e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 19 Mei 2026
Bacaan : KISAH PARA RASUL 16:1-12
Setahun: 2 Tawarikh 32-34
Nats: Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: Ada seorang Makedonia berdiri di situ dan memohon kepadanya, "Menyeberanglah ke Makedonia dan tolonglah kami!" (Kisah Para Rasul 16:9)
Renungan:
TOLONGLAH KAMI!
Suatu malam, seorang pria sedang berjalan pulang ketika mendengar suara lirih dari gang sempit. Ia ragu, tapi suara itu makin jelas didengarnya, "Tolong ...." Pria itu berjalan ke arah datangnya suara dan menemukan seorang kakek yang tergeletak tak berdaya. Ia pun langsung menolongnya. Kakek itu menangis sambil berkata, "Banyak orang lewat, tapi hanya kamu yang mendengar dan menolongku."
Bacaan hari ini menceritakan perjalanan misi Paulus yang kedua. Ia bertemu Timotius dan mengajaknya ikut dalam pelayanan. Dalam perjalanan, Paulus beberapa kali dicegah oleh Roh Kudus untuk pergi ke wilayah tertentu. Hingga ia mendapat penglihatan tentang seorang pria Makedonia yang berseru, "Tolonglah kami!" Seruan itu bukan hanya sekadar permintaan, tapi jeritan jiwa yang haus akan Injil, seruan pertolongan. Dan Paulus tidak mengabaikannya. Ia segera mengubah rencana perjalanannya dan pergi ke Makedonia karena tahu bahwa seruan itu datang dari Tuhan (ay. 10). Mereka menyadari bahwa jika Tuhan sudah berbicara maka mereka harus taat.
Di sekitar kita hari ini banyak suara serupa yang mungkin kita dengar dengan jelas. Kita mendengar tentang tetangga yang kesepian, rekan kerja yang kesulitan, atau teman yang kehilangan harapan. Mereka tidak selalu berkata langsung, tapi sikap dan ekspresi mereka mungkin sedang berseru, "Tolong saya!" Apakah kita peka? Tuhan sering kali menyampaikan kehendak-Nya melalui kebutuhan orang lain. Ketika kita bersedia membuka mata dan hati, kita sedang menyatakan kehadiran Tuhan yang menjawab doa mereka. --SYS/www.renunganharian.net
KADANG, PANGGILAN TUHAN KEPADA KITA TIDAK TERDENGAR SEBAGAI SUARA DARI LANGIT, TAPI DALAM BENTUK KEBUTUHAN ORANG-ORANG DI SEKITAR KITA.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KISAH+PARA+RASUL+16:1-12
KISAH PARA RASUL 16:1-12
1 Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani.
2 Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium,
3 dan Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.
4 Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya.
5 Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya.
6 Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.
7 Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka.
8 Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas.
9 Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!"
10 Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.
11 Lalu kami bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake, dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis;
12 dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Tawarikh+32-34
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Tawarikh+32-34
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 19 Mei 2026
Bacaan : KISAH PARA RASUL 16:1-12
Setahun: 2 Tawarikh 32-34
Nats: Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: Ada seorang Makedonia berdiri di situ dan memohon kepadanya, "Menyeberanglah ke Makedonia dan tolonglah kami!" (Kisah Para Rasul 16:9)
Renungan:
TOLONGLAH KAMI!
Suatu malam, seorang pria sedang berjalan pulang ketika mendengar suara lirih dari gang sempit. Ia ragu, tapi suara itu makin jelas didengarnya, "Tolong ...." Pria itu berjalan ke arah datangnya suara dan menemukan seorang kakek yang tergeletak tak berdaya. Ia pun langsung menolongnya. Kakek itu menangis sambil berkata, "Banyak orang lewat, tapi hanya kamu yang mendengar dan menolongku."
Bacaan hari ini menceritakan perjalanan misi Paulus yang kedua. Ia bertemu Timotius dan mengajaknya ikut dalam pelayanan. Dalam perjalanan, Paulus beberapa kali dicegah oleh Roh Kudus untuk pergi ke wilayah tertentu. Hingga ia mendapat penglihatan tentang seorang pria Makedonia yang berseru, "Tolonglah kami!" Seruan itu bukan hanya sekadar permintaan, tapi jeritan jiwa yang haus akan Injil, seruan pertolongan. Dan Paulus tidak mengabaikannya. Ia segera mengubah rencana perjalanannya dan pergi ke Makedonia karena tahu bahwa seruan itu datang dari Tuhan (ay. 10). Mereka menyadari bahwa jika Tuhan sudah berbicara maka mereka harus taat.
Di sekitar kita hari ini banyak suara serupa yang mungkin kita dengar dengan jelas. Kita mendengar tentang tetangga yang kesepian, rekan kerja yang kesulitan, atau teman yang kehilangan harapan. Mereka tidak selalu berkata langsung, tapi sikap dan ekspresi mereka mungkin sedang berseru, "Tolong saya!" Apakah kita peka? Tuhan sering kali menyampaikan kehendak-Nya melalui kebutuhan orang lain. Ketika kita bersedia membuka mata dan hati, kita sedang menyatakan kehadiran Tuhan yang menjawab doa mereka. --SYS/www.renunganharian.net
KADANG, PANGGILAN TUHAN KEPADA KITA TIDAK TERDENGAR SEBAGAI SUARA DARI LANGIT, TAPI DALAM BENTUK KEBUTUHAN ORANG-ORANG DI SEKITAR KITA.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KISAH+PARA+RASUL+16:1-12
KISAH PARA RASUL 16:1-12
1 Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani.
2 Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium,
3 dan Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.
4 Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya.
5 Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya.
6 Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.
7 Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka.
8 Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas.
9 Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!"
10 Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.
11 Lalu kami bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake, dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis;
12 dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Tawarikh+32-34
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Tawarikh+32-34
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA