e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 11 Januari 2026
Bacaan : MARKUS 4:35-41
Setahun: Kejadian 32-34
Nats: Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu, "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. (Markus 4:39)
Renungan:
KUASA ATAS ALAM
Evan, ketua pelaksana acara anak muda berskala nasional, merasa sangat bersyukur ketika acara yang berlangsung selama tiga hari penuh itu berjalan lancar. Faktor cuaca yang baik juga menjadi hal penting yang membuatnya memuji Allah karena beberapa hari sebelum acara hujan cukup sering turun, bahkan disertai badai. "Saya tak bisa membayangkan kalau kemarin hujan sebentar saja, bisa jadi acara outdoor yang kita rancang akan terkendala, " ucapnya saat bersaksi. "Untung tidak hujan karena Tuhan mendengar seruan doa kita."
Hujan memang peristiwa alam yang biasa, apalagi bagi kita yang tinggal di negara tropis di mana hujan dan panas bergantian sepanjang tahun. Namun, dalam kondisi tertentu kita tetap memerlukan campur tangan Allah, Pribadi yang berkuasa di alam semesta ini. Peristiwa meredanya badai dalam hardikan Yesus hanyalah salah satu bukti bahwa Tuhan berkuasa atas alam ini, yang harus tunduk di bawah otoritas-Nya. Kita juga ingat bahwa pada masa Elia hujan pernah tidak turun selama tiga setengah tahun atas kehendak Allah (Yak. 5:17).
Terkait peristiwa alam, memang ada kehendak dan kedaulatan Allah yang tak bisa dilawan. Namun, sebagai umat-Nya kita tetap boleh meminta, sambil tetap bersyukur atas apa pun jawaban dari-Nya. Sejauh itu bukan perkara pemuasaan keinginan, pemaksaan kehendak pribadi, atau kemegahan diri, rasanya Allah tidak keberatan untuk campur tangan melalui peristiwa alam, supaya kita dapat menyadari ada Pribadi yang berkuasa dan mendengar doa umat-Nya. --GHJ/www.renunganharian.net
ALLAH BEROTORITAS ATAS ALAM, TETAPI KEDAULATAN-NYA JUGA HARUS DISADARI OLEH UMAT-NYA.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MARKUS+4:35-41
MARKUS 4:35-41
35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."
36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
40 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"
41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+32-34
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+32-34
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 11 Januari 2026
Bacaan : MARKUS 4:35-41
Setahun: Kejadian 32-34
Nats: Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu, "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. (Markus 4:39)
Renungan:
KUASA ATAS ALAM
Evan, ketua pelaksana acara anak muda berskala nasional, merasa sangat bersyukur ketika acara yang berlangsung selama tiga hari penuh itu berjalan lancar. Faktor cuaca yang baik juga menjadi hal penting yang membuatnya memuji Allah karena beberapa hari sebelum acara hujan cukup sering turun, bahkan disertai badai. "Saya tak bisa membayangkan kalau kemarin hujan sebentar saja, bisa jadi acara outdoor yang kita rancang akan terkendala, " ucapnya saat bersaksi. "Untung tidak hujan karena Tuhan mendengar seruan doa kita."
Hujan memang peristiwa alam yang biasa, apalagi bagi kita yang tinggal di negara tropis di mana hujan dan panas bergantian sepanjang tahun. Namun, dalam kondisi tertentu kita tetap memerlukan campur tangan Allah, Pribadi yang berkuasa di alam semesta ini. Peristiwa meredanya badai dalam hardikan Yesus hanyalah salah satu bukti bahwa Tuhan berkuasa atas alam ini, yang harus tunduk di bawah otoritas-Nya. Kita juga ingat bahwa pada masa Elia hujan pernah tidak turun selama tiga setengah tahun atas kehendak Allah (Yak. 5:17).
Terkait peristiwa alam, memang ada kehendak dan kedaulatan Allah yang tak bisa dilawan. Namun, sebagai umat-Nya kita tetap boleh meminta, sambil tetap bersyukur atas apa pun jawaban dari-Nya. Sejauh itu bukan perkara pemuasaan keinginan, pemaksaan kehendak pribadi, atau kemegahan diri, rasanya Allah tidak keberatan untuk campur tangan melalui peristiwa alam, supaya kita dapat menyadari ada Pribadi yang berkuasa dan mendengar doa umat-Nya. --GHJ/www.renunganharian.net
ALLAH BEROTORITAS ATAS ALAM, TETAPI KEDAULATAN-NYA JUGA HARUS DISADARI OLEH UMAT-NYA.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MARKUS+4:35-41
MARKUS 4:35-41
35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."
36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
40 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"
41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+32-34
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+32-34
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA