(e-SH) 10 Februari -- Yosua 2 - Sembada Iman

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 10 Februari 2026
Ayat SH: Yosua 2

Judul: Sembada Iman

Dalam masyarakat Jawa ada istilah 'sembada' yang bermakna mampu menjalankan tugas dan sanggup menanggung akibat.

Dalam perikop ini kita melihat bagaimana Rahab mengambil keputusan berani dengan melindungi para pengintai yang diutus Yosua dari orang-orang utusan raja Yerikho. Rahab dengan sengaja menyembunyikan para pengintai tersebut di rumahnya sebab ia tahu bahwa mereka itu adalah orang-orang yang kepada mereka Allah berpihak. Rahab selama ini telah mendengar kisah-kisah menakjubkan tentang umat Israel. Ia yakin bahwa kemenangan akan ada pada mereka karena ada kuasa Allah yang menyertai mereka. Maka, kepada para pengintai itu ia memohon keselamatan bagi keluarganya jika suatu saat kemenangan ada di antara umat Israel (12-13).

Keyakinan kepada Allah yang benar dan pengharapan akan hal yang terbaik bagi keluarganya telah membuat Rahab bersikap sembada iman. Ia mewujudkan imannya kepada Allah Israel dengan melakukan tindakan nyata. Meski Rahab bukan umat Israel, ia mempunyai kepekaan untuk melihat karya dan kehendak Allah yang terbaik bagi umat-Nya. Dari apa yang ia dengar, ia tahu bahwa Allah akan memihak kepada umat Israel dan memberikan kemenangan kepada mereka. Ia pun dengan saksama mengatur perjalanan para pengintai sehingga mereka kembali kepada Yosua dengan selamat (23).

Dari kisah ini, kita melihat teladan Rahab yang menunjukkan keberanian untuk mengambil keputusan yang berisiko demi keyakinannya kepada Allah. Rahab tidak hanya mengakui kebesaran Allah, tetapi ia juga melakukan langkah konkret dengan melindungi para pengintai. Atas tindakannya, Rahab dihargai dalam sejarah iman Israel.

Sikap Rahab dapat menjadi inspirasi bagi kita dalam menumbuhkan iman yang benar, yaitu iman yang tidak pasif, tetapi diwujudkan dalam perbuatan nyata. Kita diajak untuk tetap teguh dalam prinsip dan iman kita kepada ajaran firman Allah, dan berani bertindak, meskipun menghadapi tantangan. [MTH]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/02/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yosua+2
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yosua+2

Yosua 2

 1  Yosua bin Nun dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai, katanya: "Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan kota Yerikho." Maka pergilah mereka dan sampailah mereka ke rumah seorang perempuan sundal, yang bernama Rahab, lalu tidur di situ.
 2  Kemudian diberitahukanlah kepada raja Yerikho, demikian: "Tadi malam ada orang datang ke mari dari orang Israel untuk menyelidik negeri ini."
 3  Maka raja Yerikho menyuruh orang kepada Rahab, mengatakan: "Bawalah ke luar orang-orang yang datang kepadamu itu, yang telah masuk ke dalam rumahmu, sebab mereka datang untuk menyelidik seluruh negeri ini."
 4  Tetapi perempuan itu telah membawa dan menyembunyikan kedua orang itu. Berkatalah ia: "Memang, orang-orang itu telah datang kepadaku, tetapi aku tidak tahu dari mana mereka,
 5  dan ketika pintu gerbang hendak ditutup menjelang malam, maka keluarlah orang-orang itu; aku tidak tahu, ke mana orang-orang itu pergi. Segeralah kejar mereka, tentulah kamu dapat menyusul mereka."
 6  Tetapi perempuan itu telah menyuruh keduanya naik ke sotoh rumah dan menyembunyikan mereka di bawah timbunan batang rami, yang ditebarkan di atas sotoh itu.
 7  Maka pergilah orang-orang itu, mengejar mereka ke arah sungai Yordan, ke tempat-tempat penyeberangan, dan ditutuplah pintu gerbang, segera sesudah pengejar-pengejar itu keluar.
 8  Tetapi sebelum kedua orang itu tidur, naiklah perempuan itu mendapatkan mereka di atas sotoh
 9  dan berkata kepada orang-orang itu: "Aku tahu, bahwa TUHAN telah memberikan negeri ini kepada kamu dan bahwa kengerian terhadap kamu telah menghinggapi kami dan segala penduduk negeri ini gemetar menghadapi kamu.
10  Sebab kami mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air Laut Teberau di depan kamu, ketika kamu berjalan keluar dari Mesir, dan apa yang kamu lakukan kepada kedua raja orang Amori yang di seberang sungai Yordan itu, yakni kepada Sihon dan Og, yang telah kamu tumpas.
11  Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah.
12  Maka sekarang, bersumpahlah kiranya demi TUHAN, bahwa karena aku telah berlaku ramah terhadapmu, kamu juga akan berlaku ramah terhadap kaum keluargaku; dan berikanlah kepadaku suatu tanda yang dapat dipercaya,
13  bahwa kamu akan membiarkan hidup ayah dan ibuku, saudara-saudaraku yang laki-laki dan yang perempuan dan semua orang-orang mereka dan bahwa kamu akan menyelamatkan nyawa kami dari maut."
14  Lalu jawab kedua orang itu kepadanya: "Nyawa kamilah jaminan bagi kamu, asal jangan kaukabarkan perkara kami ini; apabila TUHAN nanti memberikan negeri ini kepada kami, maka kami akan menunjukkan terima kasih dan setia kami kepadamu."
15  Kemudian perempuan itu menurunkan mereka dengan tali melalui jendela, sebab rumahnya itu letaknya pada tembok kota, jadi pada tembok itulah ia diam.
16  Berkatalah ia kepada mereka: "Pergilah ke pegunungan, supaya pengejar-pengejar itu jangan menemui kamu, dan bersembunyilah di sana tiga hari lamanya, sampai pengejar-pengejar itu pulang; kemudian bolehlah kamu melanjutkan perjalananmu."
17  Kedua orang itu berkata kepadanya: "Kami akan bebas dari sumpah kami ini kepadamu, yang telah kausuruh kami ikrarkan--
18  sesungguhnya, apabila kami memasuki negeri ini, haruslah tali dari benang kirmizi ini kauikatkan pada jendela tempat engkau menurunkan kami, dan ayahmu serta ibumu, saudara-saudaramu serta seluruh kaum keluargamu kaukumpulkan di rumahmu.
19  Setiap orang yang keluar nanti dari pintu rumahmu, harus sendiri menanggung akibatnya, kalau darahnya tertumpah, dan kami tidak bersalah; tetapi siapapun juga yang ada di dalam rumahmu, jika ada orang yang menciderainya, kamilah yang menanggung akibat pertumpahan darahnya.
20  Tetapi jika engkau mengabarkan perkara kami ini, maka bebaslah kami dari sumpah kepadamu itu, yang telah kausuruh kami ikrarkan."
21  Perempuan itupun berkata: "Seperti yang telah kamu katakan, demikianlah akan terjadi." Sesudah itu dilepasnyalah orang-orang itu pergi, maka berangkatlah mereka. Kemudian perempuan itu mengikatkan tali kirmizi itu pada jendela.
22  Merekapun pergilah dan tiba di pegunungan. Mereka tinggal di sana tiga hari lamanya, sampai pengejar-pengejar itu pulang. Pengejar-pengejar itu telah mencari di mana-mana sepanjang jalan tanpa menemukan mereka.
23  Maka pulanglah kedua orang itu, mereka turun dari pegunungan, lalu menyeberang dan sampai kepada Yosua bin Nun, kemudian mereka ceritakan segala pengalaman mereka.
24  Kata mereka kepada Yosua: "TUHAN telah menyerahkan seluruh negeri ini ke dalam tangan kita, bahkan seluruh penduduk negeri itu gemetar menghadapi kita."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 10 Februari -- AMSAL 4:20-23 - HATI YANG TERJAGA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 10 Februari 2026
Bacaan : AMSAL 4:20-23
Setahun: Imamat 26-27
Nats: Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari sanalah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23)

Renungan:

HATI YANG TERJAGA

Andre sempat kesal ketika hendak turun dari Commuter, tetapi ada orang yang mendesak masuk tanpa memberi kesempatan penumpang yang akan turun lebih dahulu. Sempat ada perkataan kasar dari mulutnya, tetapi tak lama Andre merasa ada suara lembut bergema dalam hatinya, "Kok bisa cepat sekali omong sekasar itu, ya?" Andre pun segera menyadari bahwa Roh Kudus sedang berbicara dalam sanubarinya, untuk menegur sekaligus mengingatkan agar Andre dapat lebih menguasai diri. "Sebenarnya aku dapat menyampaikan pesan yang sama, tetapi dengan cara yang lebih halus, " sesal Andre tak lama berselang.

Reaksi spontan atas suatu peristiwa biasanya merupakan cerminan isi hati, juga kebiasaan yang membentuk karakter seseorang, yang terlihat lewat sikap, ucapan, maupun tindakannya. Itulah sebabnya, nasihat agar menjaga hati dengan penuh waspada masih terasa relevan sampai hari ini. Kewaspadaan menjadi kunci dalam hal ini karena mudah sekali hati ini tersusupi oleh amarah, dendam, hingga kepahitan yang dapat mengakar dan merusak kehidupan orang percaya. Firman Tuhan juga menasihati orang percaya agar tidak menjauhkan hidupnya dari anugerah Allah, supaya akar pahit jangan sampai muncul dan menguasai (Ibr. 12:15).

Kita memang tak dapat mengatur perilaku orang lain, tetapi perihal penguasaan diri dan menjaga hati dari segala bentuk hal yang dapat mencemari, sepenuhnya menjadi tanggung jawab kita. Mari pastikan kondisi hati kita agar tetap baik, supaya reaksi spontan kita juga menghasilkan perilaku yang baik. --GHJ/www.renunganharian.net
   
HATI YANG TERJAGA DENGAN BAIK DAPAT BERDAMPAK POSITIF BAGI SIKAP DAN PERILAKU.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/02/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?AMSAL+4:20-23

AMSAL 4:20-23

20  Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku;
21  janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu.
22  Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.
23  Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Imamat+26-27
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+26-27

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-RH) 9 Februari -- 1 YOHANES 4:7-21 - MENGASIHI YANG TERSISIH

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 9 Februari 2026
Bacaan : 1 YOHANES 4:7-21
Setahun: Imamat 24-25
Nats: Di dalam kasih tidak ada ketakutan: Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Sebab, ketakutan mengandung hukuman dan siapa yang takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. (1 Yohanes 4:18)

Renungan:

MENGASIHI YANG TERSISIH

Sejak selalu menjadi objek kebencian seorang tetangga, seorang ibu dikucilkan oleh banyak tetangga yang lain. Sekalipun mereka paham bahwa ibu itu sesungguhnya tidak bersalah, mereka lebih memilih untuk mengikuti perlakuan si tetangga. Rupanya, reputasi "menakutkan" dari perilaku buruk si tetangga telah berhasil mengintimidasi banyak orang di sekitarnya.

Berbeda dengan sebagian orang yang lebih memilih jalan damai sekalipun tak adil, Yesus tidak pernah menjauhi orang dengan alasan mereka dibenci atau dikucilkan oleh banyak orang, bahkan orang yang berkuasa sekalipun. Alkitab menuliskan bahwa Yesus mau duduk makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa (Luk. 5:29-32). Yesus juga berbicara dengan perempuan Samaria di sumur yang bahkan membuat murid-Nya merasa heran (Yoh.4:1-42). Yesus juga membela perempuan yang hampir dirajam karena perzinaan (Yoh. 8:1-11). Yesus menunjukkan bahwa kasih tidak tunduk pada tekanan sosial. Yesus mengajarkan bahwa kasih sejati melihat martabat ilahi dalam diri setiap orang.

Kiranya kasih yang dari Allah mendorong kita untuk tidak lagi hidup dalam ketakutan, termasuk di dalamnya takut akan penolakan sosial. Sebaliknya, kasih mendorong kita memiliki keberanian untuk memperlakukan setiap orang-terlebih lagi mereka yang tertindas, dijauhi, dan dianggap rendah (termarginalkan/tersisih)-dengan hormat dan kebaikan, melampaui rasa takut kita menghadapi orang yang bersikap buruk. Sebab, kasih bukan hanya soal perasaan, melainkan tindakan nyata cerminan hati Tuhan. --EBL/www.renunganharian.net
   
HIDUP DALAM KASIH ADALAH BUKTI HIDUP BERSAMA ALLAH.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/02/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+YOHANES+4:7-21

1 YOHANES 4:7-21

 7  Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.
 8  Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
 9  Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
10  Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
11  Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
12  Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.
13  Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.
14  Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.
15  Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.
16  Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
17  Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.
18  Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
19  Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
20  Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
21  Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Imamat+24-25
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+24-25

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 9 Februari -- Yosua 1 - Tatkala Ragu

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 9 Februari 2026
Ayat SH: Yosua 1

Judul: Tatkala Ragu

Banyak hal dalam hidup ini yang membuat kita ragu untuk melangkah. Kita sering merasa bingung, tidak tahu harus bagaimana tatkala menerima tanggung jawab baru atau belum pernah kita lakukan. Itulah yang dialami Yosua ketika TUHAN memerintahkannya memimpin Israel memasuki Kanaan setelah Musa meninggal. Meski ia telah ditunjuk sebagai pengganti Musa, tugas itu tidak mudah baginya.

Walau TUHAN menjanjikan kepastian bahwa Kanaan akan menjadi kepunyaan mereka dan kemenangan akan selalu berpihak pada mereka, tampaknya Yosua mengalami keraguan dalam hati kecilnya. Oleh sebab itu, TUHAN berkata: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu" untuk memimpin umat memasuki tanah Kanaan (6).

Allah meminta Yosua untuk menguatkan hati dengan sungguh-sungguh dan bertindak sesuai dengan hukum yang diperintahkan Musa (7), dan meneguhkan hati agar tidak gentar dan kecut hati karena TUHAN selalu menyertai (9).

Kata-kata penguatan dari TUHAN tersebut sungguh telah menguatkan Yosua sehingga pada akhirnya ia mampu mengarahkan dan memimpin umat untuk bersiap memasuki tanah Kanaan. Tidak hanya itu, ia juga sangat bijaksana tatkala harus mengarahkan orang Ruben, orang Gad, dan orang Manasye (12-15). Tanpa ragu ia tetap memakai apa yang Musa pernah sampaikan kepada umat agar umat selalu mengingat apa yang mesti dilakukan. Yosua tidak ragu dan tidak takut kalau-kalau reputasinya berkurang karena menyebut-nyebut Musa.

Dari kisah ini mari kita selalu ingat dan meresapkan ke dalam hati kita bahwa firman Allah kepada Yosua itu juga untuk kita saat ini. Tatkala kita sedang ragu-ragu, mari kita kuatkan dan teguhkan hati kita untuk terus melangkah bersama Tuhan, terus mengikuti perintah Tuhan.

Dengan begitu, kita akan dimampukan untuk bertindak dengan saksama, bijaksana, dan tanpa keraguan. Selain itu, kita juga diajak untuk melanjutkan dan mengumandangkan yang baik dari para pendahulu kita. Kita tidak perlu menonjolkan diri dan meniadakan jejak para pendahulu kita. Kita tidak perlu ragu untuk semua itu. [MTH]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/02/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yosua+1
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yosua+1

Yosua 1

 1  Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian:
 2  "Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu.
 3  Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.
 4  Dari padang gurun dan gunung Libanon yang sebelah sana itu sampai ke sungai besar, yakni sungai Efrat, seluruh tanah orang Het, sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenam, semuanya itu akan menjadi daerahmu.
 5  Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.
 6  Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.
 7  Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi.
 8  Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.
 9  Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi."
10  Lalu Yosua memberi perintah kepada pengatur-pengatur pasukan bangsa itu, katanya:
11  "Jalanilah seluruh perkemahan dan perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian: Sediakanlah bekalmu, sebab dalam tiga hari kamu akan menyeberangi sungai Yordan ini untuk pergi menduduki negeri yang akan diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk diduduki."
12  Kepada orang Ruben, kepada orang Gad dan kepada suku Manasye yang setengah itu berkatalah Yosua, demikian:
13  "Ingatlah kepada perkataan yang dipesankan Musa, hamba TUHAN itu, kepadamu, yakni: TUHAN, Allahmu, mengaruniakan keamanan kepadamu dan memberikan kepadamu negeri ini;
14  perempuan-perempuan dan anak-anak di antara kamu dan ternakmu boleh tinggal di negeri yang diberikan Musa kepadamu di seberang sungai Yordan, tetapi kamu, semua pahlawan yang gagah perkasa, haruslah menyeberang di depan saudara-saudaramu dengan bersenjata, dan haruslah menolong mereka,
15  sampai TUHAN mengaruniakan keamanan kepada saudara-saudaramu seperti kepada kamu juga, dan mereka juga menduduki negeri yang akan diberikan kepada mereka oleh TUHAN, Allahmu. Kemudian bolehlah kamu pulang kembali ke negerimu sendiri dan menduduki negeri yang diberikan Musa, hamba TUHAN itu, kepadamu di seberang sungai Yordan, di sebelah matahari terbit."
16  Lalu mereka menjawab Yosua, katanya: "Segala yang kauperintahkan kepada kami akan kami lakukan dan ke manapun kami akan kausuruh, kami akan pergi;
17  sama seperti kami mendengarkan perintah Musa, demikianlah kami akan mendengarkan perintahmu. Hanya, TUHAN, Allahmu, kiranya menyertai engkau, seperti Ia menyertai Musa.
18  Setiap orang yang menentang perintahmu dan tidak mendengarkan perkataanmu, apapun yang kauperintahkan kepadanya, dia akan dihukum mati. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu!"


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 8 Februari -- MATIUS 1:18-25 - MENUTUPI KEBURUKAN PASANGAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 8 Februari 2026
Bacaan : MATIUS 1:18-25
Setahun: Imamat 22-23
Nats: Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. (1 Korintus 13:7, TB)

Renungan:

MENUTUPI KEBURUKAN PASANGAN

Sudah enam tahun saya dan istri saya, Fanny, menikah. Selama menjalani biduk rumah tangga, saya dan Fanny sering melakukan kesalahan maupun keburukan. Kami sepakat tidak mau saling membongkar atau saling mempermalukan kesalahan dan keburukan kami kepada orang lain. Hal berbeda dilakukan beberapa pasangan dan membuat saya miris, mereka saling mempermalukan dengan saling menceritakan keburukan atau kesalahan pasangannya lewat medsos. Akibatnya, perceraian terjadi, dan banyak orang yang tidak perlu tahu akhirnya tahu.

Yusuf, sebagai tunangan Maria, tidak mau mempermalukan Maria di depan umum saat tahu Maria mengandung. Yusuf bermaksud menceraikan Maria diam-diam, tapi niat itu batal karena malaikat memberitahu Yusuf apa yang terjadi dengan Maria. Yusuf melakukan apa yang diperintahkan malaikat kepadanya dan tetap mengambil Maria sebagai istrinya. Kisah Yusuf dan Maria sebagai orang tua Yesus Kristus memang ditulis singkat, tapi dari kisah mereka kita belajar tentang kasih, salah satunya menutupi segala sesuatu.

Kasih menutupi segala sesuatu, salah satunya keburukan pasangan. Bukan berarti kompromi dengan kesalahan, keburukan, atau dosa yang dilakukan, tapi dalam kasih ada pemberesan, koreksi, perubahan, dan pengampunan tanpa harus mempermalukan. Suami atau istri kita tidak sempurna, mereka bisa setiap saat berbuat kesalahan, keburukan, atau dosa yang menyakitkan hati. Kita pun juga tidak sempurna. Kita tetap mengasihi pasangan, dengan menutupi keburukannya, dan membantunya memperbaiki diri dan berubah. --RTG/www.renunganharian.net
   
KASIH MENUTUPI SEGALA SESUATU, SALAH SATUNYA KEBURUKAN PASANGAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/02/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MATIUS+1:18-25

MATIUS 1:18-25

18  Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
19  Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
20  Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
21  Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
22  Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
23  "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita.
24  Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,
25  tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Imamat+22-23
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+22-23

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 8 Februari -- Ulangan 34 - Kematian yang Berharga di Mata Allah

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 8 Februari 2026
Ayat SH: Ulangan 34

Judul: Kematian yang Berharga di Mata Allah

Setiap manusia harus mati sebagai konsekuensi dosa. Namun, kematian Musa yang akan kita lihat dalam nas ini merupakan sesuatu yang unik.

Musa naik ke atas Gunung Nebo, ke puncak Pisga, di seberang Yerikho. Lalu TUHAN memperlihatkan kepadanya banyak daerah Kanaan (1-3). TUHAN menyatakan bahwa itulah negeri yang TUHAN telah bersumpah akan diberikan kepada Abraham dan keturunannya, yang bisa Musa lihat, tetapi tidak akan dia masuki (4). Lalu Musa meninggal di sana (5). Kita baca di ayat 6 "Dia menguburkannya di suatu lembah di tanah Moab, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini". Musa berumur 120 tahun ketika meninggal, dengan mata belum rabun dan kekuatan belum hilang (7). Selama 30 hari orang Israel menangisi Musa di dataran Moab (8).

Perkataan narator, "Dia menguburkannya" (6), biasanya dimengerti sebagai Allah sendiri yang menguburkan Musa. Musa memang naik ke gunung sendirian dan tidak ada orang yang tahu kuburnya. Mengapa tidak ada orang yang menemani Musa untuk menguburkannya? Sepertinya karena Allah tahu bahwa kuburan Musa bisa menjadi jerat bagi umat. Di dalam Surat Yudas dicantumkan bahwa Mikhael berselisih dengan Iblis mengenai mayat Musa (lih. Yud. 1:9), yang berarti Iblis juga tahu bahwa umat akan mudah dihasut untuk memberhalakan mayat atau kuburan Musa.

Kita melihat bahwa kematian Musa unik dalam beberapa hal ini: Musa masih sehat ketika meninggal, jadi meninggal bukan karena sakit, melainkan karena tugasnya sudah selesai. Musa adalah satu-satunya orang yang dikuburkan oleh Allah sendiri. Hal ini menunjukkan betapa kematian Musa berharga di mata Allah. Umat juga berkabung selama 30 hari untuk Musa, sama seperti Harun (bdk. Bil. 20:29). Hal itu menunjukkan kematian pemimpin yang sangat dikasihi dan dihargai bangsanya dan juga oleh Allah.

Musa sangat spesial dan kita tidak dapat disamakan dengan Musa, tetapi dari sini kita dapat melihat betapa kematian orang percaya berharga di mata Allah. Dia menghargai setiap jiwa yang kembali kepada-Nya. [INT]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/02/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Ulangan+34
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ulangan+34

Ulangan 34

 1  Kemudian naiklah Musa dari dataran Moab ke atas gunung Nebo, yakni ke atas puncak Pisga, yang di tentangan Yerikho, lalu TUHAN memperlihatkan kepadanya seluruh negeri itu: daerah Gilead sampai ke kota Dan,
 2  seluruh Naftali, tanah Efraim dan Manasye, seluruh tanah Yehuda sampai laut sebelah barat,
 3  Tanah Negeb dan lembah Yordan, lembah Yerikho, kota pohon korma itu, sampai Zoar.
 4  Dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Inilah negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub; demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu. Aku mengizinkan engkau melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi engkau tidak akan menyeberang ke sana."
 5  Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN.
 6  Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini.
 7  Musa berumur seratus dua puluh tahun, ketika ia mati; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang.
 8  Orang Israel menangisi Musa di dataran Moab tiga puluh hari lamanya. Maka berakhirlah hari-hari tangis perkabungan karena Musa itu.
 9  Dan Yosua bin Nun penuh dengan roh kebijaksanaan, sebab Musa telah meletakkan tangannya ke atasnya. Sebab itu orang Israel mendengarkan dia dan melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
10  Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel,
11  dalam hal segala tanda dan mujizat, yang dilakukannya atas perintah TUHAN di tanah Mesir terhadap Firaun dan terhadap semua pegawainya dan seluruh negerinya,
12  dan dalam hal segala perbuatan kekuasaan dan segala kedahsyatan yang besar yang dilakukan Musa di depan seluruh orang Israel.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 7 Februari -- 1 RAJA-RAJA 17:7-24 - BERBAGI KEHIDUPAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 7 Februari 2026
Bacaan : 1 RAJA-RAJA 17:7-24
Setahun: Imamat 19-21
Nats: Tetapi, kata Elia kepadanya, "Jangan takut. Pulanglah, lakukanlah seperti yang kaukatakan. Hanya saja, buatlah lebih dulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari tepung itu dan bawalah kepadaku. Sesudah itu barulah kaubuat bagimu dan anakmu." (1 Raja-raja 17:13)

Renungan:

BERBAGI KEHIDUPAN

Ajakan untuk berbagi kepada sesama tentu sudah sering digaungkan. Bahkan ajakan ini tidak pernah berhenti. Hal ini dapat menunjukkan bahwa masih sedikit orang yang menyadari pentingnya berbagi kepada orang lain. Banyak orang yang justru melihat kekurangan dirinya sendiri daripada memahami penderitaan orang lain. Bila mereka berbagi, mereka takut akan kekurangan mereka.

Seperti yang diperintahkan Tuhan, Elia pergi kepada seorang janda di Sarfat untuk menerima roti darinya. Namun, awalnya janda tersebut keberatan untuk membuatkan sepotong roti untuk Elia, sebab yang ia miliki hanyalah persediaan terakhirnya. Bagi janda tersebut, ia ingin makan bersama dengan anaknya untuk terakhir kalinya, sebelum ia mati kelaparan. Ia takut apabila berbagi dengan Elia maka ia tidak akan bisa menikmati makan bersama dengan anaknya. Oleh karenanya, Elia menasihatinya untuk tidak takut dan mengkhawatirkan hidupnya, sebab Tuhan sendirilah yang akan mencukupi hidupnya. Sekalipun secara nalar, ia akan kekurangan makanan bila berbagi dengan Elia. Namun, Elia menunjukkan bahwa penyertaan Tuhan itu melebihi pemahaman manusia.

Ketakutan dan kekhawatiran akan kekurangan yang kita miliki akan membutakan kita untuk melihat berkat Tuhan. Marilah kita menyadari bahwa melalui berkat-Nya, Ia mencukupi seluruh hidup kita. Oleh karenanya, janganlah takut akan kekurangan kita, tetapi berbagilah kepada sesama. Sebab dengan berbagi maka kita mewujudkan kehidupan dari-Nya. --ZDP/www.renunganharian.net
   
DENGAN BERBAGI, KITA MEWUJUDKAN KEHIDUPAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/02/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+RAJA-RAJA+17:7-24

1 RAJA-RAJA 17:7-24

 7  Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu.
 8  Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia:
 9  "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan."
10  Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum."
11  Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti."
12  Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
13  Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
14  Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."
15  Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.
16  Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.
17  Sesudah itu anak dari perempuan pemilik rumah itu jatuh sakit dan sakitnya itu sangat keras sampai tidak ada nafasnya lagi.
18  Kata perempuan itu kepada Elia: "Apakah maksudmu datang ke mari, ya abdi Allah? Singgahkah engkau kepadaku untuk mengingatkan kesalahanku dan untuk menyebabkan anakku mati?"
19  Kata Elia kepadanya: "Berikanlah anakmu itu kepadaku." Elia mengambilnya dari pangkuan perempuan itu dan membawanya naik ke kamarnya di atas, dan membaringkan anak itu di tempat tidurnya.
20  Sesudah itu ia berseru kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, Allahku! Apakah Engkau menimpakan kemalangan ini atas janda ini juga, yang menerima aku sebagai penumpang, dengan membunuh anaknya?"
21  Lalu ia mengunjurkan badannya di atas anak itu tiga kali, dan berseru kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, Allahku! Pulangkanlah kiranya nyawa anak ini ke dalam tubuhnya."
22  TUHAN mendengarkan permintaan Elia itu, dan nyawa anak itu pulang ke dalam tubuhnya, sehingga ia hidup kembali.
23  Elia mengambil anak itu; ia membawanya turun dari kamar atas ke dalam rumah dan memberikannya kepada ibunya. Kata Elia: "Ini anakmu, ia sudah hidup!"
24  Kemudian kata perempuan itu kepada Elia: "Sekarang aku tahu, bahwa engkau abdi Allah dan firman TUHAN yang kauucapkan itu adalah benar."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Imamat+19-21
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+19-21

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 7 Februari -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

Ulangan 33

Ulangan 33 berisi berkat yang Musa ucapkan kepada suku-suku Israel sebelum ia meninggal. Pasal ini menegaskan kesetiaan Allah dalam membimbing umat-Nya dan memberikan berkat kepada mereka yang hidup dalam ketaatan.

Musa menggambarkan bagaimana TUHAN hadir dalam kehidupan umat-Nya, memberikan perlindungan dan bimbingan bagi mereka yang setia. Setiap suku menerima berkat yang unik, hal itu menunjukkan bahwa TUHAN mengenali kebutuhan dan peran tiap-tiap suku dalam rencana-Nya.

Apa saja yang Anda baca?
1. Bagaimana Musa menggambarkan kehadiran TUHAN saat memberkati Israel? (1-4)
2. Apa berkat bagi Yesyurun, Ruben, dan Yehuda? (5-7)
3. Apa yang menjadi keistimewaan suku Lewi dalam pelayanan kepada Tuhan? (8-11)
4. Apa berkat bagi suku Benyamin dan Yusuf? (12-17)
5. Apa berkat bagi suku Zebulon, Isakhar, Gad, Dan, Naftali, dan Asyer? (18-25)
6. Apa jaminan perlindungan Allah bagi umat-Nya? (26-29)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Bagaimana berkat Allah kepada setiap suku Israel menunjukkan keunikan rencana-Nya bagi Anda dan orang lain?
2. Mengapa penting bagi Anda untuk tidak mengandalkan kekuatan sendiri tetapi bersandar pada perlindungan-Nya?

Apa respons Anda?
1. Apa yang akan Anda lakukan sebagai respons atas berkat Tuhan yang paling nyata dalam hidup Anda saat ini?
2. Bagaimana Anda akan mendoakan hidup Anda agar makin selaras dengan kehendak Tuhan seperti dalam berkat Musa?
3. Bagaimana Anda dapat berkomitmen untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain seperti Musa yang memberkati Israel?

Pokok Doa:
Berdoa bagi keluarga-keluarga agar dapat hidup dalam kasih dan damai, dan berada dalam perlindungan Tuhan.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Ulangan+33
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ulangan+33

Ulangan 33

 1  Inilah berkat yang diberikan Musa, abdi Allah itu, kepada orang Israel sebelum ia mati.
 2  Berkatalah ia: "TUHAN datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala.
 3  Sungguh Ia mengasihi umat-Nya; semua orang-Nya yang kudus--di dalam tangan-Mulah mereka, pada kaki-Mulah mereka duduk, menangkap sesuatu dari firman-Mu.
 4  Musa telah memerintahkan hukum Taurat kepada kita, suatu milik bagi jemaah Yakub.
 5  Ia menjadi raja di Yesyurun, ketika kepala-kepala bangsa datang berkumpul, yakni segala suku Israel bersama-sama.
 6  Biarlah Ruben hidup dan jangan mati, tetapi biarlah orang-orangnya sedikit jumlahnya."
 7  Dan inilah tentang Yehuda. Katanya: "Dengarlah, ya TUHAN, suara Yehuda dan bawalah dia kepada bangsanya. Berjuanglah baginya dengan tangan-Mu, dan jadilah Engkau penolongnya melawan musuhnya."
 8  Tentang Lewi ia berkata: "Biarlah Tumim dan Urim-Mu menjadi kepunyaan orang yang Kaukasihi, yang telah Kaucoba di Masa, dengan siapa Engkau berbantah dekat mata air Meriba;
 9  yang berkata tentang ayahnya dan tentang ibunya: aku tidak mengindahkan mereka; ia yang tidak mau kenal saudara-saudaranya dan acuh tak acuh terhadap anak-anaknya. Sebab orang-orang Lewi itu berpegang pada firman-Mu dan menjaga perjanjian-Mu;
10  mereka mengajarkan peraturan-peraturan-Mu kepada Yakub, hukum-Mu kepada Israel; mereka menaruh ukupan wangi-wangian di depan-Mu dan korban yang terbakar seluruhnya di atas mezbah-Mu.
11  Berkatilah, ya TUHAN, kekuatannya dan berkenanlah kepada pekerjaannya. Remukkanlah pinggang orang yang melawan dia dan yang membenci dia, sehingga mereka tidak dapat bangkit."
12  Tentang Benyamin ia berkata: "Kekasih TUHAN yang diam pada-Nya dengan tenteram! TUHAN melindungi dia setiap waktu dan diam di antara lereng-lereng gunungnya."
13  Tentang Yusuf ia berkata: "Kiranya negerinya diberkati oleh TUHAN dengan yang terbaik dari langit, dengan air embun, dan dengan air samudera raya yang ada di bawah;
14  dengan yang terbaik dari yang dihasilkan matahari, dan dengan yang terbaik dari yang ditumbuhkan bulan;
15  dengan yang terutama dari gunung-gunung yang sejak dahulu, dan dengan yang terbaik dari bukit-bukit yang berabad-abad,
16  dan dengan yang terbaik dari bumi serta segala isinya; dengan perkenanan Dia yang diam dalam semak duri. Biarlah itu semuanya turun ke atas kepala Yusuf, ke atas batu kepala orang yang teristimewa di antara saudara-saudaranya.
17  Anak sulung lembu sapinya adalah kegemilangannya dan tanduk-tanduknya seperti tanduk-tanduk lembu hutan; dengan itu ia akan menanduk bangsa-bangsa, seluruh bumi, dari ujung ke ujung. Itulah orang Efraim yang puluhan ribu, dan itulah orang Manasye yang ribuan."
18  Tentang Zebulon ia berkata: "Bersukacitalah, hai Zebulon, atas perjalanan-perjalananmu, dan engkaupun, hai Isakhar, atas kemah-kemahmu.
19  Bangsa-bangsa akan dipanggil mereka datang ke gunung; di sanalah mereka akan mempersembahkan korban sembelihan yang benar, sebab mereka akan mengisap kelimpahan laut dan harta yang terpendam di dalam pasir."
20  Tentang Gad ia berkata: "Terpujilah Dia yang memberi kelapangan kepada Gad. Seperti singa betina ia diam dan menerkam lengan, bahkan batu kepala.
21  Ia memilih bagian yang terutama, sebab di sanalah tersimpan bagian panglima; ia datang kepada para kepala bangsa itu; dilakukannya kebenaran TUHAN serta penghukuman-penghukuman-Nya bersama-sama dengan orang Israel."
22  Tentang Dan ia berkata: "Adapun Dan ialah anak singa yang melompat keluar dari Basan."
23  Tentang Naftali ia berkata: "Naftali kenyang dengan perkenanan dan penuh dengan berkat TUHAN; milikilah tasik dan wilayah sebelah selatan."
24  Tentang Asyer ia berkata: "Diberkatilah Asyer di antara anak-anak lelaki; biarlah ia disukai oleh saudara-saudaranya, dan biarlah ia mencelupkan kakinya ke dalam minyak.
25  Biarlah dari besi dan dari tembaga palang pintumu, selama umurmu kiranya kekuatanmu.
26  Tidak ada yang seperti Allah, hai Yesyurun. Ia berkendaraan melintasi langit sebagai penolongmu dan dalam kejayaan-Nya melintasi awan-awan.
27  Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu, dan di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal. Ia mengusir musuh dari depanmu dan berfirman: Punahkanlah!
28  Maka Israel diam dengan tenteram dan sumber Yakub diam tidak terganggu di dalam suatu negeri yang ada gandum dan anggur; bahkan langitnya menitikkan embun.
29  Berbahagialah engkau, hai Israel; siapakah yang sama dengan engkau? Suatu bangsa yang diselamatkan oleh TUHAN, perisai pertolongan dan pedang kejayaanmu. Sebab itu musuhmu akan tunduk menjilat kepadamu, dan engkau akan berjejak di bukit-bukit mereka."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]