(e-RH) 6 April -- FILIPI 2:1-11 - DI SANA KITA MENDENGAR

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 6 April 2026
Bacaan : FILIPI 2:1-11
Setahun: 2 Samuel 4-7
Nats: Yang walapun dalam rupa Allah tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dalam keadaan sebagai manusia. (Filipi 2:6-7)

Renungan:

DI SANA KITA MENDENGAR

Karena dosa-dosa, kita semua dikuasai kebinasaan. Kita tidak mampu membebaskan diri. Hanya ada satu jalan yang memungkinkan kita bisa selamat, yakni jika Tuhan berkenan turun menyelamatkan kita. Dan, itulah yang Tuhan lakukan: Kristus, Allah Yang Maha Tinggi itu, mengosongkan diri, menanggalkan kemuliaan-Nya, merendahkan diri menjadi manusia untuk menyelamatkan kita.

Karya Kristus yang mengosongkan diri itu menunjukkan kepada kita bahwa hanya yang tinggi yang bisa turun demi yang rendah, hanya yang kuat yang bisa mengalah bagi yang lemah. Karya Kristus itu juga menyadarkan kita pada kenyataan bahwa hanya yang mampu berjalan cepat yang bisa menunggu; hanya yang bebas yang bisa mengikatkan diri.

Apa arti semua itu bagi kita?

Di sekitar kita, banyak orang yang hidup jelata di bawah, yang lemah tak berdaya, yang hanya bisa beringsut lambat, yang terpasung pelbagai belenggu. Dalam Kristus yang mengosongkan diri itu, kita mendengar ajakan agar siapa pun ada di tempat tinggi mau turun bagi mereka yang jelata di bawah, agar mereka yang kuat rela mengalahkan diri bagi mereka yang lemah, agar orang yang mampu berlari cepat bersedia menunggu mereka yang hanya bisa beringsut lambat, agar mereka yang bebas bersedia mengikatkan diri pada kewajiban-kewajiban moral demi sesama yang terikat pelbagai belenggu.

Memandang Kristus yang mengosongkan diri itu, tergerakkah kita untuk berbelas kasihan kepada mereka yang patut dibelaskasihani? Tuhan mendengar pengakuan yang kita katakan dalam hati. --EE/www.renunganharian.net
   
BELAS KASIHAN KEPADA MEREKA YANG LEMAH ADALAH TANDA KEAGUNGAN.-MYLES MUNROE

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?FILIPI+2:1-11

FILIPI 2:1-11

 1  Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,
 2  karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,
 3  dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;
 4  dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
 5  Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
 6  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
 7  melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
 8  Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
 9  Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
10  supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
11  dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Samuel+4-7
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Samuel+4-7

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 6 April -- Yohanes 20:11-18 - Jangan Salah Fokus!

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 6 April 2026
Ayat SH: Yohanes 20:11-18

Judul: Jangan Salah Fokus!

Maria Magdalena tidak dapat menyembunyikan kesedihannya. Ia berdiri di luar kubur itu dan terus menangis (11, 13, 15). Tangisnya jelas: Yesus yang dikasihinya telah mati, dan terlebih lagi mayat-Nya tidak ada di tempatnya. Dalam pikirannya, tubuh Yesus telah "diambil orang" (15). Itulah yang memenuhi benaknya.

Bahkan ketika dua malaikat menyapanya, Maria tetap terpaku pada kehilangannya. Dan yang lebih menggetarkan adalah ketika Yesus sendiri berdiri di belakangnya, Maria tetap tidak mengenali (14). Fokus Maria hanya pada satu hal: "Di mana engkau meletakkan Dia?"

Ia baru mengenali Yesus ketika namanya dipanggil, "Maria!" (16). Dalam sekejap, air matanya berhenti, ia menjadi mengerti, dan bersukacita. Katanya, "Rabuni", artinya Guru, sebutan yang bersifat personal.

Seperti Maria, kita pun sering salah fokus. Dalam kehilangan, kita hanya melihat apa yang hilang dan gagal melihat siapa yang hadir. Ketika masalah terjadi, kita mengira Tuhan tidak ada, padahal Ia berdiri dekat dengan kita. Dalam kesedihan, kita mengira semuanya telah berakhir, padahal permulaan baru saja terjadi.

Paskah adalah tentang perjumpaan pribadi antara Yesus yang bangkit dan manusia yang percaya. Yesus yang bangkit menyatakan diri-Nya kepada setiap orang yang berlinang air mata, yang berada di balik kabut kehilangan, atau bahkan yang sedang ditimpa reruntuhan keputusasaan. Yesus memalingkan fokus kita dari kehilangan dan duka menjadi kehadiran akan kuasa-Nya.

Maria ingin memegang Yesus erat-erat, tetapi Yesus memberinya panggilan yang lebih besar: "Pergilah kepada saudara-saudara-Ku" (17). Paskah bukan hanya tentang penghiburan pribadi, tetapi juga pengutusan. Fokus kita adalah menyampaikan berita kepada orang lain tentang kebangkitan Yesus. Seperti Maria, kita diutus untuk menyampaikan pesan yang jelas dan personal, "Aku telah melihat Tuhan!" Artinya, kita tidak hanya menyampaikan gagasan teologis, melainkan pengalaman bersama Yesus yang bangkit. Ingat, jangan salah fokus! [JMH]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+20:11-18
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+20:11-18

Yohanes 20:11-18

11  Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,
12  dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.
13  Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."
14  Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
15  Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."
16  Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.
17  Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."
18  Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 5 April -- MATIUS 28:1-15 - KEBANGKITAN BUKAN KONSPIRASI

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 5 April 2026
Bacaan : MATIUS 28:1-15
Setahun: 2 Samuel 1-3
Nats: Dan berkata, "Kamu harus mengatakan bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur." (Matius 28:13)

Renungan:

KEBANGKITAN BUKAN KONSPIRASI

Memercayai bahwa seorang yang sudah mati menjadi hidup kembali tentu tidak mudah. Itu bertentangan dengan hukum alam. Tak bisa dijelaskan oleh nalar atau logika manusia. Secara alamiah, ketika seseorang mengalami kematian maka proses pembusukan segera dimulai. Itu sebabnya, banyak orang tidak percaya terhadap kebangkitan Yesus setelah Dia dikuburkan. Mereka lalu mengarang atau menduga-duga alasan yang sepertinya masuk akal.

Saksi mata mencatat bahwa kubur Yesus disegel serta dijaga oleh pasukan tentara Roma. Ide itu diajukan oleh para pemimpin Yahudi kepada Pilatus, sang gubernur, untuk mengantisipasi dicurinya mayat Yesus lalu para murid mengeklaim bahwa Dia telah bangkit (Mat. 27:62-66). Namun, kebangkitan Kristus memang bukanlah peristiwa alamiah. Itu bukan perbuatan manusia. Melainkan karena kuasa Allah, Sang Pencipta kehidupan. Kebangkitan Kristus ditandai dengan gempa bumi yang hebat serta malaikat yang menggulingkan batu penutup kubur. Para penjaga melihatnya dengan sangat ketakutan. Namun, sogokan dengan sejumlah uang membuat mereka mengikuti skenario dusta serta konspirasi jahat.

Hingga saat ini, banyak orang meragukan kebangkitan Kristus sekalipun begitu melimpah bukti pendukungnya. Sebaliknya, bagi para pengikut-Nya tidak ada keraguan mengenai hal itu. Mereka mengalami perjumpaan yang nyata dengan Dia, dalam berbagai cara dan peristiwa selama 40 hari (Kis. 1:3). Mereka pun berani bersaksi tentang Kristus. Mereka juga menjalani hidup yang benar seturut pengajaran Kristus. Saat ini, kita yang telah mengalami perjumpaan dengan Kristus juga kiranya menjalani hidup yang akan menuntun semakin banyak orang beriman kepada-Nya. --HT/www.renunganharian.net
   
MENGALAMI PERJUMPAAN DENGAN KRISTUS YANG BANGKIT MEMAMPUKAN KITA MENJALANI HIDUP YANG BENAR SETURUT KEHENDAK-NYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/05/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MATIUS+28:1-15

MATIUS 28:1-15

 1  Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.
 2  Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.
 3  Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.
 4  Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.
 5  Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.
 6  Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.
 7  Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu."
 8  Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
 9  Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
10  Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."
11  Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.
12  Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu
13  dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.
14  Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."
15  Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Samuel+1-3
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Samuel+1-3

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 5 April -- Yohanes 20:1-10 - Melihat dan Percaya

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 5 April 2026
Ayat SH: Yohanes 20:1-10

Judul: Melihat dan Percaya

Fokus narasi ini adalah pengalaman Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus (3-8). Maria Magdalena menyaksikan bahwa batu penutup kubur telah bergeser.

Ia menyimpulkan "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya." Namun, pengalaman kedua murid itu menunjukkan hal lain.

Keduanya segera berlari ke kubur. Di dalam kuburan, mereka tak menemukan tubuh Yesus. Yang ada-dua kali dicatat-kain kafan terletak di situ dan kain peluh yang semula ada di kepala Yesus terlipat rapi dan terletak di tempat tersendiri (5-7). Fakta ini menunjukkan bahwa Yesus tidak diambil orang melainkan bangkit dengan kuasa ajaib.

Ketika murid yang lain itu masuk, "ia melihatnya dan percaya" (8). Dalam Kitab Injil Yohanes, ada hubungan antara "melihat" dan "percaya", antara lain dikatakan, Yohanes Pembaptis melihat Roh turun dan tinggal di atas Yesus serta bersaksi, "Ia inilah Anak Allah" (1:29-34). Natanael melihat Yesus lalu mengucapkan, "Rabi, Engkau Anak Allah!" (1:45-51). Setelah melihat Yesus, orang-orang Samaria berkata, "Kami tahu bahwa Dia benar-benar Juruselamat dunia" (4:28-30, 39-42). Di satu sisi, Yesus menegur orang banyak karena "Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya" (6:36), di sisi lain, Ia menyembuhkan orang buta yang melihat dan menyembah-Nya, "Aku percaya, Tuhan!" (9:35-39).

Tokoh-tokoh di atas melihat Yesus secara fisik, baru kemudian percaya. Berbeda dari mereka, murid yang lain itu melihat kubur kosong, lalu percaya. Ia percaya bukan karena ia melihat Yesus hidup, tetapi karena ia tahu Yesus sudah mengatakan bahwa Ia akan bangkit. Kubur kosong meneguhkan perkataan Yesus! Ini paradigma iman yang mendasar: percaya tanpa harus melihat secara fisik. Percaya tidak bergantung pada pengalaman indra, melainkan pada kesaksian dan kebenaran yang dapat dipercaya.

Semua orang yang melihat dengan iman dan percaya bahwa Yesus Kristus benar-benar hidup, disalibkan, mati, dikuburkan, lalu bangkit akan memperoleh hidup yang kekal. [JMH]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/05/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+20:1-10
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+20:1-10

Yohanes 20:1-10

 1  Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.
 2  Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."
 3  Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.
 4  Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.
 5  Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.
 6  Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,
 7  sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.
 8  Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.
 9  Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.
10  Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 4 April -- YOHANES 19:28-30 - BENAR-BENAR HIDUP

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 4 April 2026
Bacaan : YOHANES 19:28-30
Setahun: 1 Samuel 28-31
Nats: Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia, "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. (Yohanes 19:30)

Renungan:

BENAR-BENAR HIDUP

Manusia termasuk salah satu makhluk hidup yang mendiami bumi. Mereka duduk, berdiri, berjalan, melompat, atau berlari. Manusia dikatakan "hidup" karena adanya embusan napas dari hidung. Diamati sebagian manusia tidak bersemangat menjalani hidup. Penyebabnya ialah keputusasaan. Mungkin telah dialami kehancuran rumah tangga atau kebangkrutan usaha. Atau mungkin telah didengar vonis penyakit mematikan dari dokter. Tiada lagi sesuatu yang menyenangkan untuk diharapkan terjadi di masa depan. Ibaratnya mereka hidup seakan sudah mati. Sekadar hidung mengembus napas, tetapi tidak lagi merasakan antusias saat duduk, berdiri, berjalan, melompat, atau berlari.

Serupa keadaan manusia saat jatuh ke dalam dosa. Mereka dilanda keputusasaan karena yang tampak di depan mata hanyalah maut. Syukur kepada Allah, Dia merancangkan karya keselamatan (lih. Kej. 3:15). Allah merelakan Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal untuk turun ke dunia dan menanggung segenap dosa manusia dengan mati di atas kayu salib. Dari atas salib itu terdengar Yesus berseru, "Sudah selesai, " yang artinya telah terlaksana karya keselamatan dari Allah. Detik itu juga manusia merasakan hidup yang benar-benar hidup. Terbentang harapan akan sesuatu yang sangat menyenangkan terjadi di masa depan, yakni kehidupan kekal.

Maut adalah jurang keputusasaan yang paling dalam. Namun, Yesus telah mengangkat kita dari sana. Mustahil Dia tidak memiliki kesanggupan untuk melepaskan kita dari pergumulan hidup. Sadari akan kebenaran ini dan kembalilah bersemangat. Apa pun kesukaran yang kini terjadi, serahkan saja kepada Tuhan di dalam doa. Harapkan mukjizat yang pasti dinyatakan oleh Tuhan, dan sesudahnya mari kita hidup secara benar-benar hidup. --LIN/www.renunganharian.net
   
YESUS MATI UNTUK MEMBERIKAN KEPADA KITA KEHIDUPAN YANG PENUH PENGHARAPAN, SEMANGAT, DAN SUKACITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YOHANES+19:28-30

YOHANES 19:28-30

28  Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia--supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci--:"Aku haus!"
29  Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
30  Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+28-31
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Samuel+28-31

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 4 April -- Yohanes 19:38-42 - Di Balik Keheningan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 4 April 2026
Ayat SH: Yohanes 19:38-42

Judul: Di Balik Keheningan

Tetiba suasana sore itu menjadi hening. Teriakan sirna. Kerumunan pergi. Golgota sunyi, Yesus dan kedua orang di sebelahnya telah mati. Namun, dua orang mendekati salib Yesus: Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus.

Setelah mendapatkan izin dari Pilatus, Yusuf menurunkan mayat Yesus (38). Nikodemus datang membawa campuran minyak mur dan minyak gaharu kira-kira 30 kg beratnya (39). Mereka pun memperlakukan mayat Yesus menurut adat orang Yahudi dan menguburkan-Nya di gua kubur yang baru (40-42).

Penguburan-sesuai tradisi Yahudi-adalah ungkapan kasih dan hormat. Pada umumnya, penjahat yang tersalib dibiarkan membusuk di atas salib atau dikubur di kuburan massal. Namun, kedua tokoh ini ingin memberikan penguburan yang layak bagi Yesus. Menurut tradisi, kubur kosong yang baru hanya dimiliki kaum bangsawan dan campuran minyak kira-kira 30 kg adalah berat yang dipakai untuk menguburkan anggota kerajaan atau bangsawan. Tindakan mereka menjadi pemenuhan hukum Taurat (Ul. 21:22-23) dan penggenapan nubuat Perjanjian Lama (Yes. 53:9).

Keduanya berasal dari kelompok yang terpandang (lih. Luk. 23:50; Yoh. 3:1) dan memanfaatkan keistimewaan itu untuk melakukan yang terbaik kepada Yesus. Namun, yang paling menyentuh bukan hanya tindakan mereka, melainkan suasana di mana tindakan itu dilakukan. Mereka tidak datang ketika Yesus dielu-elukan orang banyak. Mereka hadir saat Yesus mati, saat tidak ada lagi mukjizat, saat semuanya diam. Iman dan kesetiaan mereka tidak dinyatakan di tengah keramaian atau dipengaruhi oleh keramaian.

Apa yang mereka tunjukkan menjadi kritik bagi iman dan kesetiaan kita, murid Tuhan masa kini. Janganlah kita sibuk melayani, tetapi tidak rindu berdoa secara intim dan merenungkan firman-Nya. Gantilah kebiasaan melayani supaya dipuji orang lain menjadi melayani dalam ketulusan sekalipun minim pujian.

Dalam keheningan Sabtu Teduh ini, kiranya iman dan kesetiaan kita tidak senyap, tetapi terus kita nyatakan melalui tindakan riil kita. [JMH]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+19:38-42
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+19:38-42

Yohanes 19:38-42

38  Sesudah itu Yusuf dari Arimatea--ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi--meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu.
39  Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya.
40  Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat.
41  Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang.
42  Karena hari itu hari persiapan orang Yahudi, sedang kubur itu tidak jauh letaknya, maka mereka meletakkan mayat Yesus ke situ.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 4 April -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

Yohanes 19:38-42

Kuburan merupakan tempat yang suram, yang penuh kesedihan dan keputusasaan. Setiap kali kita datang ke kuburan, kita diingatkan akan kematian, bahwa tak ada manusia yang dapat meluputkan diri dari kematian. Di ujung kehidupan dan perjuangan hidup kita, segala yang di bumi berakhir bagi kita. Kuburan sering kali menjadi tempat di mana kita berduka dan kehilangan semangat.

Uniknya, dalam perikop ini, kuburan justru menjadi latar di mana iman dan kesetiaan diungkapkan. Melalui kematian Yesus, ada penghormatan yang diberikan oleh dua orang murid-Nya. Setelah kematian-Nya pun, masih ada harapan yang mengisi hati mereka. Kita melihat hal ini melalui sejumlah tindakan yang mereka lakukan bagi Yesus.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa permintaan Yusuf dari Arimatea, dan apa yang ia lakukan setelah permintaannya dikabulkan? (38)
2. Siapa yang datang juga, dan apa yang ia bawa? (39)
3. Apa yang mereka lakukan dengan mayat Yesus? (40)
4. Apa yang ada di dekat tempat penyaliban Yesus? (41)
5. Di mana Yesus diletakkan, dan mengapa? (42)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apa salah satu tanda yang menunjukkan bahwa seseorang telah menjadi murid Yesus yang sejati?
2. Bagaimana kedudukan dan kekayaan dapat digunakan untuk memuliakan Tuhan?
3. Seberapa besar dedikasi yang mereka berikan bagi Yesus?

Apa respons Anda?
1. Apa yang dapat Anda lakukan sebagai dedikasi Anda terhadap Tuhan Yesus?
2. Bagaimana Anda akan memperlihatkan iman dan kesetiaan Anda kepada Allah melalui tindakan Anda terhadap sesama?

Pokok Doa:
Puji syukur atas pengorbanan Yesus melalui kematian-Nya yang sudah menebus kita dan memberi kita hidup kekal.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+19:38-42
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+19:38-42

Yohanes 19:38-42

38  Sesudah itu Yusuf dari Arimatea--ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi--meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu.
39  Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya.
40  Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat.
41  Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang.
42  Karena hari itu hari persiapan orang Yahudi, sedang kubur itu tidak jauh letaknya, maka mereka meletakkan mayat Yesus ke situ.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

Selamat Menghayati Jumat Agung dan Merayakan Paskah 2026!

Posted On // Leave a Comment
 
Selamat Memperingati Jumat Agung & Merayakan Paskah 2026
Anda terdaftar dengan alamat: stefanus.777.renungan@blogger.com.
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi e‑Renungan Harian.
Kontak | Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
© 2026 – Yayasan Lembaga SABDA
[Read more]