Mazmur 21-25
Nats: Segala hal dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. (Filipi 4:13)

Renungan:

MISKIN TAPI MALAS

Seorang teman memiliki kebiasaan membantu orang yang dipandang memerlukan. Ada pula yang diberinya santunan secara rutin. Malangnya, seorang yang sering menerima bantuannya itu justru menjadi malas bekerja. Ia bergantung pada pemberian teman saya. Bahkan berani meminta dengan menyebut nominalnya. Teman saya menolak sebab sedang membutuhkan banyak biaya untuk menjalani perawatan kanker. Di luar dugaan, orang itu marah besar.

Paulus sering mengalami kekurangan. Hal itu terjadi karena risiko pekerjaan pelayanan Injil. Ia pernah dipenjara, ditolak, dan diasingkan. Namun demikian, Paulus tidak pernah menjadikan kemiskinannya sebagai alasan bermalas-malasan, pun menuntut bantuan dari umat yang dilayaninya. Sebaliknya, dalam keadaan sulit Paulus tetap bekerja dengan membuat tenda (lih. Kis. 18:3).

Kunci ketegaran Paulus-yang nyata melalui semangatnya tetap berkarya dalam kemiskinan-adalah sikap hati yang dewasa secara rohani. Paulus bersaksi bahwa segala hal dapat ditanggungnya selama ia senatiasa bersandar kepada Tuhan. Karena itu, Paulus tidak menuntut belas kasihan manusia. Paulus tetap bersyukur, tetap berjuang dan tetap bekerja, serta belajar mencukupkan diri.

Kita pun mesti kuat dan bertanggung jawab di tengah kemiskinan, bukan malah bermalas-malasan atau mengandalkan bantuan. Jadikan kemiskinan sebagai kesempatan belajar bergantung kepada Tuhan dengan sikap yang aktif! Dengan demikian Tuhan akan memberi kekuatan untuk bertahan, bekerja, bahkan untuk tetap melayani Tuhan. --EBL/www.renunganharian.net
   
HIDUP MISKIN BUKAN SEBUAH DOSA. NAMUN, KEMALASAN ADALAH PENYAKIT YANG BERPOTENSI MEMBUNUH KARAKTER KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?FILIPI+4:10-20

FILIPI 4:10-20

10  Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu.
11  Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.
12  Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.
13  Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
14  Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku.
15  Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaatpun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan aku selain dari pada kamu.
16  Karena di Tesalonikapun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku.
17  Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu.
18  Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.
19  Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
20  Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Mazmur+21-25
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+21-25

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 17 Juni -- Rut 2 - Perjumpaan Dua Karakter yang Ideal

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 17 Juni 2026
Ayat SH: Rut 2

Judul: Perjumpaan Dua Karakter yang Ideal

Setelah membaca tentang Rut yang setia, perhatian kita tertuju pada satu lagi karakter yang ideal, yaitu Boas.

Meski ia kaya dan terpandang (1), ia berhati mulia dan bertanggung jawab. Ia mengawasi langsung pekerjaan penuaian di ladangnya dan menyapa para pekerjanya dengan ucapan berkat (4). Ia pun memperlihatkan kemurahan hatinya kepada Rut, membuka telinganya kepada perbuatan baik, menyediakan pemeliharaan kepada Rut, dan menggunakan otoritasnya untuk menolong (8-16). Status Boas dalam kisah ini adalah pemilik ladang, tetapi kebajikannya mencerminkan karakter seorang raja.

Maka, sungguhlah indah perjumpaan antara Boas dan Rut, dua karakter yang ideal. Memang dikatakan bahwa "Kebetulan ia [Rut] berada di ladang milik Boas" (3b). Dalam bahasa aslinya, "kebetulan" dapat diterjemahkan sebagai "nasib" (misalnya Pkh. 2:14). Artinya, kejadian itu tidak direncanakan oleh manusia. Kenyataannya, perjumpaan mereka adalah karya ilahi.

Allah mengatur jalan hidup setiap orang pilihan-Nya. Sebagaimana Allah secara khusus menetapkan perjumpaan Rut dengan Boas, Ia juga merancang pertemuan Yakub dan Rahel (Kej. 29:9-12) serta Paulus dengan Lidia (Kis. 16:14-15). Di mata manusia, pertemuan itu mungkin terlihat seperti kebetulan belaka. Namun, sesungguhnya Allah mengatur itu semua.

Dalam Rut 2, kasih setia Allah dinyatakan melalui kebaikan Boas. Rut yang rendah hati bekerja di ladang, mendapat perlindungan dan kemurahan hati. Boas bukan hanya menyediakan kebutuhan fisik, tetapi juga menjadikan Rut sebagai bagian dari umat Allah. Kesetiaan dan kerendahan hati membuka jalan bagi berkat, perlindungan, serta pengakuan dalam komunitas iman yang lebih besar.

Bagaimana dengan kita? Siapa pun yang akan kita temui hari ini, siapa yang akan mendampingi kita, atau siapa yang akan kita tolong, Tuhan mengatur semuanya. Maka, sebelum Anda meninggalkan kamar pagi ini, mintalah pertolongan Tuhan agar pertemuan Anda menjadi berkat. [PHM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Rut+2
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Rut+2

Rut 2

 1  Naomi itu mempunyai seorang sanak dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya dari kaum Elimelekh, namanya Boas.
 2  Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: "Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku." Dan sahut Naomi kepadanya: "Pergilah, anakku."
 3  Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.
 4  Lalu datanglah Boas dari Betlehem. Ia berkata kepada penyabit-penyabit itu: "TUHAN kiranya menyertai kamu." Jawab mereka kepadanya: "TUHAN kiranya memberkati tuan!"
 5  Lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: "Dari manakah perempuan ini?"
 6  Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: "Dia adalah seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab.
 7  Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti."
 8  Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: "Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerja perempuan.
 9  Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu."
10  Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: "Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?"
11  Boas menjawab: "Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal.
12  TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung."
13  Kemudian berkatalah Rut: "Memang aku mendapat belas kasihan dari padamu, ya tuanku, sebab tuan telah menghiburkan aku dan telah menenangkan hati hambamu ini, walaupun aku tidak sama seperti salah seorang hamba-hambamu perempuan."
14  Ketika sudah waktu makan, berkatalah Boas kepadanya: "Datanglah ke mari, makanlah roti ini dan celupkanlah suapmu ke dalam cuka ini." Lalu duduklah ia di sisi penyabit-penyabit itu, dan Boas mengunjukkan bertih gandum kepadanya; makanlah Rut sampai kenyang, bahkan ada sisanya.
15  Setelah ia bangun untuk memungut pula, maka Boas memerintahkan kepada pengerja-pengerjanya: "Dari antara berkas-berkas itupun ia boleh memungut, janganlah ia diganggu;
16  bahkan haruslah kamu dengan sengaja menarik sedikit-sedikit dari onggokan jelai itu untuk dia dan meninggalkannya, supaya dipungutnya; janganlah berlaku kasar terhadap dia."
17  Maka ia memungut di ladang sampai petang; lalu ia mengirik yang dipungutnya itu, dan ada kira-kira seefa jelai banyaknya.
18  Diangkatnyalah itu, lalu masuklah ia ke kota. Ketika mertuanya melihat apa yang dipungutnya itu, dan ketika dikeluarkannya dan diberikannya kepada mertuanya sisa yang ada setelah kenyang itu,
19  maka berkatalah mertuanya kepadanya: "Di mana engkau memungut dan di mana engkau bekerja hari ini? Diberkatilah kiranya orang yang telah memperhatikan engkau itu!" Lalu diceritakannyalah kepada mertuanya itu pada siapa ia bekerja, katanya: "Nama orang pada siapa aku bekerja hari ini ialah Boas."
20  Sesudah itu berkatalah Naomi kepada menantunya: "Diberkatilah kiranya orang itu oleh TUHAN yang rela mengaruniakan kasih setia-Nya kepada orang-orang yang hidup dan yang mati." Lagi kata Naomi kepadanya: "Orang itu kaum kerabat kita, dialah salah seorang yang wajib menebus kita."
21  Lalu kata Rut, perempuan Moab itu: "Lagipula ia berkata kepadaku: Tetaplah dekat pengerja-pengerjaku sampai mereka menyelesaikan seluruh penyabitan ladangku."
22  Lalu berkatalah Naomi kepada Rut, menantunya itu: "Ya anakku, sebaiknya engkau keluar bersama-sama dengan pengerja-pengerjanya perempuan, supaya engkau jangan disusahi orang di ladang lain."
23  Demikianlah Rut tetap dekat pada pengerja-pengerja perempuan Boas untuk memungut, sampai musim menuai jelai dan musim menuai gandum telah berakhir. Dan selama itu ia tinggal pada mertuanya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 16 Juni -- Rut 1 - Keputusan untuk Meninggalkan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 16 Juni 2026
Ayat SH: Rut 1

Judul: Keputusan untuk Meninggalkan

Perikop ini memuat kisah tentang beberapa perempuan dan keputusan mereka. Naomi meninggalkan tanah Yehuda bersama suami dan dua anaknya demi bertahan hidup di negeri Moab. Ketika situasi memburuk, ia memutuskan untuk kembali ke Betlehem.

Awalnya, Naomi bersama kedua menantunya pulang dari daerah Moab (6-7). Namun, di tengah perjalanan, ia meragu dan mendesak mereka pulang ke rumah orang tua masing-masing (8-13). Orpa menyambut desakan itu dan meninggalkan Naomi dengan ciuman. Namun, Rut terus mendampingi Naomi ke Betlehem (14).

Apa yang membuat Rut mengambil keputusan radikal itu? Selain karena kasihnya kepada mertuanya, perkataan Rut mengindikasikan alasan lain yang bersifat religius. Ia meninggalkan bangsa dan allahnya untuk menerima bangsa Naomi sebagai bangsanya dan mengenal TUHAN, Allah Israel, sebagai Allahnya. Ia bahkan bersumpah demi nama TUHAN (16-17).

Karena itu, Isidor dari Seville melihat Rut sebagai bayang-bayang Gereja. Seperti Rut, orang-orang percaya telah meninggalkan kehidupan lama mereka untuk mengenal Tuhan. Meski dalam memasuki kehidupan baru kita awalnya menderita, kita telah bersatu dengan umat-Nya dan beroleh jalan masuk ke negeri yang baka. Maka, Paulus menulis, "Bersukacitalah, hai bangsa-bangsa, dengan umat-Nya" (Rm. 15:10).

Kisah awal Rut ini mengajar kita tentang kesetiaan dan iman kepada Allah. Naomi telah kehilangan segalanya, namun Rut memilih setia kepadanya, meninggalkan asalnya, dan mengikuti Allah Israel. Ini membuka jalan bagi harapan serta pemulihan keluarga.

Apakah Anda memiliki keputusan yang sama dengan Rut? Jika ya, biarlah keputusan itu membawa Anda lebih dekat kepada Tuhan dan persaudaraan dengan umat-Nya. Kita bersyukur karena kita berhasil meninggalkan kehidupan lama kita. Keputusan itu tentu tidak mudah untuk diambil, tetapi Tuhan selalu memelihara dan menguatkan kita. Ikutilah Tuhan sampai ke kehidupan baru yang penuh damai sejahtera. [PHM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Rut+1
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Rut+1

Rut 1

 1  Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing.
 2  Nama orang itu ialah Elimelekh, nama isterinya Naomi dan nama kedua anaknya Mahlon dan Kilyon, semuanya orang-orang Efrata dari Betlehem-Yehuda; dan setelah sampai ke daerah Moab, diamlah mereka di sana.
 3  Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi, sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya.
 4  Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya.
 5  Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.
 6  Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka.
 7  Maka berangkatlah ia dari tempat tinggalnya itu, bersama-sama dengan kedua menantunya. Ketika mereka sedang di jalan untuk pulang ke tanah Yehuda,
 8  berkatalah Naomi kepada kedua menantunya itu: "Pergilah, pulanglah masing-masing ke rumah ibunya; TUHAN kiranya menunjukkan kasih-Nya kepadamu, seperti yang kamu tunjukkan kepada orang-orang yang telah mati itu dan kepadaku;
 9  kiranya atas karunia TUHAN kamu mendapat tempat perlindungan, masing-masing di rumah suaminya." Lalu diciumnyalah mereka, tetapi mereka menangis dengan suara keras
10  dan berkata kepadanya: "Tidak, kami ikut dengan engkau pulang kepada bangsamu."
11  Tetapi Naomi berkata: "Pulanglah, anak-anakku, mengapakah kamu turut dengan aku? Bukankah tidak akan ada lagi anak laki-laki yang kulahirkan untuk dijadikan suamimu nanti?
12  Pulanglah, anak-anakku, pergilah, sebab sudah terlalu tua aku untuk bersuami. Seandainya pikirku: Ada harapan bagiku, dan sekalipun malam ini aku bersuami, bahkan sekalipun aku masih melahirkan anak laki-laki,
13  masakan kamu menanti sampai mereka dewasa? Masakan karena itu kamu harus menahan diri dan tidak bersuami? Janganlah kiranya demikian, anak-anakku, bukankah jauh lebih pahit yang aku alami dari pada kamu, sebab tangan TUHAN teracung terhadap aku?"
14  Menangis pula mereka dengan suara keras, lalu Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya.
15  Berkatalah Naomi: "Telah pulang iparmu kepada bangsanya dan kepada para allahnya; pulanglah mengikuti iparmu itu."
16  Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;
17  di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!"
18  Ketika Naomi melihat, bahwa Rut berkeras untuk ikut bersama-sama dengan dia, berhentilah ia berkata-kata kepadanya.
19  Dan berjalanlah keduanya sampai mereka tiba di Betlehem. Ketika mereka masuk ke Betlehem, gemparlah seluruh kota itu karena mereka, dan perempuan-perempuan berkata: "Naomikah itu?"
20  Tetapi ia berkata kepada mereka: "Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku.
21  Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong TUHAN memulangkan aku. Mengapakah kamu menyebutkan aku Naomi, karena TUHAN telah naik saksi menentang aku dan Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku."
22  Demikianlah Naomi pulang bersama-sama dengan Rut, perempuan Moab itu, menantunya, yang turut pulang dari daerah Moab. Dan sampailah mereka ke Betlehem pada permulaan musim menuai jelai.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 15 Juni -- LUKAS 15:11-24 - AYAH YANG MENUNGGU JALAN PULANG

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 15 Juni 2026
Bacaan : LUKAS 15:11-24
Setahun: Mazmur 9-16
Nats: "... Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya berlari menemui dia lalu merangkul dan mencium dia." (Lukas 15:20)

Renungan:

AYAH YANG MENUNGGU JALAN PULANG

Kadang kita baru mengerti kasih ayah setelah kita lelah, saat dalam keadaan susah, terjepit, saat kesulitan keuangan, saat keputusan kita salah, atau saat hidup tak seindah rencana.

Kisah anak yang hilang menggambarkan seorang ayah yang tetap menunggu. Ia tidak menutup pintu, tidak menghapus nama anaknya, dan tidak menghitung-hitung pengurbanannya untuk membuat sang anak menyadari kesalahan dan mau kembali. Sebelum anaknya mengatakan sesuatu dan meminta maaf, saat anak itu masih jauh, sang ayah berlari mendapatkannya, memeluk, dan menciumnya. Itulah gambaran kasih yang mendahului pertobatan: kasih yang memberi jalan pulang.

Banyak ayah di dunia ini meniru secuil hati itu: mereka mungkin tegas, tetapi diam-diam menyiapkan tempat untuk kembali. Mereka mungkin tidak selalu bisa menolong dengan sempurna, tetapi mereka berusaha hadir dengan cara yang mereka tahu. Hari Ayah mengajak kita berkata, "Terima kasih, Ayah, karena engkau tidak menyerah saat aku sulit. Terima kasih karena kesabaranmu lebih panjang daripada kesalahanku." Dan untuk ayah yang hatinya pernah terluka oleh anak-anaknya, kiranya bagian ini memberikan penguatan: kasih yang mau menunggu tidak akan sia-sia ketika kita serahkan pada Tuhan.

Bila hubunganmu dengan ayah renggang, jangan tunggu momen tertentu. Mulailah dengan langkah kecil, lalu biarkan Tuhan mengerjakan yang besar. Menghormati ayah bukan menutup luka, tetapi memilih jalan pemulihan. Buat satu langkah pulang hari ini. Jika ayahmu masih ada, temui atau telepon dan ucapkan terima kasih. Jika sudah tiada, doakan keluargamu dan wariskan kasih itu kepada generasi berikutnya. --TMN/www.renunganharian.net
   
AMBILLAH JALAN PULANG KARENA HATI BAPA MENUNGGU DENGAN KASIH-NYA YANG TAK TERBATAS.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?LUKAS+15:11-24

LUKAS 15:11-24

11  Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
12  Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
13  Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
14  Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
15  Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
16  Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
17  Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
18  Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
19  aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
20  Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
21  Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
22  Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
23  Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
24  Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Mazmur+9-16
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+9-16

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 15 Juni -- 1 Korintus 16:19-24 - Sampaikan Salamku untuk Mereka

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 15 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 16:19-24

Judul: Sampaikan Salamku untuk Mereka

Ketika tamu kami pamit pulang, adegan menggemaskan nan mengharukan terjadi. Anak mereka yang masih balita memberikan kiss bye ke arah kami. Kami segera merindukannya setelah mobil mereka tak lagi terlihat.

Rasul Paulus menyampaikan salam kepada jemaat Korintus, mewakili seluruh jemaat Asia Kecil serta Akwila dan Priskila yang berasal dari sana (19; bdk. Kis. 18:2). Dalam budaya Timur Dekat Kuno, ucapan "salam" biasanya disertai dengan gestur ciuman sebagai tanda hormat. Dalam surat Paulus, ciuman itu disebut ciuman kudus karena bebas dari tipu muslihat dan kemunafikan (20). Meski gestur fisik mereka tidak terlihat, kerinduan dan kasih mereka dapat kita rasakan.

Lebih dari kasih manusia, salam orang-orang percaya memperlihatkan kasih Allah. Jika kasih manusia terbatas, bahkan membawa kematian seperti ciuman Yudas Iskariot kepada Yesus (lih. Mat. 26:49), kasih Allah tidak terbatas dan membawa hidup. Maka, orang yang tidak menerima dan merespons kasih-Nya akan kehilangan hidup yang kekal itu (22). Kasih Allah inilah yang menyertai gereja Tuhan untuk selama-lamanya (23-24).

Kasihilah Tuhan dan sesama manusia! Itulah hukum yang terutama yang Yesus ajarkan kepada kita (Mat. 22:37-40). Itulah yang harus terpancar dari salam kita.

Mungkin kita bertanya, "Bagaimana aku tahu aku benar-benar mengasihi Tuhan?" Buktinya adalah kerinduan kita. Orang yang mengasihi Tuhan akan selalu merindukan Dia. Ia ingin bertemu dengan-Nya setiap hari melalui doa dan perenungan firman Tuhan.

Marilah kita menumbuhkan kerinduan kita. Bila merindukan Tuhan ibarat kiss bye yang kita layangkan kepada-Nya, mengkhayati firman-Nya adalah ciuman kudus kita bagi Tuhan.

Apakah komitmen kita untuk mengasihi Tuhan sedang kendur akhir-akhir ini? Bangkitlah dan sampaikan salam kepada-Nya! Dia tidak berhenti merindukan dan mengasihi kita. Dia tidak pernah pergi meninggalkan hidup kita. Di kemudian hari kita akan menemukan bahwa sesungguhnya Ia terus menyertai kita kapan pun juga. [PHM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+16:19-24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+16:19-24

1 Korintus 16:19-24

19  Salam kepadamu dari Jemaat-jemaat di Asia Kecil. Akwila, Priskila dan Jemaat di rumah mereka menyampaikan berlimpah-limpah salam kepadamu.
20  Salam kepadamu dari saudara-saudara semuanya. Sampaikanlah salam seorang kepada yang lain dengan cium kudus.
21  Dengan tanganku sendiri aku menulis ini: Salam dari Paulus.
22  Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia. Maranata!
23  Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu.
24  Kasihku menyertai kamu sekalian dalam Kristus Yesus.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 14 Juni -- DANIEL 6 - MAMPU MENYATAKAN KUASA-NYA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 14 Juni 2026
Bacaan : DANIEL 6
Setahun: Mazmur 1-8
Nats: "Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu sehingga mereka tidak melukai aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; juga terhadap Tuanku, ya Raja, aku tidak melakukan kejahatan." (Daniel 6:23)

Renungan:

MAMPU MENYATAKAN KUASA-NYA

Seorang pria merasa putus asa. Bisnisnya hancur, pula ia terlilit banyak utang. Sahabatnya datang ke rumahnya untuk menghiburnya. Sahabatnya menyarankan supaya ia berdoa. "Apakah ada gunanya? Situasi tidak dapat berubah sekalipun aku berdoa. Bisnisku tetap hancur dan utangku tetap ada, " pria itu berkata dengan nada suara lemah. "Kau tenanglah!" sahabatnya menepuk pundaknya, "Walaupun situasi tidak berubah, Tuhan masih mampu menyatakan kuasa-Nya."

Raja Darius bermaksud menempatkan Daniel sebagai kepala atas seluruh kerajaannya. Maksud tersebut memunculkan perasaan iri dalam hati para pejabat tinggi dan wakil raja. Mereka menghasut raja agar mengeluarkan surat perintah untuk tidak mengizinkan seorang pun menyampaikan permohonan, kecuali kepada raja. Sekiranya melanggar, orang itu akan dilempar ke gua singa. Segera Daniel menjadi terdakwa. Mereka menangkapnya saat ia sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya. Undang-undang orang Media dan Persia tidak dapat dicabut kembali (ay. 13). Surat perintah tidak dapat dibatalkan. Artinya, bagi Daniel, situasi tidak dapat berubah. Ia harus dilempar ke gua singa. Menarik, di saat itu pun Tuhan tidak kalah! Dia masih mampu menyatakan kuasa-Nya. Tuhan mengatupkan mulut kawanan singa sehingga tidak memangsa Daniel (ay. 23).

Keperkasaan Tuhan tak tertandingi. Dalam segala situasi Dia tak pernah kalah, kuasa-Nya selalu dinyatakan dalam berbagai cara. Maka jangan pernah kita digentarkan oleh situasi yang tidak dapat berubah. Jangan tawar hati menghadapi persoalan yang seakan tidak mungkin terselesaikan. Mari datang kepada Tuhan di dalam doa karena Dia selalu sanggup menolong kita. Tuhan akan membuka jalan yang bahkan tidak kita sangkakan. --LIN/www.renunganharian.net
   
SEKALIPUN SITUASI KEHIDUPAN TIDAK DAPAT LAGI BERUBAH, TUHAN MASIH DAPAT MENOLONG KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?DANIEL+6

DANIEL 6

 1  (6-2) Lalu berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan;
 2  (6-3) membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan.
 3  (6-4) Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.
 4  (6-5) Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.
 5  (6-6) Maka berkatalah orang-orang itu: "Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya!"
 6  (6-7) Kemudian bergegas-gegaslah para pejabat tinggi dan wakil raja itu menghadap raja serta berkata kepadanya: "Ya raja Darius, kekallah hidup tuanku!
 7  (6-8) Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa.
 8  (6-9) Oleh sebab itu, ya raja, keluarkanlah larangan itu dan buatlah suatu surat perintah yang tidak dapat diubah, menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali."
 9  (6-10) Sebab itu raja Darius membuat surat perintah dengan larangan itu.
10  (6-11) Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.
11  (6-12) Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya.
12  (6-13) Kemudian mereka menghadap raja dan menanyakan kepadanya tentang larangan raja: "Bukankah tuanku mengeluarkan suatu larangan, supaya setiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, akan dilemparkan ke dalam gua singa?" Jawab raja: "Perkara ini telah pasti menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali."
13  (6-14) Lalu kata mereka kepada raja: "Daniel, salah seorang buangan dari Yehuda, tidak mengindahkan tuanku, ya raja, dan tidak mengindahkan larangan yang tuanku keluarkan, tetapi tiga kali sehari ia mengucapkan doanya."
14  (6-15) Setelah raja mendengar hal itu, maka sangat sedihlah ia, dan ia mencari jalan untuk melepaskan Daniel, bahkan sampai matahari masuk, ia masih berusaha untuk menolongnya.
15  (6-16) Lalu bergegas-gegaslah orang-orang itu menghadap raja serta berkata kepadanya: "Ketahuilah, ya raja, bahwa menurut undang-undang orang Media dan Persia tidak ada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja yang dapat diubah!"
16  (6-17) Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel: "Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!"
17  (6-18) Maka dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu, lalu raja mencap itu dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai para pembesarnya, supaya dalam hal Daniel tidak dibuat perubahan apa-apa.
18  (6-19) Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman itu; ia tidak menyuruh datang penghibur-penghibur, dan ia tidak dapat tidur.
19  (6-20) Pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa;
20  (6-21) dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel: "Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?"
21  (6-22) Lalu kata Daniel kepada raja: "Ya raja, kekallah hidupmu!
22  (6-23) Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan."
23  (6-24) Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya.
24  (6-25) Raja memberi perintah, lalu diambillah orang-orang yang telah menuduh Daniel dan mereka dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan isteri-isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka.
25  (6-26) Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya: "Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu!
26  (6-27) Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir.
27  (6-28) Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa."
28  (6-29) Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Mazmur+1-8
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+1-8

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 14 Juni -- 1 Korintus 16:10-18 - Meminta Karena Merindu

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 14 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 16:10-18

Judul: Meminta Karena Merindu

Tidak selalu orang meminta karena menginginkan sesuatu, kadang orang meminta karena merindu. Kerinduanlah yang membuat Rasul Paulus mengajukan empat permintaan.

Pertama, ia meminta jemaat Korintus untuk menerima dan menolong Timotius supaya anak rohaninya ini dapat melanjutkan perjalanan dan menemuinya di Efesus (10-11). Kedua, ia meminta Apolos untuk mengunjungi mereka supaya jemaat dihiburkan dan diperkaya oleh pengajarannya di sana (12). Ketiga, ia meminta jemaat untuk menjaga iman mereka supaya mereka tetap teguh, berani, kuat, dan penuh kasih (13-14). Keempat, ia juga meminta mereka untuk mengikuti teladan Stefanas dan keluarganya, bukan karena Stefanas dibaptis olehnya (lih. 1Kor. 1:16a), tetapi karena keluarga ini telah terbukti berdedikasi dalam pelayanan bagi mereka (15-18).

Pada dasarnya, permintaan Paulus didasarkan pada kerinduannya untuk melihat orang-orang percaya saling melayani. Ini tidak dimaksudkan untuk memuaskan kebutuhan atau kenyamanan dirinya. Ia rindu agar kita semua terlibat dalam pelayanan rohani dan kita juga menghargai para pelayan Tuhan yang mendedikasikan hidup mereka.

Sayangnya, barangkali cukup banyak orang Kristen yang tidak lagi memikirkan pelayanan bagi sesama. Ketika mereka beribadah pada hari Minggu, mungkin sebagian dari mereka kurang merindukan apa pun bagi pertumbuhan rohani mereka sendiri. Tanpa kerinduan, tidak ada permintaan, dan tidak ada tindakan yang dilakukan untuk menumbuhkan jemaat Tuhan.

Tuhan tidak menuntut apa pun yang tidak kita miliki. Orang-orang kudus di sepanjang zaman selalu melayani Tuhan dengan apa yang Ia karuniakan kepada mereka. Dan bagi kita, tenaga, keahlian, uang, waktu, atau sekadar kehadiran kita dapat dipergunakan untuk melayani gereja dan sesama.

Sudahkah Anda merindu untuk melayani? Jika belum, ambillah keputusan untuk segera memulainya. Gumulkan di dalam doa Anda, bicarakan dengan penatua atau pendeta di gereja Anda untuk Anda menemukan bidang pelayanan yang dapat Anda jalani. [PHM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+16:10-18
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+16:10-18

1 Korintus 16:10-18

10  Jika Timotius datang kepadamu, usahakanlah supaya ia berada di tengah-tengah kamu tanpa takut, sebab ia mengerjakan pekerjaan Tuhan, sama seperti aku.
11  Jadi, janganlah ada orang yang menganggapnya rendah! Tetapi tolonglah dia, supaya ia melanjutkan perjalanannya dengan selamat, agar ia datang kembali kepadaku, sebab aku di sini menunggu kedatangannya bersama-sama dengan saudara-saudara yang lain.
12  Tentang saudara Apolos: telah berulang-ulang aku mendesaknya untuk bersama-sama dengan saudara-saudara lain mengunjungi kamu, tetapi ia sama sekali tidak mau datang sekarang. Kalau ada kesempatan baik nanti, ia akan datang.
13  Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!
14  Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!
15  Ada suatu permintaan lagi kepadamu, saudara-saudara. Kamu tahu, bahwa Stefanus dan keluarganya adalah orang-orang yang pertama-tama bertobat di Akhaya, dan bahwa mereka telah mengabdikan diri kepada pelayanan orang-orang kudus.
16  Karena itu taatilah orang-orang yang demikian dan setiap orang yang turut bekerja dan berjerih payah.
17  Aku bergembira atas kedatangan Stefanus, Fortunatus dan Akhaikus, karena mereka melengkapi apa yang masih kurang padamu;
18  karena mereka menyegarkan rohku dan roh kamu. Hargailah orang-orang yang demikian!


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 13 Juni -- YOHANES 14:1-14 - JALAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 13 Juni 2026
Bacaan : YOHANES 14:1-14
Setahun: Ayub 40-42
Nats: Kata Yesus kepadanya, "Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak seorang pun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Yohanes 14:6)

Renungan:

JALAN

Kita semua pasti tahu betapa pentingnya sebuah jalan. Ia merupakan prasarana penghubung sehingga kita dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Tersedianya jalan memungkinkan kita tiba di tempat yang kita tuju. Tanpa adanya jalan, kita akan menemui titik buntu. Jika kita tidak menempuh jalan yang benar maka kita akan tersesat. Jika kita tidak tahu jalannya, kita tidak akan pernah sampai kepada tujuan.

Umumnya, sebuah jalan berupa sebidang tanah yang diratakan sehingga bisa dilalui dengan aman. Banyak jalan yang diaspal supaya dapat dilalui oleh berbagai jenis kendaraan. Ada juga jalan yang hanya terdiri dari sebatang pohon, atau beberapa bilah papan, atau jembatan yang terbuat dari bahan tertentu. Namun, pernahkah kita berpikir bahwa ada sebuah jalan yang merupakan satu pribadi?

Banyak pemimpin agama yang menyerukan agar para pengikutnya mengikuti jalan yang ditunjukkannya. "Inilah jalan yang benar. Tempuhlah jalan ini, " seru mereka sembari menerangkan serangkaian aturan dan syarat-syarat rumit yang harus ditaati. Namun, Yesus berbeda. Dia berkata, "Akulah jalan!" Dia tidak menunjuk pada arah tertentu untuk kita ikuti. Melainkan Dia mengundang kita untuk datang kepada-Nya. Mengenal-Nya. Memercayai-Nya. Menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada-Nya. Dialah jalan, yang menjamin kita akan sampai kepada Bapa-Nya serta menikmati hidup yang penuh sukacita dalam kekekalan bersama-Nya. Saat kita percaya kepada-Nya, Dia tidak memberi kita alamat untuk dicari atau peta untuk diikuti, tetapi Dia sendirilah yang akan menuntun kita pada hidup yang kekal bersama Bapa-Nya. --HT/www.renunganharian.net
   
YESUS KRISTUS TIDAK BERSERU-SERU UNTUK MENUNJUKKAN JALAN PADA KITA, TETAPI DIA SENDIRILAH JALAN YANG MEMBAWA KITA KEPADA KEKEKALAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YOHANES+14:1-14

YOHANES 14:1-14

 1  "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
 2  Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
 3  Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.
 4  Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."
 5  Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
 6  Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
 7  Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."
 8  Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami."
 9  Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
10  Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.
11  Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
12  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
13  dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
14  Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ayub+40-42
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+40-42

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]