(e-RH) 21 Mei -- MATIUS 5:13-16 - DILIHAT ORANG

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 21 Mei 2026
Bacaan : MATIUS 5:13-16
Setahun: Ezra 1-3
Nats: "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga." (Matius 5:16)

Renungan:

DILIHAT ORANG

Kebaikan itu bersifat menular. Ia dapat menciptakan efek domino positif yang memicu lebih banyak orang melakukan tindakan yang baik. Saat seseorang berbuat baik dengan tulus, ia sendiri akan mengalami kebahagiaan, begitu juga dengan orang yang menerima tindakan tersebut. Besar kemungkinan bahwa ia pun akan mengerjakan kebaikan kepada orang lain. Akhirnya, akan terjadi suatu rantai kebaikan yang semakin panjang dan berdampak luas.

Karenanya, diperlukan orang-orang yang menjadi teladan dalam berbuat baik. Kebaikan mereka dapat menjadi pemicu atau inspirasi bagi orang lain untuk turut mengerjakan hal-hal yang baik. Itulah yang diperintahkan Tuhan Yesus kepada para pengikut-Nya. Dia menegaskan bahwa salah satu tanggung jawab kita ialah menjadi terang dunia. Seperti pelita yang dinyalakan untuk menerangi sekitarnya, demikian juga kehadiran setiap pengikut Kristus. Fungsinya terlihat. Kehadirannya berdampak. Keberadaannya menolong orang lain menjalani hidup yang lebih baik. Kesaksian hidupnya bahkan terpancar hingga ke tempat yang jauh, seperti kota di atas gunung yang terlihat cemerlang di malam gelap.

Tentu saja bahwa Yesus tidak mendorong kita untuk suka pamer kebaikan di depan orang lain. Kita berbuat baik bukan untuk membuat orang lain terkesan, lalu memuji diri kita. Namun, kita berbuat baik karena memang itulah jati diri serta panggilan kita sebagai umat Allah. Kita tidak malu mengakui serta menunjukkan kesaksian hidup yang baik sebagai anak-anak Allah. Hasilnya, tindakan kebaikan itu akan menuntun orang-orang memuliakan Tuhan, yang merupakan sumber kebaikan itu sendiri. --HT/www.renunganharian.net
   
KITA BERBUAT BAIK BUKAN UNTUK MEMBUAT ORANG LAIN TERKESAN, SEBAB MEMANG DEMIKIANLAH SEHARUSNYA HIDUP YANG DIJALANI UMAT TUHAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MATIUS+5:13-16

MATIUS 5:13-16

13  "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
14  Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
15  Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
16  Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ezra+1-3
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ezra+1-3

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 21 Mei -- 1 Korintus 3:1-9 - Jadilah Dewasa!

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 21 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 3:1-9

Judul: Jadilah Dewasa!

Kedewasaan seseorang tidak hanya diukur dari usianya. Kedewasaan yang sebenarnya ditunjukkan dari kematangan berpikir dan berperilaku. Begitu pula kedewasaan rohani orang percaya.

Jemaat di Korintus tidak menunjukkan adanya kedewasaan rohani (1-2). Hal ini dibuktikan dengan adanya iri hati dan perselisihan serta sikap yang saling membanggakan diri sebagai golongan yang lebih baik (3-4). Paulus mengingatkan bahwa ia dan pemimpin rohani lainnya adalah pelayan Tuhan dan kawan sekerja Allah (5-9). Allahlah pemimpin mereka. Itu artinya, tidak ada alasan bagi mereka untuk saling iri hati ataupun membanggakan diri.

Tak dapat dipungkiri bahwa terjadinya perselisihan adalah tanda ketidakdewasaan. Orang yang dewasa secara rohani tidak akan mudah iri hati atau bahkan menyombongkan diri. Semua sama di mata Tuhan dan semua adalah milik Tuhan. Siapa pun dapat Ia pakai untuk memberitakan Injil Kristus. Orang percaya sudah sepatutnya mengalami pertumbuhan rohani untuk menjadi dewasa dalam Kristus.

Orang yang bertumbuh secara rohani terlihat dari sikapnya. Kebalikan dari iri hati, mereka rendah hati, berempati, dan peduli kepada sesama. Selain itu, mereka tidak akan terjebak dalam perbedaan yang ada di tengah kehidupan berjemaat. Mereka tetap bersatu dengan kesadaran bahwa Allah yang memanggil mereka untuk tugas yang berbeda. Meski berbeda, tujuan mereka satu, yaitu keserupaan dengan Kristus. Fokus mereka terletak pada Allah, bukan diri mereka, atau siapa pun juga.

Permasalahan seperti ini kadang kembali terjadi di tengah kehidupan bergereja masa kini. Perpecahan terjadi karena keegoisan dan kesombongan yang mengidolakan pemimpin rohani tertentu hingga lupa bahwa Kristuslah kepala gereja.

Allah membangun gereja bukan untuk kita membuat golongan sendiri-sendiri, tetapi agar kita bertumbuh dewasa bersama dalam pengenalan akan Allah. Kita dipanggil dan diutus ke tengah dunia untuk membawa kesatuan dan kedamaian dalam Kristus, bukan perpecahan. Mari, jadilah dewasa! [MAR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+3:1-9
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+3:1-9

1 Korintus 3:1-9

 1  Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.
 2  Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya.
 3  Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?
 4  Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?
 5  Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya.
 6  Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
 7  Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
 8  Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.
 9  Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 20 Mei -- 1 Korintus 2:6-16 - Kunci Memahami Hikmat Allah

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 20 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 2:6-16

Judul: Kunci Memahami Hikmat Allah

Ada begitu banyak pertanyaan manusia yang tak terjawab tentang Allah. Ada banyak kejadian yang dapat membuat kita meragukan Injil. Semua ini bisa terjadi karena kita menggunakan hikmat kita sebagai manusia yang terbatas.

Paulus menegaskan bahwa apa yang ia beritakan tidak berasal dari manusia, melainkan Allah (6-7). Ada dua respons manusia terhadap hikmat Allah. Pertama, mereka yang menolak hikmat itu karena mereka tidak mengenalnya dan tidak mampu memahaminya (8-9). Kedua, mereka yang menerimanya karena Allah menyatakan hikmat-Nya yang tersembunyi kepada mereka (10).

Sebesar apa pun usahanya, manusia tidak akan bisa memahami Allah. Manusia itu terbatas dan roh manusia tidak akan bisa mengetahui Roh Allah (11). Lebih tepatnya, manusia tidak mampu menyelami Allah tanpa Allah sendiri yang memampukannya (12).

Tidak heran, ada banyak orang yang menolak Injil yang diberitakan oleh para rasul. Mereka mengandalkan ajaran yang berasal dari kemampuan berpikir manusia yang terbatas (13-14). Sebaliknya, Allah mengaruniakan penyataan rahasia karya keselamatan Allah kepada umat pilihan-Nya. Melalui Roh Kudus, orang percaya dimampukan untuk menilai dan memahami bahwa keselamatan adalah anugerah dari Allah yang digenapi melalui Yesus Kristus (15-16).

Ada banyak misteri yang tidak kita pahami tentang Allah. Bahkan, kita sulit memahami kehendak-Nya dalam hidup kita. Tidak jarang kita menggunakan hikmat kita untuk mengerti rencana Allah. Alhasil, kita hanya mengejar perkenanan manusia dan bukan perkenanan Allah. Hanya Roh Kudus yang dapat menyingkapkan semua rahasia Allah agar kita dapat hidup dalam keselamatan-Nya.

Roh Kudus telah dicurahkan bagi kita, orang percaya. Hanya dengan hidup di bawah pimpinan-Nyalah kita mampu menerima dan menghidupi hikmat Allah. Jangan pernah mengandalkan pemikiran kita yang terbatas ini. Andalkanlah Roh Kudus untuk kita mencari dan mengenal kehendak Allah. Dengan demikian, kita tidak akan mudah tertipu oleh hikmat dunia ini. [MAR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/20/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+2:6-16
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+2:6-16

1 Korintus 2:6-16

 6  Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan.
 7  Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.
 8  Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia.
 9  Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."
10  Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.
11  Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.
12  Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.
13  Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.
14  Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.
15  Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.
16  Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 19 Mei -- KISAH PARA RASUL 16:1-12 - TOLONGLAH KAMI!

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 19 Mei 2026
Bacaan : KISAH PARA RASUL 16:1-12
Setahun: 2 Tawarikh 32-34
Nats: Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: Ada seorang Makedonia berdiri di situ dan memohon kepadanya, "Menyeberanglah ke Makedonia dan tolonglah kami!" (Kisah Para Rasul 16:9)

Renungan:

TOLONGLAH KAMI!

Suatu malam, seorang pria sedang berjalan pulang ketika mendengar suara lirih dari gang sempit. Ia ragu, tapi suara itu makin jelas didengarnya, "Tolong ...." Pria itu berjalan ke arah datangnya suara dan menemukan seorang kakek yang tergeletak tak berdaya. Ia pun langsung menolongnya. Kakek itu menangis sambil berkata, "Banyak orang lewat, tapi hanya kamu yang mendengar dan menolongku."

Bacaan hari ini menceritakan perjalanan misi Paulus yang kedua. Ia bertemu Timotius dan mengajaknya ikut dalam pelayanan. Dalam perjalanan, Paulus beberapa kali dicegah oleh Roh Kudus untuk pergi ke wilayah tertentu. Hingga ia mendapat penglihatan tentang seorang pria Makedonia yang berseru, "Tolonglah kami!" Seruan itu bukan hanya sekadar permintaan, tapi jeritan jiwa yang haus akan Injil, seruan pertolongan. Dan Paulus tidak mengabaikannya. Ia segera mengubah rencana perjalanannya dan pergi ke Makedonia karena tahu bahwa seruan itu datang dari Tuhan (ay. 10). Mereka menyadari bahwa jika Tuhan sudah berbicara maka mereka harus taat.

Di sekitar kita hari ini banyak suara serupa yang mungkin kita dengar dengan jelas. Kita mendengar tentang tetangga yang kesepian, rekan kerja yang kesulitan, atau teman yang kehilangan harapan. Mereka tidak selalu berkata langsung, tapi sikap dan ekspresi mereka mungkin sedang berseru, "Tolong saya!" Apakah kita peka? Tuhan sering kali menyampaikan kehendak-Nya melalui kebutuhan orang lain. Ketika kita bersedia membuka mata dan hati, kita sedang menyatakan kehadiran Tuhan yang menjawab doa mereka. --SYS/www.renunganharian.net
   
KADANG, PANGGILAN TUHAN KEPADA KITA TIDAK TERDENGAR SEBAGAI SUARA DARI LANGIT, TAPI DALAM BENTUK KEBUTUHAN ORANG-ORANG DI SEKITAR KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KISAH+PARA+RASUL+16:1-12

KISAH PARA RASUL 16:1-12

 1  Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani.
 2  Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium,
 3  dan Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.
 4  Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya.
 5  Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya.
 6  Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.
 7  Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka.
 8  Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas.
 9  Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!"
10  Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.
11  Lalu kami bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake, dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis;
12  dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Tawarikh+32-34
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Tawarikh+32-34

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 19 Mei -- 1 Korintus 1:18-2:5 - Bukan Hasil Retorika

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 19 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 1:18-2:5

Judul: Bukan Hasil Retorika

Kesediaan kita untuk mendengarkan seorang pembicara sering dipengaruhi oleh seberapa besar kemampuan orang itu berkata-kata, tidak terkecuali pemimpin rohani. Makin bagus retorikanya, makin besar kepercayaan kita. Benarkah demikian?

Paulus dengan sangat tegas mengatakan, orang percaya tak akan pernah menggunakan hikmatnya untuk mencari bukti atau pembenaran manusia. Bagi mereka, Injil adalah hikmat Allah yang berbeda dengan hikmat manusia (1:18-20).

Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang dapat mengenal Allah dengan hikmatnya sendiri (1:20). Sepintar apa pun manusia mencari bukti dan pembenaran, ia tidak akan pernah bisa mengenal Allah dengan benar tanpa Kristus (1:22). Kristus adalah sumber hikmat orang percaya. Di dalam Dia ada kekuatan dan hikmat Allah (1:23-24).

Paulus ingin menyadarkan jemaat di Korintus bahwa iman mereka haruslah bergantung pada Yesus Kristus, bukan pada perkataan siapa pun, termasuk dia sendiri sekalipun, yang terdengar penuh hikmat (2:1-5).

Siapa pun yang hendak menggunakan hikmat perkataan manusia untuk percaya kepada Allah akan gagal. Justru semua itu hanya akan menjauhkan kita dari Allah. Salah satu buktinya sudah dialami jemaat di Korintus. Mereka terpecah karena mereka mengandalkan hikmat perkataan manusia yang memuaskan pemikiran mereka.

Hal ini tidak berbeda dengan gereja masa kini. Tidak sedikit orang Kristen yang mencari gereja yang bisa memuaskan pikiran mereka. Namun, jangan sampai iman kita bergantung pada hikmat manusia yang sekadar memuaskan rasa penasaran dan superioritas. Ingat! Hikmat Allah bukan untuk memuaskan logika manusia, melainkan untuk menyelamatkan manusia.

Carilah hikmat Allah, bukan hikmat manusia! Ingat, iman yang dianugerahkan kepada kita bukan hasil kehebatan retorika manusia, melainkan karunia Allah di dalam Yesus Kristus. Ialah yang akan terus menolong dan memimpin kita dalam pertumbuhan iman. Karena hikmat-Nyalah kita mengalami perubahan hidup serupa dengan Kristus. [MAR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+1:18-2:5
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+1:18-2:5

1 Korintus 1:18-2:5

18  Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.
19  Karena ada tertulis: "Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan."
20  Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?
21  Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.
22  Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,
23  tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,
24  tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.
25  Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.
26  Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.
27  Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,
28  dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,
29  supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.
30  Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.
31  Karena itu seperti ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."
 1  Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu.
 2  Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.
 3  Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.
 4  Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,
 5  supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 18 Mei -- 1 Korintus 1:10-17 - Satu Artinya Tidak Terpecah

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 18 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 1:10-17

Judul: Satu Artinya Tidak Terpecah

Bisa jadi salah satu pemicu perpecahan komunitas adalah gangguan kepribadian narsistik (NPD). Orang dengan NPD menganggap dirinya superior dan orang lain inferior. Apa jadinya, jika orang seperti itu berada dalam komunitas orang-orang yang mengaku percaya kepada Tuhan?

"Demi nama Tuhan kita Yesus Kristus" (10). Kalimat ini menjadi kunci dari nasihat Paulus kepada semua jemaat di Korintus tanpa terkecuali dalam menghadapi perselisihan yang terjadi (11). Ia menegaskan pentingnya persatuan sebagai umat Allah dalam Yesus Kristus. Baptisan sejatinya menjadikan mereka satu dalam Kristus, bukan malah terpecah belah (12-15). Nasihat ini menegaskan bahwa mereka menjadi jemaat Tuhan bukan karena kepintaran para rasul berbicara, melainkan karena salib Kristus (16-17).

Melalui teguran Paulus atas perpecahan yang terjadi di antara jemaat mula-mula di Korintus, kita diingatkan akan satu hal yang sangat penting dalam hidup bergereja. Sebagai orang Kristen, kita dipersatukan oleh Yesus Kristus, apa pun kemampuan dan kelebihan kita.

Perpecahan memang masih menjadi permasalahan jemaat Tuhan sampai hari ini. Salah satu penyebabnya adalah anggapan bahwa pemimpin rohani atau gereja tertentu lebih hebat. Setiap kali anggapan demikian muncul, ingatlah bahwa kita menjadi orang percaya bukan karena orang atau gereja yang membaptis kita, melainkan Yesus Kristus.

Allah mempersatukan semua orang percaya di seluruh dunia menjadi satu tubuh Kristus di tengah berbagai perbedaan yang ada. Sudah sepatutnya perbedaan yang ada memperkaya dan memperlengkapi kita. Sebagai satu komunitas, konflik memang tidak terhindari, tetapi itu bukan alasan bagi kita terpecah belah.

Sebagai orang percaya, sudah seharusnya kita menyatukan hati, bahwa kita semua adalah orang yang dipanggil oleh Allah di dalam keunikan dan kekhususan masing-masing untuk saling melengkapi. Terimalah dan akuilah sesama kita sebagai bagian tubuh Kristus yang sama-sama saling mendukung untuk menjadi makin serupa dengan Kristus. [MAR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+1:10-17
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+1:10-17

1 Korintus 1:10-17

10  Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.
11  Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloe tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu.
12  Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus.
13  Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus?
14  Aku mengucap syukur bahwa tidak ada seorangpun juga di antara kamu yang aku baptis selain Krispus dan Gayus,
15  sehingga tidak ada orang yang dapat mengatakan, bahwa kamu dibaptis dalam namaku.
16  Juga keluarga Stefanus aku yang membaptisnya. Kecuali mereka aku tidak tahu, entahkah ada lagi orang yang aku baptis.
17  Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 17 Mei -- DANIEL 3 - KESEMPATAN KEDUA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 17 Mei 2026
Bacaan : DANIEL 3
Setahun: 2 Tawarikh 25-27
Nats: "Sekarang, jika kamu bersedia, pada saat kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam, dan berbagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu!" (Daniel 3:15a)

Renungan:

KESEMPATAN KEDUA

Kesempatan kedua kerap terlihat seperti anugerah. Telah terlewat yang pertama, tetapi masih dimunculkan yang kedua. Terpikir, yang kedua harus segera diambil. Rugi besar jika kembali dilewatkan. Rasa sesal nanti bertambah mendalam. Ketahuilah iblis juga suka memberi kita kesempatan kedua! Sesudah kita menolak godaan dari suatu dosa, kembali ia menggoda kita dengan dosa tersebut. Maka artinya, tidak harus kita berkata "ya" pada kesempatan kedua. Jika terkait dosa, tetaplah katakan "tidak" seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.

Ketiga pemuda buangan dari Yehuda itu menolak menyembah patung emas buatan Raja Nebukadnezar. Saat beragam bunyi-bunyian diperdengarkan, mereka tidak mau sujud kepada patung tersebut. Hati raja teramat geram saat mendengar laporan dari orang-orang Kasdim perihal mereka. Namun, raja masih "berbelas kasihan" dengan memberi mereka kesempatan kedua (ay. 15). Raja tidak ingin mereka menerima hukuman yang telah ditetapkan, yakni dilemparkan ke dalam perapian menyala-nyala. Akan sekali lagi beragam bunyi-bunyian diperdengarkan. Sekali lagi mereka diminta untuk sujud kepada patung tersebut. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tetap pada pendirian semula (ay. 16-18). Alasannya, mereka mengerti bahwa memuja patung ialah tindakan yang menyakiti hati Allah, atau dapat disebut "dosa".

Jangan sampai kita tertipu! Jika terkait dosa, kesempatan kedua bukan merupakan anugerah, melainkan susulan tawaran dari sebuah malapetaka. Iblis yang tidak berhenti berkiprah kembali menyuguhkan dosa kepada kita. Jangan kita mengambil kesempatan kedua itu! Tetaplah kita menolak, tetaplah kita katakan, "Tidak!" Keputusan ini tidak membuat kita rugi besar, justru sangat beruntung. Bukan menyesal, justru meluapkan sukacita dari hati kita. --LIN/www.renunganharian.net
   
KESEMPATAN KEDUA YANG MUTLAK TAKKAN PERNAH KITA AMBIL IALAH KESEMPATAN UNTUK BERBUAT DOSA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?DANIEL+3

DANIEL 3

 1  Raja Nebukadnezar membuat sebuah patung emas yang tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam hasta yang didirikannya di dataran Dura di wilayah Babel.
 2  Lalu raja Nebukadnezar menyuruh orang mengumpulkan para wakil raja, para penguasa, para bupati, para penasihat negara, para bendahara, para hakim, para ahli hukum dan semua kepala daerah, untuk menghadiri pentahbisan patung yang telah didirikannya itu.
 3  Lalu berkumpullah para wakil raja, para penguasa, para bupati, para penasihat negara, para bendahara, para hakim, para ahli hukum dan semua kepala daerah, untuk menghadiri pentahbisan patung yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu.
 4  Dan berserulah seorang bentara dengan suara nyaring: "Beginilah dititahkan kepadamu, hai orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa:
 5  demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, maka haruslah kamu sujud menyembah patung yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu;
 6  siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala!"
 7  Sebab itu demi segala bangsa mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, maka sujudlah orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, dan menyembah patung emas yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu.
 8  Pada waktu itu juga tampillah beberapa orang Kasdim menuduh orang Yahudi.
 9  Berkatalah mereka kepada raja Nebukadnezar: "Ya raja, kekallah hidup tuanku!
10  Tuanku raja telah mengeluarkan titah, bahwa setiap orang yang mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, harus sujud menyembah patung emas itu,
11  dan bahwa siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala.
12  Ada beberapa orang Yahudi, yang kepada mereka telah tuanku berikan pemerintahan atas wilayah Babel, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, orang-orang ini tidak mengindahkan titah tuanku, ya raja: mereka tidak memuja dewa tuanku dan tidak menyembah patung emas yang telah tuanku dirikan."
13  Sesudah itu Nebukadnezar memerintahkan dalam marahnya dan geramnya untuk membawa Sadrakh, Mesakh dan Abednego menghadap. Setelah orang-orang itu dibawa menghadap raja,
14  berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: "Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?
15  Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?"
16  Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
17  Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
18  tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
19  Maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar, air mukanya berubah terhadap Sadrakh, Mesakh dan Abednego; lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat tujuh kali lebih panas dari yang biasa.
20  Kepada beberapa orang yang sangat kuat dari tentaranya dititahkannya untuk mengikat Sadrakh, Mesakh dan Abednego dan mencampakkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala itu.
21  Lalu diikatlah ketiga orang itu, dengan jubah, celana, topi dan pakaian-pakaian mereka yang lain, dan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala.
22  Karena titah raja itu keras, dipanaskanlah perapian itu dengan luar biasa, sehingga nyala api itu membakar mati orang-orang yang mengangkat Sadrakh, Mesakh dan Abednego itu ke atas.
23  Tetapi ketiga orang itu, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, jatuh ke dalam perapian yang menyala-nyala itu dengan terikat.
24  Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!"
25  Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"
26  Lalu Nebukadnezar mendekati pintu perapian yang bernyala-nyala itu; berkatalah ia: "Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi, keluarlah dan datanglah ke mari!" Lalu keluarlah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari api itu.
27  Dan para wakil raja, para penguasa, para bupati dan para menteri raja datang berkumpul; mereka melihat, bahwa tubuh orang-orang ini tidak mempan oleh api itu, bahwa rambut di kepala mereka tidak hangus, jubah mereka tidak berubah apa-apa, bahkan bau kebakaranpun tidak ada pada mereka.
28  Berkatalah Nebukadnezar: "Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah manapun kecuali Allah mereka.
29  Sebab itu aku mengeluarkan perintah, bahwa setiap orang dari bangsa, suku bangsa atau bahasa manapun ia, yang mengucapkan penghinaan terhadap Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego, akan dipenggal-penggal dan rumahnya akan dirobohkan menjadi timbunan puing, karena tidak ada allah lain yang dapat melepaskan secara demikian itu."
30  Lalu raja memberikan kedudukan tinggi kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego di wilayah Babel.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Tawarikh+25-27
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Tawarikh+25-27

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 17 Mei -- 1 Korintus 1:4-9 - Teosentris

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 17 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 1:4-9

Judul: Teosentris

Seberapa sering Anda mengucap syukur? Dari sekian kali kita bersyukur, mari kita ingat-ingat lagi: apa yang membuat kita bersyukur? Biasanya, pengalaman hidup kitalah yang menjadi alasan dari ucapan syukur yang kita naikkan kepada Allah, seperti "Aku bersyukur karena aku ...". Dengan kata lain, fokusnya masih terletak pada diri kita.

Ketika Paulus mengucap syukur, fokusnya terletak pada pribadi Allah sendiri, yang telah memberikan anugerah keselamatan dalam Kristus Yesus (4). Allah juga yang telah memperkaya jemaat-Nya di Korintus melalui karunia rohani, khususnya dalam hal perkataan dan pengetahuan (5). Dengan inilah mereka bersaksi bukan tentang diri mereka, melainkan Kristus (6). Kesetiaan Allah akan terus meneguhkan jemaat untuk hidup sebagai umat-Nya yang kudus (7-9).

Secara tidak langsung, Paulus mengingatkan jemaat Allah di Korintus bahwa keberadaan mereka berasal dari Allah, termasuk karunia rohani yang mereka miliki selama ini. Tidak ada alasan bagi mereka untuk menyombongkan diri.

Selain itu, Paulus juga menekankan bahwa tujuan dari segala sesuatu yang Allah berikan kepada mereka adalah kesempurnaan sebagai umat Allah yang kudus.

Paulus membawa nuansa ucapan syukur yang paling esensial dan mendasar, yakni pribadi Allah sebagai satu-satunya dasar ucapan syukur orang percaya. Semua ucapan syukur kita berpusat pada Yesus Kristus, Tuhan kita.

Setiap kali kita bersyukur, kita ingat akan anugerah keselamatan Allah yang membuat kita tidak kekurangan sedikit pun dalam karunia-Nya, bahwa semua kemampuan dan keahlian yang kita miliki berasal dari-Nya. Apa pun yang kita lewati selama ini, baik dan buruk, menyenangkan atau menyusahkan, semua itu adalah bagian dari peneguhan Allah atas kesempurnaan yang dikerjakan-Nya dalam hidup kita.

Bukan hal baik atau hal buruk yang membuat kita mengucap syukur kepada Allah, melainkan Allah sendiri. Ucapan syukur yang berpusat pada Allah (teosentris) akan memampukan kita hidup berkenan di hadapan Allah. [MAR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+1:4-9
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+1:4-9

1 Korintus 1:4-9

 4  Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus.
 5  Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan,
 6  sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu.
 7  Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus.
 8  Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.
 9  Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]