(e-SH) 30 Mei -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

1 Korintus 8

Jika kita tidak hati-hati, makanan yang kita konsumsi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menikmati momen perayaan, bisa menjadi sumber masalah yang melemahkan iman Kristen.

Ketika ada yang bersikeras makan daging persembahan tidak apa-apa, sementara masih ada yang berpikiran makan daging persembahan sama dengan menyembah berhala, apa yang sebaiknya kita lakukan? Mana yang benar? Boleh atau tidak?

Perhatikan nasihat Paulus kepada jemaat mula-mula dan bagi kita.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa persoalan yang terjadi? Seperti apa orang yang memiliki pengetahuan tanpa kasih? (1-3)
2. Apakah berhala itu ada, dan mengapa? (4-6)
3. Seperti apa orang yang tidak memiliki pengetahuan? (7)
4. Mengapa kita harus menjaga kebebasan kita? (8-10)
5. Apa akibatnya jika kita tidak bertanggung jawab dengan pengetahuan kita? (11-12)
6. Apa yang Paulus rela lakukan agar ia tidak menjadi batu sandungan bagi saudaranya? (13)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apa yang seharusnya dihasilkan dari pengetahuan?
2. Manakah yang lebih penting: tindakan makan daging atau pengaruh dari tindakan kita terhadap saudara kita?
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kebebasan dari dosa!
4. Apa yang seharusnya kita lakukan bagi sesama setelah kita berpengetahuan sedemikian rupa?

Apa respons Anda?
1. Apa yang dapat Anda lakukan untuk memperdalam baik pengetahuan maupun kasih Anda?
2. Apa saja yang harus Anda perhatikan secara hati-hati dalam gaya hidup Anda agar Anda menjadi berkat bagi sesama?

Pokok Doa:
Mohon pimpinan Tuhan agar setiap perilaku kita membawa berkat bagi sesama dan kemuliaan bagi Tuhan.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+8
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+8

1 Korintus 8

 1  Tentang daging persembahan berhala kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.
 2  Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya.
 3  Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.
 4  Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."
 5  Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi--dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian--
 6  namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
 7  Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya.
 8  "Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan."
 9  Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.
10  Karena apabila orang melihat engkau yang mempunyai "pengetahuan", sedang duduk makan di dalam kuil berhala, bukankah orang yang lemah hati nuraninya itu dikuatkan untuk makan daging persembahan berhala?
11  Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena "pengetahuan" mu.
12  Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakekatnya berdosa terhadap Kristus.
13  Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 30 Mei -- 1 Korintus 8 - Kebenaran dan Kasih

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 30 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 8

Judul: Kebenaran dan Kasih

Dalam perikop ini Rasul Paulus merespons perdebatan yang muncul di tengah-tengah jemaat Korintus. Persoalannya adalah munculnya pertanyaan apakah orang Kristen dapat memakan daging yang telah dipersembahkan kepada berhala (1, 4).

Rasul Paulus menjelaskan bahwa secara pengetahuan dan iman Kristen, tidak ada yang namanya berhala atau ilah lain di hadapan Allah (4-5). Dasarnya adalah karena orang Kristen percaya bahwa hanya ada satu Allah, yaitu Allah Tritunggal (6). Namun, Rasul Paulus menekankan bahwa persoalannya bukan sekadar boleh atau tidak boleh, tetapi apakah hal itu dapat menjadi batu sandungan bagi orang Kristen baru yang belum memiliki pengetahun yang solid dan hati nuraninya masih lemah (7).

Dari penjelasan Rasul Paulus, ada dua prinsip yang perlu kita perhatikan. Pertama, pengetahuan harus mencerminkan kasih kepada Allah dan sesama (1b-3). Ketika orang Kristen menerapkan pengetahuannya, persoalannya bukan sekadar apakah itu benar atau salah, tetapi apakah itu disertai kasih atau tidak. Kebenaran dan kasih tak bisa dipisahkan. Kita melakukan kebenaran dalam relasi dengan Tuhan dan sesama. Kebenaran menjaga iman kita, dan kasih memelihara persekutuan kita. Keduanya memelihara persekutuan kita dengan Tuhan dan sesama.

Kedua, kebebasan Kristen harus dilakukan secara bertanggung jawab (8-12). Kita bebas dari dosa dan selamat bukan karena perbuatan baik kita, melainkan karena anugerah Tuhan. Kebebasan kita melakukan kebenaran itu diikat oleh tanggung jawab bahwa hal itu harus menjadi berkat bagi sesama. Kebebasan kita tidak boleh menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Oleh karena itu, marilah kita memeriksa diri. Apakah pengetahuan dan kebebasan kita selama ini telah menjadi berkat? Marilah kita berkomitmen di hadapan Tuhan untuk tidak hanya melakukan apa yang benar, tetapi juga yang mencerminkan kasih. Jangan sampai kebebasan kita tidak membawa berkat bagi sesama dan kemuliaan bagi Allah. [ABL]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/30/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+8
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+8

1 Korintus 8

 1  Tentang daging persembahan berhala kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.
 2  Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya.
 3  Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.
 4  Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."
 5  Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi--dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian--
 6  namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
 7  Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya.
 8  "Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan."
 9  Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.
10  Karena apabila orang melihat engkau yang mempunyai "pengetahuan", sedang duduk makan di dalam kuil berhala, bukankah orang yang lemah hati nuraninya itu dikuatkan untuk makan daging persembahan berhala?
11  Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena "pengetahuan" mu.
12  Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakekatnya berdosa terhadap Kristus.
13  Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 29 Mei -- 1 RAJA-RAJA 1:1-4 - PROSES MENUA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 29 Mei 2026
Bacaan : 1 RAJA-RAJA 1:1-4
Setahun: Nehemia 12-13
Nats: Raja Daud telah tua dan lanjut usia. Biarpun diselimuti, ia tidak merasa hangat. (1 Raja-raja 1:1)

Renungan:

PROSES MENUA

Mengapa segala macam produk perawatan kulit dan minuman makanan yang diklaim dapat membuat kita awet muda menjadi barang dagangan terlaris? Rupanya keinginan tampil muda dan segar menjadi dambaan banyak orang. Magnet penampilan muda sedemikian berarti, terutama di zaman ini. Namun, betapa pun kerasnya kita berusaha, kita tidak terbebas dari proses menjadi tua.

Raja Daud pun demikian. Saat muda, dia begitu banyak menumbangkan musuh. Musuh-musuhnya pun dikalahkan olehnya maupun oleh orang-orangnya. Nama Daud begitu ditakuti musuh-musuhnya. Namun, saat tua, tubuhnya kedinginan. Pegawai-pegawai Daud pun mengusahakan agar Daud tidak kedinginan. Daud sudah lemah sehingga banyak berbaring di tempat tidur. Bersyukur, selain meninggalkan legasi, Daud juga memiliki para pembantu yang takut akan Tuhan. Daud telah menyiapkan kader, yaitu Salomo yang menjadi penggantinya. Lalu dia juga tidak segan untuk bersujud kepada anaknya sendiri yang menjadi raja pengganti dirinya.

Penting bagi kita untuk menjaga diri tetap sehat dan punya energi di hari tua. Tabungan untuk kesehatan diri sebaiknya dimulai sejak kita masih muda. Namun, janganlah tampil muda menjadi obsesi atau bahkan menjadi pusat hidup kita. Kita perlu belajar pada Daud. Ia bukan saja berproses menjadi tua, tetapi juga menyiapkan kader kepemimpinannya. Yang tetap menjadi fokus hidup Daud adalah kepada Tuhan. Itu sebabnya, Kristus pun disebut sebagai anak Daud, menandakan bahwa Tuhan menghargai Daud. --HEM/www.renunganharian.net
   
SETIAP KITA BERPROSES MENJADI TUA. NAMUN, HIDUP KITA HARUS TETAP BERFOKUS KEPADA KRISTUS.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+RAJA-RAJA+1:1-4

1 RAJA-RAJA 1:1-4

 1  Raja Daud telah tua dan lanjut umurnya, dan biarpun ia diselimuti, badannya tetap dingin.
 2  Lalu para pegawainya berkata kepadanya: "Hendaklah dicari bagi tuanku raja seorang perawan yang muda, untuk melayani dan merawat raja; biarlah ia berbaring di pangkuanmu, sehingga badan tuanku raja menjadi panas."
 3  Maka di seluruh daerah Israel dicarilah seorang gadis yang cantik, dan didapatlah Abisag, gadis Sunem, lalu dibawa kepada raja.
 4  Gadis itu amat cantik, dan ia menjadi perawat raja dan melayani dia, tetapi raja tidak bersetubuh dengan dia.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Nehemia+12-13
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Nehemia+12-13

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 29 Mei -- 1 Korintus 7:17-40 - FOMO

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 29 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 7:17-40

Judul: FOMO

FOMO adalah singkatan dari fear of missing out, artinya takut ketinggalan. Orang yang FOMO selalu khawatir ketinggalan tren terbaru, sehingga ia sering sekadar ikut-ikutan.

Rasul Paulus mengakui keberagaman latar belakang jemaat di Korintus. Contohnya, ada yang bersunat dan ada yang tidak bersunat (18-19). Di tengah keberagaman itu, ia tidak memaksakan mereka menjadi sama. Ia justru menasihatkan mereka untuk tetap dalam kondisi mereka saat mereka menjadi orang percaya (17, 20). Ini bukan berarti Rasul Paulus anti terhadap perubahan, tetapi ia tidak perlu memaksa mereka berubah, terlebih jika perubahan itu sekadar ikut-ikutan dengan jemaat yang lain.

Nasihat Rasul Paulus ini mengena sekali di tengah dunia yang kadang menuntut orang untuk menjadi seragam. Dalam kehidupan bergereja, ada yang menuntut agar ibadah di gereja A meniru gereja B supaya terlihat keren dan menarik lebih banyak orang. Bayangkan kalau semua gereja seragam cara ibadah dan bentuk pelayanannya! Bisa jadi jemaat dengan beragam tingkat spiritualitas tidak mendapat ruang yang tepat untuk bertumbuh. Bisa jadi berbagai bidang pelayanan tidak terlayani karena gereja terlalu fokus pada satu bidang saja.

Bayangkan kalau gereja hanya sibuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi terbaru tanpa melihat misi utamanya. Bisa jadi kedewasaan iman jemaat tidak tercapai secara merata. Bisa jadi sebagian jemaat yang tidak punya akses teknologi yang canggih menjadi terpinggirkan.

Baiklah gereja melayani dengan tulus, bukan mengejar tren atau sekadar ikut-ikutan. Kalaupun ada perubahan, baiklah itu dilakukan bagi kemajuan seluruh jemaat Tuhan.

Mari kita bertobat bersama dari kebiasaan membandingkan dan menyamakan diri dengan orang Kristen yang lain. Mari kita menghindarkan diri kita dan saudara seiman kita dari rasa FOMO. Mari kita lebih mensyukuri kondisi yang ada, sesuai dengan konteks gereja masing-masing, sehingga setiap perubahan benar-benar memajukan pengenalan kita akan Tuhan dan pelayanan kita sebagai gereja Tuhan di tengah dunia. [KRS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+7:17-40
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+7:17-40

1 Korintus 7:17-40

17  Selanjutnya hendaklah tiap-tiap orang tetap hidup seperti yang telah ditentukan Tuhan baginya dan dalam keadaan seperti waktu ia dipanggil Allah. Inilah ketetapan yang kuberikan kepada semua jemaat.
18  Kalau seorang dipanggil dalam keadaan bersunat, janganlah ia berusaha meniadakan tanda-tanda sunat itu. Dan kalau seorang dipanggil dalam keadaan tidak bersunat, janganlah ia mau bersunat.
19  Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.
20  Baiklah tiap-tiap orang tinggal dalam keadaan, seperti waktu ia dipanggil Allah.
21  Adakah engkau hamba waktu engkau dipanggil? Itu tidak apa-apa! Tetapi jikalau engkau mendapat kesempatan untuk dibebaskan, pergunakanlah kesempatan itu.
22  Sebab seorang hamba yang dipanggil oleh Tuhan dalam pelayanan-Nya, adalah orang bebas, milik Tuhan. Demikian pula orang bebas yang dipanggil Kristus, adalah hamba-Nya.
23  Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.
24  Saudara-saudara, hendaklah tiap-tiap orang tinggal di hadapan Allah dalam keadaan seperti pada waktu ia dipanggil.
25  Sekarang tentang para gadis. Untuk mereka aku tidak mendapat perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercayai karena rahmat yang diterimanya dari Allah.
26  Aku berpendapat, bahwa, mengingat waktu darurat sekarang, adalah baik bagi manusia untuk tetap dalam keadaannya.
27  Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian! Adakah engkau tidak terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mencari seorang!
28  Tetapi, kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani dan aku mau menghindarkan kamu dari kesusahan itu.
29  Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;
30  dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;
31  pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.
32  Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.
33  Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya,
34  dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya.
35  Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.
36  Tetapi jikalau seorang menyangka, bahwa ia tidak berlaku wajar terhadap gadisnya, jika gadisnya itu telah bertambah tua dan ia benar-benar merasa, bahwa mereka harus kawin, baiklah mereka kawin, kalau ia menghendakinya. Hal itu bukan dosa.
37  Tetapi kalau ada seorang, yang tidak dipaksa untuk berbuat demikian, benar-benar yakin dalam hatinya dan benar-benar menguasai kemauannya, telah mengambil keputusan untuk tidak kawin dengan gadisnya, ia berbuat baik.
38  Jadi orang yang kawin dengan gadisnya berbuat baik, dan orang yang tidak kawin dengan gadisnya berbuat lebih baik.
39  Isteri terikat selama suaminya hidup. Kalau suaminya telah meninggal, ia bebas untuk kawin dengan siapa saja yang dikehendakinya, asal orang itu adalah seorang yang percaya.
40  Tetapi menurut pendapatku, ia lebih berbahagia, kalau ia tetap tinggal dalam keadaannya. Dan aku berpendapat, bahwa aku juga mempunyai Roh Allah.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 28 Mei -- YOHANES 15:1-8 - PERTUMBUHAN MENUNTUT PERUBAHAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 28 Mei 2026
Bacaan : YOHANES 15:1-8
Setahun: Nehemia 10-11
Nats: "Akulah pokok anggur dan kamulah carang-carangnya. Siapa yang tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." (Yohanes 15:5)

Renungan:

PERTUMBUHAN MENUNTUT PERUBAHAN

Sebagian besar orang rela berjuang keras demi mengejar kenyamanan. Namun sayangnya, kenyamanan cenderung membuat orang berhenti bertumbuh. Ketika orang sudah merasa nyaman, mereka menjadi enggan jika harus berjuang lagi, harus berubah lagi. Padahal pola yang demikian tidak baik bagi kehidupan rohani yang sehat. Sebab Alkitab secara konsisten menunjukkan bahwa hidup orang percaya merupakan proses pertumbuhan dan perubahan secara terus-menerus menuju kedewasaan rohani dan keserupaan dengan Kristus.

Kadang orang berpikir bahwa tinggal di dalam Kristus sama dengan tinggal dalam zona nyaman. Namun, Yohanes 15 justru menunjukkan bahwa tinggal dalam Kristus menuntut pertumbuhan dan buah, yang prosesnya harus melalui "pemangkasan". Pemangkasan ini dapat dimaknai sebagai proses penyucian dan pendisiplinan Tuhan. Pembersihan dari hal-hal yang tidak perlu (kebiasaan buruk, keinginan badani, relasi yang toksik, atau prioritas yang salah dalam hidup). Proses inilah yang menjadikan kita bertumbuh, ditandai dengan adanya perubahan menuju keserupaan dengan Kristus.

Dengan demikian, keengganan untuk keluar dari zona nyaman sesungguhnya tanda bahwa kita sedang membawa diri sendiri menuju kematian rohani. Sebab segala yang hidup akan selalu ditandai dengan pertumbuhan dan perubahan. Sebagaimana benih bertumbuh menjadi pohon, bayi bertumbuh menjadi dewasa, demikian pula rohani kita semestinya. Menolak perubahan berarti menolak karya Roh Kudus dan membuat kita terpisah dari kuasa, kasih, dan maksud Allah. --EBL/www.renunganharian.net
   
IMAN YANG HIDUP AKAN TERUS BERTUMBUH. SENANTIASA BERUBAH DAN BERBUAH.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/28/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YOHANES+15:1-8

YOHANES 15:1-8

 1  "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
 2  Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
 3  Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
 4  Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
 5  Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
 6  Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
 7  Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
 8  Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Nehemia+10-11
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Nehemia+10-11

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 28 Mei -- 1 Korintus 7:1-16 - Kapan Menikah?

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 28 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 7:1-16

Judul: Kapan Menikah?

Ada yang berpendapat bahwa hidup seseorang belum lengkap jika ia belum menikah. Benarkah? Apakah semua orang harus menikah?

Rasul Paulus memberi perhatian terhadap pernikahan sehingga ia memberi nasihat kepada anggota jemaat yang tinggal bersama suami/istrinya (2-5, 10, 12-16), juga yang tidak menikah, yang menjadi janda, dan yang sudah bercerai (8-9, 11). Ia sendiri tidak menikah dan ia tidak memaksakan pilihan hidupnya kepada jemaat, sebab ia sadar betul bahwa setiap orang menerima karunia yang khas dari Allah (7).

Apa yang Paulus harapkan bukan supaya jemaat menikah atau tidak menikah. Harapannya adalah agar jemaat menghindari percabulan, memenuhi kewajibannya, menahan hawa nafsu, menguasai diri, dan hidup dalam damai sejahtera (2-3, 5, 9, 15).

Cara pandang Rasul Paulus patut ditiru. Pandangan umum bahwa semua orang harus menikah menjadi tekanan besar bagi orang-orang yang memang tidak ingin menikah atau belum menemukan pasangan yang tepat. Ditambah lagi, tekanan itu diperberat dengan anggapan keliru bahwa ada batasan umur untuk menikah.

Padahal, dalam janji pernikahan di gereja, kata-kata yang diucapkan oleh mempelai adalah: "Di hadapan Tuhan dan gereja Kristen di sini, saya mengakui bahwa ... adalah istri/ suami saya, karunia Tuhan." Jelas bahwa istri dan suami adalah karunia Tuhan, artinya pemberian yang seturut dengan kehendak sang Pemberi.

Dengan demikian, kita belajar menerima bahwa ada yang dikarunai istri atau suami sehingga mereka hidup dalam pernikahan. Namun, ada juga yang dikaruniai kondisi yang lain sehingga mereka tidak menikah. Sudah semestinya, kita memandang orang yang menikah maupun tidak menikah secara positif. Semuanya sama-sama penerima karunia Tuhan.

Mari kita bertobat dari kebiasaan mengusik orang dengan pertanyaan, "Kapan menikah?" karena hanya Tuhan, Sang Pemberi Karunia, yang berkuasa atas itu semua. Mari kita semua, yang menikah atau tidak, sama-sama hidup dalam penguasaan diri dan damai sejahtera! [KRS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/28/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+7:1-16
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+7:1-16

1 Korintus 7:1-16

 1  Dan sekarang tentang hal-hal yang kamu tuliskan kepadaku. Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin,
 2  tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.
 3  Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya.
 4  Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.
 5  Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak.
 6  Hal ini kukatakan kepadamu sebagai kelonggaran, bukan sebagai perintah.
 7  Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu.
 8  Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada janda-janda aku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku.
 9  Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu.
10  Kepada orang-orang yang telah kawin aku--tidak, bukan aku, tetapi Tuhan--perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya.
11  Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya.
12  Kepada orang-orang lain aku, bukan Tuhan, katakan: kalau ada seorang saudara beristerikan seorang yang tidak beriman dan perempuan itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah saudara itu menceraikan dia.
13  Dan kalau ada seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu.
14  Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus.
15  Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau bercerai, biarlah ia bercerai; dalam hal yang demikian saudara atau saudari tidak terikat. Tetapi Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera.
16  Sebab bagaimanakah engkau mengetahui, hai isteri, apakah engkau tidak akan menyelamatkan suamimu? Atau bagaimanakah engkau mengetahui, hai suami, apakah engkau tidak akan menyelamatkan isterimu?


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 27 Mei -- KISAH PARA RASUL 23:12-22 - LUPUT

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 27 Mei 2026
Bacaan : KISAH PARA RASUL 23:12-22
Setahun: Nehemia 8-9
Nats: Tetapi, keponakan Paulus, anak dari saudaranya perempuan mendengar tentang pengadangan itu. Ia datang ke markas dan masuk, lalu memberitahukan hal itu kepada Paulus. (Kisah Para Rasul 23:16)

Renungan:

LUPUT

"Luput" berarti terlepas, tidak kena atau meleset. Sebagian diucapkan dengan kekecewaan karena sudah berusaha sedemikian rupa, tetapi tidak berhasil. Namun, sebagian lagi merasakan kelegaan hati karena terhindar dari sesuatu yang tidak mengenakkan, seperti pada hari itu dialami oleh Paulus.

Sejumlah orang Yahudi berkomplot dengan niatan untuk membunuh Paulus. Niatan sudah teguh, karena disertai sumpah untuk tidak makan atau minum, sebelum terlenyap nyawa Paulus. Selanjutnya, komplotan itu, yang jumlahnya lebih dari empat puluh orang, pergi kepada imam-imam kepala dan tua-tua. Mereka menjelaskan perihal niatan tersebut, serta skenario untuk melaksanakannya. Keseluruhannya tampak sudah rapi, rasanya Paulus pasti akan terbunuh. Namun, keponakan Paulus, anak saudaranya perempuan, mendengarnya dan memberitahukannya kepadanya. Segera, Paulus meminta salah seorang perwira membawa anak muda itu kepada kepala batalion untuk melaporkan duduk perkaranya. Berdasar laporan tersebut, dirinya dapat terlebih dahulu diungsikan (ay. 23-24). Paulus luput dari maut!

Tidak satu pun peristiwa di kehidupan ini yang sifatnya kebetulan. Jika sampai Paulus terluput, jelas itu karena tangan Tuhan meluputkannya. Situasi kita saat ini tidak kurang menakutkan dari Paulus. Bahaya maut mengancam di mana-mana. Saat berkendara atau berjalan di luar, ada kemungkinan terjadi kecelakaan atau diri kita menjadi sasaran niatan jahat orang lain (penyerangan, penembakan, dsb.). Berlindung dalam rumah pun tidak menjamin keamanan karena mungkin perampok menyatroni atau tiba-tiba terjadi gempa. Namun, tidak perlu kita berkubang dalam kegelisahan. Alasannya, tangan Tuhan masih senantiasa bekerja. Mari berlindung kepada-Nya, sebab Dia sanggup meluputkan kita dari segala mara bahaya. --LIN/www.renunganharian.net
   
MALAIKAT TUHAN BERKEMAH DI SEKELILING ORANG-ORANG YANG TAKUT AKAN DIA, LALU MELUPUTKAN MEREKA.-MAZMUR 34:8

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/27/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KISAH+PARA+RASUL+23:12-22

KISAH PARA RASUL 23:12-22

12  Dan setelah hari siang orang-orang Yahudi mengadakan komplotan dan bersumpah dengan mengutuk diri, bahwa mereka tidak akan makan atau minum, sebelum mereka membunuh Paulus.
13  Jumlah mereka yang mengadakan komplotan itu lebih dari pada empat puluh orang.
14  Mereka pergi kepada imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi dan berkata: "Kami telah bersumpah dengan mengutuk diri, bahwa kami tidak akan makan atau minum, sebelum kami membunuh Paulus.
15  Karena itu hendaklah kamu bersama-sama dengan Mahkamah Agama menganjurkan kepada kepala pasukan, supaya ia menghadapkan Paulus lagi kepada kamu, seolah-olah kamu hendak memeriksa perkaranya lebih teliti, dan sementara itu kami sudah siap sedia untuk membunuh dia sebelum ia sampai kepada kamu."
16  Akan tetapi kemenakan Paulus, anak saudaranya perempuan, mendengar tentang penghadangan itu. Ia datang ke markas dan setelah diizinkan masuk, ia memberitahukannya kepada Paulus.
17  Lalu Paulus memanggil salah seorang perwira dan berkata kepadanya: "Bawalah anak ini kepada kepala pasukan, karena ada sesuatu yang perlu diberitahukannya kepadanya."
18  Perwira itu membawanya kepada kepala pasukan dan berkata: "Paulus orang tahanan itu, memanggil aku dan meminta, supaya aku membawa anak muda ini kepadamu, sebab ada yang perlu diberitahukannya kepadamu."
19  Maka kepala pasukan itu memegang tangan anak muda itu, lalu membawanya ke samping dan bertanya: "Apakah yang perlu kauberitahukan kepadaku?"
20  Jawabnya: "Orang-orang Yahudi telah bersepakat untuk meminta kepadamu, supaya besok engkau menghadapkan Paulus lagi ke Mahkamah Agama, seolah-olah Mahkamah itu mau memperoleh keterangan yang lebih teliti dari padanya.
21  Akan tetapi janganlah engkau mendengarkan mereka, sebab lebih dari pada empat puluh orang dari mereka telah siap untuk menghadang dia. Mereka telah bersumpah dengan mengutuk diri, bahwa mereka tidak akan makan atau minum, sebelum mereka membunuh dia; sekarang mereka telah siap sedia dan hanya menantikan keputusanmu."
22  Lalu kepala pasukan menyuruh anak muda itu pulang dan memerintahkan kepadanya: "Jangan katakan kepada siapapun juga, bahwa engkau telah memberitahukan hal ini kepadaku."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Nehemia+8-9
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Nehemia+8-9

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 27 Mei -- 1 Korintus 6:12-20 - Boleh, atau Tidak?

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 27 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 6:12-20

Judul: Boleh, atau Tidak?

Boleh atau tidak boleh sering menjadi patokan benar-salahnya tindakan seseorang. Namun, apakah hanya itu? Tidak adakah patokan yang lebih mendasar?

Rasul Paulus menyatakan bahwa segala sesuatu itu boleh, tetapi tidak semuanya berguna karena bisa memperbudak kita (12). Ia menegur anggota jemaat yang menggunakan tubuhnya sesuka hati dengan pemikiran bahwa tubuh yang fana akan dihancurkan dan tidak ada hubungannya dengan roh yang kekal. Ia mengajarkan bahwa keselamatan dalam Kristus bukan hanya mencakup roh, tetapi juga tubuh (13-15). Oleh karena itu, tubuh mereka harus dipakai untuk memuliakan Allah (19-20).

Teguran keras Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus memberikan pengajaran penting bahwa tubuh fisik kita pun telah ditebus dan menjadi milik Tuhan. Maka, sudah semestinya kita bisa berpikiran jernih untuk menimbang dan memilah, antara hal yang berguna dan tidak, tindakan yang memuliakan Tuhan dan tidak, bukan sekadar boleh atau tidak boleh.

Untuk apa saja yang kita konsumsi atau kenakan pada tubuh kita, baiklah kita bertanya: Apakah ini menyehatkan tubuhku dan memudahkanku untuk menyembah Tuhan? Jika ya, lanjutkan. Jika tidak, hentikan. Untuk tindakan kita, pertanyaan serupa hendaknya menjadi saringan bagi kita: Apakah dengan melakukan itu aku dapat menolong sesama dan mewujudkan kehendak Tuhan? Jika ya, lanjutkan. Jika tidak, hentikan.

Dengan menerapkan saringan yang demikian, kita dapat bertanggung jawab sebagai orang-orang yang telah diselamatkan, yang seluruh dirinya adalah milik Kristus.

Kalau selama ini kita masih menganggap bahwa tubuh kita adalah benda fana yang hanya berhubungan dengan hal-hal sementara yang tidak penting, mari kita mengubah pemikiran kita dan menyelaraskannya dengan pikiran Kristus (1Kor. 2:16b). Selagi kita hidup di dunia ini dengan tubuh fisik kita, mari kita menjaganya baik-baik dalam kekudusan hidup serta menggerakkannya untuk membagikan kebaikan orang-orang di sekitar kita dan mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan. [KRS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/27/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+6:12-20
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+6:12-20

1 Korintus 6:12-20

12  Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.
13  Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.
14  Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.
15  Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!
16  Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: "Keduanya akan menjadi satu daging."
17  Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.
18  Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.
19  Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
20  Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]