e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 2 Mei 2026
Bacaan : ROMA 6:1-14
Setahun: 1 Tawarikh 6
Nats: Janganlah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk menjadi senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi sekarang hidup. Serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata kebenaran. (Roma 6:13)
Renungan:
SENJATA KEBENARAN
Pisau adalah perlengkapan mendasar yang dapat dipastikan selalu ada di setiap rumah. Tanpa pisau, hampir semua proses memasak menjadi sulit. Pisau juga akan selalu dijaga ketajamannya karena pisau tajam lebih aman digunakan. Sementara pisau tumpul justru berisiko meleset saat dipakai. Namun, bagaimana dengan pisau yang justru digunakan untuk melukai atau bahkan menghilangkan nyawa orang lain? Apakah pisau yang ada di seluruh muka bumi harus dimusnahkan supaya kejahatan semacam ini tidak lagi terjadi?
Bukan pisau tajam yang harus dimusnahkan karena pisau tajam adalah alat yang netral secara moral. Hanya, untuk menghasilkan karya yang bermanfaat maka pisau harus berada di tangan yang tepat. Demikian pula dengan diri kita. Tubuh, pikiran, dan waktu kita tak ubahnya pisau itu. Ketika kita menyerahkannya kepada dosa, hidup kita akan menjadi alat kerusakan. Namun, ketika kita menyerahkan diri kepada Allah untuk dipakai-Nya menjadi senjata kebenaran maka keberadaan kita akan menjadi berkat bagi sesama, bahkan juga kemuliaan bagi nama Tuhan.
Paulus mengingatkan bahwa kita semestinya sudah mati bagi dosa dan hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. Karena itu, sudah selayaknya kita tidak lagi menuruti keinginan dosa, ganti menyerahkan segenap hidup menjadi senjata kebenaran bagi Tuhan. Pikiran tak lagi dipenuhi dengan keinginan, mulut tak lagi suka menghasut dan tangan jauh dari kejahatan. Karena menjadi senjata kebenaran berarti memberkati, bukan menyakiti. Membangun kehidupan, bukan malah menghancurkan. --EBL/www.renunganharian.net
TUBUH JASMANI KITA IBARAT MEDAN PERANG BAGI PENCOBAAN, KEMENANGAN AKAN KITA DAPATKAN KETIKA BERSERAH PENUH KEPADA TUHAN.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/02/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?ROMA+6:1-14
ROMA 6:1-14
1 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?
2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
5 Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.
6 Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.
7 Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.
8 Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.
9 Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.
10 Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.
11 Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
12 Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.
13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.
14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Tawarikh+6
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Tawarikh+6
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 2 Mei 2026
Bacaan : ROMA 6:1-14
Setahun: 1 Tawarikh 6
Nats: Janganlah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk menjadi senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi sekarang hidup. Serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata kebenaran. (Roma 6:13)
Renungan:
SENJATA KEBENARAN
Pisau adalah perlengkapan mendasar yang dapat dipastikan selalu ada di setiap rumah. Tanpa pisau, hampir semua proses memasak menjadi sulit. Pisau juga akan selalu dijaga ketajamannya karena pisau tajam lebih aman digunakan. Sementara pisau tumpul justru berisiko meleset saat dipakai. Namun, bagaimana dengan pisau yang justru digunakan untuk melukai atau bahkan menghilangkan nyawa orang lain? Apakah pisau yang ada di seluruh muka bumi harus dimusnahkan supaya kejahatan semacam ini tidak lagi terjadi?
Bukan pisau tajam yang harus dimusnahkan karena pisau tajam adalah alat yang netral secara moral. Hanya, untuk menghasilkan karya yang bermanfaat maka pisau harus berada di tangan yang tepat. Demikian pula dengan diri kita. Tubuh, pikiran, dan waktu kita tak ubahnya pisau itu. Ketika kita menyerahkannya kepada dosa, hidup kita akan menjadi alat kerusakan. Namun, ketika kita menyerahkan diri kepada Allah untuk dipakai-Nya menjadi senjata kebenaran maka keberadaan kita akan menjadi berkat bagi sesama, bahkan juga kemuliaan bagi nama Tuhan.
Paulus mengingatkan bahwa kita semestinya sudah mati bagi dosa dan hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. Karena itu, sudah selayaknya kita tidak lagi menuruti keinginan dosa, ganti menyerahkan segenap hidup menjadi senjata kebenaran bagi Tuhan. Pikiran tak lagi dipenuhi dengan keinginan, mulut tak lagi suka menghasut dan tangan jauh dari kejahatan. Karena menjadi senjata kebenaran berarti memberkati, bukan menyakiti. Membangun kehidupan, bukan malah menghancurkan. --EBL/www.renunganharian.net
TUBUH JASMANI KITA IBARAT MEDAN PERANG BAGI PENCOBAAN, KEMENANGAN AKAN KITA DAPATKAN KETIKA BERSERAH PENUH KEPADA TUHAN.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/02/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?ROMA+6:1-14
ROMA 6:1-14
1 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?
2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
5 Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.
6 Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.
7 Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.
8 Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.
9 Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.
10 Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.
11 Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
12 Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.
13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.
14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Tawarikh+6
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Tawarikh+6
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA