(e-SH) 2 Juni -- 1 Korintus 11:2-16 - Kesatuan Jemaat dan Kemuliaan Allah

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 2 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 11:2-16

Judul: Kesatuan Jemaat dan Kemuliaan Allah

Perpecahan dapat terjadi karena berbagai macam perbedaan, termasuk perbedaan kebiasaan antara perempuan Yahudi dan Yunani dalam jemaat mula-mula di Korintus.

Dalam tradisi Yahudi, perempuan harus memakai penutup kepala sebagai simbol kehormatan dan moral. Namun, bagi perempuan Yunani, tidak ada keharusan bagi perempuan untuk menutup kepalanya. Hal ini menjadi masalah tentang ibadah yang berpotensi menimbulkan perpecahan.

Sekilas dalam ajaran Paulus kita dapat melihat adanya kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki (3-10). Namun, kita harus memperhatikan kebenaran dalam Tuhan: baik laki-laki maupun perempuan saling membutuhkan (11). Keduanya saling bergantung pada satu sama lain dan sama-sama bergantung pada Allah (12). Poin utama dari pesan Paulus adalah kepatutan dalam ibadah kepada Allah (13).

Ada banyak kebiasaan yang tidak ada aturan spesifiknya dalam Alkitab sehingga kadang kita susah membedakan apa yang sebaiknya kita lakukan dan tidak lakukan. Dalam kasus ini, yang perlu dipertimbangkan bukan sekadar benar dan salah, melainkan patut atau tidak. Soal cara berpakaian di gereja, misalnya, pikirkanlah apakah itu layak untuk beribadah kepada Tuhan, pantas sebagai penampilan orang percaya, dan berguna untuk menjadi berkat bagi orang lain?

Perpecahan dalam jemaat sering disalahpahami sebagai masalah benar atau salah berdasarkan firman Tuhan. Padahal, yang menjadi sumber perpecahan adalah masalah kebiasaan yang bisa saja berbeda satu sama lain. Dalam hal ini yang perlu dipertimbangkan adalah mana yang patut, yang berpotensi membawakan kesatuan jemaat dan kemuliaan Allah.

Kebiasaan apa saja yang Anda temukan dalam kehidupan berjemaat yang berpotensi membawa perpecahan? Tumbuhkanlah kerendahan hati untuk duduk bersama dan, jika dibutuhkan, belajarlah untuk mengalah demi kepatutan. Sebab, yang terpenting bagi kita semua bukanlah siapa yang benar, melainkan kesatuan kita sebagai tubuh Kristus dan kemuliaan nama-Nya. [ABL]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/02/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+11:2-16
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+11:2-16

1 Korintus 11:2-16

 2  Aku harus memuji kamu, sebab dalam segala sesuatu kamu tetap mengingat akan aku dan teguh berpegang pada ajaran yang kuteruskan kepadamu.
 3  Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.
 4  Tiap-tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang bertudung, menghina kepalanya.
 5  Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.
 6  Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.
 7  Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki.
 8  Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki.
 9  Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki.
10  Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.
11  Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan.
12  Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah.
13  Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung?
14  Bukankah alam sendiri menyatakan kepadamu, bahwa adalah kehinaan bagi laki-laki, jika ia berambut panjang,
15  tetapi bahwa adalah kehormatan bagi perempuan, jika ia berambut panjang? Sebab rambut diberikan kepada perempuan untuk menjadi penudung.
16  Tetapi jika ada orang yang mau membantah, kami maupun Jemaat-jemaat Allah tidak mempunyai kebiasaan yang demikian.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 2 Juni -- MAZMUR 112:1-9 - BAHAGIA DAN TEGUH DI DALAM TUHAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 2 Juni 2026
Bacaan : MAZMUR 112:1-9
Setahun: Ayub 5-7
Nats: Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. (Mazmur 112:1)

Renungan:

BAHAGIA DAN TEGUH DI DALAM TUHAN

Kita hidup di zaman di mana berita buruk hanya sejauh sentuhan jari. Istilah doomscrolling-kebiasaan terus-menerus membaca berita negatif di media sosial-telah menjadi fenomena mental yang melelahkan. Kita cemas tentang stabilitas ekonomi, kesehatan, hingga masa depan keluarga. Di tengah badai informasi ini, kita sering bertanya, "Adakah cara untuk tetap tenang saat dunia sedang kacau?"

Mazmur 112 menolong kita untuk melihat kekuatan di tengah ketidakpastian. Bagaimana manusia yang fana dan penuh dosa bisa memiliki kekuatan tersebut? Kuncinya ada pada ayat pertama, "Sangat suka kepada segala perintah-Nya." Orang benar dalam Mazmur 112 bukan orang yang sekadar melakukan kewajiban agama, melainkan orang yang "jatuh cinta" pada karakter Allah. Ketika kita melekat pada Allah yang kekal, sifat-sifat-Nya mulai menular kepada kita. Mazmur 112 adalah potret sempurna dari Yesus Kristus. Dialah satu-satunya Manusia yang takut akan Tuhan secara sempurna. Dialah yang memberikan segala kekayaan surgawi-Nya dan menjadi miskin bagi kita (ay. 9). Di atas kayu salib, Yesus menghadapi "kabar paling buruk" agar hari ini kita tidak perlu lagi takut pada kabar buruk apa pun di dunia ini. Kita tidak lagi berjuang untuk menjadi benar agar diterima Allah, tetapi kita hidup benar karena kita sudah diterima di dalam Kristus.

Dunia mungkin akan terus menyuguhkan kabar buruk. Inflasi, bencana, konflik hingga kesulitan mungkin datang silih berganti. Namun, Mazmur 112 mengundang kita untuk berhenti cemas tanpa harap dan mulai menjadi cermin kebaikan Tuhan. Hiduplah sedemikian rupa sehingga ketika orang melihat ketenangan dan kemurahan hati kita, mereka tidak lagi melihat kita, melainkan melihat Tuhan yang kita sembah. --DSK/www.renunganharian.net
   
CINTA PADA TUHAN HAPUS TIAP KECEMASAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/02/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MAZMUR+112:1-9

MAZMUR 112:1-9

 1  Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.
 2  Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati.
 3  Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya.
 4  Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil.
 5  Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya.
 6  Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya.
 7  Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN.
 8  Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya.
 9  Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ayub+5-7
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+5-7

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-RH) 1 Juni -- YESAYA 46:3-4 - TAK SEKADAR UNGKAPAN INDAH

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 1 Juni 2026
Bacaan : YESAYA 46:3-4
Setahun: Ayub 1-4
Nats: "Sampai masa tuamu Aku tetap sama dan sampai putih rambutmu Aku menggendong kamu." (Yesaya 46:4a)

Renungan:

TAK SEKADAR UNGKAPAN INDAH

Ada banyak ungkapan indah tentang usia lanjut. Saya percaya semua bermaksud menyemangati kaum lansia. Namun sayang, isi ungkapan indah itu tak selalu benar. Terkadang, itu sekadar permainan kata. Lihat contoh berikut.

"Umur itu cuma pikiran kita atas masalah. Kalau kita tidak memikirkannya, tidak ada masalah, " kata Leroy Paige, seorang pemain bisbol legendaris asal Amerika Serikat. Betulkah? Ketika pelbagai masalah mendera, benarkah bahwa tidak memikirkan masalah yang ada akan membuat semua masalah lantas hilang? Ada yang berkata, "Usia tua adalah usia yang indah, usia di mana hal-hal dalam diri kita menjadi indah." Sungguhkah? Ketika kesehatan memburuk dan fisik melemah, benarkah bahwa dengan begitu hal-hal dalam diri kita menjadi indah?

Dan, apa yang Tuhan katakan?

Tuhan tidak berkata, "Tua itu bukan masalah. Tak usah dipikirkan." Tuhan tahu, ada banyak masalah dalam usia lanjut. Dia tidak menutup-nutupi fakta itu. Tuhan tidak mau kita terbius oleh kata-kata indah yang tak sesuai kenyataan. Tuhan ingin kita realistis, jujur mengakui kenyataan diri, dan rela menerima diri. Sebab itu, Tuhan bersabda, "Sampai masa tuamu Aku tetap sama dan sampai putih rambutmu Aku menggendong kamu." Dia menegaskan bahwa apa pun masalah kita di usia lanjut, Dia akan tetap menjadi Tuhan yang mengasihi kita. "Aku tetap sama!" kata Tuhan. "Aku masih Aku yang dulu: yang tak henti mengasihimu, yang menjaga dan merawatmu, bahkan menggendongmu."

Itu tak sekadar ungkapan indah. Itu sungguh benar, sebab Tuhan sungguh telah-dan akan terus-melakukannya. -EE

"Sampai masa tuamu Aku tetap sama dan sampai putih rambutmu

Aku menggendong kamu." --EE/www.renunganharian.net
   
"SAMPAI MASA TUAMU AKU TETAP SAMA DAN SAMPAI PUTIH RAMBUTMU AKU MENGGENDONG KAMU." -YESAYA 46:4a

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/01/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YESAYA+46:3-4

YESAYA 46:3-4

 3  "Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim.
 4  Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ayub+1-4
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+1-4

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 1 Juni -- 1 Korintus 10:1-11:1 - Jangan Jatuh ke Lubang yang Sama

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 1 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 10:1-11:1

Judul: Jangan Jatuh ke Lubang yang Sama

Jangan jatuh ke lubang yang sama adalah ungkapan peringatan bagi kita untuk belajar dari pengalaman masa lalu. Orang yang tidak belajar dari pengalaman dan masih mengulangi kesalahan yang sama sering diumpamakan seperti keledai.

Rasul Paulus menasihati jemaat Korintus supaya belajar dari kesalahan yang dilakukan oleh nenek moyang mereka (6-11). Paulus memberikan contoh bagaimana Israel yang merupakan umat Allah dan dipelihara oleh Allah (1-4) justru jatuh ke dalam berbagai kesalahan dan dosa. Penekanan Paulus di sini adalah supaya kesalahan-kesalahan bangsa Israel di masa lalu menjadi contoh bagi jemaat Korintus (6, 11), sehingga mereka tidak perlu jatuh ke dalam lubang atau kesalahan yang sama.

Kita hidup di tengah zaman yang penuh dengan pencobaan (10:13). Jika kita amati kondisi di sekitar kita, tantangan iman kita mungkin tidak jauh berbeda dari tantangan iman jemaat mula-mula. Konteks dan budaya tantangan itu mungkin saja berbeda, tetapi esensinya adalah perbuatan dosa yang melawan Allah dan kehendak-Nya.

Bagaimana kita menghadapi tantangan ini? Belajar dari Alkitab yang adalah firman Tuhan, termasuk belajar dari berbagai kegagalan umat Israel pada masa lalu agar kita sebagai umat-Nya pada masa kini tidak mengulangi kesalahan itu. Kita perlu bertanya: Apakah aku masih hidup seperti mereka?

Kita juga dapat menghadapi tantangan zaman ini dengan memegang prinsip yang Paulus nasihatkan kepada jemaat di Korintus. Prinsip itu adalah apa pun yang kita lakukan harus selalu bertujuan untuk kemuliaan Allah (10:31). Oleh karena itu, kita mesti selalu bertanya: Apakah tindakanku memuliakan Tuhan? Bagaimana aku dapat memuliakan Tuhan hari ini?

Marilah kita bersyukur karena kita memiliki contoh dan peringatan yang kita perlukan supaya kita tidak jatuh ke dalam lubang yang sama. Berdoalah supaya kita senantiasa dapat memuliakan Tuhan dalam segala pikiran, perencanaan, perkataan, dan perbuatan kita. [ABL]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/01/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+10:1-11:1
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+10:1-11:1

1 Korintus 10:1-11:1

 1  Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut.
 2  Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut.
 3  Mereka semua makan makanan rohani yang sama
 4  dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.
 5  Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.
 6  Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat,
 7  dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: "Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria."
 8  Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang.
 9  Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular.
10  Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.
11  Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.
12  Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!
13  Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
14  Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala!
15  Aku berbicara kepadamu sebagai orang-orang yang bijaksana. Pertimbangkanlah sendiri apa yang aku katakan!
16  Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?
17  Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.
18  Perhatikanlah bangsa Israel menurut daging: bukankah mereka yang makan apa yang dipersembahkan mendapat bagian dalam pelayanan mezbah?
19  Apakah yang kumaksudkan dengan perkataan itu? Bahwa persembahan berhala adalah sesuatu? Atau bahwa berhala adalah sesuatu?
20  Bukan! Apa yang kumaksudkan ialah, bahwa persembahan mereka adalah persembahan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Allah. Dan aku tidak mau, bahwa kamu bersekutu dengan roh-roh jahat.
21  Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat.
22  Atau maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan? Apakah kita lebih kuat dari pada Dia?
23  "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
24  Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.
25  Kamu boleh makan segala sesuatu yang dijual di pasar daging, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani.
26  Karena: "bumi serta segala isinya adalah milik Tuhan."
27  Kalau kamu diundang makan oleh seorang yang tidak percaya, dan undangan itu kamu terima, makanlah apa saja yang dihidangkan kepadamu, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani.
28  Tetapi kalau seorang berkata kepadamu: "Itu persembahan berhala!" janganlah engkau memakannya, oleh karena dia yang mengatakan hal itu kepadamu dan karena keberatan-keberatan hati nurani.
29  Yang aku maksudkan dengan keberatan-keberatan bukanlah keberatan-keberatan hati nuranimu sendiri, tetapi keberatan-keberatan hati nurani orang lain itu. Mungkin ada orang yang berkata: "Mengapa kebebasanku harus ditentukan oleh keberatan-keberatan hati nurani orang lain?
30  Kalau aku mengucap syukur atas apa yang aku turut memakannya, mengapa orang berkata jahat tentang aku karena makanan, yang atasnya aku mengucap syukur?"
31  Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
32  Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah.
33  Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat.
 1  Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 31 Mei -- 2 TAWARIKH 26 - BATAS

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 31 Mei 2026
Bacaan : 2 TAWARIKH 26
Setahun: Ester 6-10
Nats: Ketika sudah kuat ia menjadi tinggi hati sehingga ia terjerumus binasa. Ia berlaku tidak setia kepada Tuhan, Allahnya, dan memasuki Bait Tuhan untuk membakar dupa di atas mezbah pembakaran dupa. (2 Tawarikh 26:16)

Renungan:

BATAS

Mengetahui batas sesuatu amatlah penting. Baik itu secara harfiah maupun secara kiasan. Ini bisa meliputi pemahaman terhadap batas kemampuan kita dalam melakukan sesuatu, baik dalam berkata-kata maupun dalam bertindak, juga dalam mempergunakan wewenang atau otoritas kita. Sebab jika kita melampaui batas, pasti akan menimbulkan permasalahan, serta menjadikan diri kita berada dalam bahaya.

Raja Uzia memulai pemerintahannya dengan menaati Tuhan. Pertolongan-Nya yang ajaib (ay. 15) menjadikannya raja yang hebat dengan pasukan dan perlengkapan militer yang sangat kuat. Ia bukan hanya dihormati di dalam negeri, melainkan juga masyhur hingga ke negeri-negeri lain, serta berhasil mengalahkan musuh-musuhnya. Namun sayang, setelah semua pencapaian itu, ia merasa diri begitu hebat. Ia mulai melampaui batasnya. Ia mengira dirinya begitu berkuasa, lalu menyombongkan diri di hadapan Tuhan. Tugas para imam yang menjadi wewenang suku Lewi pun ia serobot, padahal ia berasal dari suku Yehuda, keturunan Raja Daud. Akibatnya, ia kena tulah, ditimpa penyakit kulit yang menajiskan sehingga ia harus tinggal di rumah isolasi hingga hari kematiannya.

Dalam relasi kita dengan sesama, terdapat batas-batas yang harus kita jaga agar hidup tetap damai dan harmonis. Ada hak, serta ada kewajiban setiap orang. Tidak boleh hanya memperhatikan kepentingan sendiri. Demikian juga dalam relasi kita dengan Tuhan. Kita harus selalu menempatkan diri sebagai makhluk yang serba terbatas di hadapan Sang Pencipta Yang Maha Segalanya. Ya, segala tindakan kita sepatutnya berada dalam batas yang menunjukkan rasa hormat dan ketaatan kita kepada-Nya. --HT/www.renunganharian.net
   
SENANTIASA MENYADARI SIAPA DIRI KITA DI HADAPAN ALLAH MEMBUAT KITA BERADA DALAM BATAS YANG BENAR PADA SETIAP LANGKAH.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/31/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+TAWARIKH+26

2 TAWARIKH 26

 1  Segenap bangsa Yehuda mengambil Uzia, yang masih berumur enam belas tahun dan menobatkan dia menjadi raja menggantikan ayahnya, Amazia.
 2  Ia memperkuat Elot dan mengembalikannya kepada Yehuda, sesudah raja mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya.
 3  Uzia berumur enam belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan lima puluh dua tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yekholya, dari Yerusalem.
 4  Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya.
 5  Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil.
 6  Maka majulah ia berperang melawan orang-orang Filistin dan membongkar tembok Gat, Yabne dan Asdod, lalu mendirikan kota-kota di sekitar Asdod dan di lain-lain wilayah orang Filistin.
 7  Allah menolongnya terhadap orang Filistin, dan terhadap orang Arab yang tinggal di Gur-Baal, dan terhadap orang Meunim.
 8  Orang-orang Amon membayar upeti kepada Uzia. Namanya termasyhur sampai ke Mesir, karena kekuatannya yang besar.
 9  Uzia mendirikan menara di Yerusalem di atas Pintu Gerbang Sudut di atas Pintu Gerbang Lebak dan di atas Penjuru, serta mengokohkannya.
10  Ia mendirikan juga menara-menara di padang gurun dan menggali banyak sumur, karena banyak ternaknya, baik di Dataran Rendah maupun di Dataran Tinggi. Juga ia mempunyai petani-petani dan penjaga-penjaga kebun anggur, di gunung-gunung dan di tanah yang subur, karena ia suka pada pertanian.
11  Selain itu Uzia mempunyai tentara yang sanggup berperang, yang maju berperang dalam laskar-laskar menurut jumlah anak buah yang dicatat oleh panitera Yeiel dan penata usaha Maaseya, di bawah pimpinan Hananya, salah seorang panglima raja.
12  Kepala-kepala puak pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa itu seluruhnya berjumlah dua ribu enam ratus orang.
13  Di bawah pimpinan mereka terdapat satu balatentara, terdiri dari tiga ratus tujuh ribu lima ratus orang yang gagah perkasa dalam berperang, untuk membantu raja dalam menghadapi musuh.
14  Uzia memperlengkapi seluruh tentara itu dengan perisai, tombak, ketopong, baju zirah, busur dan batu umban.
15  Ia membuat juga di Yerusalem alat-alat perang, ciptaan seorang ahli, yang dapat menembakkan anak panah dan batu besar, untuk ditempatkan di atas menara-menara dan penjuru-penjuru. Nama raja itu termasyhur sampai ke negeri-negeri yang jauh, karena ia ditolong dengan ajaib sehingga menjadi kuat.
16  Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan.
17  Tetapi imam Azarya mengikutinya dari belakang bersama-sama delapan puluh imam TUHAN, orang-orang yang tegas;
18  mereka berdiri di depan raja Uzia dan berkata kepadanya: "Hai, Uzia, engkau tidak berhak membakar ukupan kepada TUHAN, hanyalah imam-imam keturunan Harun yang telah dikuduskan yang berhak membakar ukupan! Keluarlah dari tempat kudus ini, karena engkau telah berubah setia! Engkau tidak akan memperoleh kehormatan dari TUHAN Allah karena hal ini."
19  Tetapi Uzia, dengan bokor ukupan di tangannya untuk dibakar menjadi marah. Sementara amarahnya meluap terhadap para imam, timbullah penyakit kusta pada dahinya di hadapan para imam di rumah TUHAN, dekat mezbah pembakaran ukupan.
20  Imam kepala Azarya dan semua imam lainnya memandang kepadanya, dan sesungguhnya, ia sakit kusta pada dahinya. Cepat-cepat mereka mengusirnya dari sana, dan ia sendiri tergesa-gesa keluar, karena TUHAN telah menimpakan tulah kepadanya.
21  Raja Uzia sakit kusta sampai kepada hari matinya, dan sebagai orang yang sakit kusta ia tinggal dalam sebuah rumah pengasingan, karena ia dikucilkan dari rumah TUHAN. Dan Yotam, anaknya, mengepalai istana raja dan menjalankan pemerintahan atas rakyat negeri itu.
22  Selebihnya dari riwayat Uzia, dari awal sampai akhir, ditulis oleh nabi Yesaya bin Amos.
23  Kemudian Uzia mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di samping nenek moyangnya di ladang dekat pekuburan raja-raja, karena ia berpenyakit kusta, kata orang. Maka Yotam, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ester+6-10
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ester+6-10

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 31 Mei -- 1 Korintus 9 - Tujuan di Atas Hak

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 31 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 9

Judul: Tujuan di Atas Hak

Salah satu tantangan yang sering dihadapi oleh Rasul Paulus dalam pelayanannya adalah adanya sebagian orang yang meragukan kerasulannya.

Kepada orang-orang yang demikian, ia menunjukkan bahwa ia adalah seorang rasul dan hal itu tidak diragukan. Ia meyakinkan jemaat di Korintus bahwa mereka merupakan bukti kerasulannya (1-3).

Menariknya, ia memaparkan bahwa sebagai rasul ia pantas mendapatkan haknya berupa materi, kehidupan berkeluarga, dan berbagai hal lainnya seperti para rasul lainnya (4-10). Hal itu layak karena ia telah melakukan kewajibannya sebagai pelayan Tuhan (11-12a). Meski demikian, ia tidak mempergunakannya, bahkan ia berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri untuk kepentingan jemaat dan Tuhan yang ia layani (12b, 15).

Apa yang membuat Paulus rela melepaskan haknya? Alasannya jelas sekali karena ada hal yang jauh lebih penting dari itu, yaitu memberitakan Injil, yakni tugas yang dipercayakan Kristus kepadanya (16-18). Dari sini kita diingatkan kembali bahwa tujuan tertinggi dalam melayani adalah melakukan kehendak Kristus dan membawa kemuliaan bagi-Nya.

Sebagai manusia tentu saja kita membutuhkan materi. Namun, jika itu menjadi tujuan akhir kita, sesungguhnya kita hanyalah hamba dunia dan diri kita sendiri. Tuhan Yesus sendiri menekankan kepada murid-murid-Nya bahwa setiap orang yang mau mengikut Dia haruslah menyangkal dirinya (Mat. 16:24; Mrk. 8:34; Luk. 9:23). Oleh karena itu, tujuan kita, yang lebih tinggi daripada hak kita, dari menjadi hamba Allah adalah memuliakan dan menikmati-Nya.

Sekarang apa tujuan tertinggi pelayanan Anda? Apakah Anda merasa ada hak yang selama ini belum terpenuhi? Apa yang membuat Anda mempertahankan atau merelakan hak tertentu ketika Anda mengikut dan melayani Tuhan? Renungkanlah kembali posisi hak dan tujuan di dalam hati Anda sebagai pengikut dan pelayan Kristus.

Pikirkanlah pemberitaan Injil keselamatan dalam Yesus Kristus dan pelayanan kasih bagi semua orang. Jadikanlah itu sebagai tujuan di atas hak. [ABL]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/31/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+9
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+9

1 Korintus 9

 1  Bukankah aku rasul? Bukankah aku orang bebas? Bukankah aku telah melihat Yesus, Tuhan kita? Bukankah kamu adalah buah pekerjaanku dalam Tuhan?
 2  Sekalipun bagi orang lain aku bukanlah rasul, tetapi bagi kamu aku adalah rasul. Sebab hidupmu dalam Tuhan adalah meterai dari kerasulanku.
 3  Inilah pembelaanku terhadap mereka yang mengeritik aku.
 4  Tidakkah kami mempunyai hak untuk makan dan minum?
 5  Tidakkah kami mempunyai hak untuk membawa seorang isteri Kristen, dalam perjalanan kami, seperti yang dilakukan rasul-rasul lain dan saudara-saudara Tuhan dan Kefas?
 6  Atau hanya aku dan Barnabas sajakah yang tidak mempunyai hak untuk dibebaskan dari pekerjaan tangan?
 7  Siapakah yang pernah turut dalam peperangan atas biayanya sendiri? Siapakah yang menanami kebun anggur dan tidak memakan buahnya? Atau siapakah yang menggembalakan kawanan domba dan yang tidak minum susu domba itu?
 8  Apa yang kukatakan ini bukanlah hanya pikiran manusia saja. Bukankah hukum Taurat juga berkata-kata demikian?
 9  Sebab dalam hukum Musa ada tertulis: "Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik!" Lembukah yang Allah perhatikan?
10  Atau kitakah yang Ia maksudkan? Ya, untuk kitalah hal ini ditulis, yaitu pembajak harus membajak dalam pengharapan dan pengirik harus mengirik dalam pengharapan untuk memperoleh bagiannya.
11  Jadi, jika kami telah menaburkan benih rohani bagi kamu, berlebih-lebihankah, kalau kami menuai hasil duniawi dari pada kamu?
12  Kalau orang lain mempunyai hak untuk mengharapkan hal itu dari pada kamu, bukankah kami mempunyai hak yang lebih besar? Tetapi kami tidak mempergunakan hak itu. Sebaliknya, kami menanggung segala sesuatu, supaya jangan kami mengadakan rintangan bagi pemberitaan Injil Kristus.
13  Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu?
14  Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.
15  Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satupun dari hak-hak itu. Aku tidak menulis semuanya ini, supaya akupun diperlakukan juga demikian. Sebab aku lebih suka mati dari pada...! Sungguh, kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapapun juga!
16  Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.
17  Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku.
18  Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.
19  Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.
20  Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat.
21  Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat.
22  Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.
23  Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.
24  Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!
25  Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
26  Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.
27  Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 30 Mei -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

1 Korintus 8

Jika kita tidak hati-hati, makanan yang kita konsumsi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menikmati momen perayaan, bisa menjadi sumber masalah yang melemahkan iman Kristen.

Ketika ada yang bersikeras makan daging persembahan tidak apa-apa, sementara masih ada yang berpikiran makan daging persembahan sama dengan menyembah berhala, apa yang sebaiknya kita lakukan? Mana yang benar? Boleh atau tidak?

Perhatikan nasihat Paulus kepada jemaat mula-mula dan bagi kita.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa persoalan yang terjadi? Seperti apa orang yang memiliki pengetahuan tanpa kasih? (1-3)
2. Apakah berhala itu ada, dan mengapa? (4-6)
3. Seperti apa orang yang tidak memiliki pengetahuan? (7)
4. Mengapa kita harus menjaga kebebasan kita? (8-10)
5. Apa akibatnya jika kita tidak bertanggung jawab dengan pengetahuan kita? (11-12)
6. Apa yang Paulus rela lakukan agar ia tidak menjadi batu sandungan bagi saudaranya? (13)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apa yang seharusnya dihasilkan dari pengetahuan?
2. Manakah yang lebih penting: tindakan makan daging atau pengaruh dari tindakan kita terhadap saudara kita?
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kebebasan dari dosa!
4. Apa yang seharusnya kita lakukan bagi sesama setelah kita berpengetahuan sedemikian rupa?

Apa respons Anda?
1. Apa yang dapat Anda lakukan untuk memperdalam baik pengetahuan maupun kasih Anda?
2. Apa saja yang harus Anda perhatikan secara hati-hati dalam gaya hidup Anda agar Anda menjadi berkat bagi sesama?

Pokok Doa:
Mohon pimpinan Tuhan agar setiap perilaku kita membawa berkat bagi sesama dan kemuliaan bagi Tuhan.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+8
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+8

1 Korintus 8

 1  Tentang daging persembahan berhala kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.
 2  Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya.
 3  Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.
 4  Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."
 5  Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi--dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian--
 6  namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
 7  Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya.
 8  "Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan."
 9  Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.
10  Karena apabila orang melihat engkau yang mempunyai "pengetahuan", sedang duduk makan di dalam kuil berhala, bukankah orang yang lemah hati nuraninya itu dikuatkan untuk makan daging persembahan berhala?
11  Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena "pengetahuan" mu.
12  Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakekatnya berdosa terhadap Kristus.
13  Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 30 Mei -- 1 Korintus 8 - Kebenaran dan Kasih

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 30 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 8

Judul: Kebenaran dan Kasih

Dalam perikop ini Rasul Paulus merespons perdebatan yang muncul di tengah-tengah jemaat Korintus. Persoalannya adalah munculnya pertanyaan apakah orang Kristen dapat memakan daging yang telah dipersembahkan kepada berhala (1, 4).

Rasul Paulus menjelaskan bahwa secara pengetahuan dan iman Kristen, tidak ada yang namanya berhala atau ilah lain di hadapan Allah (4-5). Dasarnya adalah karena orang Kristen percaya bahwa hanya ada satu Allah, yaitu Allah Tritunggal (6). Namun, Rasul Paulus menekankan bahwa persoalannya bukan sekadar boleh atau tidak boleh, tetapi apakah hal itu dapat menjadi batu sandungan bagi orang Kristen baru yang belum memiliki pengetahun yang solid dan hati nuraninya masih lemah (7).

Dari penjelasan Rasul Paulus, ada dua prinsip yang perlu kita perhatikan. Pertama, pengetahuan harus mencerminkan kasih kepada Allah dan sesama (1b-3). Ketika orang Kristen menerapkan pengetahuannya, persoalannya bukan sekadar apakah itu benar atau salah, tetapi apakah itu disertai kasih atau tidak. Kebenaran dan kasih tak bisa dipisahkan. Kita melakukan kebenaran dalam relasi dengan Tuhan dan sesama. Kebenaran menjaga iman kita, dan kasih memelihara persekutuan kita. Keduanya memelihara persekutuan kita dengan Tuhan dan sesama.

Kedua, kebebasan Kristen harus dilakukan secara bertanggung jawab (8-12). Kita bebas dari dosa dan selamat bukan karena perbuatan baik kita, melainkan karena anugerah Tuhan. Kebebasan kita melakukan kebenaran itu diikat oleh tanggung jawab bahwa hal itu harus menjadi berkat bagi sesama. Kebebasan kita tidak boleh menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Oleh karena itu, marilah kita memeriksa diri. Apakah pengetahuan dan kebebasan kita selama ini telah menjadi berkat? Marilah kita berkomitmen di hadapan Tuhan untuk tidak hanya melakukan apa yang benar, tetapi juga yang mencerminkan kasih. Jangan sampai kebebasan kita tidak membawa berkat bagi sesama dan kemuliaan bagi Allah. [ABL]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/30/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+8
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+8

1 Korintus 8

 1  Tentang daging persembahan berhala kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.
 2  Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya.
 3  Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.
 4  Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."
 5  Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi--dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian--
 6  namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
 7  Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya.
 8  "Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan."
 9  Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.
10  Karena apabila orang melihat engkau yang mempunyai "pengetahuan", sedang duduk makan di dalam kuil berhala, bukankah orang yang lemah hati nuraninya itu dikuatkan untuk makan daging persembahan berhala?
11  Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena "pengetahuan" mu.
12  Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakekatnya berdosa terhadap Kristus.
13  Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]