(e-RH) 11 Januari -- MARKUS 4:35-41 - KUASA ATAS ALAM

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 11 Januari 2026
Bacaan : MARKUS 4:35-41
Setahun: Kejadian 32-34
Nats: Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu, "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. (Markus 4:39)

Renungan:

KUASA ATAS ALAM

Evan, ketua pelaksana acara anak muda berskala nasional, merasa sangat bersyukur ketika acara yang berlangsung selama tiga hari penuh itu berjalan lancar. Faktor cuaca yang baik juga menjadi hal penting yang membuatnya memuji Allah karena beberapa hari sebelum acara hujan cukup sering turun, bahkan disertai badai. "Saya tak bisa membayangkan kalau kemarin hujan sebentar saja, bisa jadi acara outdoor yang kita rancang akan terkendala, " ucapnya saat bersaksi. "Untung tidak hujan karena Tuhan mendengar seruan doa kita."

Hujan memang peristiwa alam yang biasa, apalagi bagi kita yang tinggal di negara tropis di mana hujan dan panas bergantian sepanjang tahun. Namun, dalam kondisi tertentu kita tetap memerlukan campur tangan Allah, Pribadi yang berkuasa di alam semesta ini. Peristiwa meredanya badai dalam hardikan Yesus hanyalah salah satu bukti bahwa Tuhan berkuasa atas alam ini, yang harus tunduk di bawah otoritas-Nya. Kita juga ingat bahwa pada masa Elia hujan pernah tidak turun selama tiga setengah tahun atas kehendak Allah (Yak. 5:17).

Terkait peristiwa alam, memang ada kehendak dan kedaulatan Allah yang tak bisa dilawan. Namun, sebagai umat-Nya kita tetap boleh meminta, sambil tetap bersyukur atas apa pun jawaban dari-Nya. Sejauh itu bukan perkara pemuasaan keinginan, pemaksaan kehendak pribadi, atau kemegahan diri, rasanya Allah tidak keberatan untuk campur tangan melalui peristiwa alam, supaya kita dapat menyadari ada Pribadi yang berkuasa dan mendengar doa umat-Nya. --GHJ/www.renunganharian.net
   
ALLAH BEROTORITAS ATAS ALAM, TETAPI KEDAULATAN-NYA JUGA HARUS DISADARI OLEH UMAT-NYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MARKUS+4:35-41

MARKUS 4:35-41

35  Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."
36  Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
37  Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
38  Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
39  Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
40  Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"
41  Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+32-34
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+32-34

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 11 Januari -- Yohanes 6:25-59 - Yesus Sang Roti Kehidupan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 11 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 6:25-59

Judul: Yesus Sang Roti Kehidupan

Apakah Saudara pernah merasa kenyang setelah makan, tetapi tak lama kemudian lapar lagi? Karena porsi makan yang sedikit, atau karena nafsu makan yang datang lagi?

Hidup kita terkadang seperti itu. Kita mengejar sesuatu yang memuaskan hati, namun itu hanya sementara dan kita merasakan kekosongan lagi.

Orang banyak mendatangi Yesus karena mereka ingin dikenyangkan lagi dengan makanan. Akan tetapi, Yesus mengajak mereka untuk melihat lebih jauh, dalam, dan esensial. Ia menyebut diri-Nya sebagai Roti Kehidupan. Ungkapan ini diulang sampai tiga kali oleh-Nya (35, 48, 51). Yesus hendak menegaskan bahwa Dialah sumber kehidupan kekal. Roti adalah makanan pokok orang Israel. Dalam sejarah Keluaran dari Mesir, nenek moyang Israel memakan manna, roti yang turun dari surga (bdk. Kel. 16).

Sama seperti manna yang turun dari surga, Yesus pun berasal dari sana. Namun, tidak seperti manna yang hanya bertahan sehari (kecuali saat hari keenam), Yesus kekal dan abadi. Dia akan mati dan bangkit lagi. Yesus mengajak orang banyak itu untuk mau percaya dan menerima Dia yang kelak mengorbankan tubuh dan darah-Nya (54-56). Hal itu akan dipertegas kembali di perjamuan terakhir Yesus bersama para murid. Intinya, Yesus mau mengingatkan mereka agar jangan hanya menjadi berkat, tetapi mencari Sang Pemberi Berkat yang dapat memberi kehidupan abadi dan percaya kepada-Nya.

Mari kita renungkan sejenak. Kita sering sibuk mengejar hal-hal di dunia ini, seperti makanan, uang, kesenangan, atau pujian, dan pengakuan. Apakah hal itu benar-benar cukup untuk kita? Jika itu sudah kita dapatkan, apakah kemudian hidup kita menjadi sempurna tanpa kekosongan dan kehampaan? Tak jarang ada saat-saat di mana kita merasa hampa, meski semua tampak sempurna di luar. Yesus tahu itu, dan Ia memberi diri-Nya bagi kita. Maukah Saudara hidup di dalam dan bersama-Nya? Pada titik ini kita diajak merenungkan, apakah kita benar-benar mencari Tuhan dengan hati yang tulus dan bergantung pada-Nya, Sang Sumber Kehidupan? [YWA]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+6:25-59
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+6:25-59

Yohanes 6:25-59

25  Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?"
26  Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.
27  Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."
28  Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?"
29  Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."
30  Maka kata mereka kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?
31  Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga."
32  Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.
33  Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."
34  Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa."
35  Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.
36  Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya.
37  Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
38  Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
39  Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.
40  Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."
41  Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga."
42  Kata mereka: "Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapanya kita kenal? Bagaimana Ia dapat berkata: Aku telah turun dari sorga?"
43  Jawab Yesus kepada mereka: "Jangan kamu bersungut-sungut.
44  Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
45  Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.
46  Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.
47  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.
48  Akulah roti hidup.
49  Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.
50  Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.
51  Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."
52  Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."
53  Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.
54  Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.
55  Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.
56  Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.
57  Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.
58  Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."
59  Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 10 Januari -- Yohanes 6:22-24 - Motivasi Mencari Yesus

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 10 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 6:22-24

Judul: Motivasi Mencari Yesus

Banyak orang segera berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus (22-24). Mereka tampak begitu gigih, namun pertanyaannya adalah apa motivasi mereka mencari Yesus? Apakah mereka ingin mengenal-Nya lebih dalam, mendengar ajaran-Nya, atau sekadar memuaskan keinginan akan mukjizat dan roti yang mengenyangkan? Jika kita perhatikan ayat-ayat sebelum dan sesudah perikop ini, kita dapati, motivasi orang banyak itu adalah mencari mukjizat dan roti (lih. Yoh. 6:2; 6:26).

Perilaku orang banyak ini menunjukkan bahwa motivasi mencari Tuhan tidak selalu didasari oleh cinta, kerinduan akan pengenalan yang dalam, atau ketulusan relasi personal yang hendak dibangun dengan Tuhan. Banyak orang mencari Tuhan karena ingin mendapat keuntungan bagi dirinya sendiri, atau setidaknya menyaksikan mukjizat yang diterima orang lain. Pertanyaan tentang motivasi mencari Tuhan ini masih relevan sampai sekarang. Dalam kebaktian khusus berskala besar, baik yang bersifat kebangunan rohani atau perayaan, apa motivasi orang banyak datang ke sana? Ada yang datang karena mau melihat pendeta/ pastor/pengkhotbahnya, melihat artis rohaninya, mendengar musiknya, mendapat makanannya, mendapat mukjizat penyembuhannya, mau tampil mengisi pujian/ kesaksian, atau sekadar ikut meramaikan dan seru-seruan. Berapa banyak yang datang karena kerinduan murni untuk berjumpa Tuhan dan mengenal-Nya dengan lebih dalam?

Santo Agustinus dalam salah satu karyanya, "Confessiones", pernah menulis: "... fecisti nos ad te et inquietum est cor nostrum, donec requiescat in te". Secara harfiah berarti: "Engkau telah menciptakan kami untuk-Mu dan hati kami tidak akan tenang, sampai ia beristirahat dalam Engkau". Kita diajak untuk melihat lebih dalam makna relasi yang kita bangun dengan Tuhan. Eksistensi hidup kita sejak mula adalah pemberian Tuhan. Jangan membangun relasi yang transaksional dengan Tuhan, tetapi bangunlah relasi yang tulus dan sederhana dengan-Nya sampai kelak kita bersatu kembali bersama Dia. [YWA]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+6:22-24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+6:22-24

Yohanes 6:22-24

22  Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.
23  Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.
24  Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 10 Januari -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab 2

Yohanes 6:22-24

Yohanes 6:22-24 menggambarkan bagaimana orang banyak mencari Yesus setelah mukjizat memberi makan lima ribu orang. Mereka menyadari bahwa Yesus tidak naik perahu bersama murid-murid-Nya, tetapi tetap berada di seberang dan kemudian menghilang.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa banyak orang tertarik kepada Yesus bukan karena pengajaran-Nya, tetapi karena tanda-tanda ajaib yang Ia lakukan. Mereka mencari Yesus dengan harapan mendapatkan lebih banyak berkat jasmani, bukan karena ingin mengenal Dia secara rohani.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang dilihat orang banyak di seberang danau pada keesokan harinya? (22)
2. Dari mana datangnya perahu-perahu lain yang tiba di dekat tempat orang banyak makan roti? (23)
3. Apa yang dilakukan orang banyak ketika mereka tidak menemukan Yesus dan murid-murid-Nya? (24)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Bagaimana seharusnya Anda mencari Yesus sebagai pintu gerbang kepada kebenaran?
2. Apakah Anda mencari karunia atau Sang Pemberi karunia?
3. Mengapa penting untuk tidak menjadikan berkat materi sebagai tujuan utama dalam kehidupan beriman?

Apa respons Anda?
1. Bagaimana Anda akan bersyukur atas kesempatan untuk mencari Yesus dalam kehidupan Anda?
2. Apa yang akan Anda minta dalam doa agar dapat lebih memahami kehendak Tuhan dalam hidup Anda?
3. Apa yang akan Anda lakukan untuk bisa datang kepada-Nya bukan demi apa yang bisa Anda dapatkan dari-Nya, melainkan demi siapa Dia sendiri?

Pokok Doa:
Supaya gereja Tuhan tetap setia dalam mengajarkan kebenaran Injil dan tidak terpengaruh oleh keinginan duniawi.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+6:22-24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+6:22-24

Yohanes 6:22-24

22  Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.
23  Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.
24  Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 10 Januari -- MAZMUR 19:1-7 - MENGAGUMI ALAM SEMESTA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 10 Januari 2026
Bacaan : MAZMUR 19:1-7
Setahun: Kejadian 30-31
Nats: Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya. (Mazmur 19:2)

Renungan:

MENGAGUMI ALAM SEMESTA

Banyak orang berwisata untuk melihat matahari terbit di Gunung Bromo. Mereka tidak memedulikan jarak yang jauh dari tempat tinggal mereka. Lalu naik mobil sewaan yang sering tidak nyaman buat penumpang. Cuaca dingin diantisipasi dengan membawa jaket tebal, syal, sarung tangan, kaos kaki tebal, dan sepatu. Tak lupa membawa pula masker untuk menghadapi debu yang terbawa oleh embusan angin dingin. Pengorbanan itu kecil artinya dibanding saat melihat pemandangan alam yang luar biasa indah di sana.

Bagi pemazmur, alam semesta berkisah tentang karya Allah yang luar biasa tanpa kata-kata. Langit dan cakrawala memberitakan tentang karya Tuhan. Pengetahuan juga disampaikan oleh malam hari. Matahari digambarkan bagaikan pengantin laki-laki yang bersukacita, juga pahlawan yang gagah berani. Tidak ada yang terbebas dari panas teriknya. Gambaran ini memberi kita pengetahuan yang sama sekali bertentangan dengan teori modern tentang asal mula alam semesta, dan juga teori evolusi. Tidaklah mungkin bintang dan planet yang tidak terhitung jumlahnya ini tiba-tiba muncul dengan sendirinya. Keragaman hayati juga terjadi lewat penciptaan Allah yang tidak habisnya diselidiki oleh para ahli.

Jika kita dapat menikmati alam semesta setiap hari, niscaya kita akan mengagumi Allah pencipta segala sesuatu. Kita akan turut memelihara dan tidak mencemari lingkungan kita. Kita perlu turut mendorong agar masyarakat sekitar juga melakukan upaya yang sama. --HEM/www.renunganharian.net
   
KETIKA MENYAKSIKAN ALAM SEMESTA YANG LUAR BIASA, KITA PERLU MENGINGAT AKAN TUHAN SANG PENCIPTA. MARI MEMULIAKAN-NYA MELALUI PEMELIHARAAN LINGKUNGAN KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MAZMUR+19:1-7

MAZMUR 19:1-7

 1  Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (19-2) Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;
 2  (19-3) hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.
 3  (19-4) Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar;
 4  (19-5) tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari,
 5  (19-6) yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya.
 6  (19-7) Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya.
 7  (19-8) Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+30-31
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+30-31

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-RH) 9 Januari -- 1 RAJA-RAJA 17:7-16 - WADI KERIT MENGERING

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 9 Januari 2026
Bacaan : 1 RAJA-RAJA 17:7-16
Setahun: Kejadian 27-29
Nats: Akan tetapi, sesudah beberapa waktu, wadi itu mengering, sebab hujan tidak turun di negeri itu. (1 Raja-raja 17:7)

Renungan:

WADI KERIT MENGERING

Ahab, raja Israel, melakukan kejahatan di mata Tuhan. Ia beribadah kepada Ba'al. Elia, sang nabi, mengancamkan bahwa tidak akan ada embun atau hujan turun. Kemudian oleh petunjuk Tuhan, Elia tinggal bersembunyi di tepi Wadi Kerit di sebelah timur Sungai Yordan. Dari wadi itu, Elia minum. Pada pagi dan petang, burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya (lih. 1Raj. 17:1-6).

Selang beberapa waktu, wadi kerit mengering (ay. 7). Pada saat itu mungkin juga burung-burung gagak berhenti datang membawa makanan. Kembali Elia mendengar petunjuk Tuhan. Ia harus berangkat ke Sarfat di wilayah Sidon dan tinggal di sana. Nanti ada seorang janda yang memberinya makan (ay. 8-9). Faktanya, Tuhan itu Maha Kuasa! Dia dapat mengkhususkan Wadi Kerit. Dia dapat membuat air di dalamnya terus mengalir. Namun, jika demikian sang nabi akan terlena dan berpikir Wadi Keritlah yang menyokong kehidupannya, juga burung-burung gagak. Maka, Tuhan membiarkan wadi itu dalam keadaan sebagaimana mestinya. Tuhan ingin Elia mengingat bahwa Dialah yang memberinya minum dan makanan, atau dengan kata lain Dialah Sang Sumber Kehidupan.

Serupa terjadi pada kita. Adakalanya Tuhan mengizinkan "Wadi Kerit" kehidupan kita mengering. Segala sesuatu tidak berjalan dengan lancar, malahan muncul berbagai kesukaran. Maka, kita yang tadinya terlena sekarang memandang kepada Tuhan. Kita yang tadinya mengira keberhasilan yang selama ini dinikmati ialah karena kemampuan diri sendiri, menjadi paham bahwa semuanya itu dikarenakan Tuhan. Dialah yang memberi penyertaan serta perlindungan. Dialah yang memberkati, menyokong, dan menolong, atau tepatnya Dialah Sang Sumber Kehidupan. --LIN/www.renunganharian.net
   
ACAPKALI KESUKARAN DAPAT MENGEMBALIKAN KESADARAN KITA TERHADAP TUHAN SEBAGAI SUMBER KEHIDUPAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+RAJA-RAJA+17:7-16

1 RAJA-RAJA 17:7-16

 7  Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu.
 8  Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia:
 9  "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan."
10  Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum."
11  Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti."
12  Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
13  Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
14  Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."
15  Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.
16  Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+27-29
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+27-29

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 9 Januari -- Yohanes 6:16-21 - Salah Memahami Kehadiran Tuhan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 9 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 6:16-21

Judul: Salah Memahami Kehadiran Tuhan

Di akhir peristiwa sebelumnya, orang banyak hendak membawa Yesus dengan paksa untuk menjadikan-Nya raja. Ia menolak dan menyingkir ke gunung. Ketika malam tiba, murid-murid Yesus pergi ke danau, menyeberang ke Kapernaum menggunakan perahu (16-17).

Di tengah perjalanan, angin kencang bertiup. Mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu dan mereka ketakutan (18-19). Injil Matius dan Markus menyebutkan bahwa saat itu kira-kira pukul tiga subuh sehingga mereka mengira Yesus adalah hantu. Yesus menenangkan mereka, naik ke perahu, dan mereka pun sampai ke tujuan (20-21).

Kita bisa mengimajinasikan kondisi fisik dan mental para murid yang letih ketika melakukan perjalanan itu. Beberapa yang bukan nelayan bisa jadi panik dan ketakutan. Kondisi itu membuat mereka salah memahami kehadiran Yesus sebagai hantu. Jawaban Yesus bukan hanya memberi ketenangan, tetapi merupakan penyingkapan identitas diri-Nya. Kata 'Ini Aku' (Yunani: Egō Eimi) mengingatkan kepada Keluaran 3:14 ketika TUHAN memperkenalkan diri-Nya kepada Musa. Sebagaimana dahulu Ia hadir menyelamatkan umat Israel, saat ini pun Ia hadir bukan hanya menyelamatkan para murid dari badai, namun seluruh ciptaan-Nya dari maut.

Kisah ini menunjukkan bahwa Tuhan selalu hadir di saat-saat paling sulit, paling berat, dan paling takut kita. Sayangnya, ketika badai hidup menerpa, kita sering lebih dihantui kecemasan dan mengira Ia jauh dan tak hadir.

Seorang hamba Tuhan muda yang melayani di pedalaman Kalimantan Barat mendapat penguatan dari pendeta seniornya: "Di pedalaman, kita berjumpa Tuhan". Benar, melayani di tempat tanpa listrik dan sinyal, dengan kondisi jalan tanah yang hancur, penuh dengan roh-roh di udara, jauh dari kemewahan perkotaan, justru membuat kehadiran Tuhan makin nyata dirasakan.

Kehadiran Tuhan tidak selalu membuat badai berhenti, namun kehadiran-Nya menjamin kita sampai ke tujuan yang telah Ia tetapkan bagi kita. Karena itu, undanglah Tuhan ke dalam 'perahu' hidup kita! [YWA]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+6:16-21
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+6:16-21

Yohanes 6:16-21

16  Dan ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu
17  dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka,
18  sedang laut bergelora karena angin kencang.
19  Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka.
20  Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Aku ini, jangan takut!"
21  Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 8 Januari -- AYUB 26, - MENAKJUBKANNYA ALKITAB

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 8 Januari 2026
Bacaan : AYUB 26,
Setahun: Kejadian 25-26
Nats: YESAYA 40:21-26 "Allah membentangkan langit utara di atas kekosongan, dan menggantungkan bumi pada kehampaan." Dialah yang bertakhta di atas lingkaran bumi yang penduduknya seperti belalang. (Ayub 26:7; Yesaya 40:22a)

Renungan:

MENAKJUBKANNYA ALKITAB

Kapankah kitab Ayub ditulis? Menurut penafsiran yang lebih tradisional, kitab Ayub diperkirakan ditulis pada tahun 1400 SM. Itu zaman yang sangat tua. Jauh sekali jarak waktunya sebelum adanya penemuan hukum gravitasi Isaac Newton yang hidup pada abad ketujuh belas dan delapan belas masehi. Ataupun Copernicus, astronom yang menemukan teori mengenai matahari sebagai pusat tata surya dan planet-planet mengelilinginya, pada abad kelimabelas masehi. Namun, Ayub sudah menyebutkan bahwa "bumi bergantung pada kehampaan" jauh sebelum adanya teleskop, apalagi satelit.

Kitab Yesaya tak kalah menakjubkan. Ditulis pada sekitar 740-701 SM, menyebutkan bahwa bumi berbentuk lingkaran. Ini jauh sebelum Christopher Columbus menemukan benua Amerika pada abad kelimabelas masehi. Penemuan Columbus membuktikan bahwa bumi itu bulat. Meskipun demikian, baik kitab Ayub maupun Yesaya tidak berhenti pada pengetahuan umum saja. Mereka langsung mengaitkannya dengan Allah. Dialah pencipta dan penguasa langit dan bumi.

Kita tidak boleh memperlakukan Alkitab sebagai buku teks ilmu pengetahuan (sains). Tugas manusialah yang mencari dan menemukan rahasia alam ciptaan Tuhan (Ams. 25:2). Dengan demikian, sains dibutuhkan untuk mengungkap rahasia alam. Juga sebagai dasar penemuan ciptaan manusia dalam bentuk pengetahuan dan teknologi. Sedangkan Alkitab adalah firman Allah yang luar biasa. Dua kutipan ayat di atas sekadar membuktikan bahwa Alkitab bukan kumpulan dongeng. Tidak ada alasan kita untuk tidak memercayai Alkitab. --HEM/www.renunganharian.net
   
SAINS BERGUNA UNTUK MENGUNGKAP RAHASIA ALAM. ALKITAB UNTUK MENUNJUKKAN KEMAHAKUASAAN DAN KEAJAIBAN TUHAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?AYUB+26,

AYUB 26,

 1  Tetapi Ayub menjawab:
 2  "Alangkah baiknya bantuanmu kepada yang tidak kuat, dan pertolonganmu kepada lengan yang tidak berdaya!
 3  Alangkah baiknya nasihatmu kepada orang yang tidak mempunyai hikmat, dan pengertian yang kauajarkan dengan limpahnya!
 4  Atas anjuran siapakah engkau mengucapkan perkataan-perkataan itu, dan gagasan siapakah yang kaunyatakan?
 5  Roh-roh di bawah menggeletar, demikian juga air dan penghuninya.
 6  Dunia orang mati terbuka di hadapan Allah, tempat kebinasaanpun tidak ada tutupnya.
 7  Allah membentangkan utara di atas kekosongan, dan menggantungkan bumi pada kehampaan.
 8  Ia membungkus air di dalam awan-Nya, namun awan itu tidak robek.
 9  Ia menutupi pemandangan takhta-Nya, melingkupinya dengan awan-Nya.
10  Ia telah menarik garis pada permukaan air, sampai ujung perbatasan antara terang dan gelap;
11  tiang-tiang langit bergoyang-goyang, tercengang-cengang oleh hardik-Nya.
12  Ia telah meneduhkan laut dengan kuasa-Nya dan meremukkan Rahab dengan kebijaksanaan-Nya.
13  Oleh nafas-Nya langit menjadi cerah, tangan-Nya menembus ular yang tangkas.
14  Sesungguhnya, semuanya itu hanya ujung-ujung jalan-Nya; betapa lembutnya bisikan yang kita dengar dari pada-Nya! Siapa dapat memahami guntur kuasa-Nya?"

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+25-26
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+25-26

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]