(e-SH) 8 Juni -- 1 Korintus 14:26-40 - Menciptakan Harmonisasi

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 8 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 14:26-40

Judul: Menciptakan Harmonisasi

Gendang tak akan enak didengar bila orang memukulnya sesuka hati. Untuk itulah aturan dibuat, agar kita menghasilkan ritme yang merdu dan harmonis. Begitu pula dengan kehidupan rohani kita.

Peraturan dibuat agar semua berjalan lancar dan tertib. Namun, kerap kali ada yang melanggar. Karunia dipakai semaunya tanpa mempertimbangkan keteraturan.

Paulus mengingatkan bahwa semua yang dilakukan dalam ibadah harus bertujuan untuk membangun (26). Karunia seperti menyanyi, mengajar, bahkan bernubuat dan berbahasa lidah harus digunakan secara bergantian sesuai dengan aturan (27-28). Ia menekankan pentingnya mendengarkan, memberi ruang kepada yang lain, dan membuka hati untuk belajar (29-31). Ia ingin jemaat mengerti bahwa Roh Kudus tidak bekerja dalam kekacauan, sebab Allah mereka ialah Allah keteraturan dan damai sejahtera (32-33).

Ibadah yang kacau tidak memuliakan Tuhan, tetapi justru membingungkan dan merugikan banyak orang. Sebaliknya, ketika kita mengutamakan kerendahan hati dan saling mengindahkan, ibadah menjadi tempat di mana kasih Tuhan dinyatakan (34-38). Teratur bukan berarti membatasi kuasa Roh, tetapi memberi ruang agar setiap karunia bekerja dengan utuh dan saling melengkapi (39-40).

Kita hidup pada zaman yang menghargai kebebasan berekspresi. Namun, kebebasan rohani harus berjalan bersama dengan kedewasaan rohani. Tanpa aturan, apalagi ibadah, pujian pun akan berubah menjadi kebisingan. Ketika kita bersedia diatur dan dibentuk, tubuh Kristus dikuatkan dan nama Tuhan dimuliakan.

Setiap orang dipanggil untuk saling melayani, bukan saling mendahului. Kita perlu belajar menahan diri, memberi kesempatan bagi yang lain, dan menghargai karunia satu sama lain. Ketika ibadah dijiwai semangat kerendahan hati dan keteraturan, hadirat Tuhan akan nyata dan jemaat pun mengalami pertumbuhan yang sejati. Mari kita menciptakan harmonisasi ibadah yang baik di mana kasih, kepekaan, dan keteraturan berjalan beriringan dalam tuntunan Roh Kudus. [SLM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+14:26-40
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+14:26-40

1 Korintus 14:26-40

26  Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.
27  Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
28  Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
29  Tentang nabi-nabi--baiklah dua atau tiga orang di antaranya berkata-kata dan yang lain menanggapi apa yang mereka katakan.
30  Tetapi jika seorang lain yang duduk di situ mendapat penyataan, maka yang pertama itu harus berdiam diri.
31  Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan.
32  Karunia nabi takluk kepada nabi-nabi.
33  Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.
34  Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat.
35  Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat.
36  Atau adakah firman Allah mulai dari kamu? Atau hanya kepada kamu sajakah firman itu telah datang?
37  Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah perintah Tuhan.
38  Tetapi jika ia tidak mengindahkannya, janganlah kamu mengindahkan dia.
39  Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.
40  Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 7 Juni -- KEJADIAN 3:14-19 - SUSAH PAYAH

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 7 Juni 2026
Bacaan : KEJADIAN 3:14-19
Setahun: Ayub 21-23
Nats: "... maka terkutuklah tanah karena engkau. Dengan susah payah engkau mencari makan dari tanah itu seumur hidupmu." (Kejadian 3:17b)

Renungan:

SUSAH PAYAH

Bertani menanam sayur, bisa saja ada hama dan rumput-rumput yang mengganggu. Berdagang di pasar, bisa saja ada persaingan tidak sehat yang merugikan. Mempunyai anak, bisa saja ada kesulitan sejak melahirkan dan kerewelan saat mendidik. Selalu ada hal-hal sulit dalam hidup walaupun tetap ada hal-hal baik yang Tuhan berikan.

Kehidupan manusia berubah total setelah jatuh ke dalam dosa ketika mereka makan buah pengetahuan yang baik dan jahat, yang dilarang oleh Tuhan. Setelah manusia, perempuan, dan ular saling menyalahkan maka Tuhan berfirman kepada ular, manusia, dan perempuan. Ular akan menjalar dengan perutnya dan makan debu tanah seumur hidupnya. Perempuan akan banyak susah payah saat mengandung, dan kesakitan dalam melahirkan. Manusia akan bersusah payah dalam mencari makan dari tanah seumur hidup karena ada semak duri dan rumput duri di sana, dengan cucuran keringat ia akan mencari makan sampai pada akhirnya mati. Begitu banyak susah payah yang Tuhan izinkan sebagai akibat pelanggaran mereka.

Hidup memang tidak lagi mudah dan kita tidak bisa menolaknya. Setiap hari selalu ada kesulitan yang kita hadapi, bahkan tidak jarang kesedihan dan dukacita terjadi. Namun, mari mengingat janji Tuhan bahwa keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular itu, yaitu Kristus yang membawa keselamatan dan pengampunan atas dosa kita sehingga walaupun masih ada susah payah, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Tuhan, sebelum akhirnya masuk dalam kekekalan bersama-Nya kelak. --ANT/www.renunganharian.net
   
DOSA TELAH MEMBUAT HIDUP MENJADI SULIT, TETAPI TUHAN SUDAH MENYELESAIKAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KEJADIAN+3:14-19

KEJADIAN 3:14-19

14  Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.
15  Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."
16  Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."
17  Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
18  semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
19  dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ayub+21-23
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+21-23

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 7 Juni -- 1 Korintus 14:1-25 - Karunia Rohani untuk Tubuh Kristus

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 7 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 14:1-25

Judul: Karunia Rohani untuk Tubuh Kristus

Karunia rohani adalah anugerah yang Allah berikan kepada setiap orang percaya untuk membangun tubuh Kristus. Sayangnya, dalam jemaat di Korintus, karunia justru menjadi ajang pembuktian diri dan pencitraan rohani.

Ketika jemaat meninggikan karunia bahasa lidah, Paulus lebih menekankan karunia bernubuat. Itu karena bernubuat membawa dampak langsung, yaitu membangun, menasihati, dan menghibur (3). Bahasa lidah tanpa penafsiran hanya memberi manfaat pribadi, sedangkan bernubuat membangun jemaat (4-5). Berkata-kata dalam bahasa yang dapat dipahami lebih berarti karena membangun orang lain daripada bahasa yang tidak bisa dimengerti. Karunia rohani bukan untuk pamer kehebatan, tetapi memperkuat iman sesama (6-12).

Paulus mengajak jemaat untuk berdoa agar mereka menggunakan karunia secara bijak (13-15), dan agar ucapan syukur mereka membangun orang lain (16-17). Karunia harus digunakan dengan kesadaran akan tanggung jawab rohani, bukan sekadar kesenangan pribadi (20-22). Bahkan, dalam konteks ibadah, ia menekankan keteraturan dan kejelasan supaya jemaat menghasilkan pertumbuhan iman, bukan kebingungan (23). Ia meminta mereka untuk mengedepankan pengajaran yang jelas daripada pengalaman rohani pribadi yang tak dapat dipahami, agar orang-orang yang belum beriman dapat mengenal Allah dan merespons dengan pengakuan iman (24-25).

Teladan Paulus menantang kita untuk mengevaluasi motivasi terbesar kita dalam menggunakan karunia kita: pengakuan iman kepada Tuhan atau pengakuan diri sendiri? Benarkah kita menggunakan karunia untuk membangun orang lain, atau justru untuk membangun citra diri?

Tuhan memanggil kita untuk menjadi saluran berkat, bukan pusat perhatian. Karunia bukan untuk bermegah, tetapi untuk menguatkan tubuh Kristus dan menyatakan kasih Allah secara nyata kepada sesama. Setiap kemampuan kita adalah titipan Tuhan yang harus kita pakai dengan rendah hati. Ketika kita melayani dengan kasih, dunia dapat melihat siapa Allah yang kita sembah. [SLM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+14:1-25
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+14:1-25

1 Korintus 14:1-25

 1  Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.
 2  Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
 3  Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.
 4  Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.
 5  Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun.
 6  Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran?
 7  Sama halnya dengan alat-alat yang tidak berjiwa, tetapi yang berbunyi, seperti seruling dan kecapi--bagaimanakah orang dapat mengetahui lagu apakah yang dimainkan seruling atau kecapi, kalau keduanya tidak mengeluarkan bunyi yang berbeda?
 8  Atau, jika nafiri tidak mengeluarkan bunyi yang terang, siapakah yang menyiapkan diri untuk berperang?
 9  Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara!
10  Ada banyak--entah berapa banyak--macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satupun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti.
11  Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku.
12  Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat.
13  Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya.
14  Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa.
15  Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.
16  Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan "amin" atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan?
17  Sebab sekalipun pengucapan syukurmu itu sangat baik, tetapi orang lain tidak dibangun olehnya.
18  Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua.
19  Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.
20  Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!
21  Dalam hukum Taurat ada tertulis: "Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini, namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku, firman Tuhan."
22  Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
23  Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila?
24  Tetapi kalau semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau orang baru, ia akan diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua;
25  segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku: "Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 6 Juni -- AYUB 1 - NO MATTER WHAT

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 6 Juni 2026
Bacaan : AYUB 1
Setahun: Ayub 17-20
Nats: Ia berkata, "... Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!" (Ayub 1:21b)

Renungan:

NO MATTER WHAT

Seorang pria kerap menyanyi, "Tuhan Yesus baik, sungguh amat baik. Untuk selama-lamanya, Tuhan Yesus baik." Sahabatnya di sebelahnya menyindir, "Aku penasaran apa kau masih akan menyanyi lagu itu jika pada hari ini usahamu bangkrut, lalu istrimu menceraikanmu." "No matter what, " jawabnya, "bagaimana pun keadaan hidupku, Tuhan Yesus baik."

Seorang pria dari tanah Us pernah memberikan pernyataan yang sama. Pria itu bernama Ayub. Katanya, "Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!" (ay. 21). Ia berkata demikian sesudah kemalangan besar menimpanya. Pada hari itu dilaporkan kepadanya bahwa kawanan lembu dan keledai betina habis dirampas orang-orang Syeba, disusul kawanan kambing domba habis disambar api dari langit, disusul kawanan unta habis dirampas orang-orang Kasdim (ay. 14-17). Masih ada tambahan laporan, yakni kesepuluh anaknya tewas bersama-sama dalam rumah si sulung yang roboh dihantam angin ribut (ay. 18-19). No matter what. Apa pun yang telah terjadi, Ayub memutuskan untuk terus setia kepada Tuhan.

Adalah pemandangan biasa ketika orang-orang pergi beribadah kepada Tuhan berkata, "Aku mengasihi-Mu, Tuhan, " atau menyanyi lagu, "Tuhan Yesus baik." Bahkan Iblis tidak terganggu akan kenyataan itu. No matter what, inilah yang menggelisahkan hati Iblis sekaligus mengesankan hati Tuhan. Tuhan mendamba melihat orang-orang yang terus setia beribadah kepada-Nya sekalipun diempas oleh rupa-rupa persoalan, terus mengasihi-Nya tidak peduli apa pun yang telah terjadi, dan menyatakan Dia baik dalam setiap keadaan hidupnya. Dahulu Tuhan menemukan Ayub (ay. 8). Semoga sekarang Tuhan menemukan lagi sosok seperti itu dalam diri kita. --LIN/www.renunganharian.net
   
TETAPLAH KITA TEGUH MEMEGANG IMAN KEPADA TUHAN TANPA TERPENGARUH KEADAAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?AYUB+1

AYUB 1

 1  Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
 2  Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan.
 3  Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.
 4  Anak-anaknya yang lelaki biasa mengadakan pesta di rumah mereka masing-masing menurut giliran dan ketiga saudara perempuan mereka diundang untuk makan dan minum bersama-sama mereka.
 5  Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.
 6  Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis.
 7  Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Dari mana engkau?" Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi."
 8  Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."
 9  Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah?
10  Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu.
11  Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu."
12  Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya." Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.
13  Pada suatu hari, ketika anak-anaknya yang lelaki dan yang perempuan makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung,
14  datanglah seorang pesuruh kepada Ayub dan berkata: "Sedang lembu sapi membajak dan keledai-keledai betina makan rumput di sebelahnya,
15  datanglah orang-orang Syeba menyerang dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
16  Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Api telah menyambar dari langit dan membakar serta memakan habis kambing domba dan penjaga-penjaga. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
17  Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Orang-orang Kasdim membentuk tiga pasukan, lalu menyerbu unta-unta dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
18  Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Anak-anak tuan yang lelaki dan yang perempuan sedang makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung,
19  maka tiba-tiba angin ribut bertiup dari seberang padang gurun; rumah itu dilandanya pada empat penjurunya dan roboh menimpa orang-orang muda itu, sehingga mereka mati. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
20  Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah,
21  katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"
22  Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ayub+17-20
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+17-20

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 6 Juni -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

1 Korintus 13

Kasih adalah jalan hidup utama yang harus dilakukan. Tanpa kasih, segala karunia, pengorbanan, atau pengetahuan menjadi sia-sia. Kasih itu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak cepat marah, dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

Kasih selalu bersukacita dalam kebenaran, menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, dan bertekun dalam segala sesuatu. Kasih tidak pernah berkesudahan, lebih besar daripada iman dan pengharapan, dan merupakan dasar yang kekal. Hidup yang berkenan kepada Allah harus dibangun di atas kasih.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa saja yang tidak membuat Paulus menjadi berguna dan yang tidak berfaedah baginya? (1-3)
2. Apa itu kasih? (4-7)
3. Apa yang tidak berkesudahan dan apa yang akan berakhir? Mengapa? (8-10)
4. Seperti apa diri Paulus dahulu dan sekarang? Apa yang kita lihat sekarang dan nanti? (11-12)
5. Apa saja yang tinggal, dan apa yang paling besar? (13)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Jika Anda mendengar: menjunjung pengetahuan, bakat, dan pengorbanan adalah pencapaian tertinggi, apa pendapat Anda?
2. Apa saja bukti bahwa kita memiliki kasih yang sejati?
3. Apa yang tidak boleh hilang dari hidup kita? Bagaimana caranya agar hal itu tetap ada dalam segala tindakan kita?
4. Apa saja yang dapat diubahkan dengan kasih?

Apa respons Anda?
1. Bagaimana Anda akan memperhatikan, memedulikan, dan mendoakan sesama Anda?
2. Apa saja langkah yang akan Anda lakukan untuk menumbuhkan kasih Anda kepada Tuhan dan sesama?

Pokok Doa:
Bersyukur, Tuhan telah mencurahkan kasih-Nya kepada kita, dan memohon agar kita mampu menyalurkan kasih itu.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+13
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+13

1 Korintus 13

 1  Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
 2  Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
 3  Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.
 4  Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
 5  Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
 6  Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
 7  Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
 8  Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
 9  Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.
10  Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.
11  Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.
12  Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
13  Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 6 Juni -- 1 Korintus 13 - Kasih Tak Berkesudahan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 6 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 13

Judul: Kasih Tak Berkesudahan

Apa itu kasih? Lebih dari perasaan, Rasul Paulus mendefinisikan kasih sebagai tindakan yang lahir dari relasi dengan Allah.

Kasih adalah fondasi iman Kristen yang membuat semua karunia rohani menjadi berarti. Kita bisa memiliki keahlian, pengetahuan, iman sempurna, atau kerelaan untuk mati, tetapi tanpa kasih itu semua tidak berguna di hadapan Allah (1-3).

Di tengah dunia yang menjunjung tinggi pencapaian, kita kerap kali tergoda untuk mengejar hal-hal yang terlihat hebat secara lahiriah. Kita lupa bahwa esensi hidup pengikut Kristus adalah kasih. Namun, kasih seperti apa yang dimaksud?

Kasih berarti sabar dan baik hati. Orang yang memiliki kasih tidak akan iri hati, tidak sombong, tidak mencari keuntungan sendiri, tidak mudah marah, dan tidak menyimpan kesalahan orang lain; sebaliknya, ia akan bersukacita karena kebenaran (4-6). Kasih adalah karakter Kristus yang dinyatakan dalam kelemahlembutan, kepercayaan, pengharapan, dan kesabaran (7). Kasih juga adalah kekuatan yang menyatukan tubuh Kristus. Tanpa kasih, kita bisa saling berdebat dan berselisih seperti kanak-kanak. Namun, ketika kasih menjadi dasar relasi, kita menjadi orang Kristen dewasa dan mengenal satu sama lain dalam kasih Kristus (9-12).

Paulus menegaskan bahwa kasih tidak berkesudahan (8). Ketika orang percaya kerap mementingkan nubuat, bahasa lidah, dan pengetahuan, itu semua hanya untuk sementara waktu dan akan berlalu. Apa yang paling besar dan akan tetap ada adalah kasih (13).

Bagaimana dengan kita, apakah kasih menjadi motivasi kita dalam berbicara, bertindak, dan melayani? Atau, apakah kita mengasihi karena merasa takut ditolak atau supaya dikagumi? Mintalah kepada Tuhan agar Ia memenuhi hati kita dengan kasih-Nya yang tidak berkesudahan. Sebab, dalam kasih, kita mengenal siapa Allah, juga siapa diri kita dan sesama kita di hadapan-Nya.

Kiranya kita terus bertumbuh bersama-sama dalam kasih Kristus. Dengan kasih yang tak berkesudahan, kita mencerminkan Allah kepada dunia. [SLM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+13
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+13

1 Korintus 13

 1  Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
 2  Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
 3  Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.
 4  Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
 5  Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
 6  Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
 7  Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
 8  Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
 9  Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.
10  Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.
11  Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.
12  Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
13  Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 5 Juni -- FILIPI 3 - MELUPAKAN YANG DI BELAKANG

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 5 Juni 2026
Bacaan : FILIPI 3
Setahun: Ayub 14-16
Nats: Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya, tetapi inilah yang kulakukan: Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku. (Filipi 3:13)

Renungan:

MELUPAKAN YANG DI BELAKANG

Sekarang ini, banyak orang yang bangga dan berlomba mengunggah foto atau cerita di media sosial untuk memperlihatkan pencapaian hal-hal lahiriah. Rasul Paulus menyatakan, jika orang lain menyangka dapat mengandalkan hal-hal lahiriah, ia lebih lagi. Namun, apa yang dahulu merupakan keuntungan baginya, sekarang dianggap kerugian karena Kristus. Rasul Paulus melepaskan semuanya dan menganggapnya sampah supaya memperoleh Kristus.

Beberapa bulan setelah suami saya meninggalkan pekerjaan di sebuah bank asing ternama dan beralih menjalani pelayanan sepenuh waktu, atasannya menelepon dan mengajak untuk bergabung kembali membantu mengerjakan proyek. Sempat timbul keraguan mengingat saat itu kami dalam proses penyesuaian secara ekonomi dengan kondisi penghasilan suami yang sudah tidak bekerja lagi di bank asing. Bersyukur kepada Tuhan, kami belajar untuk konsisten melupakan apa yang telah di belakang dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapan dan memutuskan untuk tidak menerima tawaran tersebut dan fokus lanjut melayani Tuhan sepenuh waktu.

Istri Lot mendapat perintah untuk lari menyelamatkan nyawa dan jangan menoleh ke belakang, tetapi istri Lot menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam (Kej. 19:17, 26). Mari kita melupakan apa yang telah di belakang, jangan menjadikan hal-hal lahiriah yang selama ini kita banggakan dan kejar sebagai prioritas utama dan tujuan hidup, pikiran kita tidak semata-mata hanya untuk perkara duniawi, tetapi mengarahkan diri kepada apa yang di hadapan dan berlari terus menuju tujuan akhir untuk mendapatkan kemenangan, yaitu hidup di surga; untuk itulah Allah memanggil kita melalui Kristus Yesus (Flp. 3:14, BIMK). --IN/www.renunganharian.net
   
JANGAN ARAHKAN DIRI HANYA KEPADA HAL-HAL LAHIRIAH DAN PERKARA DUNIAWI, TETAPI ARAHKAN DIRI KEPADA HAL-HAL ROHANI DAN PERKARA SURGAWI.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/05/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?FILIPI+3

FILIPI 3

 1  Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan.(3-1b) Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu.
 2  Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,
 3  karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.
 4  Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi:
 5  disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,
 6  tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.
 7  Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
 8  Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,
 9  dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.
10  Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
11  supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.
12  Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
13  Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
14  dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
15  Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.
16  Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.
17  Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.
18  Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
19  Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.
20  Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,
21  yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ayub+14-16
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+14-16

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 5 Juni -- 1 Korintus 12:12-31 - Perbedaan Itu Indah

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 5 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 12:12-31

Judul: Perbedaan Itu Indah

Apakah Anda pernah membayangkan seluruh anggota tubuh kita terdiri dari mata saja? Atau, semua anggota tubuh kita terdiri dari satu jenis bagian tubuh saja, misalnya telinga, atau kaki, atau tangan saja? Apakah tubuh seperti itu indah, atau justru tidak elok, bahkan mengerikan?

Rasul Paulus memakai analogi tubuh manusia untuk menggambarkan tubuh Kristus (12-13). Lebih lanjut Paulus memaparkan bahwa anggota tubuh terdiri dari berbagai macam bagian dan semuanya diciptakan dengan tujuan berbeda-beda, namun masing-masing sama pentingnya (14-18). Justru anggota tubuh yang berbeda-beda itu sesuai dengan fungsinya masing-masing; itulah yang membentuk tubuh (19-20). Demikian juga dengan tubuh Kristus atau gereja, terdiri dari anggota yang berbeda-beda, peran yang berbeda, tetapi sama penting dalam membentuk tubuh Kristus menjadi indah (27-30).

Bagaimana caranya agar anggota tubuh Kristus yang berbeda-beda itu menciptakan keindahan? Pertama, merayakan perbedaan. Perbedaan bukan sesuatu yang membuat kita terpisah atau tidak dapat bersatu. Perbedaan itu hal yang perlu dirayakan karena di dalamnya justru kita melihat keindahan, bahkan keajaiban ketika perbedaan itu berjalan bersama dengan harmonis. Tuhan tidak menghendaki kita seragam, tetapi bersatu meskipun berbeda. Perbedaan membuat kita saling menopang dan saling melengkapi. Karena itu, perbedaan harus dirayakan.

Kedua, saling memperhatikan. Jika ada anggota tubuh Kristus yang lemah dan rentan, merekalah yang justru harus diberi perhatian lebih (22-23). Keindahan dalam tubuh Kristus terjadi ketika kita berempati, saling merasakan penderitaan dan sukacita (26). Keindahan akan terjadi bukan ketika kita meminta diutamakan, melainkan ketika kita saling mengutamakan satu dengan yang lain.

Sudahkah Anda berfungsi sesuai dengan peran Anda sebagai anggota tubuh Kristus? Amatilah komunitas Anda, adakah anggota yang membutuhkan perhatian? Lakukanlah tindakan baik untuk memperhatikan dan mengutamakan mereka. [ABL]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/05/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+12:12-31
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+12:12-31

1 Korintus 12:12-31

12  Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.
13  Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.
14  Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.
15  Andaikata kaki berkata: "Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?
16  Dan andaikata telinga berkata: "Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?
17  Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman?
18  Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.
19  Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh?
20  Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.
21  Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: "Aku tidak membutuhkan engkau." Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: "Aku tidak membutuhkan engkau."
22  Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan.
23  Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus.
24  Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus,
25  supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.
26  Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.
27  Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.
28  Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.
29  Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat,
30  atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?
31  Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]