(e-RH) 24 April -- KELUARAN 17:1-7 - BERIMAN DENGAN KESADARAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 24 April 2026
Bacaan : KELUARAN 17:1-7
Setahun: 2 Raja-raja 9-11
Nats: Di sana bangsa itu haus akan air. Bangsa itu bersungut-sungut kepada Musa dan berkata, "Mengapa engkau memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami, anak-anak kami dan ternak kami mati kehausan?" (Keluaran 17:3)

Renungan:

BERIMAN DENGAN KESADARAN

Bangsa Israel segera bersungut-sungut kepada Tuhan saat kehausan di Rafidim. Mereka juga menyalahkan Musa yang membawa mereka keluar dari Mesir. Sekalipun telah melihat banyak mukjizat dari Tuhan, mereka tetap meragukan penyertaan Tuhan ketika dihadapkan dengan situasi sulit. Mereka bahkan dengan berani mencobai Tuhan dengan mengatakan, "Apakah Tuhan ada di tengah-tengah kita atau tidak?" (ay. 7).

Sikap bangsa Israel menunjukkan dengan jelas bahwa iman mereka bukan saja belum matang, melainkan juga belum berakar. Mereka percaya kepada Tuhan saat dimudahkan, tetapi segera pudar saat kesulitan. Iman mereka cenderung bergantung pada situasi dan mudah goyah, sekalipun bangsa Israel adalah bangsa pilihan Tuhan sendiri.

Keselamatan di dalam Kristus adalah anugerah, kemurahan kasih karunia Allah. Namun, ada bagian yang harus dilakukan umat sebagai respons. Bagaimanapun, iman sejati hanya lahir dari kesadaran akan kebesaran kasih Allah. Ada kesediaan untuk mendengar dan memahami firman Tuhan. Kita tidak dapat mengaku beriman jika hanya sekadar mewarisi atau karena tradisi. Iman harus tumbuh karena firman Tuhan membuka hati dan pikiran sehingga kita mengenal kebenaran-Nya dan memilih untuk memercayai secara pribadi. Tentu saja hal ini tidak lepas dari pekerjaan Roh Kudus. Selanjutnya, harus ada kesadaran akan dosa dan kebutuhan akan keselamatan yang mendorong untuk bertobat serta menyerahkan hidup kepada Tuhan. Ada hati yang mau diubahkan, bukan sekadar terlibat dalam ritus keagamaan. --EBL/www.renunganharian.net
   
IMAN SEJATI BUKAN SEKADAR WARISAN, MELAINKAN PILIHAN SADAR YANG LAHIR DARI PENCARIAN, PEMAHAMAN, DAN KEYAKINAN YANG MENDALAM.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KELUARAN+17:1-7

KELUARAN 17:1-7

 1  Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah TUHAN, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu.
 2  Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: "Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum." Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai TUHAN?"
 3  Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: "Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?"
 4  Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN, katanya: "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!"
 5  Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah.
 6  Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum." Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.
 7  Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?"

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Raja-raja+9-11
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Raja-raja+9-11

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 24 April -- Hakim-hakim 9:1-21 - Pemimpin yang Lalim

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 24 April 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 9:1-21

Judul: Pemimpin yang Lalim

Pemimpin yang lalim adalah pemimpin yang cenderung menyalahgunakan kekuasaan mereka untuk kepentingan pribadi atau kelompok serta mengabaikan kebutuhan dan hak orang lain.

Contoh pemimpin yang jatuh dalam kelaliman adalah Abimelekh yang berusaha menjadi raja dengan memakai cara yang keji, yakni dengan bantuan keluarga ibunya. Dengan 70 keping uang perak dari kuil Ba'al-Berit yang diberikan kepadanya, ia menyewa orang untuk mengikutinya dan membunuh 70 orang saudaranya (1-5).

Yotam, yang lolos dari pembantaian tersebut, menyindir naiknya Abimelekh menjadi raja dengan mengumpamakan dirinya sendiri seperti semak duri yang tidak menghasilkan apa-apa dan hanya dapat melambai-lambai (7-15). Ini merupakan kesedihan Yotam atas kekejian Abimelekh sekaligus kemarahan Yotam terhadap perbuatan warga Kota Sikhem yang telah salah mengangkat Abimelekh sebagai raja atas mereka. Bagi Yotam, bukannya melindungi rakyat, Abimelekh justru akan menghancurkan mereka (16-21).

Dari Yotam yang mengecam warga Sikhem yang mendukung Abimelekh secara sembrono kita belajar tentang bahaya ambisi kekuasaan yang tidak sah dan penghakiman Allah atas ambisi tersebut. Kita juga perlu memahami bahwa sebenarnya pemerintah ditetapkan oleh Allah, dan kewenangannya untuk mengatur masyarakatnya agar hidup secara tertib dan teratur juga berasal dari Allah.

Sebagai umat Kristen, kita pun harus senantiasa mendoakan para pemimpin bangsa kita agar mereka diberi hikmat dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas mereka. Yotam memberikan satu teladan baik, yaitu ketika pemimpin salah menggunakan jabatan mereka, kita harus berani menyuarakan kebenaran. Dengan demikian, keadilan dan damai sejahtera bisa diharapkan tercipta di tengah masyarakat.

Ingatlah, meskipun kejahatan terkadang terlihat dominan dan berkuasa, kekuatannya semu dan hanya untuk sementara waktu. Pada akhirnya, Tuhanlah yang akan menegakkan keadilan-Nya yang sempurna. Tetaplah teguh dalam kebenaran! [ERE]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+9:1-21
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+9:1-21

Hakim-hakim 9:1-21

 1  Adapun Abimelekh bin Yerubaal pergi ke Sikhem kepada saudara-saudara ibunya dan berkata kepada mereka dan kepada seluruh kaum dari pihak keluarga ibunya:
 2  "Tolong katakan kepada seluruh warga kota Sikhem: Manakah yang lebih baik bagimu: tujuh puluh orang memerintah kamu, yaitu semua anak Yerubaal, atau satu orang? Dan ingat juga, bahwa aku darah dagingmu."
 3  Lalu saudara-saudara ibunya mengatakan hal ihwalnya kepada seluruh warga kota Sikhem, maka condonglah hati orang-orang itu untuk mengikuti Abimelekh, sebab kata mereka: "Memang ia saudara kita."
 4  Sesudah itu mereka memberikan kepadanya tujuh puluh uang perak dari kuil Baal-Berit, lalu Abimelekh memberi perak itu sebagai upah kepada petualang-petualang dan orang-orang nekat supaya mengikuti dia.
 5  Ia pergi ke rumah ayahnya di Ofra, lalu membunuh saudara-saudaranya, anak-anak Yerubaal, tujuh puluh orang, di atas satu batu. Tetapi Yotam, anak bungsu Yerubaal tinggal hidup, karena ia menyembunyikan diri.
 6  Kemudian berkumpullah seluruh warga kota Sikhem dan seluruh Bet-Milo; mereka pergi menobatkan Abimelekh menjadi raja dekat pohon tarbantin di tugu peringatan yang di Sikhem.
 7  Setelah hal itu dikabarkan kepada Yotam, pergilah ia ke gunung Gerizim dan berdiri di atasnya, lalu berserulah ia dengan suara nyaring kepada mereka: "Dengarkanlah aku, kamu warga kota Sikhem, maka Allah akan mendengarkan kamu juga.
 8  Sekali peristiwa pohon-pohon pergi mengurapi yang akan menjadi raja atas mereka. Kata mereka kepada pohon zaitun: Jadilah raja atas kami!
 9  Tetapi jawab pohon zaitun itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan minyakku yang dipakai untuk menghormati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?
10  Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon ara: Marilah, jadilah raja atas kami!
11  Tetapi jawab pohon ara itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan manisanku dan buah-buahku yang baik, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?
12  Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon anggur: Marilah, jadilah raja atas kami!
13  Tetapi jawab pohon anggur itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan air buah anggurku, yang menyukakan hati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?
14  Lalu kata segala pohon itu kepada semak duri: Marilah, jadilah raja atas kami!
15  Jawab semak duri itu kepada pohon-pohon itu: Jika kamu sungguh-sungguh mau mengurapi aku menjadi raja atas kamu, datanglah berlindung di bawah naunganku; tetapi jika tidak, biarlah api keluar dari semak duri dan memakan habis pohon-pohon aras yang di gunung Libanon.
16  Maka sekarang, jika kamu berlaku setia dan tulus ikhlas dengan membuat Abimelekh menjadi raja, dan jika kamu berbuat yang baik kepada Yerubaal dan kepada keturunannya dan jika kamu membalaskan kepadanya seimbang dengan jasanya--
17  bukankah ayahku telah berperang membela kamu dan menyabung nyawanya, dan telah melepaskan kamu dari tangan orang Midian,
18  padahal kamu sekarang memberontak terhadap keturunan ayahku dan membunuh anak-anaknya, tujuh puluh orang banyaknya, di atas satu batu, serta membuat Abimelekh anak seorang budaknya perempuan menjadi raja atas warga kota Sikhem, karena ia saudaramu--
19  jadi jika kamu pada hari ini berlaku setia dan tulus ikhlas kepada Yerubaal dan keturunannya, maka silakanlah kamu bersukacita atas Abimelekh dan silakanlah ia bersukacita atas kamu.
20  Tetapi jika tidak demikian, maka biarlah api keluar dari pada Abimelekh dan memakan habis warga kota Sikhem dan juga Bet-Milo, dan biarlah api keluar dari pada warga kota Sikhem dan juga dari Bet-Milo dan memakan habis Abimelekh."
21  Kemudian larilah Yotam; ia melarikan diri ke Beer, dan tinggal di sana karena takut kepada Abimelekh, saudaranya itu.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 23 April -- YOHANES 14:4-7 - BERHENTI MENJADI JALAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 23 April 2026
Bacaan : YOHANES 14:4-7
Setahun: 2 Raja-raja 6-8
Nats: Kata Yesus kepadanya, "Akulah jalan, kebenaran, dan hidup.Tidak seorang pun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Yohanes 14:6)

Renungan:

BERHENTI MENJADI JALAN

Penyair Antonio Porchia berkata, "Before I travelled my road, I was my road." Sebelum aku tempuh jalanku, aku sendirilah jalan itu. Itu bukan kata-kata biasa. Itu ungkapan sarat penyesalan atas kesombongan yang selama ini merajai hati.

Ada saat ketika kita begitu yakin akan pikiran kita sendiri: merasa tahu arah hidup, tahu mana yang benar, merasa diri pemilik kebenaran. Namun, ketika perjalanan kita tempuh dan kita terbanting-banting di sana, kita sadar bahwa hidup tidak tunduk pada peta yang kita buat bahwa jalan yang kita kira kita kuasai ternyata begitu luas, begitu dalam, begitu misterius melampaui angan kita.

Tuhan bersabda, "Akulah jalan."

Tuhan tidak berkata, "Mari, Aku tunjukkan jalanmu, " tetapi, "Akulah jalan." Dia bukan sekadar penunjuk arah. Dialah Sang Jalan itu. Maka, berjalan dalam iman bukanlah usaha untuk menegakkan kebenaran kita, melainkan memberikan diri dibimbing oleh-Nya, juga meski arah-Nya tak selalu kita mengerti.

Sebelum menempuh perjalanan, kita sering merasa tahu segalanya. Namun, ketika perjalanan kita tempuh-ketika luka, kehilangan, dan keheningan menjadi guru-kita belajar bahwa kebijaksanaan lahir dari kerendahhatian bahwa berjalan bersama Kristus berarti menyerahkan gagasan tentang "jalanku" kepada Dia, Sang Jalan itu sendiri.

Maka, doa kita semestinya bukan, "Tuhan, tunjukkan aku jalanku, " melainkan, "Bawalah aku di jalan-Mu." Ketika kita berhenti menjadi jalan kita sendiri dan berjalan dalam tuntunan kasih-Nya, ketika itulah kita menemukan damai. --EE/www.renunganharian.net
   
BERJALAN BERSAMA KRISTUS BERARTI MENYERAHKAN GAGASAN TENTANG "JALANKU" KEPADA DIA, SANG JALAN ITU SENDIRI.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YOHANES+14:4-7

YOHANES 14:4-7

 4  Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."
 5  Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
 6  Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
 7  Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Raja-raja+6-8
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Raja-raja+6-8

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 23 April -- Hakim-hakim 8:22-35 - Balas Kejahatan dengan Kebaikan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 23 April 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 8:22-35

Judul: Balas Kejahatan dengan Kebaikan

Cerita tentang Gideon adalah cerita yang sangat menakjubkan, sekaligus menyedihkan. Gideon, seorang anak Yoas yang bekerja sebagai petani, dipakai Allah untuk memimpin bangsa Israel keluar dari penindasan bangsa Midian. Atas penyertaan Tuhan, Gideon mengalahkan bangsa Midian.

Karena bangsa Israel melihat kepemimpinan Gideon, maka mereka memintanya menjadi raja mereka. Namun, Gideon menolak. Baginya, yang berhak menjadi Raja atas mereka adalah TUHAN sendiri (22-23).

Selanjutnya, Gideon meminta bangsa Israel untuk membawa semua hasil jarahan mereka untuk diberikan kepadanya (24). Mereka dengan senang hati memberikannya. Hasil jarahan itu berupa anting-anting emas, perhiasan leher, perhiasan telinga, pakaian kain ungu muda, dan kalung rantai unta (25-26). Dari hasil jarahan tersebut, Gideon pun membuat efod dan menempatkannya di Ofra (27a).

Sedihnya, bangsa Israel menyalahgunakan efod tersebut. Bukannya memakainya untuk melayani TUHAN, mereka malah menyembahnya. Akibatnya, hal ini menjadi jerat bagi Gideon dan seisi rumahnya (27b). Setelah Gideon meninggal, bangsa Israel berzina. Mereka tidak lagi mengingat TUHAN dan menunjukkan kasih setia kepada kaum keluarga Gideon (33-35).

Dua peringatan penting dapat kita petik dari bacaan ini. Pertama, jangan kita membalas kebaikan Tuhan dengan penyembahan berhala. Kedua, jangan kita membalas kesetiaan sesama kita dengan ketidaksetiaan.

Setelah mengalami kebaikan Tuhan, hendaklah hati kita tidak beralih kepada hal-hal yang bisa menjadi "berhala" modern bagi kita seperti harta, jabatan, pujian, atau bahkan media sosial. Setelah merasakan kesetiaan keluarga dan sahabat, hendaklah kita tidak membalas dengan egoisme. Hidup ini bagaikan mata rantai kasih. Ketika kita memutusnya dengan ketidaksetiaan, kita merusak anugerah Tuhan melalui sesama.

Meski perlakuan orang lain kepada kita tidak sejalan dengan perilaku kita kepada mereka, tetaplah berbuat baik, itu bukti kualitas iman dan karakter umat Tuhan. [ERE]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+8:22-35
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+8:22-35

Hakim-hakim 8:22-35

22  Kemudian berkatalah orang Israel kepada Gideon: "Biarlah engkau memerintah kami, baik engkau baik anakmu maupun cucumu, sebab engkaulah yang telah menyelamatkan kami dari tangan orang Midian."
23  Jawab Gideon kepada mereka: "Aku tidak akan memerintah kamu dan juga anakku tidak akan memerintah kamu tetapi TUHAN yang memerintah kamu."
24  Selanjutnya kata Gideon kepada mereka: "Satu hal saja yang kuminta kepadamu: Baiklah kamu masing-masing memberikan anting-anting dari jarahannya." --Karena musuh itu beranting-anting mas, sebab mereka orang Ismael.
25  Jawab mereka: "Kami mau memberikannya dengan suka hati." Dan setelah dihamparkan sehelai kain, maka masing-masing melemparkan anting-anting dari jarahannya ke atas kain itu.
26  Adapun berat anting-anting emas yang dimintanya itu ada seribu tujuh ratus syikal emas, belum terhitung bulan-bulanan, perhiasan telinga dan pakaian kain ungu muda yang dipakai oleh raja-raja Midian, dan belum terhitung kalung rantai yang ada pada leher unta mereka.
27  Kemudian Gideon membuat efod dari semuanya itu dan menempatkannya di kotanya, di Ofra. Di sanalah orang Israel berlaku serong dengan menyembah efod itu; inilah yang menjadi jerat bagi Gideon dan seisi rumahnya.
28  Demikianlah orang Midian tunduk kepada orang Israel dan tidak dapat menegakkan kepalanya lagi; maka amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya pada zaman Gideon.
29  Lalu Yerubaal bin Yoas pergilah dan diam di rumahnya sendiri.
30  Gideon mempunyai tujuh puluh anak laki-laki, semuanya anak kandungnya, sebab ia beristeri banyak;
31  juga gundiknya yang tinggal di Sikhem melahirkan seorang anak laki-laki baginya, lalu ia memberikan nama Abimelekh kepada anak itu.
32  Gideon bin Yoas mati pada waktu rambutnya telah putih, lalu dikuburkan dalam kubur Yoas, ayahnya, di Ofra kota orang Abiezer.
33  Setelah Gideon mati, kembalilah orang Israel berjalan serong dengan mengikuti para Baal dan membuat Baal-Berit menjadi allah mereka;
34  orang Israel tidak ingat kepada TUHAN, Allah mereka, yang telah melepaskan mereka dari tangan semua musuhnya di sekelilingnya,
35  juga tidak menunjukkan terima kasihnya kepada keturunan Yerubaal-Gideon seimbang dengan segala yang baik yang telah dilakukannya kepada orang Israel.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 22 April -- MAZMUR 126 - KETIKA PEMULIHAN TERJADI

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 22 April 2026
Bacaan : MAZMUR 126
Setahun: 2 Raja-raja 4-5
Nats: Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang yang bermimpi. (Mazmur 126:1)

Renungan:

KETIKA PEMULIHAN TERJADI

Pemulihan. Siapa yang tak ingin mengalami hal ini, setidaknya dalam satu bidang kehidupan yang sekian lama dipergumulkan? Saya pernah begitu frustrasi dengan kondisi ekonomi keluarga kami yang sangat kekurangan, sampai membeli minyak tanah untuk kompor di dapur pun harus berutang! Saya ingat pagi itu saya menangis, sampai tak bisa lagi bersuara, lalu memohon agar Tuhan pulihkan kondisi ekonomi keluarga kami. Puji Tuhan, sejak malam itu secara perlahan tapi pasti, Tuhan mulai memberkati keuangan keluarga kami.

Pemulihan yang Allah lakukan dalam kehidupan umat-Nya bukanlah perkara yang bisa dianggap biasa, seperti gambaran Pemazmur bahwa situasinya seperti orang yang bermimpi. Gambaran lainnya, seperti orang yang menabur benih dengan menangis, lalu tiba waktunya ia akan menuai dengan sorak-sorai (ay. 6). Seperti itulah ketika Allah sudah bekerja, menurut waktu dan kehendak-Nya, lalu diizinkan-Nya pemulihan itu terjadi dalam hidup kita. Bukankah Alkitab juga dipenuhi oleh kisah-kisah pemulihan Allah yang luar biasa dalam kehidupan umat-Nya, yang dapat membangkitkan iman dan pengharapan kita?

Mungkin hari ini kita sedang mengalami pergumulan berat. Kita mungkin sudah lama menantikan pertolongan, bahkan mukjizat dari Tuhan. Mari tetap arahkan pengharapan kita kepada Allah. Peganglah teguh kebenaran firman-Nya dan jangan biarkan Iblis melemahkan fokus dan iman kita. Asalkan Ia berkehendak maka cepat atau lambat pertolongan, bahkan pemulihan dari Allah akan dinyatakan dalam kehidupan kita. --GHJ/www.renunganharian.net
   
KETIKA ALLAH MEMULIHKAN, KITA HANYA DAPAT MENGAGUMI KARYA-NYA DAN MEMULIAKAN DIA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MAZMUR+126

MAZMUR 126

 1  Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi.
 2  Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!"
 3  TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
 4  Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!
 5  Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
 6  Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Raja-raja+4-5
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Raja-raja+4-5

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 22 April -- Hakim-hakim 8:4-21 - Do Ut Des

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 22 April 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 8:4-21

Judul: Do Ut Des

Menurut situs Bibliopedia, "Do ut des" adalah frasa Latin yang secara harfiah artinya, "Aku memberi agar kamu memberi". Ini adalah prinsip barter dalam hubungan sosial ekonomi. Maka, dapat dianggap wajar apabila seseorang mengharapkan imbalan dari kebaikan yang ia berikan kepada orang lain.

Bacaan kali ini menceritakan kelanjutan kisah perjuangan Gideon dalam mengalahkan bangsa Midian. Gideon bersama pasukannya mengejar dua raja Midian yang melarikan diri, yaitu Zebah dan Salmunah.

Dalam pengejaran itu, mereka mengalami kelelahan (4). Gideon meminta bantuan makanan kepada orang Sukot, tetapi para pemuka Sukot menolak dengan alasan bahwa Gideon belum berhasil menangkap kedua raja itu (5-6). Setelah itu, Gideon juga menerima penolakan yang sama dari orang Pnuel (8).

Apa tanggapan Gideon? Gideon berkata bahwa ia akan mencabik tubuh para pemuka Sukot dan merobohkan menara orang Pnuel (7, 9). Gideon benar-benar melakukan niatnya itu, bahkan membunuh orang-orang di Pnuel (15-17).

Kita dapat menilai peristiwa ini dari berbagai sisi. Mungkin kita mengkritik ketidakpedulian orang Sukot dan Pnuel atau mencela kekejaman Gideon. Namun, kita juga dapat menilai bahwa Gideon dan masyarakat umumnya saat itu hidup dalam sistem sosial yang membalas kejahatan dengan kejahatan, dan membalas kebaikan dengan kebaikan.

Ini adalah prinsip "Mata ganti mata, gigi ganti gigi" (lih. Kel. 21:24; Im. 24:20; Ul. 19:21). Prinsip ini bertujuan untuk menegakkan keadilan, tetapi orang sering menggunakannya untuk menuntut balasan atau mengharapkan imbalan.

Oleh karena itu, Yesus mengajarkan prinsip yang sebaliknya: janganlah melawan jika orang lain berbuat jahat kepada kita (lih. Mat. 5:38-42). Jadi, kita tidak perlu bertanya: Apakah penolakan harus dibalas dengan penolakan juga? Keburukan apa pun yang dilakukan orang terhadap kita, Yesus mengajar kita untuk proaktif membalasnya dengan melakukan kebaikan, dan tidak memikirkan balasan apa yang akan diberikan orang kepada kita (Mat. 7:12). [LRS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+8:4-21
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+8:4-21

Hakim-hakim 8:4-21

 4  Ketika Gideon sampai ke sungai Yordan, menyeberanglah ia dan ketiga ratus orang yang bersama-sama dengan dia, meskipun masih lelah, namun mengejar juga.
 5  Dan berkatalah ia kepada orang-orang Sukot: "Tolong berikan beberapa roti untuk rakyat yang mengikuti aku ini, sebab mereka telah lelah, dan aku sedang mengejar Zebah dan Salmuna, raja-raja Midian."
 6  Tetapi jawab para pemuka di Sukot itu: "Sudahkah Zebah dan Salmuna itu ada dalam tanganmu, sehingga kami harus memberikan roti kepada tentaramu?"
 7  Lalu kata Gideon: "Kalau begitu, apabila TUHAN menyerahkan Zebah dan Salmuna ke dalam tanganku, aku akan menggaruk tubuhmu dengan duri padang gurun dan onak."
 8  Maka berjalanlah ia dari sana ke Pnuel, dan berkata demikian juga kepada orang-orang Pnuel, tetapi orang-orang inipun menjawabnya seperti orang-orang Sukot.
 9  Lalu berkatalah ia juga kepada orang-orang Pnuel: "Apabila aku kembali dengan selamat, maka aku akan merobohkan menara ini."
10  Sementara itu Zebah dan Salmuna ada di Karkor bersama-sama dengan tentara mereka, kira-kira lima belas ribu orang banyaknya, yakni semua orang yang masih tinggal hidup dari seluruh tentara orang-orang dari sebelah timur; banyaknya yang tewas ada seratus dua puluh ribu orang yang bersenjatakan pedang.
11  Gideon maju melalui jalan orang-orang yang diam di dalam kemah di sebelah timur Nobah dan Yogbeha, lalu memukul kalah tentara itu, ketika tentara itu menyangka dirinya aman.
12  Zebah dan Salmuna melarikan diri, tetapi Gideon mengejar mereka dan menawan kedua raja Midian itu, yakni Zebah dan Salmuna, sedang seluruh tentara itu diceraiberaikannya.
13  Kemudian kembalilah Gideon bin Yoas dari peperangan dengan melalui pendakian Heres;
14  ditangkapnyalah seorang muda dari penduduk Sukot. Setelah ditanyai, orang itu menuliskan nama para pemuka dan para tua-tua di Sukot untuk Gideon, tujuh puluh tujuh orang banyaknya.
15  Lalu pergilah Gideon kepada orang-orang Sukot sambil berkata: "Inilah Zebah dan Salmuna yang karenanya kamu telah mencela aku dengan berkata: Sudahkah Zebah dan Salmuna itu ada dalam tanganmu, sehingga kami harus memberikan roti kepada orang-orangmu yang lelah itu?"
16  Lalu ia mengumpulkan para tua-tua kota itu, ia mengambil duri padang gurun dan onak, dan menghajar orang-orang Sukot dengan itu.
17  Juga menara Pnuel dirobohkannya dan dibunuhnya orang-orang kota itu.
18  Kemudian bertanyalah ia kepada Zebah dan Salmuna: "Di manakah orang-orang yang telah kamu bunuh di Tabor itu?" Jawab mereka: "Mereka itu serupa dengan engkau, sikap mereka masing-masing seperti anak raja."
19  Lalu kata Gideon: "Saudara-saudarakulah itu, anak-anak ibuku! Demi TUHAN yang hidup, seandainya kamu membiarkan mereka hidup, aku tidak akan membunuh kamu."
20  Katanya kepada Yeter, anak sulungnya: "Bangunlah, bunuhlah mereka." Tetapi orang muda itu tidak menghunus pedangnya, karena ia takut, sebab ia masih muda.
21  Lalu kata Zebah dan Salmuna: "Bangunlah engkau sendiri dan paranglah kami, sebab seperti orangnya, demikian pula kekuatannya." Maka bangunlah Gideon, dibunuhnya Zebah dan Salmuna, kemudian diambilnya bulan-bulanan yang ada pada leher unta mereka.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 21 April -- MAZMUR 39 - MENYIKAPI KEFANAAN HIDUP

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 21 April 2026
Bacaan : MAZMUR 39
Setahun: 2 Raja-raja 1-3
Nats: "Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, dan berilah telinga kepada teriakku minta tolong, janganlah berdiam diri melihat air mataku! Sebab aku ini pendatang yang tinggal bersama-Mu, warga asing seperti semua nenek moyangku." (Mazmur 39:13)

Renungan:

MENYIKAPI KEFANAAN HIDUP

Bangsa Israel Kuno memahami hidup manusia seperti sebuah perjalanan singkat. Hidup laksana embun pagi yang cepat lenyap; atau, bayangan yang sebentar saja tampak, lalu menghilang. Terkait dengan pemahaman tersebut, dengan jujur Daud menuliskan keluh kesahnya. Ia memakai ungkapan tentang "orang asing" dan "pendatang". Baginya, hidup ini bukan rumah abadi, melainkan persinggahan sejenak. Ia paham, hidup ini fana, rapuh, dan penuh kesementaraan.

Namun, Daud tidak berhenti pada keluh kesah. Ia datang kepada Allah dalam doa. Sehingga, ia beroleh pencerahan: kefanaan hidup justru mengingatkannya bahwa hanya Tuhanlah yang menjadi tujuan akhir. Ia pun menjadi paham bahwa ia tidak bisa menggantungkan harapannya pada dunia yang sementara, melainkan hanya pada Allah yang kekal. Inilah titik balik rohani-dari rasa hampa menuju penyerahan diri pada kasih dan kedaulatan Tuhan.

Pengalaman iman Daud menolong kita untuk menyadari bahwa kefanaan hidup bukan alasan untuk berputus asa. Itu justru undangan untuk hidup lebih bijak dan bersandar pada Tuhan. Dunia menawarkan banyak hal yang memesona dan memikat hati: kesuksesan, harta, kesenangan, dan popularitas. Namun, hanya hal yang dikerjakan dalam Tuhan saja yang mampu bertahan.

Benar, hidup ini fana dan sementara. Justru karena itu, hendaknya kita menggunakan waktu dengan baik. Teruslah menaruh pengharapan hanya pada Allah. Lalu, berusahalah agar setiap langkah kita menjadi jejak yang bermakna. Bukan hanya bermakna bagi diri kita sendiri, tetapi juga bagi sesama. Dengan demikian, hidup kita yang fana ini, memiliki nilai kekekalan. --SAP/www.renunganharian.net
   
HIDUP TERLALU SINGKAT, DUNIA TERLALU LUAS, DAN KASIH TUHAN TERLALU BESAR UNTUK DIJALANI DENGAN CARA BIASA.-CHISTINE CAINE

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MAZMUR+39

MAZMUR 39

 1  Untuk pemimpin biduan. Untuk Yedutun. Mazmur Daud. (39-2) Pikirku: "Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan mulutku dengan kekang selama orang fasik masih ada di depanku."
 2  (39-3) Aku kelu, aku diam, aku membisu, aku jauh dari hal yang baik; tetapi penderitaanku makin berat.
 3  (39-4) Hatiku bergejolak dalam diriku, menyala seperti api, ketika aku berkeluh kesah; aku berbicara dengan lidahku:
 4  (39-5) "Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku!
 5  (39-6) Sungguh, hanya beberapa telempap saja Kautentukan umurku; bagi-Mu hidupku seperti sesuatu yang hampa. Ya, setiap manusia hanyalah kesia-siaan! Sela
 6  (39-7) Ia hanyalah bayangan yang berlalu! Ia hanya mempeributkan yang sia-sia dan menimbun, tetapi tidak tahu, siapa yang meraupnya nanti.
 7  (39-8) Dan sekarang, apakah yang kunanti-nantikan, ya Tuhan? Kepada-Mulah aku berharap.
 8  (39-9) Lepaskanlah aku dari segala pelanggaranku, jangan jadikan aku celaan orang bebal!
 9  (39-10) Aku kelu, tidak kubuka mulutku, sebab Engkau sendirilah yang bertindak.
10  (39-11) Hindarkanlah aku dari pada pukulan-Mu, aku remuk karena serangan tangan-Mu.
11  (39-12) Engkau menghajar seseorang dengan hukuman karena kesalahannya, dan menghancurkan keelokannya sama seperti gegat; sesungguhnya, setiap manusia adalah kesia-siaan belaka. Sela
12  (39-13) Dengarkanlah doaku, ya TUHAN, dan berilah telinga kepada teriakku minta tolong, janganlah berdiam diri melihat air mataku! Sebab aku menumpang pada-Mu, aku pendatang seperti semua nenek moyangku.
13  (39-14) Alihkanlah pandangan-Mu dari padaku, supaya aku bersukacita sebelum aku pergi dan tidak ada lagi!"

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Raja-raja+1-3
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Raja-raja+1-3

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 21 April -- Hakim-hakim 7:1-8:3 - To God Be the Glory

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 21 April 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 7:1-8:3

Judul: To God Be the Glory

Lagu "To God Be the Glory" adalah lagu pujian karya Fanny J. Crosby pada 1872 yang berisi pujian kepada Tuhan atas segala karya-Nya, khususnya ungkapan syukur atas karya penebusan Kristus. Lagu ini mengingatkan kita bahwa semua yang baik dan berharga dalam hidup orang percaya berasal dari Tuhan. Karena itu, semua kemuliaan hanya patut ditujukan kepada Tuhan.

Bacaan kali ini menceritakan bagaimana Gideon berhasil mengalahkan orang Midian yang telah menjajah bangsa Israel selama tujuh tahun.

Ketika TUHAN mengurangi pasukan yang ikut berperang (7:2-6), ini mengajarkan kepada kita tentang mengandalkan kekuatan Allah di atas kekuatan manusia. Ada satu hal yang patut menjadi fokus perhatian kita, yaitu perkataan TUHAN kepada Gideon agar jangan sampai orang Israel merasa jika mereka menang atas orang Midian, itu adalah karena kekuatan mereka sendiri (7:2b).

Perkataan TUHAN ini mungkin memberikan kesan kepada kita bahwa bangsa Israel adalah umat yang buruk karena mereka punya kecenderungan sangat besar untuk memegahkan diri. Ini artinya menyombongkan diri, membanggakan diri, menonjolkan kelebihan diri secara berlebihan.

Kecenderungan untuk memegahkan diri sebenarnya ada dalam diri setiap orang. Lalu, apakah kita tidak boleh berbangga diri? Tentu saja boleh apabila sikap itu tidak berlebihan sampai-sampai kita menghilangkan peran Tuhan dalam pencapaian kita.

Kita harus mencontoh sikap baik Gideon. Ia bisa saja memegahkan diri karena dialah yang memimpin pasukan, dan juga karena dikatakan melalui mimpi bahwa pedangnya akan merobohkan orang Midian (7:13-14). Namun, responsnya adalah sujud menyembah dan mengatakan bahwa TUHAN-lah yang menyerahkan orang Midian kepadanya (7:15).

Jadi, ingatlah untuk selalu wawas diri, tidak membiarkan kesombongan atau keangkuhan menguasai diri kita. Semua yang baik dan berharga dalam hidup kita berasal dari Tuhan. Bersyukurlah selalu dengan mengatakan, "kemuliaan hanya bagi Tuhan!" [LRS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+7:1-8:3
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+7:1-8:3

Hakim-hakim 7:1-8:3

 1  Adapun Yerubaal--itulah Gideon--bangun pagi-pagi dengan segala rakyat yang bersama-sama dengan dia, lalu mereka berkemah dekat mata air Harod; perkemahan orang Midian itu ada di sebelah utaranya, dekat bukit More, di lembah.
 2  Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku.
 3  Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead." Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang.
 4  Tetapi TUHAN berfirman kepada Gideon: "Masih terlalu banyak rakyat; suruhlah mereka turun minum air, maka Aku akan menyaring mereka bagimu di sana. Siapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, tetapi barangsiapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang tidak akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang tidak akan pergi."
 5  Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum."
 6  Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air.
 7  Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya."
 8  Dari rakyat itu mereka mengambil bekal dan sangkakala; demikianlah seluruh orang Israel disuruhnya pergi, masing-masing ke kemahnya, tetapi ketiga ratus orang itu ditahannya. Adapun perkemahan orang Midian ada di bawahnya, di lembah.
 9  Pada malam itu berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Bangunlah, turunlah menyerbu perkemahan itu, sebab telah Kuserahkan itu ke dalam tanganmu.
10  Tetapi jika engkau takut untuk turun menyerbu, turunlah bersama dengan Pura, bujangmu, ke perkemahan itu;
11  maka kaudengarlah apa yang mereka katakan; kemudian engkau akan mendapat keberanian untuk turun menyerbu perkemahan itu." Lalu turunlah ia bersama dengan Pura, bujangnya itu, sampai kepada penjagaan terdepan laskar di perkemahan itu.
12  Adapun orang Midian dan orang Amalek dan semua orang dari sebelah timur itu bergelimpangan di lembah itu, seperti belalang banyaknya, dan unta mereka tidak terhitung, seperti pasir di tepi laut banyaknya.
13  Ketika Gideon sampai ke situ, kebetulan ada seorang menceritakan mimpinya kepada temannya, katanya: "Aku bermimpi: tampak sekeping roti jelai terguling masuk ke perkemahan orang Midian; setelah sampai ke kemah ini, dilanggarnyalah kemah ini, sehingga roboh, dan dibongkar-bangkirkannya, demikianlah kemah ini habis runtuh."
14  Lalu temannya menjawab: "Ini tidak lain dari pedang Gideon bin Yoas, orang Israel itu; Allah telah menyerahkan orang Midian dan seluruh perkemahan ini ke dalam tangannya."
15  Segera sesudah Gideon mendengar mimpi itu diceritakan dengan maknanya, sujudlah ia menyembah. Kemudian pulanglah ia ke perkemahan orang Israel, lalu berkata: "Bangunlah, sebab TUHAN telah menyerahkan perkemahan orang Midian ke dalam tanganmu."
16  Sesudah itu dibaginyalah ketiga ratus orang itu dalam tiga pasukan dan ke tangan mereka semuanya diberikannya sangkakala dan buyung kosong dengan suluh di dalam buyung itu.
17  Dan berkatalah ia kepada mereka: "Perhatikanlah aku dan lakukanlah seperti yang kulakukan. Maka apabila aku sampai ke ujung perkemahan itu, haruslah kamu lakukan seperti yang kulakukan.
18  Apabila aku dan semua orang yang bersama dengan aku meniup sangkakala, maka haruslah kamu juga meniup sangkakala sekeliling seluruh perkemahan itu, dan berseru: 'Demi TUHAN dan demi Gideon!'"
19  Lalu Gideon dan keseratus orang yang bersama-sama dengan dia sampai ke ujung perkemahan itu pada waktu permulaan giliran jaga tengah malam, ketika penjaga-penjaga baru saja ditempatkan. Lalu mereka meniup sangkakala sambil memecahkan buyung yang di tangan mereka.
20  Demikianlah ketiga pasukan itu bersama-sama meniup sangkakala, dan memecahkan buyung dengan memegang obor di tangan kirinya dan sangkakala di tangan kanannya untuk ditiup, serta berseru: "Pedang demi TUHAN dan demi Gideon!"
21  Sementara itu tinggallah mereka berdiri, masing-masing di tempatnya, sekeliling perkemahan itu, tetapi seluruh tentara musuh menjadi kacau balau, berteriak-teriak dan melarikan diri.
22  Sedang ketiga ratus orang itu meniup sangkakala, maka di perkemahan itu TUHAN membuat pedang yang seorang diarahkan kepada yang lain, lalu larilah tentara itu sampai ke Bet-Sita ke arah Zerera sampai ke pinggir Abel-Mehola dekat Tabat.
23  Kemudian dikerahkanlah orang-orang Israel dari suku Naftali dan dari suku Asyer dan dari segenap suku Manasye, lalu mereka mengejar orang Midian itu.
24  Gideon menyuruh juga orang ke seluruh pegunungan Efraim dengan pesan: "Turunlah menghadapi orang Midian, dan dudukilah segala batang air sampai ke Bet-Bara, dan juga sungai Yordan." Maka semua orang Efraim dikerahkan, lalu mereka menduduki segala batang air sampai ke Bet-Bara, juga sungai Yordan.
25  Mereka berhasil menawan dua raja Midian, yakni Oreb dan Zeeb. Oreb dibunuh di gunung batu Oreb dan Zeeb dibunuh dalam tempat pemerasan anggur Zeeb. Mereka mengejar orang Midian itu, lalu mereka membawa kepala Oreb dan kepala Zeeb kepada Gideon di seberang sungai Yordan.
 1  Lalu berkatalah orang-orang Efraim kepada Gideon: "Apa macam perbuatanmu ini terhadap kami! Mengapa engkau tidak memanggil kami, ketika engkau pergi berperang melawan orang Midian?" Lalu mereka menyesali dia dengan sangat.
 2  Jawabnya kepada mereka: "Apa perbuatanku dalam hal ini, jika dibandingkan dengan kamu? Bukankah pemetikan susulan oleh suku Efraim lebih baik hasilnya dari panen buah anggur kaum Abiezer?
 3  Allah telah menyerahkan kedua raja Midian itu, yakni Oreb dan Zeeb, ke dalam tanganmu; apa yang telah dapat kucapai, jika dibandingkan dengan kamu?" Setelah ia berkata demikian, maka redalah marah mereka terhadap dia.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]