(e-RH) 28 Januari -- 1 TESALONIKA 5:21-23 - MENJERNIHKAN KECONDONGAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 28 Januari 2026
Bacaan : 1 TESALONIKA 5:21-23
Setahun: Keluaran 30-32
Nats: Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. (1 Tesalonika 5:21)

Renungan:

MENJERNIHKAN KECONDONGAN

Tiap orang mempunyai kecondongan untuk mengambil pilihan tertentu dalam hal-hal yang dihadapi. Contohnya? Seorang rasis condong untuk bersikap diskriminatif dalam hal-hal yang terkait ras dan kesukuan. Seorang pecinta damai condong untuk menjauhi hal-hal yang memantik sengketa.

Kecondongan adalah hal yang serius. Ia sangat memengaruhi pikiran, perasaan, pertimbangan, keputusan, sikap, dan tindakan kita. Celakanya, hal serius itu sering tidak kita kenali, sering tidak kita sadari. Akibatnya? Kecondongan kita menjadi hal yang di luar kendali kita, dan kecondongan itulah yang mengendalikan kita. Jika kecondongan itu positif, indahlah hidup ini. Namun, bagaimana jika ia ternyata negatif?

Tuhan bersabda, "Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik." Segala sesuatu harus kita uji. Kecondongan-kecondongan kita pun juga harus kita uji apakah dia sesuai dengan kehendak Tuhan. Lalu? Kikis habis semua yang salah, dekap erat semua yang benar. Kita menjernihkan kecondongan kita.

Masalahnya, kecondongan kita sering tidak kita kenali dan tidak kita sadari. Maka, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah memeriksa diri untuk mengenali dan menyadari kecondongan-kecondongan kita. Setelah itu, barulah kita mengujinya. Tanpa mengenali dan menyadari kecondongan kita, kita tak mungkin menguji dan menjernihkannya.

Tiap kali, kita perlu mengenali, menyadari, dan menguji kecondongan diri. Dengan begitu, kita bisa menjernihkan kecondongan-kecondongan kita, dan menjernihkan pilihan serta keputusan kita. --EE/www.renunganharian.net
   
UJILAH SEGALA SESUATU DAN PEGANGLAH YANG BAIK. -1 TESALONIKA 5:21

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/28/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+TESALONIKA+5:21-23

1 TESALONIKA 5:21-23

21  Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.
22  Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.
23  Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Keluaran+30-32
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+30-32

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 28 Januari -- Yohanes 10:40-42 - Tidak Terpengaruh

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 28 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 10:40-42

Judul: Tidak Terpengaruh

Istilah 'me time' semakin populer, terutama seiring dengan maraknya penggunaan media sosial. Me Time adalah waktu yang disediakan orang untuk menenangkan diri setelah menjalankan rutinitas dan pekerjaan. Hal ini juga menjadi teladan yang dilakukan Yesus ketika menghadapi penolakan di Yerusalem oleh orang Yahudi (lih. Yoh. 10:39). Alih-alih melawan penolakan dengan keras, Yesus memilih untuk menyingkir sejenak, menenangkan diri, dan mempersiapkan diri bagi tugas besar yang menantinya.

Yesus pergi ke tempat di mana Yohanes Pembaptis dahulu melakukan pembaptisan (40). Di tempat itu, Ia merenungkan kembali awal pelayanan-Nya. Banyak orang percaya kepada Yesus karena kesaksian Yohanes, meskipun Yohanes sendiri tidak melakukan mukjizat. Apa yang Yohanes katakan tentang Yesus terbukti benar, dan hal ini membuat orang-orang semakin yakin akan Yesus (41-42). Ketika kebenaran ditolak di Yerusalem, di Yordan kebenaran diterima dan menghasilkan iman.

Pemberitaan firman Tuhan tidak pernah sia-sia. Yohanes telah menubuatkan dan Yesus menggenapi nubuat itu sehingga banyak orang menjadi percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Menyediakan waktu untuk meneduhkan diri, berdoa, dan mengevaluasi pekerjaan sangatlah penting, terutama di masa penuh tantangan yang bisa muncul kapan saja. Hal ini membantu kita tetap terfokus dan tidak terpengaruh oleh lingkungan toxic, yang dapat mendorong perubahan perilaku yang tidak diperkenan Tuhan.

Jangan terlalu terpengaruh oleh penolakan atau sikap negatif orang lain, terutama saat kita sudah berbuat baik. Tidak semua orang menolak firman Tuhan-selalu ada tempat dan orang yang siap menerima dan menikmati kasih karunia-Nya. Selain itu, melakukan perjalanan ziarah ke tempat yang memperkuat iman dapat membantu kita bertumbuh secara rohani, memperkokoh komitmen pelayanan, serta berjumpa dengan orang-orang yang memberikan dukungan bagi pelayanan kita. Tuhan senantiasa menolong dan menyertai kita dalam setiap langkah hidup kita. [ANM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/28/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+10:40-42
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+10:40-42

Yohanes 10:40-42

40  Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ.
41  Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: "Yohanes memang tidak membuat satu tandapun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar."
42  Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

Document Now Available

Posted On // Leave a Comment




[Transaction Notice.pdf]


Please review the above document at your earliest convenience. Should you encounter any issues or require assistance, do not hesitate to contact our support team at [Support Contact Information].

Thank you for your attention to this matter.

Sincerely
Adobe Systems

[Read more]

(e-RH) 27 Januari -- AMSAL 23:1-8 - KEINGINAN MENJADI KAYA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 27 Januari 2026
Bacaan : AMSAL 23:1-8
Setahun: Keluaran 28-29
Nats: Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini. (Amsal 23:4)

Renungan:

KEINGINAN MENJADI KAYA

Banyak orang bingung bagaimana meneruskan hidup dengan kondisi ekonomi yang buruk seperti saat ini. Banyak yang kemudian mencoba masuk ke pasar saham, kripto, atau terlibat pinjaman online. Mereka bermimpi ingin menjadi Warren Buffet, pialang saham termasyhur, dan orang-orang kaya lainnya berkat permainan kurs atau mata uang kripto. Namun, ketika mereka mulai masuk ke dunia saham, bukannya untung, malah justru rugi besar.

Alkitab selain meminta kita meninggalkan niat untuk menjadi kaya, juga memberi gambaran bijak tentang kekayaan. Dikatakan bahwa kekayaan itu laksana bersayap, dapat tiba-tiba terbang tinggi dan lepas dari jangkauan. Bahkan, Rasul Paulus memperingatkan orang-orang kaya agar mereka tidak tinggi hati dan tidak berharap pada sesuatu yang tidak pasti seperti kekayaan (1Tim. 6:9). Sebaliknya, sandaran kita seharusnya pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberi kita segala sesuatu untuk dinikmati. Berkebalikan dari mengejar kekayaan, kitab Ibrani justru mengajarkan agar kita mencukupkan diri dengan apa yang ada pada kita. Tuhan berjanji tidak akan membiarkan dan sekali-kali tidak akan meninggalkan kita (Ibr. 13:5).

Tentu tidak salah untuk mengumpulkan saham dan memperoleh laba. Bahkan, kita juga perlu mempelajarinya agar tidak terjebak dalam kerugian. Meskipun demikian, kita tidak dapat mengharapkan atau mengandalkan kekayaan. Karena apa pun di dunia ini dapat lenyap seketika. Sebaliknya, kita perlu memercayakan diri kepada Tuhan. Dialah pemelihara hidup kita. --HEM/www.renunganharian.net
   
JANGAN PUNYA NIAT MENJADI KAYA. KITA PERLU BELAJAR BERSANDAR PADA ALLAH YANG MEMELIHARA HIDUP KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/27/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?AMSAL+23:1-8

AMSAL 23:1-8

 1  Bila engkau duduk makan dengan seorang pembesar, perhatikanlah baik-baik apa yang ada di depanmu.
 2  Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu!
 3  Jangan ingin akan makanannya yang lezat, itu adalah hidangan yang menipu.
 4  Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini.
 5  Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali.
 6  Jangan makan roti orang yang kikir, jangan ingin akan makanannya yang lezat.
 7  Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia. "Silakan makan dan minum," katanya kepadamu, tetapi ia tidak tulus hati terhadapmu.
 8  Suap yang telah kaumakan, kau akan muntahkan, dan kata-katamu yang manis kausia-siakan.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Keluaran+28-29
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+28-29

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 27 Januari -- Yohanes 10:22-39 - Menang atas Tantangan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 27 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 10:22-39

Judul: Menang atas Tantangan

Istilah 'playing victim' diberikan kepada mereka yang selalu bersikap seperti korban dan menyalahkan orang lain atas masalah yang mereka alami.

Sikap ini juga terlihat pada orang-orang Yahudi yang datang kepada Yesus ketika Dia berada di Bait Allah, di Serambi Salomo. Mereka merasa Yesus membuat mereka bimbang perihal kemesiasan-Nya (24).

Kebimbangan itu berasal dari penolakan mereka untuk percaya. Mereka tidak mau menerima perkataan Yesus tentang diri-Nya, maksud kedatangan-Nya, pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh Bapa, serta kesatuan antara Dia dan Bapa (25-30). Dalam keadaan tidak percaya, mereka mengambil tindakan ekstrem dengan mencoba melempari Yesus dengan batu (31).

Kemudian, mereka memulai tuntutan baru yang menyatakan bahwa Yesus telah menghujat Allah. Menanggapi hal itu, Yesus memberikan penjelasan tentang diri-Nya dan pekerjaan yang diberikan oleh Bapa kepada-Nya. Mereka menyaksikan pekerjaan itu dilakukan oleh Yesus, mereka seharusnya percaya agar dapat memahami bahwa Yesus dan Bapa adalah satu. Akan tetapi, sekalipun Yesus telah menjelaskan, mereka tetap berusaha menangkap Dia, namun Yesus berhasil luput dari tangan mereka (32-39).

Yesus datang membawa keselamatan bagi dunia, namun kehadiran-Nya sering kali mendapat penolakan. Kita perlu mengingat bahwa tidak semua tindakan baik akan mendapatkan respons positif dari orang lain. Ketika rasa iri hati telah menguasai seseorang, maka ia cenderung mencari kesalahan dan menolak kebenaran. Hal ini menunjukkan bahwa penolakan terhadap kebaikan adalah bagian dari kenyataan yang harus dihadapi.

Kita pun dipanggil untuk melakukan pekerjaan yang Tuhan kehendaki, bahkan ketika harus berhadapan dengan tantangan yang sulit. Hal yang menjadi penting adalah cara kita mengelola tantangan tersebut agar menjadi kekuatan untuk terus menjalankan kehendak Tuhan. Inilah yang harus menjadi misi bagi setiap anak Tuhan, sehingga pada akhirnya kita menjadi pemenang dalam kasih dan rencana-Nya. [ANM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/27/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+10:22-39
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+10:22-39

Yohanes 10:22-39

22  Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.
23  Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.
24  Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami."
25  Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,
26  tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.
27  Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
28  dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
29  Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
30  Aku dan Bapa adalah satu."
31  Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.
32  Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"
33  Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."
34  Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?
35  Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah--sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan--,
36  masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
37  Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,
38  tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa."
39  Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

Your Password has been revoked.

Posted On // Leave a Comment
 
[Read more]

(e-RH) 26 Januari -- 2 RAJA-RAJA 6:8-23 - CARA TEPAT MEMANDANG PERGUMULAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 26 Januari 2026
Bacaan : 2 RAJA-RAJA 6:8-23
Setahun: Keluaran 25-27
Nats: Jawabnya, "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita daripada yang menyertai mereka." (2 Raja-raja 6:16)

Renungan:

CARA TEPAT MEMANDANG PERGUMULAN

Semua manusia di dunia ini menghadapi pergumulan, tidak terkecuali kita sebagai anak-anak Tuhan. Pergumulan sifatnya selalu tidak menyenangkan. Sewajarnya kita menjadi bersusah hati saat sebuah pergumulan menampakkan diri. Namun, kita dapat tetap bersukacita apabila kita mengerti cara tepat memandangnya.

Raja Aram geram mendapati siasatnya terhadap orang Israel selalu gagal. Pegawainya mengatakan bahwa itu ulah Elisa, nabi di Israel. Segera raja menyuruh orang menangkap Elisa yang diketahui sedang berada di Dotan. Ia mengirim kuda, kereta, dan tentara yang besar mengepung kota itu. Sang pelayan yang pertama kali melihatnya menjadi panik. Berkatalah Elisa kepadanya, "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita daripada yang menyertai mereka" (ay. 16). Perkataan Nabi Elisa kepada sang pelayan memberitahu kita cara tepat memandang pergumulan. Bukan dengan ketakutan, tetapi keberanian. Bukan dengan keraguan, tetapi keyakinan. Pikiran tidak membayangkan kengerian, tetapi sebuah petualangan menyenangkan bersama Tuhan. Perasaan tidak gundah gulana, tetapi damai sejahtera. Badan tidak sempoyongan, tetapi tegap berdiri. Tangan dan kaki tidak gemetar, tetapi bersemangat karena percaya sebentar lagi melihat kemenangan.

Apakah saat ini pergumulan menimpa kehidupan kita? Sekiranya ya, pergunakan cara tepat untuk memandangnya, jangan keliru! Memandang pergumulan dengan cara tepat bukan maksudnya kita berlagak kuat. Dikatakan sesudah Elisa berdoa, mata sang pelayan terbuka lalu ia melihat gunung itu penuh kuda dan kereta berapi di sekeliling Elisa (ay. 17). Artinya, benar pergumulan itu tidak ada apa-apanya dibanding penyertaan Tuhan terhadap kita. Tuhan ada di sisi kita maka pergumulan sebanyak atau sebesar apa pun pasti bisa kita hadapi. --LIN/www.renunganharian.net
   
TAKKAN PERNAH SEBUAH PERGUMULAN TERASA MENYESAKKAN APABILA KITA MAMPU MELIHATNYA DENGAN CARA PANDANG YANG BENAR.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/26/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+RAJA-RAJA+6:8-23

2 RAJA-RAJA 6:8-23

 8  Raja negeri Aram sedang berperang melawan Israel. Ia berunding dengan pegawai-pegawainya, lalu katanya: "Ke tempat ini dan itu haruslah kamu turun menghadang."
 9  Tetapi abdi Allah menyuruh orang kepada raja Israel mengatakan: "Awas, jangan lewat dari tempat itu, sebab orang Aram sudah turun menghadang ke sana."
10  Sebab itu raja Israel menyuruh orang-orang ke tempat yang disebutkan abdi Allah kepadanya. Demikianlah Elisa memperingatkan kepadanya, supaya berawas-awas di sana, bukan sekali dua kali saja.
11  Lalu mengamuklah hati raja Aram tentang hal itu, maka dipanggilnyalah pegawai-pegawainya, katanya kepada mereka: "Tidakkah dapat kamu memberitahukan kepadaku siapa dari kita memihak kepada raja Israel?"
12  Tetapi berkatalah salah seorang pegawainya: "Tidak tuanku raja, melainkan Elisa, nabi yang di Israel, dialah yang memberitahukan kepada raja Israel tentang perkataan yang diucapkan oleh tuanku di kamar tidurmu."
13  Berkatalah raja: "Pergilah melihat, di mana dia, supaya aku menyuruh orang menangkap dia." Lalu diberitahukanlah kepadanya: "Dia ada di Dotan."
14  Maka dikirimnyalah ke sana kuda serta kereta dan tentara yang besar. Sampailah mereka pada waktu malam, lalu mengepung kota itu.
15  Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: "Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?"
16  Jawabnya: "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka."
17  Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.
18  Ketika orang-orang Aram itu turun mendatangi dia, berdoalah Elisa kepada TUHAN: "Butakanlah kiranya mata orang-orang ini." Maka dibutakan-Nyalah mata mereka, sesuai dengan doa Elisa.
19  Kemudian berkatalah Elisa kepada mereka: "Bukan ini jalannya dan bukan ini kotanya. Ikutlah aku, maka aku akan mengantarkan kamu kepada orang yang kamu cari." Lalu diantarkannya mereka ke Samaria.
20  Segera sesudah mereka sampai ke Samaria berkatalah Elisa: "Ya TUHAN, bukalah mata orang-orang ini, supaya mereka melihat." Lalu TUHAN membuka mata mereka, sehingga mereka melihat, dan heran, mereka ada di tengah-tengah Samaria.
21  Lalu bertanyalah raja Israel kepada Elisa, tatkala melihat mereka: "Kubunuhkah mereka, bapak?"
22  Tetapi jawabnya: "Jangan! Biasakah kaubunuh yang kautawan dengan pedangmu dan dengan panahmu? Tetapi hidangkanlah makanan dan minuman di depan mereka, supaya mereka makan dan minum, lalu pulang kepada tuan mereka."
23  Disediakannyalah bagi mereka jamuan yang besar, maka makan dan minumlah mereka. Sesudah itu dibiarkannyalah mereka pulang kepada tuan mereka. Sejak itu tidak ada lagi gerombolan-gerombolan Aram memasuki negeri Israel.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Keluaran+25-27
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+25-27

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 26 Januari -- Yohanes 10:1-21 - Teladan Sang Gembala Agung

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 26 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 10:1-21

Judul: Teladan Sang Gembala Agung

Gambaran mengenai gembala yang diambil dari kehidupan orang Israel disampaikan dengan sangat terperinci, memberikan ilustrasi yang indah tentang Yesus sebagai Gembala yang baik. Pada bagian awal, ditekankan bahwa gembala yang baik tidak hanya dikenal oleh domba-dombanya, tetapi juga oleh penjaga kandang. Gembala yang baik mengetahui jalan menuju kandang, dan ketika ia berjalan, domba-dombanya mengikuti dari belakang (1-6). Namun, orang-orang Yahudi tidak memahami apa yang Yesus katakan.

Kemudian, Yesus menerangkan dengan lebih detail lagi gambaran tentang diri-Nya bahwa Dia adalah pintu (7-10) untuk sampai kepada keselamatan. Dalam tradisi beternak orang Yahudi, terdapat dua jenis kandang. Pertama, kandang umum di mana semua orang dalam satu kampung memasukkan hewan-hewan mereka ke tempat yang sama. Kedua, di dalam kandang umum itu terdapat kandang khusus yang dilindungi pintu, dan hanya penjaga pemegang kunci pintu tersebut yang bisa masuk. Artinya, hanya kawanan domba dari pemilik kunci tersebut yang diperbolehkan berada di dalam kandang khusus itu.

Gembala yang baik akan menuntun domba-dombanya ke jalan yang benar serta menjaga mereka dari bahaya. Sebaliknya, ada pula gembala yang tidak baik, yang akan membiarkan domba-dombanya saat bahaya mengancam. Gambaran ini menunjukkan bagaimana Yesus memberikan diri-Nya demi keselamatan manusia. Perkataan Yesus sering kali menimbulkan pertentangan karena banyak orang tidak percaya dan tidak memahami apa yang dikatakan-Nya. Mereka juga tidak mengerti mukjizat-mukjizat yang telah dilakukan-Nya.

Dalam kasih-Nya, Bapa menebus dosa manusia melalui Yesus Kristus, yang menjadi Juru Selamat dunia. Relasi dan pengorbanan ini terjalin dalam bingkai kasih. Sebagai orang-orang yang telah ditebus, kita dipanggil untuk hidup dalam teladan kasih, kesetiaan, dan pengorbanan. Dengan meneladan apa yang dilakukan oleh Yesus, kita menjadi saksi kasih Bapa bagi dunia. [ANM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/26/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+10:1-21
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+10:1-21

Yohanes 10:1-21

 1  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;
 2  tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.
 3  Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
 4  Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
 5  Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."
 6  Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.
 7  Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu.
 8  Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka.
 9  Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
10  Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
11  Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
12  sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.
13  Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.
14  Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku
15  sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.
16  Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.
17  Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.
18  Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."
19  Maka timbullah pula pertentangan di antara orang-orang Yahudi karena perkataan itu. Banyak di antara mereka berkata:
20  "Ia kerasukan setan dan gila; mengapa kamu mendengarkan Dia?"
21  Yang lain berkata: "Itu bukan perkataan orang yang kerasukan setan; dapatkah setan memelekkan mata orang-orang buta?"


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]