(e-RH) 17 Mei -- DANIEL 3 - KESEMPATAN KEDUA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 17 Mei 2026
Bacaan : DANIEL 3
Setahun: 2 Tawarikh 25-27
Nats: "Sekarang, jika kamu bersedia, pada saat kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam, dan berbagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu!" (Daniel 3:15a)

Renungan:

KESEMPATAN KEDUA

Kesempatan kedua kerap terlihat seperti anugerah. Telah terlewat yang pertama, tetapi masih dimunculkan yang kedua. Terpikir, yang kedua harus segera diambil. Rugi besar jika kembali dilewatkan. Rasa sesal nanti bertambah mendalam. Ketahuilah iblis juga suka memberi kita kesempatan kedua! Sesudah kita menolak godaan dari suatu dosa, kembali ia menggoda kita dengan dosa tersebut. Maka artinya, tidak harus kita berkata "ya" pada kesempatan kedua. Jika terkait dosa, tetaplah katakan "tidak" seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.

Ketiga pemuda buangan dari Yehuda itu menolak menyembah patung emas buatan Raja Nebukadnezar. Saat beragam bunyi-bunyian diperdengarkan, mereka tidak mau sujud kepada patung tersebut. Hati raja teramat geram saat mendengar laporan dari orang-orang Kasdim perihal mereka. Namun, raja masih "berbelas kasihan" dengan memberi mereka kesempatan kedua (ay. 15). Raja tidak ingin mereka menerima hukuman yang telah ditetapkan, yakni dilemparkan ke dalam perapian menyala-nyala. Akan sekali lagi beragam bunyi-bunyian diperdengarkan. Sekali lagi mereka diminta untuk sujud kepada patung tersebut. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tetap pada pendirian semula (ay. 16-18). Alasannya, mereka mengerti bahwa memuja patung ialah tindakan yang menyakiti hati Allah, atau dapat disebut "dosa".

Jangan sampai kita tertipu! Jika terkait dosa, kesempatan kedua bukan merupakan anugerah, melainkan susulan tawaran dari sebuah malapetaka. Iblis yang tidak berhenti berkiprah kembali menyuguhkan dosa kepada kita. Jangan kita mengambil kesempatan kedua itu! Tetaplah kita menolak, tetaplah kita katakan, "Tidak!" Keputusan ini tidak membuat kita rugi besar, justru sangat beruntung. Bukan menyesal, justru meluapkan sukacita dari hati kita. --LIN/www.renunganharian.net
   
KESEMPATAN KEDUA YANG MUTLAK TAKKAN PERNAH KITA AMBIL IALAH KESEMPATAN UNTUK BERBUAT DOSA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?DANIEL+3

DANIEL 3

 1  Raja Nebukadnezar membuat sebuah patung emas yang tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam hasta yang didirikannya di dataran Dura di wilayah Babel.
 2  Lalu raja Nebukadnezar menyuruh orang mengumpulkan para wakil raja, para penguasa, para bupati, para penasihat negara, para bendahara, para hakim, para ahli hukum dan semua kepala daerah, untuk menghadiri pentahbisan patung yang telah didirikannya itu.
 3  Lalu berkumpullah para wakil raja, para penguasa, para bupati, para penasihat negara, para bendahara, para hakim, para ahli hukum dan semua kepala daerah, untuk menghadiri pentahbisan patung yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu.
 4  Dan berserulah seorang bentara dengan suara nyaring: "Beginilah dititahkan kepadamu, hai orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa:
 5  demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, maka haruslah kamu sujud menyembah patung yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu;
 6  siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala!"
 7  Sebab itu demi segala bangsa mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, maka sujudlah orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, dan menyembah patung emas yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu.
 8  Pada waktu itu juga tampillah beberapa orang Kasdim menuduh orang Yahudi.
 9  Berkatalah mereka kepada raja Nebukadnezar: "Ya raja, kekallah hidup tuanku!
10  Tuanku raja telah mengeluarkan titah, bahwa setiap orang yang mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, harus sujud menyembah patung emas itu,
11  dan bahwa siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala.
12  Ada beberapa orang Yahudi, yang kepada mereka telah tuanku berikan pemerintahan atas wilayah Babel, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, orang-orang ini tidak mengindahkan titah tuanku, ya raja: mereka tidak memuja dewa tuanku dan tidak menyembah patung emas yang telah tuanku dirikan."
13  Sesudah itu Nebukadnezar memerintahkan dalam marahnya dan geramnya untuk membawa Sadrakh, Mesakh dan Abednego menghadap. Setelah orang-orang itu dibawa menghadap raja,
14  berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: "Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?
15  Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?"
16  Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
17  Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
18  tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
19  Maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar, air mukanya berubah terhadap Sadrakh, Mesakh dan Abednego; lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat tujuh kali lebih panas dari yang biasa.
20  Kepada beberapa orang yang sangat kuat dari tentaranya dititahkannya untuk mengikat Sadrakh, Mesakh dan Abednego dan mencampakkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala itu.
21  Lalu diikatlah ketiga orang itu, dengan jubah, celana, topi dan pakaian-pakaian mereka yang lain, dan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala.
22  Karena titah raja itu keras, dipanaskanlah perapian itu dengan luar biasa, sehingga nyala api itu membakar mati orang-orang yang mengangkat Sadrakh, Mesakh dan Abednego itu ke atas.
23  Tetapi ketiga orang itu, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, jatuh ke dalam perapian yang menyala-nyala itu dengan terikat.
24  Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!"
25  Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"
26  Lalu Nebukadnezar mendekati pintu perapian yang bernyala-nyala itu; berkatalah ia: "Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi, keluarlah dan datanglah ke mari!" Lalu keluarlah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari api itu.
27  Dan para wakil raja, para penguasa, para bupati dan para menteri raja datang berkumpul; mereka melihat, bahwa tubuh orang-orang ini tidak mempan oleh api itu, bahwa rambut di kepala mereka tidak hangus, jubah mereka tidak berubah apa-apa, bahkan bau kebakaranpun tidak ada pada mereka.
28  Berkatalah Nebukadnezar: "Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah manapun kecuali Allah mereka.
29  Sebab itu aku mengeluarkan perintah, bahwa setiap orang dari bangsa, suku bangsa atau bahasa manapun ia, yang mengucapkan penghinaan terhadap Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego, akan dipenggal-penggal dan rumahnya akan dirobohkan menjadi timbunan puing, karena tidak ada allah lain yang dapat melepaskan secara demikian itu."
30  Lalu raja memberikan kedudukan tinggi kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego di wilayah Babel.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Tawarikh+25-27
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Tawarikh+25-27

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 17 Mei -- 1 Korintus 1:4-9 - Teosentris

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 17 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 1:4-9

Judul: Teosentris

Seberapa sering Anda mengucap syukur? Dari sekian kali kita bersyukur, mari kita ingat-ingat lagi: apa yang membuat kita bersyukur? Biasanya, pengalaman hidup kitalah yang menjadi alasan dari ucapan syukur yang kita naikkan kepada Allah, seperti "Aku bersyukur karena aku ...". Dengan kata lain, fokusnya masih terletak pada diri kita.

Ketika Paulus mengucap syukur, fokusnya terletak pada pribadi Allah sendiri, yang telah memberikan anugerah keselamatan dalam Kristus Yesus (4). Allah juga yang telah memperkaya jemaat-Nya di Korintus melalui karunia rohani, khususnya dalam hal perkataan dan pengetahuan (5). Dengan inilah mereka bersaksi bukan tentang diri mereka, melainkan Kristus (6). Kesetiaan Allah akan terus meneguhkan jemaat untuk hidup sebagai umat-Nya yang kudus (7-9).

Secara tidak langsung, Paulus mengingatkan jemaat Allah di Korintus bahwa keberadaan mereka berasal dari Allah, termasuk karunia rohani yang mereka miliki selama ini. Tidak ada alasan bagi mereka untuk menyombongkan diri.

Selain itu, Paulus juga menekankan bahwa tujuan dari segala sesuatu yang Allah berikan kepada mereka adalah kesempurnaan sebagai umat Allah yang kudus.

Paulus membawa nuansa ucapan syukur yang paling esensial dan mendasar, yakni pribadi Allah sebagai satu-satunya dasar ucapan syukur orang percaya. Semua ucapan syukur kita berpusat pada Yesus Kristus, Tuhan kita.

Setiap kali kita bersyukur, kita ingat akan anugerah keselamatan Allah yang membuat kita tidak kekurangan sedikit pun dalam karunia-Nya, bahwa semua kemampuan dan keahlian yang kita miliki berasal dari-Nya. Apa pun yang kita lewati selama ini, baik dan buruk, menyenangkan atau menyusahkan, semua itu adalah bagian dari peneguhan Allah atas kesempurnaan yang dikerjakan-Nya dalam hidup kita.

Bukan hal baik atau hal buruk yang membuat kita mengucap syukur kepada Allah, melainkan Allah sendiri. Ucapan syukur yang berpusat pada Allah (teosentris) akan memampukan kita hidup berkenan di hadapan Allah. [MAR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+1:4-9
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+1:4-9

1 Korintus 1:4-9

 4  Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus.
 5  Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan,
 6  sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu.
 7  Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus.
 8  Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.
 9  Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 16 Mei -- KISAH PARA RASUL 6:1-7 - JANGAN SAMPAI TERABAIKAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 16 Mei 2026
Bacaan : KISAH PARA RASUL 6:1-7
Setahun: 2 Tawarikh 21-24
Nats: Kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata, "Tidak baik jika kami melalaikan firman Allah untuk melayani meja." (Kisah Para Rasul 6:2)

Renungan:

JANGAN SAMPAI TERABAIKAN

Seorang wanita yang berprofesi sebagai perias jenazah mengungkapkan suara hatinya, khususnya ketika pernah menangani jenazah dari keluarga miskin yang ditolak oleh gereja. Mendengar penuturannya, seperti ada kesedihan yang terpancar dari suaranya, sekaligus menyesalkan kurangnya kepekaan gereja kepada kaum papa. Suatu ungkapan kegelisahan yang tampaknya perlu disuarakan dengan kuat ke setiap gereja, terlebih kalau kita mengingat bahwa kaum papa mendapat perhatian dari para rasul pada masa gereja mula-mula.

Para rasul pada zaman gereja mula-mula pernah diprotes karena pelayanan terhadap orang-orang miskin terabaikan. Untunglah kondisi ini tak berlangsung lama karena para rasul merespons dengan menunjuk tujuh orang untuk menjalankan peran diakonia, supaya kebutuhan orang-orang miskin dapat terpenuhi. Ungkapan "tidak baik kami melalaikan firman Allah untuk melayani meja" juga menunjukkan bahwa keseimbangan tetap diperlukan antara pentingnya umat Allah menerima pengajaran yang sehat dan pelayanan diakonia bagi jemaat yang memang harus mendapat perhatian bersama. Tujuannya jelas, supaya setiap orang dapat terlayani dengan baik, tak hanya dalam perkara rohani.

Sampai hari ini, panggilan Tuhan tetap sama supaya gereja menaruh kepedulian kepada mereka yang terbatas secara ekonomi. Inilah bentuk "kabar baik bagi orang miskin" seperti yang pernah Yesus sampaikan (Mat. 11:5). Suatu cara hidup Ilahi yang telah dimulai pada masa gereja mula-mula, yang perlu terus dipelihara oleh gereja pada akhir zaman ini. --GHJ/www.renunganharian.net
   
MEREKA YANG DIABAIKAN OLEH MANUSIA NISCAYA TETAP DIPERHATIKAN OLEH ALLAH.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KISAH+PARA+RASUL+6:1-7

KISAH PARA RASUL 6:1-7

 1  Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari.
 2  Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja.
 3  Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu,
 4  dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman."
 5  Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.
 6  Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka.
 7  Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Tawarikh+21-24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Tawarikh+21-24

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 16 Mei -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

Hakim-hakim 21

Ketika suatu masalah ditangani dengan solusi yang menimbulkan masalah baru, apa yang terjadi? Ketika perbuatan salah hendak diperbaiki bukan dengan perbuatan benar, melainkan perbuatan salah yang sama atau bahkan lebih besar, bagaimana jadinya?

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa sumpah orang Israel? (1)
2. Apa yang mereka lakukan di hadapan TUHAN? (2-4)
3. Siapa yang mereka cari, dan mengapa? (5-8)
4. Apa yang mereka perbuat terhadap orang Yabes-Gilead? (9-12)
5. Siapa yang mereka berikan kepada sisa suku Benyamin, dan apakah itu cukup? (13-15)
6. Apakah masalah orang Israel selesai? Apa yang terjadi setiap tahun di Silo? (16-19)
7. Apa pesan yang diberikan orang Israel, dan apa yang dilakukan orang Benyamin? (20-23)
8. Apa yang akhirnya dilakukan orang Israel? (24)
9. Bagaimana keadaan zaman itu? (25)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Seberapa pentingkah sumpah kita di hadapan Allah?
2. Apakah seruan orang Israel di hadapan Allah merupakan seruan yang tulus? Mengapa, atau mengapa tidak?
3. Jika suku Benyamin patut dimusnahkan karena mereka bersalah atas satu orang gundik, bagaimana dengan sebelas suku yang lain?
4. Ketika orang Israel pulang ke tempat masing-masing, apakah masalah benar-benar selesai? Mengapa, atau mengapa tidak?

Apa respons Anda?
1. Apa yang akan Anda lakukan setiap kali Anda menghadapi masalah yang sangat sulit dalam hidup Anda?
2. Apa yang perlu Anda lakukan agar solusi yang Anda pilih tidak merugikan sesama dan tetap memuliakan Allah?

Pokok Doa:
Mohon ampun kepada Allah jika kita bersalah kepada sesama dan mohon kemurahan hati-Nya untuk terus memimpin kita.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+1:1-3
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+1:1-3

Hakim-hakim 21

 1  Orang-orang Israel telah bersumpah di Mizpa, demikian: "Seorangpun dari kita takkan memberikan anaknya perempuan kepada seorang Benyamin menjadi isterinya."
 2  Ketika bangsa itu datang ke Betel dan tinggal di situ di hadapan Allah sampai petang, maka merekapun menyaringkan suaranya menangis dengan sangat keras,
 3  katanya: "Mengapa, ya TUHAN, Allah Israel, terjadi hal yang begini di antara orang Israel, yakni bahwa hari ini satu suku dari antara orang Israel hilang?"
 4  Keesokan harinya pagi-pagi maka bangsa itu mendirikan mezbah di situ, lalu mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan.
 5  Pada waktu itu berkatalah orang-orang Israel: "Siapakah dari seluruh suku Israel yang tidak ikut datang dengan jemaah ini untuk menghadap TUHAN?" Sebab mereka telah bersumpah dengan sungguh-sungguh mengenai orang yang tidak datang menghadap TUHAN di Mizpa, demikian: "Pastilah ia dihukum mati."
 6  Orang-orang Israel merasa kasihan terhadap suku Benyamin, saudaranya itu, maka kata mereka: "Hari ini ada satu suku terputus dari orang Israel.
 7  Apakah yang dapat kita lakukan kepada orang-orang yang tinggal itu dalam hal mencarikan isteri, karena kitalah yang bersumpah demi TUHAN untuk tidak memberikan seorangpun dari anak-anak perempuan kita kepada mereka menjadi isterinya?"
 8  Sebab itu berkatalah mereka: "Dari suku-suku Israel adakah satu yang tidak datang menghadap TUHAN di Mizpa?" Lalu tampaklah, bahwa dari Yabesh-Gilead tidak ada seorangpun yang datang ke perkemahan jemaah itu.
 9  Lalu diperiksa jumlah bangsa itu, dan tampaklah tidak hadir seorangpun dari penduduk Yabesh-Gilead.
10  Maka perkumpulan itu menyuruh ke situ dua belas ribu orang dari orang-orang gagah perkasa dengan memerintahkan kepada mereka, demikian: "Pergilah, pukullah penduduk Yabesh-Gilead dengan mata pedang, juga perempuan-perempuan dan anak-anak.
11  Tetapi perbuatlah begini: hanya semua laki-laki sajalah dan semua perempuan yang telah pernah tidur dengan laki-laki harus kamu tumpas."
12  Mereka menjumpai di antara penduduk Yabesh-Gilead empat ratus orang anak gadis, perawan yang belum pernah tidur dengan orang laki-laki, lalu gadis-gadis itu dibawa mereka ke perkemahan di Silo, di tanah Kanaan.
13  Sesudah itu segenap umat itu menyuruh orang membawa pesan kepada bani Benyamin yang ada di bukit batu Rimon, lalu memaklumkan damai kepada mereka.
14  Pada waktu itu kembalilah suku Benyamin, dan kepada mereka diberikan perempuan-perempuan yang telah dibiarkan hidup dari antara perempuan Yabesh-Gilead; tetapi belum cukup juga jumlahnya bagi mereka.
15  Maka bangsa itu merasa kasihan kepada suku Benyamin, karena TUHAN telah membuat keretakan di antara suku-suku Israel.
16  Kemudian berkatalah para tua-tua umat itu: "Apakah yang dapat kita lakukan kepada yang tinggal ini dalam hal mencarikan isteri? Sebab perempuan-perempuan telah punah dari antara suku Benyamin."
17  Lagi kata mereka: "Warisan orang-orang yang terluput itu haruslah tetap tinggal pada suku Benyamin, supaya jangan ada suku yang terhapus dari antara orang Israel.
18  Tetapi kita ini tidak dapat memberikan isteri kepada mereka dari anak-anak perempuan kita." Sebab orang-orang Israel telah bersumpah, demikian: "Terkutuklah orang yang memberikan isteri kepada suku Benyamin!"
19  Lalu kata mereka pula: "Setiap tahun ada perayaan bagi TUHAN di Silo yang letaknya di sebelah utara Betel, di sebelah timur jalan raya yang menuju dari Betel ke Sikhem dan di sebelah selatan Lebona."
20  Maka mereka berpesan kepada bani Benyamin, demikian: "Pergilah menghadang di kebun-kebun anggur.
21  Perhatikanlah baik-baik; maka apabila anak-anak perempuan Silo keluar untuk menari-nari, baiklah kamu keluar dari kebun-kebun anggur itu, dan masing-masing melarikan seorang dari anak-anak perempuan Silo itu menjadi isterinya dan pergi ke tanah Benyamin.
22  Apabila ayah atau saudaranya laki-laki datang untuk menuntutnya kepada kami, maka kami akan berkata kepada mereka: Serahkanlah mereka itu kepada kami dengan rela hati, sebab dalam pertempuran kita tidak dapat menangkap seorang perempuan untuk menjadi isteri mereka masing-masing. Memang kamu ini tidak memberikan anak-anak gadis itu kepada mereka; sebab seandainya demikian, kamu bersalah."
23  Jadi bani Benyamin berbuat demikian; dari gadis-gadis yang menari-nari yang dirampas itu mereka mengambil perempuan, jumlahnya sama dengan jumlah mereka, kemudian pulanglah mereka ke milik pusakanya lalu membangun kota-kotanya kembali dan diam di sana.
24  Pada waktu itu pergilah orang Israel dari sana, masing-masing menurut suku dan kaumnya; mereka masing-masing berangkat dari sana ke milik pusakanya.
25  Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 16 Mei -- 1 Korintus 1:1-3 - Identitasmu, Panggilanmu!

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 16 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 1:1-3

Judul: Identitasmu, Panggilanmu!

Identitas seorang penulis tidak hanya diperlukan sebagai perkenalan, tetapi juga sebagai sumber otoritas atas pesan yang disampaikan. Otoritas tersebut sangat menentukan apakah pesannya akan diterima dengan baik atau tidak.

Melalui salamnya, Paulus menyebutkan identitasnya sebagai rasul Kristus Yesus (1). Agar tulisannya dapat diterima oleh jemaat di Korintus, ia menegaskan otoritasnya dan juga kesatuannya dengan mereka di dalam Yesus Kristus.

Bukan sebuah kebetulan bahwa Paulus menjadikan panggilannya sebagai dasar identitasnya maupun identitas jemaat. Panggilan Allahlah yang telah menjadikan dia rasul, dan panggilan yang sama juga menjadikan jemaat orang-orang kudus (2). Kedua hal ini menunjukkan kesamaan sumber identitas antara Paulus dan jemaat di Korintus.

Bagi Paulus, panggilan ini menjadi dasar otoritasnya atas apa yang akan ia sampaikan kepada jemaat. Begitu pula jemaat, mereka tidak boleh melupakan panggilan yang memberi mereka proses pengudusan hidup dan nama Tuhan mereka Yesus Kristus yang kepada-Nya mereka semua berseru, yakni panggilan berdoa dan berharap.

Semua ini menekankan bahwa identitas orang percaya sangat berkaitan erat dengan siapa yang memanggil mereka. Siapa yang menjadikan kita umat yang kudus, siapa yang memberikan anugerah dan damai sejahtera kepada kita, serta siapa yang menyertai kita (3). Bagi Dialah kita menjalani hidup ini dan menjaga relasi kita dengan sesama umat.

Ketika kita menyebut diri kita "orang Kristen", ini bukan hanya sebutan untuk dikenal, melainkan panggilan Allah yang memberi kita otoritas untuk saling menasihati dan tanggung jawab untuk hidup sebagai umat-Nya di tengah dunia ini.

Puji syukur kepada Allah yang sudah memanggil kita dari kegelapan dosa ke dalam hidup kekal di dalam Yesus Kristus. Mari kita hidupi panggilan Allah dengan menjaga hidup yang kudus, baik sebagai pribadi maupun sebagai satu kesatuan tubuh Kristus. Kiranya Allah terus menguduskan kita dan memampukan kita melakukan kehendak-Nya. [MAR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+1:1-3
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+1:1-3

1 Korintus 1:1-3

 1  Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita,
 2  kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita.
 3  Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 15 Mei -- MATIUS 28:16-20 - MELAMBAI-LAMBAIKAN TANGAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 15 Mei 2026
Bacaan : MATIUS 28:16-20
Setahun: 2 Tawarikh 18-20
Nats: "Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus." (Matius 28:19)

Renungan:

MELAMBAI-LAMBAIKAN TANGAN

Sebuah mobil yang meluncur seketika berhenti saat seseorang melambai-lambaikan tangan ke arahnya. Si pengemudi bertanya, "Ada apa?" "Putar balik, Pak, " jawab orang itu, "Jalan di depan longsor. Berbahaya kalau lewat di sana." Sebelum pergi, si pengemudi berulang kali mengucapkan terima kasih karena orang itu telah menyelamatkan nyawanya.

Menjalani kehidupan di dunia ini serupa melakukan sebuah perjalanan. Banyak orang tanpa sadar melangkah menuju kebinasaan. Teramat menyedihkan melihat satu per satu jiwa mereka melayang. Karena itu, sebelum terangkat ke surga, Tuhan Yesus memberikan Amanat Agung-Nya kepada umat-Nya. Dia mengutus kita pergi. Kita ditugaskan untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya, yakni membawa mereka yang belum percaya untuk mengenal Yesus dan menerima Yesus Tuhan sebagai Juru Selamat. Sebagai tanda percaya, mereka dibaptis dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus (ay. 19). Selanjutnya kita mengajar mereka untuk melakukan perintah Tuhan, dalam arti hidup dalam kebenaran (ay. 20). Pendeknya, Tuhan Yesus ingin kita "melambai-lambaikan tangan" kepada orang-orang yang berjalan menuju kebinasaan tadi agar berbelok menuju jalan kehidupan.

"Melambai-lambaikan tangan" kepada seseorang akan menarik perhatian orang itu. Ia mungkin datang dan bertanya, "Ada apa?" Namun, mungkin juga ia tertawa, lalu mengabaikan kita karena menyangka kita berpenyakit jiwa. Demikian ketika kita berbicara tentang Yesus, mereka mungkin menerima. Namun, mungkin juga mereka menghina atau mencemooh kita. Menghadapi adanya kemungkinan kedua, masihkan kita mau "melambai-lambaikan tangan" kita? Masihkah kita bersedia memberitakan Injil? Moga-moga kita menjawab, "Ya." Moga-moga kita rela menanggung ketidaknyamanan demi jiwa-jiwa dapat terselamatkan. --LIN/www.renunganharian.net
   
TUHAN YESUS MENGHENDAKI KITA UNTUK BERGERAK MEMBERITAKAN INJIL AGAR ORANG-ORANG TERHINDAR DARI MASUK KE DALAM LUBANG KEBINASAAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MATIUS+28:16-20

MATIUS 28:16-20

16  Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
17  Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
18  Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
19  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
20  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Tawarikh+18-20
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Tawarikh+18-20

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 15 Mei -- Hakim-hakim 21 - Yang Benar Menurut Pandangan Sendiri

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 15 Mei 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 21

Judul: Yang Benar Menurut Pandangan Sendiri

Setelah suku Benyamin dikalahkan dan tinggal 600 orang, seharusnya sebelas suku yang lain bersuka cita. Namun, bukan itu yang terjadi.

Orang Israel menangis keras-keras di hadapan Allah karena satu suku akan hilang dari Israel (2-3). Mereka mulai memikirkan cara supaya suku Benyamin dapat memperoleh keturunan. Karena mereka sudah bersumpah tidak akan menikahkan anak mereka dengan orang Benyamin (1), mereka harus mencari suku yang tidak ikut datang dan belum bersumpah. Ternyata tidak ada seorang pun yang datang dari Yabes-Gilead (5-9).

Mereka mengirim 12.000 orang gagah perkasa untuk membunuh semua penduduk Yabes-Gilead, kecuali anak gadis (10-11). Mereka membawa dan memberikan 400 anak gadis kepada sisa suku Benyamin yang bersembunyi di bukit batu Rimon (12-14). Namun, ini pun belum cukup sehingga orang Israel masih bersedih (15).

Mereka kembali memikirkan cara supaya suku Benyamin tidak terhapus (16-17). Teringatlah mereka akan perayaan bagi TUHAN di Silo. Mereka tahu setiap tahun anak-anak perempuan Silo keluar menari, sehingga setiap orang Benyamin yang belum mendapat istri dapat melakukan pengadangan di kebun anggur dan membawa lari anak perempuan yang mau mereka jadikan istri (19-21).

Mungkin dalam pikiran orang Israel, mereka tidak bersalah karena mereka tidak melanggar sumpah, dan mereka dapat meminta anggota keluarga anak perempuan itu untuk bermurah hati (22). Bagi mereka, yang penting masalah selesai, semua orang Benyamin mendapatkan istri orang Israel (23).

Betapa kacaunya moral orang Israel. Solusi yang mereka ambil merupakan solusi yang aneh dan tidak bermoral. Inilah yang terjadi pada umat yang "melakukan apa yang benar menurut pandangannya sendiri" (25).

Kita harus melakukan apa yang benar menurut pandangan Allah. Oleh karena itu, kita harus belajar untuk mengetahui prinsip kebenaran Allah dan menegakkannya tanpa kenal kompromi, supaya kita dapat melakukan segala yang benar di mata Allah. [INT]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+21
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+21

Hakim-hakim 21

 1  Orang-orang Israel telah bersumpah di Mizpa, demikian: "Seorangpun dari kita takkan memberikan anaknya perempuan kepada seorang Benyamin menjadi isterinya."
 2  Ketika bangsa itu datang ke Betel dan tinggal di situ di hadapan Allah sampai petang, maka merekapun menyaringkan suaranya menangis dengan sangat keras,
 3  katanya: "Mengapa, ya TUHAN, Allah Israel, terjadi hal yang begini di antara orang Israel, yakni bahwa hari ini satu suku dari antara orang Israel hilang?"
 4  Keesokan harinya pagi-pagi maka bangsa itu mendirikan mezbah di situ, lalu mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan.
 5  Pada waktu itu berkatalah orang-orang Israel: "Siapakah dari seluruh suku Israel yang tidak ikut datang dengan jemaah ini untuk menghadap TUHAN?" Sebab mereka telah bersumpah dengan sungguh-sungguh mengenai orang yang tidak datang menghadap TUHAN di Mizpa, demikian: "Pastilah ia dihukum mati."
 6  Orang-orang Israel merasa kasihan terhadap suku Benyamin, saudaranya itu, maka kata mereka: "Hari ini ada satu suku terputus dari orang Israel.
 7  Apakah yang dapat kita lakukan kepada orang-orang yang tinggal itu dalam hal mencarikan isteri, karena kitalah yang bersumpah demi TUHAN untuk tidak memberikan seorangpun dari anak-anak perempuan kita kepada mereka menjadi isterinya?"
 8  Sebab itu berkatalah mereka: "Dari suku-suku Israel adakah satu yang tidak datang menghadap TUHAN di Mizpa?" Lalu tampaklah, bahwa dari Yabesh-Gilead tidak ada seorangpun yang datang ke perkemahan jemaah itu.
 9  Lalu diperiksa jumlah bangsa itu, dan tampaklah tidak hadir seorangpun dari penduduk Yabesh-Gilead.
10  Maka perkumpulan itu menyuruh ke situ dua belas ribu orang dari orang-orang gagah perkasa dengan memerintahkan kepada mereka, demikian: "Pergilah, pukullah penduduk Yabesh-Gilead dengan mata pedang, juga perempuan-perempuan dan anak-anak.
11  Tetapi perbuatlah begini: hanya semua laki-laki sajalah dan semua perempuan yang telah pernah tidur dengan laki-laki harus kamu tumpas."
12  Mereka menjumpai di antara penduduk Yabesh-Gilead empat ratus orang anak gadis, perawan yang belum pernah tidur dengan orang laki-laki, lalu gadis-gadis itu dibawa mereka ke perkemahan di Silo, di tanah Kanaan.
13  Sesudah itu segenap umat itu menyuruh orang membawa pesan kepada bani Benyamin yang ada di bukit batu Rimon, lalu memaklumkan damai kepada mereka.
14  Pada waktu itu kembalilah suku Benyamin, dan kepada mereka diberikan perempuan-perempuan yang telah dibiarkan hidup dari antara perempuan Yabesh-Gilead; tetapi belum cukup juga jumlahnya bagi mereka.
15  Maka bangsa itu merasa kasihan kepada suku Benyamin, karena TUHAN telah membuat keretakan di antara suku-suku Israel.
16  Kemudian berkatalah para tua-tua umat itu: "Apakah yang dapat kita lakukan kepada yang tinggal ini dalam hal mencarikan isteri? Sebab perempuan-perempuan telah punah dari antara suku Benyamin."
17  Lagi kata mereka: "Warisan orang-orang yang terluput itu haruslah tetap tinggal pada suku Benyamin, supaya jangan ada suku yang terhapus dari antara orang Israel.
18  Tetapi kita ini tidak dapat memberikan isteri kepada mereka dari anak-anak perempuan kita." Sebab orang-orang Israel telah bersumpah, demikian: "Terkutuklah orang yang memberikan isteri kepada suku Benyamin!"
19  Lalu kata mereka pula: "Setiap tahun ada perayaan bagi TUHAN di Silo yang letaknya di sebelah utara Betel, di sebelah timur jalan raya yang menuju dari Betel ke Sikhem dan di sebelah selatan Lebona."
20  Maka mereka berpesan kepada bani Benyamin, demikian: "Pergilah menghadang di kebun-kebun anggur.
21  Perhatikanlah baik-baik; maka apabila anak-anak perempuan Silo keluar untuk menari-nari, baiklah kamu keluar dari kebun-kebun anggur itu, dan masing-masing melarikan seorang dari anak-anak perempuan Silo itu menjadi isterinya dan pergi ke tanah Benyamin.
22  Apabila ayah atau saudaranya laki-laki datang untuk menuntutnya kepada kami, maka kami akan berkata kepada mereka: Serahkanlah mereka itu kepada kami dengan rela hati, sebab dalam pertempuran kita tidak dapat menangkap seorang perempuan untuk menjadi isteri mereka masing-masing. Memang kamu ini tidak memberikan anak-anak gadis itu kepada mereka; sebab seandainya demikian, kamu bersalah."
23  Jadi bani Benyamin berbuat demikian; dari gadis-gadis yang menari-nari yang dirampas itu mereka mengambil perempuan, jumlahnya sama dengan jumlah mereka, kemudian pulanglah mereka ke milik pusakanya lalu membangun kota-kotanya kembali dan diam di sana.
24  Pada waktu itu pergilah orang Israel dari sana, masing-masing menurut suku dan kaumnya; mereka masing-masing berangkat dari sana ke milik pusakanya.
25  Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 14 Mei -- YOHANES 1:1-18 - TEKAD UNTUK BERSAKSI

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 14 Mei 2026
Bacaan : YOHANES 1:1-18
Setahun: 2 Tawarikh 13-17
Nats: Ia datang sebagai saksi untuk bersaksi tentang terang itu, supaya melalui dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus bersaksi tentang terang itu. (Yohanes 1:7-8)

Renungan:

TEKAD UNTUK BERSAKSI

Kehidupan Yohanes Pembaptis menjadi salah satu cerita yang menarik di antara kisah para tokoh Alkitab, khususnya pada masa Perjanjian Baru. Ia tak hanya menjadi sosok penting yang membuka jalan bagi kedatangan Yesus ke dunia ini, tetapi juga mengingatkan akan panggilan yang masih relevan bagi setiap orang percaya pada era modern ini: tekad untuk bersaksi tentang Yesus!

Itulah yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis ketika Allah menghadirkan dia ke dunia sebagai pembuka jalan bagi kedatangan Kristus. Hal yang ditegaskan oleh Rasul Yohanes, sebagai salah satu murid Yesus yang mengemban panggilan yang serupa ketika ia menjadi salah satu Rasul Kristus. Tak ada perintah untuk "menjadikan orang percaya Kristus", tetapi kita hanya diperintah untuk bersaksi, supaya atas kehendak Allah kita dipakai-Nya untuk menyelamatkan jiwa. Bersaksi secara sederhana berarti menceritakan tentang karya Allah, khususnya yang pernah kita alami secara pribadi. Cara yang bisa ditempuh juga beragam, mulai dari bahasa lisan, tulisan, video singkat, siniar, siaran radio, film pendek, dan masih banyak lagi.

Bagi sebagian orang percaya, panggilan untuk bersaksi terasa menakutkan sehingga dapat mengurangi niat dan tekad untuk menceritakan Kabar Baik. Kita mungkin juga masih merasakan ketakutan yang sama. Namun, hari ini mari kita ingat akan setiap perbuatan Allah yang pernah kita alami, lalu izinkan Roh Kudus kembali menggemakan panggilan untuk bersaksi itu dalam diri kita sehingga memunculkan tekad, "Aku harus bersaksi tentang Kristus!" --GHJ/www.renunganharian.net
   
SETIAP KEBAIKAN ALLAH YANG PERNAH KITA ALAMI DAPAT KITA CERITAKAN AGAR DUNIA MENDENGAR TENTANG DIA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YOHANES+1:1-18

YOHANES 1:1-18

 1  Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
 2  Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
 3  Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
 4  Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
 5  Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
 6  Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;
 7  ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.
 8  Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.
 9  Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
10  Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
11  Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
12  Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
13  orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
14  Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
15  Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku."
16  Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;
17  sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.
18  Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Tawarikh+13-17
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Tawarikh+13-17

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]