(e-RH) 5 Januari -- BILANGAN 11:4-23 - AMNESIA ROHANI

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 5 Januari 2026
Bacaan : BILANGAN 11:4-23
Setahun: Kejadian 16-18
Nats: "... Bukankah kamu telah menangis di hadapan Tuhan sambil berkata: Siapakah yang akan memberi kami makan daging? Begitu baik keadaan kita di Mesir. Sebab itu, Tuhan akan memberi kamu daging untuk dimakan." (Bilangan 11:18b)

Renungan:

AMNESIA ROHANI

Padang gurun bukanlah tempat yang nyaman untuk ditinggali, apalagi untuk waktu yang lama. Tempat itu sunyi, kering, dan tandus. Suhunya sangat panas di siang hari dan sangat dingin di malam hari. Beberapa spesies hewan berbisa juga ada di sana. Itulah kondisi yang dihadapi bangsa Israel setelah keluar dari perbudakan Mesir. Situasi sulit itu membuat mereka abai pada janji Tuhan bahwa tempat itu bukanlah tujuan mereka, melainkan proses menuju Tanah Perjanjian.

Mereka lalu membual tentang betapa indahnya hidup mereka sebelumnya di tanah Mesir, bahkan katanya berlimpah madu dan susunya (bdk. Bil. 16:13). Mereka teringat betapa nikmatnya makanan dengan beragam olahan bumbunya yang katanya mereka peroleh di sana secara gratis. Mereka pun menangis karena ingin makan daging. Mereka bahkan menghina manna, makanan yang Allah sediakan setiap hari untuk mereka nikmati. Padahal nyatanya, di Mesir mereka hidup sebagai budak. Ditindas penguasa dan hidup serba menderita (Kel. 1). Mereka memutarbalikkan fakta akibat tidak mampu bersyukur atas pemberian dan pemeliharaan Allah. Mereka seperti dilanda amnesia, penyakit lupa ingatan atas kebaikan Tuhan.

Mereka lupa bahwa Allah telah menyediakan keperluan mereka dengan cara-Nya yang ajaib. Mereka juga telah mengalami berbagai mukjizat-Nya: luput dari berbagai tulah di Mesir serta menyeberangi Laut Teberau. Jika mereka menginginkan sesuatu, seharusnya mereka dapat memintanya kepada Allah dengan penuh hormat, terlebih kehadiran-Nya dapat mereka saksikan melalui tiang awan dan tiang api, setiap saat. Amnesia rohani ini membuat mereka ditimpa murka Allah. Kiranya kita menjauhi tabiat yang demikian! --HT/www.renunganharian.net
   
JANGANLAH KITA MELUPAKAN SEGALA KEBAIKAN TUHAN AGAR KITA MAMPU BERSYUKUR DAN MEMUJI-NYA DALAM SEGALA KEADAAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/05/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?BILANGAN+11:4-23

BILANGAN 11:4-23

 4  Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israelpun menangislah pula serta berkata: "Siapakah yang akan memberi kita makan daging?
 5  Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih.
 6  Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apapun, kecuali manna ini saja yang kita lihat."
 7  Adapun manna itu seperti ketumbar dan kelihatannya seperti damar bedolah.
 8  Bangsa itu berlari kian ke mari untuk memungutnya, lalu menggilingnya dengan batu kilangan atau menumbuknya dalam lumpang. Mereka memasaknya dalam periuk dan membuatnya menjadi roti bundar; rasanya seperti rasa panganan yang digoreng.
 9  Dan apabila embun turun di tempat perkemahan pada waktu malam, maka turunlah juga manna di situ.
10  Ketika Musa mendengar bangsa itu, yaitu orang-orang dari setiap kaum, menangis di depan pintu kemahnya, bangkitlah murka TUHAN dengan sangat, dan hal itu dipandang jahat oleh Musa.
11  Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Mengapa Kauperlakukan hamba-Mu ini dengan buruk dan mengapa aku tidak mendapat kasih karunia di mata-Mu, sehingga Engkau membebankan kepadaku tanggung jawab atas seluruh bangsa ini?
12  Akukah yang mengandung seluruh bangsa ini atau akukah yang melahirkannya, sehingga Engkau berkata kepadaku: Pangkulah dia seperti pak pengasuh memangku anak yang menyusu, berjalan ke tanah yang Kaujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyangnya?
13  Dari manakah aku mengambil daging untuk diberikan kepada seluruh bangsa ini? Sebab mereka menangis kepadaku dengan berkata: Berilah kami daging untuk dimakan.
14  Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku.
15  Jika Engkau berlaku demikian kepadaku, sebaiknya Engkau membunuh aku saja, jika aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, supaya aku tidak harus melihat celakaku."
16  Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Kumpulkanlah di hadapan-Ku dari antara para tua-tua Israel tujuh puluh orang, yang kauketahui menjadi tua-tua bangsa dan pengatur pasukannya, kemudian bawalah mereka ke Kemah Pertemuan, supaya mereka berdiri di sana bersama-sama dengan engkau.
17  Maka Aku akan turun dan berbicara dengan engkau di sana, lalu sebagian dari Roh yang hinggap padamu itu akan Kuambil dan Kutaruh atas mereka, maka mereka bersama-sama dengan engkau akan memikul tanggung jawab atas bangsa itu, jadi tidak usah lagi engkau seorang diri memikulnya.
18  Tetapi kepada bangsa itu haruslah kaukatakan: Kuduskanlah dirimu untuk besok, maka kamu akan makan daging; sebab kamu telah menangis di hadapan TUHAN dengan berkata: Siapakah yang akan memberi kami makan daging? Begitu baik keadaan kita di Mesir, bukan? --TUHAN akan memberi kamu daging untuk dimakan.
19  Bukan hanya satu hari kamu akan memakannya, bukan dua hari, bukan lima hari, bukan sepuluh hari, bukan dua puluh hari,
20  tetapi genap sebulan lamanya, sampai keluar dari dalam hidungmu dan sampai kamu muak--karena kamu telah menolak TUHAN yang ada di tengah-tengah kamu dan menangis di hadapan-Nya dengan berkata: Untuk apakah kita keluar dari Mesir?"
21  Tetapi kata Musa: "Bangsa yang ada bersama aku ini berjumlah enam ratus ribu orang berjalan kaki, namun Engkau berfirman: Daging akan Kuberikan kepada mereka, dan genap sebulan lamanya mereka akan memakannya!
22  Dapatkah sekian banyak kambing domba dan lembu sapi disembelih bagi mereka, sehingga mereka mendapat cukup? Atau dapatkah ditangkap segala ikan di laut bagi mereka, sehingga mereka mendapat cukup?"
23  Tetapi TUHAN menjawab Musa: "Masakan kuasa TUHAN akan kurang untuk melakukan itu? Sekarang engkau akan melihat apakah firman-Ku terjadi kepadamu atau tidak!"

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+16-18
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+16-18

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 5 Januari -- Yohanes 4:46-54 - Progresivitas Iman

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 5 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 4:46-54

Judul: Progresivitas Iman

Iman harus progresif, artinya terus bertumbuh, terus meningkat, makin sempurna.

Kita akan melihat tiga tahap pertumbuhan iman dari seorang pegawai istana yang datang kepada Tuhan Yesus.

Pertama, tahap iman yang digerakkan oleh karena berkat atau mukjizat. Pegawai istana tersebut datang kepada Yesus karena dia sedang mengalami masalah, yakni anaknya sakit (47). Dia tergerak untuk datang kepada Tuhan Yesus karena pernah melihat mukjizat yang dilakukan oleh Yesus (48).

Kedua, tahap percaya bahwa Yesus sungguh dapat menyembuhkan. Pegawai istana itu percaya, kedatangan Yesus ke rumahnya pasti dapat menyembuhkan anaknya. Jika Yesus tidak datang, anaknya akan mati (49). Pegawai istana itu percaya bahwa Yesus tidak datang untuk sekadar coba-coba atau dengan anggapan 'siapa tahu' sembuh. Dia percaya, jika Tuhan memang mau datang dan menyembuhkan, anaknya pasti sembuh.

Ketiga, tahap percaya sepenuhnya dan memberitakan Injil. Ketika pegawai istana ini pulang, dia didatangi oleh hamba-hambanya dan diberi tahu bahwa anaknya hidup (51). Lalu, dia mencocokkan apa yang terjadi dengan saat perjumpaannya dengan Yesus. Setelah itu, dia mengambil kesimpulan bahwa kesembuhan anaknya disebabkan oleh kuasa Yesus.

Menariknya, pegawai tersebut tidak hanya menyimpan dalam hatinya. Dia menjadi seorang yang bersaksi dan memberitakan Injil kepada keluarganya. Dikatakan bahwa seisi rumahnya menjadi percaya kepada Tuhan Yesus. Bentuk kepercayaan paling tinggi diwujudkan dalam aksi. Dalam hal ini adalah aksi bersaksi dan memberitakan Injil kepada orang lain. Pegawai istana datang dengan iman yang kecil, namun diakhiri dengan iman yang besar. Imannya telah mengalami pertumbuhan.

Iman seorang anak Tuhan adalah seperti benih kecil yang ditanam dalam tanah-ia harus terus berakar, bertumbuh, dan berbuah. Oleh karena itu, seorang anak Tuhan harus terus memelihara iman dengan firman Tuhan, doa, dan persekutuan agar tidak stagnan, kerdil, apalagi menjadi mati! [YGM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/05/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+4:46-54
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+4:46-54

Yohanes 4:46-54

46  Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit.
47  Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.
48  Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya."
49  Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati."
50  Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.
51  Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup.
52  Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang."
53  Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya.
54  Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 4 Januari -- 2 TIMOTIUS 4:1-8 - MEMANDANG MASA DEPAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 4 Januari 2026
Bacaan : 2 TIMOTIUS 4:1-8
Setahun: Kejadian 12-15
Nats: Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegurlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. (2 Timotius 4:2)

Renungan:

MEMANDANG MASA DEPAN

Melayani Tuhan membawa kita lebih dekat dengan-Nya. Melayani Tuhan menjadikan hidup kita lebih bermakna. Dunia pelayanan menjadi sarana pembentukan karakter, tempat kita belajar lebih sabar, rendah hati, dan bergantung kepada Tuhan karena sadar akan kekuatan kita yang terbatas. Meski demikian, melayani Tuhan juga banyak tantangan. Alih-alih pertumbuhan iman dan kasih dalam kebersamaan, adakalanya pelayanan kita malah menuai cibiran. Ketika hal ini terjadi, rasanya semua usaha dan pengorbanan kita tidak dihargai. Bisa jadi hal itu membuat kita lelah, bosan melayani, bahkan kecewa.

Tak heran jika Paulus berpesan agar Timotius melayani Tuhan demi pernyataan-Nya dan demi kerajaan-Nya. Pelayanan Timotius harus dilakukan dengan memandang masa depan di dalam Tuhan. Mengingat hari kedatangan Tuhan untuk memerintah sebagai Raja dan mengadili semua yang hidup dan yang mati. Mengingat tanggung jawab yang harus disampaikan di hadapan-Nya. Timotius harus memiliki motivasi murni bagi Tuhan, bukan keuntungan pribadi seperti pengakuan dan sanjungan.

Karena itu, Timotius harus tetap setia memberitakan firman Allah, baik ketika jemaat suka mendengarnya ataupun tidak. Timotius harus tetap menguatkan hati jemaat. Ketika mereka berbuat salah, ia harus menunjukkan kesalahan itu dan menegurnya dengan sabar. Ia harus melakukan semuanya berdasar ajaran dari firman Allah. Timotius harus tetap tenang, tidak takut menghadapi kesusahan yang menimpanya karena melayani Tuhan. Bagaimana dengan pelayanan kita selama ini? --EBL/www.renunganharian.net
   
MARI GENAPI TUGAS PANGGILAN PELAYANAN KITA DEMI PERNYATAAN-NYA DAN DEMI KERAJAAN-NYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+TIMOTIUS+4:1-8

2 TIMOTIUS 4:1-8

 1  Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:
 2  Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
 3  Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
 4  Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.
 5  Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
 6  Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.
 7  Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
 8  Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+12-15
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+12-15

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 4 Januari -- Yohanes 4:43-45 - Sikap Menyambut Yesus

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 4 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 4:43-45

Judul: Sikap Menyambut Yesus

Dalam perikop sebelumnya, kita mengetahui bahwa Yesus sedang berada di Samaria. Dalam perikop ini, Tuhan Yesus melanjutkan perjalanan ke Galilea. Dalam perikop ini, kita akan melihat sebuah ironi, yakni mengenai dua hal yang kontras dalam hal menyambut Yesus.

Perbedaan tersebut datang dari orang Samaria dan orang Galilea (yang merupakan bagian dari kampung halaman Tuhan Yesus). Tuhan Yesus mengatakan: "seorang nabi tidak dihormati di kampung halamannya sendiri" (44). Perkataan ini adalah sindiran kepada orang Galilea. Mengapa? Alasannya, mereka menyambut Tuhan Yesus karena mereka telah melihat mukjizat yang dilakukan-Nya (45), bukan karena memercayai Tuhan Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan Allah. Sedangkan orang Samaria tidak demikian. Meskipun orang Samaria, musuh orang Yahudi, mereka percaya kepada Tuhan Yesus karena perkataan-Nya benar. Jadi, landasan kepercayaan orang Samaria adalah landasan yang benar dan kokoh.

Beberapa hal penting dapat kita pelajari di sini. Pertama, kemungkinan, pihak yang paling sulit menerima kebenaran justru adalah orang-orang yang dekat dengan kita, bahkan di dalam gereja. Mereka menolak kebenaran Injil bisa jadi karena mereka belum benar-benar percaya kepada kebenaran itu. Mereka ke gereja hanya karena dilahirkan dari orang tua Kristen.

Kedua, dasar kepercayaan kepada Tuhan hendaknya tidak diletakkan pada hal yang bersifat sekunder, seperti mukjizat, berkat, dan lain-lain. Jika hal sekunder itu tidak terjadi, bisa saja iman goyah.

Ketiga, dasar kebenaran yang sejati adalah pribadi Yesus Kristus, bukan berkat-Nya atau mukjizat-Nya. Kita percaya kepada-Nya karena Dia memang adalah Kebenaran.

Dengan demikian, kita harus wawas diri. Apakah kita sama seperti orang yang sekampung halaman dengan Yesus, yang begitu dekat, namun justru menolak kebenaran Kristus? Tentukan sikap, undanglah Dia masuk ke dalam hidup kita! Dia sedang berdiri di depan pintu dan mengetuk (bdk. Why. 3:20). Jangan biarkan kita menjadi bagian dari orang yang menolak Yesus Kristus! [YGM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+4:43-45
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+4:43-45

Yohanes 4:43-45

43  Dan setelah dua hari itu Yesus berangkat dari sana ke Galilea,
44  sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri.
45  Maka setelah ia tiba di Galilea, orang-orang Galileapun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiripun turut ke pesta itu.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 3 Januari -- LUKAS 8:26-39 - DIPULIHKAN UNTUK MEMULIHKAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 3 Januari 2026
Bacaan : LUKAS 8:26-39
Setahun: Kejadian 8-11
Nats: "Pulanglah ke rumahmu dan ceritakanlah segala sesuatu yang telah dilakukan Allah kepadamu." Orang itu pun pergi ke seluruh kota dan memberitahukan segala sesuatu yang telah dilakukan Yesus atas dirinya. (Lukas 8:39)

Renungan:

DIPULIHKAN UNTUK MEMULIHKAN

Seorang ibu tua setiap malam menyalakan lentera di jendela gubuknya. Nyala lentera itu menjadi penerang bagi para pejalan yang melewati desa itu. Suatu malam seorang pemuda pejalan kaki singgah di gubugnya. Ibu itu menyambutnya dengan hangat dan berbagi cerita tentang bagaimana lentera itu dulu diambil dari tempat sampah. "Lentera ini dulu pernah rusak dan dibuang pemiliknya, tapi aku perbaiki dan menyalakannya kembali, kini terang itu bisa membagikan harapan pada orang lain."

Alkitab berkisah tentang seorang pria yang kerasukan roh jahat. Pria itu hidup di pekuburan, tersingkirkan dari keluarga dan masyarakat, terikat oleh kegelapan. Namun, Yesus mengusir roh jahat itu, memulihkan akal sehat dan kehidupannya. Setelah dipulihkan, Yesus tidak membiarkannya diam. Dia memerintahkannya untuk pulang dan memberitakan kepada orang banyak tentang betapa besar perbuatan Tuhan dalam hidupnya. Dan orang itu pun pergi mengelilingi seluruh kota dan memberitahukan segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya.

Demikianlah dahulu kita rusak dan dibuang karena dosa. Namun, Yesus memungut dan memulihkan hidup kita. Dia menjadikan kita ciptaan baru dan berharga. Ia pun mengingatkan: kita dipulihkan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk menjadi berkat dan pemulih bagi orang lain. Apakah kita mengingat pesan ini? Sudahkah kita bersaksi kepada semua orang tentang perbuatan Tuhan yang telah memulihkan hidup kita? --SYS/www.renunganharian.net
   
PEMULIHAN KITA MENJADI SAKSI DAN KEKUATAN BAGI BANYAK ORANG YANG SEDANG BERJUANG.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/03/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?LUKAS+8:26-39

LUKAS 8:26-39

26  Lalu mendaratlah Yesus dan murid-murid-Nya di tanah orang Gerasa yang terletak di seberang Galilea.
27  Setelah Yesus naik ke darat, datanglah seorang laki-laki dari kota itu menemui Dia; orang itu dirasuki oleh setan-setan dan sudah lama ia tidak berpakaian dan tidak tinggal dalam rumah, tetapi dalam pekuburan.
28  Ketika ia melihat Yesus, ia berteriak lalu tersungkur di hadapan-Nya dan berkata dengan suara keras: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi? Aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku."
29  Ia berkata demikian sebab Yesus memerintahkan roh jahat itu keluar dari orang itu. Karena sering roh itu menyeret-nyeret dia, maka untuk menjaganya, ia dirantai dan dibelenggu, tetapi ia memutuskan segala pengikat itu dan ia dihalau oleh setan itu ke tempat-tempat yang sunyi.
30  Dan Yesus bertanya kepadanya: "Siapakah namamu?" Jawabnya: "Legion," karena ia kerasukan banyak setan.
31  Lalu setan-setan itu memohon kepada Yesus, supaya Ia jangan memerintahkan mereka masuk ke dalam jurang maut.
32  Adalah di sana sejumlah besar babi sedang mencari makan di lereng gunung, lalu setan-setan itu meminta kepada Yesus, supaya Ia memperkenankan mereka memasuki babi-babi itu. Yesus mengabulkan permintaan mereka.
33  Lalu keluarlah setan-setan itu dari orang itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau lalu mati lemas.
34  Setelah penjaga-penjaga babi itu melihat apa yang telah terjadi, mereka lari lalu menceritakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya.
35  Dan keluarlah orang-orang untuk melihat apa yang telah terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan mereka menjumpai orang yang telah ditinggalkan setan-setan itu duduk di kaki Yesus; ia telah berpakaian dan sudah waras. Maka takutlah mereka.
36  Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu memberitahukan kepada mereka, bagaimana orang yang dirasuk setan itu telah diselamatkan.
37  Lalu seluruh penduduk daerah Gerasa meminta kepada Yesus, supaya Ia meninggalkan mereka, sebab mereka sangat ketakutan. Maka naiklah Ia ke dalam perahu, lalu berlayar kembali.
38  Dan orang yang telah ditinggalkan setan-setan itu meminta supaya ia diperkenankan menyertai-Nya. Tetapi Yesus menyuruh dia pergi, kata-Nya:
39  "Pulanglah ke rumahmu dan ceriterakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu." Orang itupun pergi mengelilingi seluruh kota dan memberitahukan segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+8-11
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+8-11

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 3 Januari -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

Yohanes 4:1-42

Yohanes 4:1-42 mengisahkan perjumpaan Yesus dengan perempuan Samaria di sumur Yakub, sebuah peristiwa yang menyoroti kasih dan keselamatan yang tersedia bagi semua orang. Dalam percakapan ini, Yesus menawarkan "air hidup" yang melambangkan kehidupan kekal dan kepuasan rohani sejati.

Pada awalnya perempuan Samaria tidak paham akan makna perkataan Yesus, tetapi melalui dialog yang penuh kasih, ia menyadari bahwa Yesus adalah Mesias. Peristiwa ini menunjukkan bahwa keselamatan tidak terbatas hanya untuk bangsa Yahudi, tetapi juga diberikan kepada mereka yang dianggap rendah oleh masyarakat pada waktu itu. Yesus mendobrak batas sosial budaya, mengajarkan bahwa kasih Allah melampaui segala perbedaan.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang dialami Yesus dan yang akan Dia lakukan? (1-3)
2. Di daerah manakah Yesus melintas, siapa yang Dia temui, dan apa yang Yesus minta dari perempuan itu? (4-9)
3. Perihal apa sajakah yang mereka percakapkan? (10-26)
4. Saat murid-murid Yesus datang, apa yang dilakukan oleh Yesus dan perempuan itu? (27-30)
5. Apa yang Yesus katakan perihal makanan? (31-38)
6. Bagaimana respons banyak orang? (39-44)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Hal-hal penting apa saja yang dapat Anda pelajari dari cara Yesus berbicara dengan perempuan Samaria?
2. Bagaimana perempuan Samaria menunjukkan perubahan setelah bertemu Yesus?

Apa respons Anda?
1. Bagaimana kisah perempuan Samaria mengingatkan Anda untuk bersyukur atas kasih dan penerimaan Yesus?
2. Apa yang dapat Anda lakukan dengan belajar dari perempuan Samaria tentang menerima pembaruan dari Tuhan?

Pokok Doa:
Memohon agar tiap anggota keluarga mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus dan mengikuti teladan-Nya.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+4:1-42
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+4:1-42

Yohanes 4:1-42

 1  Ketika Tuhan Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes
 2  --meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya, --
 3  Iapun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea.
 4  Ia harus melintasi daerah Samaria.
 5  Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.
 6  Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.
 7  Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum."
 8  Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.
 9  Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
10  Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."
11  Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?
12  Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?"
13  Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
14  tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."
15  Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."
16  Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini."
17  Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,
18  sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."
19  Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.
20  Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah."
21  Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.
22  Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
23  Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
24  Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
25  Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami."
26  Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau."
27  Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorangpun yang berkata: "Apa yang Engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?"
28  Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:
29  "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?"
30  Maka merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.
31  Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya: "Rabi, makanlah."
32  Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal."
33  Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: "Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?"
34  Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
35  Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.
36  Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.
37  Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai.
38  Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka."
39  Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat."
40  Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Iapun tinggal di situ dua hari lamanya.
41  Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya,
42  dan mereka berkata kepada perempuan itu: "Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 3 Januari -- Yohanes 4:1-42 - Keuniversalan Keselamatan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 3 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 4:1-42

Judul: Keuniversalan Keselamatan

Agama Yahudi sangatlah eksklusif. Eksklusivitasnya mencakup: perjanjian dengan Allah, Hukum Taurat, dan Tanah Perjanjian. Dari hal itu, muncul pandangan bahwa di luar Yahudi tak mungkin diselamatkan, termasuk orang Samaria.

Orang Yahudi dan Samaria sudah bermusuhan sejak lama. Akan tetapi, dalam teks ini kita melihat Tuhan Yesus, yang merupakan seorang Yahudi, justru datang dan meminta minum dari perempuan Samaria.

Ada empat hal menarik dari peristiwa itu. Pertama, tindakan Yesus datang dan minta minum kepada perempuan Samaria adalah tindakan yang tidak lazim pada masa itu (7-8). Dan Yesus menyampaikan kabar keselamatan dan akan memberikan air hidup kepada perempuan Samaria itu (10).

Kedua, Yesus mengajarkan, umat tidak perlu menyembah Allah di suatu tempat tertentu, entah itu di Bait Allah di Yerusalem maupun di atas Gunung Gerizim karena mereka akan menyembah Allah dalam Roh dan Kebenaran (21-23).

Ketiga, Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Mesias kepada perempuan Samaria tersebut (26). Padahal, dalam sepanjang pelayanannya, Tuhan Yesus jarang sekali mau mengakui diri-Nya sebagai Mesias. Akan tetapi, justru di depan perempuan Samaria ini, Tuhan Yesus mengakuinya.

Keempat, perempuan Samaria itu pergi dan menceritakan peristiwa itu kepada orang lain. Kemudian, banyak orang berbondong-bondong datang kepada Yesus dan mengakui bahwa Yesus adalah Mesias.

Dari keempat hal itu, jelas bahwa Mesias bukan milik orang Yahudi saja, melainkan milik semua bangsa. Oleh sebab itulah, Yesus memberitakan kabar keselamatan kepada orang Samaria dan mengatakan bahwa Allah itu universal dan tidak membatasi umat-Nya dalam hal tempat beribadah. Semua bangsa dari segala penjuru dunia dapat beribadah kepada-Nya di mana saja.

Oleh karena itu, janganlah kita membatasi Tuhan Yesus dalam kotak-kotak suku, agama, atau bangsa. Akan tetapi, beritakanlah tentang Mesias kepada siapa saja karena Dia adalah milik seluruh umat manusia. [YGM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/03/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+4:1-42
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+4:1-42

Yohanes 4:1-42

 1  Ketika Tuhan Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes
 2  --meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya, --
 3  Iapun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea.
 4  Ia harus melintasi daerah Samaria.
 5  Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.
 6  Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.
 7  Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum."
 8  Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.
 9  Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
10  Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."
11  Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?
12  Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?"
13  Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
14  tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."
15  Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."
16  Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini."
17  Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,
18  sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."
19  Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.
20  Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah."
21  Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.
22  Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
23  Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
24  Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
25  Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami."
26  Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau."
27  Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorangpun yang berkata: "Apa yang Engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?"
28  Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:
29  "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?"
30  Maka merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.
31  Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya: "Rabi, makanlah."
32  Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal."
33  Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: "Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?"
34  Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
35  Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.
36  Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.
37  Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai.
38  Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka."
39  Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat."
40  Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Iapun tinggal di situ dua hari lamanya.
41  Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya,
42  dan mereka berkata kepada perempuan itu: "Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 2 Januari -- KELUARAN 3 - PANGGILAN ALLAH

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 2 Januari 2026
Bacaan : KELUARAN 3
Setahun: Kejadian 4-7
Nats: "Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir." (Keluaran 3:10)

Renungan:

PANGGILAN ALLAH

Perjumpaan David Livingstone muda, misionaris dari Skotlandia, dengan Robert Moffat, seorang misionaris di Afrika, mengubah jalan hidup David. Ia kemudian melihat visi yang Allah berikan melalui kesaksian Robert Moffat tentang kebutuhan orang-orang di Afrika akan Injil. Sebuah perjumpaan yang mengubah hidup karena menemukan panggilan Allah.

Itulah juga yang dialami oleh Musa. Hari itu, Musa sedang berada di seberang padang gurun, di sekitar gunung Horeb. Ia ada di sana sebagai seorang penggembala ternak mertuanya. Musa tampaknya berusaha melupakan masa lalunya di Mesir. Namun, Allah tidak melupakan Musa dan berinisiatif menjumpainya secara pribadi. Melalui pemandangan semak yang menyala-nyala, tetapi tidak hangus terbakar, Allah berbicara kepada Musa dan memanggilnya untuk menyelamatkan umat Israel. Allah memperkenalkan dirinya sebagai Allah Yang Kudus sehingga Musa harus menanggalkan kasutnya. Allah juga memperkenalkan diri sebagai Allah nenek moyang Musa dan Allah yang tidak melupakan umat-Nya. Musa belajar mengenal arah hidupnya bukan lagi dari sudut pandang dirinya saja, tetapi dari cara pandang Allah. Musa belajar melihat kebutuhan umat Allah bukan hanya sekadar kebutuhan hidupnya sendiri. Musa belajar untuk melihat panggilan Allah.

Sampai hari ini Allah terus bekerja dalam kehidupan kita secara pribadi. Ia mau kita mengenal-Nya dengan benar dan menemukan panggilan hidup kita. Perjumpaan dengan Allah dan pengenalan akan Allah memang akan mengubahkan hidup kita, dari hidup untuk diri sendiri menjadi hidup yang dipakai Tuhan. Bersediakah kita menundukkan diri kepada-Nya? --DSK/www.renunganharian.net
   
PERJUMPAAN DENGAN ALLAH MENGUBAH ARAH HIDUP KITA UNTUK MENJADI ALAT DI TANGAN-NYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/02/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KELUARAN+3

KELUARAN 3

 1  Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.
 2  Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.
 3  Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?"
 4  Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah."
 5  Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."
 6  Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.
 7  Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.
 8  Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.
 9  Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka.
10  Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir."
11  Tetapi Musa berkata kepada Allah: "Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?"
12  Lalu firman-Nya: "Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini."
13  Lalu Musa berkata kepada Allah: "Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? --apakah yang harus kujawab kepada mereka?"
14  Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."
15  Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.
16  Pergilah, kumpulkanlah para tua-tua Israel dan katakanlah kepada mereka: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakub, telah menampakkan diri kepadaku, serta berfirman: Aku sudah mengindahkan kamu, juga apa yang dilakukan kepadamu di Mesir.
17  Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
18  Dan bilamana mereka mendengarkan perkataanmu, maka engkau harus beserta para tua-tua Israel pergi kepada raja Mesir, dan kamu harus berkata kepadanya: TUHAN, Allah orang Ibrani, telah menemui kami; oleh sebab itu, izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami.
19  Tetapi Aku tahu, bahwa raja Mesir tidak akan membiarkan kamu pergi, kecuali dipaksa oleh tangan yang kuat.
20  Tetapi Aku akan mengacungkan tangan-Ku dan memukul Mesir dengan segala perbuatan yang ajaib, yang akan Kulakukan di tengah-tengahnya; sesudah itu ia akan membiarkan kamu pergi.
21  Dan Aku akan membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa ini, sehingga, apabila kamu pergi, kamu tidak pergi dengan tangan hampa,
22  tetapi tiap-tiap perempuan harus meminta dari tetangganya dan dari perempuan yang tinggal di rumahnya, barang-barang perak dan emas dan kain-kain, yang akan kamu kenakan kepada anak-anakmu lelaki dan perempuan; demikianlah kamu akan merampasi orang Mesir itu."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+4-7
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+4-7

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]