(e-RH) 23 Maret -- LUKAS 22:24-34 - IMAN PETRUS

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 23 Maret 2026
Bacaan : LUKAS 22:24-34
Setahun: Hakim-hakim 13-15
Nats: "Tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu." (Lukas 22:32)

Renungan:

IMAN PETRUS

Dalam perjamuan malam sebelum Yesus ditangkap, Ia memberitahukan kepada Petrus tentang rencana Iblis terhadapnya. Dengan penuh keyakinan Petrus menjawab Yesus bahwa ia teguh beriman mengikut Yesus, bahkan bersedia mati bersama Yesus. Namun, faktanya Petrus benar-benar menyangkal Yesus sebagaimana yang telah Yesus nubuatkan.

Syukur kepada Allah, iman Petrus masih terpelihara sekalipun sempat dicobai. Petrus sempat jatuh, tetapi tidak sampai tergeletak. Petrus sempat gagal, tetapi tidak gugur sepenuhnya. Akar imannya tetap ada sehingga kembali tumbuh. Hal ini terjadi berkat andil Yesus yang telah mendoakannya. Ya, iman Petrus tetap terpelihara dalam kekuatan Allah dan doa permohonan Yesus.

Jatuh bangun perjuangan iman membawa Petrus menjadi pelayan Tuhan yang militan. Ia sadari pentingnya bergantung penuh kepada Tuhan, sebab keteguhan hati dan kekuatan sendiri tidak akan pernah sanggup memenangkannya dari penampian Iblis. Petrus tidak mengenal hatinya sendiri, sementara Tuhan Yesus mengenalnya dengan jauh lebih baik.

Setelah pertobatannya, Petrus pun menunaikan tugas yang diberikan Yesus kepadanya. Ia menolong orang lain seperti ia sendiri telah ditolong oleh Allah. Ia yang telah dibawa pada pertobatan dan dipulihkan oleh anugerah Allah juga melakukan pelayanan untuk memulihkan orang lain. Ia yang telah dan terus berjuang memelihara iman, menguatkan dan membangun iman orang lain. Kasih Allah yang ia terima diwartakannya, supaya orang lain juga menerima kasih Allah. Bagaimana dengan kita? --EBL/www.renunganharian.net
   
KEGAGALAN TERJADI KARENA MENGANDALKAN KEKUATAN DIRI SENDIRI. BERDOA DAN BERGANTUNG PENUH PADA BAPA MEMBAWA KEMENANGAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/03/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?LUKAS+22:24-34

LUKAS 22:24-34

24  Terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka.
25  Yesus berkata kepada mereka: "Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung.
26  Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.
27  Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.
28  Kamulah yang tetap tinggal bersama-sama dengan Aku dalam segala pencobaan yang Aku alami.
29  Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku,
30  bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
31  Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,
32  tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."
33  Jawab Petrus: "Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!"
34  Tetapi Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+13-15
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+13-15

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 23 Maret -- Yohanes 15:1-8 - Kasih dan Transformasi Sejati

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 23 Maret 2026
Ayat SH: Yohanes 15:1-8

Judul: Kasih dan Transformasi Sejati

Apa artinya dikasihi Yesus? Menjelang peringatan pengorbanan-Nya di salib, kita sering merasa dikasihi saat diterima dan diampuni. Namun, kasih Yesus bukan hanya soal pengampunan, kasih itu juga menuntut perubahan hidup sebagai orang percaya.

Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai pokok anggur sejati, sedangkan kita adalah ranting-rantingnya. Ia mengajarkan bahwa hanya dengan tetap tinggal di dalam Dia, kita dapat menghasilkan buah yang berkenan bagi Allah.

Dalam perikop ini, Yesus menegaskan bahwa ranting yang tidak berbuah akan dipotong, sedangkan yang berbuah akan dibersihkan supaya lebih banyak berbuah (2). Artinya, pembaharuan rohani sering kali melibatkan proses pemurnian yang mungkin terasa menyakitkan. Selain itu, Yesus menegaskan bahwa tanpa Dia, kita tidak dapat berbuat apa-apa (5). Oleh karena itu, tinggal di dalam Yesus bukan sekadar menjadi pengikut-Nya secara pasif, melainkan membangun hubungan yang erat dengan-Nya melalui doa, perenungan firman, dan ketaatan.

Kita diajar bahwa kasih Yesus ada dalam sebuah relasi yang dinamis atau relasi yang hidup terus-menerus antara murid-murid dengan Dia yang digambarkan seperti pokok anggur dan ranting. Kasih Yesus bukan hanya memberi kehidupan, tetapi juga memperbarui dan membentuk kita agar hidup semakin berbuah. Setiap proses pemurnian yang kita alami merupakan bukti kasih Allah yang ingin menjadikan kita pribadi yang lebih baik. Hidup yang berbuah mencerminkan karakter Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai murid Kristus, kita harus terus melekat pada-Nya, dibentuk dan berproses. Semakin kita melekat pada Yesus, maka Bapa akan memotong bagian-bagian dari manusia lama kita, bagian diri kita yang berdosa seperti kebiasaan, motivasi, pikiran, dan keinginan yang membuat kita tidak berbuah supaya kita makin menunjukkan karakter serupa Kristus. Yesus mengasihi kita sampai kesudahan-Nya, dan oleh-Nya kita akan mengalami transformasi sejati di dalam Dia sebagai tanda kasih-Nya. [RGD]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/03/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+15:1-8
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+15:1-8

Yohanes 15:1-8

 1  "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
 2  Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
 3  Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
 4  Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
 5  Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
 6  Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
 7  Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
 8  Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 22 Maret -- MATIUS 26:36-46 - MEMBUNYIKAN ALARM

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 22 Maret 2026
Bacaan : MATIUS 26:36-46
Setahun: Hakim-hakim 10-12
Nats: "Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang berniat baik, tetapi tabiat manusia lemah." (Matius 26:41)

Renungan:

MEMBUNYIKAN ALARM

Seorang pria tertidur pulas di kamarnya. Tidak heran karena seharian itu ia sibuk bekerja. Besoknya pukul 05.00 ia harus berangkat ke luar kota. Sepertinya ia akan terlambat, tetapi ternyata ia dapat tepat waktu. Pukul 04.15 ia membuka matanya. Ia bangun karena mendengar bunyi alarm yang dipasangnya sebelum tidur.

Sebelum penyaliban, Tuhan Yesus berdoa di taman Getsemani. Dia membawa beserta-Nya Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Di situ Dia mulai merasa sedih dan gelisah (ay. 37). Sampai-sampai peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah (Luk. 22:44). Ketiga murid tertidur karena mata mereka sudah berat (ay. 40). Singkatnya, keempat orang ini sedang dalam keadaan lemah. Di saat itu, Yesus "membunyikan alarm". Kata-Nya, "Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang berniat baik, tetapi tabiat manusia lemah" (ay. 41). Alarm berfungsi membangunkan kesadaran. Mata menjadi terbuka, hati dikuatkan untuk menggenapi rencana Allah. Sesudah alarm dibunyikan-Nya, Dia sendiri "terbangun". Kembali Dia berdoa untuk menyatakan bahwa diri-Nya bersedia melaksanakan kehendak Bapa (ay. 42). Yesus mengharapkan hal serupa terjadi pada murid-murid-Nya. Dia berharap mereka lekas "bangun" karena sesaat lagi dimulai masa-masa yang sukar bagi mereka.

Hingga kini, Yesus terus membunyikan alarm. Dia melakukannya bagi generasi iman selanjutnya, yaitu kita. Saat mendengar alarm berbunyi, kita dapat mematikannya atau segera bangun. Namun, marilah kita mengambil pilihan kedua, karena faktanya, menjalani kehidupan di dunia ini tidak mudah. Ingatlah bahkan Yesus sendiri pernah merasa lemah. Mari senantiasa berjaga-jaga di dalam doa. Demikian kita dapat kuat menghadapi tantangan dan mampu mengelakkan godaan dosa. --LIN/www.renunganharian.net
   
BERDOA AKAN MEMBANGUNKAN ROH KITA UNTUK BERSIAGA MELAWAN SETIAP SENJATA YANG DILUNCURKAN OLEH IBLIS.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/03/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MATIUS+26:36-46

MATIUS 26:36-46

36  Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa."
37  Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,
38  lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."
39  Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."
40  Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?
41  Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."
42  Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!"
43  Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat.
44  Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.
45  Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.
46  Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+10-12
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+10-12

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 22 Maret -- Yohanes 14:15-31 - Kasih, Penghiburan, dan Bimbingan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 22 Maret 2026
Ayat SH: Yohanes 14:15-31

Judul: Kasih, Penghiburan, dan Bimbingan

Setiap orang pernah merasa kehilangan atau kesepian, bahkan terasing dari Tuhan. Kita sering merasa jauh dari Tuhan dan mengalami kesendirian. Perasaan jauh dari Tuhan kerap datang saat kita mengalami pergumulan berat atau tidak berhenti menghadapi berbagai persoalan. Lalu, sebagai murid Tuhan, bagaimana sikap kita menghadapi pergumulan yang terasa tak berujung?

Murid-murid Yesus merasakan hal yang sama ketika Yesus memberi tahu mereka bahwa Ia akan segera pergi. Namun, Yesus menghibur mereka dengan janji yang penuh kasih: Ia tidak akan meninggalkan mereka sebagai yatim piatu (18).

Namun, di sini Yesus juga menegaskan bahwa kasih kepada-Nya harus diwujudkan dalam ketaatan terhadap perintah-perintah-Nya. Sebagai balasannya, Ia akan meminta Bapa untuk mengirim Roh Kudus yang akan mengajarkan dan mengingatkan segala sesuatu yang telah Dia ajarkan (26). Selain itu, Yesus memberikan damai sejahtera yang berbeda dari yang diberikan dunia (27). Kasih Yesus tidak hanya dinyatakan dalam kata-kata, tetapi juga melalui kehadiran Roh Kudus yang terus membimbing orang percaya. Kehadiran Roh Kudus menjadi bukti bahwa mereka tetap terhubung dengan Kristus meski secara fisik Ia tidak lagi bersama mereka.

Hari ini kita belajar bahwa kasih sejati kepada Yesus bukanlah sekadar perasaan, tetapi diwujudkan dalam ketaatan. Kasih ini juga menghasilkan penghiburan sejati karena Yesus tidak meninggalkan kita sendirian. Kehadiran Roh Kudus memperlihatkan bahwa kita tidak pernah benar-benar sendiri. Damai yang diberikan Yesus juga bukan sekadar perasaan tenang, tetapi sebuah kepastian bahwa kita akan diajar dan dibimbing oleh Roh Kudus.

Sebagai murid Yesus, ketika kita menghadapi pergumulan berat dan seakan tiada henti, kita tidak boleh menyerah dan bersikap pasif. Kita dipanggil untuk hidup dalam ketaatan kepada-Nya. Dalam ketaatan kita, Roh Kudus selalu menyertai, membimbing, dan menghibur kita sampai kesudahannya. [RGD]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/03/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+14:15-31
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+14:15-31

Yohanes 14:15-31

15  "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
16  Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
17  yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
18  Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.
19  Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.
20  Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
21  Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."
22  Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?"
23  Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
24  Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.
25  Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;
26  tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
27  Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
28  Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.
29  Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi.
30  Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku.
31  Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 21 Maret -- FILIPI 2:1-11 - FOKUS KEPENTINGAN BERSAMA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 21 Maret 2026
Bacaan : FILIPI 2:1-11
Setahun: Hakim-hakim 8-9
Nats: Tanpa mencari kepentingan sendiri atau pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri. (Filipi 2:3)

Renungan:

FOKUS KEPENTINGAN BERSAMA

Sejak semakin intens menggunakan kereta api sebagai moda transportasi harian untuk bekerja, saya mencermati adanya perlakuan khusus dari PT KAI kepada setidaknya empat golongan penumpang, antara lain para lansia, ibu yang membawa anak kecil, wanita hamil, dan penyandang disabilitas. Melalui kebijakan itu, saya melihat adanya pengajaran penting mengenai hidup yang tidak egois, dengan mengedepankan kepentingan orang lain melebihi kepentingan pribadi.

Menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi hendaknya menjadi perhatian dari umat Allah, tak hanya menjadi jargon atau sekadar teori tanpa tindakan nyata. Paulus dan para rasul lain pun meneladankan hal ini, supaya jemaat Tuhan bisa mengerti bahwa ajaran untuk hidup tidak mementingkan diri sendiri berlaku bagi semua orang. Ajaran ini terasa semakin relevan jika kita mengingat kondisi saat ini, di mana manusia cenderung semakin berpusat pada diri sendiri, bahkan bila perlu mengorbankan orang lain asalkan menguntungkan diri sendiri.

Kunci dari pengajaran firman Allah hari ini adalah kerendahhatian. Orang yang tinggi hati cenderung sukar melihat bahwa terkadang dalam hidup ini ada kepentingan orang lain yang juga perlu mendapat perhatian, tak hanya berbicara soal pemenuhan kepentingan pribadi. Sebaliknya, orang yang rendah hati akan cenderung mampu memahami nasihat firman Allah hari ini karena menyadari bahwa keberadaan dirinya tak lepas dari campur tangan Allah, juga peran orang lain yang ada di sekitarnya. Mana yang kita pilih? --GHJ/www.renunganharian.net
   
ORANG YANG BELAJAR MENDAHULUKAN KEPENTINGAN BERSAMA AKAN MENGALAMI KEBAHAGIAAN YANG SEJATI.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/03/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?FILIPI+2:1-11

FILIPI 2:1-11

 1  Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,
 2  karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,
 3  dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;
 4  dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
 5  Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
 6  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
 7  melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
 8  Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
 9  Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
10  supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
11  dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+8-9
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+8-9

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 21 Maret -- Yohanes 14:1-14 - Kasih dan Janji yang Pasti

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 21 Maret 2026
Ayat SH: Yohanes 14:1-14

Judul: Kasih dan Janji yang Pasti

Era yang kita jalani saat ini membuat manusia hidup dalam ketidakpastian akan masa depan. Ada tantangan hidup karena perubahan dunia sekitar dan ada pergumulan iman di tengah berbagai konten media sosial yang begitu terbuka dalam hal kerohanian. Bagaimana kalau kita kehilangan arah dan pegangan hidup karenanya?

Dalam perikop kita Yesus memberikan penghiburan kepada murid-murid-Nya, "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku"

Yesus memberikan kata-kata menghibur dengan menegaskan bahwa Dialah satu-satunya jalan kepada Bapa: "Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak seorang pun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (6). Filipus meminta untuk melihat Bapa, tetapi Yesus menegaskan bahwa mengenal Dia berarti mengenal Bapa. Dari pernyataan Yesus kita pun menerima janji yang pasti bahwa di dalam Yesus kita tidak hanya menemukan penghiburan, tetapi juga keselamatan, dan kepastian hidup kekal. Kehidupan kekal bersama Allah telah dipersiapkan bagi mereka yang percaya. Selain itu, Yesus menjanjikan kuasa dalam nama-Nya, di mana setiap doa yang dipanjatkan dengan iman akan dikabulkan sesuai dengan kehendak Bapa.

Kasih Yesus dinyatakan melalui janji-Nya yang pasti. Dia tidak hanya memberi penghiburan, tetapi juga menyediakan jalan menuju keselamatan karena Dialah Jalan Keselamatan itu. Percaya kepada-Nya membawa kedamaian, bahkan di tengah situasi sulit. Janji-Nya bukan sekadar kata-kata, melainkan kepastian yang dapat dipercaya karena berasal dari pribadi yang setia.

Sebagai pengikut Kristus, kita diajak untuk hidup dalam iman dan tidak dikuasai kegelisahan. Hidup dalam dunia yang serba tidak pasti, sebagai murid Yesus, kita memiliki satu kepastian, yaitu keselamatan kekal. Kita dapat bersandar pada janji Yesus bahwa Dia menyediakan tempat bagi kita, menyertai kita, dan menjawab doa-doa kita. Marilah kita memercayakan hidup kita kepada Yesus yang mengasihi kita sebagai murid dengan janji-Nya yang pasti. [RGD]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/03/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+14:1-14
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+14:1-14

Yohanes 14:1-14

 1  "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
 2  Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
 3  Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.
 4  Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."
 5  Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
 6  Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
 7  Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."
 8  Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami."
 9  Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
10  Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.
11  Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
12  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
13  dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
14  Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 21 Maret -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

Yohanes 14:1-14

Dalam Yohanes 14:1-14, Yesus memulai dengan menenangkan murid-murid yang gelisah: "Janganlah gelisah hatimu. Percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku" (1). Di tengah ketidakpastian, Yesus memberikan jaminan bahwa kita memiliki tempat di rumah Bapa, ruang penuh damai dan kasih yang siap menyambut setiap jiwa yang lelah.

Dia bukan sekadar berjanji; Dia sendiri adalah jalan untuk melewati kegelapan, Sang Kebenaran yang memimpin kita keluar dari kebohongan dunia, dan sumber hidup yang memampukan kita berani melangkah hari demi hari.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang Yesus lakukan untuk menenangkan para murid? (1-3)
2. Apa yang Yesus katakan perihal jalan dan kebenaran dan hidup? (4-7)
3. Apa yang Yesus percakapkan dengan Filipus? (8-11)
4. Apa yang Yesus katakan perihal pekerjaan yang lebih besar dan permintaan di dalam nama-Nya? (12-14)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Dari pernyataan Yesus tentang siapa Diri-Nya, bagaimana Anda sendiri akan menyimpulkannya?
2. Dalam dialog-Nya dengan Filipus (8-11), Yesus menegaskan keintiman hubungan antara Bapa dan Anak. Bagaimana contoh komunikasi terbuka ini mengilhami Anda untuk memperdalam cara Anda berkomunikasi dengan Tuhan dan sesama?

Apa respons Anda?
1. Apa tanggapan konkret Anda yang akan Anda lakukan setelah mengetahui bahwa Yesus adalah "jalan, kebenaran, dan hidup"?
2. Yesus menantang Filipus dengan mengatakan bahwa jika ia meminta sesuatu kepada-Nya dalam nama-Nya, Dia akan melakukannya. Jika Anda sendiri yang ditantang, percayakah Anda, dan apa tanggapan Anda?

Pokok Doa:
Memohon Tuhan menguatkan iman kita sehingga kita makin percaya bahwa Dia akan memberi apa yang kita minta.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+14:1-14
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+14:1-14

Yohanes 14:1-14

 1  "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
 2  Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
 3  Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.
 4  Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."
 5  Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
 6  Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
 7  Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."
 8  Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami."
 9  Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
10  Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.
11  Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
12  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
13  dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
14  Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 20 Maret -- YESAYA 64 - MELEWATI PROSES

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 20 Maret 2026
Bacaan : YESAYA 64
Setahun: Hakim-hakim 6-7
Nats: Akan tetapi, sekarang, ya Tuhan, Engkaulah Bapa kami! Kami ini tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu. (Yesaya 64:8)

Renungan:

MELEWATI PROSES

Seorang perajin tembikar menceritakan sulitnya proses pembuatan setiap tembikar. Tanah liat harus dipilih, dibersihkan dari batu dan kotoran, kemudian dibasahi, ditekan, diputar, dibentuk, dibakar dalam api dua kali, lalu diberi lapisan glasir. Seorang pemuda bertanya, "Mengapa bejana ini harus dibakar dua kali?" Perajin itu menjelaskan, "Kalau hanya dibakar sekali, bentuknya belum kuat. Namun, setelah dua kali dibakar, barulah ia tahan lama dan berguna. Proses inilah yang membuatnya berharga."

Dari firman Tuhan, kita membaca tentang umat Israel yang menyadari posisi mereka di hadapan Tuhan. Sebuah pengakuan bahwa mereka hanyalah tanah liat, dan Tuhan adalah Sang Penjunan (pembentuk bejana). Sebuah bentuk ketergantungan dan penyerahan penuh kepada kehendak Tuhan. Tanah liat tidak bisa membentuk dirinya sendiri. Ia harus rela dibentuk, diolah, dan melalui proses yang kadang menyakitkan. Namun, hasilnya adalah karya tangan Tuhan yang unik, bernilai, dan sesuai dengan tujuan-Nya.

Tuhan tidak membentuk karakter kita dalam sekejap, tetapi melalui waktu, tekanan, dan ujian iman. Ketika kita berserah, Tuhan memakai semua pengalaman itu untuk membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat, dan semakin serupa dengan-Nya. Mungkin saat ini kita sedang berada dalam "tungku pembakaran" yang membuat kita merasa panas, tidak nyaman, dan ingin menyerah. Namun, Sang Penjunan berkata bahwa proses ini akan membawa hasil kekal jika kita bertahan dan tetap memercayai-Nya. --SYS/www.renunganharian.net
   
MENJADI BEJANA YANG SEMPURNA DIBUTUHKAN PROSES YANG HARUS KITA JALANI DENGAN KESABARAN DAN KETAATAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/03/20/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YESAYA+64

YESAYA 64

 1  Sekiranya Engkau mengoyakkan langit dan Engkau turun, sehingga gunung-gunung goyang di hadapan-Mu
 2  --seperti api membuat ranggas menyala-nyala dan seperti api membuat air mendidih--untuk membuat nama-Mu dikenal oleh lawan-lawan-Mu, sehingga bangsa-bangsa gemetar di hadapan-Mu,
 3  karena Engkau melakukan kedahsyatan yang tidak kami harapkan, seperti tidak pernah didengar orang sejak dahulu kala!
 4  Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian.
 5  Engkau menyongsong mereka yang melakukan yang benar dan yang mengingat jalan yang Kautunjukkan! Sesungguhnya, Engkau ini murka, sebab kami berdosa; terhadap Engkau kami memberontak sejak dahulu kala.
 6  Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.
 7  Tidak ada yang memanggil nama-Mu atau yang bangkit untuk berpegang kepada-Mu; sebab Engkau menyembunyikan wajah-Mu terhadap kami, dan menyerahkan kami ke dalam kekuasaan dosa kami.
 8  Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.
 9  Ya TUHAN, janganlah murka amat sangat dan janganlah mengingat-ingat dosa untuk seterusnya! Sesungguhnya, pandanglah kiranya, kami sekalian adalah umat-Mu.
10  Kota-kota-Mu yang kudus sudah menjadi padang gurun, Sion sudah menjadi padang gurun, Yerusalem sunyi sepi.
11  Bait kami yang kudus dan agung, tempat nenek moyang kami memuji-muji Engkau, sudah menjadi umpan api, maka milik kami yang paling indah sudah menjadi reruntuhan.
12  Melihat semuanya ini, ya TUHAN, masakan Engkau menahan diri, masakan Engkau tinggal diam dan menindas kami amat sangat?

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+6-7
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+6-7

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]