e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 12 Februari 2026
Bacaan : LUKAS 22:24-38
Setahun: Bilangan 3-4
Nats: "... jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu." (Lukas 22:32b)
Renungan:
SETELAH INSAF
Ketika suatu pertengkaran terjadi, kita sering berharap agar konflik itu bisa dibereskan sesegera mungkin. Namun, harapan sering kali jauh dari kenyataan. Tak jarang pertengkaran itu justru melebar ke mana-mana, berlarut-larut dan mengakibatkan luka yang semakin dalam. Jika kedua belah pihak tidak bersedia memperbaiki diri, atau tidak berinisiatif untuk mencari solusi damai, pertengkaran akan merusak, bahkan memutus hubungan yang sebelumnya terjalin dengan baik.
Pada malam sebelum Yesus ditangkap lalu kemudian disalibkan, para murid-Nya justru sibuk bertengkar. Mereka mempersoalkan siapa yang dapat dianggap terbesar di antara mereka. Sungguh memprihatinkan! Mereka bukannya fokus pada sengsara yang dihadapi Kristus, malah sibuk dengan diri sendiri. Sangat egois. Mereka justru berebut pengakuan tentang siapa yang perannya paling penting sehingga ia pantas menjadi pemimpin setelah Yesus tak lagi bersama mereka. Petrus bahkan sesumbar bahwa ia rela mati bersama Yesus.
Entah apa yang Yesus rasakan saat itu. Ia lalu mengajar mereka bahwa untuk menjadi pemimpin, mereka harus rela melayani. Merendahkan diri. Menganggap yang lain lebih utama. Begitulah murid-murid Kristus seharusnya menjalani hidup. Dan Yesus memberi mereka waktu untuk merenungkannya. Kelak, setelah mereka mengerti, mereka akan insaf. Bertobat. Berbalik ke jalan yang seharusnya. Saat momen itu terjadi, Yesus memerintahkan agar Petrus menguatkan para murid lainnya. Walau ditujukan pada Petrus, tetapi pesan ini berlaku bagi kita semua agar menyadari kebenaran perintah Kristus lalu rela berdamai serta berkomitmen melayani Dia. --HT/www.renunganharian.net
KRISTUS SABAR MENANTI HINGGA KITA INSAF LALU KEMBALI KE JALAN-NYA DENGAN SESAL PENUH MAAF.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/02/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?LUKAS+22:24-38
LUKAS 22:24-38
24 Terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka.
25 Yesus berkata kepada mereka: "Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung.
26 Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.
27 Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.
28 Kamulah yang tetap tinggal bersama-sama dengan Aku dalam segala pencobaan yang Aku alami.
29 Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku,
30 bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
31 Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,
32 tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."
33 Jawab Petrus: "Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!"
34 Tetapi Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku."
35 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?"
36 Jawab mereka: "Suatupun tidak." Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.
37 Sebab Aku berkata kepada kamu, bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi pada-Ku: Ia akan terhitung di antara pemberontak-pemberontak. Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi."
38 Kata mereka: "Tuhan, ini dua pedang." Jawab-Nya: "Sudah cukup."
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Bilangan+3-4
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Bilangan+3-4
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 12 Februari 2026
Bacaan : LUKAS 22:24-38
Setahun: Bilangan 3-4
Nats: "... jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu." (Lukas 22:32b)
Renungan:
SETELAH INSAF
Ketika suatu pertengkaran terjadi, kita sering berharap agar konflik itu bisa dibereskan sesegera mungkin. Namun, harapan sering kali jauh dari kenyataan. Tak jarang pertengkaran itu justru melebar ke mana-mana, berlarut-larut dan mengakibatkan luka yang semakin dalam. Jika kedua belah pihak tidak bersedia memperbaiki diri, atau tidak berinisiatif untuk mencari solusi damai, pertengkaran akan merusak, bahkan memutus hubungan yang sebelumnya terjalin dengan baik.
Pada malam sebelum Yesus ditangkap lalu kemudian disalibkan, para murid-Nya justru sibuk bertengkar. Mereka mempersoalkan siapa yang dapat dianggap terbesar di antara mereka. Sungguh memprihatinkan! Mereka bukannya fokus pada sengsara yang dihadapi Kristus, malah sibuk dengan diri sendiri. Sangat egois. Mereka justru berebut pengakuan tentang siapa yang perannya paling penting sehingga ia pantas menjadi pemimpin setelah Yesus tak lagi bersama mereka. Petrus bahkan sesumbar bahwa ia rela mati bersama Yesus.
Entah apa yang Yesus rasakan saat itu. Ia lalu mengajar mereka bahwa untuk menjadi pemimpin, mereka harus rela melayani. Merendahkan diri. Menganggap yang lain lebih utama. Begitulah murid-murid Kristus seharusnya menjalani hidup. Dan Yesus memberi mereka waktu untuk merenungkannya. Kelak, setelah mereka mengerti, mereka akan insaf. Bertobat. Berbalik ke jalan yang seharusnya. Saat momen itu terjadi, Yesus memerintahkan agar Petrus menguatkan para murid lainnya. Walau ditujukan pada Petrus, tetapi pesan ini berlaku bagi kita semua agar menyadari kebenaran perintah Kristus lalu rela berdamai serta berkomitmen melayani Dia. --HT/www.renunganharian.net
KRISTUS SABAR MENANTI HINGGA KITA INSAF LALU KEMBALI KE JALAN-NYA DENGAN SESAL PENUH MAAF.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/02/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?LUKAS+22:24-38
LUKAS 22:24-38
24 Terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka.
25 Yesus berkata kepada mereka: "Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung.
26 Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.
27 Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.
28 Kamulah yang tetap tinggal bersama-sama dengan Aku dalam segala pencobaan yang Aku alami.
29 Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku,
30 bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
31 Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,
32 tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."
33 Jawab Petrus: "Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!"
34 Tetapi Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku."
35 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?"
36 Jawab mereka: "Suatupun tidak." Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.
37 Sebab Aku berkata kepada kamu, bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi pada-Ku: Ia akan terhitung di antara pemberontak-pemberontak. Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi."
38 Kata mereka: "Tuhan, ini dua pedang." Jawab-Nya: "Sudah cukup."
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Bilangan+3-4
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Bilangan+3-4
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA