(e-RH) 26 April -- YOHANES 4:1-30 - TUHAN YANG PUASKAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 26 April 2026
Bacaan : YOHANES 4:1-30
Setahun: 2 Raja-raja 15-17
Nats: "Tetapi siapa yang minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai pada hidup yang kekal." (Yohanes 4:14)

Renungan:

TUHAN YANG PUASKAN

Sebuah riset tahun 2021 terhadap puluhan ribu orang dewasa di Amerika Serikat oleh Daniel Kahneman dan Matthew Killingsworth yang diterbitkan dalam Jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, mengungkapkan bahwa uang bukanlah segalanya karena mereka yang pendapatannya lebih dari US$75.000, 00 per tahun tidak menunjukkan peningkatan kebahagiaan yang signifikan. Bahkan, ada yang terus menderita seperti mengalami patah hati atau depresi, hingga menginginkan penghasilan US$100.000, 00 yang faktanya sulit sekali digapai.

Kepuasan sejati sesungguhnya terletak pada jiwa kita yang senantiasa aman tenteram dalam Yesus, bagaikan air hidup yang terus memancar hingga beban-beban kita terangkat dan sukacita serta damai-Nya memenuhi hari-hari kita. Pengejaran kita akan materi semata-mata akan membuat jiwa kita tidak pernah beristirahat, bahkan meskipun kita dapat memperoleh segalanya, kesuraman akan terus menghinggapi kita sampai kita datang mendekat kepada-Nya dan menerima anugerah keselamatan-Nya yang cuma-cuma. Sebagaimana kelepasan yang Yesus berikan kepada perempuan Samaria hingga dia memiliki pengharapan untuk menatap hari depannya.

Jika bukan Tuhan sendiri yang memberkati kita, hidup kita di dunia akan terus berputar-putar tanpa tujuan. Hanya Dia saja yang sanggup mengisi kekosongan jiwa sehingga kita dapat merasa puas dengan apa yang kita miliki. Bahkan, sekalipun di mata orang lain hidup kita terlihat biasa saja, karena sungguh dalam Yesus kita telah memiliki segalanya! --KSD/www.renunganharian.net
   
STANDAR KESUKSESAN DUNIA YANG KITA RAIH TIDAK AKAN DAPAT MEMUASKAN JIWA KITA SAMPAI KITA MENERIMA ANUGERAH KESELAMATAN-NYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/26/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YOHANES+4:1-30

YOHANES 4:1-30

 1  Ketika Tuhan Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes
 2  --meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya, --
 3  Iapun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea.
 4  Ia harus melintasi daerah Samaria.
 5  Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.
 6  Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.
 7  Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum."
 8  Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.
 9  Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
10  Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."
11  Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?
12  Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?"
13  Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
14  tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."
15  Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."
16  Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini."
17  Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,
18  sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."
19  Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.
20  Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah."
21  Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.
22  Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
23  Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
24  Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
25  Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami."
26  Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau."
27  Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorangpun yang berkata: "Apa yang Engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?"
28  Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:
29  "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?"
30  Maka merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Raja-raja+15-17
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Raja-raja+15-17

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 26 April -- Hakim-hakim 9:50-57 - Kejahatan Menuai Kehancuran

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 26 April 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 9:50-57

Judul: Kejahatan Menuai Kehancuran

Sehebat atau sepandai apa pun seseorang, ia tetap tidak boleh merasa paling berkuasa dibandingkan orang lain karena ia bisa saja gagal pada suatu saat di masa depan. Kehebatan saat ini akan habis atau hilang pada waktunya. Karena itu, tidak ada yang perlu disombongkan dari manusia.

Pernyataan di atas berlaku untuk semua orang, dan juga pas untuk dikenakan pada Abimelekh yang punya sepak terjang yang kelam. Ia seorang raja yang jahat di mata TUHAN. Untuk menjadikan dirinya raja, ia tega membunuh banyak sekali orang, termasuk 70 saudaranya sendiri dan warga Kota Sikhem.

Berbagai kejahatan terus dilakukannya. Kota Tebes dikepung dan direbut; menara di mana warga kota melarikan diri diserang dan dibakar (50-52).

Melihat kekejian Abimelekh, TUHAN pun tidak tinggal diam, Ia memakai seorang perempuan yang melempar kepalanya dengan sebongkah batu kilangan (53). Di sanalah seluruh kehormatannya terkubur. Seorang penguasa yang keji dikalahkan dan dipermalukan oleh seorang perempuan.

Akhir dari semua ini adalah Abimelekh mati dibunuh oleh hambanya sendiri dan Israel pun dipulihkan (54-55). Keadilan TUHAN dinyatakan ke atas Abimelekh dan orang Sikhem. Mereka dihukum sesuai dengan kutuk Yotam (56-57).

Kisah ini memperlihatkan kepada kita bahwa apa pun kejahatan yang kita perbuat, ingatlah bahwa semuanya itu akan diperhitungkan oleh Allah. Sebab, tidak ada perbuatan jahat yang lolos selamanya. Mungkin satu atau dua kali kita akan lolos, tetapi kelak dosa dan kejahatan itu akan terbongkar dan menghancurkan hidup kita.

Inilah peringatan bagi kita untuk senantiasa menjaga hidup dengan baik dan taat kepada Tuhan sebagai wujud kasih dan iman kita kepada-Nya. Berdoalah dengan rendah hati dan mintalah kepada Roh Kudus untuk membantu kita dalam melawan dosa dan menjauhi kejahatan. Ingatlah, pengorbanan Kristus di kayu salib telah menebus kita dari segala dosa. Sebagai umat Kristen, peganglah dan pertahankanlah motivasi untuk hidup kudus di hadapan Tuhan. [ERE]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/26/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+9:50-57
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+9:50-57

Hakim-hakim 9:50-57

50  Selanjutnya Abimelekh pergi ke Tebes; ia mengepung Tebes, lalu merebutnya.
51  Tetapi ada sebuah menara yang kuat di tengah-tengah kota, dan semua laki-laki dan perempuan, seluruh warga kota itu, melarikan diri ke situ; mereka menutup pintu di belakangnya dan naik ke atas sotoh menara itu.
52  Lalu sampailah Abimelekh ke menara itu, menyerangnya, dan dapat menerobos sampai ke pintu menara itu untuk membakarnya.
53  Tetapi seorang perempuan menimpakan sebuah batu kilangan kepada kepala Abimelekh dan memecahkan batu kepalanya.
54  Dengan segera dipanggilnya bujang pembawa senjatanya dan berkata kepadanya: "Hunuslah pedangmu dan bunuhlah aku, supaya jangan orang berkata tentang aku: Seorang perempuan membunuh dia." Lalu bujangnya itu menikam dia, sehingga mati.
55  Setelah dilihat oleh orang Israel, bahwa Abimelekh telah mati, pergilah mereka, masing-masing ke tempat kediamannya.
56  Demikianlah Allah membalaskan kejahatan yang dilakukan oleh Abimelekh kepada ayahnya, yaitu pembunuhan atas ketujuh puluh saudaranya;
57  juga segala kejahatan orang-orang Sikhem ditimpakan kembali oleh Allah kepada kepala mereka sendiri. Demikianlah kutuk Yotam bin Yerubaal mengenai mereka.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 25 April -- 2 TAWARIKH 33:1-20 - AMAT JAHAT DAPAT BERTOBAT

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 25 April 2026
Bacaan : 2 TAWARIKH 33:1-20
Setahun: 2 Raja-raja 12-14
Nats: Dalam keadaan terdesak, ia berusaha melunakkan hati Tuhan, Allahnya. Ia sangat merendahkan diri di hadapan Allah nenek moyangnya. (2 Tawarikh 33:12)

Renungan:

AMAT JAHAT DAPAT BERTOBAT

Ada orang mendapat predikat "jahat". Maksudnya, orang itu telah melakukan tindakan yang buruk. Mungkin ia menghina, memfitnah, atau menipu sesamanya. Lalu, ada juga orang mendapat predikat "amat jahat". "Amat" menunjukkan tingkat keburukan yang lebih besar. Mungkin ia memperdaya, menganiaya, atau membunuh sesamanya. Orang jahat dijauhi, apalagi orang yang amat jahat.

Rakyat Yehuda seakan mengalami masa kegelapan pada masa pemerintahan Raja Manasye. Manasye melakukan tindakan yang buruk, yakni memuja patung berhala (ay. 3). Tidak cukup sampai di situ, ia melakukan ramal, nujum, dan sihir. Pula ia menghubungi para pemanggil arwah dan para pemanggil roh peramal, bahkan mempersembahkan anak-anaknya sebagai kurban bakaran (ay. 6). Semuanya itu membuat sakit hati Tuhan. Manasye boleh dikelompokkan sebagai raja yang amat jahat. Kisah Manasye termuat dalam kitab 2 Raja-raja dan 2 Tawarikh. Syukurlah dari salah satu kitab itu kita menemukan akhir melegakan! Manasye, raja Yehuda, bertobat. Dalam situasi terdesak karena diserang oleh raja Asyur, ia merendahkan diri di hadapan Tuhan (ay. 12). Manasye mengakui bahwa Tuhan itu Allah (ay. 13).

Kisah Manasye mengumandangkan harapan akan adanya akhir melegakan dari seorang manusia yang bobrok kelakuannya. Orang yang amat jahat dapat bertobat. Mungkin ada dari orang-orang yang kita kasihi yang berbuat amat jahat. Jangan berputus asa karena mereka masih dapat berubah. Mungkin kita sendiri telah berbuat amat jahat. Jangan tawar hati karena masih ada kesempatan bagi kita untuk berbenah. Jangan pernah menyerah memberitakan Injil kepada orang-orang yang amat jahat karena mereka masih dapat diselamatkan. --LIN/www.renunganharian.net
   
BAGI ORANG-ORANG YANG AMAT JAHAT, MASIH ADA PENGHARAPAN AKAN PERTOBATAN SELAMA NAPAS HIDUP MASIH BEREMBUS.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+TAWARIKH+33:1-20

2 TAWARIKH 33:1-20

 1  Manasye berumur dua belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan lima puluh lima tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem.
 2  Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, sesuai dengan perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalaukan TUHAN dari depan orang Israel.
 3  Ia mendirikan kembali bukit-bukit pengorbanan yang telah dirobohkan oleh Hizkia, ayahnya; ia membangun mezbah-mezbah untuk para Baal, membuat patung-patung Asyera dan sujud menyembah kepada segenap tentara langit dan beribadah kepadanya.
 4  Ia mendirikan mezbah-mezbah di rumah TUHAN, walaupun sehubungan dengan rumah itu TUHAN telah berfirman: "Di Yerusalem nama-Ku akan tinggal untuk selama-lamanya!"
 5  Dan ia mendirikan juga mezbah-mezbah bagi segenap tentara langit di kedua pelataran rumah TUHAN.
 6  Bahkan, ia mempersembahkan anak-anaknya sebagai korban dalam api di Lebak Ben-Hinom; ia melakukan ramal, telaah dan sihir, dan menghubungi para pemanggil arwah dan para pemanggil roh peramal. Ia melakukan banyak yang jahat di mata TUHAN, sehingga ia menimbulkan sakit hati-Nya.
 7  Ia menaruh juga patung berhala yang telah dibuatnya dalam rumah Allah, walaupun Allah telah berfirman kepada Daud dan kepada Salomo, anaknya: "Dalam rumah ini dan di Yerusalem, yang telah Kupilih dari antara segala suku Israel, Aku akan menaruh nama-Ku untuk selama-lamanya!
 8  Aku tidak akan membuat pula orang Israel berjejak ke luar dari tanah yang telah Kutentukan untuk nenek moyangmu, asal saja mereka melakukan dengan setia segala yang telah Kuperintahkan kepada mereka dengan perantaraan Musa, yakni segala hukum, ketetapan dan peraturan."
 9  Tetapi Manasye menyesatkan Yehuda dan penduduk Yerusalem, sehingga mereka melakukan yang jahat lebih dari pada bangsa-bangsa yang telah dipunahkan TUHAN dari depan orang Israel.
10  Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Manasye dan rakyatnya, tetapi mereka tidak menghiraukannya.
11  Oleh sebab itu TUHAN mendatangkan kepada mereka panglima-panglima tentara raja Asyur yang menangkap Manasye dengan kaitan, membelenggunya dengan rantai tembaga dan membawanya ke Babel.
12  Dalam keadaan yang terdesak ini, ia berusaha melunakkan hati TUHAN, Allahnya; ia sangat merendahkan diri di hadapan Allah nenek moyangnya,
13  dan berdoa kepada-Nya. Maka TUHAN mengabulkan doanya, dan mendengarkan permohonannya. Ia membawanya kembali ke Yerusalem dan memulihkan kedudukannya sebagai raja. Dan Manasye mengakui, bahwa TUHAN itu Allah.
14  Kemudian ia mendirikan tembok luar pada kota Daud, di sebelah Barat Gihon, di lembah, sampai dekat Pintu Gerbang Ikan, mengelilingi Ofel. Tembok itu dibuatnya sangat tinggi. Ia menempatkan juga panglima-panglima perang di tiap kota kubu di Yehuda.
15  Ia menjauhkan allah-allah asing dan berhala dari rumah TUHAN, juga segala mezbah yang didirikannya di atas gunung rumah TUHAN dan di Yerusalem, dan membuangnya ke luar kota.
16  Ia menegakkan kembali mezbah TUHAN, mempersembahkan korban keselamatan dan korban syukur di atasnya, menyerukan kepada Yehuda untuk beribadah kepada TUHAN, Allah Israel.
17  Walaupun demikian, rakyat masih mempersembahkan korban di bukit-bukit pengorbanan, tetapi hanya kepada TUHAN, Allah mereka.
18  Selebihnya dari riwayat Manasye, doanya kepada Allahnya, dan ucapan-ucapan para pelihat yang berkata-kata kepadanya dengan nama TUHAN, Allah Israel, sesungguhnya semuanya itu terdapat dalam riwayat raja-raja Israel.
19  Doanya dan pengabulan doanya, segala dosa dan ketidaksetiaannya, semua tempat di mana ia telah membangun bukit-bukit pengorbanan serta mendirikan tiang-tiang berhala dan patung-patung sebelum ia merendahkan diri, sesungguhnya semuanya itu tertulis dalam riwayat para pelihat.
20  Kemudian Manasye mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di dalam istananya. Maka Amon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Raja-raja+12-14
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Raja-raja+12-14

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 25 April -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

Hakim-hakim 8:4-21

Ketegasan Gideon sebagai pemimpin yang taat kepada panggilan Allah sangat jelas. Meski pasukannya lelah, ia tidak berhenti mengejar musuh. Ketika orang Sukot dan Pnuel menolak memberi bantuan, Gideon dengan tegas berjanji akan menghukum mereka. Setelah menangkap Zebah dan Salmuna, raja-raja Midian, ia pun menghukum kota-kota yang menolak dan membunuh kedua raja Midian itu.

Tekun dalam panggilan Tuhan membawa kemenangan, dan sikap menolak mendukung karya Allah berujung pada hukuman.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang sedang dialami serta dilakukan Gideon dan 300 orang yang bersama dia? (4)
2. Kepada siapa saja Gideon meminta bantuan? Apa jawaban mereka, dan apa tanggapan Gideon? (5-9)
3. Apa yang Gideon lakukan atas Zebah dan Salmuna? (10-12)
4. Apa yang Gideon lakukan kepada orang Sukot dan orang Pnuel? (13-17)
5. Apa yang akhirnya Gideon katakan dan lakukan kepada Zebah dan Salmuna? (18-21)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apa prinsip utama yang seharusnya kita pegang dalam hidup kita dan relasi kita dengan orang lain?
2. Bagaimana sikap kita yang seharusnya terhadap orang-orang yang menolak dan memusuhi kita?
3. Bagaimana kita dapat menegakkan keadilan dan mempraktikkan belas kasihan?

Apa respons Anda?
1. Apa doa Anda agar keadilan dan belas kasihan Tuhan makin nyata di dunia ini?
2. Terhadap orang-orang yang menolak dan memusuhi Anda sekalipun, apa yang dapat Anda perbuat bagi mereka?

Pokok Doa:
Mohon pengampunan dan kekuatan dari Tuhan agar kita senantiasa mampu hidup dalam kasih dan keadilan.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+9:22-49
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+9:22-49

Hakim-hakim 8:4-21

 4  Ketika Gideon sampai ke sungai Yordan, menyeberanglah ia dan ketiga ratus orang yang bersama-sama dengan dia, meskipun masih lelah, namun mengejar juga.
 5  Dan berkatalah ia kepada orang-orang Sukot: "Tolong berikan beberapa roti untuk rakyat yang mengikuti aku ini, sebab mereka telah lelah, dan aku sedang mengejar Zebah dan Salmuna, raja-raja Midian."
 6  Tetapi jawab para pemuka di Sukot itu: "Sudahkah Zebah dan Salmuna itu ada dalam tanganmu, sehingga kami harus memberikan roti kepada tentaramu?"
 7  Lalu kata Gideon: "Kalau begitu, apabila TUHAN menyerahkan Zebah dan Salmuna ke dalam tanganku, aku akan menggaruk tubuhmu dengan duri padang gurun dan onak."
 8  Maka berjalanlah ia dari sana ke Pnuel, dan berkata demikian juga kepada orang-orang Pnuel, tetapi orang-orang inipun menjawabnya seperti orang-orang Sukot.
 9  Lalu berkatalah ia juga kepada orang-orang Pnuel: "Apabila aku kembali dengan selamat, maka aku akan merobohkan menara ini."
10  Sementara itu Zebah dan Salmuna ada di Karkor bersama-sama dengan tentara mereka, kira-kira lima belas ribu orang banyaknya, yakni semua orang yang masih tinggal hidup dari seluruh tentara orang-orang dari sebelah timur; banyaknya yang tewas ada seratus dua puluh ribu orang yang bersenjatakan pedang.
11  Gideon maju melalui jalan orang-orang yang diam di dalam kemah di sebelah timur Nobah dan Yogbeha, lalu memukul kalah tentara itu, ketika tentara itu menyangka dirinya aman.
12  Zebah dan Salmuna melarikan diri, tetapi Gideon mengejar mereka dan menawan kedua raja Midian itu, yakni Zebah dan Salmuna, sedang seluruh tentara itu diceraiberaikannya.
13  Kemudian kembalilah Gideon bin Yoas dari peperangan dengan melalui pendakian Heres;
14  ditangkapnyalah seorang muda dari penduduk Sukot. Setelah ditanyai, orang itu menuliskan nama para pemuka dan para tua-tua di Sukot untuk Gideon, tujuh puluh tujuh orang banyaknya.
15  Lalu pergilah Gideon kepada orang-orang Sukot sambil berkata: "Inilah Zebah dan Salmuna yang karenanya kamu telah mencela aku dengan berkata: Sudahkah Zebah dan Salmuna itu ada dalam tanganmu, sehingga kami harus memberikan roti kepada orang-orangmu yang lelah itu?"
16  Lalu ia mengumpulkan para tua-tua kota itu, ia mengambil duri padang gurun dan onak, dan menghajar orang-orang Sukot dengan itu.
17  Juga menara Pnuel dirobohkannya dan dibunuhnya orang-orang kota itu.
18  Kemudian bertanyalah ia kepada Zebah dan Salmuna: "Di manakah orang-orang yang telah kamu bunuh di Tabor itu?" Jawab mereka: "Mereka itu serupa dengan engkau, sikap mereka masing-masing seperti anak raja."
19  Lalu kata Gideon: "Saudara-saudarakulah itu, anak-anak ibuku! Demi TUHAN yang hidup, seandainya kamu membiarkan mereka hidup, aku tidak akan membunuh kamu."
20  Katanya kepada Yeter, anak sulungnya: "Bangunlah, bunuhlah mereka." Tetapi orang muda itu tidak menghunus pedangnya, karena ia takut, sebab ia masih muda.
21  Lalu kata Zebah dan Salmuna: "Bangunlah engkau sendiri dan paranglah kami, sebab seperti orangnya, demikian pula kekuatannya." Maka bangunlah Gideon, dibunuhnya Zebah dan Salmuna, kemudian diambilnya bulan-bulanan yang ada pada leher unta mereka.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 25 April -- Hakim-hakim 9:22-49 - Dosa Adalah Penyebab Kehancuran

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 25 April 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 9:22-49

Judul: Dosa Adalah Penyebab Kehancuran

Dosa adalah penyebab kehancuran, baik dalam skala individual maupun skala kolektif. Hal itu karena dosa merupakan pelanggaran terhadap hukum yang konsekuensinya adalah rusaknya hubungan dengan Tuhan dan sesama, bahkan munculnya penderitaan fisik maupun spiritual.

Sama halnya dengan dosa Abimelekh yang melenceng jauh dari TUHAN. Dalam masa pemerintahannya, ia menghancurkan hubungan dengan saudara-saudaranya, bangsa Israel yang dipimpinnya, dan bahkan TUHAN sendiri.

Maka, TUHAN tidak tinggal diam. Ia membangkitkan permusuhan antara Abimelekh dan warga Kota Sikhem (22-25). Tantangan Ga'al yang memprovokasi warga Kota Sikhem (26-29), ditambah dengan pengaduan Zebul yang memprovokasi Abimelekh (30-33), membuat raja ini mengadang, menyerbu, memerangi, dan merebut Kota Sikhem serta menewaskan dan membunuh warganya (34-45). Abimelekh mungkin berhasil untuk sementara waktu, tetapi TUHAN tetap menghukum kejahatannya.

Perilaku jahat dan ambisi yang tidak terkendali selalu mendatangkan akibat yang merusak hubungan kita dengan Tuhan dan sesama. Oleh karena itu, ambillah pelajaran dari kekejian Abimelekh. Kita diingatkan untuk hidup dalam kebenaran, keadilan, dan takut akan Tuhan.

Ingatlah, dosa tidak akan pernah membawa damai, melainkan dampak negatif, yaitu, kegelisahan, stres, kehancuran iman, dan bahkan kematian rohani. Agar kita terhindar dari dampak dosa yang menghancurkan, kita harus bertobat dan kembali kepada Tuhan. Dengan pertobatan itulah kita menerima pengampunan dari Allah, hubungan kita dengan Tuhan dipulihkan, dan kita menikmati hidup di jalan yang benar.

Satu pelajaran penting yang perlu kita ingat adalah Tuhan tidak akan pernah membiarkan kejahatan dan ketidakadilan terus berkuasa. Hiduplah sesuai kehendak Tuhan dengan cara menunjukkan sikap mengasihi sesama, menghindar dari berbuat jahat, tidak merancang niat jahat, dan bersikap adil kepada sesama. [ERE]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+9:22-49
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+9:22-49

Hakim-hakim 9:22-49

22  Setelah tiga tahun lamanya Abimelekh memerintah atas orang Israel,
23  maka Allah membangkitkan semangat jahat di antara Abimelekh dan warga kota Sikhem, sehingga warga kota Sikhem itu menjadi tidak setia kepada Abimelekh,
24  supaya kekerasan terhadap ketujuh puluh anak Yerubaal dibalaskan dan darah mereka ditimpakan kepada Abimelekh, saudara mereka yang telah membunuh mereka dan kepada warga kota Sikhem yang membantu dia membunuh saudara-saudaranya itu.
25  Sebab warga kota Sikhem itu menempatkan orang untuk menghadang dia di puncak gunung dan merampas setiap orang yang melewati mereka melalui jalan itu. Hal itu dikabarkan kepada Abimelekh.
26  Sementara itu Gaal bin Ebed beserta saudara-saudaranya telah datang dan pindah ke kota Sikhem. Warga kota Sikhem percaya kepadanya,
27  jadi pergilah mereka ke ladang; mereka mengumpulkan hasil kebun anggur mereka, dan mengirik memerasnya, lalu mengadakan perayaan. Mereka masuk ke kuil allah mereka dan makan minum sambil mengutuki Abimelekh.
28  Berkatalah Gaal bin Ebed: "Siapa itu Abimelekh dan siapa kita orang Sikhem, maka kita menjadi hambanya? Bukankah anak Yerubaal dan Zebul, wakilnya, menjadi hamba orang-orang Hemor, ayah Sikhem, jadi mengapakah kita menjadi hambanya?
29  Sekiranya orang-orang kota ini ada di dalam tanganku, maka tentulah aku mengenyahkan Abimelekh." Lalu berkatalah ia ke arah Abimelekh: "Perkuatlah tentaramu dan majulah!"
30  Ketika Zebul, penguasa kota itu mendengar perkataan Gaal bin Ebed, bangkitlah amarahnya.
31  Ia mengirim utusan kepada Abimelekh di Aruma dengan pesan: "Gaal bin Ebed dan saudara-saudaranya telah datang ke Sikhem dan ketahuilah mereka menghasut kota itu melawan engkau.
32  Oleh sebab itu, berangkatlah pada waktu malam, engkau dan rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu, dan adakanlah penghadangan di padang.
33  Esoknya pagi-pagi, pada waktu matahari terbit, haruslah engkau menyerbu kota itu. Dan jika ia dan orang-orangnya keluar melawan engkau, maka engkau dapat berbuat kepadanya sesuai dengan keadaan yang kaudapati."
34  Sebab itu berangkatlah Abimelekh pada waktu malam beserta segala rakyat yang bersama-sama dengan dia, lalu mereka mengadakan penghadangan dalam empat pasukan untuk melawan Sikhem.
35  Ketika Gaal bin Ebed pergi ke luar dan berdiri di depan pintu gerbang kota itu, Abimelekh kebetulan bangun dari tempat penghadangannya beserta rakyat yang bersama-sama dengan dia.
36  Ketika Gaal melihat rakyat itu, berkatalah ia kepada Zebul: "Lihat, ada orang banyak turun dari puncak gunung." Jawab Zebul kepadanya: "Itu bayang-bayang gunung, yang kausangka manusia."
37  Kata Gaal sekali lagi: "Lihat, ada orang banyak turun dari gunung Pusat Tanah dan satu kelompok datang dari jalan Pohon Tarbantin Peramal."
38  Jawab Zebul kepadanya: "Di manakah mulutmu itu yang mengatakan: Siapa itu Abimelekh, maka kita menjadi hambanya? Bukankah ini orang-orang yang telah kauhina itu? Majulah sekarang untuk memerangi mereka."
39  Maka majulah Gaal dengan dipandangi oleh warga kota Sikhem, lalu berperang melawan Abimelekh.
40  Tetapi Abimelekh mengejar dia, dan ia melarikan diri dari depannya, dan banyaklah orang tewas sampai di depan pintu gerbang.
41  Adapun Abimelekh tinggal di Aruma, tetapi Zebul mengusir Gaal dan saudara-saudaranya, sehingga mereka ini tidak dapat tinggal di Sikhem.
42  Keesokan harinya orang-orang kota itu pergi ke ladang. Setelah hal ini dikabarkan kepada Abimelekh,
43  dibawanyalah rakyatnya, dibaginya dalam tiga pasukan, lalu mereka mengadakan penghadangan di padang. Ketika dilihatnya, bahwa orang-orang kota itu keluar dari dalam kota, bangunlah ia menyerang mereka serta menewaskan mereka.
44  Abimelekh dan pasukan yang bersama-sama dengan dia menyerbu dan menduduki pintu gerbang kota, sedang kedua pasukan lain itu menyerbu dan menewaskan semua orang yang ada di padang.
45  Sehari-harian itu Abimelekh berperang melawan kota itu; ia merebut kota itu dan membunuh orang-orang yang di dalamnya; kemudian dirobohkannya kota itu dan ditaburinya dengan garam.
46  Mendengar itu masuklah seluruh warga kota Menara-Sikhem ke dalam liang di bawah kuil El-Berit.
47  Dikabarkanlah kepada Abimelekh, bahwa seluruh warga kota Menara-Sikhem telah berhimpun di sana.
48  Lalu Abimelekh dan seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia naik ke gunung Zalmon. Abimelekh mengambil kapak, lalu memotong dahan-dahan kayu, mengangkatnya dan meletakkannya ke atas bahunya sambil berkata kepada rakyatnya yang bersama-sama dengan dia: "Turutilah dengan segera perbuatanku yang kamu lihat ini."
49  Kemudian rakyat itu juga masing-masing memotong dahan-dahan, lalu mengikuti Abimelekh, meletakkan dahan-dahan itu di atas liang dan membakar liang itu di atas kepala orang-orang itu. Demikianlah semua penduduk kota Menara-Sikhem juga mati, kira-kira seribu orang laki-laki dan perempuan.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 24 April -- KELUARAN 17:1-7 - BERIMAN DENGAN KESADARAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 24 April 2026
Bacaan : KELUARAN 17:1-7
Setahun: 2 Raja-raja 9-11
Nats: Di sana bangsa itu haus akan air. Bangsa itu bersungut-sungut kepada Musa dan berkata, "Mengapa engkau memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami, anak-anak kami dan ternak kami mati kehausan?" (Keluaran 17:3)

Renungan:

BERIMAN DENGAN KESADARAN

Bangsa Israel segera bersungut-sungut kepada Tuhan saat kehausan di Rafidim. Mereka juga menyalahkan Musa yang membawa mereka keluar dari Mesir. Sekalipun telah melihat banyak mukjizat dari Tuhan, mereka tetap meragukan penyertaan Tuhan ketika dihadapkan dengan situasi sulit. Mereka bahkan dengan berani mencobai Tuhan dengan mengatakan, "Apakah Tuhan ada di tengah-tengah kita atau tidak?" (ay. 7).

Sikap bangsa Israel menunjukkan dengan jelas bahwa iman mereka bukan saja belum matang, melainkan juga belum berakar. Mereka percaya kepada Tuhan saat dimudahkan, tetapi segera pudar saat kesulitan. Iman mereka cenderung bergantung pada situasi dan mudah goyah, sekalipun bangsa Israel adalah bangsa pilihan Tuhan sendiri.

Keselamatan di dalam Kristus adalah anugerah, kemurahan kasih karunia Allah. Namun, ada bagian yang harus dilakukan umat sebagai respons. Bagaimanapun, iman sejati hanya lahir dari kesadaran akan kebesaran kasih Allah. Ada kesediaan untuk mendengar dan memahami firman Tuhan. Kita tidak dapat mengaku beriman jika hanya sekadar mewarisi atau karena tradisi. Iman harus tumbuh karena firman Tuhan membuka hati dan pikiran sehingga kita mengenal kebenaran-Nya dan memilih untuk memercayai secara pribadi. Tentu saja hal ini tidak lepas dari pekerjaan Roh Kudus. Selanjutnya, harus ada kesadaran akan dosa dan kebutuhan akan keselamatan yang mendorong untuk bertobat serta menyerahkan hidup kepada Tuhan. Ada hati yang mau diubahkan, bukan sekadar terlibat dalam ritus keagamaan. --EBL/www.renunganharian.net
   
IMAN SEJATI BUKAN SEKADAR WARISAN, MELAINKAN PILIHAN SADAR YANG LAHIR DARI PENCARIAN, PEMAHAMAN, DAN KEYAKINAN YANG MENDALAM.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KELUARAN+17:1-7

KELUARAN 17:1-7

 1  Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah TUHAN, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu.
 2  Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: "Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum." Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai TUHAN?"
 3  Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: "Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?"
 4  Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN, katanya: "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!"
 5  Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah.
 6  Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum." Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.
 7  Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?"

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Raja-raja+9-11
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Raja-raja+9-11

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 24 April -- Hakim-hakim 9:1-21 - Pemimpin yang Lalim

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 24 April 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 9:1-21

Judul: Pemimpin yang Lalim

Pemimpin yang lalim adalah pemimpin yang cenderung menyalahgunakan kekuasaan mereka untuk kepentingan pribadi atau kelompok serta mengabaikan kebutuhan dan hak orang lain.

Contoh pemimpin yang jatuh dalam kelaliman adalah Abimelekh yang berusaha menjadi raja dengan memakai cara yang keji, yakni dengan bantuan keluarga ibunya. Dengan 70 keping uang perak dari kuil Ba'al-Berit yang diberikan kepadanya, ia menyewa orang untuk mengikutinya dan membunuh 70 orang saudaranya (1-5).

Yotam, yang lolos dari pembantaian tersebut, menyindir naiknya Abimelekh menjadi raja dengan mengumpamakan dirinya sendiri seperti semak duri yang tidak menghasilkan apa-apa dan hanya dapat melambai-lambai (7-15). Ini merupakan kesedihan Yotam atas kekejian Abimelekh sekaligus kemarahan Yotam terhadap perbuatan warga Kota Sikhem yang telah salah mengangkat Abimelekh sebagai raja atas mereka. Bagi Yotam, bukannya melindungi rakyat, Abimelekh justru akan menghancurkan mereka (16-21).

Dari Yotam yang mengecam warga Sikhem yang mendukung Abimelekh secara sembrono kita belajar tentang bahaya ambisi kekuasaan yang tidak sah dan penghakiman Allah atas ambisi tersebut. Kita juga perlu memahami bahwa sebenarnya pemerintah ditetapkan oleh Allah, dan kewenangannya untuk mengatur masyarakatnya agar hidup secara tertib dan teratur juga berasal dari Allah.

Sebagai umat Kristen, kita pun harus senantiasa mendoakan para pemimpin bangsa kita agar mereka diberi hikmat dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas mereka. Yotam memberikan satu teladan baik, yaitu ketika pemimpin salah menggunakan jabatan mereka, kita harus berani menyuarakan kebenaran. Dengan demikian, keadilan dan damai sejahtera bisa diharapkan tercipta di tengah masyarakat.

Ingatlah, meskipun kejahatan terkadang terlihat dominan dan berkuasa, kekuatannya semu dan hanya untuk sementara waktu. Pada akhirnya, Tuhanlah yang akan menegakkan keadilan-Nya yang sempurna. Tetaplah teguh dalam kebenaran! [ERE]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+9:1-21
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+9:1-21

Hakim-hakim 9:1-21

 1  Adapun Abimelekh bin Yerubaal pergi ke Sikhem kepada saudara-saudara ibunya dan berkata kepada mereka dan kepada seluruh kaum dari pihak keluarga ibunya:
 2  "Tolong katakan kepada seluruh warga kota Sikhem: Manakah yang lebih baik bagimu: tujuh puluh orang memerintah kamu, yaitu semua anak Yerubaal, atau satu orang? Dan ingat juga, bahwa aku darah dagingmu."
 3  Lalu saudara-saudara ibunya mengatakan hal ihwalnya kepada seluruh warga kota Sikhem, maka condonglah hati orang-orang itu untuk mengikuti Abimelekh, sebab kata mereka: "Memang ia saudara kita."
 4  Sesudah itu mereka memberikan kepadanya tujuh puluh uang perak dari kuil Baal-Berit, lalu Abimelekh memberi perak itu sebagai upah kepada petualang-petualang dan orang-orang nekat supaya mengikuti dia.
 5  Ia pergi ke rumah ayahnya di Ofra, lalu membunuh saudara-saudaranya, anak-anak Yerubaal, tujuh puluh orang, di atas satu batu. Tetapi Yotam, anak bungsu Yerubaal tinggal hidup, karena ia menyembunyikan diri.
 6  Kemudian berkumpullah seluruh warga kota Sikhem dan seluruh Bet-Milo; mereka pergi menobatkan Abimelekh menjadi raja dekat pohon tarbantin di tugu peringatan yang di Sikhem.
 7  Setelah hal itu dikabarkan kepada Yotam, pergilah ia ke gunung Gerizim dan berdiri di atasnya, lalu berserulah ia dengan suara nyaring kepada mereka: "Dengarkanlah aku, kamu warga kota Sikhem, maka Allah akan mendengarkan kamu juga.
 8  Sekali peristiwa pohon-pohon pergi mengurapi yang akan menjadi raja atas mereka. Kata mereka kepada pohon zaitun: Jadilah raja atas kami!
 9  Tetapi jawab pohon zaitun itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan minyakku yang dipakai untuk menghormati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?
10  Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon ara: Marilah, jadilah raja atas kami!
11  Tetapi jawab pohon ara itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan manisanku dan buah-buahku yang baik, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?
12  Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon anggur: Marilah, jadilah raja atas kami!
13  Tetapi jawab pohon anggur itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan air buah anggurku, yang menyukakan hati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?
14  Lalu kata segala pohon itu kepada semak duri: Marilah, jadilah raja atas kami!
15  Jawab semak duri itu kepada pohon-pohon itu: Jika kamu sungguh-sungguh mau mengurapi aku menjadi raja atas kamu, datanglah berlindung di bawah naunganku; tetapi jika tidak, biarlah api keluar dari semak duri dan memakan habis pohon-pohon aras yang di gunung Libanon.
16  Maka sekarang, jika kamu berlaku setia dan tulus ikhlas dengan membuat Abimelekh menjadi raja, dan jika kamu berbuat yang baik kepada Yerubaal dan kepada keturunannya dan jika kamu membalaskan kepadanya seimbang dengan jasanya--
17  bukankah ayahku telah berperang membela kamu dan menyabung nyawanya, dan telah melepaskan kamu dari tangan orang Midian,
18  padahal kamu sekarang memberontak terhadap keturunan ayahku dan membunuh anak-anaknya, tujuh puluh orang banyaknya, di atas satu batu, serta membuat Abimelekh anak seorang budaknya perempuan menjadi raja atas warga kota Sikhem, karena ia saudaramu--
19  jadi jika kamu pada hari ini berlaku setia dan tulus ikhlas kepada Yerubaal dan keturunannya, maka silakanlah kamu bersukacita atas Abimelekh dan silakanlah ia bersukacita atas kamu.
20  Tetapi jika tidak demikian, maka biarlah api keluar dari pada Abimelekh dan memakan habis warga kota Sikhem dan juga Bet-Milo, dan biarlah api keluar dari pada warga kota Sikhem dan juga dari Bet-Milo dan memakan habis Abimelekh."
21  Kemudian larilah Yotam; ia melarikan diri ke Beer, dan tinggal di sana karena takut kepada Abimelekh, saudaranya itu.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 23 April -- YOHANES 14:4-7 - BERHENTI MENJADI JALAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 23 April 2026
Bacaan : YOHANES 14:4-7
Setahun: 2 Raja-raja 6-8
Nats: Kata Yesus kepadanya, "Akulah jalan, kebenaran, dan hidup.Tidak seorang pun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Yohanes 14:6)

Renungan:

BERHENTI MENJADI JALAN

Penyair Antonio Porchia berkata, "Before I travelled my road, I was my road." Sebelum aku tempuh jalanku, aku sendirilah jalan itu. Itu bukan kata-kata biasa. Itu ungkapan sarat penyesalan atas kesombongan yang selama ini merajai hati.

Ada saat ketika kita begitu yakin akan pikiran kita sendiri: merasa tahu arah hidup, tahu mana yang benar, merasa diri pemilik kebenaran. Namun, ketika perjalanan kita tempuh dan kita terbanting-banting di sana, kita sadar bahwa hidup tidak tunduk pada peta yang kita buat bahwa jalan yang kita kira kita kuasai ternyata begitu luas, begitu dalam, begitu misterius melampaui angan kita.

Tuhan bersabda, "Akulah jalan."

Tuhan tidak berkata, "Mari, Aku tunjukkan jalanmu, " tetapi, "Akulah jalan." Dia bukan sekadar penunjuk arah. Dialah Sang Jalan itu. Maka, berjalan dalam iman bukanlah usaha untuk menegakkan kebenaran kita, melainkan memberikan diri dibimbing oleh-Nya, juga meski arah-Nya tak selalu kita mengerti.

Sebelum menempuh perjalanan, kita sering merasa tahu segalanya. Namun, ketika perjalanan kita tempuh-ketika luka, kehilangan, dan keheningan menjadi guru-kita belajar bahwa kebijaksanaan lahir dari kerendahhatian bahwa berjalan bersama Kristus berarti menyerahkan gagasan tentang "jalanku" kepada Dia, Sang Jalan itu sendiri.

Maka, doa kita semestinya bukan, "Tuhan, tunjukkan aku jalanku, " melainkan, "Bawalah aku di jalan-Mu." Ketika kita berhenti menjadi jalan kita sendiri dan berjalan dalam tuntunan kasih-Nya, ketika itulah kita menemukan damai. --EE/www.renunganharian.net
   
BERJALAN BERSAMA KRISTUS BERARTI MENYERAHKAN GAGASAN TENTANG "JALANKU" KEPADA DIA, SANG JALAN ITU SENDIRI.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YOHANES+14:4-7

YOHANES 14:4-7

 4  Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."
 5  Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
 6  Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
 7  Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Raja-raja+6-8
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Raja-raja+6-8

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]