(e-SH) 10 Januari -- Yohanes 6:22-24 - Motivasi Mencari Yesus

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 10 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 6:22-24

Judul: Motivasi Mencari Yesus

Banyak orang segera berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus (22-24). Mereka tampak begitu gigih, namun pertanyaannya adalah apa motivasi mereka mencari Yesus? Apakah mereka ingin mengenal-Nya lebih dalam, mendengar ajaran-Nya, atau sekadar memuaskan keinginan akan mukjizat dan roti yang mengenyangkan? Jika kita perhatikan ayat-ayat sebelum dan sesudah perikop ini, kita dapati, motivasi orang banyak itu adalah mencari mukjizat dan roti (lih. Yoh. 6:2; 6:26).

Perilaku orang banyak ini menunjukkan bahwa motivasi mencari Tuhan tidak selalu didasari oleh cinta, kerinduan akan pengenalan yang dalam, atau ketulusan relasi personal yang hendak dibangun dengan Tuhan. Banyak orang mencari Tuhan karena ingin mendapat keuntungan bagi dirinya sendiri, atau setidaknya menyaksikan mukjizat yang diterima orang lain. Pertanyaan tentang motivasi mencari Tuhan ini masih relevan sampai sekarang. Dalam kebaktian khusus berskala besar, baik yang bersifat kebangunan rohani atau perayaan, apa motivasi orang banyak datang ke sana? Ada yang datang karena mau melihat pendeta/ pastor/pengkhotbahnya, melihat artis rohaninya, mendengar musiknya, mendapat makanannya, mendapat mukjizat penyembuhannya, mau tampil mengisi pujian/ kesaksian, atau sekadar ikut meramaikan dan seru-seruan. Berapa banyak yang datang karena kerinduan murni untuk berjumpa Tuhan dan mengenal-Nya dengan lebih dalam?

Santo Agustinus dalam salah satu karyanya, "Confessiones", pernah menulis: "... fecisti nos ad te et inquietum est cor nostrum, donec requiescat in te". Secara harfiah berarti: "Engkau telah menciptakan kami untuk-Mu dan hati kami tidak akan tenang, sampai ia beristirahat dalam Engkau". Kita diajak untuk melihat lebih dalam makna relasi yang kita bangun dengan Tuhan. Eksistensi hidup kita sejak mula adalah pemberian Tuhan. Jangan membangun relasi yang transaksional dengan Tuhan, tetapi bangunlah relasi yang tulus dan sederhana dengan-Nya sampai kelak kita bersatu kembali bersama Dia. [YWA]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+6:22-24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+6:22-24

Yohanes 6:22-24

22  Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.
23  Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.
24  Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 10 Januari -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab 2

Yohanes 6:22-24

Yohanes 6:22-24 menggambarkan bagaimana orang banyak mencari Yesus setelah mukjizat memberi makan lima ribu orang. Mereka menyadari bahwa Yesus tidak naik perahu bersama murid-murid-Nya, tetapi tetap berada di seberang dan kemudian menghilang.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa banyak orang tertarik kepada Yesus bukan karena pengajaran-Nya, tetapi karena tanda-tanda ajaib yang Ia lakukan. Mereka mencari Yesus dengan harapan mendapatkan lebih banyak berkat jasmani, bukan karena ingin mengenal Dia secara rohani.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang dilihat orang banyak di seberang danau pada keesokan harinya? (22)
2. Dari mana datangnya perahu-perahu lain yang tiba di dekat tempat orang banyak makan roti? (23)
3. Apa yang dilakukan orang banyak ketika mereka tidak menemukan Yesus dan murid-murid-Nya? (24)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Bagaimana seharusnya Anda mencari Yesus sebagai pintu gerbang kepada kebenaran?
2. Apakah Anda mencari karunia atau Sang Pemberi karunia?
3. Mengapa penting untuk tidak menjadikan berkat materi sebagai tujuan utama dalam kehidupan beriman?

Apa respons Anda?
1. Bagaimana Anda akan bersyukur atas kesempatan untuk mencari Yesus dalam kehidupan Anda?
2. Apa yang akan Anda minta dalam doa agar dapat lebih memahami kehendak Tuhan dalam hidup Anda?
3. Apa yang akan Anda lakukan untuk bisa datang kepada-Nya bukan demi apa yang bisa Anda dapatkan dari-Nya, melainkan demi siapa Dia sendiri?

Pokok Doa:
Supaya gereja Tuhan tetap setia dalam mengajarkan kebenaran Injil dan tidak terpengaruh oleh keinginan duniawi.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+6:22-24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+6:22-24

Yohanes 6:22-24

22  Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.
23  Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.
24  Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 10 Januari -- MAZMUR 19:1-7 - MENGAGUMI ALAM SEMESTA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 10 Januari 2026
Bacaan : MAZMUR 19:1-7
Setahun: Kejadian 30-31
Nats: Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya. (Mazmur 19:2)

Renungan:

MENGAGUMI ALAM SEMESTA

Banyak orang berwisata untuk melihat matahari terbit di Gunung Bromo. Mereka tidak memedulikan jarak yang jauh dari tempat tinggal mereka. Lalu naik mobil sewaan yang sering tidak nyaman buat penumpang. Cuaca dingin diantisipasi dengan membawa jaket tebal, syal, sarung tangan, kaos kaki tebal, dan sepatu. Tak lupa membawa pula masker untuk menghadapi debu yang terbawa oleh embusan angin dingin. Pengorbanan itu kecil artinya dibanding saat melihat pemandangan alam yang luar biasa indah di sana.

Bagi pemazmur, alam semesta berkisah tentang karya Allah yang luar biasa tanpa kata-kata. Langit dan cakrawala memberitakan tentang karya Tuhan. Pengetahuan juga disampaikan oleh malam hari. Matahari digambarkan bagaikan pengantin laki-laki yang bersukacita, juga pahlawan yang gagah berani. Tidak ada yang terbebas dari panas teriknya. Gambaran ini memberi kita pengetahuan yang sama sekali bertentangan dengan teori modern tentang asal mula alam semesta, dan juga teori evolusi. Tidaklah mungkin bintang dan planet yang tidak terhitung jumlahnya ini tiba-tiba muncul dengan sendirinya. Keragaman hayati juga terjadi lewat penciptaan Allah yang tidak habisnya diselidiki oleh para ahli.

Jika kita dapat menikmati alam semesta setiap hari, niscaya kita akan mengagumi Allah pencipta segala sesuatu. Kita akan turut memelihara dan tidak mencemari lingkungan kita. Kita perlu turut mendorong agar masyarakat sekitar juga melakukan upaya yang sama. --HEM/www.renunganharian.net
   
KETIKA MENYAKSIKAN ALAM SEMESTA YANG LUAR BIASA, KITA PERLU MENGINGAT AKAN TUHAN SANG PENCIPTA. MARI MEMULIAKAN-NYA MELALUI PEMELIHARAAN LINGKUNGAN KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MAZMUR+19:1-7

MAZMUR 19:1-7

 1  Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (19-2) Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;
 2  (19-3) hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.
 3  (19-4) Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar;
 4  (19-5) tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari,
 5  (19-6) yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya.
 6  (19-7) Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya.
 7  (19-8) Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+30-31
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+30-31

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-RH) 9 Januari -- 1 RAJA-RAJA 17:7-16 - WADI KERIT MENGERING

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 9 Januari 2026
Bacaan : 1 RAJA-RAJA 17:7-16
Setahun: Kejadian 27-29
Nats: Akan tetapi, sesudah beberapa waktu, wadi itu mengering, sebab hujan tidak turun di negeri itu. (1 Raja-raja 17:7)

Renungan:

WADI KERIT MENGERING

Ahab, raja Israel, melakukan kejahatan di mata Tuhan. Ia beribadah kepada Ba'al. Elia, sang nabi, mengancamkan bahwa tidak akan ada embun atau hujan turun. Kemudian oleh petunjuk Tuhan, Elia tinggal bersembunyi di tepi Wadi Kerit di sebelah timur Sungai Yordan. Dari wadi itu, Elia minum. Pada pagi dan petang, burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya (lih. 1Raj. 17:1-6).

Selang beberapa waktu, wadi kerit mengering (ay. 7). Pada saat itu mungkin juga burung-burung gagak berhenti datang membawa makanan. Kembali Elia mendengar petunjuk Tuhan. Ia harus berangkat ke Sarfat di wilayah Sidon dan tinggal di sana. Nanti ada seorang janda yang memberinya makan (ay. 8-9). Faktanya, Tuhan itu Maha Kuasa! Dia dapat mengkhususkan Wadi Kerit. Dia dapat membuat air di dalamnya terus mengalir. Namun, jika demikian sang nabi akan terlena dan berpikir Wadi Keritlah yang menyokong kehidupannya, juga burung-burung gagak. Maka, Tuhan membiarkan wadi itu dalam keadaan sebagaimana mestinya. Tuhan ingin Elia mengingat bahwa Dialah yang memberinya minum dan makanan, atau dengan kata lain Dialah Sang Sumber Kehidupan.

Serupa terjadi pada kita. Adakalanya Tuhan mengizinkan "Wadi Kerit" kehidupan kita mengering. Segala sesuatu tidak berjalan dengan lancar, malahan muncul berbagai kesukaran. Maka, kita yang tadinya terlena sekarang memandang kepada Tuhan. Kita yang tadinya mengira keberhasilan yang selama ini dinikmati ialah karena kemampuan diri sendiri, menjadi paham bahwa semuanya itu dikarenakan Tuhan. Dialah yang memberi penyertaan serta perlindungan. Dialah yang memberkati, menyokong, dan menolong, atau tepatnya Dialah Sang Sumber Kehidupan. --LIN/www.renunganharian.net
   
ACAPKALI KESUKARAN DAPAT MENGEMBALIKAN KESADARAN KITA TERHADAP TUHAN SEBAGAI SUMBER KEHIDUPAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+RAJA-RAJA+17:7-16

1 RAJA-RAJA 17:7-16

 7  Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu.
 8  Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia:
 9  "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan."
10  Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum."
11  Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti."
12  Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
13  Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
14  Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."
15  Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.
16  Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+27-29
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+27-29

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 9 Januari -- Yohanes 6:16-21 - Salah Memahami Kehadiran Tuhan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 9 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 6:16-21

Judul: Salah Memahami Kehadiran Tuhan

Di akhir peristiwa sebelumnya, orang banyak hendak membawa Yesus dengan paksa untuk menjadikan-Nya raja. Ia menolak dan menyingkir ke gunung. Ketika malam tiba, murid-murid Yesus pergi ke danau, menyeberang ke Kapernaum menggunakan perahu (16-17).

Di tengah perjalanan, angin kencang bertiup. Mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu dan mereka ketakutan (18-19). Injil Matius dan Markus menyebutkan bahwa saat itu kira-kira pukul tiga subuh sehingga mereka mengira Yesus adalah hantu. Yesus menenangkan mereka, naik ke perahu, dan mereka pun sampai ke tujuan (20-21).

Kita bisa mengimajinasikan kondisi fisik dan mental para murid yang letih ketika melakukan perjalanan itu. Beberapa yang bukan nelayan bisa jadi panik dan ketakutan. Kondisi itu membuat mereka salah memahami kehadiran Yesus sebagai hantu. Jawaban Yesus bukan hanya memberi ketenangan, tetapi merupakan penyingkapan identitas diri-Nya. Kata 'Ini Aku' (Yunani: Egō Eimi) mengingatkan kepada Keluaran 3:14 ketika TUHAN memperkenalkan diri-Nya kepada Musa. Sebagaimana dahulu Ia hadir menyelamatkan umat Israel, saat ini pun Ia hadir bukan hanya menyelamatkan para murid dari badai, namun seluruh ciptaan-Nya dari maut.

Kisah ini menunjukkan bahwa Tuhan selalu hadir di saat-saat paling sulit, paling berat, dan paling takut kita. Sayangnya, ketika badai hidup menerpa, kita sering lebih dihantui kecemasan dan mengira Ia jauh dan tak hadir.

Seorang hamba Tuhan muda yang melayani di pedalaman Kalimantan Barat mendapat penguatan dari pendeta seniornya: "Di pedalaman, kita berjumpa Tuhan". Benar, melayani di tempat tanpa listrik dan sinyal, dengan kondisi jalan tanah yang hancur, penuh dengan roh-roh di udara, jauh dari kemewahan perkotaan, justru membuat kehadiran Tuhan makin nyata dirasakan.

Kehadiran Tuhan tidak selalu membuat badai berhenti, namun kehadiran-Nya menjamin kita sampai ke tujuan yang telah Ia tetapkan bagi kita. Karena itu, undanglah Tuhan ke dalam 'perahu' hidup kita! [YWA]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+6:16-21
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+6:16-21

Yohanes 6:16-21

16  Dan ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu
17  dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka,
18  sedang laut bergelora karena angin kencang.
19  Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka.
20  Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Aku ini, jangan takut!"
21  Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 8 Januari -- AYUB 26, - MENAKJUBKANNYA ALKITAB

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 8 Januari 2026
Bacaan : AYUB 26,
Setahun: Kejadian 25-26
Nats: YESAYA 40:21-26 "Allah membentangkan langit utara di atas kekosongan, dan menggantungkan bumi pada kehampaan." Dialah yang bertakhta di atas lingkaran bumi yang penduduknya seperti belalang. (Ayub 26:7; Yesaya 40:22a)

Renungan:

MENAKJUBKANNYA ALKITAB

Kapankah kitab Ayub ditulis? Menurut penafsiran yang lebih tradisional, kitab Ayub diperkirakan ditulis pada tahun 1400 SM. Itu zaman yang sangat tua. Jauh sekali jarak waktunya sebelum adanya penemuan hukum gravitasi Isaac Newton yang hidup pada abad ketujuh belas dan delapan belas masehi. Ataupun Copernicus, astronom yang menemukan teori mengenai matahari sebagai pusat tata surya dan planet-planet mengelilinginya, pada abad kelimabelas masehi. Namun, Ayub sudah menyebutkan bahwa "bumi bergantung pada kehampaan" jauh sebelum adanya teleskop, apalagi satelit.

Kitab Yesaya tak kalah menakjubkan. Ditulis pada sekitar 740-701 SM, menyebutkan bahwa bumi berbentuk lingkaran. Ini jauh sebelum Christopher Columbus menemukan benua Amerika pada abad kelimabelas masehi. Penemuan Columbus membuktikan bahwa bumi itu bulat. Meskipun demikian, baik kitab Ayub maupun Yesaya tidak berhenti pada pengetahuan umum saja. Mereka langsung mengaitkannya dengan Allah. Dialah pencipta dan penguasa langit dan bumi.

Kita tidak boleh memperlakukan Alkitab sebagai buku teks ilmu pengetahuan (sains). Tugas manusialah yang mencari dan menemukan rahasia alam ciptaan Tuhan (Ams. 25:2). Dengan demikian, sains dibutuhkan untuk mengungkap rahasia alam. Juga sebagai dasar penemuan ciptaan manusia dalam bentuk pengetahuan dan teknologi. Sedangkan Alkitab adalah firman Allah yang luar biasa. Dua kutipan ayat di atas sekadar membuktikan bahwa Alkitab bukan kumpulan dongeng. Tidak ada alasan kita untuk tidak memercayai Alkitab. --HEM/www.renunganharian.net
   
SAINS BERGUNA UNTUK MENGUNGKAP RAHASIA ALAM. ALKITAB UNTUK MENUNJUKKAN KEMAHAKUASAAN DAN KEAJAIBAN TUHAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?AYUB+26,

AYUB 26,

 1  Tetapi Ayub menjawab:
 2  "Alangkah baiknya bantuanmu kepada yang tidak kuat, dan pertolonganmu kepada lengan yang tidak berdaya!
 3  Alangkah baiknya nasihatmu kepada orang yang tidak mempunyai hikmat, dan pengertian yang kauajarkan dengan limpahnya!
 4  Atas anjuran siapakah engkau mengucapkan perkataan-perkataan itu, dan gagasan siapakah yang kaunyatakan?
 5  Roh-roh di bawah menggeletar, demikian juga air dan penghuninya.
 6  Dunia orang mati terbuka di hadapan Allah, tempat kebinasaanpun tidak ada tutupnya.
 7  Allah membentangkan utara di atas kekosongan, dan menggantungkan bumi pada kehampaan.
 8  Ia membungkus air di dalam awan-Nya, namun awan itu tidak robek.
 9  Ia menutupi pemandangan takhta-Nya, melingkupinya dengan awan-Nya.
10  Ia telah menarik garis pada permukaan air, sampai ujung perbatasan antara terang dan gelap;
11  tiang-tiang langit bergoyang-goyang, tercengang-cengang oleh hardik-Nya.
12  Ia telah meneduhkan laut dengan kuasa-Nya dan meremukkan Rahab dengan kebijaksanaan-Nya.
13  Oleh nafas-Nya langit menjadi cerah, tangan-Nya menembus ular yang tangkas.
14  Sesungguhnya, semuanya itu hanya ujung-ujung jalan-Nya; betapa lembutnya bisikan yang kita dengar dari pada-Nya! Siapa dapat memahami guntur kuasa-Nya?"

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+25-26
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+25-26

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 8 Januari -- Yohanes 6:1-15 - Mukjizat di Tengah Keterbatasan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 8 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 6:1-15

Judul: Mukjizat di Tengah Keterbatasan

Secara narasi, kisah ini merupakan kelanjutan perjalanan Yesus dari Yerusalem. Yesus pergi ke seberang Danau Galilea (1). Di sana orang banyak mengikuti-Nya karena ingin melihat mukjizat-Nya (2).

Melihat orang banyak, Yesus bertanya kepada Filipus tentang kemungkinan untuk membelikan mereka makanan (3-6). Filipus menyatakan bahwa secara ekonomi tidak mungkin untuk melakukannya (7). Lalu, Andreas menunjukkan seorang anak yang memiliki lima roti dan dua ikan (8-9). Dan melalui kuasa Tuhan Yesus, semua orang kenyang, bahkan tersisa dua belas bakul (10-13).

Mukjizat Yesus terjadi dalam bentuk pelipatgandaan lima roti dan dua ikan. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Yesus peduli terhadap kebutuhan holistik manusia, termasuk kebutuhan fisik yang mendasar. Ia tidak seperti para rabi saat itu yang berfokus pada dogma dan ajaran dan tidak peduli dengan kebutuhan dasar umat.

Yesus memperlihatkan bahwa keterbatasan manusia bukanlah penghalang bagi kuasa Tuhan. Dalam situasi yang tampaknya mustahil, Tuhan tetap mencukupi kebutuhan umat-Nya. Yesus mengucap syukur sebelum membagikan makanan; tindakan ini mengajarkan tentang sikap bersyukur atas apa yang ada, sekecil apa pun, dapat membawa kelimpahan. Berbagi dengan sesama menjadi kunci dalam menghadapi keterbatasan. Lima roti dan dua ikan jelas tidak cukup, tetapi di tangan Tuhan, lima roti dan dua ikan menjadi berkat bagi banyak orang.

Kepedulian Yesus hendaknya membuka keyakinan kita akan pemeliharaan Tuhan. Dalam hidup ini, kita punya banyak keterbatasan. Tak jarang kita seperti Filipus yang berfokus pada keterbatasan yang ada sehingga menjadi skeptis dan lupa bahwa Tuhan mampu melakukan mukjizat menurut kehendak-Nya.

Sikap yang paling penting adalah menyerahkan semua keterbatasan kita kepada Tuhan, dan percaya bahwa Tuhan pasti mencukupkan kebutuhan kita. Keterbatasan bukanlah akhir, melainkan kesempatan untuk mengalami kuasa dan pemeliharaan Tuhan. [YWA]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+6:1-15
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+6:1-15

Yohanes 6:1-15

 1  Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias.
 2  Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.
 3  Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya.
 4  Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.
 5  Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?"
 6  Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.
 7  Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja."
 8  Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya:
 9  "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"
10  Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.
11  Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.
12  Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang."
13  Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.
14  Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia."
15  Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 7 Januari -- 2 KORINTUS 3:1-6 - PEKERJAAN ALLAH

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 7 Januari 2026
Bacaan : 2 KORINTUS 3:1-6
Setahun: Kejadian 22-24
Nats: Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri. Tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. (2 Korintus 3:5)

Renungan:

PEKERJAAN ALLAH

Ada yang merasa bisa, lantas menjadi sombong dengan keahliannya. Berusaha menunjukkan prestasinya kepada semua orang demi mendapat pengakuan. Namun, ada pula yang merasa tidak bisa melakukan apa-apa, sampai-sampai selalu menolak setiap kali dipercaya melakukan sesuatu.

Terhadap kesaksiannya yang terkesan memuji diri sendiri, Paulus memberikan pembelaan. Ia bermaksud menyatakan ketulusan hatinya kepada jemaat Korintus karena ada beberapa orang yang ingin menghancurkan nama baiknya. Paulus menegaskan bahwa ia tidak mengharapkan pujian dari jemaat, pun kesaksian tertulis seperti yang dikehendaki oleh rasul-rasul dan guru-guru palsu. Alih-alih pujian, tidak ada hal yang lebih menyenangkan daripada keberhasilan pelayanan yang nyata dalam semangat dan kehidupan orang-orang yang dilayaninya. Paulus juga mengatakan bahwa kesanggupannya adalah pekerjaan Allah. Artinya, Paulus mengakui bahwa selalu ada pertolongan Allah di setiap hal yang mampu ia lakukan.

Dengan mengingat bahwa Tuhan senantiasa turut bekerja, tak pantaslah kita menjadi sombong saat mampu melakukan hal yang tampak besar. Mengingat bahwa pekerjaan Tuhanlah di balik setiap keberhasilan kita, sudah semestinya kita menjauhkan diri dari keinginan untuk mencari pengakuan dan sanjungan. Demikian pula, tak pantas kita memiliki rasa rendah diri yang berlebihan saat dipercaya melakukan tugas panggilan melayani Tuhan. Karena ketika kita mau menyediakan diri, Tuhan pasti memberkati. Demikianlah kita memberikan kemuliaan bagi nama Tuhan. --EBL/www.renunganharian.net
   
JANGAN MELUPAKAN TUHAN DENGAN MENJADI TINGGI HATI. JANGAN MERAGUKAN TUHAN DENGAN MENJADI RENDAH DIRI.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+KORINTUS+3:1-6

2 KORINTUS 3:1-6

 1  Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu?
 2  Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.
 3  Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.
 4  Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus.
 5  Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.
 6  Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+22-24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+22-24

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]