(e-SH) 9 Mei -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

Hakim-hakim 15

Ketika kita membaca kisah tentang dua bangsa yang berseteru, kita kerap kali mencari pihak mana yang lebih benar dan pihak mana yang lebih kuat. Ketika kita membaca pasal ini, biasanya kita melihat antara Simson (seorang Israel) dan orang Filistin. Namun, yang menentukan segalanya, termasuk hasil akhir dari perseteruan, bukanlah orang Filistin, bukan pula Simson, melainkan Allah sendiri.

Apa saja yang Anda baca?
1. Siapa yang Simson ingin temui? Apa respons yang ia terima, dan mengapa? (1-2)
2. Apa yang Simson perbuat karena respons itu? (3-5)
3. Apa tindakan orang Filistin, dan apa balasan Simson? (6-8)
4. Apa strategi yang orang Filistin gunakan untuk menangkap Simson? Apa respons Simson? (9-13)
5. Apa yang terjadi saat Roh TUHAN menguasai Simson? (14-17)
6. Ketika Simson haus, apa yang ia lakukan dan apa yang TUHAN lakukan? (18-19)
7. Berapa lama Simson memerintah sebagai hakim? (20)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apa yang menyebabkan pembalasan yang tidak ada hentinya?
2. Ketika Simson diikat dan diserahkan ke dalam tangan orang Filistin, apakah ia kalah? Mengapa, atau mengapa tidak?
3. Benarkah Simson berhasil mengalahkan orang Filistin karena ia sangat kuat dan tidak terkalahkan? Mengapa?
4. Pada akhirnya, siapa yang terkuat dalam kisah ini? Mengapa?

Apa respons Anda?
1. Bagaimana Anda akan berdoa kepada Tuhan agar Anda dapat menghadapi berbagai permasalahan dan konflik yang datang dalam hidup Anda?
2. Bagaimana Anda akan bersikap ketika Anda mengalami kemunduran atau keberhasilan besar?

Pokok Doa:
Bersyukur atas kuasa Tuhan yang luar biasa bagi setiap umat-Nya dalam situasi dan keadaan apa pun.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+17
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+17

Hakim-hakim 15

 1  Beberapa waktu kemudian, dalam musim menuai gandum, pergilah Simson mengunjungi isterinya, dengan membawa seekor anak kambing, serta berkata: "Aku mau ke kamar mendapatkan isteriku." Tetapi ayah perempuan itu tidak membiarkan dia masuk.
 2  Kata ayah perempuan itu: "Aku telah menyangka, bahwa engkau benci sama sekali kepadanya, sebab itu aku memberikannya kepada kawanmu. Bukankah adiknya lebih cantik dari padanya? Baiklah kauambil itu bagimu sebagai gantinya."
 3  Lalu kata Simson kepadanya: "Sekali ini aku tidak bersalah terhadap orang Filistin, apabila aku mendatangkan celaka kepada mereka."
 4  Maka pergilah Simson, ditangkapnya tiga ratus anjing hutan, diambilnya obor, diikatnya ekor dengan ekor dan ditaruhnya sebuah obor di antara tiap-tiap dua ekor.
 5  Kemudian dinyalakannyalah obor itu dan dilepaskannya anjing-anjing hutan itu ke gandum yang belum dituai kepunyaan orang Filistin, sehingga terbakarlah tumpukan-tumpukan gandum dan gandum yang belum dituai dan kebun-kebun pohon zaitun.
 6  Berkatalah orang Filistin: "Siapakah yang melakukan ini?" Orang menjawab: "Simson, menantu orang Timna itu, sebab orang itu telah mengambil isteri Simson dan memberikannya kepada kawannya." Kemudian pergilah orang Filistin ke sana dan membakar perempuan itu beserta ayahnya.
 7  Lalu berkatalah Simson kepada mereka: "Jika kamu berbuat demikian, sesungguhnya aku takkan berhenti sebelum aku membalaskannya kepada kamu."
 8  Dan dengan pukulan yang hebat ia meremukkan tulang-tulang mereka. Lalu pergilah ia dan tinggal dalam gua di bukit batu Etam.
 9  Lalu majulah orang Filistin dan berkemah di daerah Yehuda serta memencar ke Lehi.
10  Berkatalah orang-orang Yehuda: "Mengapa kamu maju menyerang kami?" Lalu jawab mereka: "Kami maju untuk mengikat Simson dan memperlakukan dia seperti dia memperlakukan kami."
11  Kemudian turunlah tiga ribu orang dari suku Yehuda ke gua di gunung batu Etam dan berkata kepada Simson: "Tidakkah kauketahui, bahwa orang Filistin berkuasa atas kita? Apakah juga yang telah kauperbuat terhadap kami?" Tetapi jawabnya kepada mereka: "Seperti mereka memperlakukan aku, demikianlah aku memperlakukan mereka."
12  Kata mereka kepadanya: "Kami datang ke sini untuk mengikat dan menyerahkan engkau ke dalam tangan orang Filistin." Tetapi jawab Simson kepada mereka: "Bersumpahlah kepadaku, bahwa kamu sendiri tidak akan menyerang aku."
13  Lalu kata mereka kepadanya: "Tidak, kami hanya mau mengikat engkau dan menyerahkan engkau ke dalam tangan mereka, tetapi membunuh engkau kami tidak mau." Maka mereka mengikat dia dengan dua tali baru dan membawa dia dari bukit batu itu.
14  Setelah ia sampai ke Lehi dan orang-orang Filistin mendatangi dia dengan bersorak-sorak, maka berkuasalah Roh TUHAN atas dia dan tali-tali pada tangannya menjadi seperti batang rami yang telah habis dimakan api dan segala pengikatnya hancur tanggal dari tangannya.
15  Kemudian ia menemui sebuah tulang rahang keledai yang masih baru, diulurkannya tangannya, dipungutnya dan dipukulnya mati seribu orang dengan tulang itu.
16  Berkatalah Simson: "Dengan rahang keledai bangsa keledai itu kuhajar, dengan rahang keledai seribu orang kupukul."
17  Setelah berkata demikian, dilemparnya tulang rahang itu dari tangannya. Kemudian dinamailah tempat itu Ramat Lehi.
18  Ketika ia sangat haus, berserulah ia kepada TUHAN: "Oleh tangan hamba-Mu ini telah Kauberikan kemenangan yang besar itu, masakan sekarang aku akan mati kehausan dan jatuh ke dalam tangan orang-orang yang tidak bersunat itu!"
19  Kemudian Allah membelah liang batu yang di Lehi itu, dan keluarlah air dari situ. Ia minum, lalu menjadi kuat dan segar kembali. Sebab itu dinamailah mata air itu Mata Air Penyeru, yang sampai sekarang masih ada di Lehi.
20  Ia memerintah sebagai hakim atas orang Israel dalam zaman orang Filistin, dua puluh tahun lamanya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 9 Mei -- IBRANI 12:1-17 - WASPADAI AKAR PAHIT!

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 9 Mei 2026
Bacaan : IBRANI 12:1-17
Setahun: 1 Tawarikh 25-27
Nats: Jagalah supaya jangan ada seorang pun kehilangan anugerah Allah, agar jangan tumbuh akar pahit yang menimbulkan kerusuhan dan mencemarkan banyak orang. (Ibrani 12:15)

Renungan:

WASPADAI AKAR PAHIT!

Hak kesulungan melambangkan berkat rohani dan tanggung jawab kepemimpinan keluarga. Namun, Esau rela menjualnya kepada Yakub demi sepiring makanan. Ia tidak berpikir panjang dengan mempertimbangkan dampaknya. Ia hanya berpikir perkara duniawi, mengutamakan kenikmatan sesaat. Karena itu penulis kitab Ibrani membahasakan tindakan Esau ini dengan istilah cabul. Sebab, Esau mencemari atau menghina hal-hal rohani, tidak hormat terhadap kekudusan. Pilihannya yang gegabah itu pun membawa penyesalan mendalam tetapi tidak dapat dipulihkan. Dalam kemarahannya, Esau dendam terhadap Yakub, dan rusaklah kesatuan mereka sebagai keluarga.

Kisah Esau ini menjadi peringatan supaya kita jangan kehilangan anugerah Allah. Bukan berarti bahwa Allah mencabut keselamatan secara sewenang-wenang. Namun, respons kita yang gagal hidup dalam kasih karunia Allah itulah yang dapat membuat kita kehilangan anugerah-Nya. Dengan kata lain, kita dapat kehilangan kasih karunia Allah karena sikap hati kita sendiri yang menjauh, mengabaikan, atau menolaknya dengan berlaku dosa, memendam kepahitan dan hidup dalam ketidaktaatan.

Kita harus senantiasa waspada, berjaga-jaga terhadap hal-hal kecil dalam hati, yang berpotensi merusak. Kita perlu membersihkan hati secara rutin dari luka atau kepahitan yang belum beres. Cepat berdamai dan melepaskan pengampunan, supaya tidak berkembang menjadi akar pahit. Sebab akar pahit tidak hanya merusak diri-sendiri, melainkan dapat menjalar kepada orang lain, menghasilkan pertengkaran dan perpecahan. --EBL/www.renunganharian.net
   
LIBATKANLAH TUHAN DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN SUPAYA JANGAN BERAKHIR PADA PENYESALAN YANG TAK TERPULIHKAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?IBRANI+12:1-17

IBRANI 12:1-17

 1  Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
 2  Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
 3  Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.
 4  Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.
 5  Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
 6  karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."
 7  Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?
 8  Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.
 9  Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?
10  Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.
11  Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
12  Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah;
13  dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.
14  Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.
15  Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
16  Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.
17  Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Tawarikh+25-27
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Tawarikh+25-27

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 9 Mei -- Hakim-hakim 17 - Perbuatan Salah Dianggap Bawa Berkat

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 9 Mei 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 17

Judul: Perbuatan Salah Dianggap Bawa Berkat

Hakim-hakim 17-21 terdiri dari dua kisah besar yang sebenarnya terjadi pada awal zaman hakim-hakim karena menceritakan cucu Musa dan cucu Harun. Kelima pasal ini ditaruh di akhir Kitab Hakim-hakim untuk menekankan "pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel dan setiap orang melakukan apa yang benar menurut pandangannya sendiri" (6; bdk. 21:25).

Mikha mengakui bahwa ia mencuri uang ibunya sebesar 1.100 keping perak setelah ia mendengar ibunya mengutuki orang yang mencuri uang tersebut (1-2). Mikha mengembalikannya, tetapi ibunya bersikeras agar uang itu dikuduskan bagi TUHAN serta digunakan oleh Mikha untuk membuat patung pahatan dan patung tuangan. Patung-patung itu ditaruh di rumah Mikha (3-4). Di rumah sembahyang Mikha terdapat efod dan terafim, dan seorang anak laki-lakinya ditahbiskan menjadi imam (5).

Ketika ada seorang Lewi lewat, Mikha memintanya untuk menjadi bapa dan imam di rumahnya (7-11). Mikha pun menahbiskan orang Lewi itu dan mengatakan bahwa TUHAN akan berbuat baik kepadanya karena seorang Lewi telah menjadi imam baginya (12-13).

Ibu Mikha mau menguduskan uang itu bagi TUHAN, tetapi melakukan tindakan yang sangat dibenci TUHAN, yaitu membuat patung pahatan atau patung tuangan (Ul. 27:15). Mikha mengangkat seorang Lewi menjadi imam, padahal orang itu bukan keturunan Harun (lihat Hak. 18:30), tetapi ia tetap yakin bahwa TUHAN berkenan kepada perbuatannya.

Hal seperti ini terjadi karena umat Allah pada masa itu tidak mengetahui apa yang merupakan perintah dan larangan TUHAN. Ironisnya, hal seperti ini juga sering terjadi dalam kehidupan orang Kristen zaman sekarang. Kita mengaku percaya kepada Tuhan, tetapi kita masih mau melakukan apa yang dibenci Allah, lalu secara sepihak berpikir bahwa Allah senang dengan hidup kita.

Karena itu, mari kita belajar mengenal firman Allah dengan benar agar kita tidak jatuh ke dalam kesalahan yang menakutkan seperti ini. Kenali Dia dan lakukan apa yang benar! [INT]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+17
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+17

Hakim-hakim 17

 1  Ada seorang dari pegunungan Efraim, Mikha namanya.
 2  Berkatalah ia kepada ibunya: "Uang perak yang seribu seratus itu, yang diambil orang dari padamu dan yang karena itu kauucapkan kutuk--aku sendiri mendengar ucapanmu itu--memang uang itu ada padaku, akulah yang mengambilnya." Lalu kata ibunya: "Diberkatilah kiranya anakku oleh TUHAN."
 3  Sesudah itu dikembalikannyalah uang perak yang seribu seratus itu kepada ibunya. Tetapi ibunya berkata: "Aku mau menguduskan uang itu bagi TUHAN, aku menyerahkannya untuk anakku, supaya dibuat patung pahatan dan patung tuangan dari pada uang itu. Maka sekarang, uang itu kukembalikan kepadamu."
 4  Tetapi orang itu mengembalikan uang itu kepada ibunya, lalu perempuan itu mengambil dua ratus uang perak dan memberikannya kepada tukang perak, yang membuat patung pahatan dan patung tuangan dari pada uang itu; lalu patung itu ditaruh di rumah Mikha.
 5  Mikha ini mempunyai kuil. Dibuatnyalah efod dan terafim, ditahbiskannya salah seorang anaknya laki-laki, yang menjadi imamnya.
 6  Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.
 7  Maka ada seorang muda dari Betlehem-Yehuda, dari kaum Yehuda; ia seorang Lewi dan tinggal di sana sebagai pendatang.
 8  Lalu orang itu keluar dari kota Betlehem-Yehuda untuk menetap sebagai pendatang di mana saja ia mendapat tempat; dan dalam perjalanannya itu sampailah ia ke pegunungan Efraim di rumah Mikha.
 9  Bertanyalah Mikha kepadanya: "Engkau dari mana?" Jawabnya kepadanya: "Aku orang Lewi dari Betlehem-Yehuda, dan aku pergi untuk menetap sebagai pendatang di mana saja aku mendapat tempat."
10  Lalu kata Mikha kepadanya: "Tinggallah padaku dan jadilah bapak dan imam bagiku; maka setiap tahun aku akan memberikan kepadamu sepuluh uang perak, sepasang pakaian serta makananmu."
11  Orang Lewi itu setuju untuk tinggal padanya. Maka orang muda itu menjadi seperti salah seorang anaknya sendiri.
12  Mikha mentahbiskan orang Lewi itu; orang muda itu menjadi imamnya dan diam di rumah Mikha.
13  Lalu kata Mikha: "Sekarang tahulah aku, bahwa TUHAN akan berbuat baik kepadaku, karena ada seorang Lewi menjadi imamku."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 8 Mei -- LUKAS 10:1-20 - SUKACITA YANG UTAMA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 8 Mei 2026
Bacaan : LUKAS 10:1-20
Setahun: 1 Tawarikh 22-24
Nats: "Meskipun demikian, janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu terdaftar di surga." (Lukas 10:20)

Renungan:

SUKACITA YANG UTAMA

Sebagai seorang Kristen, kita pasti bergembira ketika ambil bagian dalam pelayanan yang membawa hasil yang baik. Misalnya, kita memimpin pujian dalam ibadah yang memberkati banyak jemaat. Kita memberitakan Injil dan menuntun orang-orang kepada Kristus. Kita melakukan pelayanan pelepasan serta menolong orang yang kerasukan roh jahat. Kita berdoa dan orang-orang sakit mengalami kesembuhan dan pemulihan. Serta beragam jenis pelayanan yang membuat kita bangga menjadi pengikut Kristus. Namun, dari semua itu, manakah yang seharusnya menjadi sukacita yang terbesar bagi seorang Kristen?

Selain memilih dua belas murid, Tuhan Yesus juga memilih tujuh puluh murid lainnya. Ia menetapkan mereka untuk pergi mendahului-Nya ke tempat-tempat yang akan dikunjungi-Nya. Mereka diberi beberapa instruksi dan larangan dalam menjalankan misi itu. Mereka juga diberi otoritas untuk melakukan berbagai mukjizat. Setelah itu, mereka kembali berkumpul. Ini semacam evaluasi pelayanan. Pengalaman mereka membuktikan bahwa kuasa Allah terpancar nyata dalam pelayanan mereka. Bahkan setan-setan pun takluk kepada mereka. Tak heran mereka diliputi kegembiraan.

Namun, dari semua pengalaman itu Tuhan Yesus mengingatkan bahwa sukacita mereka tidak boleh didasarkan pada perbuatan diri sendiri. Bukan pada prestasi pelayanan. Melainkan pada apa yang hanya dapat dikerjakan Allah sendiri bagi manusia berdosa. Yaitu, Dia menebus dan menyelamatkan kita. Dia menuliskan nama kita dalam Kitab Kehidupan di surga. Ya, merayakan keselamatan yang dianugerahkan-Nya itulah yang sepatutnya jadi sumber sukacita kita dalam melakukan berbagai pelayanan di dunia ini. --HT/www.renunganharian.net
   
KITA HANYA AKAN MENGALAMI SUKACITA YANG SEJATI DI SAAT KITA BERSANDAR PADA PERBUATAN-PERBUATAN ALLAH BAGI DIRI.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?LUKAS+10:1-20

LUKAS 10:1-20

 1  Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
 2  Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.
 3  Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.
 4  Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan.
 5  Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.
 6  Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
 7  Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.
 8  Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,
 9  dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.
10  Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah:
11  Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat.
12  Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."
13  "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.
14  Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
15  Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!
16  Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku."
17  Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."
18  Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
19  Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
20  Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Tawarikh+22-24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Tawarikh+22-24

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 8 Mei -- Hakim-hakim 16:23-31 - Allah yang Memberi Kesempatan Terakhir

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 8 Mei 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 16:23-31

Judul: Allah yang Memberi Kesempatan Terakhir

Allah kita yang penuh anugerah sering memberikan kesempatan kepada umat-Nya, bahkan yang telah melakukan kesalahan besar. Allah bahkan memberikan kesempatan terakhir yang menakjubkan.

Orang Filistin bukan hanya menghina Simson dengan membutakan, membelenggu, dan memperbudaknya, tetapi juga sering mengejek Simson dan menyuruh Simson untuk menghibur mereka (25).

Suatu waktu raja-raja kota Filistin mempersembahkan kurban sembelihan yang besar kepada Dagon, dan raja serta rakyat Filistin berkumpul di satu tempat. Mereka meminta Simson dijemput dari penjara untuk melawak (23-25).

Simson meminta agar ia dapat bersandar pada tiang penyangga rumah (26). Ia kemudian berseru kepada TUHAN untuk mengingatnya dan membuatnya kuat sekali itu saja. Tujuannya adalah membalas kepada orang Filistin atas kehilangan kedua matanya (28).

TUHAN mengabulkan doa Simson, yang kemudian memegang dan merobohkan dua tiang penyangga tengah, sehingga rumah itu menimpa dia beserta semua raja Filistin. Jumlah orang Filistin yang mati dibunuhnya saat ia mati sekitar 3.000 orang, lebih banyak daripada yang dibunuhnya pada waktu ia hidup (27, 29-30).

Mungkin ada yang berkata bahwa Simson mampu melakukan hal itu karena rambutnya tumbuh (lih. Hak. 16:22). Namun, tentu bukan rambut yang memberinya kekuatan, melainkan Allah yang memakai rambutnya sebagai sarana.

Permintaan Simson mungkin hanya untuk membalas musuhnya, tetapi Allah tetap mengabulkannya. Salah satu alasan yang mungkin adalah karena Simson tetap beriman kepada TUHAN yang telah meninggalkan dia (lih.Hak. 16:20), juga percaya Allahnya mampu memberikan kekuatan kepada dia untuk terakhir kalinya, dan ia terbukti benar.

Allah yang Simson kenal adalah Allah yang kita kenal juga. Allah yang masih memberi kesempatan terakhir kepada pahlawan iman-Nya juga akan memberi kesempatan kepada kita, pejuang iman pada masa kini. Berserulah, mintalah kepada Tuhan! [INT]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+16:23-31
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+16:23-31

Hakim-hakim 16:23-31

23  Sesudah itu berkumpullah raja-raja kota orang Filistin untuk mengadakan perayaan korban sembelihan yang besar kepada Dagon, allah mereka, dan untuk bersukaria; kata mereka: "Telah diserahkan oleh allah kita ke dalam tangan kita Simson, musuh kita."
24  Dan ketika orang banyak melihat Simson, mereka memuji allah mereka, sambil berseru: "Telah diserahkan oleh allah kita ke dalam tangan kita musuh kita, perusak tanah kita, dan yang membunuh banyak teman kita."
25  Ketika hati mereka riang gembira, berkatalah mereka: "Panggillah Simson untuk melawak bagi kita." Simson dipanggil dari penjara, lalu ia melawak di depan mereka, kemudian mereka menyuruh dia berdiri di antara tiang-tiang.
26  Berkatalah Simson kepada anak yang menuntun dia: "Lepaskan aku dan biarkanlah aku meraba-raba tiang-tiang penyangga rumah ini, supaya aku dapat bersandar padanya."
27  Adapun gedung itu penuh dengan laki-laki dan perempuan; segala raja kota orang Filistin ada di sana, dan di atas sotoh ada kira-kira tiga ribu orang laki-laki dan perempuan, yang menonton lawak Simson itu.
28  Berserulah Simson kepada TUHAN, katanya: "Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah, supaya dengan satu pembalasan juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin."
29  Kemudian Simson merangkul kedua tiang yang paling tengah, penyangga rumah itu, lalu bertopang kepada tiang yang satu dengan tangan kanannya dan kepada tiang yang lain dengan tangan kirinya.
30  Berkatalah Simson: "Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini." Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya.
31  Sesudah itu datanglah ke sana saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya, mereka mengangkat dia dan membawanya dari sana, lalu menguburkannya di antara Zora dan Esytaol di dalam kubur Manoah, ayahnya. Dia memerintah sebagai hakim atas orang Israel dua puluh tahun lamanya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 7 Mei -- LUKAS 5:27-32 - MENJADI "JEMBATAN"

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 7 Mei 2026
Bacaan : LUKAS 5:27-32
Setahun: 1 Tawarikh 18-21
Nats: Kemudian Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya. Sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama mereka. (Lukas 5:29)

Renungan:

MENJADI "JEMBATAN"

Ketika akan berpindah ke tempat baru, terkadang kita akan mencari orang yang berasal dari tempat baru itu. Dari orang itu, kita mendapat banyak informasi mengenai tempat itu seperti: keadaan, kebiasaan, budaya, dan lainnya. Kita pun dapat dikenalkan dengan orang-orang di sana sehingga tidak kesulitan dalam berinteraksi. Orang ini telah menjadi "jembatan" bagi kita.

Setelah Lewi, seorang pemungut cukai, mengikut Yesus, ia mengadakan perjamuan besar untuk Yesus. Lewi tentunya bersyukur bahwa Yesus berkenan memanggilnya, orang yang terpinggirkan, sehingga karena sukacitanya, ia mengadakan perjamuan. Hal yang menarik adalah ia tidak hanya mengundang Yesus saja, tetapi di situ ada teman-teman lamanya, sesama pemungut cukai dan orang-orang berdosa, yang ikut makan.

Lewi telah memberikan dirinya menjadi "jembatan" bagi banyak pemungut cukai dan orang-orang berdosa untuk dapat berjumpa dengan Yesus melalui perjamuan makan itu. Tentunya bukan hal yang mudah bagi orang-orang yang terpinggirkan karena statusnya, untuk dapat berelasi dengan Yesus. Dan ternyata hal ini menjadi cemoohan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang beranggapan bahwa Yesus tidak pantas makan bersama dengan mereka.

Di sekitar kita ada banyak orang yang belum mengenal Yesus, malu, takut, atau tidak tahu bagaimana cara mengenal Yesus. Mereka sedang menanti-nantikan siapa yang akan menolong mereka. Marilah kita yang telah mengenal Dia, menyediakan diri menjadi "jembatan" bagi mereka untuk berjumpa dan mengenal Yesus, dengan menceritakan kasih Kristus kepada mereka. --ANT/www.renunganharian.net
   
JADILAH "JEMBATAN" UNTUK BANYAK ORANG KEPADA YESUS.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?LUKAS+5:27-32

LUKAS 5:27-32

27  Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!"
28  Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.
29  Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia.
30  Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: "Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
31  Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit;
32  Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Tawarikh+18-21
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Tawarikh+18-21

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 7 Mei -- Hakim-hakim 16:1-22 - Ironi dalam Kehidupan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 7 Mei 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 16:1-22

Judul: Ironi dalam Kehidupan

Penulis Alkitab kadang menulis dengan memakai ironi. Dalam nas hari ini, ada ironi yang menyedihkan. Pada bagian awal kita membaca tentang kehebatan Simson, tetapi di akhir kita melihat bahwa Simson menjadi buta dan tidak berdaya.

Ketika Simson pergi ke Gaza dan menghampiri seorang wanita pelacur, orang Gaza berencana untuk menangkapnya. Namun, Simson mencabut daun pintu gerbang kota dan kedua tiangnya, serta mengangkat semuanya ke puncak gunung (1-3).

Simson kemudian jatuh cinta kepada seorang perempuan bernama Delila. Raja-raja Filistin yang tahu, kemudian meminta Delila untuk mencari tahu rahasia kekuatan Simson dengan masing-masing akan memberi bayaran 1.100 keping perak kepada Delila (4-5).

Tiga kali pertama Simson memberikan informasi yang salah kepada Delila (6-14), tetapi Delila tidak putus asa. Ia menuduh Simson tidak mencintainya dan merengek-rengek berhari-hari (15-16). Simson yang tidak tahan akhirnya mengatakan bahwa rahasia kekuatannya ada pada rambutnya. Akibatnya, Delila mencukur rambut Simson, dan TUHAN pun meninggalkan Simson (19-20). Orang Filistin kemudian menangkapnya dan mencungkil kedua matanya.

Mereka membawanya ke Gaza dan membelenggunya dengan dua rantai tembaga; ia diperbudak sebagai penggiling di penjara (21).

Perikop ini bermula dan berakhir di Gaza, tetapi dengan kondisi berlawanan. Kisah dimulai dengan pertunjukan kekuatan Simson yang luar biasa, dan berakhir dengan Simson menjadi buta, kehilangan kekuatan, dan melakukan pekerjaan budak. Sungguh ironis bahwa seorang hakim yang paling kuat ditaklukkan oleh seorang perempuan biasa (19).

Ironi juga dapat terjadi pada kita jika kita tidak taat pada perintah Allah. Paulus menasihatkan agar kita mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar (lih. Flp. 2:12). Kita semua bisa jatuh ke dalam dosa karena satu kesalahan atau kelalaian.

Bersandarlah selalu pada Allah agar kita dapat berakhir dengan indah dan baik! [INT]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+16:1-22
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+16:1-22

Hakim-hakim 16:1-22

 1  Pada suatu kali, ketika Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal, lalu menghampiri dia.
 2  Ketika diberitahukan kepada orang-orang Gaza: "Simson telah datang ke sini," maka mereka mengepung tempat itu dan siap menghadang dia semalam-malaman itu di pintu gerbang kota, tetapi semalam-malaman itu mereka tidak berbuat apa-apa, karena pikirnya: "Nanti pada waktu fajar kita akan membunuh dia."
 3  Tetapi Simson tidur di situ sampai tengah malam. Pada waktu tengah malam bangunlah ia, dipegangnya kedua daun pintu gerbang kota itu dan kedua tiang pintu, dicabutnyalah semuanya beserta palangnya, diletakkannya di atas kedua bahunya, lalu semuanya itu diangkatnya ke puncak gunung yang berhadapan dengan Hebron.
 4  Sesudah itu Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari lembah Sorek yang namanya Delila.
 5  Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin kepada perempuan itu sambil berkata: "Cobalah bujuk dia untuk mengetahui karena apakah kekuatannya demikian besar, dan dengan apakah kami dapat mengalahkan dia dan mengikat dia untuk menundukkannya. Maka kami masing-masing akan memberikan seribu seratus uang perak kepadamu."
 6  Lalu berkatalah Delila kepada Simson: "Ceritakanlah kiranya kepadaku, karena apakah kekuatanmu demikian besar, dan dengan apakah engkau harus diikat untuk ditundukkan?"
 7  Jawab Simson kepadanya: "Jika aku diikat dengan tujuh tali busur yang baru, yang belum kering, maka aku akan menjadi lemah dan menjadi seperti orang lain manapun juga."
 8  Lalu raja-raja kota orang Filistin membawa tujuh tali busur yang baru yang belum kering kepada perempuan itu dan ia mengikat Simson dengan tali-tali itu,
 9  sedang di kamarnya ada orang bersiap-siap. Kemudian berserulah perempuan itu kepadanya: "Orang-orang Filistin menyergap engkau, Simson!" Tetapi ia memutuskan tali-tali busur itu seperti tali rami yang terbakar putus, apabila kena api. Dan tidaklah ketahuan di mana duduk kekuatannya itu.
10  Kemudian berkatalah Delila kepada Simson: "Sesungguhnya engkau telah mempermain-mainkan dan membohongi aku. Sekarang ceritakanlah kiranya kepadaku dengan apa engkau dapat diikat."
11  Jawabnya kepadanya: "Jika aku diikat erat-erat dengan tali baru, yang belum terpakai untuk pekerjaan apapun, maka aku akan menjadi lemah dan menjadi seperti orang lain manapun juga."
12  Kemudian Delila mengambil tali baru, diikatnyalah dia dengan tali-tali itu dan berseru kepadanya: "Orang-orang Filistin menyergap engkau, Simson!" --di kamar ada orang bersiap-siap--tetapi tali-tali itu diputuskannya tanggal dari tangannya seperti benang saja.
13  Berkatalah Delila kepada Simson: "Sampai sekarang engkau telah mempermain-mainkan dan membohongi aku. Ceritakanlah kepadaku dengan apakah engkau dapat diikat." Jawabnya kepadanya: "Kalau engkau menenun ketujuh rambut jalinku bersama-sama dengan lungsin lalu mengokohkannya dengan patok, maka aku akan menjadi lemah dan menjadi seperti orang lain manapun juga."
14  Kemudian perempuan itu mengokohkan lagi tenunan itu dengan patok, lalu berserulah ia kepadanya: "Orang-orang Filistin menyergap engkau, Simson." Tetapi ketika ia terjaga dari tidurnya, disentaknya lepas patok tenunan dan lungsin itu.
15  Berkatalah perempuan itu kepadanya: "Bagaimana mungkin engkau berkata: Aku cinta kepadamu, padahal hatimu tidak tertuju kepadaku? Sekarang telah tiga kali engkau mempermain-mainkan aku dan tidak mau menceritakan kepadaku, karena apakah kekuatanmu demikian besar."
16  Lalu setelah perempuan itu berhari-hari merengek-rengek kepadanya dan terus mendesak-desak dia, ia tidak dapat lagi menahan hati, sehingga ia mau mati rasanya.
17  Maka diceritakannyalah kepadanya segala isi hatinya, katanya: "Kepalaku tidak pernah kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibuku aku ini seorang nazir Allah. Jika kepalaku dicukur, maka kekuatanku akan lenyap dari padaku, dan aku menjadi lemah dan sama seperti orang-orang lain."
18  Ketika dilihat Delila, bahwa segala isi hatinya telah diceritakannya kepadanya, disuruhnyalah memanggil raja-raja kota orang Filistin, katanya: "Sekali ini lagi datanglah ke mari, sebab ia telah menceritakan segala isi hatinya kepadaku." Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin itu kepadanya sambil membawa uang itu.
19  Sesudah itu dibujuknya Simson tidur di pangkuannya, lalu dipanggilnya seorang dan disuruhnya mencukur ketujuh rambut jalinnya, sehingga mulailah Simson ditundukkan oleh perempuan itu, sebab kekuatannya telah lenyap dari padanya.
20  Lalu berserulah perempuan itu: "Orang Filistin menyergap engkau, Simson!" Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: "Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas." Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia.
21  Orang Filistin itu menangkap dia, mencungkil kedua matanya dan membawanya ke Gaza. Di situ ia dibelenggu dengan dua rantai tembaga dan pekerjaannya di penjara ialah menggiling.
22  Tetapi rambutnya mulai tumbuh pula sesudah dicukur.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 6 Mei -- KISAH PARA RASUL 18:1-26 - BEKERJA DENGAN IMAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 6 Mei 2026
Bacaan : KISAH PARA RASUL 18:1-26
Setahun: 1 Tawarikh 15-17
Nats: Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Namun, setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa dia ke rumah mereka dan dengan lebih tepat menjelaskan kepadanya Jalan Allah. (Kisah Para Rasul 18:26)

Renungan:

BEKERJA DENGAN IMAN

Priskila dan Akwila bukanlah pengkhotbah besar atau tokoh terkenal. Mereka hanyalah suami istri yang bekerja sebagai pembuat kemah. Namun, di balik kesederhanaan mereka, Tuhan menaruh hati yang besar untuk melayani sesama. Mereka membuka rumahnya, menerima Paulus, dan dari sana berita Injil meluas. Bahkan ketika mereka bertemu Apolos, seorang pengkhotbah fasih, tetapi belum memahami keselamatan secara utuh, mereka tidak menghakiminya di depan umum. Dengan kasih, mereka mengundangnya ke rumah dan menjelaskan jalan Allah dengan sabar dan lembut.

Apa yang ditunjukkan Priskila dan Akwila menunjukkan bahwa melayani Tuhan tidak selalu dilakukan di mimbar, tetapi juga di tempat kerja, di rumah, atau dalam percakapan sehari-hari. Priskila dan Akwila bekerja dengan tangannya, tetapi juga melayani dengan hati. Mereka tidak memisahkan pekerjaan dan iman, keduanya berjalan bersama untuk memuliakan Tuhan. Iman mereka bukan teori, tetapi nyata dalam tindakan membangun, meneguhkan, dan mengajar orang lain tentang kebenaran Allah.

Belajar dari Priskila dan Akwila, saya diingatkan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan dengan iman dapat menjadi ladang pelayanan. Di tempat kerja, di rumah, atau di mana pun kita berada, Tuhan bisa memakai kita untuk menguatkan dan menuntun orang lain kepada kebenaran. Yang kita butuhkan bukanlah sebuah mimbar, tetapi hati yang setia dan telinga yang peka terhadap kehendak Allah. --SYS/www.renunganharian.net
   
MELAYANI TUHAN BUKAN SOAL MIMBAR, TETAPI TENTANG KESETIAAN MENYATAKAN KEBENARAN DI MANA PUN KITA BERADA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KISAH+PARA+RASUL+18:1-26

KISAH PARA RASUL 18:1-26

 1  Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus.
 2  Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka.
 3  Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah.
 4  Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani.
 5  Ketika Silas dan Timotius datang dari Makedonia, Paulus dengan sepenuhnya dapat memberitakan firman, di mana ia memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias.
 6  Tetapi ketika orang-orang itu memusuhi dia dan menghujat, ia mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata kepada mereka: "Biarlah darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri; aku bersih, tidak bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain."
 7  Maka keluarlah ia dari situ, lalu datang ke rumah seorang bernama Titius Yustus, yang beribadah kepada Allah, dan yang rumahnya berdampingan dengan rumah ibadat.
 8  Tetapi Krispus, kepala rumah ibadat itu, menjadi percaya kepada Tuhan bersama-sama dengan seisi rumahnya, dan banyak dari orang-orang Korintus, yang mendengarkan pemberitaan Paulus, menjadi percaya dan memberi diri mereka dibaptis.
 9  Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!
10  Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini."
11  Maka tinggallah Paulus di situ selama satu tahun enam bulan dan ia mengajarkan firman Allah di tengah-tengah mereka.
12  Akan tetapi setelah Galio menjadi gubernur di Akhaya, bangkitlah orang-orang Yahudi bersama-sama melawan Paulus, lalu membawa dia ke depan pengadilan.
13  Kata mereka: "Ia ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum Taurat."
14  Ketika Paulus hendak mulai berbicara, berkatalah Galio kepada orang-orang Yahudi itu: "Hai orang-orang Yahudi, jika sekiranya dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau kejahatan, sudahlah sepatutnya aku menerima perkaramu,
15  tetapi kalau hal itu adalah perselisihan tentang perkataan atau nama atau hukum yang berlaku di antara kamu, maka hendaklah kamu sendiri mengurusnya; aku tidak rela menjadi hakim atas perkara yang demikian."
16  Lalu ia mengusir mereka dari ruang pengadilan.
17  Maka orang itu semua menyerbu Sostenes, kepala rumah ibadat, lalu memukulinya di depan pengadilan itu; tetapi Galio sama sekali tidak menghiraukan hal itu.
18  Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea, karena ia telah bernazar. Priskila dan Akwila menyertai dia.
19  Lalu sampailah mereka di Efesus. Paulus meninggalkan Priskila dan Akwila di situ. Ia sendiri masuk ke rumah ibadat dan berbicara dengan orang-orang Yahudi.
20  Mereka minta kepadanya untuk tinggal lebih lama di situ, tetapi ia tidak mengabulkannya.
21  Ia minta diri dan berkata: "Aku akan kembali kepada kamu, jika Allah menghendakinya." Lalu bertolaklah ia dari Efesus.
22  Ia sampai di Kaisarea dan setelah naik ke darat dan memberi salam kepada jemaat, ia berangkat ke Antiokhia.
23  Setelah beberapa hari lamanya ia tinggal di situ, ia berangkat pula, lalu menjelajahi seluruh tanah Galatia dan Frigia untuk meneguhkan hati semua murid.
24  Sementara itu datanglah ke Efesus seorang Yahudi bernama Apolos, yang berasal dari Aleksandria. Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci.
25  Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes.
26  Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Tetapi setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa dia ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Tawarikh+15-17
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Tawarikh+15-17

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]