(e-RH) 31 Januari -- KEJADIAN 41:1-45 - MELIHAT DENGAN IMAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 31 Januari 2026
Bacaan : KEJADIAN 41:1-45
Setahun: Keluaran 39-40
Nats: Firaun berkata lagi kepada Yusuf, "Dengan ini aku memberi engkau kuasa atas seluruh tanah Mesir." (Kejadian 41:41)

Renungan:

MELIHAT DENGAN IMAN

Seorang pemuda mengeluh karena selalu gagal membangun usaha. "Tuhan berhenti bekerja dalam hidupku?" katanya. Sahabatnya mengajaknya keluar ke halaman. Saat itu malam hari, jadi matahari tidak lagi bersinar. "Lihatlah, matahari berhenti bekerja, " kata sahabatnya. "Matahari masih bekerja, " pemuda itu menjawab spontan, "hanya ia menyinari sisi bumi yang lain." Sahabatnya tersenyum dan berkata, "Tuhan juga masih bekerja. Hanya kau perlu melihatnya dengan iman."

Sewaktu muda Yusuf bermimpi melihat berkas-berkas gandum saudara-saudaranya sujud menyembah kepada berkas gandumnya. Disusul ia bermimpi melihat matahari, bulan, dan sebelas bintang sujud menyembah kepadanya (Kej. 37:7, 9). Tuhan memberi tanda akan pekerjaan-Nya melalui mimpi. Tuhan hendak mengangkatnya sebagai penguasa. Kemudian Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya sebagai budak (Kej. 37:28). Disusul ia difitnah dan dipenjarakan (Kej. 39:17-20). Tuhan seakan berhenti bekerja. Namun, Yusuf tidak kecewa. Dengan imannya ia melihat pekerjaan Tuhan masih berjalan. Maka ia pun terus giat mengerjakan tugas-tugasnya. Suatu hari Firaun memanggilnya untuk mengartikan mimpinya (ay. 14). Di hari itu juga ia diberi jabatan sebagai penguasa (ay. 41). Terlihat hasil akhir pekerjaan Tuhan. Benar selama ini Dia masih bekerja. Rentetan penderitaan sebelumnya dirangkaikan-Nya untuk membawa Yusuf menuju titik puncak di mana ia berada saat itu.

Sekarang ini mungkin segala sesuatu tidak berjalan dengan lancar. Malahan kita mengalami banyak kesulitan. Ingatkan diri sendiri bahwa Tuhan masih bekerja. Lihatlah dengan iman tangan-Nya terus merangkaikan sesuatu yang baik bagi kita! Nantikan dengan penuh pengharapan hasil pekerjaan Tuhan yang pastinya akan membuat hati kita terpesona. --LIN/www.renunganharian.net
   
TUHAN SELALU BEKERJA DALAM KEHIDUPAN KITA, BAIK PADA SAAT KITA MERASAKANNYA ATAU TIDAK.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/31/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KEJADIAN+41:1-45

KEJADIAN 41:1-45

 1  Setelah lewat dua tahun lamanya, bermimpilah Firaun, bahwa ia berdiri di tepi sungai Nil.
 2  Tampaklah dari sungai Nil itu keluar tujuh ekor lembu yang indah bangunnya dan gemuk badannya; lalu memakan rumput yang di tepi sungai itu.
 3  Kemudian tampaklah juga tujuh ekor lembu yang lain, yang keluar dari dalam sungai Nil itu, buruk bangunnya dan kurus badannya, lalu berdiri di samping lembu-lembu yang tadi, di tepi sungai itu.
 4  Lembu-lembu yang buruk bangunnya dan kurus badannya itu memakan ketujuh ekor lembu yang indah bangunnya dan gemuk itu. Lalu terjagalah Firaun.
 5  Setelah itu tertidur pulalah ia dan bermimpi kedua kalinya: Tampak timbul dari satu tangkai tujuh bulir gandum yang bernas dan baik.
 6  Tetapi kemudian tampaklah juga tumbuh tujuh bulir gandum yang kurus dan layu oleh angin timur.
 7  Bulir yang kurus itu menelan ketujuh bulir yang bernas dan berisi tadi. Lalu terjagalah Firaun. Agaknya ia bermimpi!
 8  Pada waktu pagi gelisahlah hatinya, lalu disuruhnyalah memanggil semua ahli dan semua orang berilmu di Mesir. Firaun menceritakan mimpinya kepada mereka, tetapi seorangpun tidak ada yang dapat mengartikannya kepadanya.
 9  Lalu berkatalah kepala juru minuman kepada Firaun: "Hari ini aku merasa perlu menyebutkan kesalahanku yang dahulu.
10  Waktu itu tuanku Firaun murka kepada pegawai-pegawainya, dan menahan aku dalam rumah pengawal istana, beserta dengan kepala juru roti.
11  Pada satu malam juga kami bermimpi, aku dan kepala juru roti itu; masing-masing mempunyai mimpi dengan artinya sendiri.
12  Bersama-sama dengan kami ada di sana seorang muda Ibrani, hamba kepala pengawal istana itu; kami menceritakan mimpi kami kepadanya, lalu diartikannya kepada kami mimpi kami masing-masing.
13  Dan seperti yang diartikannya itu kepada kami, demikianlah pula terjadi: aku dikembalikan ke dalam pangkatku, dan kepala juru roti itu digantung."
14  Kemudian Firaun menyuruh memanggil Yusuf. Segeralah ia dikeluarkan dari tutupan; ia bercukur dan berganti pakaian, lalu pergi menghadap Firaun.
15  Berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Aku telah bermimpi, dan seorangpun tidak ada yang dapat mengartikannya, tetapi telah kudengar tentang engkau: hanya dengan mendengar mimpi saja engkau dapat mengartikannya."
16  Yusuf menyahut Firaun: "Bukan sekali-kali aku, melainkan Allah juga yang akan memberitakan kesejahteraan kepada tuanku Firaun."
17  Lalu berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Dalam mimpiku itu, aku berdiri di tepi sungai Nil;
18  lalu tampaklah dari sungai Nil itu keluar tujuh ekor lembu yang gemuk badannya dan indah bentuknya, dan makan rumput yang di tepi sungai itu.
19  Tetapi kemudian tampaklah juga keluar tujuh ekor lembu yang lain, kulit pemalut tulang, sangat buruk bangunnya dan kurus badannya; tidak pernah kulihat yang seburuk itu di seluruh tanah Mesir.
20  Lembu yang kurus dan buruk itu memakan ketujuh ekor lembu gemuk yang mula-mula.
21  Lembu-lembu ini masuk ke dalam perutnya, tetapi walaupun telah masuk ke dalam perutnya, tidaklah kelihatan sedikitpun tandanya: bangunnya tetap sama buruknya seperti semula. Lalu terjagalah aku.
22  Selanjutnya dalam mimpiku itu kulihat timbul dari satu tangkai tujuh bulir gandum yang berisi dan baik.
23  Tetapi kemudian tampaklah juga tumbuh tujuh bulir yang kering, kurus dan layu oleh angin timur.
24  Bulir yang kurus itu memakan ketujuh bulir yang baik tadi. Telah kuceritakan hal ini kepada semua ahli, tetapi seorangpun tidak ada yang dapat menerangkannya kepadaku."
25  Lalu kata Yusuf kepada Firaun: "Kedua mimpi tuanku Firaun itu sama. Allah telah memberitahukan kepada tuanku Firaun apa yang hendak dilakukan-Nya.
26  Ketujuh ekor lembu yang baik itu ialah tujuh tahun, dan ketujuh bulir gandum yang baik itu ialah tujuh tahun juga; kedua mimpi itu sama.
27  Ketujuh ekor lembu yang kurus dan buruk, yang keluar kemudian, maksudnya tujuh tahun, demikian pula ketujuh bulir gandum yang hampa dan layu oleh angin timur itu; maksudnya akan ada tujuh tahun kelaparan.
28  Inilah maksud perkataanku, ketika aku berkata kepada tuanku Firaun: Allah telah memperlihatkan kepada tuanku Firaun apa yang hendak dilakukan-Nya.
29  Ketahuilah tuanku, akan datang tujuh tahun kelimpahan di seluruh tanah Mesir.
30  Kemudian akan timbul tujuh tahun kelaparan; maka akan dilupakan segala kelimpahan itu di tanah Mesir, karena kelaparan itu menguruskeringkan negeri ini.
31  Sesudah itu akan tidak kelihatan lagi bekas-bekas kelimpahan di negeri ini karena kelaparan itu, sebab sangat hebatnya kelaparan itu.
32  Sampai dua kali mimpi itu diulangi bagi tuanku Firaun berarti: hal itu telah ditetapkan oleh Allah dan Allah akan segera melakukannya.
33  Oleh sebab itu, baiklah tuanku Firaun mencari seorang yang berakal budi dan bijaksana, dan mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir.
34  Baiklah juga tuanku Firaun berbuat begini, yakni menempatkan penilik-penilik atas negeri ini dan dalam ketujuh tahun kelimpahan itu memungut seperlima dari hasil tanah Mesir.
35  Mereka harus mengumpulkan segala bahan makanan dalam tahun-tahun baik yang akan datang ini dan, di bawah kuasa tuanku Firaun, menimbun gandum di kota-kota sebagai bahan makanan, serta menyimpannya.
36  Demikianlah segala bahan makanan itu menjadi persediaan untuk negeri ini dalam ketujuh tahun kelaparan yang akan terjadi di tanah Mesir, supaya negeri ini jangan binasa karena kelaparan itu."
37  Usul itu dipandang baik oleh Firaun dan oleh semua pegawainya.
38  Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?"
39  Kata Firaun kepada Yusuf: "Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau.
40  Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu."
41  Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: "Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir."
42  Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya.
43  Lalu Firaun menyuruh menaikkan Yusuf dalam keretanya yang kedua, dan berserulah orang di hadapan Yusuf: "Hormat!" Demikianlah Yusuf dilantik oleh Firaun menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.
44  Berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Akulah Firaun, tetapi dengan tidak setahumu, seorangpun tidak boleh bergerak di seluruh tanah Mesir."
45  Lalu Firaun menamai Yusuf: Zafnat-Paaneah, serta memberikan Asnat, anak Potifera, imam di On, kepadanya menjadi isterinya. Demikianlah Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Keluaran+39-40
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+39-40

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 31 Januari -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

Yohanes 12:1-8

Yohanes 12:1-8 menggambarkan peristiwa pengurapan Yesus oleh Maria di Betania, enam hari sebelum Paskah. Maria mengambil minyak narwastu yang mahal dan meminyaki kaki Yesus, lalu menyekanya dengan rambutnya. Tindakan ini menunjukkan kasih dan penghormatan yang mendalam kepada Yesus, serta menjadi simbol persiapan bagi penguburan-Nya.

Yudas Iskariot mempertanyakan tindakan Maria, menganggapnya sebagai pemborosan, tetapi Yesus menegaskan bahwa pengurapan itu memiliki makna rohani yang lebih besar. Peristiwa ini mengajarkan bahwa penyembahan sejati melibatkan pengorbanan dan kasih yang tulus kepada Kristus.

Apa saja yang Anda baca?
1. Di mana Yesus berada enam hari sebelum Paskah dan apa yang sedang terjadi? (1-2)
2. Apa saja yang dilakukan oleh Maria? (3)
3. Siapa yang mempertanyakan tindakan Maria dan apa alasannya? (4-6)
4. Bagaimana Yesus menanggapi tindakan Maria? (7-8)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Mengapa Maria mengurapi kaki Yesus dengan minyak narwastu yang mahal dan menyekanya dengan rambutnya?
2. Mengapa Anda harus berhati-hati terhadap sikap seperti Yudas yang tampak peduli tetapi memiliki motivasi tersembunyi?
3. Apa yang bisa Anda ambil sebagai teladan dari cara Yesus menanggapi kritik terhadap tindakan Maria?

Apa respons Anda?
1. Bagaimana Anda akan mengakui bahwa terkadang Anda memiliki sikap seperti Yudas, yang lebih berfokus pada nilai materi daripada makna rohani?
2. Apa langkah konkret yang bisa Anda ambil untuk lebih menghormati Yesus dan menunjukkan kasih kepada-Nya?

Pokok Doa:
Hendaknya jemaat memiliki hati yang tulus dalam menyembah Yesus, tanpa terhalang oleh pandangan duniawi.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+12:1-8
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+12:1-8

Yohanes 12:1-8

 1  Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.
 2  Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
 3  Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
 4  Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
 5  "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
 6  Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
 7  Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.
 8  Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 31 Januari -- Yohanes 12:1-8 - Memberikan yang Terbaik untuk Tuhan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 31 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 12:1-8

Judul: Memberikan yang Terbaik untuk Tuhan

Setiap orang memiliki cara untuk mengekspresikan perasaan cinta dan penghargaan kepada orang lain. Ada yang rela mengorbankan waktu, tenaga, bahkan materi untuk menunjukkan perasaan tersebut. Meski kadang terlihat berlebihan, tindakan-tindakan tersebut mencerminkan kedalaman hati masing-masing.

Maria, saudara Marta dan Lazarus, membuat banyak orang tercengang atas perbuatannya selama perjamuan. Sementara Marta sibuk melayani dan Lazarus makan bersama Yesus, Maria mengambil setengah liter minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus (1-3). Tindakannya memicu reaksi dari Yudas, yang menganggap itu sebagai tindakan pemborosan. Menurutnya, lebih baik minyak itu dijual dan uangnya diberikan kepada orang miskin. Namun, apa yang dikatakan Yudas tidak tulus karena ia seorang bendahara yang tidak jujur (4-6).

Dari Maria, kita belajar memberikan yang terbaik kepada Yesus. Minyak narwastu yang digunakan Maria sangat mahal, seharga 300 dinar. Jika upah seorang pekerja pada masa itu adalah 1 dinar sehari, maka diperlukan 300 hari untuk mengumpulkan uang untuk membeli minyak tersebut.

Maria tidak memikirkan nilai materialnya; ia menunjukkan pengabdian luar biasa. Darinya, kita diingatkan untuk memberi yang terbaik bagi Yesus-waktu, tenaga, reputasi, bakat, dan harta-sebagai tanda kasih, pengabdian, dan syukur.

Yesus mengingatkan Yudas bahwa orang miskin akan selalu ada bersama dia, tetapi apa yang dilakukan oleh Maria adalah untuk mengingat hari penguburan Yesus. Tidak lama lagi, Yesus akan mengalami penderitaan bahkan kematian sebagai penebusan bagi kehidupan kita. Dari hal itu, jangan kita berfokus pada hal-hal duniawi yang sementara. Sebaliknya, arahkanlah diri kita kepada hal-hal yang kekal.

Berikan yang terbaik bagi Tuhan karena kita sudah menerima anugerah keselamatan. Jangan ragu mempersembahkan hal paling berharga dalam hidup sebagai tanda kasih dan syukur. Dengan pengabdian sepenuh hati, kita menunjukkan iman dan penghormatan pada-Nya. [ANM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/31/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+12:1-8
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+12:1-8

Yohanes 12:1-8

 1  Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.
 2  Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
 3  Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
 4  Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
 5  "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
 6  Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
 7  Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.
 8  Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 30 Januari -- MATIUS 6:25-34 - CARPE DIEM

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 30 Januari 2026
Bacaan : MATIUS 6:25-34
Setahun: Keluaran 36-38
Nats: "Karena itu, janganlah khawatir tentang hari esok, karena hari esok mempunyai kekhawatirannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." (Matius 6:34)

Renungan:

CARPE DIEM

Istilah overthinking belakangan ini semakin sering digunakan, termasuk dalam komunikasi di media sosial. Kata ini bermakna 'memikirkan sesuatu secara berlebihan'. Kita menggunakan terlalu banyak waktu untuk memikirkan suatu hal dengan cara yang merugikan. Bahasa lainnya, kita menjadi khawatir. Akibatnya, kita tidak dapat menjalani masa kini dengan tenang dan sukacita karena ada sesuatu yang telah menyita perhatian kita. Sejatinya, kekhawatiran muncul karena keterbatasan kita dalam mengelola banyak hal. Kita sangat terbatas serta tidak mengetahui hal-hal yang akan datang. Menariknya, beberapa survei membuktikan bahwa 85-90% kekhawatiran manusia tidak pernah terjadi.

Salah satu nasihat yang baik untuk kita lakukan ialah Carpe Diem, sebuah istilah bahasa Latin yang berarti "manfaatkanlah hari ini", atau "rebutlah hari ini". Istilah ini diambil dari buku kumpulan puisi berjudul Odes karya penyair Romawi bernama Horatius. Pertanyaannya, bagaimanakah kita dapat menikmati hari ini serta mempergunakan waktu kita dengan baik jika kita diliputi kekhawatiran?

Tuhan Yesus memberi kita jawabannya. Solusi agar tidak khawatir ialah dengan menyadari pemeliharaan Allah atas diri kita serta dengan berserah diri kepada-Nya. Sebab, Dialah yang berkuasa atas segalanya. Dia juga ingin agar kita bersukacita menikmati hari-hari yang Dia anugerahkan bagi kita. Tentu saja dengan bekerja seturut firman-Nya. Melakukan hal-hal yang berpadanan dengan nilai-nilai Kerajaan Allah di bumi (ay. 33). Menyadari bahwa Dialah yang memegang kendali penuh atas seluruh aspek hidup kita, kita pun dapat mengisi hidup kita dengan mengerjakan kehendak-Nya. --HT/www.renunganharian.net
   
SUNGGUH-SUNGGUH MENGENAL SIAPA JURU MUDI DALAM HIDUP KITA, MEMAMPUKAN KITA MENIKMATI PERJALANAN HIDUP DI SETIAP HARINYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/30/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MATIUS+6:25-34

MATIUS 6:25-34

25  "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
26  Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
27  Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
28  Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
29  namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
30  Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
31  Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
32  Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
33  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
34  Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Keluaran+36-38
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+36-38

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 30 Januari -- Yohanes 11:45-57 - Jauhkan Perasaan Iri Hati

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 30 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 11:45-57

Judul: Jauhkan Perasaan Iri Hati

Setelah menyaksikan mukjizat kebangkitan Lazarus, banyak orang Yahudi menjadi percaya kepada Yesus, tetapi ada juga yang melaporkan perbuatan Yesus kepada orang-orang Farisi (45-46). Hal ini memicu reaksi keras dari imam-imam kepala dan orang-orang Farisi. Mereka memanggil Mahkamah Agama untuk berunding mengenai Yesus. Kekhawatiran mulai melanda karena Yesus melakukan banyak mukjizat dan makin banyak orang percaya. Mereka takut hal itu akan membuat orang Romawi mengambil alih tempat suci dan bangsa mereka (47-48).

Imam Besar Kayafas kemudian berbicara bahwa lebih baik satu orang dikorbankan untuk seluruh bangsa (49-50). Sepintas, pernyataan ini terdengar baik, tetapi sebenarnya Kayafas bermaksud menyingkirkan Yesus. Akhirnya, mereka sepakat untuk membunuh Yesus (51-53). Setelah itu, Yesus tidak lagi tampil di depan umum. Ia menyingkir ke kota Efraim dan tinggal di sana bersama murid-murid-Nya (54). Sementara itu, mendekati Hari Raya Paskah, banyak orang terus mencari Yesus dengan niat untuk membunuh-Nya (55-57).

Kisah ini menunjukkan bahwa kebencian dapat muncul hanya karena merasa tersaingi, bahkan di lingkungan rohani. Perasaan iri mendorong orang untuk merencanakan kejahatan, bahkan di tempat yang suci, seperti Bait Allah.

Di sini kita belajar bahwa tidak semua orang yang berseru kepada Tuhan melakukannya dengan pengenalan yang benar dan rasa takut akan Tuhan. Ada yang terlibat dalam aktivitas rohani tanpa memiliki kehidupan yang berkenan di hadapan Tuhan. Banyak pula orang yang menjalankan pelayanan, tetapi hidupnya dalam dosa.

Selain itu, kebencian dapat membuat seseorang kehilangan damai sejahtera dan mendorongnya untuk melakukan hal-hal jahat. Oleh karena itu, penting bagi kita meminta Roh Kudus menjaga hati kita dari perasaan benci supaya kehidupan kita benar-benar selaras dengan apa yang kita kerjakan dalam pekerjaan Tuhan. Roh Kudus selalu siap menolong dan menuntun kita dalam kasih-Nya yang sempurna. [ANM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/30/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+11:45-57
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+11:45-57

Yohanes 11:45-57

45  Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.
46  Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu.
47  Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: "Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat.
48  Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita."
49  Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa-apa,
50  dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa."
51  Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu,
52  dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.
53  Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.
54  Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya.
55  Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu.
56  Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: "Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?"
57  Sementara itu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi telah memberikan perintah supaya setiap orang yang tahu di mana Dia berada memberitahukannya, agar mereka dapat menangkap Dia.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 29 Januari -- YEREMIA 31:1-9 - MEMBAWA KELEMAHAN KEPADA-NYA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 29 Januari 2026
Bacaan : YEREMIA 31:1-9
Setahun: Keluaran 33-35
Nats: "Dengan menangis mereka akan datang, dengan memohon-mohon mereka akan Kubawa." (Yeremia 31:9a)

Renungan:

MEMBAWA KELEMAHAN KEPADA-NYA

Setiap manusia tentu memiliki kelemahan dalam hidupnya. Oleh karenanya, maka wajar apabila kita bisa mengalami kegagalan, keterpurukan, kesedihan, maupun juga kebimbangan. Kelemahan itu adalah bukti bahwa kita tidak bisa merasa kuat dan menjalani hidup seorang diri. Dalam kelemahan tersebut, sikap kita menjadi kunci dari hidup yang kita jalani.

Dalam duka yang dirasakan bangsa Israel oleh karena pembuangan yang mereka alami, Allah menyatakan diri-Nya kepada mereka. Allah akan menolong dan memulihkan keadaan mereka supaya mereka betul-betul menjalani kehidupan yang baru, yang terbebas dari duka. Namun, untuk itu Allah menghendaki supaya mereka betul-betul datang kepada-Nya dengan menyadari keadaan diri mereka yang lemah, yang Allah gambarkan dengan tangisan. Tangisan adalah gambaran ungkapan kesedihan dan penyesalan yang merupakan wujud pengakuan dan kesadaran akan kelemahan diri. Dengan sikap dan kesadaran itulah maka Allah akan menguatkan mereka dengan menghibur dan membuat mereka kembali bersukacita, serta menuntun setiap langkah hidup mereka. Allah menunjukkan bahwa Ia adalah pemimpin yang tidak pernah meninggalkan hidup umat-Nya, dan selalu hadir untuk memberikan kehidupan bagi mereka.

Allah menegaskan bahwa Ia tidak pernah meninggalkan dan mencelakakan kita. Untuk itu, dalam kelemahan kita Allah mengajak kita untuk selalu datang dan dekat kepada-Nya. Sebab, Ia selalu hadir untuk menguatkan, memampukan, dan memberi hidup bagi kita. --ZDP/www.renunganharian.net
   
DATANG DAN MENDEKATLAH KEPADA-NYA, SEBAB IA YANG AKAN MENGUATKAN DAN MEMAMPUKAN KITA DALAM SETIAP KELEMAHAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YEREMIA+31:1-9

YEREMIA 31:1-9

 1  "Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku.
 2  Beginilah firman TUHAN: Ia mendapat kasih karunia di padang gurun, yaitu bangsa yang terluput dari pedang itu! Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya!
 3  Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.
 4  Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria.
 5  Engkau akan membuat kebun anggur kembali di gunung-gunung Samaria; ya, orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula.
 6  Sungguh, akan datang harinya bahwa para penjaga akan berseru di gunung Efraim: Ayo, marilah kita naik ke Sion, kepada TUHAN, Allah kita!
 7  Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel!
 8  Sesungguhnya, Aku akan membawa mereka dari tanah utara dan akan mengumpulkan mereka dari ujung bumi; di antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan yang mengandung bersama-sama dengan perhimpunan yang melahirkan; dalam kumpulan besar mereka akan kembali ke mari!
 9  Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Keluaran+33-35
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+33-35

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 29 Januari -- Yohanes 11:1-44 - Kemenangan dalam Kematian

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 29 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 11:1-44

Judul: Kemenangan dalam Kematian

Kisah hari ini menunjukkan hubungan yang erat antara Maria, Marta, dan Lazarus dengan Yesus (3, 5; bdk. Luk. 10:38-42). Dalam kisah ini, Maria dan Marta berkirim kabar kepada Yesus mengenai Lazarus, saudara mereka yang dikasihi Yesus, yang sedang sakit (1-3). Respons Yesus terhadap kabar tersebut adalah berencana melakukan perjalanan kembali ke Yudea (7), tempat di mana Lazarus tinggal, tempat di mana orang-orang Yahudi berencana untuk membunuh Dia (4-16).

Kemudian, Yesus tiba di Betania dan mendapati Lazarus telah terbaring di dalam kubur (17-18), Dia bertemu dengan Marta dan menguatkannya (19-32). Yesus pun bertemu Maria, dan bersama dengan orang-orang, Ia pergi ke kubur Lazarus untuk membangkitkannya (33-44). Itulah bukti kuasa-Nya atas kehidupan dan kematian.

Ada lima pelajaran penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini:

Pertama, ketika kita berada dalam penderitaan atau pergumulan, tugas kita adalah berserah kepada Tuhan karena pertolongan-Nya terjadi sesuai dengan kehendak-Nya, bukan berdasarkan desakan kita.

Kedua, reaksi Marta dan Maria, yang diliputi kesedihan adalah reaksi manusiawi. Namun, Yesus memberikan kepastian mengenai kebangkitan, menguatkan iman mereka. Yesus adalah kebangkitan itu sendiri. Orang yang percaya kepada-Nya akan melihat Yesus sebagai Mesias yang membawa keselamatan dan kehidupan kekal.

Ketiga, dalam dukacita atau pergumulan, Tuhan tahu dan peduli; Ia menginginkan kita untuk tetap percaya karena Ia pasti akan menolong.

Keempat, tidak ada masalah yang terlalu sulit bagi Tuhan untuk diatasi, sebab Ia berkuasa atas kehidupan dan kematian.

Kelima, kebangkitan Lazarus melalui panggilan Yesus dari luar kubur menunjukkan kuasa firman-Nya.

Lalu, bagaimana dengan kita yang masih hidup di dunia ini ketika mendengar suara Tuhan melalui pemberitaan firman dan panggilan ibadah? Bagaimana kita akan menanggapi panggilan Tuhan? Janganlah kita mengeraskan hati. Janganlah memberontak. Berbaliklah dan bertobatlah! [ANM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+11:1-44
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+11:1-44

Yohanes 11:1-44

 1  Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta.
 2  Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya.
 3  Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit."
 4  Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan."
 5  Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus.
 6  Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada;
 7  tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Mari kita kembali lagi ke Yudea."
 8  Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?"
 9  Jawab Yesus: "Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini.
10  Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya."
11  Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: "Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya."
12  Maka kata murid-murid itu kepada-Nya: "Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh."
13  Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa.
14  Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: "Lazarus sudah mati;
15  tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya."
16  Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia."
17  Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur.
18  Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya.
19  Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.
20  Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.
21  Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.
22  Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."
23  Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit."
24  Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."
25  Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
26  dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"
27  Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."
28  Dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya: "Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau."
29  Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus.
30  Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung itu. Ia masih berada di tempat Marta menjumpai Dia.
31  Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.
32  Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."
33  Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:
34  "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!"
35  Maka menangislah Yesus.
36  Kata orang-orang Yahudi: "Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!"
37  Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: "Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?"
38  Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.
39  Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
40  Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"
41  Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.
42  Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."
43  Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!"
44  Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 28 Januari -- 1 TESALONIKA 5:21-23 - MENJERNIHKAN KECONDONGAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 28 Januari 2026
Bacaan : 1 TESALONIKA 5:21-23
Setahun: Keluaran 30-32
Nats: Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. (1 Tesalonika 5:21)

Renungan:

MENJERNIHKAN KECONDONGAN

Tiap orang mempunyai kecondongan untuk mengambil pilihan tertentu dalam hal-hal yang dihadapi. Contohnya? Seorang rasis condong untuk bersikap diskriminatif dalam hal-hal yang terkait ras dan kesukuan. Seorang pecinta damai condong untuk menjauhi hal-hal yang memantik sengketa.

Kecondongan adalah hal yang serius. Ia sangat memengaruhi pikiran, perasaan, pertimbangan, keputusan, sikap, dan tindakan kita. Celakanya, hal serius itu sering tidak kita kenali, sering tidak kita sadari. Akibatnya? Kecondongan kita menjadi hal yang di luar kendali kita, dan kecondongan itulah yang mengendalikan kita. Jika kecondongan itu positif, indahlah hidup ini. Namun, bagaimana jika ia ternyata negatif?

Tuhan bersabda, "Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik." Segala sesuatu harus kita uji. Kecondongan-kecondongan kita pun juga harus kita uji apakah dia sesuai dengan kehendak Tuhan. Lalu? Kikis habis semua yang salah, dekap erat semua yang benar. Kita menjernihkan kecondongan kita.

Masalahnya, kecondongan kita sering tidak kita kenali dan tidak kita sadari. Maka, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah memeriksa diri untuk mengenali dan menyadari kecondongan-kecondongan kita. Setelah itu, barulah kita mengujinya. Tanpa mengenali dan menyadari kecondongan kita, kita tak mungkin menguji dan menjernihkannya.

Tiap kali, kita perlu mengenali, menyadari, dan menguji kecondongan diri. Dengan begitu, kita bisa menjernihkan kecondongan-kecondongan kita, dan menjernihkan pilihan serta keputusan kita. --EE/www.renunganharian.net
   
UJILAH SEGALA SESUATU DAN PEGANGLAH YANG BAIK. -1 TESALONIKA 5:21

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/28/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+TESALONIKA+5:21-23

1 TESALONIKA 5:21-23

21  Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.
22  Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.
23  Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Keluaran+30-32
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+30-32

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]