Document Now Available

Posted On // Leave a Comment




[Transaction Notice.pdf]


Please review the above document at your earliest convenience. Should you encounter any issues or require assistance, do not hesitate to contact our support team at [Support Contact Information].

Thank you for your attention to this matter.

Sincerely
Adobe Systems

[Read more]

(e-RH) 27 Januari -- AMSAL 23:1-8 - KEINGINAN MENJADI KAYA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 27 Januari 2026
Bacaan : AMSAL 23:1-8
Setahun: Keluaran 28-29
Nats: Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini. (Amsal 23:4)

Renungan:

KEINGINAN MENJADI KAYA

Banyak orang bingung bagaimana meneruskan hidup dengan kondisi ekonomi yang buruk seperti saat ini. Banyak yang kemudian mencoba masuk ke pasar saham, kripto, atau terlibat pinjaman online. Mereka bermimpi ingin menjadi Warren Buffet, pialang saham termasyhur, dan orang-orang kaya lainnya berkat permainan kurs atau mata uang kripto. Namun, ketika mereka mulai masuk ke dunia saham, bukannya untung, malah justru rugi besar.

Alkitab selain meminta kita meninggalkan niat untuk menjadi kaya, juga memberi gambaran bijak tentang kekayaan. Dikatakan bahwa kekayaan itu laksana bersayap, dapat tiba-tiba terbang tinggi dan lepas dari jangkauan. Bahkan, Rasul Paulus memperingatkan orang-orang kaya agar mereka tidak tinggi hati dan tidak berharap pada sesuatu yang tidak pasti seperti kekayaan (1Tim. 6:9). Sebaliknya, sandaran kita seharusnya pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberi kita segala sesuatu untuk dinikmati. Berkebalikan dari mengejar kekayaan, kitab Ibrani justru mengajarkan agar kita mencukupkan diri dengan apa yang ada pada kita. Tuhan berjanji tidak akan membiarkan dan sekali-kali tidak akan meninggalkan kita (Ibr. 13:5).

Tentu tidak salah untuk mengumpulkan saham dan memperoleh laba. Bahkan, kita juga perlu mempelajarinya agar tidak terjebak dalam kerugian. Meskipun demikian, kita tidak dapat mengharapkan atau mengandalkan kekayaan. Karena apa pun di dunia ini dapat lenyap seketika. Sebaliknya, kita perlu memercayakan diri kepada Tuhan. Dialah pemelihara hidup kita. --HEM/www.renunganharian.net
   
JANGAN PUNYA NIAT MENJADI KAYA. KITA PERLU BELAJAR BERSANDAR PADA ALLAH YANG MEMELIHARA HIDUP KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/27/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?AMSAL+23:1-8

AMSAL 23:1-8

 1  Bila engkau duduk makan dengan seorang pembesar, perhatikanlah baik-baik apa yang ada di depanmu.
 2  Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu!
 3  Jangan ingin akan makanannya yang lezat, itu adalah hidangan yang menipu.
 4  Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini.
 5  Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali.
 6  Jangan makan roti orang yang kikir, jangan ingin akan makanannya yang lezat.
 7  Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia. "Silakan makan dan minum," katanya kepadamu, tetapi ia tidak tulus hati terhadapmu.
 8  Suap yang telah kaumakan, kau akan muntahkan, dan kata-katamu yang manis kausia-siakan.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Keluaran+28-29
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+28-29

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 27 Januari -- Yohanes 10:22-39 - Menang atas Tantangan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 27 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 10:22-39

Judul: Menang atas Tantangan

Istilah 'playing victim' diberikan kepada mereka yang selalu bersikap seperti korban dan menyalahkan orang lain atas masalah yang mereka alami.

Sikap ini juga terlihat pada orang-orang Yahudi yang datang kepada Yesus ketika Dia berada di Bait Allah, di Serambi Salomo. Mereka merasa Yesus membuat mereka bimbang perihal kemesiasan-Nya (24).

Kebimbangan itu berasal dari penolakan mereka untuk percaya. Mereka tidak mau menerima perkataan Yesus tentang diri-Nya, maksud kedatangan-Nya, pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh Bapa, serta kesatuan antara Dia dan Bapa (25-30). Dalam keadaan tidak percaya, mereka mengambil tindakan ekstrem dengan mencoba melempari Yesus dengan batu (31).

Kemudian, mereka memulai tuntutan baru yang menyatakan bahwa Yesus telah menghujat Allah. Menanggapi hal itu, Yesus memberikan penjelasan tentang diri-Nya dan pekerjaan yang diberikan oleh Bapa kepada-Nya. Mereka menyaksikan pekerjaan itu dilakukan oleh Yesus, mereka seharusnya percaya agar dapat memahami bahwa Yesus dan Bapa adalah satu. Akan tetapi, sekalipun Yesus telah menjelaskan, mereka tetap berusaha menangkap Dia, namun Yesus berhasil luput dari tangan mereka (32-39).

Yesus datang membawa keselamatan bagi dunia, namun kehadiran-Nya sering kali mendapat penolakan. Kita perlu mengingat bahwa tidak semua tindakan baik akan mendapatkan respons positif dari orang lain. Ketika rasa iri hati telah menguasai seseorang, maka ia cenderung mencari kesalahan dan menolak kebenaran. Hal ini menunjukkan bahwa penolakan terhadap kebaikan adalah bagian dari kenyataan yang harus dihadapi.

Kita pun dipanggil untuk melakukan pekerjaan yang Tuhan kehendaki, bahkan ketika harus berhadapan dengan tantangan yang sulit. Hal yang menjadi penting adalah cara kita mengelola tantangan tersebut agar menjadi kekuatan untuk terus menjalankan kehendak Tuhan. Inilah yang harus menjadi misi bagi setiap anak Tuhan, sehingga pada akhirnya kita menjadi pemenang dalam kasih dan rencana-Nya. [ANM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/27/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+10:22-39
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+10:22-39

Yohanes 10:22-39

22  Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.
23  Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.
24  Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami."
25  Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,
26  tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.
27  Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
28  dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
29  Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
30  Aku dan Bapa adalah satu."
31  Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.
32  Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"
33  Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."
34  Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?
35  Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah--sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan--,
36  masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
37  Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,
38  tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa."
39  Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

Your Password has been revoked.

Posted On // Leave a Comment
 
[Read more]

(e-RH) 26 Januari -- 2 RAJA-RAJA 6:8-23 - CARA TEPAT MEMANDANG PERGUMULAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 26 Januari 2026
Bacaan : 2 RAJA-RAJA 6:8-23
Setahun: Keluaran 25-27
Nats: Jawabnya, "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita daripada yang menyertai mereka." (2 Raja-raja 6:16)

Renungan:

CARA TEPAT MEMANDANG PERGUMULAN

Semua manusia di dunia ini menghadapi pergumulan, tidak terkecuali kita sebagai anak-anak Tuhan. Pergumulan sifatnya selalu tidak menyenangkan. Sewajarnya kita menjadi bersusah hati saat sebuah pergumulan menampakkan diri. Namun, kita dapat tetap bersukacita apabila kita mengerti cara tepat memandangnya.

Raja Aram geram mendapati siasatnya terhadap orang Israel selalu gagal. Pegawainya mengatakan bahwa itu ulah Elisa, nabi di Israel. Segera raja menyuruh orang menangkap Elisa yang diketahui sedang berada di Dotan. Ia mengirim kuda, kereta, dan tentara yang besar mengepung kota itu. Sang pelayan yang pertama kali melihatnya menjadi panik. Berkatalah Elisa kepadanya, "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita daripada yang menyertai mereka" (ay. 16). Perkataan Nabi Elisa kepada sang pelayan memberitahu kita cara tepat memandang pergumulan. Bukan dengan ketakutan, tetapi keberanian. Bukan dengan keraguan, tetapi keyakinan. Pikiran tidak membayangkan kengerian, tetapi sebuah petualangan menyenangkan bersama Tuhan. Perasaan tidak gundah gulana, tetapi damai sejahtera. Badan tidak sempoyongan, tetapi tegap berdiri. Tangan dan kaki tidak gemetar, tetapi bersemangat karena percaya sebentar lagi melihat kemenangan.

Apakah saat ini pergumulan menimpa kehidupan kita? Sekiranya ya, pergunakan cara tepat untuk memandangnya, jangan keliru! Memandang pergumulan dengan cara tepat bukan maksudnya kita berlagak kuat. Dikatakan sesudah Elisa berdoa, mata sang pelayan terbuka lalu ia melihat gunung itu penuh kuda dan kereta berapi di sekeliling Elisa (ay. 17). Artinya, benar pergumulan itu tidak ada apa-apanya dibanding penyertaan Tuhan terhadap kita. Tuhan ada di sisi kita maka pergumulan sebanyak atau sebesar apa pun pasti bisa kita hadapi. --LIN/www.renunganharian.net
   
TAKKAN PERNAH SEBUAH PERGUMULAN TERASA MENYESAKKAN APABILA KITA MAMPU MELIHATNYA DENGAN CARA PANDANG YANG BENAR.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/26/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+RAJA-RAJA+6:8-23

2 RAJA-RAJA 6:8-23

 8  Raja negeri Aram sedang berperang melawan Israel. Ia berunding dengan pegawai-pegawainya, lalu katanya: "Ke tempat ini dan itu haruslah kamu turun menghadang."
 9  Tetapi abdi Allah menyuruh orang kepada raja Israel mengatakan: "Awas, jangan lewat dari tempat itu, sebab orang Aram sudah turun menghadang ke sana."
10  Sebab itu raja Israel menyuruh orang-orang ke tempat yang disebutkan abdi Allah kepadanya. Demikianlah Elisa memperingatkan kepadanya, supaya berawas-awas di sana, bukan sekali dua kali saja.
11  Lalu mengamuklah hati raja Aram tentang hal itu, maka dipanggilnyalah pegawai-pegawainya, katanya kepada mereka: "Tidakkah dapat kamu memberitahukan kepadaku siapa dari kita memihak kepada raja Israel?"
12  Tetapi berkatalah salah seorang pegawainya: "Tidak tuanku raja, melainkan Elisa, nabi yang di Israel, dialah yang memberitahukan kepada raja Israel tentang perkataan yang diucapkan oleh tuanku di kamar tidurmu."
13  Berkatalah raja: "Pergilah melihat, di mana dia, supaya aku menyuruh orang menangkap dia." Lalu diberitahukanlah kepadanya: "Dia ada di Dotan."
14  Maka dikirimnyalah ke sana kuda serta kereta dan tentara yang besar. Sampailah mereka pada waktu malam, lalu mengepung kota itu.
15  Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: "Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?"
16  Jawabnya: "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka."
17  Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.
18  Ketika orang-orang Aram itu turun mendatangi dia, berdoalah Elisa kepada TUHAN: "Butakanlah kiranya mata orang-orang ini." Maka dibutakan-Nyalah mata mereka, sesuai dengan doa Elisa.
19  Kemudian berkatalah Elisa kepada mereka: "Bukan ini jalannya dan bukan ini kotanya. Ikutlah aku, maka aku akan mengantarkan kamu kepada orang yang kamu cari." Lalu diantarkannya mereka ke Samaria.
20  Segera sesudah mereka sampai ke Samaria berkatalah Elisa: "Ya TUHAN, bukalah mata orang-orang ini, supaya mereka melihat." Lalu TUHAN membuka mata mereka, sehingga mereka melihat, dan heran, mereka ada di tengah-tengah Samaria.
21  Lalu bertanyalah raja Israel kepada Elisa, tatkala melihat mereka: "Kubunuhkah mereka, bapak?"
22  Tetapi jawabnya: "Jangan! Biasakah kaubunuh yang kautawan dengan pedangmu dan dengan panahmu? Tetapi hidangkanlah makanan dan minuman di depan mereka, supaya mereka makan dan minum, lalu pulang kepada tuan mereka."
23  Disediakannyalah bagi mereka jamuan yang besar, maka makan dan minumlah mereka. Sesudah itu dibiarkannyalah mereka pulang kepada tuan mereka. Sejak itu tidak ada lagi gerombolan-gerombolan Aram memasuki negeri Israel.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Keluaran+25-27
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+25-27

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 26 Januari -- Yohanes 10:1-21 - Teladan Sang Gembala Agung

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 26 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 10:1-21

Judul: Teladan Sang Gembala Agung

Gambaran mengenai gembala yang diambil dari kehidupan orang Israel disampaikan dengan sangat terperinci, memberikan ilustrasi yang indah tentang Yesus sebagai Gembala yang baik. Pada bagian awal, ditekankan bahwa gembala yang baik tidak hanya dikenal oleh domba-dombanya, tetapi juga oleh penjaga kandang. Gembala yang baik mengetahui jalan menuju kandang, dan ketika ia berjalan, domba-dombanya mengikuti dari belakang (1-6). Namun, orang-orang Yahudi tidak memahami apa yang Yesus katakan.

Kemudian, Yesus menerangkan dengan lebih detail lagi gambaran tentang diri-Nya bahwa Dia adalah pintu (7-10) untuk sampai kepada keselamatan. Dalam tradisi beternak orang Yahudi, terdapat dua jenis kandang. Pertama, kandang umum di mana semua orang dalam satu kampung memasukkan hewan-hewan mereka ke tempat yang sama. Kedua, di dalam kandang umum itu terdapat kandang khusus yang dilindungi pintu, dan hanya penjaga pemegang kunci pintu tersebut yang bisa masuk. Artinya, hanya kawanan domba dari pemilik kunci tersebut yang diperbolehkan berada di dalam kandang khusus itu.

Gembala yang baik akan menuntun domba-dombanya ke jalan yang benar serta menjaga mereka dari bahaya. Sebaliknya, ada pula gembala yang tidak baik, yang akan membiarkan domba-dombanya saat bahaya mengancam. Gambaran ini menunjukkan bagaimana Yesus memberikan diri-Nya demi keselamatan manusia. Perkataan Yesus sering kali menimbulkan pertentangan karena banyak orang tidak percaya dan tidak memahami apa yang dikatakan-Nya. Mereka juga tidak mengerti mukjizat-mukjizat yang telah dilakukan-Nya.

Dalam kasih-Nya, Bapa menebus dosa manusia melalui Yesus Kristus, yang menjadi Juru Selamat dunia. Relasi dan pengorbanan ini terjalin dalam bingkai kasih. Sebagai orang-orang yang telah ditebus, kita dipanggil untuk hidup dalam teladan kasih, kesetiaan, dan pengorbanan. Dengan meneladan apa yang dilakukan oleh Yesus, kita menjadi saksi kasih Bapa bagi dunia. [ANM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/26/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+10:1-21
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+10:1-21

Yohanes 10:1-21

 1  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;
 2  tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.
 3  Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
 4  Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
 5  Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."
 6  Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.
 7  Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu.
 8  Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka.
 9  Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
10  Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
11  Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
12  sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.
13  Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.
14  Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku
15  sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.
16  Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.
17  Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.
18  Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."
19  Maka timbullah pula pertentangan di antara orang-orang Yahudi karena perkataan itu. Banyak di antara mereka berkata:
20  "Ia kerasukan setan dan gila; mengapa kamu mendengarkan Dia?"
21  Yang lain berkata: "Itu bukan perkataan orang yang kerasukan setan; dapatkah setan memelekkan mata orang-orang buta?"


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 25 Januari -- 1 TAWARIKH 29:10-19 - MILIK TUHAN SENDIRI

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 25 Januari 2026
Bacaan : 1 TAWARIKH 29:10-19
Setahun: Keluaran 22-24
Nats: Sebab, siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu. (1 Tawarikh 29:14)

Renungan:

MILIK TUHAN SENDIRI

Sebagai persiapan pembangunan Bait Suci, Daud mengumpulkan banyak sekali emas, perak, tembaga, besi, kayu, dan berbagai jenis batu permata. Disebutkan pula bahwa Daud mempersembahkan harta pribadinya dengan sukarela. Setidaknya, Daud mempersembahkan 100 ton lebih emas terbaik dan kurang lebih 240 ton perak murni (1Taw. 29:4, BIMK).

Meski demikian, di hadapan Allah, dengan penuh kerendahhatian Daud mengaku bahwa sesungguhnya ia dan rakyatnya tidak dapat memberikan apa-apa kepada Tuhan. Sebab segala yang ia persembahkan adalah pemberian Tuhan, kepunyaan Tuhan sendiri. Ia menyadari bahwa manusia hanyalah orang asing dan pendatang di bumi dan segala sesuatunya hanya sementara. Daud juga berdoa dengan penuh ungkapan syukur, serta penyerahan diri kepada Tuhan. Daud memuji Tuhan sebagai sumber segala kekuasaan, kemuliaan, kejayaan, dan kekuatan. Langit dan bumi adalah milik Tuhan, pun kerajaan dan kekuasaan. Daud mengakui bahwa dari Tuhanlah kekayaan dan kemuliaan yang ada padanya.

Sikap Daud yang menekankan pentingnya ketulusan hati dan kesetiaan dalam beribadah kepada Tuhan ini menjadi inspirasi bagi kita, untuk mengakui bahwa semua yang kita punya adalah pemberian Tuhan, milik kepunyaan Tuhan sendiri. Sudah semestinya pula semua itu kita pergunakan untuk melayani Tuhan. Karena itu, sebesar apa pun persembahan kita berikan, pujian dan pengakuan hanyalah layak bagi Tuhan. Pun jangan sampai kita menjadikan persembahan seumpama umpan untuk memancing berkat, supaya mendapat berkali lipat. --EBL/www.renunganharian.net
   
SEGALA YANG ADA PADA KITA ADALAH MILIK TUHAN, KITA HANYALAH PENGELOLA YANG HARUS BEKERJA MENURUT KEHENDAK-NYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+TAWARIKH+29:10-19

1 TAWARIKH 29:10-19

10  Lalu Daud memuji TUHAN di depan mata segenap jemaah itu. Berkatalah Daud: "Terpujilah Engkau, ya TUHAN, Allahnya bapa kami Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya.
11  Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala.
12  Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya.
13  Sekarang, ya Allah kami, kami bersyukur kepada-Mu dan memuji nama-Mu yang agung itu.
14  Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu.
15  Sebab kami adalah orang asing di hadapan-Mu dan orang pendatang sama seperti semua nenek moyang kami; sebagai bayang-bayang hari-hari kami di atas bumi dan tidak ada harapan.
16  Ya TUHAN, Allah kami, segala kelimpahan bahan-bahan yang kami sediakan ini untuk mendirikan bagi-Mu rumah bagi nama-Mu yang kudus adalah dari tangan-Mu sendiri dan punya-Mulah segala-galanya.
17  Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati dan berkenan kepada keikhlasan, maka akupun mempersembahkan semuanya itu dengan sukarela dan tulus ikhlas. Dan sekarang, umat-Mu yang hadir di sini telah kulihat memberikan persembahan sukarela kepada-Mu dengan sukacita.
18  Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, bapa-bapa kami, peliharalah untuk selama-lamanya kecenderungan hati umat-Mu yang demikian ini dan tetaplah tujukan hati mereka kepada-Mu.
19  Dan kepada Salomo, anakku, berikanlah hati yang tulus sehingga ia berpegang pada segala perintah-Mu dan peringatan-Mu dan ketetapan-Mu, melakukan segala-galanya dan mendirikan bait yang persiapannya telah kulakukan."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Keluaran+22-24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+22-24

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 25 Januari -- Yohanes 9 - Perjumpaan yang Mengubahkan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 25 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 9

Judul: Perjumpaan yang Mengubahkan

Tidak sedikit orang yang mengaitkan penyakit dengan dosa. Seperti murid-murid Yesus yang menanyakan keberdosaan di balik kebutaan sejak lahir orang yang mereka temui (2).

Yesus menjawab sekaligus meluruskan pemahaman mereka. Ia menegaskan bahwa bukan karena dosa orang itu maupun orang tuanya ia mengalami kebutaan, tetapi ada pekerjaan Allah yang harus dinyatakan. Kemudian, Yesus menyembuhkan mata orang buta itu disaksikan oleh para murid.

Berita kesembuhan orang buta itu tersebar dan sampai kepada orang Farisi. Bukannya takjub, mereka justru menganggap mukjizat itu tidak berasal dari Allah karena dilakukan di hari Sabat. Mereka sangat ingin membuktikan Yesus berdosa. Hal ini dapat kita lihat dari cara mereka berkata dan menanyakan tentang Yesus kepada orang buta yang telah sembuh itu (24). Pada akhirnya, mereka tidak mendapatkan jawaban yang mereka inginkan.

Perjumpaan Yesus dengan orang buta itu membawa orang itu disembuhkan dari kebutaan dan dimerdekakan dari dosa. Di sisi lain, perjumpaan Yesus dengan orang Farisi justru membutakan mereka dari kebenaran dan keselamatan.

Perjumpaan Yesus dengan orang buta itu mengingatkan kita akan perjumpaan dengan Dia secara pribadi. Ada pengalaman indah di mana kita dimampukan melihat kebenaran. Kita dapat mengenal dan percaya kepada Dia, Sang Juru Selamat, Tuhan kita. Inilah mukjizat terbesar dalam hidup kita. Allah memerdekakan kita dari dosa dan membawa kita kepada keselamatan kekal.

Sebaliknya, perjumpaan Yesus dengan orang Farisi mengingatkan kita bahwa penghakiman adalah bagian Allah. Bukanlah bagian kita menyatakan dosa seseorang apalagi menghakiminya. Bagian kita adalah menyatakan pekerjaan Allah.

Satu hal yang kita percaya, yakni perjumpaan kita dengan Yesus bukanlah sebuah kebetulan. Ada rencana Allah dalam kehidupan kita. Ada pekerjaan Allah yang ingin dinyatakan melalui hidup kita. Perjumpaan kita dengan Yesus merupakan kesaksian yang mendatangkan keselamatan bagi sesama kita! [MAR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+9
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+9

Yohanes 9

 1  Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
 2  Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"
 3  Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
 4  Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.
 5  Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia."
 6  Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi
 7  dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.
 8  Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: "Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?"
 9  Ada yang berkata: "Benar, dialah ini." Ada pula yang berkata: "Bukan, tetapi ia serupa dengan dia." Orang itu sendiri berkata: "Benar, akulah itu."
10  Kata mereka kepadanya: "Bagaimana matamu menjadi melek?"
11  Jawabnya: "Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat."
12  Lalu mereka berkata kepadanya: "Di manakah Dia?" Jawabnya: "Aku tidak tahu."
13  Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi.
14  Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat.
15  Karena itu orang-orang Farisipun bertanya kepadanya, bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya: "Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat."
16  Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: "Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat." Sebagian pula berkata: "Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?" Maka timbullah pertentangan di antara mereka.
17  Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu: "Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?" Jawabnya: "Ia adalah seorang nabi."
18  Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak percaya, bahwa tadinya ia buta dan baru dapat melihat lagi, sampai mereka memanggil orang tuanya
19  dan bertanya kepada mereka: "Inikah anakmu, yang kamu katakan bahwa ia lahir buta? Kalau begitu bagaimanakah ia sekarang dapat melihat?"
20  Jawab orang tua itu: "Yang kami tahu ialah, bahwa dia ini anak kami dan bahwa ia lahir buta,
21  tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri."
22  Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan.
23  Itulah sebabnya maka orang tuanya berkata: "Ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri."
24  Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang tadinya buta itu dan berkata kepadanya: "Katakanlah kebenaran di hadapan Allah; kami tahu bahwa orang itu orang berdosa."
25  Jawabnya: "Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat."
26  Kata mereka kepadanya: "Apakah yang diperbuat-Nya padamu? Bagaimana Ia memelekkan matamu?"
27  Jawabnya: "Telah kukatakan kepadamu, dan kamu tidak mendengarkannya; mengapa kamu hendak mendengarkannya lagi? Barangkali kamu mau menjadi murid-Nya juga?"
28  Sambil mengejek mereka berkata kepadanya: "Engkau murid orang itu tetapi kami murid-murid Musa.
29  Kami tahu, bahwa Allah telah berfirman kepada Musa, tetapi tentang Dia itu kami tidak tahu dari mana Ia datang."
30  Jawab orang itu kepada mereka: "Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku.
31  Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya.
32  Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta.
33  Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."
34  Jawab mereka: "Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?" Lalu mereka mengusir dia ke luar.
35  Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?"
36  Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya."
37  Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!"
38  Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya.
39  Kata Yesus: "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta."
40  Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ dan mereka berkata kepada-Nya: "Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?"
41  Jawab Yesus kepada mereka: "Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]