e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 29 November 2025
Bacaan : EFESUS 4:17-32
Setahun: 1 Korintus 1-4
Nats: Apabila kamu menjadi marah, janganlah berbuat dosa: Janganlah matahari terbenam, sebelum padam kemarahanmu. (Efesus 4:26)
Renungan:
MARAH TANPA DOSA
Suatu siang, saat berkunjung ke rumah nenek, seorang tetangga tampak sibuk di kebun samping rumahnya. Saya pun bertanya kepada nenek, "Rajin amat panas-panas begini bersih-bersih kebun?" "Itu tandanya dia sedang marah!" sahut nenek. Oh, rupanya ia sedang menyalurkan emosi negatifnya.
Manusia diciptakan dengan berbagai emosi sebagai bagian dari kompleksitasnya. Emosi adalah respons alami terhadap situasi yang sedang dihadapi. Marah adalah salah satu bentuknya. Adalah wajar jika manusia menjadi marah saat merasa tidak dihargai, diperlakukan tidak adil, dikecewakan, mengalami kegagalan atau frustrasi. Namun demikian, marah merupakan emosi yang bersifat negatif sehingga diperlukan hikmat untuk mengelolanya.
Rasul Paulus pun berpesan kepada jemaat supaya jangan berbuat dosa saat kemarahan menguasai hati. Emosi memang harus disalurkan. Namun, emosi negatif, baik kemarahan, kesedihan, atau ketakutan harus tetap disikapi dengan bijaksana. Bagi orang percaya, hal pertama yang dapat dilakukan tentu mengambil waktu untuk berdoa dan bersaat teduh. Selain sebagai wujud iman, doa dan saat teduh dapat menjadi sarana meditasi yang melatih kesadaran untuk menerima emosi tanpa menghakimi. Selanjutnya, kita dapat mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat. Dengan menulis atau berbicara (sharing dengan orang yang dapat dipercaya). Dapat pula dengan melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga. Melalui seni, seperti bermain alat musik atau mendengarkan lagu, dan melalui banyak cara positif lainnya. --EBL/www.renunganharian.net
EMOSI ADALAH ENERGI. EMOSI NEGATIF PUN BERSIFAT KONSTRUKTIF KETIKA DIKELOLA DENGAN BENAR.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2025/11/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?EFESUS+4:17-32
EFESUS 4:17-32
17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia
18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.
19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.
20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus.
21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu
27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.
28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.
29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+1-4
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+1-4
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2025 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 29 November 2025
Bacaan : EFESUS 4:17-32
Setahun: 1 Korintus 1-4
Nats: Apabila kamu menjadi marah, janganlah berbuat dosa: Janganlah matahari terbenam, sebelum padam kemarahanmu. (Efesus 4:26)
Renungan:
MARAH TANPA DOSA
Suatu siang, saat berkunjung ke rumah nenek, seorang tetangga tampak sibuk di kebun samping rumahnya. Saya pun bertanya kepada nenek, "Rajin amat panas-panas begini bersih-bersih kebun?" "Itu tandanya dia sedang marah!" sahut nenek. Oh, rupanya ia sedang menyalurkan emosi negatifnya.
Manusia diciptakan dengan berbagai emosi sebagai bagian dari kompleksitasnya. Emosi adalah respons alami terhadap situasi yang sedang dihadapi. Marah adalah salah satu bentuknya. Adalah wajar jika manusia menjadi marah saat merasa tidak dihargai, diperlakukan tidak adil, dikecewakan, mengalami kegagalan atau frustrasi. Namun demikian, marah merupakan emosi yang bersifat negatif sehingga diperlukan hikmat untuk mengelolanya.
Rasul Paulus pun berpesan kepada jemaat supaya jangan berbuat dosa saat kemarahan menguasai hati. Emosi memang harus disalurkan. Namun, emosi negatif, baik kemarahan, kesedihan, atau ketakutan harus tetap disikapi dengan bijaksana. Bagi orang percaya, hal pertama yang dapat dilakukan tentu mengambil waktu untuk berdoa dan bersaat teduh. Selain sebagai wujud iman, doa dan saat teduh dapat menjadi sarana meditasi yang melatih kesadaran untuk menerima emosi tanpa menghakimi. Selanjutnya, kita dapat mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat. Dengan menulis atau berbicara (sharing dengan orang yang dapat dipercaya). Dapat pula dengan melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga. Melalui seni, seperti bermain alat musik atau mendengarkan lagu, dan melalui banyak cara positif lainnya. --EBL/www.renunganharian.net
EMOSI ADALAH ENERGI. EMOSI NEGATIF PUN BERSIFAT KONSTRUKTIF KETIKA DIKELOLA DENGAN BENAR.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2025/11/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?EFESUS+4:17-32
EFESUS 4:17-32
17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia
18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.
19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.
20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus.
21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu
27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.
28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.
29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+1-4
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+1-4
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2025 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA