(e-RH) 14 Juni -- DANIEL 6 - MAMPU MENYATAKAN KUASA-NYA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 14 Juni 2026
Bacaan : DANIEL 6
Setahun: Mazmur 1-8
Nats: "Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu sehingga mereka tidak melukai aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; juga terhadap Tuanku, ya Raja, aku tidak melakukan kejahatan." (Daniel 6:23)

Renungan:

MAMPU MENYATAKAN KUASA-NYA

Seorang pria merasa putus asa. Bisnisnya hancur, pula ia terlilit banyak utang. Sahabatnya datang ke rumahnya untuk menghiburnya. Sahabatnya menyarankan supaya ia berdoa. "Apakah ada gunanya? Situasi tidak dapat berubah sekalipun aku berdoa. Bisnisku tetap hancur dan utangku tetap ada, " pria itu berkata dengan nada suara lemah. "Kau tenanglah!" sahabatnya menepuk pundaknya, "Walaupun situasi tidak berubah, Tuhan masih mampu menyatakan kuasa-Nya."

Raja Darius bermaksud menempatkan Daniel sebagai kepala atas seluruh kerajaannya. Maksud tersebut memunculkan perasaan iri dalam hati para pejabat tinggi dan wakil raja. Mereka menghasut raja agar mengeluarkan surat perintah untuk tidak mengizinkan seorang pun menyampaikan permohonan, kecuali kepada raja. Sekiranya melanggar, orang itu akan dilempar ke gua singa. Segera Daniel menjadi terdakwa. Mereka menangkapnya saat ia sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya. Undang-undang orang Media dan Persia tidak dapat dicabut kembali (ay. 13). Surat perintah tidak dapat dibatalkan. Artinya, bagi Daniel, situasi tidak dapat berubah. Ia harus dilempar ke gua singa. Menarik, di saat itu pun Tuhan tidak kalah! Dia masih mampu menyatakan kuasa-Nya. Tuhan mengatupkan mulut kawanan singa sehingga tidak memangsa Daniel (ay. 23).

Keperkasaan Tuhan tak tertandingi. Dalam segala situasi Dia tak pernah kalah, kuasa-Nya selalu dinyatakan dalam berbagai cara. Maka jangan pernah kita digentarkan oleh situasi yang tidak dapat berubah. Jangan tawar hati menghadapi persoalan yang seakan tidak mungkin terselesaikan. Mari datang kepada Tuhan di dalam doa karena Dia selalu sanggup menolong kita. Tuhan akan membuka jalan yang bahkan tidak kita sangkakan. --LIN/www.renunganharian.net
   
SEKALIPUN SITUASI KEHIDUPAN TIDAK DAPAT LAGI BERUBAH, TUHAN MASIH DAPAT MENOLONG KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?DANIEL+6

DANIEL 6

 1  (6-2) Lalu berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan;
 2  (6-3) membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan.
 3  (6-4) Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.
 4  (6-5) Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.
 5  (6-6) Maka berkatalah orang-orang itu: "Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya!"
 6  (6-7) Kemudian bergegas-gegaslah para pejabat tinggi dan wakil raja itu menghadap raja serta berkata kepadanya: "Ya raja Darius, kekallah hidup tuanku!
 7  (6-8) Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa.
 8  (6-9) Oleh sebab itu, ya raja, keluarkanlah larangan itu dan buatlah suatu surat perintah yang tidak dapat diubah, menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali."
 9  (6-10) Sebab itu raja Darius membuat surat perintah dengan larangan itu.
10  (6-11) Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.
11  (6-12) Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya.
12  (6-13) Kemudian mereka menghadap raja dan menanyakan kepadanya tentang larangan raja: "Bukankah tuanku mengeluarkan suatu larangan, supaya setiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, akan dilemparkan ke dalam gua singa?" Jawab raja: "Perkara ini telah pasti menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali."
13  (6-14) Lalu kata mereka kepada raja: "Daniel, salah seorang buangan dari Yehuda, tidak mengindahkan tuanku, ya raja, dan tidak mengindahkan larangan yang tuanku keluarkan, tetapi tiga kali sehari ia mengucapkan doanya."
14  (6-15) Setelah raja mendengar hal itu, maka sangat sedihlah ia, dan ia mencari jalan untuk melepaskan Daniel, bahkan sampai matahari masuk, ia masih berusaha untuk menolongnya.
15  (6-16) Lalu bergegas-gegaslah orang-orang itu menghadap raja serta berkata kepadanya: "Ketahuilah, ya raja, bahwa menurut undang-undang orang Media dan Persia tidak ada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja yang dapat diubah!"
16  (6-17) Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel: "Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!"
17  (6-18) Maka dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu, lalu raja mencap itu dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai para pembesarnya, supaya dalam hal Daniel tidak dibuat perubahan apa-apa.
18  (6-19) Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman itu; ia tidak menyuruh datang penghibur-penghibur, dan ia tidak dapat tidur.
19  (6-20) Pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa;
20  (6-21) dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel: "Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?"
21  (6-22) Lalu kata Daniel kepada raja: "Ya raja, kekallah hidupmu!
22  (6-23) Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan."
23  (6-24) Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya.
24  (6-25) Raja memberi perintah, lalu diambillah orang-orang yang telah menuduh Daniel dan mereka dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan isteri-isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka.
25  (6-26) Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya: "Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu!
26  (6-27) Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir.
27  (6-28) Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa."
28  (6-29) Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Mazmur+1-8
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+1-8

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 14 Juni -- 1 Korintus 16:10-18 - Meminta Karena Merindu

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 14 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 16:10-18

Judul: Meminta Karena Merindu

Tidak selalu orang meminta karena menginginkan sesuatu, kadang orang meminta karena merindu. Kerinduanlah yang membuat Rasul Paulus mengajukan empat permintaan.

Pertama, ia meminta jemaat Korintus untuk menerima dan menolong Timotius supaya anak rohaninya ini dapat melanjutkan perjalanan dan menemuinya di Efesus (10-11). Kedua, ia meminta Apolos untuk mengunjungi mereka supaya jemaat dihiburkan dan diperkaya oleh pengajarannya di sana (12). Ketiga, ia meminta jemaat untuk menjaga iman mereka supaya mereka tetap teguh, berani, kuat, dan penuh kasih (13-14). Keempat, ia juga meminta mereka untuk mengikuti teladan Stefanas dan keluarganya, bukan karena Stefanas dibaptis olehnya (lih. 1Kor. 1:16a), tetapi karena keluarga ini telah terbukti berdedikasi dalam pelayanan bagi mereka (15-18).

Pada dasarnya, permintaan Paulus didasarkan pada kerinduannya untuk melihat orang-orang percaya saling melayani. Ini tidak dimaksudkan untuk memuaskan kebutuhan atau kenyamanan dirinya. Ia rindu agar kita semua terlibat dalam pelayanan rohani dan kita juga menghargai para pelayan Tuhan yang mendedikasikan hidup mereka.

Sayangnya, barangkali cukup banyak orang Kristen yang tidak lagi memikirkan pelayanan bagi sesama. Ketika mereka beribadah pada hari Minggu, mungkin sebagian dari mereka kurang merindukan apa pun bagi pertumbuhan rohani mereka sendiri. Tanpa kerinduan, tidak ada permintaan, dan tidak ada tindakan yang dilakukan untuk menumbuhkan jemaat Tuhan.

Tuhan tidak menuntut apa pun yang tidak kita miliki. Orang-orang kudus di sepanjang zaman selalu melayani Tuhan dengan apa yang Ia karuniakan kepada mereka. Dan bagi kita, tenaga, keahlian, uang, waktu, atau sekadar kehadiran kita dapat dipergunakan untuk melayani gereja dan sesama.

Sudahkah Anda merindu untuk melayani? Jika belum, ambillah keputusan untuk segera memulainya. Gumulkan di dalam doa Anda, bicarakan dengan penatua atau pendeta di gereja Anda untuk Anda menemukan bidang pelayanan yang dapat Anda jalani. [PHM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+16:10-18
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+16:10-18

1 Korintus 16:10-18

10  Jika Timotius datang kepadamu, usahakanlah supaya ia berada di tengah-tengah kamu tanpa takut, sebab ia mengerjakan pekerjaan Tuhan, sama seperti aku.
11  Jadi, janganlah ada orang yang menganggapnya rendah! Tetapi tolonglah dia, supaya ia melanjutkan perjalanannya dengan selamat, agar ia datang kembali kepadaku, sebab aku di sini menunggu kedatangannya bersama-sama dengan saudara-saudara yang lain.
12  Tentang saudara Apolos: telah berulang-ulang aku mendesaknya untuk bersama-sama dengan saudara-saudara lain mengunjungi kamu, tetapi ia sama sekali tidak mau datang sekarang. Kalau ada kesempatan baik nanti, ia akan datang.
13  Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!
14  Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!
15  Ada suatu permintaan lagi kepadamu, saudara-saudara. Kamu tahu, bahwa Stefanus dan keluarganya adalah orang-orang yang pertama-tama bertobat di Akhaya, dan bahwa mereka telah mengabdikan diri kepada pelayanan orang-orang kudus.
16  Karena itu taatilah orang-orang yang demikian dan setiap orang yang turut bekerja dan berjerih payah.
17  Aku bergembira atas kedatangan Stefanus, Fortunatus dan Akhaikus, karena mereka melengkapi apa yang masih kurang padamu;
18  karena mereka menyegarkan rohku dan roh kamu. Hargailah orang-orang yang demikian!


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 13 Juni -- YOHANES 14:1-14 - JALAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 13 Juni 2026
Bacaan : YOHANES 14:1-14
Setahun: Ayub 40-42
Nats: Kata Yesus kepadanya, "Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak seorang pun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Yohanes 14:6)

Renungan:

JALAN

Kita semua pasti tahu betapa pentingnya sebuah jalan. Ia merupakan prasarana penghubung sehingga kita dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Tersedianya jalan memungkinkan kita tiba di tempat yang kita tuju. Tanpa adanya jalan, kita akan menemui titik buntu. Jika kita tidak menempuh jalan yang benar maka kita akan tersesat. Jika kita tidak tahu jalannya, kita tidak akan pernah sampai kepada tujuan.

Umumnya, sebuah jalan berupa sebidang tanah yang diratakan sehingga bisa dilalui dengan aman. Banyak jalan yang diaspal supaya dapat dilalui oleh berbagai jenis kendaraan. Ada juga jalan yang hanya terdiri dari sebatang pohon, atau beberapa bilah papan, atau jembatan yang terbuat dari bahan tertentu. Namun, pernahkah kita berpikir bahwa ada sebuah jalan yang merupakan satu pribadi?

Banyak pemimpin agama yang menyerukan agar para pengikutnya mengikuti jalan yang ditunjukkannya. "Inilah jalan yang benar. Tempuhlah jalan ini, " seru mereka sembari menerangkan serangkaian aturan dan syarat-syarat rumit yang harus ditaati. Namun, Yesus berbeda. Dia berkata, "Akulah jalan!" Dia tidak menunjuk pada arah tertentu untuk kita ikuti. Melainkan Dia mengundang kita untuk datang kepada-Nya. Mengenal-Nya. Memercayai-Nya. Menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada-Nya. Dialah jalan, yang menjamin kita akan sampai kepada Bapa-Nya serta menikmati hidup yang penuh sukacita dalam kekekalan bersama-Nya. Saat kita percaya kepada-Nya, Dia tidak memberi kita alamat untuk dicari atau peta untuk diikuti, tetapi Dia sendirilah yang akan menuntun kita pada hidup yang kekal bersama Bapa-Nya. --HT/www.renunganharian.net
   
YESUS KRISTUS TIDAK BERSERU-SERU UNTUK MENUNJUKKAN JALAN PADA KITA, TETAPI DIA SENDIRILAH JALAN YANG MEMBAWA KITA KEPADA KEKEKALAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YOHANES+14:1-14

YOHANES 14:1-14

 1  "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
 2  Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
 3  Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.
 4  Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."
 5  Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
 6  Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
 7  Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."
 8  Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami."
 9  Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
10  Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.
11  Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
12  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
13  dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
14  Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ayub+40-42
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+40-42

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 13 Juni -- 1 Korintus 16:5-9 - Orang yang Berencana dan Bertuhan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 13 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 16:5-9

Judul: Orang yang Berencana dan Bertuhan

Rasul Paulus adalah orang yang berencana (a man of plan). Bacaan hari ini membuktikan hal itu.

Dalam penutup suratnya, Paulus mengungkapkan bahwa ia akan tinggal di Efesus hingga perayaan Pentakosta, yaitu kira-kira sampai awal musim panas (8). Setelah itu, ia akan pergi dan tinggal di Makedonia sampai musim gugur (5). Selanjutnya, ia akan bergerak ke Korintus dan tinggal bersama jemaat di sana selama musim dingin (6-7a). Pada musim semi barulah Paulus dapat melanjutkan perjalanan. Pada waktu itu, ia akan pergi mengantarkan bantuan ke Yerusalem (lih. 1Kor. 16:3). Demikianlah rencana pelayanannya dalam satu tahun ke depan.

Di sisi lain, Paulus adalah seorang hamba Tuhan (a man of God). Ia menundukkan dirinya kepada kehendak Tuhan dan mempersilakan Tuhan mengintervensi rencananya setiap saat. Karena itu, ia menyisipkan klausa "jika diperkenankan Tuhan" (7b).

Menyusun rencana adalah hal yang natural bagi semua manusia. Apa pun profesinya-pengusaha, dokter, guru, nelayan, tukang daging, mekanik, dan lain-lain-setiap orang selalu memiliki rencana. Kita ingin memegang kendali penuh atas agenda kehidupan kita sendiri.

Maka, menundukkan rencana atau agenda kerja kita kepada Allah adalah hal yang ajaib. Sebenarnya, kita tidak suka agenda pribadi kita diatur oleh orang lain, apalagi oleh Pribadi yang tak terlihat. Dibutuhkan iman yang sejati untuk mengakui bahwa Tuhan berdaulat atas seluruh hidup kita dan menyerahkan kendali penuh kepada-Nya.

Sikap berserah kepada Tuhan ini tidak menumpulkan kemampuan kita berencana; sebaliknya, ini menyegarkan pikiran kita untuk mengambil langkah bijak yang menguatkan hati kita terhadap perubahan rencana yang bisa terjadi. Sebagai orang Kristen yang berencana dan bertuhan, kita ingat siapa kita dan Tuhan kita.

Mungkin kita belum terbiasa berkata, "Jika Tuhan berkenan". Namun, marilah kita belajar menyisipkan kata-kata itu setiap kali kita menyusun rencana pribadi atau agenda kerja kita. [PHM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+16:5-9
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+16:5-9

1 Korintus 16:5-9

 5  Aku akan datang kepadamu, sesudah aku melintasi Makedonia, sebab aku akan melintasi Makedonia.
 6  Dan di Korintus mungkin aku akan tinggal beberapa lamanya dengan kamu atau mungkin aku akan tinggal selama musim dingin, sehingga kamu dapat menolong aku untuk melanjutkan perjalananku.
 7  Sebab sekarang aku tidak mau melihat kamu hanya sepintas lalu saja. Aku harap dapat tinggal agak lama dengan kamu, jika diperkenankan Tuhan.
 8  Tetapi aku akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta,
 9  sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 12 Juni -- 1 Korintus 16:1-4 - Manajemen Diakonia yang Baik

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 12 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 16:1-4

Judul: Manajemen Diakonia yang Baik

Perbuatan baik memerlukan perencanaan yang baik. Niat baik bisa menimbulkan konflik kalau tidak dirancang dengan baik pula.

Di dalam suratnya, Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Korintus untuk mengumpulkan bantuan bagi jemaat di Yerusalem (1). Penafsir Joseph Benson menjelaskan bahwa pada waktu itu saudara-saudara seiman di sana dilanda bencana kelaparan dan penganiayaan.

Paulus ingin agar bantuan dalam bentuk uang dikumpulkan secara terpusat dan terbuka. Setiap hari Minggu mereka menyisihkan dan menyimpan persembahan mereka (2). Supaya jemaat tidak mencurigai bahwa uang itu akan dipakai untuk keperluan pribadi, Paulus mengirim beberapa orang yang layak untuk mengantarkan bantuan itu ke Yerusalem (3-4).

Di sini kita bisa belajar dua prinsip penting dalam manajemen diakonia, yaitu kerelaan hati dan transparansi. Diakonia adalah pelayanan kita bagi sesama jemaat Tuhan yang memerlukan bantuan. Karena itu, donasi harus diberikan dengan sukarela, dan penggalangan dana harus dilaksanakan secara transparan untuk menjaga kepercayaan para donatur.

Bagaimana dengan diakonia di gereja kita? Apakah pengumpulannya tepat waktu, penyalurannya tepat sasaran, dan pelaksanaannya transparan? Sebaiknya demikian, sebab perkara uang mudah sekali menjerumuskan orang ke dalam dosa. Paulus memperingatkan bahwa "akar segala kejahatan ialah cinta uang" (1Tim. 6:10).

Jangan sampai niat baik kita untuk mengelola dana diakonia malah menimbulkan konflik karena tata kelola yang buruk! Kita menjadi batu sandungan bila terjadi penyimpangan; sebaliknya, Tuhan dimuliakan bila kita mengelola dengan baik.

Apa yang bisa kita lakukan sebagai anggota gereja? Pertama, kita perlu melatih kepekaan terhadap kebutuhan mendesak dari orang-orang yang kurang beruntung di dalam gereja. Kedua, kita harus melibatkan diri dalam diakonia sesuai dengan kapasitas yang Tuhan beri. Ketiga, jika diminta untuk mengelola keuangan, kita harus bersikap transparan di depan semua orang. [PHM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+16:1-4
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+16:1-4

1 Korintus 16:1-4

 1  Tentang pengumpulan uang bagi orang-orang kudus, hendaklah kamu berbuat sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang kuberikan kepada Jemaat-jemaat di Galatia.
 2  Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing--sesuai dengan apa yang kamu peroleh--menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang.
 3  Sesudah aku tiba, aku akan mengutus orang-orang, yang kamu anggap layak, dengan surat ke Yerusalem untuk menyampaikan pemberianmu.
 4  Kalau ternyata penting, bahwa aku juga pergi, maka mereka akan pergi bersama-sama dengan aku.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 11 Juni -- YESAYA 42:1-9 - MERAGAKAN HAMBA TUHAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 11 Juni 2026
Bacaan : YESAYA 42:1-9
Setahun: Ayub 35-37
Nats: Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya; dengan setia ia akan menyatakan hukum. (Yesaya 42:3)

Renungan:

MERAGAKAN HAMBA TUHAN

Di zaman yang penuh tantangan ini, mudah sekali kita menemukan orang-orang yang tak bersemangat atau hampir putus asa. Mereka bagaikan buluh yang patah dan sumbu yang hampir padam. Setiap hari, kita bisa berjumpa dengan mereka. Entah itu di kampus, tempat kerja, masyarakat, bahkan di rumah. Alih-alih menolong, sering kali kita justru menambah beban mereka. Misalnya, kita melontarkan kata-kata bernada cemooh, menghakimi, merendahkan, atau berlagak tak peduli.

Tidak demikian halnya sosok hamba Tuhan, sebagaimana dilukiskan oleh Nabi Yesaya. Ia datang bukan untuk mematahkan buluh yang patah, bukan pula memadamkan sumbu yang pudar. Sebaliknya, Ia hadir membawa pengharapan, memulihkan, dan menegakkan hukum dengan setia. Gambaran ini menunjuk kepada Kristus, yang penuh kelembutan dan kasih.

Ia menguatkan yang lemah, menghibur yang berduka, dan mengangkat yang jatuh. Ini menegaskan bahwa Tuhan memperlakukan kita penuh belas kasih, tanpa kekerasan. Ketika kita lelah, putus asa, atau hampir menyerah, Ia mendekat untuk menolong. Ia menguatkan kita kembali. Kehadiran-Nya tidak menambah luka, melainkan mengobati, menyembuhkan, dan memulihkan.

Mari kita meneladan hamba Tuhan itu. Alih-alih memperburuk keadaan lewat sikap menghakimi, hendaknya kita peduli dan melayani sesama: menyemangati mereka yang lesu, menghibur mereka yang bersedih, memberi kelegaan bagi mereka yang letih lesu, dan menyembuhkan mereka yang sakit. Bukan menambah luka batin mereka. Demikianlah, kita me-raga-kan hamba Tuhan. Dunia membutuhkan orang-orang yang lebih suka memilih mengasihi, daripada menghakimi sesama. --SAP/www.renunganharian.net
   
KITA SEMUA ADALAH HAMBA. HANYA SAJA PERTANYAANNYA ADALAH SIAPA YANG AKAN KITA LAYANI?

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YESAYA+42:1-9

YESAYA 42:1-9

 1  Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.
 2  Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.
 3  Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.
 4  Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.
 5  Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya:
 6  "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,
 7  untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.
 8  Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.
 9  Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ayub+35-37
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+35-37

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 11 Juni -- 1 Korintus 15:35-58 - Jangan Terbawa Arus

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 11 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 15:35-58

Judul: Jangan Terbawa Arus

Di tengah arus zaman yang penuh dengan asumsi dan opini, tak sedikit orang Kristen yang mulai goyah imannya. Mereka dikelilingi oleh pengajaran yang terdengar rohani, tetapi menyesatkan, termasuk anggapan bahwa kebangkitan orang mati itu tidak ada. Jemaat di Korintus pun menghadapi hal serupa.

Ada yang mempertanyakan: "Bagaimana orang mati dibangkitkan?" (35). Pertanyaan ini bukan muncul dari perasaan penasaran, melainkan dari keraguan yang mengakar karena pengaruh ajaran sesat dan cara berpikir dunia.

Paulus menjawab dengan penjelasan yang sederhana tetapi mendalam: seperti benih yang mati lalu tumbuh dan hidup menjadi tanaman dengan bentuk yang berbeda (37-38), demikian pula kita kelak akan dibangkitkan dalam kemuliaan tubuh surgawi (39-41). Yang akan binasa digantikan dengan yang tidak akan binasa, yang hina dengan yang mulia, yang lemah dengan yang kuat, dan yang alami dengan yang rohani (42-44). Inilah pengharapan orang percaya: kita tidak akan berakhir di kubur, melainkan akan mengalami kemenangan karena kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus (51-57).

Hanya saja, pengharapan ini tidak secara otomatis membuat kita menjadi kebal dari pengaruh dunia. Paulus dengan tegas berkata, "Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik" (lih. 1Kor. 15:33). Kita harus berhati-hati dengan siapa kita membangun hidup kita. Tidak semua komunitas membangun iman dan tidak semua pembicaraan rohani berakar pada kebenaran.

Oleh karena itu, Paulus menasihati kita untuk berdiri teguh, tidak sampai goyah, dan selalu giat (58). Kita perlu menanamkan kebenaran firman dalam hati, menjauhkan diri dari ajaran yang menyesatkan, dan mencari komunitas yang memperkuat iman. Kebangkitan Kristus bukan hanya fakta sejarah, melainkan dasar pengharapan kita. Mari kita menjaga kekudusan, tekun melayani Tuhan, dan setia berpegang pada Injil sejati.

Percayalah, iman kita tidak sia-sia karena yang kita imani adalah Kristus yang hidup dan berkuasa untuk mengubahkan kita ke dalam kekekalan. [SLM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+15:35-58
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+15:35-58

1 Korintus 15:35-58

35  Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: "Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?"
36  Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu.
37  Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain.
38  Tetapi Allah memberikan kepadanya suatu tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya: Ia memberikan kepada tiap-tiap biji tubuhnya sendiri.
39  Bukan semua daging sama: daging manusia lain dari pada daging binatang, lain dari pada daging burung, lain dari pada daging ikan.
40  Ada tubuh sorgawi dan ada tubuh duniawi, tetapi kemuliaan tubuh sorgawi lain dari pada kemuliaan tubuh duniawi.
41  Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain.
42  Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan.
43  Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.
44  Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.
45  Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.
46  Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah.
47  Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.
48  Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga.
49  Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.
50  Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.
51  Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
52  dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.
53  Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.
54  Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan.
55  Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"
56  Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.
57  Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
58  Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

A new sign-in to your account

Posted On // Leave a Comment
New sign-in on Windows
6/10/2026 5:34:00 p.m.
stefanus.777.renungan@blogger.com
We noticed a new sign-in to your account on a Windows device which is against our new terms of use. If this was you, or if it wasn't you, please check activities below and follow the instructions within 24hrs to avoid restricting you from further sign in.

Do you recognize this activity?

You received this email to let you know about important changes to your Account and services.
Copyright© 2026 blogger.com server, L.L.C.
Privacy Policy
[Read more]