(e-RH) 20 Februari -- 1 KORINTUS 7:3-4 - MENINGGALKAN DIRI SENDIRI

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 20 Februari 2026
Bacaan : 1 KORINTUS 7:3-4
Setahun: Bilangan 21-22
Nats: Istri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi istrinya. (1 Korintus 7:4)

Renungan:

MENINGGALKAN DIRI SENDIRI

Pesan Rasul Paulus dalam bacaan hari ini memang mengenai kehidupan seksual dalam pernikahan. Namun, pesan tersebut sebenarnya juga berbicara tentang hal yang lebih luas, lebih mendasar, dan lebih menentukan bagi kehidupan pernikahan. Apa itu?

"Istri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi istrinya." Rasul Paulus tak hendak berkata bahwa dalam pernikahan, suami dan istri tidak berwenang atas diri sendiri dan tidak berhak mengambil keputusan untuk diri sendiri. Rasul Paulus tahu benar bahwa suami maupun istri punya otonomi, dan berhak mengambil keputusan sendiri. Namun, Rasul Paulus menasihatkan agar dengan otonomi dan hak itu, suami maupun istri memutuskan dan bertekad untuk memberikan diri bagi pasangan mereka sedemikian rupa sehingga prioritas istri bukan lagi dirinya, tetapi suaminya, dan prioritas suami bukan lagi dirinya, tetapi istrinya.

Dengan kata lain, Rasul Paulus menasihati agar suami dan istri meninggalkan diri sendiri, yakni mematikan hasrat untuk mengutamakan diri sendiri, dan menggantinya dengan tekad untuk mengutamakan pasangan mereka. Itu berlaku tak hanya dalam kehidupan seksual, tetapi dalam semua sisi kehidupan pernikahan.

Beratkah itu? Ah, itu bukan soal berat atau ringan, melainkan soal cinta. Tanpa cinta, semua akan berat, bahkan mustahil. Namun, jika cinta sungguh ada, meninggalkan diri sendiri adalah hal yang dengan sukacita akan dijalani.

Maka kebahagiaan pun datang menghampiri. --EE/www.renunganharian.net
   
CINTA SEJATI MENGGESER TIAP HASRAT MENGUTAMAKAN DIRI SENDIRI DAN MENGGANTINYA DENGAN KESEDIAAN UNTUK MENINGGALKAN DIRI SENDIRI.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/02/20/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+KORINTUS+7:3-4

1 KORINTUS 7:3-4

 3  Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya.
 4  Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Bilangan+21-22
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Bilangan+21-22

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 20 Februari -- Yosua 11:1-15 - Taat Saja, Itu Cukup!

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 20 Februari 2026
Ayat SH: Yosua 11:1-15

Judul: Taat Saja, Itu Cukup!

Ketaatan adalah tindakan nyata dari iman, sedangkan ketidaktaatan merupakan hasil dari ketidakberimanan. Allah memerintahkan kepada kita, sebagai umat yang telah ditebus, untuk melakukan perintah-Nya, sekalipun kita sedang mengalami saat-saat sulit.

Yosua memberikan teladan yang luar biasa tentang ketaatan saat ia menghadapi kesulitan. Di wilayah utara Kanaan, Yabin, raja Hazor, mengumpulkan raja-raja lain untuk bersekutu melawan Yosua. Mereka memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan Yosua dan tentara Israel. Jumlah pasukan mereka seperti pasir di tepi laut (1-5).

Namun, TUHAN kembali menegaskan bahwa Ia akan memberikan kemenangan kepada orang Israel (6). Respons yang ditunjukkan oleh Yosua hanya ketaatan. Ia dengan penuh kehati-hatian menjalankan instruksi yang telah diberikan. Ia melakukan tepat seperti yang diperintahkan oleh TUHAN kepadanya (9) dan ia juga berpegang teguh pada apa yang diperintahkan oleh Musa dalam pidato terakhirnya kepada orang Israel (bdk. Ul. 7:1-5), yang juga berasal dari TUHAN (12, 15).

Menaati Allah ketika situasi hidup baik-baik saja terkesan mudah untuk dilakukan, namun belum tentu hal itu merupakan ketaatan yang lahir dari pengenalan akan Allah. Ketaatan kepada Tuhan seharusnya dilakukan, baik waktu senang maupun susah. Sama seperti Yosua, saat kita menghadapi hal yang mustahil, firman Tuhan menjadi sumber kekuatan yang menopang kita dalam situasi tersebut. Janji Tuhan menjadi sumber pengharapan dan kemenangan, bahkan sebelum kita melewati saat-saat sulit itu.

Ketaatan adalah salah satu aspek kehidupan yang dapat dikendalikan oleh orang percaya. Kita tidak selalu dapat memahami setiap situasi kehidupan karena kita tidak selalu memiliki fakta-fakta yang cukup. Kita juga tidak dapat mengontrol apa yang orang lain akan lakukan atau bagaimana mereka akan memperlakukan kita. Tetapi, kita dapat mengendalikan pilihan yang akan kita ambil dalam hidup ini. Pilihannya adalah menaati Allah [PMS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/02/20/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yosua+11:1-15
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yosua+11:1-15

Yosua 11:1-15

 1  Setelah hal itu terdengar kepada Yabin, raja Hazor, diutusnyalah orang kepada Yobab, raja Madon, dan kepada raja negeri Simron, kepada raja negeri Akhsaf,
 2  serta kepada raja-raja yang di sebelah utara, di Pegunungan, di Araba-Yordan di sebelah selatan Kinerot, di Daerah Bukit dan di tanah bukit Dor di sebelah barat,
 3  yakni raja-raja orang Kanaan di sebelah timur dan di sebelah barat, orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Yebus di pegunungan dan orang Hewi di kaki gunung Hermon, di tanah Mizpa.
 4  Kemudian keluarlah raja-raja ini bersama-sama semua tentaranya, amat banyak rakyat, seperti pasir di tepi laut banyaknya, beserta sangat banyak kuda dan kereta.
 5  Raja-raja ini bersekutu dan datang berkemah bersama-sama dekat mata air Merom untuk memerangi orang Israel.
 6  Lalu TUHAN berkata kepada Yosua: "Janganlah takut menghadapi mereka, sebab besok kira-kira waktu ini Aku menyerahkan mereka mati terbunuh semuanya kepada orang Israel. Kuda mereka haruslah kamu lumpuhkan dan kereta mereka haruslah kamu bakar dengan api."
 7  Lalu Yosua dengan seluruh tentaranya mendatangi mereka dengan tiba-tiba dekat mata air Merom, dan menyerbu mereka.
 8  Dan TUHAN menyerahkan mereka kepada orang Israel. Mereka dikalahkan dan dikejar sampai Sidon-Besar dan sampai Misrefot-Maim, dan sampai lembah Mizpa yang di sebelah timur. Demikianlah mereka dihancurkan, sehingga tidak seorangpun dari mereka yang dibiarkan lolos.
 9  Yosua melakukan terhadap mereka seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya: kuda mereka dilumpuhkan dan kereta mereka dibakar dengan api.
10  Pada waktu itu Yosua kembali, direbutnya Hazor, dan rajanya dibunuhnya dengan mata pedang. Sebab Hazor pada waktu dahulu adalah yang terutama di antara segala kerajaan itu.
11  Semua makhluk yang ada di dalamnya dibunuhnya dengan mata pedang, sambil menumpas orang-orang itu. Tidak ada yang tinggal hidup dari semua yang bernafas dan Hazor dibakarnya.
12  Selanjutnya segala kota kepunyaan raja-raja itu dan semua rajanya dikalahkan Yosua dan dibunuhnya dengan mata pedang. Mereka ditumpasnya seperti yang diperintahkan Musa, hamba TUHAN itu.
13  Tetapi kota-kota yang letaknya di atas bukit-bukit puing tidaklah dibakar oleh orang Israel, hanya Hazor saja yang dibakar oleh Yosua.
14  Segala barang dari kota-kota itu serta ternaknya telah dijarah orang Israel. Tetapi manusia semuanya dibunuh mereka dengan mata pedang, sehingga orang-orang itu dipunahkan mereka. Tidak ada yang ditinggalkan hidup dari semua yang bernafas.
15  Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, hamba-Nya itu, demikianlah diperintahkan Musa kepada Yosua dan seperti itulah dilakukan Yosua: tidak ada sesuatu yang diabaikannya dari segala yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 19 Februari -- ESTER 5:9-14 - PARTY POOPER

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 19 Februari 2026
Bacaan : ESTER 5:9-14
Setahun: Bilangan 18-20
Nats: Lalu kata Zeres, istrinya, dan semua sahabatnya kepadanya, "Suruhlah orang membuat tiang setinggi lima puluh hasta, dan besok pagi mintalah kepada raja supaya Mordekhai digantung pada tiang itu ...." (Ester 5:14)

Renungan:

PARTY POOPER

Party pooper adalah suatu istilah yang menunjuk pada seseorang yang cenderung merusak suasana atau kesenangan dalam suatu acara, terutama acara pesta. Seorang party pooper kerap kali akan mengeluh, mengungkit hal-hal negatif, atau bersikap pesimis sehingga membuat orang lain yang berada di dekatnya merasa tidak nyaman atau merasa bad mood dalam waktu singkat. Semakin cepat kita mengenali orang seperti ini maka semakin cukup waktu yang dapat kita pakai untuk menemukan cara menangkal pengaruh buruk dari setiap tindakannya.

Hari itu Haman pulang dalam kondisi panas hati. Kesenangan dan kebanggaannya terusik ketika melihat Mordekhai menolak untuk menghormatinya. Kehadiran istri dan para sahabat pun tidak mampu meredakan amarah dalam diri Haman, yang lantas menyetujui begitu saja usulan mendirikan tiang untuk menggantung Mordekhai. Rencana keji itu, entah bagaimana, malah dianggap sebagai hal yang baik oleh Haman. Untunglah Allah segera bertindak menyelamatkan Mordekhai, lalu rencana keji Haman berbalik mengenai dirinya (Est. 6-7).

Alkitab mengajarkan untuk bersukacita dengan orang yang bersukacita, dan menangis bersama orang yang menangis (Rm. 12:15). Artinya, tak boleh ada ruang untuk spirit party pooper bertumbuh dan menguasai hidup kita supaya kita dijauhkan dari kemungkinan untuk melakukan perbuatan jahat. Cukuplah pengalaman hidup Haman menjadi pengingat agar kita berhati-hati manakala iri, dengki, benci, dan amarah mulai menyergap tanpa kita harus menjadikannya sebagai pengalaman pribadi sendiri. --GHJ/www.renunganharian.net
   
SETIAP ORANG BERHAK MERASAKAN KEBAHAGIAAN, TAK PERLU TERGODA UNTUK MENGUSIKNYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/02/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?ESTER+5:9-14

ESTER 5:9-14

 9  Pada hari itu keluarlah Haman dengan hati riang dan gembira; tetapi ketika Haman melihat Mordekhai ada di pintu gerbang istana raja, tidak bangkit dan tidak bergerak menghormati dia, maka sangat panaslah hati Haman kepada Mordekhai.
10  Tetapi Haman menahan hatinya, lalu pulanglah ia ke rumahnya dan menyuruh datang sahabat-sahabatnya dan Zeresh, isterinya.
11  Maka Haman menceriterakan kepada mereka itu besarnya kekayaannya, banyaknya anaknya laki-laki, dan segala kebesaran yang diberikan raja kepadanya serta kenaikan pangkatnya di atas para pembesar dan pegawai raja.
12  Lagi kata Haman: "Tambahan pula tiada seorangpun diminta oleh Ester, sang ratu, untuk datang bersama-sama dengan raja ke perjamuan yang diadakannya, kecuali aku; dan untuk besokpun aku diundangnya bersama-sama dengan raja.
13  Akan tetapi semuanya itu tidak berguna bagiku, selama aku masih melihat si Mordekhai, si Yahudi itu, duduk di pintu gerbang istana raja."
14  Lalu kata Zeresh, isterinya, dan semua sahabatnya kepadanya: "Suruhlah orang membuat tiang yang tingginya lima puluh hasta, dan persembahkanlah besok pagi kepada raja, supaya Mordekhai disulakan orang pada tiang itu; kemudian dapatlah engkau dengan bersukacita pergi bersama-sama dengan raja ke perjamuan itu." Hal itu dipandang baik oleh Haman, lalu ia menyuruh membuat tiang itu.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Bilangan+18-20
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Bilangan+18-20

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 19 Februari -- Yosua 10 - Pembalasan Bukan Hakmu

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 19 Februari 2026
Ayat SH: Yosua 10

Judul: Pembalasan Bukan Hakmu

Dibohongi orang sangatlah menyakitkan. Maka, melakukan pembalasan bisa menjadi respons yang dipilih oleh orang yang dibohongi ketika si pembohong datang meminta pertolongannya.

Berbeda dengan respons Yosua ketika orang Gibeon memohon pertolongan karena kepungan raja-raja orang Amori yang bersatu (5-6). Walau Yosua dan orang Israel pernah dibohongi soal perjanjian yang mereka buat dengan orang Gibeon (lih. Yos.9), Yosua justru bergegas maju bersama seluruh tentaranya, membela orang Gibeon (7). Dalam respons yang ia berikan, Alkitab mencatat tentang penegasan penyertaan TUHAN dan janji kemenangan atas raja-raja orang Amori (8).

Sangat memungkinkan bagi Yosua merespons secara berbeda seruan minta tolong orang Gibeon. Namun, di sini terlihat integritas Yosua tidak diragukan terhadap perjanjian yang sudah ia buat dengan orang Gibeon. Ia percaya bahwa Allah pasti akan menolong. Ia percaya bahwa Allahlah yang berperang untuk orang Israel. Hal ini terlihat jelas dari pernyataan yang ia serukan untuk meneguhkan orang Israel yang pergi berperang bersama dengan dia (25) bahwa Tuhan akan menyerahkan setiap musuh yang mereka perangi (30, 32, 42). Dengan pertolongan Tuhan, Israel memenangkan setiap peperangan.

Tidak mudah untuk memberikan respons yang tepat sebagai anak-anak Tuhan ketika kita pernah disakiti dengan dibohongi. Apalagi jika pelaku berada dalam keadaan yang membutuhkan pertolongan. Akan tetapi, kita perlu belajar dari Yosua yang mampu merespons secara tepat dan tidak menahan atau menunda pertolongan yang bisa ia berikan.

Kita perlu belajar dari Yosua yang dapat melihat penyertaan dan berkat yang Allah berikan kepada bangsanya ketika mereka menaklukkan raja-raja orang Amori. Kita, umat Tuhan masa kini, harus bisa melihat penyertaan dan campur tangan Tuhan dalam hidup umat-Nya. Hendaklah kita dapat menjadi perpanjangan tangan Tuhan. Biarlah kita bersedia dipakai Tuhan untuk menjadi berkat bagi orang-orang yang berseru minta tolong. [PMS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/02/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yosua+10
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yosua+10

Yosua 10

 1  Setelah terdengar oleh Adoni-Zedek, raja Yerusalem, bahwa Yosua telah merebut Ai dan telah menumpasnya--seperti yang dilakukannya terhadap Yerikho dan terhadap rajanya, demikianlah juga dilakukannya terhadap Ai dan terhadap rajanya--dan bahwa penduduk kota Gibeon telah mengadakan ikatan persahabatan dengan orang Israel dan diam di tengah-tengah mereka,
 2  maka sangat takutlah orang, sebab Gibeon itu kota yang besar, seperti salah satu kota kerajaan, bahkan lebih besar dari Ai, dan semua orangnya adalah pahlawan.
 3  Sebab itu Adoni-Zedek, raja Yerusalem, menyuruh orang kepada Hoham, raja Hebron, kepada Piream, raja Yarmut, kepada Yafia, raja Lakhis, dan kepada Debir, raja Eglon, mengatakan:
 4  "Datanglah kepadaku dan bantulah aku, supaya kita menggempur Gibeon, karena telah mengadakan ikatan persahabatan dengan Yosua dan orang Israel."
 5  Lalu kelima raja orang Amori itu berkumpul dan bergerak maju: raja Yerusalem, raja Hebron, raja Yarmut, raja Lakhis dan raja Eglon, mereka beserta seluruh tentara mereka. Mereka berkemah mengepung Gibeon dan berperang melawannya.
 6  Lalu orang-orang Gibeon itu menyuruh orang kepada Yosua, ke tempat perkemahan di Gilgal, mengatakan: "Jangan menarik tanganmu dari pada hamba-hambamu ini. Datanglah dengan segera kepada kami, lepaskanlah kami dan bantulah kami, sebab semua raja orang Amori, yang diam di pegunungan, telah bergabung melawan kami."
 7  Lalu Yosua bergerak maju dari Gilgal, dia dan seluruh tentara yang bersama-sama dengan dia, semuanya pahlawan yang gagah perkasa.
 8  Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyerahkan mereka kepadamu. Tidak seorangpun dari mereka yang akan dapat bertahan menghadapi engkau."
 9  Lalu Yosua menyerang mereka dengan tiba-tiba, setelah semalam-malaman bergerak maju dari Gilgal.
10  Dan TUHAN mengacaukan mereka di depan orang Israel, sehingga Yosua menimbulkan kekalahan yang besar di antara mereka dekat Gibeon, mengejar mereka ke arah pendakian Bet-Horon dan memukul mereka mundur sampai dekat Azeka dan Makeda.
11  Sedang mereka melarikan diri di depan orang Israel dan baru di lereng Bet-Horon, maka TUHAN melempari mereka dengan batu-batu besar dari langit, sampai ke Azeka, sehingga mereka mati. Yang mati kena hujan batu itu ada lebih banyak dari yang dibunuh oleh orang Israel dengan pedang.
12  Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!"
13  Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh.
14  Belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa TUHAN mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian, sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN.
15  Kemudian Yosua dan seluruh orang Israel yang menyertainya pulang kembali ke tempat perkemahan di Gilgal.
16  Kelima raja itu melarikan diri dan bersembunyi di dalam gua di Makeda.
17  Kepada Yosua dikabarkan, demikian: "Kelima raja itu telah ditemukan bersembunyi di dalam gua di Makeda."
18  Lalu berkatalah Yosua: "Gulingkanlah batu-batu yang besar ke mulut gua itu dan tempatkanlah di sana orang untuk menjaga mereka.
19  Tetapi kamu, janganlah kamu berhenti, kejarlah musuhmu dan hantamlah barisan belakangnya; janganlah biarkan mereka masuk ke dalam kota-kota mereka, sebab TUHAN, Allahmu, menyerahkan mereka kepadamu!"
20  Setelah Yosua dan orang Israel selesai menimbulkan kekalahan yang besar sekali di antara mereka, sampai mereka dihancurkan sama sekali--beberapa orang dari mereka dapat lolos dan masuk ke kota-kota yang diperkuat--
21  pulanglah seluruh bangsa itu dengan selamat kepada Yosua ke tempat perkemahan, di Makeda. Tidak ada seorangpun yang berani melemparkan kata-kata ancaman terhadap orang Israel.
22  Kemudian berkatalah Yosua: "Bukalah mulut gua dan keluarkanlah kelima raja itu dari dalam dan bawa kepadaku."
23  Dilakukan oranglah demikian, kelima raja itu dikeluarkan dari gua itu dan dibawa kepadanya: raja Yerusalem, raja Hebron, raja Yarmut, raja Lakhis dan raja Eglon.
24  Setelah raja-raja itu dikeluarkan dan dibawa kepada Yosua, maka Yosuapun memanggil semua orang Israel berkumpul dan berkata kepada para panglima tentara, yang ikut berperang bersama-sama dengan dia: "Marilah dekat, taruhlah kakimu ke atas tengkuk raja-raja ini." Maka datanglah mereka dekat dan menaruh kakinya ke atas tengkuk raja-raja itu.
25  Lalu berkatalah Yosua kepada mereka: "Janganlah takut dan janganlah tawar hati, kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab secara itulah akan dilakukan TUHAN kepada semua musuhmu, yang kamu perangi."
26  Sesudah itu Yosua membunuh raja-raja itu, dan menggantung mereka pada lima tiang, dan mereka tinggal tergantung pada tiang-tiang itu sampai matahari terbenam.
27  Tetapi menjelang matahari terbenam, atas perintah Yosua mayat mereka diturunkan dari tiang-tiang itu, dan dilemparkan ke dalam gua, tempat mereka bersembunyi. Lalu mulut gua itu ditutupi orang dengan batu-batu besar, yang masih ada sampai sekarang.
28  Pada hari itu Yosua merebut Makeda dan kota itu dipukulnya dengan mata pedang, juga rajanya; kota itu dan semua makhluk yang ada di dalamnya ditumpasnya, tidak ada seorangpun yang dibiarkannya lolos, dan raja Makeda, diperlakukannya seperti telah diperlakukannya raja Yerikho.
29  Kemudian Yosua dengan seluruh Israel berjalan terus dari Makeda ke Libna, lalu memerangi Libna.
30  Dan TUHAN menyerahkan kota itu juga kepada orang Israel, beserta rajanya. Yosua memukul kota itu dan semua makhluk yang ada di dalamnya dengan mata pedang, tidak ada seorangpun di dalamnya yang dibiarkannya lolos, dan rajanya itu, diperlakukannya seperti telah diperlakukannya raja Yerikho.
31  Kemudian Yosua dengan seluruh Israel berjalan terus dari Libna ke Lakhis, lalu berkemah mengepung kota itu dan berperang melawannya.
32  Dan TUHAN menyerahkan Lakhis kepada orang Israel. Yosua merebut kota itu pada hari yang kedua. Kota itu dan semua makhluk yang ada di dalamnya dipukulnya dengan mata pedang, tepat seperti yang dilakukannya terhadap Libna.
33  Lalu Horam, raja Gezer, maju untuk membantu Lakhis, tetapi Yosua menewaskan dia dan rakyatnya, sehingga tidak ada seorangpun padanya yang dibiarkannya lolos.
34  Kemudian Yosua dengan seluruh Israel berjalan terus dari Lakhis ke Eglon, lalu mereka berkemah mengepung kota itu dan berperang melawannya.
35  Kota itu direbut mereka pada hari itu juga dan dipukul dengan mata pedang. Semua makhluk yang ada di dalamnya ditumpasnya pada hari itu, tepat seperti yang dilakukan terhadap Lakhis.
36  Kemudian Yosua dengan seluruh Israel bergerak maju dari Eglon ke Hebron, lalu berperang melawannya.
37  Negeri itu direbut mereka dan dipukul dengan mata pedang, juga rajanya dan segala kotanya dan semua makhluk yang ada di dalamnya, tidak seorangpun yang dibiarkannya lolos, tepat seperti yang dilakukannya terhadap Eglon. Kota itu dan semua makhluk yang ada di dalamnya ditumpasnya.
38  Kemudian Yosua dengan seluruh Israel kembali ke Debir, lalu berperang melawannya.
39  Negeri itu beserta rajanya dan segala kotanya direbutnya, dan dipukul dengan mata pedang. Semua makhluk yang ada di dalamnya ditumpas mereka, tidak seorangpun yang dibiarkannya lolos; seperti yang dilakukannya terhadap Hebron, demikianlah dilakukan terhadap Debir beserta rajanya, sama seperti yang dilakukannya terhadap Libna beserta rajanya.
40  Demikianlah Yosua mengalahkan seluruh negeri itu, Pegunungan, Tanah Negeb, Daerah Bukit dan Lereng Gunung, beserta semua raja mereka. Tidak seorangpun yang dibiarkannya lolos, tetapi ditumpasnya semua yang bernafas, seperti yang diperintahkan TUHAN, Allah Israel.
41  Yosua menewaskan mereka dari Kadesh-Barnea sampai Gaza, juga seluruh tanah Gosyen sampai Gibeon.
42  Semua raja ini dan negeri mereka telah dikalahkan Yosua sekaligus, sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN, Allah Israel.
43  Kemudian Yosua dengan seluruh Israel pulang kembali ke tempat perkemahan di Gilgal.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 18 Februari -- 1 KORINTUS 13:4-8 - JIKA CINTA SUNGGUH ADA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 18 Februari 2026
Bacaan : 1 KORINTUS 13:4-8
Setahun: Bilangan 16-17
Nats: Kasih tidak berkesudahan; tetapi nubuat akan berakhir; bahasa lidah akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. (1 Korintus 13:8)

Renungan:

JIKA CINTA SUNGGUH ADA

Rasul Paulus menyatakan bahwa cinta selalu mewujud dalam sikap dan tindakan yang baik: sabar, sopan, rendah hati, murah hati, adil, tidak egois, mengutamakan kebenaran, sanggup memikul segala sesuatu, dan banyak tindakan baik lainnya (ay. 4-7). Dengan kata lain, sikap dan tindakan yang baik-bagaimanapun wujudnya dan berapa pun kadarnya-adalah indikasi, tanda, atau bukti adanya cinta di hati.

Apa arti hal itu bagi hidup sehari-hari?

Jika benar cinta ada di hati kita, tak mungkinlah kita melihat sesama dalam kesulitan dan kita tak tergerak untuk menolong, tak mungkin jugalah kita menganggap kesesakan sesama sebagai peluang untuk memetik keuntungan. Jika benar cinta ada di hati, tak mungkinlah kita sengaja mewariskan bumi yang rusak kepada anak-cucu, tak mungkin jugalah kita tak peduli pada kelestarian alam dan lingkungan hidup. Jika cinta sungguh-sungguh ada di hati kita, tak mungkinlah kita merendahkan sesama, siapa pun mereka. Dan sebagainya, dan seterusnya.

Memang begitulah ihwalnya. Jika cinta sungguh ada di hati, ia akan dengan sendirinya mewujud dalam sikap dan tindakan yang baik. Selalu begitu, tak pernah tidak. Maka, jika situasi memanggil, dan kita punya hal yang diperlukan oleh situasi itu, tetapi tidak ada sikap atau tindakan baik yang kita lakukan sebagai respons terhadap situasi itu, apakah yang dapat kita katakan tentang diri kita sendiri? --EE/www.renunganharian.net
   
JIKA CINTA SUNGGUH ADA DI HATI, IA AKAN DENGAN SENDIRINYA MEWUJUD DALAM SIKAP DAN TINDAKAN YANG BAIK.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/02/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+KORINTUS+13:4-8

1 KORINTUS 13:4-8

 4  Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
 5  Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
 6  Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
 7  Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
 8  Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Bilangan+16-17
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Bilangan+16-17

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 18 Februari -- Yosua 9 - Anugerah yang Manusiawi

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 18 Februari 2026
Ayat SH: Yosua 9

Judul: Anugerah yang Manusiawi

Banyak keputusan yang kita ambil di dalam hidup ini tanpa kita bertanya kepada Tuhan. Atau, bahkan kadang kita bertanya, tetapi kita bingung jawaban seperti apakah yang diberikan Tuhan untuk kita. Akhirnya, sangat sering kita sendiri menafsirkan pikiran atau perasaan tertentu sebagai jawaban dari Tuhan untuk kita, dan memutuskan berdasarkan tafsir kita atas hal itu.

Di dalam teks ini, kita dapat bersimpati kepada Yosua yang teperdaya oleh orang Gibeon. Ketika raja-raja orang Het, Amori, Kanaan, Feris, Hewi dan Yebus bersepakat melawan Israel, orang Gibeon justru menggunakan akal mereka (1-5). Orang Gibeon datang kepada Yosua dengan mengaku bahwa mereka datang dari jauh (6-13). Orang Israel mengambil bekal mereka tanpa meminta keputusan dari TUHAN (14). Lalu, Yosua mengikat perjanjian dengan mereka (15). Kejadian ini menunjukkan bahwa kita diberi ruang untuk membuat keputusan untuk hidup bersama orang lain seturut firman Tuhan.

Hal yang menarik dalam teks ini adalah kita tidak melihat Tuhan marah kepada orang Israel, walaupun mereka membuat perjanjian dengan menggunakan nama TUHAN. Sungguh, Allah penuh anugerah. Bahkan dalam perikop selanjutnya, Allah juga mengizinkan Israel berperang melawan bangsa-bangsa yang bersekutu menyerang Gibeon.

Hal lain yang luar biasa adalah umat Israel tetap setia akan perjanjian yang dibuat dengan orang Gibeon itu karena perjanjian itu dibuat di hadapan TUHAN yang mereka sembah. Mereka takut akan Allah dan mengingat akan Allah yang melindungi, memelihara, dan setia. Oleh karena Allah selalu menepati janji, mereka pun menepati perjanjian itu.

Setiap keputusan yang kita buat dalam hidup adalah bagian dari perjalanan pertumbuhan iman. Meskipun tidak selalu sempurna, kita dapat terus melangkah selaras dengan kebenaran Allah. Kita bersyukur karena Allah yang penuh anugerah menerima kita dengan kasih-Nya, memahami ketulusan hati yang berusaha melakukan yang terbaik meskipun kadang masih keliru. Mari kita belajar, bertumbuh, dan setia pada janji yang telah kita ucapkan. [JHN]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/02/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yosua+9
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yosua+9

Yosua 9

 1  Ketika terdengar oleh raja-raja di sebelah barat sungai Yordan, di Pegunungan, di Daerah Bukit dan sepanjang tepi pantai Laut Besar sampai ke seberang gunung Libanon, yakni raja-raja orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus,
 2  bergabunglah mereka dengan seia sekata untuk memerangi Yosua dan orang Israel.
 3  Tetapi ketika terdengar kepada penduduk negeri Gibeon apa yang dilakukan Yosua terhadap Yerikho dan Ai,
 4  maka merekapun bertindak dengan memakai akal: mereka pergi menyediakan bekal, mengambil karung yang buruk-buruk untuk dimuatkan ke atas keledai mereka dan kirbat anggur yang buruk-buruk, yang robek dan dijahit kembali,
 5  dan kasut yang buruk-buruk dan ditambal untuk dikenakan pada kaki mereka dan pakaian yang buruk-buruk untuk dikenakan oleh mereka, sedang segala roti bekal mereka telah kering, tinggal remah-remah belaka.
 6  Demikianlah mereka pergi kepada Yosua, ke tempat perkemahan di Gilgal. Berkatalah mereka kepadanya dan kepada orang-orang Israel itu: "Kami ini datang dari negeri jauh; maka sekarang ikatlah perjanjian dengan kami."
 7  Tetapi berkatalah orang-orang Israel kepada orang-orang Hewi itu: "Barangkali kamu ini diam di tengah-tengah kami, bagaimana mungkin kami mengikat perjanjian dengan kamu?"
 8  Lalu kata mereka kepada Yosua: "Kami ini hamba-hambamu." Tanya Yosua: "Siapakah kamu ini dan dari manakah kamu datang?"
 9  Jawab mereka kepadanya: "Dari negeri yang sangat jauh hamba-hambamu ini datang karena nama TUHAN, Allahmu, sebab kami telah mendengar kabar tentang Dia, yakni segala yang dilakukan-Nya di Mesir,
10  dan segala yang dilakukan-Nya terhadap kedua raja orang Amori itu di seberang sungai Yordan, Sihon, raja Hesybon, dan Og, raja Basan, yang diam di Asytarot.
11  Sebab itu para tua-tua kami dan seluruh penduduk negeri kami berkata kepada kami, demikian: Bawalah bekal untuk di jalan dan pergilah menemui mereka dan berkatalah kepada mereka: Kami ini hamba-hambamu, maka sekarang ikatlah perjanjian dengan kami.
12  Inilah roti kami: masih panas ketika kami bawa sebagai bekal dari rumah pada hari kami berangkat berjalan mendapatkan kamu, tetapi sekarang, lihatlah, telah kering dan tinggal remah-remah belaka.
13  Inilah kirbat-kirbat anggur, yang masih baru ketika kami mengisinya, tetapi lihatlah, telah robek; dan inilah pakaian dan kasut kami, semuanya telah buruk-buruk karena perjalanan yang sangat jauh itu."
14  Lalu orang-orang Israel mengambil bekal orang-orang itu, tetapi tidak meminta keputusan TUHAN.
15  Maka Yosua mengadakan persahabatan dengan mereka dan mengikat perjanjian dengan mereka, bahwa ia akan membiarkan mereka hidup; dan para pemimpin umat itu bersumpah kepada mereka.
16  Tetapi setelah lewat tiga hari, sesudah orang Israel mengikat perjanjian dengan orang-orang itu, terdengarlah oleh mereka, bahwa orang-orang itu tinggal dekat mereka, bahkan diam di tengah-tengah mereka.
17  Sebab orang Israel berangkat pergi dan pada hari ketiga sampai ke kota-kota orang-orang itu; adapun kota-kota itu ialah Gibeon, Kefira, Beerot dan Kiryat-Yearim.
18  Orang Israel tidak menewaskan, sebab para pemimpin umat telah bersumpah kepada mereka demi TUHAN, Allah Israel. Lalu bersungut-sungutlah segenap umat kepada para pemimpin.
19  Berkatalah pemimpin-pemimpin itu kepada seluruh umat: "Kami telah bersumpah kepada mereka demi TUHAN, Allah Israel; oleh sebab itu kita tidak dapat mengusik mereka.
20  Beginilah akan kita perlakukan mereka: membiarkan mereka hidup, supaya kita jangan tertimpa murka karena sumpah yang telah kita ikrarkan itu kepada mereka."
21  Lagi kata para pemimpin kepada mereka: "Biarlah mereka hidup." Maka merekapun dijadikan tukang belah kayu dan tukang timba air untuk segenap umat, seperti yang ditetapkan oleh para pemimpin mengenai mereka.
22  Lalu Yosua memanggil mereka dan berkata kepada mereka, demikian: "Mengapa kamu menipu kami dengan berkata: Kami ini tinggal sangat jauh dari pada kamu, padahal kamu diam di tengah-tengah kami?
23  Oleh sebab itu, terkutuklah kamu dan tak putus-putusnya kamu menjadi hamba, tukang belah kayu dan tukang timba air untuk rumah Allahku."
24  Jawab mereka kepada Yosua, katanya: "Sebab telah dikabarkan dengan sungguh-sungguh kepada hamba-hambamu ini, bahwa TUHAN, Allahmu, memerintahkan kepada Musa hamba-Nya, memberikan seluruh negeri itu kepadamu dan memunahkan seluruh penduduk negeri itu dari depan kamu, maka sangatlah kami takut kehilangan nyawa, menghadapi kamu; itulah sebabnya kami melakukan yang demikian.
25  Maka sekarang, kami ini dalam tanganmu; perlakukanlah kami seperti yang kaupandang baik dan benar untuk dilakukan kepada kami."
26  Demikianlah dilakukannya kepada mereka. Dilepaskannyalah mereka dari tangan orang-orang Israel, sehingga mereka tidak dibunuh.
27  Dan pada waktu itu Yosua menjadikan mereka tukang belah kayu dan tukang timba air untuk umat itu dan untuk mezbah TUHAN, sampai sekarang, di tempat yang akan dipilih-Nya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 17 Februari -- MAZMUR 23 - WARNA KASIH

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 17 Februari 2026
Bacaan : MAZMUR 23
Setahun: Bilangan 14-15
Nats: Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; .... (Mazmur 23:4a)

Renungan:

WARNA KASIH

Seorang anak kecil meminta kertas gambar kepada ibunya. Anak itu suka warna biru, maka segera sesudah menerima kertas gambar itu, ia menggoresi semua bagiannya dengan pensil warna biru. "Bagus kan, Bu?" katanya sambil menunjukkan hasil karyanya. Sang ibu tersenyum, lalu berkata, "Bagus, Nak."

Kehidupan manusia ibarat sehelai kertas gambar. Pihak yang berkreasi ialah Tuhan. Dia menggoresi semua bagiannya dengan warna kasih. Terlihat di situ bukan satu warna, melainkan beragam. Selain biru, ada juga merah, hijau, hitam, dan ungu. Maksudnya, Tuhan tidak hanya melimpahkan kesenangan, tetapi juga mengizinkan hadirnya pergumulan. Daud mengerti akan kenyataan ini. Maka, saat mendeskripsikan tentang Tuhan sebagai gembala, selain menyebutkan padang berumput hijau, ia menyebut juga lembah kekelaman (ay. 2a, 4a). Didapatinya air yang tenang, didapati juga para lawan (ay. 2b, 5a). Pada warna dari setiap peristiwa tersebut, dilihatnya kasih, yakni Tuhan senantiasa menyertai. Alhasil, Daud tidak merasakan takut setiap kali berjalan dalam lembah kekelaman. Di tengah beratnya tantangan, ia masih dapat menikmati kebaikan Tuhan. Dan ia pun mengambil kesimpulan bahwa kebaikan dan kasih setia belaka mengikutinya seumur hidupnya (ay. 6a).

Situasi kehidupan kita saat ini mungkin tidak menampakkan warna cerah. Terlihat justru warna hitam, coklat, atau abu-abu. Datang bertubi-tubi pergumulan, beberapa bahkan terasa amat berat. Buang kesedihan dari dalam hati dengan mengingat bahwa warna-warna suram tadi juga adalah warna kasih milik Tuhan. Dia senantiasa menyertai kita sehingga di balik semua pergumulan tersebut, kita hanya akan melihat kebaikan. --LIN/www.renunganharian.net
   
DALAM KESENANGAN MAUPUN PENDERITAAN, DI SANA AKAN SELALU KITA TEMUKAN GORESAN KASIH TUHAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/02/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MAZMUR+23

MAZMUR 23

 1  Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
 2  Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
 3  Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
 4  Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
 5  Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
 6  Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Bilangan+14-15
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Bilangan+14-15

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 17 Februari -- Yosua 8:30-35 - Bukan PHP (Pemberi Harapan Palsu)

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 17 Februari 2026
Ayat SH: Yosua 8:30-35

Judul: Bukan PHP (Pemberi Harapan Palsu)

Ketika kita berada dalam pergulatan hidup yang berat, kita bisa berjanji: "Jika keadaanku menjadi lebih baik, aku akan melakukan sesuatu bagi orang-orang yang menolongku keluar dari kesulitanku ini." Namun, tak jarang ketika keadaan benar-benar sudah menjadi lebih baik, janji itu dilupakan. Kita pun mulai menjalani kehidupan tanpa berusaha menepati apa yang kita sendiri sudah janjikan.

Yosua berbeda. Ia pernah berjanji kepada Musa. Meskipun Musa sudah tiada, Yosua tetap memilih untuk melakukan apa yang pernah dipesankan Musa (31). Di sini kita melihat sebuah sikap seorang pemimpin yang luar biasa dan sangat berintegritas. Bahkan, setiap kata yang diminta, dia ingat seluruhnya dan tidak terlewatkan dari pandangannya (35).

Melalui kisah ini, penulis menggambarkan kualitas seorang pemimpin yang benar. Sejatinya pemimpin seperti Yosua merupakan refleksi akan TUHAN, Allah Israel yang senantiasa menepati janji-Nya secara turun-temurun. Kesetiaan Yosua yang dapat disaksikan umat setiap harinya dapat menjadi teladan yang nyata bagi umat Israel. Dengan memandang kepada nilai-nilai hidup Yosua, mereka dapat meneladan dia.

Akan tetapi, bagian ini ternyata tidak hanya berbicara akan kesetiaan menepati janji semata. Bagian ini juga berkait dengan kesetiaan umat menaati Torah (bimbingan) TUHAN. Maka dari itu, firman dibacakan kepada seluruh umat, dari yang tua sampai yang muda (35).

Sudah pasti Yosua sama seperti Musa, menjadikan Taurat TUHAN sebagai bimbingan dan tuntunan saat sedang memimpin Israel. Ia mengalami bahwa Taurat itu sungguh hidup dan menghendaki seluruh umat menyadari hal tersebut dan merasakan kuasa firman-Nya.

Kesetiaan menepati janji adalah teladan yang diberikan oleh Yosua. Jelas, Yosua melakukannya sejalan dengan firman Allah. Oleh karena itu, seturut teladan Yosua, janji yang harus kita tepati adalah janji yang tidak bertentangan dengan firman Tuhan, janji yang sudah pasti sejalan dengan firman-Nya. Mari kita tepati janji-janji kita kepada Tuhan dan sesama di dalam terang firman-Nya. [JHN]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/02/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yosua+8:30-35
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yosua+8:30-35

Yosua 8:30-35

30  Pada waktu itulah Yosua mendirikan mezbah di gunung Ebal bagi TUHAN, Allah Israel,
31  seperti yang diperintahkan Musa, hamba TUHAN, kepada orang Israel, menurut apa yang tertulis dalam kitab hukum Musa: suatu mezbah dari batu-batu yang tidak dipahat, yang tidak diolah dengan perkakas besi apapun. Di atasnyalah mereka mempersembahkan korban bakaran kepada TUHAN dan mengorbankan korban keselamatan.
32  Dan di sanalah di atas batu-batu itu, dituliskan Yosua salinan hukum Musa, yang dituliskannya di depan orang Israel.
33  Seluruh orang Israel, para tua-tuanya, para pengatur pasukannya dan para hakimnya berdiri sebelah-menyebelah tabut, berhadapan dengan para imam yang memang suku Lewi, para pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu, baik pendatang maupun anak negeri, setengahnya menghadap ke gunung Gerizim dan setengahnya lagi menghadap ke gunung Ebal, seperti yang dahulu diperintahkan oleh Musa, hamba TUHAN, apabila orang memberkati bangsa Israel.
34  Sesudah itu dibacakannyalah segala perkataan hukum Taurat, berkatnya dan kutuknya, sesuai dengan segala apa yang tertulis dalam kitab hukum.
35  Tidak ada sepatah katapun dari segala apa yang diperintahkan Musa yang tidak dibacakan oleh Yosua kepada seluruh jemaah Israel dan kepada perempuan-perempuan dan anak-anak dan kepada pendatang yang ikut serta.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]