(e-RH) 25 Januari -- 1 TAWARIKH 29:10-19 - MILIK TUHAN SENDIRI

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 25 Januari 2026
Bacaan : 1 TAWARIKH 29:10-19
Setahun: Keluaran 22-24
Nats: Sebab, siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu. (1 Tawarikh 29:14)

Renungan:

MILIK TUHAN SENDIRI

Sebagai persiapan pembangunan Bait Suci, Daud mengumpulkan banyak sekali emas, perak, tembaga, besi, kayu, dan berbagai jenis batu permata. Disebutkan pula bahwa Daud mempersembahkan harta pribadinya dengan sukarela. Setidaknya, Daud mempersembahkan 100 ton lebih emas terbaik dan kurang lebih 240 ton perak murni (1Taw. 29:4, BIMK).

Meski demikian, di hadapan Allah, dengan penuh kerendahhatian Daud mengaku bahwa sesungguhnya ia dan rakyatnya tidak dapat memberikan apa-apa kepada Tuhan. Sebab segala yang ia persembahkan adalah pemberian Tuhan, kepunyaan Tuhan sendiri. Ia menyadari bahwa manusia hanyalah orang asing dan pendatang di bumi dan segala sesuatunya hanya sementara. Daud juga berdoa dengan penuh ungkapan syukur, serta penyerahan diri kepada Tuhan. Daud memuji Tuhan sebagai sumber segala kekuasaan, kemuliaan, kejayaan, dan kekuatan. Langit dan bumi adalah milik Tuhan, pun kerajaan dan kekuasaan. Daud mengakui bahwa dari Tuhanlah kekayaan dan kemuliaan yang ada padanya.

Sikap Daud yang menekankan pentingnya ketulusan hati dan kesetiaan dalam beribadah kepada Tuhan ini menjadi inspirasi bagi kita, untuk mengakui bahwa semua yang kita punya adalah pemberian Tuhan, milik kepunyaan Tuhan sendiri. Sudah semestinya pula semua itu kita pergunakan untuk melayani Tuhan. Karena itu, sebesar apa pun persembahan kita berikan, pujian dan pengakuan hanyalah layak bagi Tuhan. Pun jangan sampai kita menjadikan persembahan seumpama umpan untuk memancing berkat, supaya mendapat berkali lipat. --EBL/www.renunganharian.net
   
SEGALA YANG ADA PADA KITA ADALAH MILIK TUHAN, KITA HANYALAH PENGELOLA YANG HARUS BEKERJA MENURUT KEHENDAK-NYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+TAWARIKH+29:10-19

1 TAWARIKH 29:10-19

10  Lalu Daud memuji TUHAN di depan mata segenap jemaah itu. Berkatalah Daud: "Terpujilah Engkau, ya TUHAN, Allahnya bapa kami Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya.
11  Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala.
12  Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya.
13  Sekarang, ya Allah kami, kami bersyukur kepada-Mu dan memuji nama-Mu yang agung itu.
14  Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu.
15  Sebab kami adalah orang asing di hadapan-Mu dan orang pendatang sama seperti semua nenek moyang kami; sebagai bayang-bayang hari-hari kami di atas bumi dan tidak ada harapan.
16  Ya TUHAN, Allah kami, segala kelimpahan bahan-bahan yang kami sediakan ini untuk mendirikan bagi-Mu rumah bagi nama-Mu yang kudus adalah dari tangan-Mu sendiri dan punya-Mulah segala-galanya.
17  Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati dan berkenan kepada keikhlasan, maka akupun mempersembahkan semuanya itu dengan sukarela dan tulus ikhlas. Dan sekarang, umat-Mu yang hadir di sini telah kulihat memberikan persembahan sukarela kepada-Mu dengan sukacita.
18  Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, bapa-bapa kami, peliharalah untuk selama-lamanya kecenderungan hati umat-Mu yang demikian ini dan tetaplah tujukan hati mereka kepada-Mu.
19  Dan kepada Salomo, anakku, berikanlah hati yang tulus sehingga ia berpegang pada segala perintah-Mu dan peringatan-Mu dan ketetapan-Mu, melakukan segala-galanya dan mendirikan bait yang persiapannya telah kulakukan."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Keluaran+22-24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+22-24

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 25 Januari -- Yohanes 9 - Perjumpaan yang Mengubahkan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 25 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 9

Judul: Perjumpaan yang Mengubahkan

Tidak sedikit orang yang mengaitkan penyakit dengan dosa. Seperti murid-murid Yesus yang menanyakan keberdosaan di balik kebutaan sejak lahir orang yang mereka temui (2).

Yesus menjawab sekaligus meluruskan pemahaman mereka. Ia menegaskan bahwa bukan karena dosa orang itu maupun orang tuanya ia mengalami kebutaan, tetapi ada pekerjaan Allah yang harus dinyatakan. Kemudian, Yesus menyembuhkan mata orang buta itu disaksikan oleh para murid.

Berita kesembuhan orang buta itu tersebar dan sampai kepada orang Farisi. Bukannya takjub, mereka justru menganggap mukjizat itu tidak berasal dari Allah karena dilakukan di hari Sabat. Mereka sangat ingin membuktikan Yesus berdosa. Hal ini dapat kita lihat dari cara mereka berkata dan menanyakan tentang Yesus kepada orang buta yang telah sembuh itu (24). Pada akhirnya, mereka tidak mendapatkan jawaban yang mereka inginkan.

Perjumpaan Yesus dengan orang buta itu membawa orang itu disembuhkan dari kebutaan dan dimerdekakan dari dosa. Di sisi lain, perjumpaan Yesus dengan orang Farisi justru membutakan mereka dari kebenaran dan keselamatan.

Perjumpaan Yesus dengan orang buta itu mengingatkan kita akan perjumpaan dengan Dia secara pribadi. Ada pengalaman indah di mana kita dimampukan melihat kebenaran. Kita dapat mengenal dan percaya kepada Dia, Sang Juru Selamat, Tuhan kita. Inilah mukjizat terbesar dalam hidup kita. Allah memerdekakan kita dari dosa dan membawa kita kepada keselamatan kekal.

Sebaliknya, perjumpaan Yesus dengan orang Farisi mengingatkan kita bahwa penghakiman adalah bagian Allah. Bukanlah bagian kita menyatakan dosa seseorang apalagi menghakiminya. Bagian kita adalah menyatakan pekerjaan Allah.

Satu hal yang kita percaya, yakni perjumpaan kita dengan Yesus bukanlah sebuah kebetulan. Ada rencana Allah dalam kehidupan kita. Ada pekerjaan Allah yang ingin dinyatakan melalui hidup kita. Perjumpaan kita dengan Yesus merupakan kesaksian yang mendatangkan keselamatan bagi sesama kita! [MAR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+9
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+9

Yohanes 9

 1  Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
 2  Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"
 3  Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
 4  Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.
 5  Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia."
 6  Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi
 7  dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.
 8  Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: "Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?"
 9  Ada yang berkata: "Benar, dialah ini." Ada pula yang berkata: "Bukan, tetapi ia serupa dengan dia." Orang itu sendiri berkata: "Benar, akulah itu."
10  Kata mereka kepadanya: "Bagaimana matamu menjadi melek?"
11  Jawabnya: "Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat."
12  Lalu mereka berkata kepadanya: "Di manakah Dia?" Jawabnya: "Aku tidak tahu."
13  Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi.
14  Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat.
15  Karena itu orang-orang Farisipun bertanya kepadanya, bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya: "Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat."
16  Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: "Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat." Sebagian pula berkata: "Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?" Maka timbullah pertentangan di antara mereka.
17  Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu: "Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?" Jawabnya: "Ia adalah seorang nabi."
18  Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak percaya, bahwa tadinya ia buta dan baru dapat melihat lagi, sampai mereka memanggil orang tuanya
19  dan bertanya kepada mereka: "Inikah anakmu, yang kamu katakan bahwa ia lahir buta? Kalau begitu bagaimanakah ia sekarang dapat melihat?"
20  Jawab orang tua itu: "Yang kami tahu ialah, bahwa dia ini anak kami dan bahwa ia lahir buta,
21  tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri."
22  Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan.
23  Itulah sebabnya maka orang tuanya berkata: "Ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri."
24  Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang tadinya buta itu dan berkata kepadanya: "Katakanlah kebenaran di hadapan Allah; kami tahu bahwa orang itu orang berdosa."
25  Jawabnya: "Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat."
26  Kata mereka kepadanya: "Apakah yang diperbuat-Nya padamu? Bagaimana Ia memelekkan matamu?"
27  Jawabnya: "Telah kukatakan kepadamu, dan kamu tidak mendengarkannya; mengapa kamu hendak mendengarkannya lagi? Barangkali kamu mau menjadi murid-Nya juga?"
28  Sambil mengejek mereka berkata kepadanya: "Engkau murid orang itu tetapi kami murid-murid Musa.
29  Kami tahu, bahwa Allah telah berfirman kepada Musa, tetapi tentang Dia itu kami tidak tahu dari mana Ia datang."
30  Jawab orang itu kepada mereka: "Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku.
31  Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya.
32  Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta.
33  Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."
34  Jawab mereka: "Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?" Lalu mereka mengusir dia ke luar.
35  Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?"
36  Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya."
37  Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!"
38  Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya.
39  Kata Yesus: "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta."
40  Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ dan mereka berkata kepada-Nya: "Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?"
41  Jawab Yesus kepada mereka: "Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 24 Januari -- FILIPI 4:10-20 - KEKUATAN DARI KEPEDULIAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 24 Januari 2026
Bacaan : FILIPI 4:10-20
Setahun: Keluaran 19-21
Nats: Karena di Tesalonika pun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku. (Filipi 4:16)

Renungan:

KEKUATAN DARI KEPEDULIAN

Saya terkejut membuka kiriman foto berisi setruk pengiriman uang dengan nominal sepuluh juta lebih, yang dilakukan oleh komunitas kami untuk membantu Heni, saudara seiman yang sedang membutuhkan dukungan biaya pengobatan. Sekitar tiga hari sebelumnya informasi mengenai kesehatan Heni disampaikan, mengetuk hati banyak orang yang mengenalnya untuk ikut berdonasi. Ada pula yang menyediakan waktu untuk menjenguk, guna memberi penguatan secara langsung agar Heni tidak merasa berjuang sendirian.

Dunia ini tampak sedang bergerak ke arah sikap mementingkan diri sendiri. Kepedulian mulai terkikis, bahkan ketika mengetahui ada orang yang sedang membutuhkan bantuan secara nyata, sedikit tangan yang terulur untuk membantu. Kesibukan dan rutinitas kerja juga tak jarang menjadi alasan sehingga sekadar menjenguk atau menyapa lewat pesan singkat atau telepon pun mungkin jarang dilakukan. Namun, dari kisah pengalaman Paulus hari ini kita dapat belajar arti kepedulian yang sejati. Umat Tuhan bersehati mendukung pelayanan Paulus dengan mengirimkan bantuan, yang diakui Paulus sebagai tindakan "mengambil bagian dalam kesusahan" (ay. 14) dan suatu korban yang disebutnya: persembahan yang harum di hadapan Allah (ay. 18).

Sesungguhnya orang percaya tak pernah dipanggil untuk hidup mementingkan diri sendiri. Setiap kebaikan Tuhan yang pernah dialami, mulai dari pengampunan dosa hingga berkat dalam segala bentuk, kiranya bertumbuh menjadi kepedulian kepada sesama, terutama kepada mereka yang sedang membutuhkan. --GHJ/www.renunganharian.net
   
DALAM HATI YANG DIPENUHI KASIH ALLAH ADA KEPEDULIAN YANG DIGERAKKAN OLEH KASIH ITU.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?FILIPI+4:10-20

FILIPI 4:10-20

10  Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu.
11  Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.
12  Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.
13  Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
14  Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku.
15  Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaatpun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan aku selain dari pada kamu.
16  Karena di Tesalonikapun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku.
17  Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu.
18  Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.
19  Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
20  Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Keluaran+19-21
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+19-21

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 24 Januari -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

Yohanes 8:48-59

Yohanes 8:48-59 mencatat perdebatan antara Yesus dan orang-orang Yahudi yang menolak klaim-Nya sebagai Anak Allah. Mereka menuduh Yesus kerasukan setan dan meragukan otoritas-Nya, tetapi Yesus menegaskan, Ia datang untuk memuliakan Bapa dan siapa pun yang menaati firman-Nya tidak akan mengalami maut.

Yesus juga menyatakan bahwa Abraham bersukacita melihat hari-Nya; hal ini menunjukkan bahwa keberadaan-Nya melampaui waktu dan sejarah manusia. Pernyataan kuat Yesus dalam perikop ini adalah "Sebelum Abraham ada, Aku telah ada"; ini secara langsung menyatakan keilahian-Nya dan kesetaraan-Nya dengan Allah.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa tuduhan orang-orang Yahudi kepada Yesus dan bagaimana Yesus menanggapinya? (48-51)
2. Apa yang dipertanyakan selanjutnya oleh orang-orang Yahudi? (52-53)
3. Apa yang Yesus katakan tentang pengenalan-Nya akan Bapa? (54-55)
4. Bagaimana Yesus menegaskan keilahian-Nya dan apa reaksi orang-orang Yahudi? (56-59)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apa yang dapat Anda pelajari dari cara Yesus menghadapi tuduhan dan penghinaan dari orang-orang Yahudi?
2. Mengapa Anda harus menuruti firman Yesus agar tidak mengalami maut?
3. Bagaimana janji kehidupan kekal dalam perikop ini memberikan pengharapan bagi Anda?

Apa respons Anda?
1. Jika Anda benar-benar tidak meragukan otoritas Yesus, apa yang akan Anda lakukan?
2. Dalam hal apa saja Anda bersyukur karena Yesus menyatakan keilahian-Nya dan membawa keselamatan bagi Anda?

Pokok Doa:
Supaya setiap anggota keluarga berani bersaksi tentang Yesus, meskipun menghadapi tantangan dan penolakan.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+8:48-59
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+8:48-59

Yohanes 8:48-59

48  Orang-orang Yahudi menjawab Yesus: "Bukankah benar kalau kami katakan bahwa Engkau orang Samaria dan kerasukan setan?"
49  Jawab Yesus: "Aku tidak kerasukan setan, tetapi Aku menghormati Bapa-Ku dan kamu tidak menghormati Aku.
50  Tetapi Aku tidak mencari hormat bagi-Ku: ada Satu yang mencarinya dan Dia juga yang menghakimi.
51  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."
52  Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: "Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.
53  Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?"
54  Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,
55  padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.
56  Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."
57  Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?"
58  Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."
59  Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 24 Januari -- Yohanes 8:48-59 - Dihina? Tidak Masalah!

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 24 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 8:48-59

Judul: Dihina? Tidak Masalah!

Kepala batu! Sebutan bagi orang yang sudah diberi tahu berulang kali, tetapi tetap tidak mau berubah. Orang Yahudi bukan hanya kepala batu, tetapi hatinya juga membatu. Saking membatunya, mereka akan melempari Yesus dengan batu.

Orang-orang Yahudi menanggapi Yesus dengan penghinaan. Mereka menyebut Yesus sebagai orang Samaria dan orang yang kerasukan setan (48). Yesus dianggap sesat dan tidak waras. Namun, Yesus tidak membalas mereka dengan balik menghina. Yesus menjawab dengan tegas bahwa Ia bukanlah kerasukan setan (49). Orang yang kerasukan setan tidak mungkin menghormati Allah. Yesus dengan tegas menyatakan bahwa merekalah yang tidak menghormati Allah. Jika mereka menghormati Allah, mereka akan menghormati Yesus dan menuruti firman-Nya.

Yesus tetap memberitakan keselamatan meski dihina dan direndahkan. Akan tetapi, orang Yahudi tidak percaya dan justru kembali mempertanyakan siapa Dia, kali ini disertai penghinaan. Yesus menegaskan satu kebenaran: mereka sebenarnya tidak mengenal Allah! Berbeda dengan Abraham, bapa mereka, yang mengenal Dia dan bersukacita karena Dia menggenapi janji Allah (50-56).

Berkali-kali Yesus mengatakan kebenaran kepada orang-orang Yahudi. Namun, mereka tidak berniat untuk percaya kepada Yesus. Mereka melawan, bahkan hendak melempari Yesus dengan batu (57-59).

Cemooh dan hinaan dalam menghidupi firman Tuhan bukanlah hal asing bagi orang percaya. Namun, itu semua tidak membuat berita keselamatan berhenti dikumandangkan. Tidak juga membuat kita berhenti melakukan kehendak Allah. Sebab, kita mengenal Allah!

Ketika kita menghadapi orang-orang yang menghujat kekristenan atau menghina Allah dan firman-Nya, marilah kita berdoa bagi mereka dan tetap menjadi saksi Kristus melalui kehidupan kita. Jadilah pribadi yang mampu memberikan dampak positif serta menjadi teladan iman bagi orang lain. Kiranya Tuhan, melalui Roh Kudus-Nya, menolong kita untuk terus hidup dalam pengenalan yang benar akan Allah. [MAR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+8:48-59
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+8:48-59

Yohanes 8:48-59

48  Orang-orang Yahudi menjawab Yesus: "Bukankah benar kalau kami katakan bahwa Engkau orang Samaria dan kerasukan setan?"
49  Jawab Yesus: "Aku tidak kerasukan setan, tetapi Aku menghormati Bapa-Ku dan kamu tidak menghormati Aku.
50  Tetapi Aku tidak mencari hormat bagi-Ku: ada Satu yang mencarinya dan Dia juga yang menghakimi.
51  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."
52  Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: "Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.
53  Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?"
54  Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,
55  padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.
56  Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."
57  Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?"
58  Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."
59  Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 23 Januari -- YOHANES 4:39-42 - EFEK DOMINO

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 23 Januari 2026
Bacaan : YOHANES 4:39-42
Setahun: Keluaran 16-18
Nats: Dan mereka berkata kepada perempuan itu, "Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu bahwa Dia benar-benar Juruselamat dunia." (Yohanes 4:42)

Renungan:

EFEK DOMINO

Efek domino adalah reaksi berantai yang terjadi ketika satu peristiwa memicu serangkaian peristiwa lainnya. Dalam hal iman, kita juga bisa melihat sebuah efek domino bisa terjadi dan memicu hal yang lebih besar lagi.

Hal tersebut dapat kita baca dalam perjumpaan Tuhan Yesus dengan seorang wanita Samaria di tepi sumur Yakub. Perjumpaan dan percakapan dengan Tuhan Yesus menolong wanita itu untuk mendapatkan apa yang selama ini dia dambakan, yaitu keselamatan. Tuhan menjamah hatinya sehingga wanita itu kemudian percaya kepada Tuhan Yesus. Ia menyadari keberdosaannya sekaligus mendapatkan pertolongan dan keselamatan yang selama ini dicarinya. Saat wanita tersebut percaya maka ia meninggalkan tempayannya dan kembali ke kota. Apa yang dilakukannya? Ia bersaksi kepada banyak orang di kota tersebut tentang pengalaman dan perjumpaan dengan Yesus yang mengubah hidupnya. Siapa menduga, kesaksian yang diberitakannya membawa dampak besar. Akibat kesaksiannya, banyak orang yang kemudian mencari Tuhan Yesus, berjumpa dengan-Nya lalu menjadi percaya.

Itulah efek domino yang ditimbulkan dari sebuah kesaksian dan perjumpaan dengan Tuhan Yesus yang mengubah hidup. Sadarkah kita bahwa sebuah kesaksian yang lahir dari perjumpaan dengan Tuhan Yesus, ketika hal itu disampaikan kepada orang lain, akan membawa sebuah efek domino. Tidakkah kisah ini mendorong kita untuk mulai bersaksi kepada orang lain bahwa Dialah benar-benar Juru Selamat dunia? Tidak pernah ada kata terlambat untuk mulai bersaksi kepada orang-orang di sekitar kita. --DSK/www.renunganharian.net
   
KESAKSIAN KITA TENTANG YESUS SANG JURU SELAMAT KEPADA ORANG LAIN AKAN MEMBAWA DAMPAK BESAR.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YOHANES+4:39-42

YOHANES 4:39-42

39  Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat."
40  Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Iapun tinggal di situ dua hari lamanya.
41  Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya,
42  dan mereka berkata kepada perempuan itu: "Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Keluaran+16-18
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+16-18

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 23 Januari -- Yohanes 8:37-47 - Warisi Iman, Bukan Status

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 23 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 8:37-47

Judul: Warisi Iman, Bukan Status

Barangkali Anda pernah menjalin relasi dengan orang yang berpengaruh? Entah disadari atau tidak, relasi dengan orang yang berpengaruh dapat membuat kita meninggikan diri. Sama halnya dengan orang Yahudi yang membanggakan diri sebagai keturunan Abraham. Mereka berpikir, menjadi keturunan Abraham sudah otomatis membuat mereka hidup dalam iman yang benar.

Yesus tidak menyangkal bahwa mereka adalah keturunan Abraham. Tetapi, kenyataannya adalah mereka tidak menjalani hidup layaknya keturunan Abraham. Niat mereka untuk membunuh Yesus menjadi bukti bahwa meskipun mereka keturunan Abraham, mereka tidak mewarisi iman layaknya seorang anak dari bapa orang beriman (40).

Orang Yahudi tidak menerima jawaban Yesus karena mereka percaya diri sebagai anak Abraham dan anak Allah. Namun, Yesus menunjukkan bahwa hati, pikiran, dan tindakan mereka tidak mencerminkan hal itu. Jika benar mereka berasal dari Allah, tentu mereka akan mengenali siapa Yesus, bukan justru berencana membunuh-Nya. Ketidakmampuan mereka memahami perkataan dan pernyataan Yesus juga menjadi bukti bahwa mereka bukan berasal dari Allah (47).

Yesus menekankan bahwa menjadi keturunan Abraham tidak otomatis membuat seseorang hidup dalam kebenaran. Abraham menunjukkan imannya melalui ketaatan kepada Allah, dan kita yang mewarisi imannya juga harus melakukan hal yang sama. Kita perlu membuktikan bahwa kita adalah anak-anak Allah, bukan anak-anak si jahat.

Setidaknya ada dua sikap yang menunjukkan bahwa kita adalah anak-anak Allah. Pertama, mengasihi Yesus. Kedua, mendengarkan firman Allah. Keduanya menjadi ciri khas penting yang menunjukkan bahwa Allah adalah Bapa kita.

Kita juga adalah 'keturunan Abraham' secara rohani. Ia adalah bapa teladan iman kita dan kita adalah anak-anaknya yang hidup dalam iman seperti yang ia lakukan. Dengan demikian, mari kita hidup dalam ketaatan iman sebagaimana Abraham dan Yesus Kristus yang sudah memberikan teladan sempurna bagi kita. [MAR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+8:37-47
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+8:37-47

Yohanes 8:37-47

37  "Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.
38  Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu."
39  Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.
40  Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.
41  Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri." Jawab mereka: "Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah."
42  Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.
43  Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku.
44  Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.
45  Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku.
46  Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?
47  Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 22 Januari -- MATIUS 5:38-42 - MEMBERSAMAI SESAMA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 22 Januari 2026
Bacaan : MATIUS 5:38-42
Setahun: Keluaran 13-15
Nats: "Siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil." (Matius 5:41)

Renungan:

MEMBERSAMAI SESAMA

Hidup adalah sebuah perjalanan, dan mengasihi sesama adalah membersamai sesama dalam perjalanan itu. Dengan kiasan, Tuhan bersabda, "Siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil." Apa yang Tuhan hendak katakan di sana?

Tentang mengasihi sesama.

Pertama, kasih itu tidak membeda-bedakan. Jika seseorang memerlukan pertolongan, dan kita memang mempunyai hal yang dia perlukan, kita dipanggil untuk menolong, siapa pun orang itu. Ya, siapa pun orang itu. Identitas seseorang tidak boleh menjadi alasan untuk tidak menolong.

Kedua, kasih itu murah hati. Ia tidak memikirkan untung rugi, tidak menghitung berapa banyak telah memberi atau berapa akan didapat. Hati yang mengasihi hanya memikirkan bagaimana kasih dapat diwujudkan. Ia tak hanya memberi dengan sukacita, tetapi bahkan memberi lebih banyak daripada yang diminta. Bermurahhatilah. Jika orang memintamu menyertainya berjalan satu mil, sertailah dia dua mil. Jika seorang nenek tua memintamu menolongnya menyeberang jalan, jangan hanya kaugandeng dan kauseberangkan dia, tetapi bawakan juga barang-barang belanjaannya.

Dan akhirnya, mengasihi sesama adalah berjalan membersamai sesama, yakni secara nyata bertindak untuk menolong sesama, terutama dalam saat berat kehidupannya: menemani yang sendirian, membalut hati yang luka, menopang yang berbeban berat, dan sebagainya. Mengasihi sesama adalah membersamai sesama dalam pasang dan surut kehidupannya, terutama manakala jalanan licin dan hujan deras menerpa. --EE/www.renunganharian.net
   
SEJAUH LANGKAH KITA MEMBERSAMAI SESAMA, SEPANJANG ITULAH KASIH KITA KEPADA MEREKA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MATIUS+5:38-42

MATIUS 5:38-42

38  Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
39  Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
40  Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
41  Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
42  Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Keluaran+13-15
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+13-15

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]