(e-RH) 26 Juni -- 2 KORINTUS 9:6-15 - ALASAN BERBAGI

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 26 Juni 2026
Bacaan : 2 KORINTUS 9:6-15
Setahun: Mazmur 70-73
Nats: Lagi pula, Allah sanggup melimpahkan segala anugerah kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam berbagai perbuatan baik. (2 Korintus 9:8)

Renungan:

ALASAN BERBAGI

Sebagian orang rela membagikan hartanya dengan maksud supaya menerima berkat yang lebih banyak lagi. Mereka berprinsip bahwa orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit juga. Karena itu, mereka rela menabur banyak supaya menuai banyak juga.

Paulus mengajarkan bahwa orang yang mengharapkan panen yang baik tidak akan sayang menabur benih. Sebab, biasanya hasil bergantung dari benih yang ditabur (ay. 6). Meski demikian, Paulus menambahkan bahwa melakukan kebaikan harus dengan sukacita. Bukan dengan sedih hati atau paksaan (ay. 7). Apalagi menjadikan kebaikan sebagai umpan untuk memancing berkat. Terlebih mengingat bahwa orang beriman tak boleh terikat pada harta dunia, melainkan kasih. Kerinduan untuk memberi dengan sukacita inilah tanda hati yang terikat kasih.

Mungkin, keraguan terbesar ketika hendak berbagi adalah kekhawatiran akan kekurangan. Namun, Paulus menegaskan bahwa Allah akan senantiasa mencukupkan, bahkan menyediakan lebih dari cukup. Bukankah Allah yang menyediakan benih dan berkat bagi kita? Maka Ia juga akan menyediakan dan memperbanyak tuaian dari yang kita tabur. Hanya, kesemuanya itu ditujukan untuk menyatakan pekerjaan Tuhan, yakni berbuat kebaikan lebih dan lebih lagi.

Mudahnya, setiap harta menuntut tanggung jawab untuk mengingat sesama. Terlebih kekayaan kita di hadapan Tuhan bukanlah banyaknya harta yang kita miliki, melainkan seberapa banyak kasih kita hidupi. Semakin kita memiliki kemurahan, kasih, dan pengampunan bagi sesama, semakin nyatalah kekayaan kita. --EBL/www.renunganharian.net
   
SEMAKIN BESAR BERKAT TUHAN KITA TERIMA DAN RASAKAN SEMAKIN BESAR TANGGUNG JAWAB KITA UNTUK MENJADI BERKAT BAGI ORANG LAIN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/26/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+KORINTUS+9:6-15

2 KORINTUS 9:6-15

 6  Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
 7  Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
 8  Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.
 9  Seperti ada tertulis: "Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya."
10  Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;
11  kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.
12  Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah.
13  Dan oleh sebab kamu telah tahan uji dalam pelayanan itu, mereka memuliakan Allah karena ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil Kristus dan karena kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang,
14  sedangkan di dalam doa mereka, mereka juga merindukan kamu oleh karena kasih karunia Allah yang melimpah di atas kamu.
15  Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Mazmur+70-73
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+70-73

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 26 Juni -- 1 Samuel 5 - Tekanan sebagai Undangan Ilahi

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 26 Juni 2026
Ayat SH: 1 Samuel 5

Judul: Tekanan sebagai Undangan Ilahi

Orang Filistin menang dan merampas Tabut Allah. Apakah dengan begini Dagon, allah Filistin, telah mengalahkan TUHAN, Allah Israel?

Setelah mengalahkan orang Israel, orang Filistin membawa Tabut Allah ke Asdod dan menempatkannya di kuil Dagon (1-2). Namun, keesokan harinya, patung Dagon ditemukan jatuh di hadapan Tabut TUHAN, dan hal itu terulang pada keesokan harinya lagi, patung itu jatuh sampai rusak parah (3-4).

Lalu, TUHAN menimpakan penyakit borok ke atas penduduk Asdod. Karena penderitaan itu, mereka memindahkan Tabut Allah Israel ke Gat (6-8). Namun, penduduk Gat juga mengalami penderitaan serupa. Ketika tabut itu dikirim ke Ekron, penduduknya panik dan menolaknya karena mereka tidak ingin binasa (9-10). Akhirnya orang Filistin sadar bahwa Tabut TUHAN membawa tekanan yang sangat berat dan tidak bisa tetap tinggal di tengah-tengah mereka (11-12).

Tabut Allah bukan sekadar benda keramat, melainkan lambang konkret bahwa Allah sendiri hadir dan bekerja di tengah-tengah umat-Nya. Kehadiran Allah bukan hanya memberikan penghiburan dan berkat, terkadang juga membawa penghakiman dan kutuk bagi umat yang tegar tengkuk. Israel mengalami kekalahan bukan karena Allah lemah, tetapi karena mereka hidup dalam kejahatan, bukan ketaatan, dan mengandalkan simbol, bukan Allah sendiri.

Allah membiarkan tabut-Nya dibawa ke kota Filistin untuk menunjukkan kuasa-Nya atas Dagon dan orang Filistin. Semua tekanan atas mereka memiliki satu tujuan, yaitu menyatakan bahwa TUHAN adalah Allah Yang Mahakudus dan Yang Mahakuasa, yang berdaulat dan layak dihormati oleh semua bangsa.

Saat hidup penuh tekanan dan kita merasa seperti kalah perang, mungkin Tuhan sedang mengundang kita untuk mengenal-Nya dengan benar, agar kita kembali menghormati kehadiran-Nya di tengah-tengah kita. Maukah kita mengoreksi dan memperbarui diri? Pertobatan sejati lahir dari hati yang takluk dan taat kepada Allah, yang mengakui dan menghormati kedaulatan Tuhan atas seluruh hidup kita. [MKD]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/26/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+5
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Samuel+5

1 Samuel 5

 1  Sesudah orang Filistin merampas tabut Allah, maka mereka membawanya dari Eben-Haezer ke Asdod.
 2  Orang Filistin mengambil tabut Allah itu, dibawanya masuk ke kuil Dagon dan diletakkannya di sisi Dagon.
 3  Ketika orang-orang Asdod bangun pagi-pagi pada keesokan harinya, tampaklah Dagon terjatuh dengan mukanya ke tanah di hadapan tabut TUHAN; lalu mereka mengambil Dagon dan mengembalikannya ke tempatnya.
 4  Tetapi ketika keesokan harinya mereka bangun pagi-pagi, tampaklah Dagon terjatuh dengan mukanya ke tanah di hadapan tabut TUHAN, tetapi kepala Dagon dan kedua belah tangannya terpenggal dan terpelanting ke ambang pintu, hanya badan Dagon itu yang masih tinggal.
 5  Itulah sebabnya para imam Dagon dan semua orang yang masuk ke dalam kuil Dagon tidak menginjak ambang pintu rumah Dagon yang di Asdod, sampai hari ini.
 6  Tangan TUHAN menekan orang-orang Asdod itu dengan berat dan Ia membingungkan mereka: Ia menghajar mereka dengan borok-borok, baik Asdod maupun daerahnya.
 7  Ketika dilihat orang-orang Asdod, bahwa demikian halnya, berkatalah mereka: "Tabut Allah Israel tidak boleh tinggal pada kita, sebab tangan-Nya keras melawan kita dan melawan Dagon, allah kita."
 8  Sebab itu mereka memanggil berkumpul kepadanya semua raja kota orang Filistin dan berkata: "Apakah yang akan kita lakukan dengan tabut Allah Israel itu?" Lalu kata mereka: "Tabut Allah Israel harus dipindahkan ke Gat." Jadi mereka memindahkan tabut Allah Israel itu ke sana.
 9  Tetapi setelah mereka memindahkannya, maka tangan TUHAN mendatangkan kegemparan yang sangat besar atas kota itu; Ia menghajar orang-orang kota itu, anak-anak dan orang dewasa, sehingga timbul borok-borok pada mereka.
10  Lalu mereka mengantarkan tabut Allah itu ke Ekron. Tetapi sesampai tabut Allah itu di Ekron, berteriaklah orang Ekron itu, demikian: "Mereka memindahkan tabut Allah Israel itu kepada kita untuk mematikan kita dan bangsa kita."
11  Sebab itu mereka memanggil berkumpul semua raja kota orang Filistin itu dan berkata: "Antarkanlah tabut Allah Israel itu; biarlah itu kembali ke tempatnya, supaya jangan dimatikannya kita dan bangsa kita." Sebab di seluruh kota itu ada kegemparan maut; tangan Allah menekan orang-orang di sana dengan sangat berat:
12  orang-orang yang tidak mati, dihajar dengan borok-borok, sehingga teriakan kota itu naik ke langit.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 23 Juni -- 1 Samuel 2:27-36 - Akibat Pembiaran

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 23 Juni 2026
Ayat SH: 1 Samuel 2:27-36

Judul: Akibat Pembiaran

Ketika terjadi pelanggaran yang merendahkan Tuhan di dalam gereja, apa yang seharusnya dilakukan pendeta dan jemaat yang lain?

Seorang abdi Allah menyampaikan firman TUHAN bahwa Eli telah melupakan perbuatan TUHAN, memandang rendah kurban, dan lebih menghormati anak-anak-Nya daripada TUHAN (27-29). Maka, TUHAN akan menghukum Eli dan keluarga-Nya, juga menghukum Hofni dan Pinehas dengan kematian (30-34).

Sebagai gantinya, TUHAN akan mengangkat seorang imam yang setia, yang perbuatannya sesuai dengan hati-Nya dan jiwa-Nya, juga membangun baginya keturunan yang setia. Sisa keturunan Eli akan sujud kepadanya supaya mereka mendapatkan makanan (35-36).

Hal ini menjadi peringatan bagi kita bahwa kita tidak sepatutnya membiarkan siapa saja yang terbukti memandang rendah Tuhan dan melanggar kekudusan ibadah kepada-Nya.

Pelanggaran seserius itu, sekalipun dilakukan oleh keluarga sendiri, dengan alasan apa pun seperti melindungi perasaan mereka atau menjaga nama baik keluarga, tidak boleh dibiarkan sampai berlarut-larut. Jika demikian, itu berarti kita lebih menghormati keluarga yang adalah sesama manusia daripada Tuhan yang adalah Penebus dan Pemelihara kita.

Sikap seperti itu jelas tidak berkenan di hadapan Tuhan. Kita mungkin dapat meneruskan posisi pelayanan kita di gereja, tetapi kita tidak akan dapat menjalankan tugas pelayanan kita sebagaimana mestinya.

Hak istimewa rohani, menurut Robert Bergen, bukan hak yang permanen bila tidak disertai kesetiaan. Tuhan bisa saja mencopot hak pelayanan kita, dan memberikannya kepada orang lain yang berkenan bagi-Nya. Kalau selama ini kita seperti itu, datanglah kepada Tuhan dan mohonlah pengampunan-Nya.

Dengarkanlah peringatan Tuhan dan jadilah pelayan-Nya yang setia. Ketika kita diberikan hak istimewa, jalanilah segala tugas kita seperti kehendak dan perintah-Nya. Ketika terjadi pelanggaran, bangkitlah, tegurlah yang melanggar dan cegahlah yang melayani bersama kita dari pelanggaran serupa. [DLT]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+2:27-36
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Samuel+2:27-36

1 Samuel 2:27-36

27  Seorang abdi Allah datang kepada Eli dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Bukankah dengan nyata Aku menyatakan diri-Ku kepada nenek moyangmu, ketika mereka masih di Mesir dan takluk kepada keturunan Firaun?
28  Dan Aku telah memilihnya dari segala suku Israel menjadi imam bagi-Ku, supaya ia mempersembahkan korban di atas mezbah-Ku, membakar ukupan dan memakai baju efod di hadapan-Ku; kepada kaummu telah Kuserahkan segala korban api-apian orang Israel.
29  Mengapa engkau memandang dengan loba kepada korban sembelihan-Ku dan korban sajian-Ku, yang telah Kuperintahkan, dan mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih dari pada-Ku, sambil kamu menggemukkan dirimu dengan bagian yang terbaik dari setiap korban sajian umat-Ku Israel?
30  Sebab itu--demikianlah firman TUHAN, Allah Israel--sesungguhnya Aku telah berjanji: Keluargamu dan kaummu akan hidup di hadapan-Ku selamanya, tetapi sekarang--demikianlah firman TUHAN--:Jauhlah hal itu dari pada-Ku! Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah.
31  Sesungguhnya akan datang waktunya, bahwa Aku akan mematahkan tangan kekuatanmu dan tangan kekuatan kaummu, sehingga tidak ada seorang kakek dalam keluargamu.
32  Maka engkau akan memandang dengan mata bermusuhan kepada segala kebaikan yang akan Kulakukan kepada Israel dan dalam keluargamu takkan ada seorang kakek untuk selamanya.
33  Tetapi seorang dari padamu yang tidak Kulenyapkan dari lingkungan mezbah-Ku akan membuat matamu rusak dan jiwamu merana; segala tambahan keluargamu akan mati oleh pedang lawan.
34  Inilah yang akan menjadi tanda bagimu, yakni apa yang akan terjadi kepada kedua anakmu itu, Hofni dan Pinehas: pada hari yang sama keduanya akan mati.
35  Dan Aku akan mengangkat bagi-Ku seorang imam kepercayaan, yang berlaku sesuai dengan hati-Ku dan jiwa-Ku, dan Aku akan membangunkan baginya keturunan yang teguh setia, sehingga ia selalu hidup di hadapan orang yang Kuurapi.
36  Kemudian siapa yang masih tinggal hidup dari keturunanmu akan datang sujud menyembah kepadanya meminta sekeping uang perak atau sepotong roti, dan akan berkata: Tempatkanlah kiranya aku dalam salah satu golongan imam itu, supaya aku dapat makan sekerat roti."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 24 Juni -- 1 Samuel 3:1-4:1a - Pemimpin Pilihan Tuhan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 24 Juni 2026
Ayat SH: 1 Samuel 3:1-4:1a

Judul: Pemimpin Pilihan Tuhan

Gereja sering kali diperhadapkan dengan dilema dalam memilih pendeta baru. Ada berbagai pertimbangan yang memengaruhi dan menentukan pilihan. Apa yang mendasari pertimbangan kita?

Suatu malam TUHAN memanggil Samuel, pelayan TUHAN yang masih muda. Samuel mengira Eli yang memanggilnya sehingga ia menemuinya sampai dua kali. Pada panggilan ketiga, barulah Eli menyadari dan memberi tahu bahwa itulah panggilan TUHAN. Maka, pada panggilan berikutnya Samuel menjawab, "Berfirmanlah, sebab hamba-Mu ini mendengar" (3:4-10).

TUHAN berfirman bahwa Ia akan melakukan sesuatu di Israel, yakni menepati janji hukuman-Nya kepada Eli (3:11-14). Keesokan harinya Samuel menyampaikan firman itu kepada Eli dan Eli menerima apa yang akan TUHAN lakukan (3:15-18). Samuel terbukti mampu memenuhi tugas kenabian yang dipercayakan kepadanya (3:19-4:1a).

Allah memunculkan pemimpin baru yang Ia pilih dengan berdasarkan tiga hal penting berikut ini. Pertama, seorang dengan hati yang melayani Tuhan, bukan yang mencari keuntungan. Kedua, seorang yang mengandalkan penyertaan Tuhan, bukan memaksakan diri menjadi pemimpin. Ketiga, seorang yang mau menjadi pembawa firman Tuhan, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, tetapi yang menyuarakan pesan Tuhan kepada jemaat.

Ketiga hal itu perlu mendasari pertimbangan kita dalam memilih pelayan Tuhan yang berikutnya. Sebagai jemaat, kita kadang kala berpikir siapa saja yang terpilih tidak akan begitu memengaruhi kehidupan pribadi kita. Jelas, ini merupakan cara pikir yang kurang memedulikan sesama anggota gereja. Justru pemimpin yang terpilih sangat membantu kita dalam memahami firman Tuhan dengan baik sehingga mengalami pertumbuhan rohani.

Maka, pilihlah pemimpin rohani sesuai kehendak Tuhan. Dan jadilah jemaat yang siap menerima pengajaran dan pembentukan dari Tuhan. Caranya? Berdoalah kepada Tuhan dan pekalah terhadap firman-Nya! [DLT]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+3:1-4:1
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Samuel+3:1-4:1

1 Samuel 3:1-4:1

 1  Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatanpun tidak sering.
 2  Pada suatu hari Eli, yang matanya mulai kabur dan tidak dapat melihat dengan baik, sedang berbaring di tempat tidurnya.
 3  Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci TUHAN, tempat tabut Allah.
 4  Lalu TUHAN memanggil: "Samuel! Samuel!", dan ia menjawab: "Ya, bapa."
 5  Lalu berlarilah ia kepada Eli, serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil; tidurlah kembali." Lalu pergilah ia tidur.
 6  Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi. Samuelpun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali."
 7  Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya.
 8  Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Iapun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Lalu mengertilah Eli, bahwa Tuhanlah yang memanggil anak itu.
 9  Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: "Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar." Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya.
10  Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: "Samuel! Samuel!" Dan Samuel menjawab: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar."
11  Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Ketahuilah, Aku akan melakukan sesuatu di Israel, sehingga setiap orang yang mendengarnya, akan bising kedua telinganya.
12  Pada waktu itu Aku akan menepati kepada Eli segala yang telah Kufirmankan tentang keluarganya, dari mula sampai akhir.
13  Sebab telah Kuberitahukan kepadanya, bahwa Aku akan menghukum keluarganya untuk selamanya karena dosa yang telah diketahuinya, yakni bahwa anak-anaknya telah menghujat Allah, tetapi ia tidak memarahi mereka!
14  Sebab itu Aku telah bersumpah kepada keluarga Eli, bahwa dosa keluarga Eli takkan dihapuskan dengan korban sembelihan atau dengan korban sajian untuk selamanya."
15  Samuel tidur sampai pagi; kemudian dibukanya pintu rumah TUHAN. Samuel segan memberitahukan penglihatan itu kepada Eli.
16  Tetapi Eli memanggil Samuel, katanya: "Samuel, anakku." Jawab Samuel: "Ya, bapa."
17  Kata Eli: "Apakah yang disampaikan-Nya kepadamu? Janganlah kausembunyikan kepadaku. Kiranya beginilah Allah menghukum engkau, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika engkau menyembunyikan sepatah katapun kepadaku dari apa yang disampaikan-Nya kepadamu itu."
18  Lalu Samuel memberitahukan semuanya itu kepadanya dengan tidak menyembunyikan sesuatupun. Kemudian Eli berkata: "Dia TUHAN, biarlah diperbuat-Nya apa yang dipandang-Nya baik."
19  Dan Samuel makin besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satupun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur.
20  Maka tahulah seluruh Israel dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi TUHAN.
21  Dan TUHAN selanjutnya menampakkan diri di Silo, sebab Ia menyatakan diri di Silo kepada Samuel dengan perantaraan firman-Nya.
 1  Dan perkataan Samuel sampai ke seluruh Israel.(4-1b) Orang Israel maju berperang melawan orang Filistin dan berkemah dekat Eben-Haezer, sedang orang Filistin berkemah di Afek.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 25 Juni -- 1 Samuel 4:1b-22 - Allah Bukanlah Alat

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 25 Juni 2026
Ayat SH: 1 Samuel 4:1b-22

Judul: Allah Bukanlah Alat

Sewaktu Anda melewati tempat gelap dan merasa takut, apa yang Anda lakukan? Agar berani, orang biasanya mengenakan kalung salib seakan-akan salib itu adalah alat yang dapat mengerahkan kuasa Tuhan dan mengusir hantu.

Benarkah seperti itu?

Orang Israel bertempur melawan orang Filistin, tetapi mereka kalah. Untuk membalikkan keadaan, mereka membawa Tabut Perjanjian TUHAN ke medan pertempuran dengan harapan kehadiran tabut itu akan membawa kemenangan (1-5). Kenyataannya, Israel mengalami kekalahan besar. Tentara sebanyak 30.000 orang tewas, termasuk Hofni dan Pinehas, dan Tabut Allah dirampas oleh musuh (10-11).

Saat Eli mendengar itu, ia jatuh dan mati (17-18). Menantu perempuannya, istri Pinehas, mendengar berita tragis itu dan melahirkan anak laki-laki yang ia beri nama Ikabod, yang berarti "kemuliaan telah meninggalkan Israel", sebagai simbol hilangnya kemuliaan Allah (19-22).

Kegagalan ini mencerminkan kemerosotan rohani bangsa Israel. Setelah kedurjanaan anak-anak imam Eli (1Sam. 2:12-17), kedursilaan mereka makin terbukti nyata ketika mereka mencoba menutupi dan menyamarkan dosa dengan cara membawa Tabut Allah. Mereka memaksa Allah untuk menyertai mereka dan memberikan kemenangan. Kehadiran tabut itu memang membangkitkan sorak sorai, semangat, dan kepercayaan diri. Nyatanya, mereka sedang menjatuhkan diri mereka.

Allah bukanlah alat yang kehadiran-Nya dapat diperalat. Allah memberikan kekalahan kepada orang Israel sebagai cara-Nya mendidik mereka untuk menghormati-Nya. Kita diajarkan untuk membawa nama Allah bukan untuk memenuhi keinginan diri kita sendiri demi kesuksesan dan kemenangan, tetapi untuk menghidupi kehendak-Nya demi pertobatan dan pertumbuhan iman.

Jangan kita berpikir dengan berdoa, memberi persembahan, atau terlibat dalam pelayanan, Allah wajib memberkati kita. Ia adalah Pribadi yang mahakudus dan bebas bertindak menurut hikmat-Nya. Oleh karena itu, hormatilah Allah dan jadilah alat Allah yang mau dipimpin dan dipakai oleh-Nya. [MKD]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+4:1-22
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Samuel+4:1-22

1 Samuel 4:1-22

 1  Dan perkataan Samuel sampai ke seluruh Israel.(4-1b) Orang Israel maju berperang melawan orang Filistin dan berkemah dekat Eben-Haezer, sedang orang Filistin berkemah di Afek.
 2  Orang Filistin mengatur barisannya berhadapan dengan orang Israel. Ketika pertempuran menghebat, terpukullah kalah orang Israel oleh orang Filistin, yang menewaskan kira-kira empat ribu orang di medan pertempuran itu.
 3  Ketika tentara itu kembali ke perkemahan, berkatalah para tua-tua Israel: "Mengapa TUHAN membuat kita terpukul kalah oleh orang Filistin pada hari ini? Marilah kita mengambil dari Silo tabut perjanjian TUHAN, supaya Ia datang ke tengah-tengah kita dan melepaskan kita dari tangan musuh kita."
 4  Kemudian bangsa itu menyuruh orang ke Silo, lalu mereka mengangkat dari sana tabut perjanjian TUHAN semesta alam, yang bersemayam di atas para kerub; kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, ada di sana dekat tabut perjanjian Allah itu.
 5  Segera sesudah tabut perjanjian TUHAN sampai ke perkemahan, bersoraklah seluruh orang Israel dengan nyaring, sehingga bumi bergetar.
 6  Dan orang Filistin yang mendengar bunyi sorak itu berkata: "Apakah bunyi sorak yang nyaring di perkemahan orang Ibrani itu?" Ketika diketahui mereka, bahwa tabut TUHAN telah sampai ke perkemahan itu,
 7  ketakutanlah orang Filistin, sebab kata mereka: "Allah mereka telah datang ke perkemahan itu," dan mereka berkata: "Celakalah kita, sebab seperti itu belum pernah terjadi dahulu.
 8  Celakalah kita! Siapakah yang menolong kita dari tangan Allah yang maha dahsyat ini? Inilah juga Allah, yang telah menghajar orang Mesir dengan berbagai-bagai tulah di padang gurun.
 9  Kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki, hai orang Filistin, supaya kamu jangan menjadi budak orang Ibrani itu, seperti mereka dahulu menjadi budakmu. Berlakulah seperti laki-laki dan berperanglah!"
10  Lalu berperanglah orang Filistin, sehingga orang Israel terpukul kalah. Mereka melarikan diri masing-masing ke kemahnya. Amatlah besar kekalahan itu: dari pihak Israel gugur tiga puluh ribu orang pasukan berjalan kaki.
11  Lagipula tabut Allah dirampas dan kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, tewas.
12  Seorang dari suku Benyamin lari dari barisan pertempuran dan pada hari itu juga ia sampai ke Silo dengan pakaian terkoyak-koyak dan dengan tanah di kepalanya.
13  Ketika ia sampai, Eli sedang duduk di kursi di tepi jalan menunggu-nunggu, sebab hatinya berdebar-debar karena tabut Allah itu. Ketika orang itu masuk ke kota dan menceritakan kabar itu, berteriaklah seluruh kota itu.
14  Ketika Eli mendengar bunyi teriakan itu, bertanyalah ia: "Keributan apakah itu?" Lalu bersegeralah orang itu mendapatkan Eli dan memberitahukannya kepadanya.
15  Eli sudah sembilan puluh delapan tahun umurnya dan matanya sudah bular, sehingga ia tidak dapat melihat lagi.
16  Kata orang itu kepada Eli: "Aku datang dari medan pertempuran; baru hari ini aku melarikan diri dari medan pertempuran." Kata Eli: "Bagaimana keadaannya, anakku?"
17  Jawab pembawa kabar itu: "Orang Israel melarikan diri dari hadapan orang Filistin; kekalahan yang besar telah diderita oleh rakyat; lagipula kedua anakmu, Hofni dan Pinehas, telah tewas, dan tabut Allah sudah dirampas."
18  Ketika disebutnya tabut Allah itu, jatuhlah Eli telentang dari kursi di sebelah pintu gerbang, batang lehernya patah dan ia mati. Sebab telah tua dan gemuk orangnya. Empat puluh tahun lamanya ia memerintah sebagai hakim atas orang Israel.
19  Adapun menantunya perempuan, isteri Pinehas, sudah hamil tua. Ketika didengarnya kabar itu, bahwa tabut Allah telah dirampas dan mertuanya laki-laki serta suaminya telah mati, duduklah ia berlutut, lalu bersalin, sebab ia kedatangan sakit beranak.
20  Ketika ia hampir mati, berkatalah perempuan-perempuan yang berdiri di dekatnya: "Janganlah takut, sebab engkau telah melahirkan seorang anak laki-laki." Tetapi ia tidak menjawab dan tidak memperhatikannya.
21  Ia menamai anak itu Ikabod, katanya: "Telah lenyap kemuliaan dari Israel" --karena tabut Allah sudah dirampas dan karena mertuanya dan suaminya.
22  Katanya: "Telah lenyap kemuliaan dari Israel, sebab tabut Allah telah dirampas."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 22 Juni -- 1 Samuel 2:11-26 - Satu Tempat, Dua Kenyataan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 22 Juni 2026
Ayat SH: 1 Samuel 2:11-26

Judul: Satu Tempat, Dua Kenyataan

Ketika suatu benda diikat dengan tali dan diputar, ada gaya sentripetal, daya tarikan ke pusat lingkaran, dan gaya sentrifugal, daya dorongan ke luar lingkaran. Jadi, pada saat bersamaan ada dua arah gerakan yang bertolak belakang.

Pada pusat yang sama, di tempat Imam Eli melayani, terlihat dua kenyataan yang bertolak belakang. Di satu sisi ada Samuel. Ia adalah pelayan TUHAN di bawah pengawasan Imam Eli (11), dan juga di hadapan TUHAN (18). Ia mendapat perhatian dan dukungan ibunya untuk melayani (19). Imam Eli pun memberkati orang tuanya sehingga TUHAN menambahkan lima anak lagi (20-21). Dan Samuel bertumbuh besar dan makin disukai TUHAN maupun sesama (26).

Sebaliknya, di sisi lain ada anak-anak lelaki Eli. Mereka adalah orang durjana yang tidak mengindahkan TUHAN (12). Mereka memperlakukan persembahan umat sesukanya, juga mengambil paksa daging dan lemak yang bukan bagian mereka (13-17). Bahkan, mereka tidur dengan para pelayan (22). Eli menegur, tetapi mereka tidak mendengarkannya (23-25).

Sebagai imam, tentunya Eli mengajari anak-anaknya untuk menghormati dan melayani Tuhan. Namun, kenyataannya kedua anaknya menista Tuhan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hofni dan Pinehas memiliki jabatan sebagai imam, tetapi yang mereka lakukan adalah kejahatan. Mereka terus berbuat jahat karena ayah mereka tidak mencegah mereka (1Sam. 3:13). Akibatnya, mereka mencela Tuhan yang seharusnya mereka layani.

Samuel juga melayani di tempat yang sama dengan Hofni dan Pinehas, tetapi ia memperlihatkan sikap yang sangat berbeda. Bagaimana hal ini terjadi? Samuel memiliki hati yang mau mendengarkan ajaran Eli dan menaati perintah Tuhan. Ia tidak hanya menerima jabatan imam, tetapi juga menjalankan tugasnya di hadapan Tuhan sebagaimana mestinya. Hasilnya, ia menerima berkat pemeliharaan dari Tuhan dan kasih dari sesama.

Di dunia di mana banyak orang melayani keinginan mereka sendiri, siapa yang akan kita layani? Lingkungan kita boleh sama, tetapi dengarkanlah dan taatilah Tuhan. [DLT]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+2:11-26
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Samuel+2:11-26

1 Samuel 2:11-26

11  Lalu pulanglah Elkana ke Rama tetapi anak itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan imam Eli.
12  Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila; mereka tidak mengindahkan TUHAN,
13  ataupun batas hak para imam terhadap bangsa itu. Setiap kali seseorang mempersembahkan korban sembelihan, sementara daging itu dimasak, datanglah bujang imam membawa garpu bergigi tiga di tangannya
14  dan dicucukkannya ke dalam bejana atau ke dalam kuali atau ke dalam belanga atau ke dalam periuk. Segala yang ditarik dengan garpu itu ke atas, diambil imam itu untuk dirinya sendiri. Demikianlah mereka memperlakukan semua orang Israel yang datang ke sana, ke Silo.
15  Bahkan sebelum lemaknya dibakar, bujang imam itu datang, lalu berkata kepada orang yang mempersembahkan korban itu: "Berikanlah daging kepada imam untuk dipanggang, sebab ia tidak mau menerima dari padamu daging yang dimasak, hanya yang mentah saja."
16  Apabila orang itu menjawabnya: "Bukankah lemak itu harus dibakar dahulu, kemudian barulah ambil bagimu sesuka hatimu," maka berkatalah ia kepada orang itu: "Sekarang juga harus kauberikan, kalau tidak, aku akan mengambilnya dengan kekerasan."
17  Dengan demikian sangat besarlah dosa kedua orang muda itu di hadapan TUHAN, sebab mereka memandang rendah korban untuk TUHAN.
18  Adapun Samuel menjadi pelayan di hadapan TUHAN; ia masih anak-anak, yang tubuhnya berlilitkan baju efod dari kain lenan.
19  Setiap tahun ibunya membuatkan dia jubah kecil dan membawa jubah itu kepadanya, apabila ia bersama-sama suaminya pergi mempersembahkan korban sembelihan tahunan.
20  Lalu Eli memberkati Elkana dan isterinya, katanya: "TUHAN kiranya memberikan keturunan kepadamu dari perempuan ini pengganti yang telah diserahkannya kepada TUHAN." Sesudah itu pulanglah mereka ke tempat kediamannya.
21  Dan TUHAN mengindahkan Hana, sehingga dia mengandung dan melahirkan tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan lagi. Sementara itu makin besarlah Samuel yang muda itu di hadapan TUHAN.
22  Eli telah sangat tua. Apabila didengarnya segala sesuatu yang dilakukan anak-anaknya terhadap semua orang Israel dan bahwa mereka itu tidur dengan perempuan-perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan,
23  berkatalah ia kepada mereka: "Mengapa kamu melakukan hal-hal yang begitu, sehingga kudengar dari segenap bangsa ini tentang perbuatan-perbuatanmu yang jahat itu?
24  Janganlah begitu, anak-anakku. Bukan kabar baik yang kudengar itu bahwa kamu menyebabkan umat TUHAN melakukan pelanggaran.
25  Jika seseorang berdosa terhadap seorang yang lain, maka Allah yang akan mengadili; tetapi jika seseorang berdosa terhadap TUHAN, siapakah yang menjadi perantara baginya?" Tetapi tidaklah didengarkan mereka perkataan ayahnya itu, sebab TUHAN hendak mematikan mereka.
26  Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 21 Juni -- AYUB 1:1-5 - BAPAK YANG ROHANI

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 21 Juni 2026
Bacaan : AYUB 1:1-5
Setahun: Mazmur 40-45
Nats: Setiap kali sesudah hari-hari pesta, Ayub memanggil dan menguduskan mereka. (Ayub 1:5a)

Renungan:

BAPAK YANG ROHANI

Tidak jarang kita mendengar berita tentang kenakalan anak-anak atau remaja di sekitar kita. Ketika diusut atau diselidiki, ternyata perilaku mereka disebabkan karena orang tua yang tidak hadir dan tidak bertanggung jawab dalam mendidik dan mengarahkan. Mereka berpikir bahwa yang penting sudah memberikan kekayaan dan kenyamanan kepada anak-anaknya.

Kesalehan Ayub yang hidup takut akan Allah dan menjauhi kejahatan sangat jelas pada bagian ini, yaitu cara Ayub memperlakukan anak-anaknya. Anak-anak Ayub masih muda, karena kekayaan bapak mereka, anak-anaknya yang laki-laki secara rutin mengadakan pesta keluarga secara bergiliran dan mengundang ketiga saudara perempuan mereka. Mereka melakukan itu karena mereka memang mampu melakukan dan merupakan bagian dari menjaga relasi dalam keluarga mereka.

Namun, bagi Ayub, dalam pesta orang muda ada kemungkinan dalam kemudaan mereka, dapat saja mereka jatuh dalam dosa, walaupun dalam bagian ini tidak disebutkan. Karena itu, sebagai bapak, Ayub punya tanggung jawab untuk selalu memanggil anak-anaknya, menguduskan mereka, dan mempersembahkan kurban bakaran keesokan harinya. Ia menjaga anak-anaknya dari berdosa dan penghukuman Allah.

Dunia saat ini banyak kehilangan sosok bapak yang rohani dan bertanggung jawab atas kebutuhan rohani anak-anaknya. Dan mungkin kita juga sedang merindukan sosok bapak seperti itu, sosok bapak yang membimbing kita mengenal Tuhan dan memberi contoh hidup takut akan Tuhan. Marilah berdoa agar Tuhan menghadirkan banyak sosok bapak yang sungguh takut akan Tuhan yang akan menolong anak-anaknya hidup bagi Tuhan. --ANT/www.renunganharian.net
   
SEORANG BAPAK MEMPUNYAI TANGGUNG JAWAB ROHANI BAGI ANAK-ANAKNYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?AYUB+1:1-5

AYUB 1:1-5

 1  Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
 2  Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan.
 3  Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.
 4  Anak-anaknya yang lelaki biasa mengadakan pesta di rumah mereka masing-masing menurut giliran dan ketiga saudara perempuan mereka diundang untuk makan dan minum bersama-sama mereka.
 5  Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Mazmur+40-45
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+40-45

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 21 Juni -- 1 Samuel 2:1-10 - Tuhan Membalikkan Keadaan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 21 Juni 2026
Ayat SH: 1 Samuel 2:1-10

Judul: Tuhan Membalikkan Keadaan

Ketika TUHAN menyatakan mukjizat-Nya dan memberikan kelegaan kepada kita, bagaimana sikap kita?

Hana memanjatkan doa, menyatakan kegembiraannya atas pertolongan TUHAN, dan menertawai musuh-musuhnya (1). Musuh yang terdekat adalah Penina. Ia meyakini bahwa TUHAN Allah Yang Mahakudus dan Yang Mahatahu adalah perlindungannya sehingga Penina tidak bisa lagi berkata sombong (2-3). Karena kuasa TUHAN, Hana yang mandul sekarang bisa mengandung dan melahirkan anak (4-5).

TUHANlah yang berkuasa atas kehidupan manusia (6-8). Ia menjaga orang-orang yang dikasihi-Nya, tetapi orang fasik akan binasa. Ia mengadili semua orang sehingga yang melawan-Nya akan hancur, tetapi yang diangkat-Nya akan menjadi kuat dan yang diurapi-Nya akan menjadi tinggi (9-10).

Ketika orang yang sombong suka merendahkan orang lain, TUHAN berkuasa menolong orang percaya dengan membalikkan keadaan. Setelah Samuel, Hana mendapatkan lima orang anak lagi (1Sam. 2:21). Akhirnya perempuan yang tadinya direndahkan oleh manusia, sekarang ditinggikan oleh TUHAN.

Hidup ini seperti roda yang berputar, ada kalanya hidup seseorang berada di atas dan ada kalanya di bawah. Orang yang sepertinya punya segalanya bisa saja dihukum Tuhan sehingga ia menderita kehilangan dan kehinaan. Sebaliknya, orang yang tampaknya tidak punya apa-apa bisa saja ditolong Tuhan sehingga ia diberkati dan diberi kehormatan. Semua bisa terjadi karena Tuhan berkuasa atas segalanya, termasuk keadaan hidup kita.

Ketika pembalikkan yang penuh mukjizat terjadi dalam hidup kita, tentunya kita bersukacita dan berdoa memuji Tuhan. Ini membuat kita makin percaya bahwa Tuhanlah penolong kita yang terbaik.

Maka, kita patut bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas pertolongan-Nya bagi kita selama ini. Makin percayalah bahwa Ia berkuasa atas segala sesuatu, dan makin percayalah juga bahwa kita akan selalu aman sejahtera dalam pemeliharaan-Nya yang penuh kasih dan keadilan. [DLT]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+2:1-10
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Samuel+2:1-10

1 Samuel 2:1-10

 1  Lalu berdoalah Hana, katanya: "Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu.
 2  Tidak ada yang kudus seperti TUHAN, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita.
 3  Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji.
 4  Busur pada pahlawan telah patah, tetapi orang-orang yang terhuyung-huyung, pinggangnya berikatkan kekuatan.
 5  Siapa yang kenyang dahulu, sekarang menyewakan dirinya karena makanan, tetapi orang yang lapar dahulu, sekarang boleh beristirahat. Bahkan orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi orang yang banyak anaknya, menjadi layu.
 6  TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana.
 7  TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga.
 8  Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. Sebab TUHAN mempunyai alas bumi; dan di atasnya Ia menaruh daratan.
 9  Langkah kaki orang-orang yang dikasihi-Nya dilindungi-Nya, tetapi orang-orang fasik akan mati binasa dalam kegelapan, sebab bukan oleh karena kekuatannya sendiri seseorang berkuasa.
10  Orang yang berbantah dengan TUHAN akan dihancurkan; atas mereka Ia mengguntur di langit. TUHAN mengadili bumi sampai ke ujung-ujungnya; Ia memberi kekuatan kepada raja yang diangkat-Nya dan meninggikan tanduk kekuatan orang yang diurapi-Nya."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]