(e-RH) 19 Mei -- KISAH PARA RASUL 16:1-12 - TOLONGLAH KAMI!

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 19 Mei 2026
Bacaan : KISAH PARA RASUL 16:1-12
Setahun: 2 Tawarikh 32-34
Nats: Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: Ada seorang Makedonia berdiri di situ dan memohon kepadanya, "Menyeberanglah ke Makedonia dan tolonglah kami!" (Kisah Para Rasul 16:9)

Renungan:

TOLONGLAH KAMI!

Suatu malam, seorang pria sedang berjalan pulang ketika mendengar suara lirih dari gang sempit. Ia ragu, tapi suara itu makin jelas didengarnya, "Tolong ...." Pria itu berjalan ke arah datangnya suara dan menemukan seorang kakek yang tergeletak tak berdaya. Ia pun langsung menolongnya. Kakek itu menangis sambil berkata, "Banyak orang lewat, tapi hanya kamu yang mendengar dan menolongku."

Bacaan hari ini menceritakan perjalanan misi Paulus yang kedua. Ia bertemu Timotius dan mengajaknya ikut dalam pelayanan. Dalam perjalanan, Paulus beberapa kali dicegah oleh Roh Kudus untuk pergi ke wilayah tertentu. Hingga ia mendapat penglihatan tentang seorang pria Makedonia yang berseru, "Tolonglah kami!" Seruan itu bukan hanya sekadar permintaan, tapi jeritan jiwa yang haus akan Injil, seruan pertolongan. Dan Paulus tidak mengabaikannya. Ia segera mengubah rencana perjalanannya dan pergi ke Makedonia karena tahu bahwa seruan itu datang dari Tuhan (ay. 10). Mereka menyadari bahwa jika Tuhan sudah berbicara maka mereka harus taat.

Di sekitar kita hari ini banyak suara serupa yang mungkin kita dengar dengan jelas. Kita mendengar tentang tetangga yang kesepian, rekan kerja yang kesulitan, atau teman yang kehilangan harapan. Mereka tidak selalu berkata langsung, tapi sikap dan ekspresi mereka mungkin sedang berseru, "Tolong saya!" Apakah kita peka? Tuhan sering kali menyampaikan kehendak-Nya melalui kebutuhan orang lain. Ketika kita bersedia membuka mata dan hati, kita sedang menyatakan kehadiran Tuhan yang menjawab doa mereka. --SYS/www.renunganharian.net
   
KADANG, PANGGILAN TUHAN KEPADA KITA TIDAK TERDENGAR SEBAGAI SUARA DARI LANGIT, TAPI DALAM BENTUK KEBUTUHAN ORANG-ORANG DI SEKITAR KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KISAH+PARA+RASUL+16:1-12

KISAH PARA RASUL 16:1-12

 1  Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani.
 2  Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium,
 3  dan Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.
 4  Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya.
 5  Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya.
 6  Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.
 7  Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka.
 8  Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas.
 9  Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!"
10  Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.
11  Lalu kami bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake, dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis;
12  dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Tawarikh+32-34
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Tawarikh+32-34

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 19 Mei -- 1 Korintus 1:18-2:5 - Bukan Hasil Retorika

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 19 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 1:18-2:5

Judul: Bukan Hasil Retorika

Kesediaan kita untuk mendengarkan seorang pembicara sering dipengaruhi oleh seberapa besar kemampuan orang itu berkata-kata, tidak terkecuali pemimpin rohani. Makin bagus retorikanya, makin besar kepercayaan kita. Benarkah demikian?

Paulus dengan sangat tegas mengatakan, orang percaya tak akan pernah menggunakan hikmatnya untuk mencari bukti atau pembenaran manusia. Bagi mereka, Injil adalah hikmat Allah yang berbeda dengan hikmat manusia (1:18-20).

Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang dapat mengenal Allah dengan hikmatnya sendiri (1:20). Sepintar apa pun manusia mencari bukti dan pembenaran, ia tidak akan pernah bisa mengenal Allah dengan benar tanpa Kristus (1:22). Kristus adalah sumber hikmat orang percaya. Di dalam Dia ada kekuatan dan hikmat Allah (1:23-24).

Paulus ingin menyadarkan jemaat di Korintus bahwa iman mereka haruslah bergantung pada Yesus Kristus, bukan pada perkataan siapa pun, termasuk dia sendiri sekalipun, yang terdengar penuh hikmat (2:1-5).

Siapa pun yang hendak menggunakan hikmat perkataan manusia untuk percaya kepada Allah akan gagal. Justru semua itu hanya akan menjauhkan kita dari Allah. Salah satu buktinya sudah dialami jemaat di Korintus. Mereka terpecah karena mereka mengandalkan hikmat perkataan manusia yang memuaskan pemikiran mereka.

Hal ini tidak berbeda dengan gereja masa kini. Tidak sedikit orang Kristen yang mencari gereja yang bisa memuaskan pikiran mereka. Namun, jangan sampai iman kita bergantung pada hikmat manusia yang sekadar memuaskan rasa penasaran dan superioritas. Ingat! Hikmat Allah bukan untuk memuaskan logika manusia, melainkan untuk menyelamatkan manusia.

Carilah hikmat Allah, bukan hikmat manusia! Ingat, iman yang dianugerahkan kepada kita bukan hasil kehebatan retorika manusia, melainkan karunia Allah di dalam Yesus Kristus. Ialah yang akan terus menolong dan memimpin kita dalam pertumbuhan iman. Karena hikmat-Nyalah kita mengalami perubahan hidup serupa dengan Kristus. [MAR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+1:18-2:5
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+1:18-2:5

1 Korintus 1:18-2:5

18  Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.
19  Karena ada tertulis: "Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan."
20  Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?
21  Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.
22  Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,
23  tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,
24  tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.
25  Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.
26  Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.
27  Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,
28  dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,
29  supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.
30  Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.
31  Karena itu seperti ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."
 1  Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu.
 2  Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.
 3  Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.
 4  Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,
 5  supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 18 Mei -- 1 Korintus 1:10-17 - Satu Artinya Tidak Terpecah

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 18 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 1:10-17

Judul: Satu Artinya Tidak Terpecah

Bisa jadi salah satu pemicu perpecahan komunitas adalah gangguan kepribadian narsistik (NPD). Orang dengan NPD menganggap dirinya superior dan orang lain inferior. Apa jadinya, jika orang seperti itu berada dalam komunitas orang-orang yang mengaku percaya kepada Tuhan?

"Demi nama Tuhan kita Yesus Kristus" (10). Kalimat ini menjadi kunci dari nasihat Paulus kepada semua jemaat di Korintus tanpa terkecuali dalam menghadapi perselisihan yang terjadi (11). Ia menegaskan pentingnya persatuan sebagai umat Allah dalam Yesus Kristus. Baptisan sejatinya menjadikan mereka satu dalam Kristus, bukan malah terpecah belah (12-15). Nasihat ini menegaskan bahwa mereka menjadi jemaat Tuhan bukan karena kepintaran para rasul berbicara, melainkan karena salib Kristus (16-17).

Melalui teguran Paulus atas perpecahan yang terjadi di antara jemaat mula-mula di Korintus, kita diingatkan akan satu hal yang sangat penting dalam hidup bergereja. Sebagai orang Kristen, kita dipersatukan oleh Yesus Kristus, apa pun kemampuan dan kelebihan kita.

Perpecahan memang masih menjadi permasalahan jemaat Tuhan sampai hari ini. Salah satu penyebabnya adalah anggapan bahwa pemimpin rohani atau gereja tertentu lebih hebat. Setiap kali anggapan demikian muncul, ingatlah bahwa kita menjadi orang percaya bukan karena orang atau gereja yang membaptis kita, melainkan Yesus Kristus.

Allah mempersatukan semua orang percaya di seluruh dunia menjadi satu tubuh Kristus di tengah berbagai perbedaan yang ada. Sudah sepatutnya perbedaan yang ada memperkaya dan memperlengkapi kita. Sebagai satu komunitas, konflik memang tidak terhindari, tetapi itu bukan alasan bagi kita terpecah belah.

Sebagai orang percaya, sudah seharusnya kita menyatukan hati, bahwa kita semua adalah orang yang dipanggil oleh Allah di dalam keunikan dan kekhususan masing-masing untuk saling melengkapi. Terimalah dan akuilah sesama kita sebagai bagian tubuh Kristus yang sama-sama saling mendukung untuk menjadi makin serupa dengan Kristus. [MAR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+1:10-17
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+1:10-17

1 Korintus 1:10-17

10  Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.
11  Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloe tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu.
12  Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus.
13  Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus?
14  Aku mengucap syukur bahwa tidak ada seorangpun juga di antara kamu yang aku baptis selain Krispus dan Gayus,
15  sehingga tidak ada orang yang dapat mengatakan, bahwa kamu dibaptis dalam namaku.
16  Juga keluarga Stefanus aku yang membaptisnya. Kecuali mereka aku tidak tahu, entahkah ada lagi orang yang aku baptis.
17  Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 17 Mei -- DANIEL 3 - KESEMPATAN KEDUA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 17 Mei 2026
Bacaan : DANIEL 3
Setahun: 2 Tawarikh 25-27
Nats: "Sekarang, jika kamu bersedia, pada saat kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam, dan berbagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu!" (Daniel 3:15a)

Renungan:

KESEMPATAN KEDUA

Kesempatan kedua kerap terlihat seperti anugerah. Telah terlewat yang pertama, tetapi masih dimunculkan yang kedua. Terpikir, yang kedua harus segera diambil. Rugi besar jika kembali dilewatkan. Rasa sesal nanti bertambah mendalam. Ketahuilah iblis juga suka memberi kita kesempatan kedua! Sesudah kita menolak godaan dari suatu dosa, kembali ia menggoda kita dengan dosa tersebut. Maka artinya, tidak harus kita berkata "ya" pada kesempatan kedua. Jika terkait dosa, tetaplah katakan "tidak" seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.

Ketiga pemuda buangan dari Yehuda itu menolak menyembah patung emas buatan Raja Nebukadnezar. Saat beragam bunyi-bunyian diperdengarkan, mereka tidak mau sujud kepada patung tersebut. Hati raja teramat geram saat mendengar laporan dari orang-orang Kasdim perihal mereka. Namun, raja masih "berbelas kasihan" dengan memberi mereka kesempatan kedua (ay. 15). Raja tidak ingin mereka menerima hukuman yang telah ditetapkan, yakni dilemparkan ke dalam perapian menyala-nyala. Akan sekali lagi beragam bunyi-bunyian diperdengarkan. Sekali lagi mereka diminta untuk sujud kepada patung tersebut. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tetap pada pendirian semula (ay. 16-18). Alasannya, mereka mengerti bahwa memuja patung ialah tindakan yang menyakiti hati Allah, atau dapat disebut "dosa".

Jangan sampai kita tertipu! Jika terkait dosa, kesempatan kedua bukan merupakan anugerah, melainkan susulan tawaran dari sebuah malapetaka. Iblis yang tidak berhenti berkiprah kembali menyuguhkan dosa kepada kita. Jangan kita mengambil kesempatan kedua itu! Tetaplah kita menolak, tetaplah kita katakan, "Tidak!" Keputusan ini tidak membuat kita rugi besar, justru sangat beruntung. Bukan menyesal, justru meluapkan sukacita dari hati kita. --LIN/www.renunganharian.net
   
KESEMPATAN KEDUA YANG MUTLAK TAKKAN PERNAH KITA AMBIL IALAH KESEMPATAN UNTUK BERBUAT DOSA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?DANIEL+3

DANIEL 3

 1  Raja Nebukadnezar membuat sebuah patung emas yang tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam hasta yang didirikannya di dataran Dura di wilayah Babel.
 2  Lalu raja Nebukadnezar menyuruh orang mengumpulkan para wakil raja, para penguasa, para bupati, para penasihat negara, para bendahara, para hakim, para ahli hukum dan semua kepala daerah, untuk menghadiri pentahbisan patung yang telah didirikannya itu.
 3  Lalu berkumpullah para wakil raja, para penguasa, para bupati, para penasihat negara, para bendahara, para hakim, para ahli hukum dan semua kepala daerah, untuk menghadiri pentahbisan patung yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu.
 4  Dan berserulah seorang bentara dengan suara nyaring: "Beginilah dititahkan kepadamu, hai orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa:
 5  demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, maka haruslah kamu sujud menyembah patung yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu;
 6  siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala!"
 7  Sebab itu demi segala bangsa mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, maka sujudlah orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, dan menyembah patung emas yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu.
 8  Pada waktu itu juga tampillah beberapa orang Kasdim menuduh orang Yahudi.
 9  Berkatalah mereka kepada raja Nebukadnezar: "Ya raja, kekallah hidup tuanku!
10  Tuanku raja telah mengeluarkan titah, bahwa setiap orang yang mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, harus sujud menyembah patung emas itu,
11  dan bahwa siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala.
12  Ada beberapa orang Yahudi, yang kepada mereka telah tuanku berikan pemerintahan atas wilayah Babel, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, orang-orang ini tidak mengindahkan titah tuanku, ya raja: mereka tidak memuja dewa tuanku dan tidak menyembah patung emas yang telah tuanku dirikan."
13  Sesudah itu Nebukadnezar memerintahkan dalam marahnya dan geramnya untuk membawa Sadrakh, Mesakh dan Abednego menghadap. Setelah orang-orang itu dibawa menghadap raja,
14  berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: "Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?
15  Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?"
16  Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
17  Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
18  tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
19  Maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar, air mukanya berubah terhadap Sadrakh, Mesakh dan Abednego; lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat tujuh kali lebih panas dari yang biasa.
20  Kepada beberapa orang yang sangat kuat dari tentaranya dititahkannya untuk mengikat Sadrakh, Mesakh dan Abednego dan mencampakkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala itu.
21  Lalu diikatlah ketiga orang itu, dengan jubah, celana, topi dan pakaian-pakaian mereka yang lain, dan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala.
22  Karena titah raja itu keras, dipanaskanlah perapian itu dengan luar biasa, sehingga nyala api itu membakar mati orang-orang yang mengangkat Sadrakh, Mesakh dan Abednego itu ke atas.
23  Tetapi ketiga orang itu, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, jatuh ke dalam perapian yang menyala-nyala itu dengan terikat.
24  Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!"
25  Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"
26  Lalu Nebukadnezar mendekati pintu perapian yang bernyala-nyala itu; berkatalah ia: "Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi, keluarlah dan datanglah ke mari!" Lalu keluarlah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari api itu.
27  Dan para wakil raja, para penguasa, para bupati dan para menteri raja datang berkumpul; mereka melihat, bahwa tubuh orang-orang ini tidak mempan oleh api itu, bahwa rambut di kepala mereka tidak hangus, jubah mereka tidak berubah apa-apa, bahkan bau kebakaranpun tidak ada pada mereka.
28  Berkatalah Nebukadnezar: "Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah manapun kecuali Allah mereka.
29  Sebab itu aku mengeluarkan perintah, bahwa setiap orang dari bangsa, suku bangsa atau bahasa manapun ia, yang mengucapkan penghinaan terhadap Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego, akan dipenggal-penggal dan rumahnya akan dirobohkan menjadi timbunan puing, karena tidak ada allah lain yang dapat melepaskan secara demikian itu."
30  Lalu raja memberikan kedudukan tinggi kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego di wilayah Babel.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Tawarikh+25-27
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Tawarikh+25-27

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 17 Mei -- 1 Korintus 1:4-9 - Teosentris

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 17 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 1:4-9

Judul: Teosentris

Seberapa sering Anda mengucap syukur? Dari sekian kali kita bersyukur, mari kita ingat-ingat lagi: apa yang membuat kita bersyukur? Biasanya, pengalaman hidup kitalah yang menjadi alasan dari ucapan syukur yang kita naikkan kepada Allah, seperti "Aku bersyukur karena aku ...". Dengan kata lain, fokusnya masih terletak pada diri kita.

Ketika Paulus mengucap syukur, fokusnya terletak pada pribadi Allah sendiri, yang telah memberikan anugerah keselamatan dalam Kristus Yesus (4). Allah juga yang telah memperkaya jemaat-Nya di Korintus melalui karunia rohani, khususnya dalam hal perkataan dan pengetahuan (5). Dengan inilah mereka bersaksi bukan tentang diri mereka, melainkan Kristus (6). Kesetiaan Allah akan terus meneguhkan jemaat untuk hidup sebagai umat-Nya yang kudus (7-9).

Secara tidak langsung, Paulus mengingatkan jemaat Allah di Korintus bahwa keberadaan mereka berasal dari Allah, termasuk karunia rohani yang mereka miliki selama ini. Tidak ada alasan bagi mereka untuk menyombongkan diri.

Selain itu, Paulus juga menekankan bahwa tujuan dari segala sesuatu yang Allah berikan kepada mereka adalah kesempurnaan sebagai umat Allah yang kudus.

Paulus membawa nuansa ucapan syukur yang paling esensial dan mendasar, yakni pribadi Allah sebagai satu-satunya dasar ucapan syukur orang percaya. Semua ucapan syukur kita berpusat pada Yesus Kristus, Tuhan kita.

Setiap kali kita bersyukur, kita ingat akan anugerah keselamatan Allah yang membuat kita tidak kekurangan sedikit pun dalam karunia-Nya, bahwa semua kemampuan dan keahlian yang kita miliki berasal dari-Nya. Apa pun yang kita lewati selama ini, baik dan buruk, menyenangkan atau menyusahkan, semua itu adalah bagian dari peneguhan Allah atas kesempurnaan yang dikerjakan-Nya dalam hidup kita.

Bukan hal baik atau hal buruk yang membuat kita mengucap syukur kepada Allah, melainkan Allah sendiri. Ucapan syukur yang berpusat pada Allah (teosentris) akan memampukan kita hidup berkenan di hadapan Allah. [MAR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+1:4-9
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+1:4-9

1 Korintus 1:4-9

 4  Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus.
 5  Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan,
 6  sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu.
 7  Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus.
 8  Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.
 9  Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 16 Mei -- KISAH PARA RASUL 6:1-7 - JANGAN SAMPAI TERABAIKAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 16 Mei 2026
Bacaan : KISAH PARA RASUL 6:1-7
Setahun: 2 Tawarikh 21-24
Nats: Kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata, "Tidak baik jika kami melalaikan firman Allah untuk melayani meja." (Kisah Para Rasul 6:2)

Renungan:

JANGAN SAMPAI TERABAIKAN

Seorang wanita yang berprofesi sebagai perias jenazah mengungkapkan suara hatinya, khususnya ketika pernah menangani jenazah dari keluarga miskin yang ditolak oleh gereja. Mendengar penuturannya, seperti ada kesedihan yang terpancar dari suaranya, sekaligus menyesalkan kurangnya kepekaan gereja kepada kaum papa. Suatu ungkapan kegelisahan yang tampaknya perlu disuarakan dengan kuat ke setiap gereja, terlebih kalau kita mengingat bahwa kaum papa mendapat perhatian dari para rasul pada masa gereja mula-mula.

Para rasul pada zaman gereja mula-mula pernah diprotes karena pelayanan terhadap orang-orang miskin terabaikan. Untunglah kondisi ini tak berlangsung lama karena para rasul merespons dengan menunjuk tujuh orang untuk menjalankan peran diakonia, supaya kebutuhan orang-orang miskin dapat terpenuhi. Ungkapan "tidak baik kami melalaikan firman Allah untuk melayani meja" juga menunjukkan bahwa keseimbangan tetap diperlukan antara pentingnya umat Allah menerima pengajaran yang sehat dan pelayanan diakonia bagi jemaat yang memang harus mendapat perhatian bersama. Tujuannya jelas, supaya setiap orang dapat terlayani dengan baik, tak hanya dalam perkara rohani.

Sampai hari ini, panggilan Tuhan tetap sama supaya gereja menaruh kepedulian kepada mereka yang terbatas secara ekonomi. Inilah bentuk "kabar baik bagi orang miskin" seperti yang pernah Yesus sampaikan (Mat. 11:5). Suatu cara hidup Ilahi yang telah dimulai pada masa gereja mula-mula, yang perlu terus dipelihara oleh gereja pada akhir zaman ini. --GHJ/www.renunganharian.net
   
MEREKA YANG DIABAIKAN OLEH MANUSIA NISCAYA TETAP DIPERHATIKAN OLEH ALLAH.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KISAH+PARA+RASUL+6:1-7

KISAH PARA RASUL 6:1-7

 1  Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari.
 2  Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja.
 3  Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu,
 4  dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman."
 5  Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.
 6  Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka.
 7  Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Tawarikh+21-24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Tawarikh+21-24

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 16 Mei -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

Hakim-hakim 21

Ketika suatu masalah ditangani dengan solusi yang menimbulkan masalah baru, apa yang terjadi? Ketika perbuatan salah hendak diperbaiki bukan dengan perbuatan benar, melainkan perbuatan salah yang sama atau bahkan lebih besar, bagaimana jadinya?

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa sumpah orang Israel? (1)
2. Apa yang mereka lakukan di hadapan TUHAN? (2-4)
3. Siapa yang mereka cari, dan mengapa? (5-8)
4. Apa yang mereka perbuat terhadap orang Yabes-Gilead? (9-12)
5. Siapa yang mereka berikan kepada sisa suku Benyamin, dan apakah itu cukup? (13-15)
6. Apakah masalah orang Israel selesai? Apa yang terjadi setiap tahun di Silo? (16-19)
7. Apa pesan yang diberikan orang Israel, dan apa yang dilakukan orang Benyamin? (20-23)
8. Apa yang akhirnya dilakukan orang Israel? (24)
9. Bagaimana keadaan zaman itu? (25)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Seberapa pentingkah sumpah kita di hadapan Allah?
2. Apakah seruan orang Israel di hadapan Allah merupakan seruan yang tulus? Mengapa, atau mengapa tidak?
3. Jika suku Benyamin patut dimusnahkan karena mereka bersalah atas satu orang gundik, bagaimana dengan sebelas suku yang lain?
4. Ketika orang Israel pulang ke tempat masing-masing, apakah masalah benar-benar selesai? Mengapa, atau mengapa tidak?

Apa respons Anda?
1. Apa yang akan Anda lakukan setiap kali Anda menghadapi masalah yang sangat sulit dalam hidup Anda?
2. Apa yang perlu Anda lakukan agar solusi yang Anda pilih tidak merugikan sesama dan tetap memuliakan Allah?

Pokok Doa:
Mohon ampun kepada Allah jika kita bersalah kepada sesama dan mohon kemurahan hati-Nya untuk terus memimpin kita.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+1:1-3
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+1:1-3

Hakim-hakim 21

 1  Orang-orang Israel telah bersumpah di Mizpa, demikian: "Seorangpun dari kita takkan memberikan anaknya perempuan kepada seorang Benyamin menjadi isterinya."
 2  Ketika bangsa itu datang ke Betel dan tinggal di situ di hadapan Allah sampai petang, maka merekapun menyaringkan suaranya menangis dengan sangat keras,
 3  katanya: "Mengapa, ya TUHAN, Allah Israel, terjadi hal yang begini di antara orang Israel, yakni bahwa hari ini satu suku dari antara orang Israel hilang?"
 4  Keesokan harinya pagi-pagi maka bangsa itu mendirikan mezbah di situ, lalu mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan.
 5  Pada waktu itu berkatalah orang-orang Israel: "Siapakah dari seluruh suku Israel yang tidak ikut datang dengan jemaah ini untuk menghadap TUHAN?" Sebab mereka telah bersumpah dengan sungguh-sungguh mengenai orang yang tidak datang menghadap TUHAN di Mizpa, demikian: "Pastilah ia dihukum mati."
 6  Orang-orang Israel merasa kasihan terhadap suku Benyamin, saudaranya itu, maka kata mereka: "Hari ini ada satu suku terputus dari orang Israel.
 7  Apakah yang dapat kita lakukan kepada orang-orang yang tinggal itu dalam hal mencarikan isteri, karena kitalah yang bersumpah demi TUHAN untuk tidak memberikan seorangpun dari anak-anak perempuan kita kepada mereka menjadi isterinya?"
 8  Sebab itu berkatalah mereka: "Dari suku-suku Israel adakah satu yang tidak datang menghadap TUHAN di Mizpa?" Lalu tampaklah, bahwa dari Yabesh-Gilead tidak ada seorangpun yang datang ke perkemahan jemaah itu.
 9  Lalu diperiksa jumlah bangsa itu, dan tampaklah tidak hadir seorangpun dari penduduk Yabesh-Gilead.
10  Maka perkumpulan itu menyuruh ke situ dua belas ribu orang dari orang-orang gagah perkasa dengan memerintahkan kepada mereka, demikian: "Pergilah, pukullah penduduk Yabesh-Gilead dengan mata pedang, juga perempuan-perempuan dan anak-anak.
11  Tetapi perbuatlah begini: hanya semua laki-laki sajalah dan semua perempuan yang telah pernah tidur dengan laki-laki harus kamu tumpas."
12  Mereka menjumpai di antara penduduk Yabesh-Gilead empat ratus orang anak gadis, perawan yang belum pernah tidur dengan orang laki-laki, lalu gadis-gadis itu dibawa mereka ke perkemahan di Silo, di tanah Kanaan.
13  Sesudah itu segenap umat itu menyuruh orang membawa pesan kepada bani Benyamin yang ada di bukit batu Rimon, lalu memaklumkan damai kepada mereka.
14  Pada waktu itu kembalilah suku Benyamin, dan kepada mereka diberikan perempuan-perempuan yang telah dibiarkan hidup dari antara perempuan Yabesh-Gilead; tetapi belum cukup juga jumlahnya bagi mereka.
15  Maka bangsa itu merasa kasihan kepada suku Benyamin, karena TUHAN telah membuat keretakan di antara suku-suku Israel.
16  Kemudian berkatalah para tua-tua umat itu: "Apakah yang dapat kita lakukan kepada yang tinggal ini dalam hal mencarikan isteri? Sebab perempuan-perempuan telah punah dari antara suku Benyamin."
17  Lagi kata mereka: "Warisan orang-orang yang terluput itu haruslah tetap tinggal pada suku Benyamin, supaya jangan ada suku yang terhapus dari antara orang Israel.
18  Tetapi kita ini tidak dapat memberikan isteri kepada mereka dari anak-anak perempuan kita." Sebab orang-orang Israel telah bersumpah, demikian: "Terkutuklah orang yang memberikan isteri kepada suku Benyamin!"
19  Lalu kata mereka pula: "Setiap tahun ada perayaan bagi TUHAN di Silo yang letaknya di sebelah utara Betel, di sebelah timur jalan raya yang menuju dari Betel ke Sikhem dan di sebelah selatan Lebona."
20  Maka mereka berpesan kepada bani Benyamin, demikian: "Pergilah menghadang di kebun-kebun anggur.
21  Perhatikanlah baik-baik; maka apabila anak-anak perempuan Silo keluar untuk menari-nari, baiklah kamu keluar dari kebun-kebun anggur itu, dan masing-masing melarikan seorang dari anak-anak perempuan Silo itu menjadi isterinya dan pergi ke tanah Benyamin.
22  Apabila ayah atau saudaranya laki-laki datang untuk menuntutnya kepada kami, maka kami akan berkata kepada mereka: Serahkanlah mereka itu kepada kami dengan rela hati, sebab dalam pertempuran kita tidak dapat menangkap seorang perempuan untuk menjadi isteri mereka masing-masing. Memang kamu ini tidak memberikan anak-anak gadis itu kepada mereka; sebab seandainya demikian, kamu bersalah."
23  Jadi bani Benyamin berbuat demikian; dari gadis-gadis yang menari-nari yang dirampas itu mereka mengambil perempuan, jumlahnya sama dengan jumlah mereka, kemudian pulanglah mereka ke milik pusakanya lalu membangun kota-kotanya kembali dan diam di sana.
24  Pada waktu itu pergilah orang Israel dari sana, masing-masing menurut suku dan kaumnya; mereka masing-masing berangkat dari sana ke milik pusakanya.
25  Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 16 Mei -- 1 Korintus 1:1-3 - Identitasmu, Panggilanmu!

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 16 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 1:1-3

Judul: Identitasmu, Panggilanmu!

Identitas seorang penulis tidak hanya diperlukan sebagai perkenalan, tetapi juga sebagai sumber otoritas atas pesan yang disampaikan. Otoritas tersebut sangat menentukan apakah pesannya akan diterima dengan baik atau tidak.

Melalui salamnya, Paulus menyebutkan identitasnya sebagai rasul Kristus Yesus (1). Agar tulisannya dapat diterima oleh jemaat di Korintus, ia menegaskan otoritasnya dan juga kesatuannya dengan mereka di dalam Yesus Kristus.

Bukan sebuah kebetulan bahwa Paulus menjadikan panggilannya sebagai dasar identitasnya maupun identitas jemaat. Panggilan Allahlah yang telah menjadikan dia rasul, dan panggilan yang sama juga menjadikan jemaat orang-orang kudus (2). Kedua hal ini menunjukkan kesamaan sumber identitas antara Paulus dan jemaat di Korintus.

Bagi Paulus, panggilan ini menjadi dasar otoritasnya atas apa yang akan ia sampaikan kepada jemaat. Begitu pula jemaat, mereka tidak boleh melupakan panggilan yang memberi mereka proses pengudusan hidup dan nama Tuhan mereka Yesus Kristus yang kepada-Nya mereka semua berseru, yakni panggilan berdoa dan berharap.

Semua ini menekankan bahwa identitas orang percaya sangat berkaitan erat dengan siapa yang memanggil mereka. Siapa yang menjadikan kita umat yang kudus, siapa yang memberikan anugerah dan damai sejahtera kepada kita, serta siapa yang menyertai kita (3). Bagi Dialah kita menjalani hidup ini dan menjaga relasi kita dengan sesama umat.

Ketika kita menyebut diri kita "orang Kristen", ini bukan hanya sebutan untuk dikenal, melainkan panggilan Allah yang memberi kita otoritas untuk saling menasihati dan tanggung jawab untuk hidup sebagai umat-Nya di tengah dunia ini.

Puji syukur kepada Allah yang sudah memanggil kita dari kegelapan dosa ke dalam hidup kekal di dalam Yesus Kristus. Mari kita hidupi panggilan Allah dengan menjaga hidup yang kudus, baik sebagai pribadi maupun sebagai satu kesatuan tubuh Kristus. Kiranya Allah terus menguduskan kita dan memampukan kita melakukan kehendak-Nya. [MAR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+1:1-3
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+1:1-3

1 Korintus 1:1-3

 1  Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita,
 2  kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita.
 3  Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]