(e-RH) 29 April -- 1 SAMUEL 2:27-36 - KOPI DINGIN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 29 April 2026
Bacaan : 1 SAMUEL 2:27-36
Setahun: 2 Raja-raja 23-25
Nats: "Kemudian siapa yang masih hidup dari keturunanmu akan datang sujud menyembah dia demi sekeping uang perak atau sepotong roti, dan berkata: Tempatkanlah aku dalam salah satu golongan imam, supaya aku dapat makan sekerat roti." (1 Samuel 2:36)

Renungan:

KOPI DINGIN

"Jangan salahkan jika kopimu dingin. Karena ia pernah hangat tetapi engkau mengabaikannya." Begitulah salah satu kutipan yang pernah melintas di linimasa media sosial saya. Ungkapan ini merupakan teguran kepada seseorang yang menyesal karena telah melewatkan momen-momen berharga dalam hidupnya. Kesalahan itu mengakibatkan ia memperoleh sesuatu yang tidak menyenangkan di masa kini. Semakin berharga hal yang kita sia-siakan, semakin besar pula penyesalan yang ditimbulkannya.

Eli dan kedua putranya meremehkan jabatan imam yang mereka jalankan. Sebagai imam, merekalah yang ditetapkan Allah menjadi perwakilan umat-Nya, yang bertugas mengurusi peribadatan umat-Nya, termasuk dalam persembahan kurban. Allah telah menetapkan berbagai aturan sebagai panduan mereka. Namun, mereka mengabaikan semua aturan itu. Mereka tidak menghormati Tuhan, bersikap serakah, serta melakukan berbagai tindakan amoral. Akibatnya, Tuhan murka dan menetapkan penghukuman-Nya. Keluarga Eli akan dibinasakan-Nya. Bahkan, keturunannya yang tersisa akan mengemis untuk diberi kesempatan melayani sebagai imam, demi mendapatkan sedikit makanan.

Ada begitu banyak hal berharga yang disia-siakan banyak orang, lebih daripada sekadar membiarkan kopi menjadi dingin. Sering kali kita baru menyadarinya setelah hal berharga itu terlepas dari genggaman kita. Sedihnya, tidak selalu kita memiliki kesempatan kedua untuk memperbaikinya. Menyesalinya pun tidak lagi mengubah situasi menjadi lebih baik. Karenanya, hendaknya kita belajar untuk menghargai setiap kebaikan, serta mensyukurinya, agar kelak kita tidak terpuruk dalam penyesalan. --HT/www.renunganharian.net
   
AGAR PAHITNYA PENYESALAN TAK DATANG MENYERGAP, MARI JALANI HIDUP PENUH SYUKUR DAN TANGGUNG JAWAB.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+SAMUEL+2:27-36

1 SAMUEL 2:27-36

27  Seorang abdi Allah datang kepada Eli dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Bukankah dengan nyata Aku menyatakan diri-Ku kepada nenek moyangmu, ketika mereka masih di Mesir dan takluk kepada keturunan Firaun?
28  Dan Aku telah memilihnya dari segala suku Israel menjadi imam bagi-Ku, supaya ia mempersembahkan korban di atas mezbah-Ku, membakar ukupan dan memakai baju efod di hadapan-Ku; kepada kaummu telah Kuserahkan segala korban api-apian orang Israel.
29  Mengapa engkau memandang dengan loba kepada korban sembelihan-Ku dan korban sajian-Ku, yang telah Kuperintahkan, dan mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih dari pada-Ku, sambil kamu menggemukkan dirimu dengan bagian yang terbaik dari setiap korban sajian umat-Ku Israel?
30  Sebab itu--demikianlah firman TUHAN, Allah Israel--sesungguhnya Aku telah berjanji: Keluargamu dan kaummu akan hidup di hadapan-Ku selamanya, tetapi sekarang--demikianlah firman TUHAN--:Jauhlah hal itu dari pada-Ku! Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah.
31  Sesungguhnya akan datang waktunya, bahwa Aku akan mematahkan tangan kekuatanmu dan tangan kekuatan kaummu, sehingga tidak ada seorang kakek dalam keluargamu.
32  Maka engkau akan memandang dengan mata bermusuhan kepada segala kebaikan yang akan Kulakukan kepada Israel dan dalam keluargamu takkan ada seorang kakek untuk selamanya.
33  Tetapi seorang dari padamu yang tidak Kulenyapkan dari lingkungan mezbah-Ku akan membuat matamu rusak dan jiwamu merana; segala tambahan keluargamu akan mati oleh pedang lawan.
34  Inilah yang akan menjadi tanda bagimu, yakni apa yang akan terjadi kepada kedua anakmu itu, Hofni dan Pinehas: pada hari yang sama keduanya akan mati.
35  Dan Aku akan mengangkat bagi-Ku seorang imam kepercayaan, yang berlaku sesuai dengan hati-Ku dan jiwa-Ku, dan Aku akan membangunkan baginya keturunan yang teguh setia, sehingga ia selalu hidup di hadapan orang yang Kuurapi.
36  Kemudian siapa yang masih tinggal hidup dari keturunanmu akan datang sujud menyembah kepadanya meminta sekeping uang perak atau sepotong roti, dan akan berkata: Tempatkanlah kiranya aku dalam salah satu golongan imam itu, supaya aku dapat makan sekerat roti."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Raja-raja+23-25
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Raja-raja+23-25

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 29 April -- Hakim-hakim 11:1-11 - Dipakai Tuhan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 29 April 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 11:1-11

Judul: Dipakai Tuhan

Tuhan dapat memakai siapa saja untuk menggenapi rencana-Nya, termasuk Yefta, yang lahir dari seorang wanita pelacur.

Yefta tentu saja tidak memilih lahir dari wanita pelacur. Jika ia dapat memilih, tentu saja ia akan memilih lahir dari perempuan yang terhormat agar ia terhindar dari perlakuan diskriminatif (2). Namun, dalam hal yang dapat dipilih, yakni tindakannya, Yefta pun bukan pribadi yang benar. Pasalnya, ia memilih untuk menjadi perampok (3).

Menariknya, Allah tidak melihat latar belakang keluarga, bahkan moralitas Yefta ketika Ia memakai Yefta. Buktinya, Allah justru memakainya untuk memimpin bangsa-Nya.

Yefta memang memiliki kualitas kepemimpinan. Setidaknya, ada dua kualitas yang menonjol. Pertama, ia adalah seorang pejuang yang gagah perkasa dalam peperangan (1). Kedua, ia memiliki kebesaran hati. Buktinya dia memaafkan orang-orang yang telah mengusirnya dan bersedia memimpin mereka (7-9).

Dari kisah ini kita belajar dua hal penting. Pertama, ketika Tuhan hendak memakai seseorang, Ia tidak melihat latar belakang keluarga dan rekam jejak moral orang itu. Kedua, jika Tuhan mau memakainya, Ia sendirilah yang akan menyelaraskan hati orang tersebut dengan kehendak-Nya.

Hal ini selaras dengan pola pemilihan Tuhan dalam Alkitab. Tuhan sering kali memilih mereka yang dianggap kecil dan lemah oleh dunia, termasuk Musa yang tidak cakap bicara; Daud yang dianggap paling lemah di antara saudara-saudaranya; serta para murid yang mayoritas adalah orang miskin dan tidak terpelajar. Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa Tuhan memilih berdasarkan kehendak bebas dan anugerah-Nya sendiri, bukan berdasarkan kehendak atau kehebatan manusia.

Kita patut bersyukur untuk hal ini. Jika Tuhan memilih berdasarkan kemampuan manusia, tak seorang pun dari kita yang layak. Pasalnya, Tuhan itu sempurna, maka yang dipilih-Nya pun harus sempurna. Namun, syukur kepada Tuhan karena Dia memilih berdasarkan anugerah, bukan kelayakan seseorang. [YGM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+11:1-11
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+11:1-11

Hakim-hakim 11:1-11

 1  Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa, tetapi ia anak seorang perempuan sundal; ayah Yefta ialah Gilead.
 2  Juga isteri Gilead melahirkan anak-anak lelaki baginya. Setelah besar anak-anak isterinya ini, maka mereka mengusir Yefta, katanya kepadanya: "Engkau tidak mendapat milik pusaka dalam keluarga kami, sebab engkau anak dari perempuan lain."
 3  Maka larilah Yefta dari saudara-saudaranya itu dan diam di tanah Tob; di sana berkumpullah kepadanya petualang-petualang yang pergi merampok bersama-sama dengan dia.
 4  Beberapa waktu kemudian bani Amon berperang melawan orang Israel.
 5  Dan ketika bani Amon itu berperang melawan orang Israel, pergilah para tua-tua Gilead menjemput Yefta dari tanah Tob.
 6  Kata mereka kepada Yefta: "Mari, jadilah panglima kami dan biarlah kita berperang melawan bani Amon."
 7  Tetapi kata Yefta kepada para tua-tua Gilead itu: "Bukankah kamu sendiri membenci aku dan mengusir aku dari keluargaku? Mengapa kamu datang sekarang kepadaku, pada waktu kamu terdesak?"
 8  Kemudian berkatalah para tua-tua Gilead kepada Yefta: "Memang, kami datang kembali sekarang kepadamu, ikutilah kami dan berperanglah melawan bani Amon, maka engkau akan menjadi kepala atas kami, atas seluruh penduduk Gilead."
 9  Kata Yefta kepada para tua-tua Gilead: "Jadi, jika kamu membawa aku kembali untuk berperang melawan bani Amon, dan TUHAN menyerahkan mereka kepadaku, maka akulah yang akan menjadi kepala atas kamu?"
10  Lalu kata para tua-tua Gilead kepada Yefta: "Demi TUHAN yang mendengarkannya sebagai saksi antara kita: Kami akan berbuat seperti katamu itu."
11  Maka Yefta ikut dengan para tua-tua Gilead, lalu bangsa itu mengangkat dia menjadi kepala dan panglima mereka. Tetapi Yefta membawa seluruh perkaranya itu ke hadapan TUHAN, di Mizpa.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 28 April -- IBRANI 11 - PENGALAMAN IMAN YANG BERBEDA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 28 April 2026
Bacaan : IBRANI 11
Setahun: 2 Raja-raja 20-22
Nats: Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan. Mereka dilempari dengan batu, digergaji, dibunuh dengan pedang. Mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesengsaraan, dan siksaan. (Ibrani 11:36-37)

Renungan:

PENGALAMAN IMAN YANG BERBEDA

Seorang hamba Tuhan sempat meragukan panggilan pelayanan sebagai gembala jemaat, sebelum akhirnya menyatakan kesediaannya. Namun, tak disangka masa-masa awal perintisan gereja bayangan akan kondisi jemaat yang ideal berbeda total dengan realitas yang dialami. "Ada banyak lansia, bahkan beberapa di antaranya terkena kanker. Tahun lalu saya bahkan sudah memakamkan empat orang yang meninggal karena kanker, " ucapnya, sebelum menambahkan, "tapi saya juga mengalami penyertaan Tuhan yang luar biasa sampai hari ini."

Menjadi seorang pengikut Kristus tidak berarti jalan kehidupan mulus terbentang. "Setelah ikut Yesus, semua akan baik-baik saja, " begitu anggapan sebagian orang percaya, yang sebenarnya belum melihat gambaran yang lengkap realitas kehidupan pengikut Kristus. Jika kita mencermati banyak kisah tokoh Alkitab, seperti yang dipaparkan penulis Ibrani, sungguh jauh dari kondisi hidup yang ideal. Sebagian orang beriman itu mengalami perkara-perkara hebat, tetapi sebagian lagi diejek, didera, dipenjara, bahkan ada yang harus meregang nyawa demi mempertahankan iman kepada Kristus (ay. 36-37).

Tersajinya fakta mengenai "pengalaman berbeda" dari para saksi iman itu kiranya dapat menjadi penghiburan bagi kita, yang mungkin saat ini mengalami kondisi yang serupa. Tetaplah teguh dalam iman, teruslah menjalankan panggilan pelayanan, dan iringlah Kristus sampai akhir hayat karena Allah menyediakan sesuatu yang lebih baik, yang takkan pernah mampu diberikan oleh dunia ini (ay. 39-40). --GHJ/www.renunganharian.net
   
PERGUMULAN HIDUP YANG DILALUI BERSAMA TUHAN DAPAT MENGOKOHKAN IMAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/28/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?IBRANI+11

IBRANI 11

 1  Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
 2  Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita.
 3  Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.
 4  Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.
 5  Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.
 6  Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
 7  Karena iman, maka Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan--dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.
 8  Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.
 9  Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.
10  Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.
11  Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.
12  Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya.
13  Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.
14  Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air.
15  Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ.
16  Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.
17  Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,
18  walaupun kepadanya telah dikatakan: "Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu."
19  Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.
20  Karena iman maka Ishak, sambil memandang jauh ke depan, memberikan berkatnya kepada Yakub dan Esau.
21  Karena iman maka Yakub, ketika hampir waktunya akan mati, memberkati kedua anak Yusuf, lalu menyembah sambil bersandar pada kepala tongkatnya.
22  Karena iman maka Yusuf menjelang matinya memberitakan tentang keluarnya orang-orang Israel dan memberi pesan tentang tulang-belulangnya.
23  Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja.
24  Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun,
25  karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.
26  Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.
27  Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan.
28  Karena iman maka ia mengadakan Paskah dan pemercikan darah, supaya pembinasa anak-anak sulung jangan menyentuh mereka.
29  Karena iman maka mereka telah melintasi Laut Merah sama seperti melintasi tanah kering, sedangkan orang-orang Mesir tenggelam, ketika mereka mencobanya juga.
30  Karena iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho, setelah kota itu dikelilingi tujuh hari lamanya.
31  Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik.
32  Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi,
33  yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa,
34  memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing.
35  Ibu-ibu telah menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, sebab dibangkitkan. Tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik.
36  Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan.
37  Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan.
38  Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.
39  Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik.
40  Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Raja-raja+20-22
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Raja-raja+20-22

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 28 April -- Hakim-hakim 10:6-18 - Tetap Konsisten

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 28 April 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 10:6-18

Judul: Tetap Konsisten

Kalimat "Janganlah kita jatuh ke dalam dosa yang sama" tepat diberikan kepada bangsa Israel yang berulang kali mengecewakan hati TUHAN.

Bukannya beribadah kepada-Nya, mereka malah beribadah kepada banyak ilah (6). Akibat dari kebebalan mereka, TUHAN pun menghukum mereka dengan membiarkan mereka ditindas oleh orang Filistin dan bani Amon selama 18 tahun (7-9).

Penindasan ini sangatlah berat sehingga orang Israel terdesak dan berseru meminta tolong kepada TUHAN. Mereka mengakui bahwa mereka telah berdosa karena meninggalkan TUHAN dan menyembah para Ba'al (10). Namun, Allah mengingatkan siapa yang telah menyelamatkan mereka dan kepada siapa mereka beribadah (11-14). Mendengar jawaban itu, mereka menjadi makin terdesak dan berpasrah kepada-Nya. Melihat kesungguhan hati mereka untuk berbalik kepada-Nya, Allah pun berbelas kasihan kepada mereka (15-16).

Demikian juga dengan kita, umat yang dikasihi-Nya. Ketika kita berbuat dosa terhadap Allah dan benar-benar menyesali perbuatan dosa kita, kasih Allah yang besar itu akan selalu mengampuni dan menyelamatkan kita. Ia tidak pernah menginginkan kita untuk melakukan kesalahan yang sama dan Ia selalu menantikan pertobatan kita.

Karena itu, sebagai orang yang telah diampuni, kita harus sadar dan tidak berpura-pura lupa akan kasih Allah kepada kita. Janganlah kita dengan sengaja menutup telinga kita dari firman-Nya dan mata kita dari karya-Nya.

Kita harus berkomitmen untuk mau dituntun oleh Tuhan supaya kita bisa mengalahkan godaan dunia yang begitu menyenangkan dan memuaskan hidup kita. Janganlah kita memberi kesempatan kepada Iblis untuk membuat kita mengikuti dosa, tetapi mintalah pimpinan Tuhan agar kita bisa sepenuhnya merdeka dari dosa.

Agar tidak jatuh ke dalam dosa yang sama, renungkanlah firman Tuhan. Sebab, firman Tuhanlah yang akan selalu menuntun kita kepada kebenaran-Nya dan hidup yang Ia kehendaki. Marilah kita memberi diri kita kepada Tuhan supaya kita pun hidup hanya di dalam Tuhan saja. [ERE]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/28/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+10:6-18
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+10:6-18

Hakim-hakim 10:6-18

 6  Orang Israel itu melakukan pula apa yang jahat di mata TUHAN; mereka beribadah kepada para Baal dan para Asytoret, kepada para allah orang Aram, para allah orang Sidon, para allah orang Moab, para allah bani Amon dan para allah orang Filistin, tetapi TUHAN ditinggalkan mereka dan kepada Dia mereka tidak beribadah.
 7  Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel, dan Ia menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Filistin dan bani Amon.
 8  Dalam tahun itu juga orang Israel ditindas dan diinjak mereka; delapan belas tahun lamanya mereka memperlakukan demikian semua orang Israel yang di seberang sungai Yordan di tanah orang Amori yang di Gilead.
 9  Dan bani Amonpun menyeberangi sungai Yordan untuk berperang melawan suku Yehuda, suku Benyamin dan keturunan Efraim, sehingga orang Israel sangat terdesak.
10  Lalu berserulah orang Israel kepada TUHAN, katanya: "Kami telah berbuat dosa terhadap Engkau, sebab kami telah meninggalkan Allah kami lalu beribadah kepada para Baal."
11  Tetapi firman TUHAN kepada orang Israel: "Bukankah Aku yang telah menyelamatkan kamu dari tangan orang Mesir, orang Amori, bani Amon, orang Filistin,
12  orang Sidon, suku Amalek dan suku Maon yang menindas kamu, ketika kamu berseru kepada-Ku?
13  Tetapi kamu telah meninggalkan Aku dan beribadah kepada allah lain; sebab itu Aku tidak akan menyelamatkan kamu lagi.
14  Pergi sajalah berseru kepada para allah yang telah kamu pilih itu; biar merekalah yang menyelamatkan kamu, pada waktu kamu terdesak."
15  Kata orang Israel kepada TUHAN: "Kami telah berbuat dosa. Lakukanlah kepada kami segala yang baik di mata-Mu. Hanya tolonglah kiranya kami sekarang ini!"
16  Dan mereka menjauhkan para allah asing dari tengah-tengah mereka, lalu mereka beribadah kepada TUHAN. Maka TUHAN tidak dapat lagi menahan hati-Nya melihat kesukaran mereka.
17  Kemudian bani Amon dikerahkan dan berkemah di Gilead, sedang orang Israel berkumpul dan berkemah di Mizpa.
18  Maka para pemimpin bangsa di Gilead berkata seorang kepada yang lain: "Siapakah orang yang berani memulai peperangan melawan bani Amon itu? Dialah yang harus menjadi kepala atas seluruh penduduk Gilead."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 27 April -- MAZMUR 16 - GEMERLAP TETAPI HAMPA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 27 April 2026
Bacaan : MAZMUR 16
Setahun: 2 Raja-raja 18-19
Nats: Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa. (Mazmur 16:11)

Renungan:

GEMERLAP TETAPI HAMPA

Kini, begitu banyak orang berlomba mencari kebahagiaan lewat gemerlap dunia. Mal-mal selalu ramai, konser musik dipadati penonton, dan media sosial dipenuhi foto-foto liburan mewah atau pencapaian gemilang. Dari luar, semua tampak indah, seolah hidup penuh warna cerah. Namun, di balik itu semua, banyak yang merasakan kehampaan, kesepian, dan kelelahan batin. Gemerlap yang terlihat acapkali tak diikuti dengan damai dan sukacita di hati.

Mazmur 16 menggambarkan pengalaman Daud yang berbeda dari arus pencarian dunia kini. Ia menyatakan bahwa Tuhanlah yang menjadi bagian dan warisan hidupnya. Bagi Daud, hidup bukan soal harta, kuasa, atau popularitas. Melainkan, hidup itu tentang berada dalam hadirat Allah. Ayat 11 menegaskan bahwa jalan kehidupan hanya ditemukan ketika kita dekat dengan-Nya. Sebab, hanya di dalam Allah ada sukacita sejati.

Sukacita tersebut bukanlah perasaan sesaat yang muncul karena tersedia kondisi ideal. Melainkan, itu sebuah anugerah yang mengalir dari relasi pribadi dengan Tuhan. Gemerlap dunia bisa menipu: memberi kesenangan sesaat, lalu hilang. Namun, sukacita dari Tuhan memelihara hati, meski di tengah kesulitan dan penderitaan.

Masalahnya, apakah kita mencari kepuasan pada gemerlap dunia ataukah hadirat Tuhan? Apakah kita lebih sibuk mengejar hal-hal fana ataukah membangun keintiman dengan Allah? Pemazmur mengajak kita untuk menata fokus hidup ini. Jangan sampai kita terjebak memburu kesenangan sesaat, tetapi kehilangan sukacita kekal. Mari kita belajar untuk menghidupi hadirat Tuhan lebih daripada mengejar gemerlap dunia. --SAP/www.renunganharian.net
   
KEHIDUPAN YANG MEGAH DAN MENCOLOK AKAN HAMPA, HIDUP SEDERHANA AKAN PENUH MAKNA JIKA TUHAN DI DALAMNYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/27/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MAZMUR+16

MAZMUR 16

 1  Miktam. Dari Daud. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.
 2  Aku berkata kepada TUHAN: "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!"
 3  Orang-orang kudus yang ada di tanah ini, merekalah orang mulia yang selalu menjadi kesukaanku.
 4  Bertambah besar kesedihan orang-orang yang mengikuti allah lain; aku tidak akan ikut mempersembahkan korban curahan mereka yang dari darah, juga tidak akan menyebut-nyebut nama mereka di bibirku.
 5  Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.
 6  Tali pengukur jatuh bagiku di tempat-tempat yang permai; ya, milik pusakaku menyenangkan hatiku.
 7  Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.
 8  Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
 9  Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram;
10  sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
11  Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Raja-raja+18-19
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Raja-raja+18-19

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 27 April -- Hakim-hakim 10:1-5 - Hiduplah bagi Tuhan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 27 April 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 10:1-5

Judul: Hiduplah bagi Tuhan

Setelah Abimelekh mati, bangsa Israel mengalami kekosongan kepemimpinan. Memang tidaklah mudah menemukan seorang pemimpin yang dapat memperbaiki penyelewengan yang dilakukan pemimpin yang lama.

Akan tetapi, Allah membangkitkan seorang hakim yang bernama Tola untuk dapat meredam dan menyembuhkan luka orang Israel. Selama 23 tahun ia memerintah atas orang Israel (1-2). Kemudian, Allah membangkitkan lagi seorang hakim yang bernama Yair serta memberkatinya dengan banyak anak laki-laki, keledai, dan kota. Selama 22 tahun ia memerintah atas orang Israel (3-5).

Dalam masa pemerintahan kedua orang ini, bangsa Israel menikmati masa damai dan bahkan tidak mengalami ancaman dari pihak luar. Ini berarti kedua hakim ini sangatlah mampu menjalankan tugas mereka. Walaupun tidak ada banyak informasi tentang mereka, jelas bahwa apa pun yang mereka lakukan bagi bangsa Israel sangatlah berkenan di hadapan TUHAN.

Dari bacaan ini kita belajar beberapa hal. Pertama, adanya kesetiaan dan kerendahan hati dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab berdampak besar bagi orang-orang yang ada di sekitar kita.

Kedua, berilah teladan yang baik sebagai warisan yang tak lekang oleh waktu kepada generasi berikutnya. Teladan tidak hanya berwujud materi atau prestasi, tetapi juga berwujud iman dan ketaatan kepada Tuhan.

Ketiga, dalam pelayanan kita, baiklah kita memiliki kesederhanaan hidup. Hendaklah kita tidak mencari nama atau pujian dari dunia, tetapi ingatlah bahwa pelayanan yang kita lakukan semata-mata demi kehormatan dan kemuliaan nama Tuhan.

Marilah kita gunakan waktu yang ada untuk hidup bagi Tuhan. Biarlah ketaatan, ketekunan, dan kesetiaan kita dalam menjalankan pekerjaan rohani dapat menjadi inpirasi bagi orang lain. Sama seperti Tola dan Yair, walaupun kisah hidup mereka diceritakan secara singkat di dalam Alkitab, biarlah kisah hidup kita diingat sebagai teladan yang baik dan membangkitkan semangat untuk hidup benar dalam Tuhan. [ERE]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/27/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+10:1-5
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+10:1-5

Hakim-hakim 10:1-5

 1  Sesudah Abimelekh, bangkitlah Tola bin Pua bin Dodo, seorang Isakhar, untuk menyelamatkan orang Israel. Ia diam di Samir, di pegunungan Efraim
 2  dan ia memerintah sebagai hakim atas orang Israel dua puluh tiga tahun lamanya; kemudian matilah ia, lalu dikuburkan di Samir.
 3  Sesudah dia, bangkitlah Yair, orang Gilead, yang memerintah sebagai hakim atas orang Israel dua puluh dua tahun lamanya.
 4  Ia mempunyai tiga puluh anak laki-laki, yang mengendarai tiga puluh ekor keledai jantan, dan mereka mempunyai tiga puluh kota, yang sampai sekarang disebutkan orang Hawot-Yair, di tanah Gilead.
 5  Lalu matilah Yair dan dikuburkan di Kamon.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 26 April -- YOHANES 4:1-30 - TUHAN YANG PUASKAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 26 April 2026
Bacaan : YOHANES 4:1-30
Setahun: 2 Raja-raja 15-17
Nats: "Tetapi siapa yang minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai pada hidup yang kekal." (Yohanes 4:14)

Renungan:

TUHAN YANG PUASKAN

Sebuah riset tahun 2021 terhadap puluhan ribu orang dewasa di Amerika Serikat oleh Daniel Kahneman dan Matthew Killingsworth yang diterbitkan dalam Jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, mengungkapkan bahwa uang bukanlah segalanya karena mereka yang pendapatannya lebih dari US$75.000, 00 per tahun tidak menunjukkan peningkatan kebahagiaan yang signifikan. Bahkan, ada yang terus menderita seperti mengalami patah hati atau depresi, hingga menginginkan penghasilan US$100.000, 00 yang faktanya sulit sekali digapai.

Kepuasan sejati sesungguhnya terletak pada jiwa kita yang senantiasa aman tenteram dalam Yesus, bagaikan air hidup yang terus memancar hingga beban-beban kita terangkat dan sukacita serta damai-Nya memenuhi hari-hari kita. Pengejaran kita akan materi semata-mata akan membuat jiwa kita tidak pernah beristirahat, bahkan meskipun kita dapat memperoleh segalanya, kesuraman akan terus menghinggapi kita sampai kita datang mendekat kepada-Nya dan menerima anugerah keselamatan-Nya yang cuma-cuma. Sebagaimana kelepasan yang Yesus berikan kepada perempuan Samaria hingga dia memiliki pengharapan untuk menatap hari depannya.

Jika bukan Tuhan sendiri yang memberkati kita, hidup kita di dunia akan terus berputar-putar tanpa tujuan. Hanya Dia saja yang sanggup mengisi kekosongan jiwa sehingga kita dapat merasa puas dengan apa yang kita miliki. Bahkan, sekalipun di mata orang lain hidup kita terlihat biasa saja, karena sungguh dalam Yesus kita telah memiliki segalanya! --KSD/www.renunganharian.net
   
STANDAR KESUKSESAN DUNIA YANG KITA RAIH TIDAK AKAN DAPAT MEMUASKAN JIWA KITA SAMPAI KITA MENERIMA ANUGERAH KESELAMATAN-NYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/26/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YOHANES+4:1-30

YOHANES 4:1-30

 1  Ketika Tuhan Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes
 2  --meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya, --
 3  Iapun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea.
 4  Ia harus melintasi daerah Samaria.
 5  Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.
 6  Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.
 7  Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum."
 8  Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.
 9  Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
10  Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."
11  Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?
12  Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?"
13  Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
14  tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."
15  Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."
16  Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini."
17  Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,
18  sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."
19  Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.
20  Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah."
21  Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.
22  Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
23  Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
24  Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
25  Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami."
26  Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau."
27  Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorangpun yang berkata: "Apa yang Engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?"
28  Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:
29  "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?"
30  Maka merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Raja-raja+15-17
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Raja-raja+15-17

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 26 April -- Hakim-hakim 9:50-57 - Kejahatan Menuai Kehancuran

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 26 April 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 9:50-57

Judul: Kejahatan Menuai Kehancuran

Sehebat atau sepandai apa pun seseorang, ia tetap tidak boleh merasa paling berkuasa dibandingkan orang lain karena ia bisa saja gagal pada suatu saat di masa depan. Kehebatan saat ini akan habis atau hilang pada waktunya. Karena itu, tidak ada yang perlu disombongkan dari manusia.

Pernyataan di atas berlaku untuk semua orang, dan juga pas untuk dikenakan pada Abimelekh yang punya sepak terjang yang kelam. Ia seorang raja yang jahat di mata TUHAN. Untuk menjadikan dirinya raja, ia tega membunuh banyak sekali orang, termasuk 70 saudaranya sendiri dan warga Kota Sikhem.

Berbagai kejahatan terus dilakukannya. Kota Tebes dikepung dan direbut; menara di mana warga kota melarikan diri diserang dan dibakar (50-52).

Melihat kekejian Abimelekh, TUHAN pun tidak tinggal diam, Ia memakai seorang perempuan yang melempar kepalanya dengan sebongkah batu kilangan (53). Di sanalah seluruh kehormatannya terkubur. Seorang penguasa yang keji dikalahkan dan dipermalukan oleh seorang perempuan.

Akhir dari semua ini adalah Abimelekh mati dibunuh oleh hambanya sendiri dan Israel pun dipulihkan (54-55). Keadilan TUHAN dinyatakan ke atas Abimelekh dan orang Sikhem. Mereka dihukum sesuai dengan kutuk Yotam (56-57).

Kisah ini memperlihatkan kepada kita bahwa apa pun kejahatan yang kita perbuat, ingatlah bahwa semuanya itu akan diperhitungkan oleh Allah. Sebab, tidak ada perbuatan jahat yang lolos selamanya. Mungkin satu atau dua kali kita akan lolos, tetapi kelak dosa dan kejahatan itu akan terbongkar dan menghancurkan hidup kita.

Inilah peringatan bagi kita untuk senantiasa menjaga hidup dengan baik dan taat kepada Tuhan sebagai wujud kasih dan iman kita kepada-Nya. Berdoalah dengan rendah hati dan mintalah kepada Roh Kudus untuk membantu kita dalam melawan dosa dan menjauhi kejahatan. Ingatlah, pengorbanan Kristus di kayu salib telah menebus kita dari segala dosa. Sebagai umat Kristen, peganglah dan pertahankanlah motivasi untuk hidup kudus di hadapan Tuhan. [ERE]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/26/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+9:50-57
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+9:50-57

Hakim-hakim 9:50-57

50  Selanjutnya Abimelekh pergi ke Tebes; ia mengepung Tebes, lalu merebutnya.
51  Tetapi ada sebuah menara yang kuat di tengah-tengah kota, dan semua laki-laki dan perempuan, seluruh warga kota itu, melarikan diri ke situ; mereka menutup pintu di belakangnya dan naik ke atas sotoh menara itu.
52  Lalu sampailah Abimelekh ke menara itu, menyerangnya, dan dapat menerobos sampai ke pintu menara itu untuk membakarnya.
53  Tetapi seorang perempuan menimpakan sebuah batu kilangan kepada kepala Abimelekh dan memecahkan batu kepalanya.
54  Dengan segera dipanggilnya bujang pembawa senjatanya dan berkata kepadanya: "Hunuslah pedangmu dan bunuhlah aku, supaya jangan orang berkata tentang aku: Seorang perempuan membunuh dia." Lalu bujangnya itu menikam dia, sehingga mati.
55  Setelah dilihat oleh orang Israel, bahwa Abimelekh telah mati, pergilah mereka, masing-masing ke tempat kediamannya.
56  Demikianlah Allah membalaskan kejahatan yang dilakukan oleh Abimelekh kepada ayahnya, yaitu pembunuhan atas ketujuh puluh saudaranya;
57  juga segala kejahatan orang-orang Sikhem ditimpakan kembali oleh Allah kepada kepala mereka sendiri. Demikianlah kutuk Yotam bin Yerubaal mengenai mereka.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]