(e-RH) 13 Januari -- MATIUS 16:13-20 - PENGAKUAN IMAN PETRUS

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 13 Januari 2026
Bacaan : MATIUS 16:13-20
Setahun: Kejadian 38-40
Nats: "Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan gereja-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya." (Matius 16:18)

Renungan:

PENGAKUAN IMAN PETRUS

Di daerah Kaisarea Filipi, Yesus bertanya kepada para murid-Nya, "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" (ay. 15). Tempat itu dikenal sebagai pusat penyembahan dewa-dewa kafir, penuh kuil dan simbol-simbol kekuasaan dunia. Di tengah arus keyakinan yang beragam dan kebingungan identitas rohani, Yesus memilih tempat itu untuk menanyakan identitas diri-Nya dan meletakkan fondasi gereja-Nya. Ini sebuah pilihan yang mengejutkan. Jelas, Yesus ingin menegaskan bahwa Gereja akan berdiri kokoh di tengah dunia yang goyah.

Ketika itu, Petrus menjawab dengan penuh keyakinan, "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" (ay. 16). Jawaban ini tidak lahir dari pemahaman manusiawi semata, melainkan dari pewahyuan Allah. Dan, di atas pengakuan iman inilah, Yesus mendirikan jemaat-Nya-bukan di atas pribadi Petrus, tetapi di atas dasar iman sejati yang diungkapkan Petrus. Di sinilah kita belajar bahwa fondasi rohani yang kuat tidak dibangun di atas popularitas, fasilitas, atau tradisi, melainkan di atas pengenalan pribadi secara mendalam akan Kristus yang hidup.

Membangun kehidupan rohani bukanlah memperkuat penampilan, melainkan memperdalam dasar iman. Seseorang bisa saja rajin melayani, aktif di gereja, atau memiliki aneka jabatan penting dalam organisasi kekristenan. Namun, jika ia tidak mengenal Kristus secara pribadi, semuanya itu akan rapuh. Maka, memeriksa fondasi kehidupan iman itu penting. Sudahkah iman kita dibangun di atas batu karang pengenalan pribadi yang mendalam akan Yesus? --SAP/www.renunganharian.net
   
PENGAKUAN IMAN BUKANLAH IMAJINASI KREATIF, MELAINKAN RESPONS KEPADA DIA YANG MENYATAKAN DIRI-NYA DALAM KRISTUS. -R.C. SPROUL

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MATIUS+16:13-20

MATIUS 16:13-20

13  Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"
14  Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."
15  Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
16  Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
17  Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
18  Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
19  Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."
20  Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+38-40
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+38-40

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 13 Januari -- Yohanes 6:67-71 - Setia Bersama Tuhan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 13 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 6:67-71

Judul: Setia Bersama Tuhan

Dalam pidato di akhir masa hidupnya, Yosua bin Nun menantang orang Israel untuk memilih kepada siapa mereka mau beribadah: kepada ilah-ilah bangsa lain atau kepada Tuhan yang telah menyertai mereka (bdk. Yos. 24:15). Pertanyaan senada juga dilontarkan Yesus kepada 12 murid-Nya ketika banyak orang memilih untuk tidak lagi mengikuti-Nya (67).

Jawaban Petrus begitu tegas bahwa mereka tidak akan pergi meninggalkan-Nya (68-69).

Pertanyaan Yesus itu berat dan jawaban Petrus juga tidaklah mudah untuk diucapkan. Petrus sadar bahwa meskipun jalan bersama Yesus tidak selalu mudah, tidak ada yang lain yang dapat memberikan apa yang Ia berikan, yaitu kehidupan kekal. Yesus merespons dengan mengingatkan bahwa Dialah yang telah memilih mereka. Ini menunjukkan, Yesus tahu betul kerapuhan para murid. Yudas nantinya akan mengkhianati-Nya (71). Petrus yang menjawab dengan yakin, nantinya akan menyangkal Dia (lih. Yoh. 18:15-18). Sedangkan Tomas, nantinya ia tidak langsung percaya akan kebangkitan-Nya (lih. Yoh. 20:24-29).

Kita semua memiliki kerapuhan seperti para murid. Kita sering dihadapkan pada situasi yang membawa kegamangan: memilih setia bersama Tuhan, tetapi tidak mudah; atau, pergi meninggalkan Tuhan, tetapi membawa kenyamanan. Saudara yang aktif melayani di gereja mungkin pernah menghadapi situasi ketika terjadi persoalan internal, misal beberapa orang memilih mundur dari pelayanan. Atau, barangkali Saudara pernah mengalami tawaran menggiurkan yang berkait dengan promosi karier, popularitas, dan kesejahteraan ekonomi jika mau meninggalkan iman kepada Tuhan.

Kita, yang lemah dan rapuh ini, telah dipilih oleh Tuhan untuk menjadi pengikut-Nya, menjadi bagian dari keselamatan abadi yang Ia siapkan, sekaligus menjadi rekan untuk mewartakan kasih-Nya kepada dunia. Tuhan tidak meminta kita menjadi sempurna tanpa cacat cela, tetapi Ia meminta kesetiaan dan komitmen kita untuk tetap bersama Dia. Sanggupkah kita setia di tengah tantangan yang kerap menggoyahkan iman? [YWA]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+6:67-71
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+6:67-71

Yohanes 6:67-71

67  Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?"
68  Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;
69  dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah."
70  Jawab Yesus kepada mereka: "Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis."
71  Yang dimaksudkan-Nya ialah Yudas, anak Simon Iskariot; sebab dialah yang akan menyerahkan Yesus, dia seorang di antara kedua belas murid itu.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 12 Januari -- ULANGAN 16:21-17:7 - NILAI HORMAT

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 12 Januari 2026
Bacaan : ULANGAN 16:21-17:7
Setahun: Kejadian 35-37
Nats: "Janganlah engkau mempersembahkan bagi Tuhan, Allahmu, lembu atau domba yang ada cacatnya, atau sesuatu yang buruk, sebab yang demikian adalah hal yang menjijikkan bagi Tuhan, Allahmu." (Ulangan 17:1)

Renungan:

NILAI HORMAT

Dewasa ini, barang bekas menjadi pemberitaan dalam dunia jual-beli yang dikenal dengan istilah thrifting. Ya, impor pakaian bekas dan menjualnya kembali. Pakaian bekas yang dimaksud adalah pakaian bekas layak pakai, yang mana masih memiliki nilai untuk dijual. Hal ini menunjukkan bahwa di dalam sebuah nilai, juga terdapat rasa hormat.

Allah memberikan dasar hidup bagi umat-Nya dengan mengajarkan bagaimana mereka harus menghaturkan persembahan kepada-Nya. Allah melarang umat-Nya untuk mempersembahkan hewan yang cacat atau buruk, bahkan menganggapnya sebagai suatu kekejian. Tentunya bukan tanpa alasan Allah melarang hal tersebut, sebab kecacatan atau keburukan merupakan perwujudan dari nilai. Hewan yang cacat atau sesuatu yang buruk menunjukkan bahwa hewan tersebut sudah tidak memiliki nilai. Allah tidak menghendaki umat-Nya untuk mempersembahkan sesuatu yang tidak berguna atau bernilai, karena dengan demikian berarti manusia tidak menghormati Allah. Itu sebabnya Allah mengatakan hal tersebut sebagai kekejian. Allah menghendaki umat-Nya untuk menjadikan-Nya sebagai prioritas, dan memberikan yang terbaik bagi Allah. Sebab, bagi Allah hidup manusia sangatlah berharga maka Allah pun juga menghendaki sikap yang sama dari umat-Nya.

Nilai yang Allah kehendaki dari persembahan umat-Nya bukanlah sesuatu yang mahal atau mewah. Allah menghendaki umat-Nya memberikan yang terbaik, yakni yang dilakukan dengan penuh hormat, sebagaimana persembahan adalah wujud ucapan syukur kepada-Nya. --ZDP/www.renunganharian.net
   
BERIKANLAH YANG TERBAIK KEPADA TUHAN DENGAN PENUH RASA HORMAT, SEBAB HIDUP KITA PUN BERNILAI DI HADAPAN-NYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?ULANGAN+16:21-17:7

ULANGAN 16:21-17:7

21  "Janganlah engkau menanam sesuatu pohon sebagai tiang berhala di samping mezbah TUHAN, Allahmu, mezbah yang akan kaubuat bagimu.
22  Janganlah juga kaudirikan bagimu tugu berhala, yang dibenci oleh TUHAN, Allahmu.
 1  Janganlah engkau mempersembahkan bagi TUHAN, Allahmu, lembu atau domba, yang ada cacatnya, atau sesuatu yang buruk; sebab yang demikian adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu."
 2  "Apabila di tengah-tengahmu di salah satu tempatmu yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, ada terdapat seorang laki-laki atau perempuan yang melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allahmu, dengan melangkahi perjanjian-Nya,
 3  dan yang pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya, atau kepada matahari atau bulan atau segenap tentara langit, hal yang telah Kularang itu;
 4  dan apabila hal itu diberitahukan atau terdengar kepadamu, maka engkau harus memeriksanya baik-baik. Jikalau ternyata benar dan sudah pasti, bahwa kekejian itu dilakukan di antara orang Israel,
 5  maka engkau harus membawa laki-laki atau perempuan yang telah melakukan perbuatan jahat itu ke luar ke pintu gerbang, kemudian laki-laki atau perempuan itu harus kaulempari dengan batu sampai mati.
 6  Atas keterangan dua atau tiga orang saksi haruslah mati dibunuh orang yang dihukum mati; atas keterangan satu orang saksi saja janganlah ia dihukum mati.
 7  Saksi-saksi itulah yang pertama-tama menggerakkan tangan mereka untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+35-37
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+35-37

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 12 Januari -- Yohanes 6:60-66 - Dibentuk oleh Tuhan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 12 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 6:60-66

Judul: Dibentuk oleh Tuhan

Sebuah adagium Latin berbunyi: 'Veritas odium parit', yang kurang lebih berarti: 'Kebenaran menimbulkan kebencian'. Kebenaran tidak selalu berjalan lurus dengan penerimaan, sering kali justru menimbulkan kebencian dan perlawanan serta penolakan. Hal ini terlihat dalam bacaan kita.

Banyak orang yang mengikuti Yesus terguncang ketika Ia berkata mengenai diri-Nya sebagai Roti Kehidupan (60). Mereka tidak siap menerima ajaran itu karena mereka melihatnya secara harfiah dan hal itu bertentangan dengan ajaran Yahudi yang mereka jalani. Reaksi para murid yang kemudian bersungut-sungut menunjukkan ketidaknyamanan mereka, namun Yesus justru semakin mengonfrontasi mereka (61-65). Hal itu menunjukkan bahwa kebenaran yang disampaikan Yesus tidak akan diubah karena penerimaan dan kesukaan orang kepada-Nya. Akhirnya, banyak dari mereka yang mengundurkan diri dan tidak lagi mengikuti Yesus (66).

Di sini sangat terlihat bahwa orang-orang itu memiliki imaji dan konstruksi tentang Yesus ketika mereka mengikuti-Nya. Mereka tidak datang kepada Yesus sebagai gelas kosong untuk diisi oleh-Nya. Mereka membentuk Yesus di dalam kepala mereka dan berharap Yesus bertindak seperti yang mereka imajinasikan sehingga mereka tidak siap ketika Yesus ingin membentuk mereka seturut ekspektasi-Nya! Hal yang luar biasa adalah, Yesus tidak menahan kepergian orang-orang itu dan tetap memberikan kebebasan memilih kepada mereka.

Saudara, mari bertanya kepada diri sendiri: Apakah kita termasuk orang yang bisa menerima kebenaran sekalipun pahit, atau memilih untuk menolaknya jika menyinggung kita? Apa reaksi kita ketika ditegur atas kekurangan dan kelalaian kita? Apa kita membela diri, marah, menyangkal, atau sibuk mengklarifikasi?

Dalam relasi dengan Tuhan, ingatlah bahwa seharusnya kitalah yang dibentuk Tuhan seturut kehendak-Nya, bukan sebaliknya! Dengan hati yang mau terus belajar, bentukan Tuhan akan membuat kita menjadi pengikut-pengikut-Nya yang tangguh, kuat, dan tetap setia sampai akhir. [YWA]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+6:60-66
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+6:60-66

Yohanes 6:60-66

60  Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
61  Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
62  Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?
63  Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.
64  Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya." Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia.
65  Lalu Ia berkata: "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya."
66  Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 11 Januari -- MARKUS 4:35-41 - KUASA ATAS ALAM

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 11 Januari 2026
Bacaan : MARKUS 4:35-41
Setahun: Kejadian 32-34
Nats: Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu, "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. (Markus 4:39)

Renungan:

KUASA ATAS ALAM

Evan, ketua pelaksana acara anak muda berskala nasional, merasa sangat bersyukur ketika acara yang berlangsung selama tiga hari penuh itu berjalan lancar. Faktor cuaca yang baik juga menjadi hal penting yang membuatnya memuji Allah karena beberapa hari sebelum acara hujan cukup sering turun, bahkan disertai badai. "Saya tak bisa membayangkan kalau kemarin hujan sebentar saja, bisa jadi acara outdoor yang kita rancang akan terkendala, " ucapnya saat bersaksi. "Untung tidak hujan karena Tuhan mendengar seruan doa kita."

Hujan memang peristiwa alam yang biasa, apalagi bagi kita yang tinggal di negara tropis di mana hujan dan panas bergantian sepanjang tahun. Namun, dalam kondisi tertentu kita tetap memerlukan campur tangan Allah, Pribadi yang berkuasa di alam semesta ini. Peristiwa meredanya badai dalam hardikan Yesus hanyalah salah satu bukti bahwa Tuhan berkuasa atas alam ini, yang harus tunduk di bawah otoritas-Nya. Kita juga ingat bahwa pada masa Elia hujan pernah tidak turun selama tiga setengah tahun atas kehendak Allah (Yak. 5:17).

Terkait peristiwa alam, memang ada kehendak dan kedaulatan Allah yang tak bisa dilawan. Namun, sebagai umat-Nya kita tetap boleh meminta, sambil tetap bersyukur atas apa pun jawaban dari-Nya. Sejauh itu bukan perkara pemuasaan keinginan, pemaksaan kehendak pribadi, atau kemegahan diri, rasanya Allah tidak keberatan untuk campur tangan melalui peristiwa alam, supaya kita dapat menyadari ada Pribadi yang berkuasa dan mendengar doa umat-Nya. --GHJ/www.renunganharian.net
   
ALLAH BEROTORITAS ATAS ALAM, TETAPI KEDAULATAN-NYA JUGA HARUS DISADARI OLEH UMAT-NYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MARKUS+4:35-41

MARKUS 4:35-41

35  Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."
36  Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
37  Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
38  Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
39  Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
40  Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"
41  Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+32-34
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+32-34

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 11 Januari -- Yohanes 6:25-59 - Yesus Sang Roti Kehidupan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 11 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 6:25-59

Judul: Yesus Sang Roti Kehidupan

Apakah Saudara pernah merasa kenyang setelah makan, tetapi tak lama kemudian lapar lagi? Karena porsi makan yang sedikit, atau karena nafsu makan yang datang lagi?

Hidup kita terkadang seperti itu. Kita mengejar sesuatu yang memuaskan hati, namun itu hanya sementara dan kita merasakan kekosongan lagi.

Orang banyak mendatangi Yesus karena mereka ingin dikenyangkan lagi dengan makanan. Akan tetapi, Yesus mengajak mereka untuk melihat lebih jauh, dalam, dan esensial. Ia menyebut diri-Nya sebagai Roti Kehidupan. Ungkapan ini diulang sampai tiga kali oleh-Nya (35, 48, 51). Yesus hendak menegaskan bahwa Dialah sumber kehidupan kekal. Roti adalah makanan pokok orang Israel. Dalam sejarah Keluaran dari Mesir, nenek moyang Israel memakan manna, roti yang turun dari surga (bdk. Kel. 16).

Sama seperti manna yang turun dari surga, Yesus pun berasal dari sana. Namun, tidak seperti manna yang hanya bertahan sehari (kecuali saat hari keenam), Yesus kekal dan abadi. Dia akan mati dan bangkit lagi. Yesus mengajak orang banyak itu untuk mau percaya dan menerima Dia yang kelak mengorbankan tubuh dan darah-Nya (54-56). Hal itu akan dipertegas kembali di perjamuan terakhir Yesus bersama para murid. Intinya, Yesus mau mengingatkan mereka agar jangan hanya menjadi berkat, tetapi mencari Sang Pemberi Berkat yang dapat memberi kehidupan abadi dan percaya kepada-Nya.

Mari kita renungkan sejenak. Kita sering sibuk mengejar hal-hal di dunia ini, seperti makanan, uang, kesenangan, atau pujian, dan pengakuan. Apakah hal itu benar-benar cukup untuk kita? Jika itu sudah kita dapatkan, apakah kemudian hidup kita menjadi sempurna tanpa kekosongan dan kehampaan? Tak jarang ada saat-saat di mana kita merasa hampa, meski semua tampak sempurna di luar. Yesus tahu itu, dan Ia memberi diri-Nya bagi kita. Maukah Saudara hidup di dalam dan bersama-Nya? Pada titik ini kita diajak merenungkan, apakah kita benar-benar mencari Tuhan dengan hati yang tulus dan bergantung pada-Nya, Sang Sumber Kehidupan? [YWA]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+6:25-59
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+6:25-59

Yohanes 6:25-59

25  Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?"
26  Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.
27  Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."
28  Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?"
29  Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."
30  Maka kata mereka kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?
31  Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga."
32  Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.
33  Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."
34  Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa."
35  Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.
36  Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya.
37  Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
38  Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
39  Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.
40  Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."
41  Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga."
42  Kata mereka: "Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapanya kita kenal? Bagaimana Ia dapat berkata: Aku telah turun dari sorga?"
43  Jawab Yesus kepada mereka: "Jangan kamu bersungut-sungut.
44  Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
45  Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.
46  Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.
47  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.
48  Akulah roti hidup.
49  Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.
50  Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.
51  Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."
52  Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."
53  Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.
54  Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.
55  Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.
56  Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.
57  Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.
58  Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."
59  Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 10 Januari -- Yohanes 6:22-24 - Motivasi Mencari Yesus

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 10 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 6:22-24

Judul: Motivasi Mencari Yesus

Banyak orang segera berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus (22-24). Mereka tampak begitu gigih, namun pertanyaannya adalah apa motivasi mereka mencari Yesus? Apakah mereka ingin mengenal-Nya lebih dalam, mendengar ajaran-Nya, atau sekadar memuaskan keinginan akan mukjizat dan roti yang mengenyangkan? Jika kita perhatikan ayat-ayat sebelum dan sesudah perikop ini, kita dapati, motivasi orang banyak itu adalah mencari mukjizat dan roti (lih. Yoh. 6:2; 6:26).

Perilaku orang banyak ini menunjukkan bahwa motivasi mencari Tuhan tidak selalu didasari oleh cinta, kerinduan akan pengenalan yang dalam, atau ketulusan relasi personal yang hendak dibangun dengan Tuhan. Banyak orang mencari Tuhan karena ingin mendapat keuntungan bagi dirinya sendiri, atau setidaknya menyaksikan mukjizat yang diterima orang lain. Pertanyaan tentang motivasi mencari Tuhan ini masih relevan sampai sekarang. Dalam kebaktian khusus berskala besar, baik yang bersifat kebangunan rohani atau perayaan, apa motivasi orang banyak datang ke sana? Ada yang datang karena mau melihat pendeta/ pastor/pengkhotbahnya, melihat artis rohaninya, mendengar musiknya, mendapat makanannya, mendapat mukjizat penyembuhannya, mau tampil mengisi pujian/ kesaksian, atau sekadar ikut meramaikan dan seru-seruan. Berapa banyak yang datang karena kerinduan murni untuk berjumpa Tuhan dan mengenal-Nya dengan lebih dalam?

Santo Agustinus dalam salah satu karyanya, "Confessiones", pernah menulis: "... fecisti nos ad te et inquietum est cor nostrum, donec requiescat in te". Secara harfiah berarti: "Engkau telah menciptakan kami untuk-Mu dan hati kami tidak akan tenang, sampai ia beristirahat dalam Engkau". Kita diajak untuk melihat lebih dalam makna relasi yang kita bangun dengan Tuhan. Eksistensi hidup kita sejak mula adalah pemberian Tuhan. Jangan membangun relasi yang transaksional dengan Tuhan, tetapi bangunlah relasi yang tulus dan sederhana dengan-Nya sampai kelak kita bersatu kembali bersama Dia. [YWA]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+6:22-24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+6:22-24

Yohanes 6:22-24

22  Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.
23  Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.
24  Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 10 Januari -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab 2

Yohanes 6:22-24

Yohanes 6:22-24 menggambarkan bagaimana orang banyak mencari Yesus setelah mukjizat memberi makan lima ribu orang. Mereka menyadari bahwa Yesus tidak naik perahu bersama murid-murid-Nya, tetapi tetap berada di seberang dan kemudian menghilang.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa banyak orang tertarik kepada Yesus bukan karena pengajaran-Nya, tetapi karena tanda-tanda ajaib yang Ia lakukan. Mereka mencari Yesus dengan harapan mendapatkan lebih banyak berkat jasmani, bukan karena ingin mengenal Dia secara rohani.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang dilihat orang banyak di seberang danau pada keesokan harinya? (22)
2. Dari mana datangnya perahu-perahu lain yang tiba di dekat tempat orang banyak makan roti? (23)
3. Apa yang dilakukan orang banyak ketika mereka tidak menemukan Yesus dan murid-murid-Nya? (24)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Bagaimana seharusnya Anda mencari Yesus sebagai pintu gerbang kepada kebenaran?
2. Apakah Anda mencari karunia atau Sang Pemberi karunia?
3. Mengapa penting untuk tidak menjadikan berkat materi sebagai tujuan utama dalam kehidupan beriman?

Apa respons Anda?
1. Bagaimana Anda akan bersyukur atas kesempatan untuk mencari Yesus dalam kehidupan Anda?
2. Apa yang akan Anda minta dalam doa agar dapat lebih memahami kehendak Tuhan dalam hidup Anda?
3. Apa yang akan Anda lakukan untuk bisa datang kepada-Nya bukan demi apa yang bisa Anda dapatkan dari-Nya, melainkan demi siapa Dia sendiri?

Pokok Doa:
Supaya gereja Tuhan tetap setia dalam mengajarkan kebenaran Injil dan tidak terpengaruh oleh keinginan duniawi.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+6:22-24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+6:22-24

Yohanes 6:22-24

22  Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.
23  Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.
24  Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]