(e-RH) 12 Februari -- LUKAS 22:24-38 - SETELAH INSAF

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 12 Februari 2026
Bacaan : LUKAS 22:24-38
Setahun: Bilangan 3-4
Nats: "... jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu." (Lukas 22:32b)

Renungan:

SETELAH INSAF

Ketika suatu pertengkaran terjadi, kita sering berharap agar konflik itu bisa dibereskan sesegera mungkin. Namun, harapan sering kali jauh dari kenyataan. Tak jarang pertengkaran itu justru melebar ke mana-mana, berlarut-larut dan mengakibatkan luka yang semakin dalam. Jika kedua belah pihak tidak bersedia memperbaiki diri, atau tidak berinisiatif untuk mencari solusi damai, pertengkaran akan merusak, bahkan memutus hubungan yang sebelumnya terjalin dengan baik.

Pada malam sebelum Yesus ditangkap lalu kemudian disalibkan, para murid-Nya justru sibuk bertengkar. Mereka mempersoalkan siapa yang dapat dianggap terbesar di antara mereka. Sungguh memprihatinkan! Mereka bukannya fokus pada sengsara yang dihadapi Kristus, malah sibuk dengan diri sendiri. Sangat egois. Mereka justru berebut pengakuan tentang siapa yang perannya paling penting sehingga ia pantas menjadi pemimpin setelah Yesus tak lagi bersama mereka. Petrus bahkan sesumbar bahwa ia rela mati bersama Yesus.

Entah apa yang Yesus rasakan saat itu. Ia lalu mengajar mereka bahwa untuk menjadi pemimpin, mereka harus rela melayani. Merendahkan diri. Menganggap yang lain lebih utama. Begitulah murid-murid Kristus seharusnya menjalani hidup. Dan Yesus memberi mereka waktu untuk merenungkannya. Kelak, setelah mereka mengerti, mereka akan insaf. Bertobat. Berbalik ke jalan yang seharusnya. Saat momen itu terjadi, Yesus memerintahkan agar Petrus menguatkan para murid lainnya. Walau ditujukan pada Petrus, tetapi pesan ini berlaku bagi kita semua agar menyadari kebenaran perintah Kristus lalu rela berdamai serta berkomitmen melayani Dia. --HT/www.renunganharian.net
   
KRISTUS SABAR MENANTI HINGGA KITA INSAF LALU KEMBALI KE JALAN-NYA DENGAN SESAL PENUH MAAF.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/02/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?LUKAS+22:24-38

LUKAS 22:24-38

24  Terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka.
25  Yesus berkata kepada mereka: "Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung.
26  Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.
27  Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.
28  Kamulah yang tetap tinggal bersama-sama dengan Aku dalam segala pencobaan yang Aku alami.
29  Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku,
30  bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
31  Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,
32  tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."
33  Jawab Petrus: "Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!"
34  Tetapi Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku."
35  Lalu Ia berkata kepada mereka: "Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?"
36  Jawab mereka: "Suatupun tidak." Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.
37  Sebab Aku berkata kepada kamu, bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi pada-Ku: Ia akan terhitung di antara pemberontak-pemberontak. Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi."
38  Kata mereka: "Tuhan, ini dua pedang." Jawab-Nya: "Sudah cukup."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Bilangan+3-4
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Bilangan+3-4

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 12 Februari -- Yosua 4 - Batu Peringatan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 12 Februari 2026
Ayat SH: Yosua 4

Judul: Batu Peringatan

Orang mendirikan batu-batu peringatan sebagai penanda akan adanya suatu peristiwa yang ingin dikenang dan diperingati. Ada batu peresmian sebuah bangunan dan ada pula batu nisan. Semua batu itu dibuat dengan tujuan untuk menjadi tonggak sejarah dari sebuah proses, peristiwa, atau kisah hidup seseorang.

Batu peringatan seperti itulah yang TUHAN mau dan perintahkan kepada umat Israel untuk dibuat setelah mereka keluar dari Sungai Yordan dan memasuki Tanah Kanaan yang TUHAN janjikan kepada mereka.

Batu-batu peringatan itu dibuat dari batu-batu yang diambil dari tengah Sungai Yordan, dari tempat para imam berpijak, dan kemudian ditegakkan oleh Yosua di Gilgal (di batas timur Yerikho). Melalui batu-batu peringatan tersebut Allah menghendaki agar umat Israel tidak lupa akan karya TUHAN yang ajaib, yaitu bahwa Ia telah membuat Sungai Yordan tersibak menjadi daratan yang bisa dilalui umat Israel sehingga mereka bisa masuk ke tanah Kanaan. Melalui batu-batu peringatan itu umat bisa bercerita kepada anak cucu mereka tentang karya TUHAN yang dahsyat. Dengan begitu, bangsa Israel dan anak cucu mereka bisa diteguhkan imannya melalui ingatan akan karya-karya TUHAN yang ajaib. Dengan cara seperti itu pula iman bisa diturunkan kepada generasi-generasi berikutnya.

Melalui kisah Alkitab ini, kita bersyukur bahwa ada sarana yang bisa dipakai untuk membantu kita dalam mengingat karya-karya Tuhan dalam hidup kita. Ada sarana untuk bercerita kepada anak cucu, atau siapa pun yang mau mendapatkan manfaat dari batu-batu peringatan itu. Namun, sudahkah kita membangun atau mempunyai 'batu-batu peringatan' semacam itu di dalam hidup kita?

Jika belum, mari kita buat 'batu-batu peringatan' untuk setiap hal luar biasa atau istimewa yang Tuhan anugerahkan kepada kita. Dari situ mari kita ceritakan kepada anak cucu dan siapa pun agar mereka memiliki iman yang kuat dan semakin percaya bahwa tak ada yang mustahil bagi Tuhan. Dengan segala kebaikan-Nya, Allah akan selalu menyatakan kasih dan kuasa-Nya. [MTH]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/02/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yosua+4
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yosua+4

Yosua 4

 1  Setelah seluruh bangsa itu selesai menyeberangi sungai Yordan, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua, demikian:
 2  "Pilihlah dari bangsa itu dua belas orang, seorang dari tiap-tiap suku,
 3  dan perintahkanlah kepada mereka, demikian: Angkatlah dua belas batu dari sini, dari tengah-tengah sungai Yordan ini, dari tempat berjejak kaki para imam itu, bawalah semuanya itu ke seberang dan letakkanlah di tempat kamu akan bermalam nanti malam."
 4  Lalu Yosua memanggil kedua belas orang yang ditetapkannya dari orang Israel itu, seorang dari tiap-tiap suku,
 5  dan Yosua berkata kepada mereka: "Menyeberanglah di depan tabut TUHAN, Allahmu, ke tengah-tengah sungai Yordan, dan angkatlah masing-masing sebuah batu ke atas bahumu, menurut bilangan suku orang Israel,
 6  supaya ini menjadi tanda di tengah-tengah kamu. Jika anak-anakmu bertanya di kemudian hari: Apakah artinya batu-batu ini bagi kamu?
 7  maka haruslah kamu katakan kepada mereka: Bahwa air sungai Yordan terputus di depan tabut perjanjian TUHAN; ketika tabut itu menyeberangi sungai Yordan, air sungai Yordan itu terputus. Sebab itu batu-batu ini akan menjadi tanda peringatan bagi orang Israel untuk selama-lamanya."
 8  Maka orang Israel itu melakukan seperti yang diperintahkan Yosua. Mereka mengangkat dua belas batu dari tengah-tengah sungai Yordan, seperti yang difirmankan TUHAN kepada Yosua, menurut jumlah suku Israel. Semuanya itu dibawa merekalah ke seberang, ke tempat bermalam, dan diletakkan di situ.
 9  Pula Yosua menegakkan dua belas batu di tengah-tengah sungai Yordan itu, di tempat bekas berjejak kaki para imam pengangkat tabut perjanjian itu. Batu-batu itu masih ada di sana sampai sekarang.
10  Para imam pengangkat tabut itu tinggal berdiri di tengah-tengah sungai Yordan, sampai selesai dilakukan segala yang diperintahkan TUHAN kepada Yosua untuk disampaikan kepada bangsa itu, sesuai dengan segala yang diperintahkan Musa kepada Yosua. Maka menyeberanglah bangsa itu dengan cepat-cepat.
11  Ketika seluruh bangsa itu selesai menyeberang, maka menyeberanglah tabut TUHAN itu serta para imam di depan mata bangsa itu.
12  Juga bani Ruben, bani Gad dan suku Manasye yang setengah itu menyeberang, dengan bersenjata, di depan orang Israel itu, seperti yang dikatakan Musa kepada mereka.
13  Kira-kira empat puluh ribu orang yang siap untuk berperang menyeberang di hadapan TUHAN ke dataran Yerikho untuk berperang.
14  Pada waktu itulah TUHAN membesarkan nama Yosua di mata seluruh orang Israel, sehingga mereka takut kepadanya, seperti mereka takut kepada Musa seumur hidupnya.
15  Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua, demikian:
16  "Perintahkanlah para imam pengangkat tabut hukum Allah itu supaya naik dari sungai Yordan."
17  Maka Yosua memerintahkan kepada para imam itu, demikian: "Keluarlah dari sungai Yordan."
18  Ketika para imam, pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu, keluar dari tengah-tengah sungai Yordan, dan baru saja kaki para imam itu dijejakkan di tanah yang kering, maka berbaliklah air sungai Yordan itu ke tempatnya dan mengalir seperti dahulu dengan meluap sepanjang tepinya.
19  Bangsa itu telah keluar dari sungai Yordan pada tanggal sepuluh bulan pertama dan mereka berkemah di Gilgal, di batas timur Yerikho.
20  Kedua belas batu yang diambil dari sungai Yordan itu ditegakkan oleh Yosua di Gilgal.
21  Dan berkatalah ia kepada orang Israel, demikian: "Apabila di kemudian hari anak-anakmu bertanya kepada ayahnya: Apakah arti batu-batu ini?
22  maka haruslah kamu beritahukan kepada anak-anakmu, begini: Israel telah menyeberangi sungai Yordan ini di tanah yang kering! --
23  sebab TUHAN, Allahmu, telah mengeringkan di depan kamu air sungai Yordan, sampai kamu dapat menyeberang seperti yang telah dilakukan TUHAN, Allahmu, dengan Laut Teberau, yang telah dikeringkan-Nya di depan kita, sampai kita dapat menyeberang,
24  supaya semua bangsa di bumi tahu, bahwa kuat tangan TUHAN, dan supaya mereka selalu takut kepada TUHAN, Allahmu."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 11 Februari -- YAKOBUS 3:1-12 - TALI KEKANG

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 11 Februari 2026
Bacaan : YAKOBUS 3:1-12
Setahun: Bilangan 1-2
Nats: Sebab, kita semua tersandung dalam banyak hal. Siapa tidak tersandung dalam perkataannya, ia orang yang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. (Yakobus 3:2)

Renungan:

TALI KEKANG

Bagi seorang penunggang kuda, tali kekang menjadi hal yang penting agar ia bisa mengendalikan kudanya ke arah yang dikehendakinya. Tanpa tali kekang, kuda itu akan berlari tanpa arah dan bisa membuat kerusakan. Sebuah tali kendali mungkin terlihat sederhana, tetapi yang dikendalikan bisa saja merupakan sesuatu yang besar dan bernilai.

Yakobus menggambarkan sebuah kendali berupa "kekang" pada mulut kuda dan "kemudi yang amat kecil" pada kapal besar. Konsep ini digunakan untuk mengingatkan kita akan pentingnya mengendalikan hidup kita dengan lidah sebagai "kekang" atau "kemudi". Dibandingkan dengan bagian-bagian tubuh yang lain, lidah mungkin dianggap sebagai bagian tubuh yang kecil. Namun, sekalipun kecil, ia sanggup melakukan hal-hal yang besar. Lidah itu seperti api! Jika dikendalikan dengan bijak, ia adalah sahabat yang begitu baik. Namun, jika lepas kendali, hutan seluas apa pun bisa dihancurkannya. Demikianlah kekang atas lidah amat menentukan jalan hidup kita.

Saat merenungkan peringatan Yakobus ini, kita diingatkan bahwa masalah yang diangkat bukan karena perkataan baik yang tidak dapat diucapkan, tetapi lebih pada perkataan jahat yang tidak dapat dikendalikan. Jadi, sangatlah bijak saat kita tidak berbangga diri bila dapat mengucapkan banyak perkataan-perkataan yang baik dan menyenangkan. Dan sebaliknya, kita perlu banyak berjuang untuk menghentikan dan mengendalikan sebanyak mungkin kata-kata negatif dan terdengar tidak menyenangkan. Apa pun yang terucap dari mulut kita, itulah yang menentukan arah langkah kita. --SYS/www.renunganharian.net
   
LIDAH TIDAK MEMPUNYAI TULANG, TAPI IA MAMPU MENGUATKAN ATAU MEMATAHKAN PERASAAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/02/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YAKOBUS+3:1-12

YAKOBUS 3:1-12

 1  Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.
 2  Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
 3  Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
 4  Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.
 5  Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
 6  Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.
 7  Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia,
 8  tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.
 9  Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,
10  dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.
11  Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?
12  Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Bilangan+1-2
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Bilangan+1-2

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 11 Februari -- Yosua 3 - Panggilan-Nya Pasti Diteguhkan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 11 Februari 2026
Ayat SH: Yosua 3

Judul: Panggilan-Nya Pasti Diteguhkan

Setiap orang dianugerahi Tuhan panggilan hidup yang berbeda-beda. Atas panggilan tersebut biasanya orang ingin mendapatkan peneguhan bahwa Tuhan sungguh memanggil. Kebutuhan akan peneguhan tersebut biasanya muncul terutama pada saat-saat yang tidak mudah atau pada saat krisis, ataupun di saat-saat biasa. Tentang hal itu, kita tidak akan bisa meragukan karya-karya Tuhan yang jadi penanda bahwa Ia sedang meneguhkan panggilan-Nya dalam hidup kita. Itulah yang dialami oleh Yosua.

Sebagaimana Allah telah meneguhkan panggilan Musa melalui peristiwa umat bisa berjalan di tengah Laut Teberau saat keluar dari tanah Mesir, demikian pula Allah berkenan meneguhkan panggilan-Nya kepada Yosua. Di dalam perikop ini dituturkan bahwa TUHAN meneguhkan panggilan-Nya kepada Yosua melalui peristiwa mereka berjalan di tengah Sungai Yordan yang kering. Sungai Yordan yang terkenal dengan arusnya yang sangat deras, tersibak di bagian tengahnya dan menjadi kering sehingga bangsa Israel bisa lewat tanpa basah (16-17).

Peristiwa itu adalah mukjizat luar biasa yang meneguhkan panggilan TUHAN atas Yosua di hadapan seluruh orang Israel (7). TUHAN yang memanggil Yosua untuk memimpin umat Israel, TUHAN pula yang meneguhkan panggilan itu.

Melalui perenungan kisah Alkitab saat ini, mari kita renungkan dan rasakan peneguhan apa, atau seperti apa yang Ia hendak atau sudah nyatakan dalam hidup kita? Jika belum menemukan, mari kita mencoba untuk melihat lembar-lembar hidup kita, bagaimana Tuhan telah berkarya di dalamnya. Bisa jadi peneguhan tersebut tidak dalam bentuk yang luar biasa atau spektakuler, tetapi dalam bentuk yang sederhana.

Hal yang jelas, Ia sudah dan akan terus meneguhkan panggilan-Nya dalam hidup kita karena kita diciptakan oleh-Nya dengan maksud yang baik dan mulia. Ada kehendak Tuhan yang akan dinyatakan dalam hidup kita. Oleh sebab itu, jangan berkecil hati, tetaplah percaya kepada-Nya, hayati panggilan Tuhan atas hidup kita dan mari kita hidup dengan penuh syukur. [MTH]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/02/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yosua+3
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yosua+3

Yosua 3

 1  Yosua bangun pagi-pagi, lalu ia dan semua orang Israel berangkat dari Sitim, dan sampailah mereka ke sungai Yordan, maka bermalamlah mereka di sana, sebelum menyeberang.
 2  Setelah lewat tiga hari, para pengatur pasukan menjalani seluruh perkemahan,
 3  dan memberi perintah kepada bangsa itu, katanya: "Segera sesudah kamu melihat tabut perjanjian TUHAN, Allahmu, yang diangkat para imam, yang memang suku Lewi, maka kamu harus juga berangkat dari tempatmu dan mengikutinya--
 4  hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah mendekatinya--maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu."
 5  Berkatalah Yosua kepada bangsa itu: "Kuduskanlah dirimu, sebab besok TUHAN akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu."
 6  Dan kepada para imam itu Yosua berkata, demikian: "Angkatlah tabut perjanjian dan menyeberanglah di depan bangsa itu." Maka mereka mengangkat tabut perjanjian dan berjalan di depan bangsa itu.
 7  Dan TUHAN berfirman kepada Yosua: "Pada hari inilah Aku mulai membesarkan namamu di mata seluruh orang Israel, supaya mereka tahu, bahwa seperti dahulu Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau.
 8  Maka kauperintahkanlah kepada para imam pengangkat tabut perjanjian itu, demikian: Setelah kamu sampai ke tepi air sungai Yordan, haruslah kamu tetap berdiri di sungai Yordan itu."
 9  Lalu berkatalah Yosua kepada orang Israel: "Datanglah dekat dan dengarkanlah firman TUHAN, Allahmu."
10  Lagi kata Yosua: "Dari hal inilah akan kamu ketahui, bahwa Allah yang hidup ada di tengah-tengah kamu dan bahwa sungguh-sungguh akan dihalau-Nya orang Kanaan, orang Het, orang Hewi, orang Feris, orang Girgasi, orang Amori dan orang Yebus itu dari depan kamu:
11  sesungguhnya, tabut perjanjian Tuhan semesta bumi berjalan menyeberang di depan kamu, masuk ke sungai Yordan.
12  Maka sekarang, pilihlah dua belas orang dari suku-suku Israel, seorang dari tiap-tiap suku.
13  Segera sesudah kaki para imam pengangkat tabut TUHAN, Tuhan semesta bumi, berhenti di dalam air sungai Yordan, maka air sungai Yordan itu akan terputus; air yang turun dari hulu akan berhenti mengalir menjadi bendungan."
14  Ketika bangsa itu berangkat dari tempat perkemahan mereka untuk menyeberangi sungai Yordan, para imam pengangkat tabut perjanjian itu berjalan di depan bangsa itu.
15  Segera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu--sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai--
16  maka berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin, terputus sama sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho.
17  Tetapi para imam pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu tetap berdiri di tanah yang kering, di tengah-tengah sungai Yordan, sedang seluruh bangsa Israel menyeberang di tanah yang kering, sampai seluruh bangsa itu selesai menyeberangi sungai Yordan.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 10 Februari -- Yosua 2 - Sembada Iman

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 10 Februari 2026
Ayat SH: Yosua 2

Judul: Sembada Iman

Dalam masyarakat Jawa ada istilah 'sembada' yang bermakna mampu menjalankan tugas dan sanggup menanggung akibat.

Dalam perikop ini kita melihat bagaimana Rahab mengambil keputusan berani dengan melindungi para pengintai yang diutus Yosua dari orang-orang utusan raja Yerikho. Rahab dengan sengaja menyembunyikan para pengintai tersebut di rumahnya sebab ia tahu bahwa mereka itu adalah orang-orang yang kepada mereka Allah berpihak. Rahab selama ini telah mendengar kisah-kisah menakjubkan tentang umat Israel. Ia yakin bahwa kemenangan akan ada pada mereka karena ada kuasa Allah yang menyertai mereka. Maka, kepada para pengintai itu ia memohon keselamatan bagi keluarganya jika suatu saat kemenangan ada di antara umat Israel (12-13).

Keyakinan kepada Allah yang benar dan pengharapan akan hal yang terbaik bagi keluarganya telah membuat Rahab bersikap sembada iman. Ia mewujudkan imannya kepada Allah Israel dengan melakukan tindakan nyata. Meski Rahab bukan umat Israel, ia mempunyai kepekaan untuk melihat karya dan kehendak Allah yang terbaik bagi umat-Nya. Dari apa yang ia dengar, ia tahu bahwa Allah akan memihak kepada umat Israel dan memberikan kemenangan kepada mereka. Ia pun dengan saksama mengatur perjalanan para pengintai sehingga mereka kembali kepada Yosua dengan selamat (23).

Dari kisah ini, kita melihat teladan Rahab yang menunjukkan keberanian untuk mengambil keputusan yang berisiko demi keyakinannya kepada Allah. Rahab tidak hanya mengakui kebesaran Allah, tetapi ia juga melakukan langkah konkret dengan melindungi para pengintai. Atas tindakannya, Rahab dihargai dalam sejarah iman Israel.

Sikap Rahab dapat menjadi inspirasi bagi kita dalam menumbuhkan iman yang benar, yaitu iman yang tidak pasif, tetapi diwujudkan dalam perbuatan nyata. Kita diajak untuk tetap teguh dalam prinsip dan iman kita kepada ajaran firman Allah, dan berani bertindak, meskipun menghadapi tantangan. [MTH]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/02/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yosua+2
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yosua+2

Yosua 2

 1  Yosua bin Nun dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai, katanya: "Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan kota Yerikho." Maka pergilah mereka dan sampailah mereka ke rumah seorang perempuan sundal, yang bernama Rahab, lalu tidur di situ.
 2  Kemudian diberitahukanlah kepada raja Yerikho, demikian: "Tadi malam ada orang datang ke mari dari orang Israel untuk menyelidik negeri ini."
 3  Maka raja Yerikho menyuruh orang kepada Rahab, mengatakan: "Bawalah ke luar orang-orang yang datang kepadamu itu, yang telah masuk ke dalam rumahmu, sebab mereka datang untuk menyelidik seluruh negeri ini."
 4  Tetapi perempuan itu telah membawa dan menyembunyikan kedua orang itu. Berkatalah ia: "Memang, orang-orang itu telah datang kepadaku, tetapi aku tidak tahu dari mana mereka,
 5  dan ketika pintu gerbang hendak ditutup menjelang malam, maka keluarlah orang-orang itu; aku tidak tahu, ke mana orang-orang itu pergi. Segeralah kejar mereka, tentulah kamu dapat menyusul mereka."
 6  Tetapi perempuan itu telah menyuruh keduanya naik ke sotoh rumah dan menyembunyikan mereka di bawah timbunan batang rami, yang ditebarkan di atas sotoh itu.
 7  Maka pergilah orang-orang itu, mengejar mereka ke arah sungai Yordan, ke tempat-tempat penyeberangan, dan ditutuplah pintu gerbang, segera sesudah pengejar-pengejar itu keluar.
 8  Tetapi sebelum kedua orang itu tidur, naiklah perempuan itu mendapatkan mereka di atas sotoh
 9  dan berkata kepada orang-orang itu: "Aku tahu, bahwa TUHAN telah memberikan negeri ini kepada kamu dan bahwa kengerian terhadap kamu telah menghinggapi kami dan segala penduduk negeri ini gemetar menghadapi kamu.
10  Sebab kami mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air Laut Teberau di depan kamu, ketika kamu berjalan keluar dari Mesir, dan apa yang kamu lakukan kepada kedua raja orang Amori yang di seberang sungai Yordan itu, yakni kepada Sihon dan Og, yang telah kamu tumpas.
11  Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah.
12  Maka sekarang, bersumpahlah kiranya demi TUHAN, bahwa karena aku telah berlaku ramah terhadapmu, kamu juga akan berlaku ramah terhadap kaum keluargaku; dan berikanlah kepadaku suatu tanda yang dapat dipercaya,
13  bahwa kamu akan membiarkan hidup ayah dan ibuku, saudara-saudaraku yang laki-laki dan yang perempuan dan semua orang-orang mereka dan bahwa kamu akan menyelamatkan nyawa kami dari maut."
14  Lalu jawab kedua orang itu kepadanya: "Nyawa kamilah jaminan bagi kamu, asal jangan kaukabarkan perkara kami ini; apabila TUHAN nanti memberikan negeri ini kepada kami, maka kami akan menunjukkan terima kasih dan setia kami kepadamu."
15  Kemudian perempuan itu menurunkan mereka dengan tali melalui jendela, sebab rumahnya itu letaknya pada tembok kota, jadi pada tembok itulah ia diam.
16  Berkatalah ia kepada mereka: "Pergilah ke pegunungan, supaya pengejar-pengejar itu jangan menemui kamu, dan bersembunyilah di sana tiga hari lamanya, sampai pengejar-pengejar itu pulang; kemudian bolehlah kamu melanjutkan perjalananmu."
17  Kedua orang itu berkata kepadanya: "Kami akan bebas dari sumpah kami ini kepadamu, yang telah kausuruh kami ikrarkan--
18  sesungguhnya, apabila kami memasuki negeri ini, haruslah tali dari benang kirmizi ini kauikatkan pada jendela tempat engkau menurunkan kami, dan ayahmu serta ibumu, saudara-saudaramu serta seluruh kaum keluargamu kaukumpulkan di rumahmu.
19  Setiap orang yang keluar nanti dari pintu rumahmu, harus sendiri menanggung akibatnya, kalau darahnya tertumpah, dan kami tidak bersalah; tetapi siapapun juga yang ada di dalam rumahmu, jika ada orang yang menciderainya, kamilah yang menanggung akibat pertumpahan darahnya.
20  Tetapi jika engkau mengabarkan perkara kami ini, maka bebaslah kami dari sumpah kepadamu itu, yang telah kausuruh kami ikrarkan."
21  Perempuan itupun berkata: "Seperti yang telah kamu katakan, demikianlah akan terjadi." Sesudah itu dilepasnyalah orang-orang itu pergi, maka berangkatlah mereka. Kemudian perempuan itu mengikatkan tali kirmizi itu pada jendela.
22  Merekapun pergilah dan tiba di pegunungan. Mereka tinggal di sana tiga hari lamanya, sampai pengejar-pengejar itu pulang. Pengejar-pengejar itu telah mencari di mana-mana sepanjang jalan tanpa menemukan mereka.
23  Maka pulanglah kedua orang itu, mereka turun dari pegunungan, lalu menyeberang dan sampai kepada Yosua bin Nun, kemudian mereka ceritakan segala pengalaman mereka.
24  Kata mereka kepada Yosua: "TUHAN telah menyerahkan seluruh negeri ini ke dalam tangan kita, bahkan seluruh penduduk negeri itu gemetar menghadapi kita."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 10 Februari -- AMSAL 4:20-23 - HATI YANG TERJAGA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 10 Februari 2026
Bacaan : AMSAL 4:20-23
Setahun: Imamat 26-27
Nats: Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari sanalah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23)

Renungan:

HATI YANG TERJAGA

Andre sempat kesal ketika hendak turun dari Commuter, tetapi ada orang yang mendesak masuk tanpa memberi kesempatan penumpang yang akan turun lebih dahulu. Sempat ada perkataan kasar dari mulutnya, tetapi tak lama Andre merasa ada suara lembut bergema dalam hatinya, "Kok bisa cepat sekali omong sekasar itu, ya?" Andre pun segera menyadari bahwa Roh Kudus sedang berbicara dalam sanubarinya, untuk menegur sekaligus mengingatkan agar Andre dapat lebih menguasai diri. "Sebenarnya aku dapat menyampaikan pesan yang sama, tetapi dengan cara yang lebih halus, " sesal Andre tak lama berselang.

Reaksi spontan atas suatu peristiwa biasanya merupakan cerminan isi hati, juga kebiasaan yang membentuk karakter seseorang, yang terlihat lewat sikap, ucapan, maupun tindakannya. Itulah sebabnya, nasihat agar menjaga hati dengan penuh waspada masih terasa relevan sampai hari ini. Kewaspadaan menjadi kunci dalam hal ini karena mudah sekali hati ini tersusupi oleh amarah, dendam, hingga kepahitan yang dapat mengakar dan merusak kehidupan orang percaya. Firman Tuhan juga menasihati orang percaya agar tidak menjauhkan hidupnya dari anugerah Allah, supaya akar pahit jangan sampai muncul dan menguasai (Ibr. 12:15).

Kita memang tak dapat mengatur perilaku orang lain, tetapi perihal penguasaan diri dan menjaga hati dari segala bentuk hal yang dapat mencemari, sepenuhnya menjadi tanggung jawab kita. Mari pastikan kondisi hati kita agar tetap baik, supaya reaksi spontan kita juga menghasilkan perilaku yang baik. --GHJ/www.renunganharian.net
   
HATI YANG TERJAGA DENGAN BAIK DAPAT BERDAMPAK POSITIF BAGI SIKAP DAN PERILAKU.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/02/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?AMSAL+4:20-23

AMSAL 4:20-23

20  Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku;
21  janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu.
22  Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.
23  Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Imamat+26-27
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+26-27

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-RH) 9 Februari -- 1 YOHANES 4:7-21 - MENGASIHI YANG TERSISIH

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 9 Februari 2026
Bacaan : 1 YOHANES 4:7-21
Setahun: Imamat 24-25
Nats: Di dalam kasih tidak ada ketakutan: Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Sebab, ketakutan mengandung hukuman dan siapa yang takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. (1 Yohanes 4:18)

Renungan:

MENGASIHI YANG TERSISIH

Sejak selalu menjadi objek kebencian seorang tetangga, seorang ibu dikucilkan oleh banyak tetangga yang lain. Sekalipun mereka paham bahwa ibu itu sesungguhnya tidak bersalah, mereka lebih memilih untuk mengikuti perlakuan si tetangga. Rupanya, reputasi "menakutkan" dari perilaku buruk si tetangga telah berhasil mengintimidasi banyak orang di sekitarnya.

Berbeda dengan sebagian orang yang lebih memilih jalan damai sekalipun tak adil, Yesus tidak pernah menjauhi orang dengan alasan mereka dibenci atau dikucilkan oleh banyak orang, bahkan orang yang berkuasa sekalipun. Alkitab menuliskan bahwa Yesus mau duduk makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa (Luk. 5:29-32). Yesus juga berbicara dengan perempuan Samaria di sumur yang bahkan membuat murid-Nya merasa heran (Yoh.4:1-42). Yesus juga membela perempuan yang hampir dirajam karena perzinaan (Yoh. 8:1-11). Yesus menunjukkan bahwa kasih tidak tunduk pada tekanan sosial. Yesus mengajarkan bahwa kasih sejati melihat martabat ilahi dalam diri setiap orang.

Kiranya kasih yang dari Allah mendorong kita untuk tidak lagi hidup dalam ketakutan, termasuk di dalamnya takut akan penolakan sosial. Sebaliknya, kasih mendorong kita memiliki keberanian untuk memperlakukan setiap orang-terlebih lagi mereka yang tertindas, dijauhi, dan dianggap rendah (termarginalkan/tersisih)-dengan hormat dan kebaikan, melampaui rasa takut kita menghadapi orang yang bersikap buruk. Sebab, kasih bukan hanya soal perasaan, melainkan tindakan nyata cerminan hati Tuhan. --EBL/www.renunganharian.net
   
HIDUP DALAM KASIH ADALAH BUKTI HIDUP BERSAMA ALLAH.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/02/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+YOHANES+4:7-21

1 YOHANES 4:7-21

 7  Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.
 8  Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
 9  Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
10  Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
11  Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
12  Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.
13  Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.
14  Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.
15  Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.
16  Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
17  Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.
18  Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
19  Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
20  Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
21  Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Imamat+24-25
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+24-25

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 9 Februari -- Yosua 1 - Tatkala Ragu

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 9 Februari 2026
Ayat SH: Yosua 1

Judul: Tatkala Ragu

Banyak hal dalam hidup ini yang membuat kita ragu untuk melangkah. Kita sering merasa bingung, tidak tahu harus bagaimana tatkala menerima tanggung jawab baru atau belum pernah kita lakukan. Itulah yang dialami Yosua ketika TUHAN memerintahkannya memimpin Israel memasuki Kanaan setelah Musa meninggal. Meski ia telah ditunjuk sebagai pengganti Musa, tugas itu tidak mudah baginya.

Walau TUHAN menjanjikan kepastian bahwa Kanaan akan menjadi kepunyaan mereka dan kemenangan akan selalu berpihak pada mereka, tampaknya Yosua mengalami keraguan dalam hati kecilnya. Oleh sebab itu, TUHAN berkata: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu" untuk memimpin umat memasuki tanah Kanaan (6).

Allah meminta Yosua untuk menguatkan hati dengan sungguh-sungguh dan bertindak sesuai dengan hukum yang diperintahkan Musa (7), dan meneguhkan hati agar tidak gentar dan kecut hati karena TUHAN selalu menyertai (9).

Kata-kata penguatan dari TUHAN tersebut sungguh telah menguatkan Yosua sehingga pada akhirnya ia mampu mengarahkan dan memimpin umat untuk bersiap memasuki tanah Kanaan. Tidak hanya itu, ia juga sangat bijaksana tatkala harus mengarahkan orang Ruben, orang Gad, dan orang Manasye (12-15). Tanpa ragu ia tetap memakai apa yang Musa pernah sampaikan kepada umat agar umat selalu mengingat apa yang mesti dilakukan. Yosua tidak ragu dan tidak takut kalau-kalau reputasinya berkurang karena menyebut-nyebut Musa.

Dari kisah ini mari kita selalu ingat dan meresapkan ke dalam hati kita bahwa firman Allah kepada Yosua itu juga untuk kita saat ini. Tatkala kita sedang ragu-ragu, mari kita kuatkan dan teguhkan hati kita untuk terus melangkah bersama Tuhan, terus mengikuti perintah Tuhan.

Dengan begitu, kita akan dimampukan untuk bertindak dengan saksama, bijaksana, dan tanpa keraguan. Selain itu, kita juga diajak untuk melanjutkan dan mengumandangkan yang baik dari para pendahulu kita. Kita tidak perlu menonjolkan diri dan meniadakan jejak para pendahulu kita. Kita tidak perlu ragu untuk semua itu. [MTH]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/02/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yosua+1
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yosua+1

Yosua 1

 1  Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian:
 2  "Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu.
 3  Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.
 4  Dari padang gurun dan gunung Libanon yang sebelah sana itu sampai ke sungai besar, yakni sungai Efrat, seluruh tanah orang Het, sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenam, semuanya itu akan menjadi daerahmu.
 5  Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.
 6  Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.
 7  Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi.
 8  Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.
 9  Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi."
10  Lalu Yosua memberi perintah kepada pengatur-pengatur pasukan bangsa itu, katanya:
11  "Jalanilah seluruh perkemahan dan perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian: Sediakanlah bekalmu, sebab dalam tiga hari kamu akan menyeberangi sungai Yordan ini untuk pergi menduduki negeri yang akan diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk diduduki."
12  Kepada orang Ruben, kepada orang Gad dan kepada suku Manasye yang setengah itu berkatalah Yosua, demikian:
13  "Ingatlah kepada perkataan yang dipesankan Musa, hamba TUHAN itu, kepadamu, yakni: TUHAN, Allahmu, mengaruniakan keamanan kepadamu dan memberikan kepadamu negeri ini;
14  perempuan-perempuan dan anak-anak di antara kamu dan ternakmu boleh tinggal di negeri yang diberikan Musa kepadamu di seberang sungai Yordan, tetapi kamu, semua pahlawan yang gagah perkasa, haruslah menyeberang di depan saudara-saudaramu dengan bersenjata, dan haruslah menolong mereka,
15  sampai TUHAN mengaruniakan keamanan kepada saudara-saudaramu seperti kepada kamu juga, dan mereka juga menduduki negeri yang akan diberikan kepada mereka oleh TUHAN, Allahmu. Kemudian bolehlah kamu pulang kembali ke negerimu sendiri dan menduduki negeri yang diberikan Musa, hamba TUHAN itu, kepadamu di seberang sungai Yordan, di sebelah matahari terbit."
16  Lalu mereka menjawab Yosua, katanya: "Segala yang kauperintahkan kepada kami akan kami lakukan dan ke manapun kami akan kausuruh, kami akan pergi;
17  sama seperti kami mendengarkan perintah Musa, demikianlah kami akan mendengarkan perintahmu. Hanya, TUHAN, Allahmu, kiranya menyertai engkau, seperti Ia menyertai Musa.
18  Setiap orang yang menentang perintahmu dan tidak mendengarkan perkataanmu, apapun yang kauperintahkan kepadanya, dia akan dihukum mati. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu!"


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]