(e-RH) 16 Mei -- KISAH PARA RASUL 6:1-7 - JANGAN SAMPAI TERABAIKAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 16 Mei 2026
Bacaan : KISAH PARA RASUL 6:1-7
Setahun: 2 Tawarikh 21-24
Nats: Kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata, "Tidak baik jika kami melalaikan firman Allah untuk melayani meja." (Kisah Para Rasul 6:2)

Renungan:

JANGAN SAMPAI TERABAIKAN

Seorang wanita yang berprofesi sebagai perias jenazah mengungkapkan suara hatinya, khususnya ketika pernah menangani jenazah dari keluarga miskin yang ditolak oleh gereja. Mendengar penuturannya, seperti ada kesedihan yang terpancar dari suaranya, sekaligus menyesalkan kurangnya kepekaan gereja kepada kaum papa. Suatu ungkapan kegelisahan yang tampaknya perlu disuarakan dengan kuat ke setiap gereja, terlebih kalau kita mengingat bahwa kaum papa mendapat perhatian dari para rasul pada masa gereja mula-mula.

Para rasul pada zaman gereja mula-mula pernah diprotes karena pelayanan terhadap orang-orang miskin terabaikan. Untunglah kondisi ini tak berlangsung lama karena para rasul merespons dengan menunjuk tujuh orang untuk menjalankan peran diakonia, supaya kebutuhan orang-orang miskin dapat terpenuhi. Ungkapan "tidak baik kami melalaikan firman Allah untuk melayani meja" juga menunjukkan bahwa keseimbangan tetap diperlukan antara pentingnya umat Allah menerima pengajaran yang sehat dan pelayanan diakonia bagi jemaat yang memang harus mendapat perhatian bersama. Tujuannya jelas, supaya setiap orang dapat terlayani dengan baik, tak hanya dalam perkara rohani.

Sampai hari ini, panggilan Tuhan tetap sama supaya gereja menaruh kepedulian kepada mereka yang terbatas secara ekonomi. Inilah bentuk "kabar baik bagi orang miskin" seperti yang pernah Yesus sampaikan (Mat. 11:5). Suatu cara hidup Ilahi yang telah dimulai pada masa gereja mula-mula, yang perlu terus dipelihara oleh gereja pada akhir zaman ini. --GHJ/www.renunganharian.net
   
MEREKA YANG DIABAIKAN OLEH MANUSIA NISCAYA TETAP DIPERHATIKAN OLEH ALLAH.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KISAH+PARA+RASUL+6:1-7

KISAH PARA RASUL 6:1-7

 1  Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari.
 2  Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja.
 3  Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu,
 4  dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman."
 5  Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.
 6  Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka.
 7  Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Tawarikh+21-24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Tawarikh+21-24

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 16 Mei -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

Hakim-hakim 21

Ketika suatu masalah ditangani dengan solusi yang menimbulkan masalah baru, apa yang terjadi? Ketika perbuatan salah hendak diperbaiki bukan dengan perbuatan benar, melainkan perbuatan salah yang sama atau bahkan lebih besar, bagaimana jadinya?

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa sumpah orang Israel? (1)
2. Apa yang mereka lakukan di hadapan TUHAN? (2-4)
3. Siapa yang mereka cari, dan mengapa? (5-8)
4. Apa yang mereka perbuat terhadap orang Yabes-Gilead? (9-12)
5. Siapa yang mereka berikan kepada sisa suku Benyamin, dan apakah itu cukup? (13-15)
6. Apakah masalah orang Israel selesai? Apa yang terjadi setiap tahun di Silo? (16-19)
7. Apa pesan yang diberikan orang Israel, dan apa yang dilakukan orang Benyamin? (20-23)
8. Apa yang akhirnya dilakukan orang Israel? (24)
9. Bagaimana keadaan zaman itu? (25)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Seberapa pentingkah sumpah kita di hadapan Allah?
2. Apakah seruan orang Israel di hadapan Allah merupakan seruan yang tulus? Mengapa, atau mengapa tidak?
3. Jika suku Benyamin patut dimusnahkan karena mereka bersalah atas satu orang gundik, bagaimana dengan sebelas suku yang lain?
4. Ketika orang Israel pulang ke tempat masing-masing, apakah masalah benar-benar selesai? Mengapa, atau mengapa tidak?

Apa respons Anda?
1. Apa yang akan Anda lakukan setiap kali Anda menghadapi masalah yang sangat sulit dalam hidup Anda?
2. Apa yang perlu Anda lakukan agar solusi yang Anda pilih tidak merugikan sesama dan tetap memuliakan Allah?

Pokok Doa:
Mohon ampun kepada Allah jika kita bersalah kepada sesama dan mohon kemurahan hati-Nya untuk terus memimpin kita.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+1:1-3
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+1:1-3

Hakim-hakim 21

 1  Orang-orang Israel telah bersumpah di Mizpa, demikian: "Seorangpun dari kita takkan memberikan anaknya perempuan kepada seorang Benyamin menjadi isterinya."
 2  Ketika bangsa itu datang ke Betel dan tinggal di situ di hadapan Allah sampai petang, maka merekapun menyaringkan suaranya menangis dengan sangat keras,
 3  katanya: "Mengapa, ya TUHAN, Allah Israel, terjadi hal yang begini di antara orang Israel, yakni bahwa hari ini satu suku dari antara orang Israel hilang?"
 4  Keesokan harinya pagi-pagi maka bangsa itu mendirikan mezbah di situ, lalu mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan.
 5  Pada waktu itu berkatalah orang-orang Israel: "Siapakah dari seluruh suku Israel yang tidak ikut datang dengan jemaah ini untuk menghadap TUHAN?" Sebab mereka telah bersumpah dengan sungguh-sungguh mengenai orang yang tidak datang menghadap TUHAN di Mizpa, demikian: "Pastilah ia dihukum mati."
 6  Orang-orang Israel merasa kasihan terhadap suku Benyamin, saudaranya itu, maka kata mereka: "Hari ini ada satu suku terputus dari orang Israel.
 7  Apakah yang dapat kita lakukan kepada orang-orang yang tinggal itu dalam hal mencarikan isteri, karena kitalah yang bersumpah demi TUHAN untuk tidak memberikan seorangpun dari anak-anak perempuan kita kepada mereka menjadi isterinya?"
 8  Sebab itu berkatalah mereka: "Dari suku-suku Israel adakah satu yang tidak datang menghadap TUHAN di Mizpa?" Lalu tampaklah, bahwa dari Yabesh-Gilead tidak ada seorangpun yang datang ke perkemahan jemaah itu.
 9  Lalu diperiksa jumlah bangsa itu, dan tampaklah tidak hadir seorangpun dari penduduk Yabesh-Gilead.
10  Maka perkumpulan itu menyuruh ke situ dua belas ribu orang dari orang-orang gagah perkasa dengan memerintahkan kepada mereka, demikian: "Pergilah, pukullah penduduk Yabesh-Gilead dengan mata pedang, juga perempuan-perempuan dan anak-anak.
11  Tetapi perbuatlah begini: hanya semua laki-laki sajalah dan semua perempuan yang telah pernah tidur dengan laki-laki harus kamu tumpas."
12  Mereka menjumpai di antara penduduk Yabesh-Gilead empat ratus orang anak gadis, perawan yang belum pernah tidur dengan orang laki-laki, lalu gadis-gadis itu dibawa mereka ke perkemahan di Silo, di tanah Kanaan.
13  Sesudah itu segenap umat itu menyuruh orang membawa pesan kepada bani Benyamin yang ada di bukit batu Rimon, lalu memaklumkan damai kepada mereka.
14  Pada waktu itu kembalilah suku Benyamin, dan kepada mereka diberikan perempuan-perempuan yang telah dibiarkan hidup dari antara perempuan Yabesh-Gilead; tetapi belum cukup juga jumlahnya bagi mereka.
15  Maka bangsa itu merasa kasihan kepada suku Benyamin, karena TUHAN telah membuat keretakan di antara suku-suku Israel.
16  Kemudian berkatalah para tua-tua umat itu: "Apakah yang dapat kita lakukan kepada yang tinggal ini dalam hal mencarikan isteri? Sebab perempuan-perempuan telah punah dari antara suku Benyamin."
17  Lagi kata mereka: "Warisan orang-orang yang terluput itu haruslah tetap tinggal pada suku Benyamin, supaya jangan ada suku yang terhapus dari antara orang Israel.
18  Tetapi kita ini tidak dapat memberikan isteri kepada mereka dari anak-anak perempuan kita." Sebab orang-orang Israel telah bersumpah, demikian: "Terkutuklah orang yang memberikan isteri kepada suku Benyamin!"
19  Lalu kata mereka pula: "Setiap tahun ada perayaan bagi TUHAN di Silo yang letaknya di sebelah utara Betel, di sebelah timur jalan raya yang menuju dari Betel ke Sikhem dan di sebelah selatan Lebona."
20  Maka mereka berpesan kepada bani Benyamin, demikian: "Pergilah menghadang di kebun-kebun anggur.
21  Perhatikanlah baik-baik; maka apabila anak-anak perempuan Silo keluar untuk menari-nari, baiklah kamu keluar dari kebun-kebun anggur itu, dan masing-masing melarikan seorang dari anak-anak perempuan Silo itu menjadi isterinya dan pergi ke tanah Benyamin.
22  Apabila ayah atau saudaranya laki-laki datang untuk menuntutnya kepada kami, maka kami akan berkata kepada mereka: Serahkanlah mereka itu kepada kami dengan rela hati, sebab dalam pertempuran kita tidak dapat menangkap seorang perempuan untuk menjadi isteri mereka masing-masing. Memang kamu ini tidak memberikan anak-anak gadis itu kepada mereka; sebab seandainya demikian, kamu bersalah."
23  Jadi bani Benyamin berbuat demikian; dari gadis-gadis yang menari-nari yang dirampas itu mereka mengambil perempuan, jumlahnya sama dengan jumlah mereka, kemudian pulanglah mereka ke milik pusakanya lalu membangun kota-kotanya kembali dan diam di sana.
24  Pada waktu itu pergilah orang Israel dari sana, masing-masing menurut suku dan kaumnya; mereka masing-masing berangkat dari sana ke milik pusakanya.
25  Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 16 Mei -- 1 Korintus 1:1-3 - Identitasmu, Panggilanmu!

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 16 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 1:1-3

Judul: Identitasmu, Panggilanmu!

Identitas seorang penulis tidak hanya diperlukan sebagai perkenalan, tetapi juga sebagai sumber otoritas atas pesan yang disampaikan. Otoritas tersebut sangat menentukan apakah pesannya akan diterima dengan baik atau tidak.

Melalui salamnya, Paulus menyebutkan identitasnya sebagai rasul Kristus Yesus (1). Agar tulisannya dapat diterima oleh jemaat di Korintus, ia menegaskan otoritasnya dan juga kesatuannya dengan mereka di dalam Yesus Kristus.

Bukan sebuah kebetulan bahwa Paulus menjadikan panggilannya sebagai dasar identitasnya maupun identitas jemaat. Panggilan Allahlah yang telah menjadikan dia rasul, dan panggilan yang sama juga menjadikan jemaat orang-orang kudus (2). Kedua hal ini menunjukkan kesamaan sumber identitas antara Paulus dan jemaat di Korintus.

Bagi Paulus, panggilan ini menjadi dasar otoritasnya atas apa yang akan ia sampaikan kepada jemaat. Begitu pula jemaat, mereka tidak boleh melupakan panggilan yang memberi mereka proses pengudusan hidup dan nama Tuhan mereka Yesus Kristus yang kepada-Nya mereka semua berseru, yakni panggilan berdoa dan berharap.

Semua ini menekankan bahwa identitas orang percaya sangat berkaitan erat dengan siapa yang memanggil mereka. Siapa yang menjadikan kita umat yang kudus, siapa yang memberikan anugerah dan damai sejahtera kepada kita, serta siapa yang menyertai kita (3). Bagi Dialah kita menjalani hidup ini dan menjaga relasi kita dengan sesama umat.

Ketika kita menyebut diri kita "orang Kristen", ini bukan hanya sebutan untuk dikenal, melainkan panggilan Allah yang memberi kita otoritas untuk saling menasihati dan tanggung jawab untuk hidup sebagai umat-Nya di tengah dunia ini.

Puji syukur kepada Allah yang sudah memanggil kita dari kegelapan dosa ke dalam hidup kekal di dalam Yesus Kristus. Mari kita hidupi panggilan Allah dengan menjaga hidup yang kudus, baik sebagai pribadi maupun sebagai satu kesatuan tubuh Kristus. Kiranya Allah terus menguduskan kita dan memampukan kita melakukan kehendak-Nya. [MAR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+1:1-3
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+1:1-3

1 Korintus 1:1-3

 1  Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita,
 2  kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita.
 3  Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 15 Mei -- MATIUS 28:16-20 - MELAMBAI-LAMBAIKAN TANGAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 15 Mei 2026
Bacaan : MATIUS 28:16-20
Setahun: 2 Tawarikh 18-20
Nats: "Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus." (Matius 28:19)

Renungan:

MELAMBAI-LAMBAIKAN TANGAN

Sebuah mobil yang meluncur seketika berhenti saat seseorang melambai-lambaikan tangan ke arahnya. Si pengemudi bertanya, "Ada apa?" "Putar balik, Pak, " jawab orang itu, "Jalan di depan longsor. Berbahaya kalau lewat di sana." Sebelum pergi, si pengemudi berulang kali mengucapkan terima kasih karena orang itu telah menyelamatkan nyawanya.

Menjalani kehidupan di dunia ini serupa melakukan sebuah perjalanan. Banyak orang tanpa sadar melangkah menuju kebinasaan. Teramat menyedihkan melihat satu per satu jiwa mereka melayang. Karena itu, sebelum terangkat ke surga, Tuhan Yesus memberikan Amanat Agung-Nya kepada umat-Nya. Dia mengutus kita pergi. Kita ditugaskan untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya, yakni membawa mereka yang belum percaya untuk mengenal Yesus dan menerima Yesus Tuhan sebagai Juru Selamat. Sebagai tanda percaya, mereka dibaptis dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus (ay. 19). Selanjutnya kita mengajar mereka untuk melakukan perintah Tuhan, dalam arti hidup dalam kebenaran (ay. 20). Pendeknya, Tuhan Yesus ingin kita "melambai-lambaikan tangan" kepada orang-orang yang berjalan menuju kebinasaan tadi agar berbelok menuju jalan kehidupan.

"Melambai-lambaikan tangan" kepada seseorang akan menarik perhatian orang itu. Ia mungkin datang dan bertanya, "Ada apa?" Namun, mungkin juga ia tertawa, lalu mengabaikan kita karena menyangka kita berpenyakit jiwa. Demikian ketika kita berbicara tentang Yesus, mereka mungkin menerima. Namun, mungkin juga mereka menghina atau mencemooh kita. Menghadapi adanya kemungkinan kedua, masihkan kita mau "melambai-lambaikan tangan" kita? Masihkah kita bersedia memberitakan Injil? Moga-moga kita menjawab, "Ya." Moga-moga kita rela menanggung ketidaknyamanan demi jiwa-jiwa dapat terselamatkan. --LIN/www.renunganharian.net
   
TUHAN YESUS MENGHENDAKI KITA UNTUK BERGERAK MEMBERITAKAN INJIL AGAR ORANG-ORANG TERHINDAR DARI MASUK KE DALAM LUBANG KEBINASAAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MATIUS+28:16-20

MATIUS 28:16-20

16  Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
17  Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
18  Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
19  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
20  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Tawarikh+18-20
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Tawarikh+18-20

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 15 Mei -- Hakim-hakim 21 - Yang Benar Menurut Pandangan Sendiri

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 15 Mei 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 21

Judul: Yang Benar Menurut Pandangan Sendiri

Setelah suku Benyamin dikalahkan dan tinggal 600 orang, seharusnya sebelas suku yang lain bersuka cita. Namun, bukan itu yang terjadi.

Orang Israel menangis keras-keras di hadapan Allah karena satu suku akan hilang dari Israel (2-3). Mereka mulai memikirkan cara supaya suku Benyamin dapat memperoleh keturunan. Karena mereka sudah bersumpah tidak akan menikahkan anak mereka dengan orang Benyamin (1), mereka harus mencari suku yang tidak ikut datang dan belum bersumpah. Ternyata tidak ada seorang pun yang datang dari Yabes-Gilead (5-9).

Mereka mengirim 12.000 orang gagah perkasa untuk membunuh semua penduduk Yabes-Gilead, kecuali anak gadis (10-11). Mereka membawa dan memberikan 400 anak gadis kepada sisa suku Benyamin yang bersembunyi di bukit batu Rimon (12-14). Namun, ini pun belum cukup sehingga orang Israel masih bersedih (15).

Mereka kembali memikirkan cara supaya suku Benyamin tidak terhapus (16-17). Teringatlah mereka akan perayaan bagi TUHAN di Silo. Mereka tahu setiap tahun anak-anak perempuan Silo keluar menari, sehingga setiap orang Benyamin yang belum mendapat istri dapat melakukan pengadangan di kebun anggur dan membawa lari anak perempuan yang mau mereka jadikan istri (19-21).

Mungkin dalam pikiran orang Israel, mereka tidak bersalah karena mereka tidak melanggar sumpah, dan mereka dapat meminta anggota keluarga anak perempuan itu untuk bermurah hati (22). Bagi mereka, yang penting masalah selesai, semua orang Benyamin mendapatkan istri orang Israel (23).

Betapa kacaunya moral orang Israel. Solusi yang mereka ambil merupakan solusi yang aneh dan tidak bermoral. Inilah yang terjadi pada umat yang "melakukan apa yang benar menurut pandangannya sendiri" (25).

Kita harus melakukan apa yang benar menurut pandangan Allah. Oleh karena itu, kita harus belajar untuk mengetahui prinsip kebenaran Allah dan menegakkannya tanpa kenal kompromi, supaya kita dapat melakukan segala yang benar di mata Allah. [INT]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+21
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+21

Hakim-hakim 21

 1  Orang-orang Israel telah bersumpah di Mizpa, demikian: "Seorangpun dari kita takkan memberikan anaknya perempuan kepada seorang Benyamin menjadi isterinya."
 2  Ketika bangsa itu datang ke Betel dan tinggal di situ di hadapan Allah sampai petang, maka merekapun menyaringkan suaranya menangis dengan sangat keras,
 3  katanya: "Mengapa, ya TUHAN, Allah Israel, terjadi hal yang begini di antara orang Israel, yakni bahwa hari ini satu suku dari antara orang Israel hilang?"
 4  Keesokan harinya pagi-pagi maka bangsa itu mendirikan mezbah di situ, lalu mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan.
 5  Pada waktu itu berkatalah orang-orang Israel: "Siapakah dari seluruh suku Israel yang tidak ikut datang dengan jemaah ini untuk menghadap TUHAN?" Sebab mereka telah bersumpah dengan sungguh-sungguh mengenai orang yang tidak datang menghadap TUHAN di Mizpa, demikian: "Pastilah ia dihukum mati."
 6  Orang-orang Israel merasa kasihan terhadap suku Benyamin, saudaranya itu, maka kata mereka: "Hari ini ada satu suku terputus dari orang Israel.
 7  Apakah yang dapat kita lakukan kepada orang-orang yang tinggal itu dalam hal mencarikan isteri, karena kitalah yang bersumpah demi TUHAN untuk tidak memberikan seorangpun dari anak-anak perempuan kita kepada mereka menjadi isterinya?"
 8  Sebab itu berkatalah mereka: "Dari suku-suku Israel adakah satu yang tidak datang menghadap TUHAN di Mizpa?" Lalu tampaklah, bahwa dari Yabesh-Gilead tidak ada seorangpun yang datang ke perkemahan jemaah itu.
 9  Lalu diperiksa jumlah bangsa itu, dan tampaklah tidak hadir seorangpun dari penduduk Yabesh-Gilead.
10  Maka perkumpulan itu menyuruh ke situ dua belas ribu orang dari orang-orang gagah perkasa dengan memerintahkan kepada mereka, demikian: "Pergilah, pukullah penduduk Yabesh-Gilead dengan mata pedang, juga perempuan-perempuan dan anak-anak.
11  Tetapi perbuatlah begini: hanya semua laki-laki sajalah dan semua perempuan yang telah pernah tidur dengan laki-laki harus kamu tumpas."
12  Mereka menjumpai di antara penduduk Yabesh-Gilead empat ratus orang anak gadis, perawan yang belum pernah tidur dengan orang laki-laki, lalu gadis-gadis itu dibawa mereka ke perkemahan di Silo, di tanah Kanaan.
13  Sesudah itu segenap umat itu menyuruh orang membawa pesan kepada bani Benyamin yang ada di bukit batu Rimon, lalu memaklumkan damai kepada mereka.
14  Pada waktu itu kembalilah suku Benyamin, dan kepada mereka diberikan perempuan-perempuan yang telah dibiarkan hidup dari antara perempuan Yabesh-Gilead; tetapi belum cukup juga jumlahnya bagi mereka.
15  Maka bangsa itu merasa kasihan kepada suku Benyamin, karena TUHAN telah membuat keretakan di antara suku-suku Israel.
16  Kemudian berkatalah para tua-tua umat itu: "Apakah yang dapat kita lakukan kepada yang tinggal ini dalam hal mencarikan isteri? Sebab perempuan-perempuan telah punah dari antara suku Benyamin."
17  Lagi kata mereka: "Warisan orang-orang yang terluput itu haruslah tetap tinggal pada suku Benyamin, supaya jangan ada suku yang terhapus dari antara orang Israel.
18  Tetapi kita ini tidak dapat memberikan isteri kepada mereka dari anak-anak perempuan kita." Sebab orang-orang Israel telah bersumpah, demikian: "Terkutuklah orang yang memberikan isteri kepada suku Benyamin!"
19  Lalu kata mereka pula: "Setiap tahun ada perayaan bagi TUHAN di Silo yang letaknya di sebelah utara Betel, di sebelah timur jalan raya yang menuju dari Betel ke Sikhem dan di sebelah selatan Lebona."
20  Maka mereka berpesan kepada bani Benyamin, demikian: "Pergilah menghadang di kebun-kebun anggur.
21  Perhatikanlah baik-baik; maka apabila anak-anak perempuan Silo keluar untuk menari-nari, baiklah kamu keluar dari kebun-kebun anggur itu, dan masing-masing melarikan seorang dari anak-anak perempuan Silo itu menjadi isterinya dan pergi ke tanah Benyamin.
22  Apabila ayah atau saudaranya laki-laki datang untuk menuntutnya kepada kami, maka kami akan berkata kepada mereka: Serahkanlah mereka itu kepada kami dengan rela hati, sebab dalam pertempuran kita tidak dapat menangkap seorang perempuan untuk menjadi isteri mereka masing-masing. Memang kamu ini tidak memberikan anak-anak gadis itu kepada mereka; sebab seandainya demikian, kamu bersalah."
23  Jadi bani Benyamin berbuat demikian; dari gadis-gadis yang menari-nari yang dirampas itu mereka mengambil perempuan, jumlahnya sama dengan jumlah mereka, kemudian pulanglah mereka ke milik pusakanya lalu membangun kota-kotanya kembali dan diam di sana.
24  Pada waktu itu pergilah orang Israel dari sana, masing-masing menurut suku dan kaumnya; mereka masing-masing berangkat dari sana ke milik pusakanya.
25  Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 14 Mei -- YOHANES 1:1-18 - TEKAD UNTUK BERSAKSI

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 14 Mei 2026
Bacaan : YOHANES 1:1-18
Setahun: 2 Tawarikh 13-17
Nats: Ia datang sebagai saksi untuk bersaksi tentang terang itu, supaya melalui dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus bersaksi tentang terang itu. (Yohanes 1:7-8)

Renungan:

TEKAD UNTUK BERSAKSI

Kehidupan Yohanes Pembaptis menjadi salah satu cerita yang menarik di antara kisah para tokoh Alkitab, khususnya pada masa Perjanjian Baru. Ia tak hanya menjadi sosok penting yang membuka jalan bagi kedatangan Yesus ke dunia ini, tetapi juga mengingatkan akan panggilan yang masih relevan bagi setiap orang percaya pada era modern ini: tekad untuk bersaksi tentang Yesus!

Itulah yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis ketika Allah menghadirkan dia ke dunia sebagai pembuka jalan bagi kedatangan Kristus. Hal yang ditegaskan oleh Rasul Yohanes, sebagai salah satu murid Yesus yang mengemban panggilan yang serupa ketika ia menjadi salah satu Rasul Kristus. Tak ada perintah untuk "menjadikan orang percaya Kristus", tetapi kita hanya diperintah untuk bersaksi, supaya atas kehendak Allah kita dipakai-Nya untuk menyelamatkan jiwa. Bersaksi secara sederhana berarti menceritakan tentang karya Allah, khususnya yang pernah kita alami secara pribadi. Cara yang bisa ditempuh juga beragam, mulai dari bahasa lisan, tulisan, video singkat, siniar, siaran radio, film pendek, dan masih banyak lagi.

Bagi sebagian orang percaya, panggilan untuk bersaksi terasa menakutkan sehingga dapat mengurangi niat dan tekad untuk menceritakan Kabar Baik. Kita mungkin juga masih merasakan ketakutan yang sama. Namun, hari ini mari kita ingat akan setiap perbuatan Allah yang pernah kita alami, lalu izinkan Roh Kudus kembali menggemakan panggilan untuk bersaksi itu dalam diri kita sehingga memunculkan tekad, "Aku harus bersaksi tentang Kristus!" --GHJ/www.renunganharian.net
   
SETIAP KEBAIKAN ALLAH YANG PERNAH KITA ALAMI DAPAT KITA CERITAKAN AGAR DUNIA MENDENGAR TENTANG DIA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YOHANES+1:1-18

YOHANES 1:1-18

 1  Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
 2  Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
 3  Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
 4  Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
 5  Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
 6  Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;
 7  ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.
 8  Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.
 9  Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
10  Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
11  Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
12  Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
13  orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
14  Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
15  Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku."
16  Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;
17  sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.
18  Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Tawarikh+13-17
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Tawarikh+13-17

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 14 Mei -- Yohanes 21:20-25 - Jangan Bandingkan Diri dengan Orang Lain

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 14 Mei 2026
Ayat SH: Yohanes 21:20-25

Judul: Jangan Bandingkan Diri dengan Orang Lain

Dalam kehidupan di tengah masyarakat sering kali kita membandingkan diri dengan orang lain. Kadang kita merasa pengabdian kita kepada Tuhan lebih baik daripada orang lain. Kita kurang menyadari bahwa Tuhan berelasi dengan setiap pribadi dengan cara-Nya yang unik. Kita akan belajar dari Petrus untuk hal ini.

Setelah Petrus dipulihkan Yesus dan diberi tugas untuk menggembalakan domba-domba-Nya, ia melihat Yohanes, lalu bertanya kepada Yesus, "Tuhan, bagaimana dengan dia ini?" (21). Ini momen yang sangat manusiawi.

Setelah memperoleh mandat besar dan bahkan nubuat tentang penderitaan yang akan ia alami, Petrus mungkin merasa penasaran dengan nasib murid yang lain. Mungkin ia ingin tahu apakah Yohanes juga akan mengalami hal serupa dirinya atau bahkan lebih berat.

Jawaban Yesus sangat jelas: "itu bukan urusanmu", karena bagi Yesus hanya satu yang penting: "ikutlah Aku" (22). Yesus mengajar Petrus untuk tidak membandingkan panggilan, perjalanan, atau penderitaannya dengan orang lain.

Yohanes menutup kitab Injilnya dengan penegasan bahwa kisah Yesus jauh lebih besar daripada yang bisa dicatat di dunia ini (24-25).

Dalam hidup ini, sangat mudah bagi kita untuk melihat orang lain lalu bertanya, "Mengapa dia lebih diberkati?" atau "Mengapa hidupku lebih berat daripada hidup orang lain?" Kita cenderung membandingkan kondisi kita dengan orang lain, tetapi Yesus tidak memanggil kita untuk itu. Ia memanggil kita untuk setia dalam mengikuti-Nya, apa pun bentuk perjalanan hidup kita. Setiap orang percaya punya panggilan unik dari-Nya.

Ingatlah bahwa kehidupan kita bersama Kristus jauh lebih dalam daripada pemahaman kita, dan misi utama kita adalah tetap setia kepada-Nya, bukan menjadi juri atau hakim atas rencana Tuhan bagi orang lain.

Mengikut Yesus adalah perjalanan pribadi di mana tiap orang berjuang menumbuhkan ketaatan dan iman, bukan perbandingan! Hidup berdampingan dengan orang lain bukan untuk menghakimi, tetapi untuk saling mendukung dan memulihkan. [PMS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+21:20-25
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+21:20-25

Yohanes 21:20-25

20  Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"
21  Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"
22  Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."
23  Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu."
24  Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.
25  Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 13 Mei -- AYUB 5:1-9 - MEMERCAYAKAN KEPADA ALLAH

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 13 Mei 2026
Bacaan : AYUB 5:1-9
Setahun: 2 Tawarikh 9-12
Nats: "Tetapi, aku, tentu aku akan mencari Allah, dan kepada Allah aku akan mengadukan perkaraku. Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan tak terselami, serta keajaiban-keajaiban yang tak terbilang jumlahnya." (Ayub 5:8-9)

Renungan:

MEMERCAYAKAN KEPADA ALLAH

Merana, itulah yang dirasakan Ayub setelah berbagai derita yang dialami. Begitu dalam kesedihannya, hingga Ayub tidak dapat berbuat apa pun. Secara imani, ia tidak sanggup untuk menyalahkan Allah. Sekalipun segala harta dan anak-anaknya telah tiada, serta berbagai penyakit dialaminya, juga istrinya mengeluhkan Allah, ia tetap menghormati Allah. Namun, sesungguhnya sisi manusiawinya ingin berteriak untuk melampiaskan perasaannya sehingga ia memilih menyalahkan dirinya sendiri dengan mengutuki hari kelahirannya. Atas sikapnya itu, Elifas menasihatinya untuk mengadukan segala perkara kepada Allah, sebab Allah dapat membuat berbagai hal ajaib untuk menolong umat-Nya.

Sikap iman Ayub memang merupakan sikap yang hebat, tetapi sikap manusiawinya pun merupakan hal yang wajar bagi siapapun yang berduka. Dalam pergumulan itu, nasihat Elifas menunjukkan kekurangan Ayub, di mana ia lupa untuk membawa dan memercayakan pergumulannya kepada Allah. Ayub memang tetap teguh dalam imannya kepada Allah, tetapi dalam sikap iman itu ia justru memilih menanggung pergumulannya seorang diri.

Setiap pergumulan, secara perlahan dan tanpa disadari, akan mengurung hati kita sehingga membuat kita memilih menanggung segala pergumulan seorang diri. Nasihat Elifas menyadarkan kita untuk terus membuka hati dalam setiap pergumulan, untuk mengarahkan hati kepada Allah dan memercayakan hidup kepada-Nya. Sebab Allah mampu merubah yang mustahil dan menyakitkan menjadi sukacita dan kedamaian hidup. --ZDP/www.renunganharian.net
   
PERCAYAKANLAH HIDUP KEPADA ALLAH, SEBAB IA SENANTIASA MEMBERKATI KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?AYUB+5:1-9

AYUB 5:1-9

 1  Berserulah--adakah orang yang menjawab engkau? Dan kepada siapa di antara orang-orang yang kudus engkau akan berpaling?
 2  Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati.
 3  Aku sendiri pernah melihat orang bodoh berakar, tetapi serta-merta kukutuki tempat kediamannya.
 4  Anak-anaknya selalu tidak tertolong, mereka diinjak-injak di pintu gerbang tanpa ada orang yang melepaskannya.
 5  Apa yang dituainya, dimakan habis oleh orang yang lapar, bahkan dirampas dari tengah-tengah duri, dan orang-orang yang dahaga mengingini kekayaannya.
 6  Karena bukan dari debu terbit bencana dan bukan dari tanah tumbuh kesusahan;
 7  melainkan manusia menimbulkan kesusahan bagi dirinya, seperti bunga api berjolak tinggi.
 8  Tetapi aku, tentu aku akan mencari Allah, dan kepada Allah aku akan mengadukan perkaraku.
 9  Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan yang tak terduga, serta keajaiban-keajaiban yang tak terbilang banyaknya;

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Tawarikh+9-12
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Tawarikh+9-12

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]