(e-RH) 22 April -- MAZMUR 126 - KETIKA PEMULIHAN TERJADI

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 22 April 2026
Bacaan : MAZMUR 126
Setahun: 2 Raja-raja 4-5
Nats: Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang yang bermimpi. (Mazmur 126:1)

Renungan:

KETIKA PEMULIHAN TERJADI

Pemulihan. Siapa yang tak ingin mengalami hal ini, setidaknya dalam satu bidang kehidupan yang sekian lama dipergumulkan? Saya pernah begitu frustrasi dengan kondisi ekonomi keluarga kami yang sangat kekurangan, sampai membeli minyak tanah untuk kompor di dapur pun harus berutang! Saya ingat pagi itu saya menangis, sampai tak bisa lagi bersuara, lalu memohon agar Tuhan pulihkan kondisi ekonomi keluarga kami. Puji Tuhan, sejak malam itu secara perlahan tapi pasti, Tuhan mulai memberkati keuangan keluarga kami.

Pemulihan yang Allah lakukan dalam kehidupan umat-Nya bukanlah perkara yang bisa dianggap biasa, seperti gambaran Pemazmur bahwa situasinya seperti orang yang bermimpi. Gambaran lainnya, seperti orang yang menabur benih dengan menangis, lalu tiba waktunya ia akan menuai dengan sorak-sorai (ay. 6). Seperti itulah ketika Allah sudah bekerja, menurut waktu dan kehendak-Nya, lalu diizinkan-Nya pemulihan itu terjadi dalam hidup kita. Bukankah Alkitab juga dipenuhi oleh kisah-kisah pemulihan Allah yang luar biasa dalam kehidupan umat-Nya, yang dapat membangkitkan iman dan pengharapan kita?

Mungkin hari ini kita sedang mengalami pergumulan berat. Kita mungkin sudah lama menantikan pertolongan, bahkan mukjizat dari Tuhan. Mari tetap arahkan pengharapan kita kepada Allah. Peganglah teguh kebenaran firman-Nya dan jangan biarkan Iblis melemahkan fokus dan iman kita. Asalkan Ia berkehendak maka cepat atau lambat pertolongan, bahkan pemulihan dari Allah akan dinyatakan dalam kehidupan kita. --GHJ/www.renunganharian.net
   
KETIKA ALLAH MEMULIHKAN, KITA HANYA DAPAT MENGAGUMI KARYA-NYA DAN MEMULIAKAN DIA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MAZMUR+126

MAZMUR 126

 1  Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi.
 2  Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!"
 3  TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
 4  Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!
 5  Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
 6  Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Raja-raja+4-5
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Raja-raja+4-5

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 22 April -- Hakim-hakim 8:4-21 - Do Ut Des

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 22 April 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 8:4-21

Judul: Do Ut Des

Menurut situs Bibliopedia, "Do ut des" adalah frasa Latin yang secara harfiah artinya, "Aku memberi agar kamu memberi". Ini adalah prinsip barter dalam hubungan sosial ekonomi. Maka, dapat dianggap wajar apabila seseorang mengharapkan imbalan dari kebaikan yang ia berikan kepada orang lain.

Bacaan kali ini menceritakan kelanjutan kisah perjuangan Gideon dalam mengalahkan bangsa Midian. Gideon bersama pasukannya mengejar dua raja Midian yang melarikan diri, yaitu Zebah dan Salmunah.

Dalam pengejaran itu, mereka mengalami kelelahan (4). Gideon meminta bantuan makanan kepada orang Sukot, tetapi para pemuka Sukot menolak dengan alasan bahwa Gideon belum berhasil menangkap kedua raja itu (5-6). Setelah itu, Gideon juga menerima penolakan yang sama dari orang Pnuel (8).

Apa tanggapan Gideon? Gideon berkata bahwa ia akan mencabik tubuh para pemuka Sukot dan merobohkan menara orang Pnuel (7, 9). Gideon benar-benar melakukan niatnya itu, bahkan membunuh orang-orang di Pnuel (15-17).

Kita dapat menilai peristiwa ini dari berbagai sisi. Mungkin kita mengkritik ketidakpedulian orang Sukot dan Pnuel atau mencela kekejaman Gideon. Namun, kita juga dapat menilai bahwa Gideon dan masyarakat umumnya saat itu hidup dalam sistem sosial yang membalas kejahatan dengan kejahatan, dan membalas kebaikan dengan kebaikan.

Ini adalah prinsip "Mata ganti mata, gigi ganti gigi" (lih. Kel. 21:24; Im. 24:20; Ul. 19:21). Prinsip ini bertujuan untuk menegakkan keadilan, tetapi orang sering menggunakannya untuk menuntut balasan atau mengharapkan imbalan.

Oleh karena itu, Yesus mengajarkan prinsip yang sebaliknya: janganlah melawan jika orang lain berbuat jahat kepada kita (lih. Mat. 5:38-42). Jadi, kita tidak perlu bertanya: Apakah penolakan harus dibalas dengan penolakan juga? Keburukan apa pun yang dilakukan orang terhadap kita, Yesus mengajar kita untuk proaktif membalasnya dengan melakukan kebaikan, dan tidak memikirkan balasan apa yang akan diberikan orang kepada kita (Mat. 7:12). [LRS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+8:4-21
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+8:4-21

Hakim-hakim 8:4-21

 4  Ketika Gideon sampai ke sungai Yordan, menyeberanglah ia dan ketiga ratus orang yang bersama-sama dengan dia, meskipun masih lelah, namun mengejar juga.
 5  Dan berkatalah ia kepada orang-orang Sukot: "Tolong berikan beberapa roti untuk rakyat yang mengikuti aku ini, sebab mereka telah lelah, dan aku sedang mengejar Zebah dan Salmuna, raja-raja Midian."
 6  Tetapi jawab para pemuka di Sukot itu: "Sudahkah Zebah dan Salmuna itu ada dalam tanganmu, sehingga kami harus memberikan roti kepada tentaramu?"
 7  Lalu kata Gideon: "Kalau begitu, apabila TUHAN menyerahkan Zebah dan Salmuna ke dalam tanganku, aku akan menggaruk tubuhmu dengan duri padang gurun dan onak."
 8  Maka berjalanlah ia dari sana ke Pnuel, dan berkata demikian juga kepada orang-orang Pnuel, tetapi orang-orang inipun menjawabnya seperti orang-orang Sukot.
 9  Lalu berkatalah ia juga kepada orang-orang Pnuel: "Apabila aku kembali dengan selamat, maka aku akan merobohkan menara ini."
10  Sementara itu Zebah dan Salmuna ada di Karkor bersama-sama dengan tentara mereka, kira-kira lima belas ribu orang banyaknya, yakni semua orang yang masih tinggal hidup dari seluruh tentara orang-orang dari sebelah timur; banyaknya yang tewas ada seratus dua puluh ribu orang yang bersenjatakan pedang.
11  Gideon maju melalui jalan orang-orang yang diam di dalam kemah di sebelah timur Nobah dan Yogbeha, lalu memukul kalah tentara itu, ketika tentara itu menyangka dirinya aman.
12  Zebah dan Salmuna melarikan diri, tetapi Gideon mengejar mereka dan menawan kedua raja Midian itu, yakni Zebah dan Salmuna, sedang seluruh tentara itu diceraiberaikannya.
13  Kemudian kembalilah Gideon bin Yoas dari peperangan dengan melalui pendakian Heres;
14  ditangkapnyalah seorang muda dari penduduk Sukot. Setelah ditanyai, orang itu menuliskan nama para pemuka dan para tua-tua di Sukot untuk Gideon, tujuh puluh tujuh orang banyaknya.
15  Lalu pergilah Gideon kepada orang-orang Sukot sambil berkata: "Inilah Zebah dan Salmuna yang karenanya kamu telah mencela aku dengan berkata: Sudahkah Zebah dan Salmuna itu ada dalam tanganmu, sehingga kami harus memberikan roti kepada orang-orangmu yang lelah itu?"
16  Lalu ia mengumpulkan para tua-tua kota itu, ia mengambil duri padang gurun dan onak, dan menghajar orang-orang Sukot dengan itu.
17  Juga menara Pnuel dirobohkannya dan dibunuhnya orang-orang kota itu.
18  Kemudian bertanyalah ia kepada Zebah dan Salmuna: "Di manakah orang-orang yang telah kamu bunuh di Tabor itu?" Jawab mereka: "Mereka itu serupa dengan engkau, sikap mereka masing-masing seperti anak raja."
19  Lalu kata Gideon: "Saudara-saudarakulah itu, anak-anak ibuku! Demi TUHAN yang hidup, seandainya kamu membiarkan mereka hidup, aku tidak akan membunuh kamu."
20  Katanya kepada Yeter, anak sulungnya: "Bangunlah, bunuhlah mereka." Tetapi orang muda itu tidak menghunus pedangnya, karena ia takut, sebab ia masih muda.
21  Lalu kata Zebah dan Salmuna: "Bangunlah engkau sendiri dan paranglah kami, sebab seperti orangnya, demikian pula kekuatannya." Maka bangunlah Gideon, dibunuhnya Zebah dan Salmuna, kemudian diambilnya bulan-bulanan yang ada pada leher unta mereka.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 21 April -- MAZMUR 39 - MENYIKAPI KEFANAAN HIDUP

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 21 April 2026
Bacaan : MAZMUR 39
Setahun: 2 Raja-raja 1-3
Nats: "Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, dan berilah telinga kepada teriakku minta tolong, janganlah berdiam diri melihat air mataku! Sebab aku ini pendatang yang tinggal bersama-Mu, warga asing seperti semua nenek moyangku." (Mazmur 39:13)

Renungan:

MENYIKAPI KEFANAAN HIDUP

Bangsa Israel Kuno memahami hidup manusia seperti sebuah perjalanan singkat. Hidup laksana embun pagi yang cepat lenyap; atau, bayangan yang sebentar saja tampak, lalu menghilang. Terkait dengan pemahaman tersebut, dengan jujur Daud menuliskan keluh kesahnya. Ia memakai ungkapan tentang "orang asing" dan "pendatang". Baginya, hidup ini bukan rumah abadi, melainkan persinggahan sejenak. Ia paham, hidup ini fana, rapuh, dan penuh kesementaraan.

Namun, Daud tidak berhenti pada keluh kesah. Ia datang kepada Allah dalam doa. Sehingga, ia beroleh pencerahan: kefanaan hidup justru mengingatkannya bahwa hanya Tuhanlah yang menjadi tujuan akhir. Ia pun menjadi paham bahwa ia tidak bisa menggantungkan harapannya pada dunia yang sementara, melainkan hanya pada Allah yang kekal. Inilah titik balik rohani-dari rasa hampa menuju penyerahan diri pada kasih dan kedaulatan Tuhan.

Pengalaman iman Daud menolong kita untuk menyadari bahwa kefanaan hidup bukan alasan untuk berputus asa. Itu justru undangan untuk hidup lebih bijak dan bersandar pada Tuhan. Dunia menawarkan banyak hal yang memesona dan memikat hati: kesuksesan, harta, kesenangan, dan popularitas. Namun, hanya hal yang dikerjakan dalam Tuhan saja yang mampu bertahan.

Benar, hidup ini fana dan sementara. Justru karena itu, hendaknya kita menggunakan waktu dengan baik. Teruslah menaruh pengharapan hanya pada Allah. Lalu, berusahalah agar setiap langkah kita menjadi jejak yang bermakna. Bukan hanya bermakna bagi diri kita sendiri, tetapi juga bagi sesama. Dengan demikian, hidup kita yang fana ini, memiliki nilai kekekalan. --SAP/www.renunganharian.net
   
HIDUP TERLALU SINGKAT, DUNIA TERLALU LUAS, DAN KASIH TUHAN TERLALU BESAR UNTUK DIJALANI DENGAN CARA BIASA.-CHISTINE CAINE

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MAZMUR+39

MAZMUR 39

 1  Untuk pemimpin biduan. Untuk Yedutun. Mazmur Daud. (39-2) Pikirku: "Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan mulutku dengan kekang selama orang fasik masih ada di depanku."
 2  (39-3) Aku kelu, aku diam, aku membisu, aku jauh dari hal yang baik; tetapi penderitaanku makin berat.
 3  (39-4) Hatiku bergejolak dalam diriku, menyala seperti api, ketika aku berkeluh kesah; aku berbicara dengan lidahku:
 4  (39-5) "Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku!
 5  (39-6) Sungguh, hanya beberapa telempap saja Kautentukan umurku; bagi-Mu hidupku seperti sesuatu yang hampa. Ya, setiap manusia hanyalah kesia-siaan! Sela
 6  (39-7) Ia hanyalah bayangan yang berlalu! Ia hanya mempeributkan yang sia-sia dan menimbun, tetapi tidak tahu, siapa yang meraupnya nanti.
 7  (39-8) Dan sekarang, apakah yang kunanti-nantikan, ya Tuhan? Kepada-Mulah aku berharap.
 8  (39-9) Lepaskanlah aku dari segala pelanggaranku, jangan jadikan aku celaan orang bebal!
 9  (39-10) Aku kelu, tidak kubuka mulutku, sebab Engkau sendirilah yang bertindak.
10  (39-11) Hindarkanlah aku dari pada pukulan-Mu, aku remuk karena serangan tangan-Mu.
11  (39-12) Engkau menghajar seseorang dengan hukuman karena kesalahannya, dan menghancurkan keelokannya sama seperti gegat; sesungguhnya, setiap manusia adalah kesia-siaan belaka. Sela
12  (39-13) Dengarkanlah doaku, ya TUHAN, dan berilah telinga kepada teriakku minta tolong, janganlah berdiam diri melihat air mataku! Sebab aku menumpang pada-Mu, aku pendatang seperti semua nenek moyangku.
13  (39-14) Alihkanlah pandangan-Mu dari padaku, supaya aku bersukacita sebelum aku pergi dan tidak ada lagi!"

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Raja-raja+1-3
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Raja-raja+1-3

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 21 April -- Hakim-hakim 7:1-8:3 - To God Be the Glory

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 21 April 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 7:1-8:3

Judul: To God Be the Glory

Lagu "To God Be the Glory" adalah lagu pujian karya Fanny J. Crosby pada 1872 yang berisi pujian kepada Tuhan atas segala karya-Nya, khususnya ungkapan syukur atas karya penebusan Kristus. Lagu ini mengingatkan kita bahwa semua yang baik dan berharga dalam hidup orang percaya berasal dari Tuhan. Karena itu, semua kemuliaan hanya patut ditujukan kepada Tuhan.

Bacaan kali ini menceritakan bagaimana Gideon berhasil mengalahkan orang Midian yang telah menjajah bangsa Israel selama tujuh tahun.

Ketika TUHAN mengurangi pasukan yang ikut berperang (7:2-6), ini mengajarkan kepada kita tentang mengandalkan kekuatan Allah di atas kekuatan manusia. Ada satu hal yang patut menjadi fokus perhatian kita, yaitu perkataan TUHAN kepada Gideon agar jangan sampai orang Israel merasa jika mereka menang atas orang Midian, itu adalah karena kekuatan mereka sendiri (7:2b).

Perkataan TUHAN ini mungkin memberikan kesan kepada kita bahwa bangsa Israel adalah umat yang buruk karena mereka punya kecenderungan sangat besar untuk memegahkan diri. Ini artinya menyombongkan diri, membanggakan diri, menonjolkan kelebihan diri secara berlebihan.

Kecenderungan untuk memegahkan diri sebenarnya ada dalam diri setiap orang. Lalu, apakah kita tidak boleh berbangga diri? Tentu saja boleh apabila sikap itu tidak berlebihan sampai-sampai kita menghilangkan peran Tuhan dalam pencapaian kita.

Kita harus mencontoh sikap baik Gideon. Ia bisa saja memegahkan diri karena dialah yang memimpin pasukan, dan juga karena dikatakan melalui mimpi bahwa pedangnya akan merobohkan orang Midian (7:13-14). Namun, responsnya adalah sujud menyembah dan mengatakan bahwa TUHAN-lah yang menyerahkan orang Midian kepadanya (7:15).

Jadi, ingatlah untuk selalu wawas diri, tidak membiarkan kesombongan atau keangkuhan menguasai diri kita. Semua yang baik dan berharga dalam hidup kita berasal dari Tuhan. Bersyukurlah selalu dengan mengatakan, "kemuliaan hanya bagi Tuhan!" [LRS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+7:1-8:3
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+7:1-8:3

Hakim-hakim 7:1-8:3

 1  Adapun Yerubaal--itulah Gideon--bangun pagi-pagi dengan segala rakyat yang bersama-sama dengan dia, lalu mereka berkemah dekat mata air Harod; perkemahan orang Midian itu ada di sebelah utaranya, dekat bukit More, di lembah.
 2  Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku.
 3  Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead." Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang.
 4  Tetapi TUHAN berfirman kepada Gideon: "Masih terlalu banyak rakyat; suruhlah mereka turun minum air, maka Aku akan menyaring mereka bagimu di sana. Siapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, tetapi barangsiapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang tidak akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang tidak akan pergi."
 5  Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum."
 6  Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air.
 7  Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya."
 8  Dari rakyat itu mereka mengambil bekal dan sangkakala; demikianlah seluruh orang Israel disuruhnya pergi, masing-masing ke kemahnya, tetapi ketiga ratus orang itu ditahannya. Adapun perkemahan orang Midian ada di bawahnya, di lembah.
 9  Pada malam itu berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Bangunlah, turunlah menyerbu perkemahan itu, sebab telah Kuserahkan itu ke dalam tanganmu.
10  Tetapi jika engkau takut untuk turun menyerbu, turunlah bersama dengan Pura, bujangmu, ke perkemahan itu;
11  maka kaudengarlah apa yang mereka katakan; kemudian engkau akan mendapat keberanian untuk turun menyerbu perkemahan itu." Lalu turunlah ia bersama dengan Pura, bujangnya itu, sampai kepada penjagaan terdepan laskar di perkemahan itu.
12  Adapun orang Midian dan orang Amalek dan semua orang dari sebelah timur itu bergelimpangan di lembah itu, seperti belalang banyaknya, dan unta mereka tidak terhitung, seperti pasir di tepi laut banyaknya.
13  Ketika Gideon sampai ke situ, kebetulan ada seorang menceritakan mimpinya kepada temannya, katanya: "Aku bermimpi: tampak sekeping roti jelai terguling masuk ke perkemahan orang Midian; setelah sampai ke kemah ini, dilanggarnyalah kemah ini, sehingga roboh, dan dibongkar-bangkirkannya, demikianlah kemah ini habis runtuh."
14  Lalu temannya menjawab: "Ini tidak lain dari pedang Gideon bin Yoas, orang Israel itu; Allah telah menyerahkan orang Midian dan seluruh perkemahan ini ke dalam tangannya."
15  Segera sesudah Gideon mendengar mimpi itu diceritakan dengan maknanya, sujudlah ia menyembah. Kemudian pulanglah ia ke perkemahan orang Israel, lalu berkata: "Bangunlah, sebab TUHAN telah menyerahkan perkemahan orang Midian ke dalam tanganmu."
16  Sesudah itu dibaginyalah ketiga ratus orang itu dalam tiga pasukan dan ke tangan mereka semuanya diberikannya sangkakala dan buyung kosong dengan suluh di dalam buyung itu.
17  Dan berkatalah ia kepada mereka: "Perhatikanlah aku dan lakukanlah seperti yang kulakukan. Maka apabila aku sampai ke ujung perkemahan itu, haruslah kamu lakukan seperti yang kulakukan.
18  Apabila aku dan semua orang yang bersama dengan aku meniup sangkakala, maka haruslah kamu juga meniup sangkakala sekeliling seluruh perkemahan itu, dan berseru: 'Demi TUHAN dan demi Gideon!'"
19  Lalu Gideon dan keseratus orang yang bersama-sama dengan dia sampai ke ujung perkemahan itu pada waktu permulaan giliran jaga tengah malam, ketika penjaga-penjaga baru saja ditempatkan. Lalu mereka meniup sangkakala sambil memecahkan buyung yang di tangan mereka.
20  Demikianlah ketiga pasukan itu bersama-sama meniup sangkakala, dan memecahkan buyung dengan memegang obor di tangan kirinya dan sangkakala di tangan kanannya untuk ditiup, serta berseru: "Pedang demi TUHAN dan demi Gideon!"
21  Sementara itu tinggallah mereka berdiri, masing-masing di tempatnya, sekeliling perkemahan itu, tetapi seluruh tentara musuh menjadi kacau balau, berteriak-teriak dan melarikan diri.
22  Sedang ketiga ratus orang itu meniup sangkakala, maka di perkemahan itu TUHAN membuat pedang yang seorang diarahkan kepada yang lain, lalu larilah tentara itu sampai ke Bet-Sita ke arah Zerera sampai ke pinggir Abel-Mehola dekat Tabat.
23  Kemudian dikerahkanlah orang-orang Israel dari suku Naftali dan dari suku Asyer dan dari segenap suku Manasye, lalu mereka mengejar orang Midian itu.
24  Gideon menyuruh juga orang ke seluruh pegunungan Efraim dengan pesan: "Turunlah menghadapi orang Midian, dan dudukilah segala batang air sampai ke Bet-Bara, dan juga sungai Yordan." Maka semua orang Efraim dikerahkan, lalu mereka menduduki segala batang air sampai ke Bet-Bara, juga sungai Yordan.
25  Mereka berhasil menawan dua raja Midian, yakni Oreb dan Zeeb. Oreb dibunuh di gunung batu Oreb dan Zeeb dibunuh dalam tempat pemerasan anggur Zeeb. Mereka mengejar orang Midian itu, lalu mereka membawa kepala Oreb dan kepala Zeeb kepada Gideon di seberang sungai Yordan.
 1  Lalu berkatalah orang-orang Efraim kepada Gideon: "Apa macam perbuatanmu ini terhadap kami! Mengapa engkau tidak memanggil kami, ketika engkau pergi berperang melawan orang Midian?" Lalu mereka menyesali dia dengan sangat.
 2  Jawabnya kepada mereka: "Apa perbuatanku dalam hal ini, jika dibandingkan dengan kamu? Bukankah pemetikan susulan oleh suku Efraim lebih baik hasilnya dari panen buah anggur kaum Abiezer?
 3  Allah telah menyerahkan kedua raja Midian itu, yakni Oreb dan Zeeb, ke dalam tanganmu; apa yang telah dapat kucapai, jika dibandingkan dengan kamu?" Setelah ia berkata demikian, maka redalah marah mereka terhadap dia.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 20 April -- KISAH PARA RASUL 1:1-5 - KELAS INTENSIF

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 20 April 2026
Bacaan : KISAH PARA RASUL 1:1-5
Setahun: 1 Raja-raja 21-22
Nats: Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak bukti Ia menunjukkan bahwa Ia hidup. Sebab, selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. (Kis. Pr. Rasul 1:3)

Renungan:

KELAS INTENSIF

Para murid telah mengikuti Yesus selama lebih dari tiga tahun. Mereka mendengarkan pengajaran-Nya. Menyaksikan berbagai mukjizat-Nya. Mengamati bagaimana Dia memperlakukan orang lain. Adakalanya mereka terpukau dan mengagumi Yesus. Namun, terkadang mereka salah paham, bahkan sama sekali tidak mengerti apa yang Dia maksudkan. Ketika Yesus mengalami penyiksaan keji hingga mati di kayu salib, murid-murid-Nya sangat terguncang. Mereka dilanda ketakutan, kesedihan, dan kebingungan. Tiga hari kemudian, mereka kembali mengalami peristiwa yang tak kalah mengejutkannya. Batu kubur Yesus terguling, mayat-Nya hilang, desas-desus dan spekulasi bermunculan.

Dalam situasi itulah Yesus menampakkan diri-Nya kepada para murid. Berulang kali. Dalam pelbagai cara. Yesus meyakinkan mereka bahwa Dia sungguh hidup. Dia telah bangkit dan mengalahkan maut. Selama 40 hari, Dia menampakkan diri-Nya kepada para murid. Dia mengajar mereka, memberikan kelas intensif untuk menolong mereka memahami apa yang sebenarnya telah Dia ajarkan sebelumnya. Tindakan Kristus ini menunjukkan kesabaran-Nya kepada para murid yang lamban berpikir, sukar percaya, dan lambat memahami.

Mereka pun akhirnya memahami tujuan penderitaan serta kebangkitan Kristus, yaitu untuk penyelamatan manusia berdosa. Itulah yang mereka beritakan dengan berani setelah Roh Kudus turun ke atas mereka. Mereka menjadi saksi mata yang mengalami sendiri apa yang mereka beritakan. Mereka pun menjadi saksi yang giat, berani dan berdiri teguh dalam imannya, hingga akhir hidup mereka. Kiranya kita juga telah memahaminya dengan baik sehingga kita pun dapat menjadi saksi kebangkitan-Nya. --HT/www.renunganharian.net
   
KRISTUS YANG BANGKIT MEMBERI JAMINAN KESELAMATAN DAN KEMENANGAN, ITULAH KEBENARAN YANG HARUS TERUS KITA BERITAKAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/20/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KISAH+PARA+RASUL+1:1-5

KISAH PARA RASUL 1:1-5

 1  Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,
 2  sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.
 3  Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.
 4  Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang -- demikian kata-Nya -- "telah kamu dengar dari pada-Ku.
 5  Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Raja-raja+21-22
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-raja+21-22

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 20 April -- Hakim-hakim 6:25-40 - Dekonstruksi dan Rekonstruksi Iman

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 20 April 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 6:25-40

Judul: Dekonstruksi dan Rekonstruksi Iman

Dekonstruksi adalah proses pembongkaran untuk memahami struktur yang ada, sedangkan rekonstruksi adalah proses pembangunan kembali dengan cara yang baru. Dalam bacaan hari ini terdapat semacam dekonstruksi dan rekonstruksi bagi iman bangsa Israel.

TUHAN memerintahkan Gideon untuk meruntuhkan mazbah Ba'al dan menebang tiang berhala milik ayahnya. Lalu, Gideon harus mendirikan mazbah bagi TUHAN dan mempersembahkan kurban bakaran kepada-Nya (25-26).

Setelah semua itu dilakukan, penduduk kota mengajukan protes kepada Yoas, ayah Gideon. Mereka hendak menghukum Gideon karena perbuatannya (27-30). Namun, Yoas membela anaknya dengan mengatakan bahwa siapa pun yang membela Ba'al akan mati sebelum pagi. Jika Ba'al benar Allah, biarlah ia sendiri membela dirinya setelah mezbahnya dihancurkan (31).

Pernyataan Yoas ini tidak bisa dibantah oleh penduduk kota karena memang Ba'al yang mereka sembah selama ini tidak mampu membela mereka. Jika demikian, bagaimana mungkin ia membela orang-orang yang menyembahnya?

Apa yang dilakukan Gideon yang sesuai dengan perintah TUHAN dapat dikatakan sebagai proses dekonstruksi dan rekonstruksi iman pada masa itu. Proses dekonstruksi bukan hanya merobohkan bangunan fisik, tetapi juga mengubah secara total pemahaman tentang penyembahan kepada sosok yang dianggap berkuasa. Mengubah pemahaman lama dan menggantinya dengan yang baru bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan kesediaan untuk berpikir dan merenungkan kembali konstruksi iman yang sudah terbentuk sebelumnya.

Cukup banyak orang Kristen di Indonesia yang mewarisi iman Kristen dari generasi sebelumnya. Sangatlah baik jika kita merenungkan ulang iman yang diwariskan itu agar kita tidak terjebak pada rutinitas dengan iman yang semu. Hal rutin yang menghambat pertumbuhan iman perlu dibongkar dan diganti dengan aktivitas baru yang lebih berfokus pada pengenalan akan Kristus secara lebih mendalam. [LRS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/20/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+6:25-40
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+6:25-40

Hakim-hakim 6:25-40

25  Pada malam itu juga TUHAN berfirman kepadanya: "Ambillah seekor lembu jantan kepunyaan ayahmu, yakni lembu jantan yang kedua, berumur tujuh tahun, runtuhkanlah mezbah Baal kepunyaan ayahmu dan tebanglah tiang berhala yang di dekatnya.
26  Kemudian dirikanlah mezbah bagi TUHAN, Allahmu, di atas kubu pertahanan ini dengan disusun baik, lalu ambillah lembu jantan yang kedua dan persembahkanlah korban bakaran dengan kayu tiang berhala yang akan kautebang itu."
27  Kemudian Gideon membawa sepuluh orang hambanya dan diperbuatnyalah seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya. Tetapi karena ia takut kepada kaum keluarganya dan kepada orang-orang kota itu untuk melakukan hal itu pada waktu siang, maka dilakukannyalah pada waktu malam.
28  Ketika orang-orang kota itu bangun pagi-pagi, tampaklah telah dirobohkan mezbah Baal itu, telah ditebang tiang berhala yang di dekatnya dan telah dikorbankan lembu jantan yang kedua di atas mezbah yang didirikan itu.
29  Berkatalah mereka seorang kepada yang lain: "Siapakah yang melakukan hal itu?" Setelah diperiksa dan ditanya-tanya, maka kata orang: "Gideon bin Yoas, dialah yang melakukan hal itu."
30  Sesudah itu berkatalah orang-orang kota itu kepada Yoas: "Bawalah anakmu itu ke luar; dia harus mati, karena ia telah merobohkan mezbah Baal dan karena ia telah menebang tiang berhala yang di dekatnya."
31  Tetapi jawab Yoas kepada semua orang yang mengerumuninya itu: "Kamu mau berjuang membela Baal? Atau kamu mau menolong dia? Siapa yang berjuang membela Baal akan dihukum mati sebelum pagi. Jika Baal itu allah, biarlah ia berjuang membela dirinya sendiri, setelah mezbahnya dirobohkan orang."
32  Dan pada hari itu diberikan oranglah nama Yerubaal kepada Gideon, karena kata orang: "Biarlah Baal berjuang dengan dia, setelah dirobohkannya mezbahnya itu."
33  Seluruh orang Midian dan orang Amalek dan orang-orang dari sebelah timur telah berkumpul bersama-sama; mereka telah menyeberang dan berkemah di lembah Yizreel.
34  Pada waktu itu Roh TUHAN menguasai Gideon; ditiupnyalah sangkakala dan orang-orang Abiezer dikerahkan untuk mengikuti dia.
35  Juga dikirimnya pesan kepada seluruh suku Manasye dan orang-orang inipun dikerahkan untuk mengikuti dia. Dikirimnya pula pesan kepada suku Asyer, Zebulon dan Naftali, dan orang-orang inipun maju untuk menggabungkan diri dengan mereka.
36  Kemudian berkatalah Gideon kepada Allah: "Jika Engkau mau menyelamatkan orang Israel dengan perantaraanku, seperti yang Kaufirmankan itu,
37  maka aku membentangkan guntingan bulu domba di tempat pengirikan; apabila hanya di atas guntingan bulu itu ada embun, tetapi seluruh tanah di situ tinggal kering, maka tahulah aku, bahwa Engkau mau menyelamatkan orang Israel dengan perantaraanku, seperti yang Kaufirmankan."
38  Dan demikianlah terjadi; sebab keesokan harinya pagi-pagi ia bangun, dipulasnya guntingan bulu itu dan diperasnya air embun dari guntingan bulu itu, secawan penuh air.
39  Lalu berkatalah Gideon kepada Allah: "Janganlah kiranya murka-Mu bangkit terhadap aku, apabila aku berkata lagi, sekali ini saja; biarkanlah aku satu kali lagi saja mengambil percobaan dengan guntingan bulu itu: sekiranya yang kering hanya guntingan bulu itu, dan di atas seluruh tanah itu ada embun."
40  Dan demikianlah diperbuat Allah pada malam itu, sebab hanya guntingan bulu itu yang kering, dan di atas seluruh tanah itu ada embun.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 19 April -- MAZMUR 23 - SELAMANYA ATAU SEWAKTU

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 19 April 2026
Bacaan : MAZMUR 23
Setahun: 1 Raja-raja 18-20
Nats: Kebaikan dan kasih setia belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan tinggal dalam Rumah Tuhan sepanjang masa. (Mazmur 23:6)

Renungan:

SELAMANYA ATAU SEWAKTU

Dalam sebuah ibadah di gereja, Pendeta berseru, "God is good!" (Allah itu baik), lalu jemaat menyahut, "All the time!" (Selama-lamanya). Kompak sekali! Pendeta dan jemaat sepakat berpendapat bahwa Allah itu baik selama-lamanya. Sayangnya, kekompakan acapkali tidak lama bertahan. Saat kehidupan diempas kesukaran, hati meragukan kebenaran akan kebaikan Allah untuk saat itu. Maka pendapat pun berubah. Allah itu baik, hanya tidak selama-lamanya, melainkan sewaktu-waktu.

Daud menyatakan bahwa kebaikan dan kasih setia belaka mengikutinya seumur hidupnya (ay. 6a). Pernyataan yang serupa pendapat "Allah itu baik selama-lamanya". Padahal kehidupan Daud tidak berjalan mulus. Ada banyak empasan kesukaran, contohnya kejaran Raja Saul dan kudeta Absalom, putranya. Daud sendiri tidak memungkiri kenyataan itu dengan menyebutkan "lembah kekelaman" dan "lawan" (ay. 4a-5a). Namun, Daud tidak mengubah pernyataannya tentang Allah. "Seumur hidup" tidak diganti "setengah umur hidup", "selama-lamanya" tidak diubah "sewaktu-waktu". Alasannya, Daud mengerti ada maksud Tuhan ketika Ia mengizinkan kesukaran terjadi. Kesukaran membuat dirinya semakin tangguh. Daud memandang kesukaran juga sebagai kebaikan Tuhan sehingga ia mengucap syukur, katanya, "Terpujilah Tuhan, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang" (Mzm. 144:1).

Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita (Rm. 8:28). "Segala sesuatu" termasuk empasan kesukaran yang Dia izinkan datang. Sadari ada maksud Tuhan di baliknya yang menguntungkan kita. Maka jangan ubah pendapat kita tentang Tuhan! Sekalipun saat ini mengalami kesukaran, tetap katakan, "Allah itu baik selama-lamanya." --LIN/www.renunganharian.net
   
BUKAN SEWAKTU-WAKTU ALLAH MENYATAKAN KEBAIKAN-NYA, MELAINKAN SELAMA-LAMANYA, DI SEPANJANG UMUR KEHIDUPAN KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MAZMUR+23

MAZMUR 23

 1  Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
 2  Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
 3  Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
 4  Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
 5  Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
 6  Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Raja-raja+18-20
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-raja+18-20

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 19 April -- Hakim-hakim 6:1-24 - Retrospeksi

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 19 April 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 6:1-24

Judul: Retrospeksi

Mungkin kita sering mendengar kata "introspeksi", tetapi jarang mendengar kata "retrospeksi". Kata ini berarti kenangan kembali ke masa lalu, atau pandang balik dan dianalisis untuk mendapatkan pembelajaran. Retrospeksi juga dilakukan oleh Gideon, tokoh kita kali ini.

Pada masa Debora, bangsa Israel mengalami masa aman selama 40 tahun (Hak. 5:31b). Namun, setelah itu, mereka kembali hidup tidak sesuai dengan kehendak TUHAN, sehingga Ia membiarkan mereka dikuasai oleh bangsa Midian selama tujuh tahun. Mereka menderita akibat ulah bangsa Midian. Tempat perlindungan diserang, hasil bumi dimusnahkan, dan ternak dirampas. Dalam kondisi tidak berdaya, akhirnya bangsa Israel berseru agar TUHAN menolong mereka (1-6). Untuk itu, TUHAN memilih Gideon.

Ketika Malaikat TUHAN menemui Gideon untuk menyampaikan pesan-Nya (11-12), Gideon memberikan pertanyaan retrospektif. Jika TUHAN benar-benar menyertai mereka, mengapa mereka dikuasai bangsa Midian? Di mana keajaiban-Nya? Bukankah TUHAN adalah Allah yang membebaskan mereka dari Mesir (13)?

Pertanyaan-pertanyaan itu direspons TUHAN dengan perintah pengutusan untuk menyelamatkan bangsa Israel. Namun, perintah itu pun direspons Gideon dengan sebuah pertanyaan lain. Bagaimana mungkin ia mampu menyelamatkan bangsanya karena kaumnya adalah yang terkecil dan dirinya termuda (15)? TUHAN meyakinkan Gideon dengan janji penyertaan (16), dan bahkan dengan janji penghiburan, "Sejahteralah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati" (23).

Dari pengalaman Gideon kita belajar restrospeksi iman, dengan maksud agar kita terus-menerus belajar dari pengalaman masa lalu. Dengan aktif kita menganalisis iman kita agar kita mendapat pengenalan makin mendalam tentang Tuhan yang kita imani.

Iman yang hidup adalah iman yang terus-menerus bertanya kepada Tuhan dalam doa kita dan berpegang teguh pada janji penyertaan-Nya. [LRS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+6:1-24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+6:1-24

Hakim-hakim 6:1-24

 1  Tetapi orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN; sebab itu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Midian, tujuh tahun lamanya,
 2  dan selama itu orang Midian berkuasa atas orang Israel. Karena takutnya kepada orang Midian itu, maka orang Israel membuat tempat-tempat perlindungan di pegunungan, yakni gua-gua dan kubu-kubu.
 3  Setiap kali orang Israel selesai menabur, datanglah orang Midian, orang Amalek dan orang-orang dari sebelah timur, lalu maju mendatangi mereka;
 4  berkemahlah orang-orang itu di daerah mereka, dan memusnahkan hasil tanah itu sampai ke dekat Gaza, dan tidak meninggalkan bahan makanan apapun di Israel, juga domba, atau lembu atau keledaipun tidak.
 5  Sebab orang-orang itu datang maju dengan ternaknya dan kemahnya, dan datangnya itu berbanyak-banyak seperti belalang. Orang-orangnya dan unta-untanya tidak terhitung banyaknya, sekaliannya datang ke negeri itu untuk memusnahkannya,
 6  sehingga orang Israel menjadi sangat melarat oleh perbuatan orang Midian itu. Lalu berserulah orang Israel kepada TUHAN.
 7  Ketika orang Israel berseru kepada TUHAN karena orang Midian itu,
 8  maka TUHAN mengutus seorang nabi kepada orang Israel, yang berkata kepada mereka: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang menuntun kamu keluar dari Mesir dan yang membawa kamu keluar dari rumah perbudakan.
 9  Aku melepaskan kamu dari tangan orang Mesir dan dari tangan semua orang yang menindas kamu, bahkan Aku menghalau mereka dari depanmu dan negeri mereka Kuberikan kepadamu.
10  Dan Aku telah berfirman kepadamu: Akulah TUHAN, Allahmu, maka janganlah kamu menyembah allah orang Amori, yang negerinya kamu diami ini. Tetapi kamu tidak mendengarkan firman-Ku itu."
11  Kemudian datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian.
12  Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: "TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani."
13  Jawab Gideon kepada-Nya: "Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah TUHAN telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian."
14  Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: "Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!"
15  Tetapi jawabnya kepada-Nya: "Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku."
16  Berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis."
17  Maka jawabnya kepada-Nya: "Jika sekiranya aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, maka berikanlah kepadaku tanda, bahwa Engkau sendirilah yang berfirman kepadaku.
18  Janganlah kiranya pergi dari sini, sampai aku datang kepada-Mu membawa persembahanku dan meletakkannya di hadapan-Mu." Firman-Nya: "Aku akan tinggal, sampai engkau kembali."
19  Masuklah Gideon ke dalam, lalu mengolah seekor anak kambing dan roti yang tidak beragi dari seefa tepung; ditaruhnya daging itu ke dalam bakul dan kuahnya ke dalam periuk, dibawanya itu kepada-Nya ke bawah pohon tarbantin, lalu disuguhkannya.
20  Berfirmanlah Malaikat Allah kepadanya: "Ambillah daging dan roti yang tidak beragi itu, letakkanlah ke atas batu ini, dan curahkan kuahnya." Maka diperbuatnya demikian.
21  Dan Malaikat TUHAN mengulurkan tongkat yang ada di tangan-Nya; dengan ujungnya disinggung-Nya daging dan roti itu; maka timbullah api dari batu itu dan memakan habis daging dan roti itu. Kemudian hilanglah Malaikat TUHAN dari pandangannya.
22  Maka tahulah Gideon, bahwa itulah Malaikat TUHAN, lalu katanya: "Celakalah aku, Tuhanku ALLAH! sebab memang telah kulihat Malaikat TUHAN dengan berhadapan muka."
23  Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati."
24  Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi TUHAN dan menamainya: TUHAN itu keselamatan. Mezbah itu masih ada sampai sekarang di Ofra, kota orang Abiezer.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]