(e-RH) 5 Juni -- FILIPI 3 - MELUPAKAN YANG DI BELAKANG

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 5 Juni 2026
Bacaan : FILIPI 3
Setahun: Ayub 14-16
Nats: Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya, tetapi inilah yang kulakukan: Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku. (Filipi 3:13)

Renungan:

MELUPAKAN YANG DI BELAKANG

Sekarang ini, banyak orang yang bangga dan berlomba mengunggah foto atau cerita di media sosial untuk memperlihatkan pencapaian hal-hal lahiriah. Rasul Paulus menyatakan, jika orang lain menyangka dapat mengandalkan hal-hal lahiriah, ia lebih lagi. Namun, apa yang dahulu merupakan keuntungan baginya, sekarang dianggap kerugian karena Kristus. Rasul Paulus melepaskan semuanya dan menganggapnya sampah supaya memperoleh Kristus.

Beberapa bulan setelah suami saya meninggalkan pekerjaan di sebuah bank asing ternama dan beralih menjalani pelayanan sepenuh waktu, atasannya menelepon dan mengajak untuk bergabung kembali membantu mengerjakan proyek. Sempat timbul keraguan mengingat saat itu kami dalam proses penyesuaian secara ekonomi dengan kondisi penghasilan suami yang sudah tidak bekerja lagi di bank asing. Bersyukur kepada Tuhan, kami belajar untuk konsisten melupakan apa yang telah di belakang dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapan dan memutuskan untuk tidak menerima tawaran tersebut dan fokus lanjut melayani Tuhan sepenuh waktu.

Istri Lot mendapat perintah untuk lari menyelamatkan nyawa dan jangan menoleh ke belakang, tetapi istri Lot menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam (Kej. 19:17, 26). Mari kita melupakan apa yang telah di belakang, jangan menjadikan hal-hal lahiriah yang selama ini kita banggakan dan kejar sebagai prioritas utama dan tujuan hidup, pikiran kita tidak semata-mata hanya untuk perkara duniawi, tetapi mengarahkan diri kepada apa yang di hadapan dan berlari terus menuju tujuan akhir untuk mendapatkan kemenangan, yaitu hidup di surga; untuk itulah Allah memanggil kita melalui Kristus Yesus (Flp. 3:14, BIMK). --IN/www.renunganharian.net
   
JANGAN ARAHKAN DIRI HANYA KEPADA HAL-HAL LAHIRIAH DAN PERKARA DUNIAWI, TETAPI ARAHKAN DIRI KEPADA HAL-HAL ROHANI DAN PERKARA SURGAWI.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/05/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?FILIPI+3

FILIPI 3

 1  Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan.(3-1b) Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu.
 2  Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,
 3  karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.
 4  Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi:
 5  disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,
 6  tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.
 7  Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
 8  Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,
 9  dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.
10  Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
11  supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.
12  Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
13  Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
14  dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
15  Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.
16  Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.
17  Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.
18  Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
19  Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.
20  Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,
21  yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ayub+14-16
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+14-16

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 5 Juni -- 1 Korintus 12:12-31 - Perbedaan Itu Indah

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 5 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 12:12-31

Judul: Perbedaan Itu Indah

Apakah Anda pernah membayangkan seluruh anggota tubuh kita terdiri dari mata saja? Atau, semua anggota tubuh kita terdiri dari satu jenis bagian tubuh saja, misalnya telinga, atau kaki, atau tangan saja? Apakah tubuh seperti itu indah, atau justru tidak elok, bahkan mengerikan?

Rasul Paulus memakai analogi tubuh manusia untuk menggambarkan tubuh Kristus (12-13). Lebih lanjut Paulus memaparkan bahwa anggota tubuh terdiri dari berbagai macam bagian dan semuanya diciptakan dengan tujuan berbeda-beda, namun masing-masing sama pentingnya (14-18). Justru anggota tubuh yang berbeda-beda itu sesuai dengan fungsinya masing-masing; itulah yang membentuk tubuh (19-20). Demikian juga dengan tubuh Kristus atau gereja, terdiri dari anggota yang berbeda-beda, peran yang berbeda, tetapi sama penting dalam membentuk tubuh Kristus menjadi indah (27-30).

Bagaimana caranya agar anggota tubuh Kristus yang berbeda-beda itu menciptakan keindahan? Pertama, merayakan perbedaan. Perbedaan bukan sesuatu yang membuat kita terpisah atau tidak dapat bersatu. Perbedaan itu hal yang perlu dirayakan karena di dalamnya justru kita melihat keindahan, bahkan keajaiban ketika perbedaan itu berjalan bersama dengan harmonis. Tuhan tidak menghendaki kita seragam, tetapi bersatu meskipun berbeda. Perbedaan membuat kita saling menopang dan saling melengkapi. Karena itu, perbedaan harus dirayakan.

Kedua, saling memperhatikan. Jika ada anggota tubuh Kristus yang lemah dan rentan, merekalah yang justru harus diberi perhatian lebih (22-23). Keindahan dalam tubuh Kristus terjadi ketika kita berempati, saling merasakan penderitaan dan sukacita (26). Keindahan akan terjadi bukan ketika kita meminta diutamakan, melainkan ketika kita saling mengutamakan satu dengan yang lain.

Sudahkah Anda berfungsi sesuai dengan peran Anda sebagai anggota tubuh Kristus? Amatilah komunitas Anda, adakah anggota yang membutuhkan perhatian? Lakukanlah tindakan baik untuk memperhatikan dan mengutamakan mereka. [ABL]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/05/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+12:12-31
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+12:12-31

1 Korintus 12:12-31

12  Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.
13  Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.
14  Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.
15  Andaikata kaki berkata: "Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?
16  Dan andaikata telinga berkata: "Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?
17  Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman?
18  Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.
19  Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh?
20  Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.
21  Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: "Aku tidak membutuhkan engkau." Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: "Aku tidak membutuhkan engkau."
22  Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan.
23  Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus.
24  Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus,
25  supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.
26  Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.
27  Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.
28  Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.
29  Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat,
30  atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?
31  Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 4 Juni -- 1 TIMOTIUS 6:6-10 - MERASA CUKUP DAN BERBAHAGIA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 4 Juni 2026
Bacaan : 1 TIMOTIUS 6:6-10
Setahun: Ayub 11-13
Nats: Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. (1 Timotius 6:8)

Renungan:

MERASA CUKUP DAN BERBAHAGIA

Biasanya, orang merasa berkekurangan karena tidak memiliki hal-hal yang dibutuhkan. Namun, ada juga orang yang merasa berkekurangan bukan karena tidak memiliki yang dibutuhkan, melainkan karena tak puas dengan yang dipunyai, dan selalu mengingini lebih dari yang sudah dimiliki. Orang ini tak pernah merasa cukup.

Rasul Paulus berkata, "Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah" (ay. 8). Itu bukan pernyataan bahwa hanya pangan dan sandang sajalah hal yang penting dalam hidup ini. Itu adalah nasihat bahwa merasa cukup dengan apa yang ada adalah sikap rohani yang sangat penting. Sikap rohani tersebut membuat orang selalu merasa berkecukupan, merasa senantiasa teberkati meski tak banyak yang dia punyai. Sikap rohani itu menjauhkan orang dari keserakahan dan hasrat untuk memiliki semua hal, tetapi membuat orang selalu bersyukur karena apa pun yang Tuhan berikan, sehingga-oleh karenanya-hatinya selalu diliputi kebahagiaan. Memang begitulah ihwalnya: Merasa cukup adalah pangkal kebahagiaan.

Di satu sisi, merasa cukup adalah luapan hati yang spontan, jujur, asli, tidak dibuat-buat. Berpura-pura merasa cukup adalah menipu diri sendiri. Itu tidak membawa kepada kebahagiaan. Namun, di sisi lain, merasa cukup adalah sikap rohani yang-dengan pertolongan Tuhan-bisa ditumbuhkan, bisa dikembangkan, bisa disuburkan.

Sungguh, kita perlu mendidik nurani kita untuk senantiasa merasa cukup dengan apa yang Tuhan berikan agar dari hati kita selalu meluap rasa syukur, dan kita berbahagia karenanya. --EE/www.renunganharian.net
   
MERASA CUKUP MEMBUAT ORANG MERASA SENANTIASA TEBERKATI MESKI TAK BANYAK YANG DIA PUNYAI.-O.S. RAILLE

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+TIMOTIUS+6:6-10

1 TIMOTIUS 6:6-10

 6  Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.
 7  Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.
 8  Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
 9  Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
10  Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ayub+11-13
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+11-13

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 4 Juni -- 1 Korintus 12:1-11 - Dipersatukan oleh Roh yang Sama

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 4 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 12:1-11

Judul: Dipersatukan oleh Roh yang Sama

Karunia dan aktivitas rohani tidak selalu membawa keharmonisan dalam komunitas umat Allah. Di tengah jemaat Korintus, karunia rohani yang mereka miliki bukan memperkaya kerohanian mereka, melainkan menyebabkan timbulnya perpecahan. Hal ini karena mereka menyalahgunakannya sebagai simbol superioritas rohani antara satu sama lain.

Oleh karena itu, Paulus memberikan nasihat supaya mereka memahami konsep yang benar tentang karunia Roh (1). Ia menekankan bahwa berbagai karunia, pelayanan, dan kegiatan yang dilakukan, sumbernya adalah satu, yaitu Roh yang sama, Tuhan yang sama, dan Allah yang sama (4-6). Ia memaparkan berbagai contoh karunia Roh dan kembali menekankan bahwa itu semua diberikan oleh Roh yang satu dan yang sama (7-11).

Berdasarkan konsep mengenai karunia Roh yang dipaparkan oleh Paulus, kita dapat menarik beberapa prinsip. Pertama, setiap orang di dalam jemaat diberi karunia rohani yang berbeda oleh Roh yang sama. Maka, kita tidak perlu menyombongkan diri dan menganggap bahwa karunia kita lebih penting daripada karunia yang lain. Ingatlah, tujuan diberikannya karunia Roh kepada setiap orang adalah untuk kepentingan bersama (7). Jika pada akhirnya karunia kita justru memicu atau mendorong perpecahan, itu berarti kita telah melenceng dari tujuan Allah.

Kedua, karunia rohani yang berbeda yang diberikan oleh Roh yang sama bermanfaat untuk memperlengkapi kita dalam melayani Tuhan. Semua karunia rohani yang ada dalam jemaat bertujuan untuk memuliakan Tuhan, bukan mendatangkan perpecahan. Kita bersyukur karena Allah tidak hanya menyelamatkan kita, tetapi juga memperlengkapi kita dengan karunia rohani. Hal ini memungkinkan kita untuk dapat melayani Tuhan secara efektif.

Pertanyaannya, apakah kita sudah menggunakan karunia yang kita miliki untuk kemuliaan Tuhan? Marilah kita mengenali karunia kita sesuai dengan tujuan Tuhan, menggunakannya untuk kemuliaan-Nya dan kebaikan sesama, dan juga menghargai karunia Roh yang dimiliki orang lain. [ABL]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+12:1-11
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+12:1-11

1 Korintus 12:1-11

 1  Sekarang tentang karunia-karunia Roh. Aku mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya.
 2  Kamu tahu, bahwa pada waktu kamu masih belum mengenal Allah, kamu tanpa berpikir ditarik kepada berhala-berhala yang bisu.
 3  Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus.
 4  Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.
 5  Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.
 6  Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.
 7  Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.
 8  Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.
 9  Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.
10  Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.
11  Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 3 Juni -- YOHANES 10:1-21 - DIKENAL SANG GEMBALA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 3 Juni 2026
Bacaan : YOHANES 10:1-21
Setahun: Ayub 8-10
Nats: "Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku ...." (Yohanes 10:14)

Renungan:

DIKENAL SANG GEMBALA

Saya senang mendengar cerita istri tentang seorang hamba Tuhan yang setiap tahun membawa sebagian anggota jemaat untuk datang ke sekolah, lalu mendoakan anak-anak yang bersekolah di sana. "Pendeta ini tak hanya ramah, tetapi juga hafal dengan nama anak-anak. Ia biasanya menyapa sambil menyebut nama-nama mereka, tanda ia mengenal anak-anak itu, " jelas istri saya. Saya pun segera teringat akan penggambaran Tuhan Yesus mengenai sosok gembala yang baik, yang sebenarnya mengarah pada Dia sendiri.

Salah satu hal utama yang mencirikan seorang gembala yang baik adalah pengenalan yang sangat baik terhadap domba-dombanya. Kata "mengenal" berbicara tentang pengetahuan yang sangat mendalam, menyeluruh, dan teruji oleh waktu. Ia mengetahui segenap keberadaan kita, masa lalu kita, bahkan hal-hal yang paling menyakitkan bagi kita pun Dia sangat memahami. Namun, tak cukup hanya berhenti di situ, karena sebagai kawanan domba-Nya, kita pun diharapkan dapat semakin mengenal Dia, seiring lamanya usia kita menjadi seorang pengikut Kristus.

Dalam relasi antara Allah dan manusia, tak ada kondisi yang lebih indah selain jaminan dari firman Allah bahwa Sang Pencipta sungguh mengenal kita. Terimalah kebenaran ini dengan segenap hati dan iman kita, lalu jangan biarkan dusta Iblis memengaruhi keyakinan kita. Ini janji yang Tuhan Yesus sendiri sampaikan bahwa Dia mengenal kita seperti gembala mengenal kawanan domba-Nya. Naikkan syukur kepada Allah dan kobarkan semangat untuk mengenal Dia dengan lebih dalam lagi! --GHJ/www.renunganharian.net
   
DIKENAL ALLAH ADALAH SUKACITA YANG SEJATI BAGI SETIAP ORANG PERCAYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/03/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YOHANES+10:1-21

YOHANES 10:1-21

 1  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;
 2  tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.
 3  Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
 4  Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
 5  Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."
 6  Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.
 7  Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu.
 8  Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka.
 9  Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
10  Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
11  Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
12  sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.
13  Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.
14  Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku
15  sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.
16  Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.
17  Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.
18  Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."
19  Maka timbullah pula pertentangan di antara orang-orang Yahudi karena perkataan itu. Banyak di antara mereka berkata:
20  "Ia kerasukan setan dan gila; mengapa kamu mendengarkan Dia?"
21  Yang lain berkata: "Itu bukan perkataan orang yang kerasukan setan; dapatkah setan memelekkan mata orang-orang buta?"

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ayub+8-10
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+8-10

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 3 Juni -- 1 Korintus 11:17-34 - Menghadirkan Tuhan dalam Persekutuan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 3 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 11:17-34

Judul: Menghadirkan Tuhan dalam Persekutuan

Persoalan yang dikemukakan Paulus dalam bagian ini adalah adanya kebiasaan buruk pada perjamuan Tuhan (20).

Jemaat Korintus berkumpul bukan dengan cara yang benar dan juga tidak mengerti makna makan dalam perjamuan Tuhan tersebut (21). Hal ini tidak mendatangkan kebaikan, sebaliknya mendatangkan keburukan, termasuk dapat mengakibatkan terjadinya perpecahan di antara jemaat (17). Kebiasaan buruk dalam perjamuan Tuhan ini pada akhirnya hanya membuat mereka makan untuk memuaskan nafsu dan tanpa mengakui tubuh Tuhan (27-29).

Pada dasarnya Rasul Paulus tidak melarang jemaat Korintus untuk makan dalam pertemuan jemaat, tetapi ia mengritik cara mereka makan. Mereka makan dengan cara menghilangkan makna makan itu sendiri. Makan memiliki makna rohani dalam hidup manusia. Makan bukan sekadar urusan jasmani, tetapi berkaitan langsung dengan jiwa, hal spiritual. Tujuan makan adalah sebagai perjamuan dan persekutuan. Makna terdalam di dalam makan adalah sebuah sakramen akan kehadiran Allah. Dengan kata lain, dalam persekutuan kita, termasuk di dalamnya makan, kita harus menghadirkan Tuhan, dan kehadiran-Nya harus dirasakan dari bagaimana cara kita makan dan bersekutu. Dalam persekutuan dan perjamuan Tuhan, kita dapat melihat bagaimana kita hidup saling mengasihi.

Orang-orang percaya di Korintus tidak mengekspresikan kehidupan saling mengasihi. Mereka lebih mementingkan keinginan mereka sendiri tanpa menghiraukan kebutuhan orang lain. Di sinilah Paulus mengajarkan prinsip kasih, yaitu bahwa kasih itu menunggu (33). Menunggu sampai kebutuhan orang lain terpenuhi terlebih dahulu.

Apakah persekutuan-persekutuan kita mencerminkan kehadiran Tuhan? Apakah di sana ada kasih yang diekspresikan satu dengan yang lain? Pikirkanlah orang yang membutuhkan perhatian dalam persekutuan Anda. Pikirkanlah juga hal apa yang dapat Anda lakukan untuknya demi mengekspresikan kasih dan kehadiran Tuhan. [ABL]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/03/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+11:17-34
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+11:17-34

1 Korintus 11:17-34

17  Dalam peraturan-peraturan yang berikut aku tidak dapat memuji kamu, sebab pertemuan-pertemuanmu tidak mendatangkan kebaikan, tetapi mendatangkan keburukan.
18  Sebab pertama-tama aku mendengar, bahwa apabila kamu berkumpul sebagai Jemaat, ada perpecahan di antara kamu, dan hal itu sedikit banyak aku percaya.
19  Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji.
20  Apabila kamu berkumpul, kamu bukanlah berkumpul untuk makan perjamuan Tuhan.
21  Sebab pada perjamuan itu tiap-tiap orang memakan dahulu makanannya sendiri, sehingga yang seorang lapar dan yang lain mabuk.
22  Apakah kamu tidak mempunyai rumah sendiri untuk makan dan minum? Atau maukah kamu menghinakan Jemaat Allah dan memalukan orang-orang yang tidak mempunyai apa-apa? Apakah yang kukatakan kepada kamu? Memuji kamu? Dalam hal ini aku tidak memuji.
23  Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti
24  dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"
25  Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!"
26  Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.
27  Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.
28  Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu.
29  Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya.
30  Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal.
31  Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita.
32  Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia.
33  Karena itu, saudara-saudaraku, jika kamu berkumpul untuk makan, nantikanlah olehmu seorang akan yang lain.
34  Kalau ada orang yang lapar, baiklah ia makan dahulu di rumahnya, supaya jangan kamu berkumpul untuk dihukum. Hal-hal yang lain akan kuatur, kalau aku datang.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 2 Juni -- 1 Korintus 11:2-16 - Kesatuan Jemaat dan Kemuliaan Allah

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 2 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 11:2-16

Judul: Kesatuan Jemaat dan Kemuliaan Allah

Perpecahan dapat terjadi karena berbagai macam perbedaan, termasuk perbedaan kebiasaan antara perempuan Yahudi dan Yunani dalam jemaat mula-mula di Korintus.

Dalam tradisi Yahudi, perempuan harus memakai penutup kepala sebagai simbol kehormatan dan moral. Namun, bagi perempuan Yunani, tidak ada keharusan bagi perempuan untuk menutup kepalanya. Hal ini menjadi masalah tentang ibadah yang berpotensi menimbulkan perpecahan.

Sekilas dalam ajaran Paulus kita dapat melihat adanya kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki (3-10). Namun, kita harus memperhatikan kebenaran dalam Tuhan: baik laki-laki maupun perempuan saling membutuhkan (11). Keduanya saling bergantung pada satu sama lain dan sama-sama bergantung pada Allah (12). Poin utama dari pesan Paulus adalah kepatutan dalam ibadah kepada Allah (13).

Ada banyak kebiasaan yang tidak ada aturan spesifiknya dalam Alkitab sehingga kadang kita susah membedakan apa yang sebaiknya kita lakukan dan tidak lakukan. Dalam kasus ini, yang perlu dipertimbangkan bukan sekadar benar dan salah, melainkan patut atau tidak. Soal cara berpakaian di gereja, misalnya, pikirkanlah apakah itu layak untuk beribadah kepada Tuhan, pantas sebagai penampilan orang percaya, dan berguna untuk menjadi berkat bagi orang lain?

Perpecahan dalam jemaat sering disalahpahami sebagai masalah benar atau salah berdasarkan firman Tuhan. Padahal, yang menjadi sumber perpecahan adalah masalah kebiasaan yang bisa saja berbeda satu sama lain. Dalam hal ini yang perlu dipertimbangkan adalah mana yang patut, yang berpotensi membawakan kesatuan jemaat dan kemuliaan Allah.

Kebiasaan apa saja yang Anda temukan dalam kehidupan berjemaat yang berpotensi membawa perpecahan? Tumbuhkanlah kerendahan hati untuk duduk bersama dan, jika dibutuhkan, belajarlah untuk mengalah demi kepatutan. Sebab, yang terpenting bagi kita semua bukanlah siapa yang benar, melainkan kesatuan kita sebagai tubuh Kristus dan kemuliaan nama-Nya. [ABL]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/02/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+11:2-16
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+11:2-16

1 Korintus 11:2-16

 2  Aku harus memuji kamu, sebab dalam segala sesuatu kamu tetap mengingat akan aku dan teguh berpegang pada ajaran yang kuteruskan kepadamu.
 3  Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.
 4  Tiap-tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang bertudung, menghina kepalanya.
 5  Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.
 6  Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.
 7  Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki.
 8  Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki.
 9  Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki.
10  Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.
11  Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan.
12  Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah.
13  Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung?
14  Bukankah alam sendiri menyatakan kepadamu, bahwa adalah kehinaan bagi laki-laki, jika ia berambut panjang,
15  tetapi bahwa adalah kehormatan bagi perempuan, jika ia berambut panjang? Sebab rambut diberikan kepada perempuan untuk menjadi penudung.
16  Tetapi jika ada orang yang mau membantah, kami maupun Jemaat-jemaat Allah tidak mempunyai kebiasaan yang demikian.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 2 Juni -- MAZMUR 112:1-9 - BAHAGIA DAN TEGUH DI DALAM TUHAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 2 Juni 2026
Bacaan : MAZMUR 112:1-9
Setahun: Ayub 5-7
Nats: Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. (Mazmur 112:1)

Renungan:

BAHAGIA DAN TEGUH DI DALAM TUHAN

Kita hidup di zaman di mana berita buruk hanya sejauh sentuhan jari. Istilah doomscrolling-kebiasaan terus-menerus membaca berita negatif di media sosial-telah menjadi fenomena mental yang melelahkan. Kita cemas tentang stabilitas ekonomi, kesehatan, hingga masa depan keluarga. Di tengah badai informasi ini, kita sering bertanya, "Adakah cara untuk tetap tenang saat dunia sedang kacau?"

Mazmur 112 menolong kita untuk melihat kekuatan di tengah ketidakpastian. Bagaimana manusia yang fana dan penuh dosa bisa memiliki kekuatan tersebut? Kuncinya ada pada ayat pertama, "Sangat suka kepada segala perintah-Nya." Orang benar dalam Mazmur 112 bukan orang yang sekadar melakukan kewajiban agama, melainkan orang yang "jatuh cinta" pada karakter Allah. Ketika kita melekat pada Allah yang kekal, sifat-sifat-Nya mulai menular kepada kita. Mazmur 112 adalah potret sempurna dari Yesus Kristus. Dialah satu-satunya Manusia yang takut akan Tuhan secara sempurna. Dialah yang memberikan segala kekayaan surgawi-Nya dan menjadi miskin bagi kita (ay. 9). Di atas kayu salib, Yesus menghadapi "kabar paling buruk" agar hari ini kita tidak perlu lagi takut pada kabar buruk apa pun di dunia ini. Kita tidak lagi berjuang untuk menjadi benar agar diterima Allah, tetapi kita hidup benar karena kita sudah diterima di dalam Kristus.

Dunia mungkin akan terus menyuguhkan kabar buruk. Inflasi, bencana, konflik hingga kesulitan mungkin datang silih berganti. Namun, Mazmur 112 mengundang kita untuk berhenti cemas tanpa harap dan mulai menjadi cermin kebaikan Tuhan. Hiduplah sedemikian rupa sehingga ketika orang melihat ketenangan dan kemurahan hati kita, mereka tidak lagi melihat kita, melainkan melihat Tuhan yang kita sembah. --DSK/www.renunganharian.net
   
CINTA PADA TUHAN HAPUS TIAP KECEMASAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/02/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MAZMUR+112:1-9

MAZMUR 112:1-9

 1  Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.
 2  Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati.
 3  Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya.
 4  Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil.
 5  Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya.
 6  Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya.
 7  Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN.
 8  Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya.
 9  Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ayub+5-7
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+5-7

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]