(e-RH) 9 Januari -- 1 RAJA-RAJA 17:7-16 - WADI KERIT MENGERING

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 9 Januari 2026
Bacaan : 1 RAJA-RAJA 17:7-16
Setahun: Kejadian 27-29
Nats: Akan tetapi, sesudah beberapa waktu, wadi itu mengering, sebab hujan tidak turun di negeri itu. (1 Raja-raja 17:7)

Renungan:

WADI KERIT MENGERING

Ahab, raja Israel, melakukan kejahatan di mata Tuhan. Ia beribadah kepada Ba'al. Elia, sang nabi, mengancamkan bahwa tidak akan ada embun atau hujan turun. Kemudian oleh petunjuk Tuhan, Elia tinggal bersembunyi di tepi Wadi Kerit di sebelah timur Sungai Yordan. Dari wadi itu, Elia minum. Pada pagi dan petang, burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya (lih. 1Raj. 17:1-6).

Selang beberapa waktu, wadi kerit mengering (ay. 7). Pada saat itu mungkin juga burung-burung gagak berhenti datang membawa makanan. Kembali Elia mendengar petunjuk Tuhan. Ia harus berangkat ke Sarfat di wilayah Sidon dan tinggal di sana. Nanti ada seorang janda yang memberinya makan (ay. 8-9). Faktanya, Tuhan itu Maha Kuasa! Dia dapat mengkhususkan Wadi Kerit. Dia dapat membuat air di dalamnya terus mengalir. Namun, jika demikian sang nabi akan terlena dan berpikir Wadi Keritlah yang menyokong kehidupannya, juga burung-burung gagak. Maka, Tuhan membiarkan wadi itu dalam keadaan sebagaimana mestinya. Tuhan ingin Elia mengingat bahwa Dialah yang memberinya minum dan makanan, atau dengan kata lain Dialah Sang Sumber Kehidupan.

Serupa terjadi pada kita. Adakalanya Tuhan mengizinkan "Wadi Kerit" kehidupan kita mengering. Segala sesuatu tidak berjalan dengan lancar, malahan muncul berbagai kesukaran. Maka, kita yang tadinya terlena sekarang memandang kepada Tuhan. Kita yang tadinya mengira keberhasilan yang selama ini dinikmati ialah karena kemampuan diri sendiri, menjadi paham bahwa semuanya itu dikarenakan Tuhan. Dialah yang memberi penyertaan serta perlindungan. Dialah yang memberkati, menyokong, dan menolong, atau tepatnya Dialah Sang Sumber Kehidupan. --LIN/www.renunganharian.net
   
ACAPKALI KESUKARAN DAPAT MENGEMBALIKAN KESADARAN KITA TERHADAP TUHAN SEBAGAI SUMBER KEHIDUPAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+RAJA-RAJA+17:7-16

1 RAJA-RAJA 17:7-16

 7  Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu.
 8  Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia:
 9  "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan."
10  Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum."
11  Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti."
12  Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
13  Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
14  Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."
15  Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.
16  Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+27-29
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+27-29

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 9 Januari -- Yohanes 6:16-21 - Salah Memahami Kehadiran Tuhan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 9 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 6:16-21

Judul: Salah Memahami Kehadiran Tuhan

Di akhir peristiwa sebelumnya, orang banyak hendak membawa Yesus dengan paksa untuk menjadikan-Nya raja. Ia menolak dan menyingkir ke gunung. Ketika malam tiba, murid-murid Yesus pergi ke danau, menyeberang ke Kapernaum menggunakan perahu (16-17).

Di tengah perjalanan, angin kencang bertiup. Mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu dan mereka ketakutan (18-19). Injil Matius dan Markus menyebutkan bahwa saat itu kira-kira pukul tiga subuh sehingga mereka mengira Yesus adalah hantu. Yesus menenangkan mereka, naik ke perahu, dan mereka pun sampai ke tujuan (20-21).

Kita bisa mengimajinasikan kondisi fisik dan mental para murid yang letih ketika melakukan perjalanan itu. Beberapa yang bukan nelayan bisa jadi panik dan ketakutan. Kondisi itu membuat mereka salah memahami kehadiran Yesus sebagai hantu. Jawaban Yesus bukan hanya memberi ketenangan, tetapi merupakan penyingkapan identitas diri-Nya. Kata 'Ini Aku' (Yunani: Egō Eimi) mengingatkan kepada Keluaran 3:14 ketika TUHAN memperkenalkan diri-Nya kepada Musa. Sebagaimana dahulu Ia hadir menyelamatkan umat Israel, saat ini pun Ia hadir bukan hanya menyelamatkan para murid dari badai, namun seluruh ciptaan-Nya dari maut.

Kisah ini menunjukkan bahwa Tuhan selalu hadir di saat-saat paling sulit, paling berat, dan paling takut kita. Sayangnya, ketika badai hidup menerpa, kita sering lebih dihantui kecemasan dan mengira Ia jauh dan tak hadir.

Seorang hamba Tuhan muda yang melayani di pedalaman Kalimantan Barat mendapat penguatan dari pendeta seniornya: "Di pedalaman, kita berjumpa Tuhan". Benar, melayani di tempat tanpa listrik dan sinyal, dengan kondisi jalan tanah yang hancur, penuh dengan roh-roh di udara, jauh dari kemewahan perkotaan, justru membuat kehadiran Tuhan makin nyata dirasakan.

Kehadiran Tuhan tidak selalu membuat badai berhenti, namun kehadiran-Nya menjamin kita sampai ke tujuan yang telah Ia tetapkan bagi kita. Karena itu, undanglah Tuhan ke dalam 'perahu' hidup kita! [YWA]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+6:16-21
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+6:16-21

Yohanes 6:16-21

16  Dan ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu
17  dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka,
18  sedang laut bergelora karena angin kencang.
19  Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka.
20  Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Aku ini, jangan takut!"
21  Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 8 Januari -- AYUB 26, - MENAKJUBKANNYA ALKITAB

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 8 Januari 2026
Bacaan : AYUB 26,
Setahun: Kejadian 25-26
Nats: YESAYA 40:21-26 "Allah membentangkan langit utara di atas kekosongan, dan menggantungkan bumi pada kehampaan." Dialah yang bertakhta di atas lingkaran bumi yang penduduknya seperti belalang. (Ayub 26:7; Yesaya 40:22a)

Renungan:

MENAKJUBKANNYA ALKITAB

Kapankah kitab Ayub ditulis? Menurut penafsiran yang lebih tradisional, kitab Ayub diperkirakan ditulis pada tahun 1400 SM. Itu zaman yang sangat tua. Jauh sekali jarak waktunya sebelum adanya penemuan hukum gravitasi Isaac Newton yang hidup pada abad ketujuh belas dan delapan belas masehi. Ataupun Copernicus, astronom yang menemukan teori mengenai matahari sebagai pusat tata surya dan planet-planet mengelilinginya, pada abad kelimabelas masehi. Namun, Ayub sudah menyebutkan bahwa "bumi bergantung pada kehampaan" jauh sebelum adanya teleskop, apalagi satelit.

Kitab Yesaya tak kalah menakjubkan. Ditulis pada sekitar 740-701 SM, menyebutkan bahwa bumi berbentuk lingkaran. Ini jauh sebelum Christopher Columbus menemukan benua Amerika pada abad kelimabelas masehi. Penemuan Columbus membuktikan bahwa bumi itu bulat. Meskipun demikian, baik kitab Ayub maupun Yesaya tidak berhenti pada pengetahuan umum saja. Mereka langsung mengaitkannya dengan Allah. Dialah pencipta dan penguasa langit dan bumi.

Kita tidak boleh memperlakukan Alkitab sebagai buku teks ilmu pengetahuan (sains). Tugas manusialah yang mencari dan menemukan rahasia alam ciptaan Tuhan (Ams. 25:2). Dengan demikian, sains dibutuhkan untuk mengungkap rahasia alam. Juga sebagai dasar penemuan ciptaan manusia dalam bentuk pengetahuan dan teknologi. Sedangkan Alkitab adalah firman Allah yang luar biasa. Dua kutipan ayat di atas sekadar membuktikan bahwa Alkitab bukan kumpulan dongeng. Tidak ada alasan kita untuk tidak memercayai Alkitab. --HEM/www.renunganharian.net
   
SAINS BERGUNA UNTUK MENGUNGKAP RAHASIA ALAM. ALKITAB UNTUK MENUNJUKKAN KEMAHAKUASAAN DAN KEAJAIBAN TUHAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?AYUB+26,

AYUB 26,

 1  Tetapi Ayub menjawab:
 2  "Alangkah baiknya bantuanmu kepada yang tidak kuat, dan pertolonganmu kepada lengan yang tidak berdaya!
 3  Alangkah baiknya nasihatmu kepada orang yang tidak mempunyai hikmat, dan pengertian yang kauajarkan dengan limpahnya!
 4  Atas anjuran siapakah engkau mengucapkan perkataan-perkataan itu, dan gagasan siapakah yang kaunyatakan?
 5  Roh-roh di bawah menggeletar, demikian juga air dan penghuninya.
 6  Dunia orang mati terbuka di hadapan Allah, tempat kebinasaanpun tidak ada tutupnya.
 7  Allah membentangkan utara di atas kekosongan, dan menggantungkan bumi pada kehampaan.
 8  Ia membungkus air di dalam awan-Nya, namun awan itu tidak robek.
 9  Ia menutupi pemandangan takhta-Nya, melingkupinya dengan awan-Nya.
10  Ia telah menarik garis pada permukaan air, sampai ujung perbatasan antara terang dan gelap;
11  tiang-tiang langit bergoyang-goyang, tercengang-cengang oleh hardik-Nya.
12  Ia telah meneduhkan laut dengan kuasa-Nya dan meremukkan Rahab dengan kebijaksanaan-Nya.
13  Oleh nafas-Nya langit menjadi cerah, tangan-Nya menembus ular yang tangkas.
14  Sesungguhnya, semuanya itu hanya ujung-ujung jalan-Nya; betapa lembutnya bisikan yang kita dengar dari pada-Nya! Siapa dapat memahami guntur kuasa-Nya?"

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+25-26
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+25-26

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 8 Januari -- Yohanes 6:1-15 - Mukjizat di Tengah Keterbatasan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 8 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 6:1-15

Judul: Mukjizat di Tengah Keterbatasan

Secara narasi, kisah ini merupakan kelanjutan perjalanan Yesus dari Yerusalem. Yesus pergi ke seberang Danau Galilea (1). Di sana orang banyak mengikuti-Nya karena ingin melihat mukjizat-Nya (2).

Melihat orang banyak, Yesus bertanya kepada Filipus tentang kemungkinan untuk membelikan mereka makanan (3-6). Filipus menyatakan bahwa secara ekonomi tidak mungkin untuk melakukannya (7). Lalu, Andreas menunjukkan seorang anak yang memiliki lima roti dan dua ikan (8-9). Dan melalui kuasa Tuhan Yesus, semua orang kenyang, bahkan tersisa dua belas bakul (10-13).

Mukjizat Yesus terjadi dalam bentuk pelipatgandaan lima roti dan dua ikan. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Yesus peduli terhadap kebutuhan holistik manusia, termasuk kebutuhan fisik yang mendasar. Ia tidak seperti para rabi saat itu yang berfokus pada dogma dan ajaran dan tidak peduli dengan kebutuhan dasar umat.

Yesus memperlihatkan bahwa keterbatasan manusia bukanlah penghalang bagi kuasa Tuhan. Dalam situasi yang tampaknya mustahil, Tuhan tetap mencukupi kebutuhan umat-Nya. Yesus mengucap syukur sebelum membagikan makanan; tindakan ini mengajarkan tentang sikap bersyukur atas apa yang ada, sekecil apa pun, dapat membawa kelimpahan. Berbagi dengan sesama menjadi kunci dalam menghadapi keterbatasan. Lima roti dan dua ikan jelas tidak cukup, tetapi di tangan Tuhan, lima roti dan dua ikan menjadi berkat bagi banyak orang.

Kepedulian Yesus hendaknya membuka keyakinan kita akan pemeliharaan Tuhan. Dalam hidup ini, kita punya banyak keterbatasan. Tak jarang kita seperti Filipus yang berfokus pada keterbatasan yang ada sehingga menjadi skeptis dan lupa bahwa Tuhan mampu melakukan mukjizat menurut kehendak-Nya.

Sikap yang paling penting adalah menyerahkan semua keterbatasan kita kepada Tuhan, dan percaya bahwa Tuhan pasti mencukupkan kebutuhan kita. Keterbatasan bukanlah akhir, melainkan kesempatan untuk mengalami kuasa dan pemeliharaan Tuhan. [YWA]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+6:1-15
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+6:1-15

Yohanes 6:1-15

 1  Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias.
 2  Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.
 3  Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya.
 4  Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.
 5  Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?"
 6  Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.
 7  Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja."
 8  Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya:
 9  "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"
10  Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.
11  Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.
12  Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang."
13  Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.
14  Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia."
15  Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 7 Januari -- 2 KORINTUS 3:1-6 - PEKERJAAN ALLAH

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 7 Januari 2026
Bacaan : 2 KORINTUS 3:1-6
Setahun: Kejadian 22-24
Nats: Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri. Tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. (2 Korintus 3:5)

Renungan:

PEKERJAAN ALLAH

Ada yang merasa bisa, lantas menjadi sombong dengan keahliannya. Berusaha menunjukkan prestasinya kepada semua orang demi mendapat pengakuan. Namun, ada pula yang merasa tidak bisa melakukan apa-apa, sampai-sampai selalu menolak setiap kali dipercaya melakukan sesuatu.

Terhadap kesaksiannya yang terkesan memuji diri sendiri, Paulus memberikan pembelaan. Ia bermaksud menyatakan ketulusan hatinya kepada jemaat Korintus karena ada beberapa orang yang ingin menghancurkan nama baiknya. Paulus menegaskan bahwa ia tidak mengharapkan pujian dari jemaat, pun kesaksian tertulis seperti yang dikehendaki oleh rasul-rasul dan guru-guru palsu. Alih-alih pujian, tidak ada hal yang lebih menyenangkan daripada keberhasilan pelayanan yang nyata dalam semangat dan kehidupan orang-orang yang dilayaninya. Paulus juga mengatakan bahwa kesanggupannya adalah pekerjaan Allah. Artinya, Paulus mengakui bahwa selalu ada pertolongan Allah di setiap hal yang mampu ia lakukan.

Dengan mengingat bahwa Tuhan senantiasa turut bekerja, tak pantaslah kita menjadi sombong saat mampu melakukan hal yang tampak besar. Mengingat bahwa pekerjaan Tuhanlah di balik setiap keberhasilan kita, sudah semestinya kita menjauhkan diri dari keinginan untuk mencari pengakuan dan sanjungan. Demikian pula, tak pantas kita memiliki rasa rendah diri yang berlebihan saat dipercaya melakukan tugas panggilan melayani Tuhan. Karena ketika kita mau menyediakan diri, Tuhan pasti memberkati. Demikianlah kita memberikan kemuliaan bagi nama Tuhan. --EBL/www.renunganharian.net
   
JANGAN MELUPAKAN TUHAN DENGAN MENJADI TINGGI HATI. JANGAN MERAGUKAN TUHAN DENGAN MENJADI RENDAH DIRI.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+KORINTUS+3:1-6

2 KORINTUS 3:1-6

 1  Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu?
 2  Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.
 3  Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.
 4  Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus.
 5  Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.
 6  Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+22-24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+22-24

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 7 Januari -- Yohanes 5:19-47 - Maju Tak Gentar, Membela yang Benar

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 7 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 5:19-47

Judul: Maju Tak Gentar, Membela yang Benar

Ada sebuah lagu perjuangan yang diciptakan oleh Cornel Simanjuntak, berjudul "Maju Tak Gentar". Sepenggal liriknya: "Maju tak gentar, membela yang benar". Lirik ini begitu patriotik. Jika direnungkan, apakah membela yang benar mudah dilakukan? Apakah benar kita tidak akan gentar?

Perihal menyampaikan kebenaran secara tidak gentar, tak ada seorang pun yang menyerupai Yesus. Dalam perikop sebelumnya, Tuhan Yesus membuat pemuka agama Yahudi marah sehingga hendak membunuh Dia. Umumnya, orang-orang akan menghindari konflik tersebut. Namun, Tuhan Yesus tak sedikit pun gentar. Dia memberikan penjelasan kepada para pemuka Yahudi yang menambah kemarahan mereka.

Dalam penjelasan tersebut, Tuhan Yesus menegaskan relasi kesatuan-Nya dengan Bapa (19). Dia menyamakan kuasa-Nya dengan kuasa Bapa dalam hal membangkitkan orang mati (21). Dia berkata bahwa penghakiman sudah diserahkan sepenuhnya kepada-Nya (22). Yesus dan Bapa adalah kesatuan yang tak terpisahkan, oleh karena itu siapa pun yang menghormati Anak sama dengan menghormati Bapa (23). Dia datang memberikan keselamatan bagi mereka yang percaya kepada-Nya (24-30).

Perkataan itu menimbulkan kemarahan pada para pemuka agama Yahudi. Mereka sangat berang dan banyak lagi orang Yahudi ingin membunuh Yesus. Sebab, dari perspektif orang Yahudi perkataan itu adalah penistaan. Menyampaikan kebenaran memang tidak pernah mudah dan berisiko. Sudah banyak orang yang mati karena memperkatakan kebenaran. Salah satunya adalah Tuhan Yesus, kemudian murid-murid-Nya, juga Rasul Paulus, demikian pula para Bapa Gereja, dan masih banyak orang percaya yang lainnya.

Orang yang menyampaikan kebenaran, kadang kala menghadapi risiko ditentang, bahkan dimusuhi oleh orang lain yang menolak kebenaran yang disampaikannya. Lalu, bagaimana dengan kita sendiri? Apakah saat ini kita berani setia memberitakan kebenaran firman Tuhan dengan prinsip: maju tak gentar, membela yang benar? [YGM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+5:19-47
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+5:19-47

Yohanes 5:19-47

19  Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.
20  Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.
21  Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.
22  Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,
23  supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.
24  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
25  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.
26  Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.
27  Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.
28  Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,
29  dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.
30  Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.
31  Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar;
32  ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar.
33  Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran;
34  tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan.
35  Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.
36  Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.
37  Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat,
38  dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya.
39  Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,
40  namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.
41  Aku tidak memerlukan hormat dari manusia.
42  Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah.
43  Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia.
44  Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?
45  Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu.
46  Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku.
47  Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?"


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 6 Januari -- IBRANI 10:19-25 - KOMITMEN BERTUMBUH BERSAMA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 6 Januari 2026
Bacaan : IBRANI 10:19-25
Setahun: Kejadian 19-21
Nats: Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti yang dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, terlebih lagi sementara kamu melihat hari Tuhan mendekat. (Ibrani 10:25)

Renungan:

KOMITMEN BERTUMBUH BERSAMA

Pada zaman jemaat mula-mula, menjadi pengikut Kristus bukan sekadar soal kepercayaan, tetapi juga keberanian. Sebab, tekanan dari komunitas Yahudi dan intimidasi dari pemerintahan Romawi selalu membayangi kehidupan sesehari. Dalam situasi seperti itu, sebagian orang Kristen memilih menjauhi komunitas. Mereka memilih menyendiri agar mendapatkan kekuatan rohani. Namun, penulis surat Ibrani mengingatkan bahwa justru dalam persekutuanlah kekuatan rohani ditemukan.

Ibrani 10 mengajarkan bahwa iman Kristen bukan pengalaman individual semata. Iman yang sejati tumbuh dalam kebersamaan, dalam relasi yang saling membangun. Kita dipanggil untuk "saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam perbuatan baik" (ay. 24). Persekutuan bukan hanya soal rutinitas ibadah, tetapi ranah di mana kasih diteguhkan, pengharapan dipulihkan, dan iman disegarkan.

Di era digital yang kian sibuk, banyak orang merasa cukup dengan ibadah daring atau devosi pribadi. Namun, kita diingatkan oleh bacaan hari ini untuk tidak meninggalkan "pertemuan-pertemuan ibadah". Kehadiran secara fisik, jiwa, maupun hati dalam pertemuan tersebut menunjukkan komitmen kita untuk bertumbuh bersama.

Pertemuan-pertemuan ibadah bukanlah beban, melainkan anugerah. Di situlah Tuhan bekerja melalui sesama. Ketika bersedia hadir, kita bukan hanya diberkati, tetapi juga menjadi berkat. Mari kita setia menghadiri "pertemuan-pertemuan ibadah". Di situlah kita semua akan bertumbuh bersama dalam iman. --SAP/www.renunganharian.net
   
MEREKA YANG MENJADI MILIK KRISTUS ADALAH DOMBA YANG SUKA BERKUMPUL BERSAMA.-CHARLES H. SPURGEON

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?IBRANI+10:19-25

IBRANI 10:19-25

19  Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,
20  karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,
21  dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.
22  Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.
23  Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.
24  Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.
25  Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+19-21
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+19-21

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA

[Read more]

(e-SH) 6 Januari -- Yohanes 5:1-18 - Bahaya Legalisme Agama

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 6 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 5:1-18

Judul: Bahaya Legalisme Agama

Kisah ini dimulai dengan seorang yang sakit lumpuh sudah selama 38 tahun. Ia berharap disembuhkan di kolam Betesda, namun tidak ada orang yang menolongnya (5). Kemudian, Tuhan Yesus hadir di sana sebagai penyelamat yang menyembuhkan orang lumpuh itu (8). Persoalannya, hari itu adalah hari Sabat, hari ketika orang Yahudi tidak boleh melakukan apa pun.

Setelah itu, para pemuka agama Yahudi marah karena mereka melihat orang lumpuh itu mengangkat tikarnya dan berjalan (9-10). Kemarahan mereka sangat irasional dan bengis. Tidak hanya itu, bahkan mereka mencari Yesus dan hendak membunuh Dia (18).

Para pemuka agama Yahudi itu terjebak dalam legalisme agama, yaitu sikap yang menekankan aturan, hukum, dan tradisi sebagai cara utama untuk memperoleh keselamatan. Mereka terlalu berfokus pada kepatuhan terhadap Hukum Taurat, tanpa memperhatikan kasih karunia Allah dan hubungan yang hidup dengan-Nya. Dari kisah ini, ada beberapa hal yang harus kita waspadai, antara lain:

Pertama, legalisme agama membuat manusia menjadi kaku karena menerapkan prinsip 'peraturan adalah segalanya'. Ia tidak lagi mampu melihat kompleksitas kehidupan sehingga semua hal dinilai berdasarkan peraturan.

Kedua, legalisme agama membuat manusia merasa paling suci dan benar. Hal demikian menghilangkan esensi keselamatan sebab keselamatan merupakan anugerah dari Tuhan, bukan karena manusia hebat dalam menaati perintah agama.

Ketiga, legalisme agama menghilangkan rasa kemanusiaan. Hal itu terlihat dari pemuka Yahudi yang kehilangan rasa kemanusiaannya karena kepatuhan buta terhadap peraturan agama. Padahal, nyawa manusia lebih berharga daripada seperangkat aturan.

Legalisme agama memiliki wajah yang elok dipandang, namun sebenarnya bertolak belakang dengan semangat kekristenan yang mengedepankan kasih karunia Allah. Karena itu, hendaklah kita berjalan dalam terang kasih karunia Allah di dalam hidup beriman kita. [YGM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+5:1-18
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+5:1-18

Yohanes 5:1-18

 1  Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.
 2  Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
 3  dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
 4  Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.
 5  Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
 6  Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
 7  Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."
 8  Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
 9  Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.
10  Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: "Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu."
11  Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah."
12  Mereka bertanya kepadanya: "Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?"
13  Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.
14  Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."
15  Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.
16  Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.
17  Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga."
18  Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]