(e-RH) 26 Mei -- MAZMUR 3 - SULIT TIDUR

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 26 Mei 2026
Bacaan : MAZMUR 3
Setahun: Nehemia 7
Nats: Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab Tuhan menopang aku! (Mazmur 3:6)

Renungan:

SULIT TIDUR

Tidur adalah salah satu kebutuhan manusia. Sayangnya, banyak orang kesulitan tidur atau mengalami gangguan tidur dengan beragam sebab, umumnya berkaitan dengan stres, masalah kesehatan mental seperti depresi atau gangguan kecemasan, atau karena dipicu kebiasaan buruk tertentu. Mengalami gangguan tidur tentunya memengaruhi kesehatan fisik dan mental seseorang. Saya mengenal seorang teman yang rela membayar biaya pengobatan yang sangat mahal, hanya untuk dapat menikmati tidur yang baik, walau hanya 3-4 jam dalam sehari.

Raja Daud mengalami guncangan yang amat hebat. Anaknya sendiri melakukan kudeta. Absalom telah menggalang kekuatan dan berhasil mengumpulkan pengikut setia dalam jumlah sangat besar. Daud pun melarikan diri dari istana. Ia bersembunyi ke padang gurun, beserta sebagian pengikutnya yang setia (2Sam. 15:15-18). Hidupnya terancam. Puluhan ribu prajurit membelot bersiap membunuhnya. Daud memiliki alasan yang sempurna untuk hidup dalam ketakutan, stres, bahkan berputus asa.

Namun, Mazmur 3 ini menunjukkan apa yang Daud rasakan. Ia menyadari betapa banyaknya lawannya. Hidupnya terancam. Namun, ia tahu bahwa Tuhan menyertainya. Tuhanlah perisainya, perlindungannya, serta pembelanya. Ia berseru dan berserah kepada Tuhan. Ia pun beroleh ketenangan dan damai sejahtera. Bahkan, ia masih bisa tidur dengan nyenyak dalam situasi yang demikian. Gempuran kengerian bisa berkecamuk di sekitarnya, tetapi di dalam hatinya tetap mengalir damai dari Allah. Hal ini juga dapat kita alami saat kita berpaut sepenuhnya kepada Allah, sebab Dialah sumber damai dan perlindungan kita. --HT/www.renunganharian.net
   
BERSANDAR PADA TUHAN YANG MENJADI SUMBER PERLINDUNGAN, MEMAMPUKAN KITA MENGALAMI RASA TENTERAM DI SEGALA KEADAAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/26/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MAZMUR+3

MAZMUR 3

 1  Mazmur Daud, ketika ia lari dari Absalom, anaknya. (3-2) Ya TUHAN, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku;
 2  (3-3) banyak orang yang berkata tentang aku: "Baginya tidak ada pertolongan dari pada Allah." Sela
 3  (3-4) Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.
 4  (3-5) Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus. Sela
 5  (3-6) Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku!
 6  (3-7) Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku.
 7  (3-8) Bangkitlah, TUHAN, tolonglah aku, ya Allahku! Ya, Engkau telah memukul rahang semua musuhku, dan mematahkan gigi orang-orang fasik.
 8  (3-9) Dari TUHAN datang pertolongan. Berkat-Mu atas umat-Mu! Sela

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Nehemia+7
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Nehemia+7

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 26 Mei -- 1 Korintus 6:1-11 - Pertengkaranmu, Rahasiamu

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 26 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 6:1-11

Judul: Pertengkaranmu, Rahasiamu

Rumah tangga baru sering kali dinasihati supaya pertengkaran antara suami dan istri tidak sampai diketahui orang lain. Bagaimana dengan pertengkaran di gereja?

Paulus menegur jemaat di Korintus yang, saat terjadi perselisihan, memilih untuk menyelesaikannya di pengadilan umum (1). Ia mencela tindakan itu karena semestinya di dalam jemaat sendiri ada orang-orang yang kompeten, yang kudus dan bijaksana (2-6). Terlebih lagi, dengan adanya perselisihan itu, apalagi sampai diketahui oleh pihak luar, menjadi hal yang memalukan bagi jemaat (7).

Gereja adalah persekutuan orang percaya. Tentu isinya adalah orang-orang percaya dari berbagai latar belakang. Perbedaan pendapat itu wajar; yang tidak wajar adalah perbedaan pendapat dilanjutkan dalam bentuk perselisihan.

Bukankah gereja adalah tubuh Kristus? Sekalipun anggotanya banyak, kita semua adalah satu tubuh (1Kor. 12:12-20). Jika ada perselisihan, bukankah kita sedang menyatakan kepada dunia bahwa tubuh Kristus itu terpecah-pecah?

Semestinya perselisihan dapat dihindari kalau semua anggotanya memandang diri sebagai anggota tubuh yang sama, yang memiliki peran masing-masing yang sama berharganya di dalam gereja. Jika pun terjadi perbedaan pendapat yang menajam, kita bisa meminta orang-orang yang dikenal bijaksana di dalam jemaat untuk mencari titik temu. Orang yang bijaksana itu bisa menengahi dan menolong pihak-pihak yang berbeda pendapat supaya mereka menemukan jalan keluar. Harapannya, persatuan tubuh Kristus tetap terjaga.

Marilah kita wawas diri. Apakah kita akan terus berselisih atau belajar menghargai perbedaan di dalam gereja? Apakah kita mau membawa persoalan jemaat ke pihak luar atau menyelesaikannya di dalam?

Jika ada perselisihan di antara kita, mari kita berupaya untuk menyelesaikannya dan bukan mengumbarnya, sehingga kita semua bisa saling menghargai keberagaman yang ada dan menjadi kesaksian yang positif tentang Kristus. [KRS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/26/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+6:1-11
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+6:1-11

1 Korintus 6:1-11

 1  Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang kudus?
 2  Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti?
 3  Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.
 4  Sekalipun demikian, jika kamu harus mengurus perkara-perkara biasa, kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat?
 5  Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya?
 6  Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya?
 7  Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?
 8  Tetapi kamu sendiri melakukan ketidakadilan dan kamu sendiri mendatangkan kerugian, dan hal itu kamu buat terhadap saudara-saudaramu.
 9  Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit,
10  pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
11  Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 25 Mei -- 1 Korintus 5:1-13 - Disiplin Gereja

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 25 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 5:1-13

Judul: Disiplin Gereja

Disiplin kadang diberlakukan tidak hanya di sekolah dan rumah, tetapi juga di gereja bagi anggota jemaat yang melakukan dosa tertentu. Apa tujuannya?

Rasul Paulus menegur anggota jemaat di Korintus yang melakukan percabulan, namun tetap membanggakan diri sebagai jemaat (1, 11a), dan juga jemaat yang tidak melakukan apa pun kepada orang itu (2). Orang yang demikian harus dihukum, dikucilkan, dihakimi, dan diusir (3-5, 11-13). Hal ini bertujuan untuk menyelamatkan rohnya dan menjaga anggota jemaat yang lain dari percabulan (5-8).

Teguran itu juga menjadi peringatan keras bagi kita saat ini. Tak jarang gereja merasa sungkan untuk menegur anggota jemaat yang melakukan dosa. Alasannya bisa karena orang itu memiliki kedudukan sosial atau ekonomi yang tinggi, atau memiliki reputasi dan prestasi pelayanan yang cemerlang. Tindakan pembiaran hanya akan membuat orang itu berkubang dalam dosanya, bahkan menjadi contoh buruk bagi anggota jemaat yang lain.

Sebaliknya, tak jarang juga gereja menindak anggota jemaat yang melakukan dosa dengan cara yang kasar dan mempermalukannya. Bukannya sadar dan bertobat, bisa jadi orang itu malah memilih meninggalkan imannya. Selain itu, anggota jemaat yang lain bisa jatuh ke dalam dosa menghakimi orang lain.

Jadi, sekalipun kata-kata yang dipakai oleh Rasul Paulus keras, disiplin gereja bertujuan supaya baik orang itu maupun jemaat secara keseluruhan bisa diselamatkan. Pemimpin gereja, bahkan semua anggota jemaat, perlu mencari cara yang tepat dalam menerapkan disiplin gereja supaya setiap orang yang berdosa didapatkan kembali.

Marilah kita berdoa bagi saudara-saudara yang sedang bergumul dengan dosa supaya mereka sadar dan bertobat. Marilah kita berdoa bagi para pemimpin gereja yang secara khusus melakukan tugas pendisiplinan di dalam gereja supaya mereka bisa melakukan tanggung jawab mereka dengan bijaksana. Bersikaplah berani menegur dan rendah hatilah saat ditegur, bukan karena kita sendiri tidak berdosa, tetapi karena kita peduli akan keselamatan semua. [KRS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+5:1-13
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+5:1-13

1 Korintus 5:1-13

 1  Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya.
 2  Sekalipun demikian kamu sombong. Tidakkah lebih patut kamu berdukacita dan menjauhkan orang yang melakukan hal itu dari tengah-tengah kamu?
 3  Sebab aku, sekalipun secara badani tidak hadir, tetapi secara rohani hadir, aku--sama seperti aku hadir--telah menjatuhkan hukuman atas dia, yang telah melakukan hal yang semacam itu.
 4  Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus, Tuhan kita,
 5  orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.
 6  Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan?
 7  Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
 8  Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
 9  Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul.
10  Yang aku maksudkan bukanlah dengan semua orang cabul pada umumnya dari dunia ini atau dengan semua orang kikir dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini.
11  Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.
12  Sebab dengan wewenang apakah aku menghakimi mereka, yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat?
13  Mereka yang berada di luar jemaat akan dihakimi Allah. Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 24 Mei -- 2 KORINTUS 4:1-15 - BERSAKSI TENTANG KRISTUS

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 24 Mei 2026
Bacaan : 2 KORINTUS 4:1-15
Setahun: Nehemia 1-3
Nats: Sebab, bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus. (2 Korintus 4:5)

Renungan:

BERSAKSI TENTANG KRISTUS

Paulus sering menceritakan kisah hidupnya saat mengajar. Bukan untuk membesarkan upah secara duniawi yang diterimanya! Paulus bermaksud menyaksikan karya Kristus yang nyata di tengah penderitaan yang harus ditanggungnya demi Injil. Paulus memiliki tujuan untuk membuktikan kuasa Kristus yang ia alami.

Di era makin modern yang cenderung menjunjung tinggi kesuksesan duniawi, ada bahaya bagi orang Kristen jika turut terbawa arus. Yakni menjadikan kekayaan, jabatan, kesuksesan, kenyamanan, popularitas, dan mukjizat instan sebagai tolok ukur berkat Tuhan, sekaligus dasar kesaksian. Hal ini dapat terjadi ketika ada dua pihak yang saling memberi ruang. Pertama, pemberi kesaksian yang tanpa sadar cenderung ingin dikagumi, mencari validasi iman, dan godaan untuk memberi kesaksian yang "dapat dijual". Sementara dari sisi pendengar, ada sebagian umat yang hanya tertarik pada kesaksian yang menguntungkan. Kurang tertarik pada kesaksian tentang pertobatan, kesetiaan dalam penderitaan, atau ketaatan tanpa hasil instan.

Akibatnya, Injil sejati menjadi kabur. Kesaksian yang semestinya memuliakan Kristus berubah menjadi ajang pamer spiritual dan kehilangan kuasa Roh Kudus. Fokus bergeser dari salib dan kasih karunia menjadi hasil duniawi. Alih-alih membangun jemaat secara rohani, malah membentuk pengikut yang dangkal, tak berakar di dalam iman. Menyuburkan teologi kemakmuran yang tak sejalan dengan ajaran Yesus karena kesaksian berubah menjadi ajang berbagi formula cepat mendapat mukjizat atau berkat. --EBL/www.renunganharian.net
   
KESAKSIAN BUKAN BERBICARA TENTANG SEBERAPA BESAR BERKAT DUNIAWI YANG KITA TERIMA, MELAINKAN SEBERAPA NYATA KRISTUS HIDUP DALAM KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+KORINTUS+4:1-15

2 KORINTUS 4:1-15

 1  Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.
 2  Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah.
 3  Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
 4  yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.
 5  Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.
 6  Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.
 7  Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
 8  Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;
 9  kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.
10  Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.
11  Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.
12  Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu.
13  Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.
14  Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya.
15  Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Nehemia+1-3
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Nehemia+1-3

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 24 Mei -- 1 Korintus 4:6-21 - Roh Kudus Memberi

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 24 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 4:6-21

Judul: Roh Kudus Memberi

Melalui suratnya, Rasul Paulus menyampaikan teguran keras kepada jemaat di Korintus supaya mereka tidak menyombongkan diri (6). Apa alasannya? Tak seorang pun bisa menganggap dirinya sendiri sedemikian penting dibandingkan orang lain sebab semua yang dipunyai adalah pemberian yang mereka terima (7). Artinya, apa pun yang menjadi milik mereka, termasuk keberadaan dan posisi mereka, adalah pemberian, bukan berasal dari diri mereka sendiri. Pemberian siapa? Tentunya, pemberian Tuhan sendiri.

Hal ini selaras dengan Pentakosta yang kita peringati hari ini. Pentakosta memperingati turunnya Roh Kudus kepada para rasul dan lahirnya gereja untuk pertama kali. Roh Kudus dicurahkan kepada umat manusia, menolong manusia menjadi percaya. Roh Kudus dianugerahkan untuk membimbing orang-orang percaya bersekutu sehingga lahirlah gereja. Di situlah Kerajaan Allah hadir memberi kekuatan, bukan perkataan (19). Dengan demikian, iman dan gereja bertumbuh sebagai pemberian Tuhan.

Selaras dengan teguran Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus dalam perikop ini, kita diingatkan untuk selalu sadar akan pemberian atau anugerah Allah tersebut. Kalau saat ini kita adalah orang percaya, yakinlah bahwa dengan percaya kita telah selamat. Kita mesti sadar bahwa keselamatan adalah pemberian Tuhan dan Ia menuntun kita melalui Roh Kudus di dalam hati kita. Tak selayaknya kita menjadi sombong karena merasa diri sudah selamat. Tidak sepantasnya kita memandang buruk orang lain yang dianggap belum selamat.

Hendaklah kita tidak merasa diri sebagai orang yang paling penting di tengah lingkungan gereja kita, lalu memandang rendah peran saudara-saudara yang lain. Kiranya kita dimampukan untuk menghargai satu dengan yang lain, baik antar pribadi maupun antar gereja. Hendaknya kita selalu ingat bahwa bertumbuhnya iman dan gereja adalah pemberian Tuhan. Karya Roh Kudus kiranya menuntun kita menjadi penuh syukur menghidupi iman dan gereja. (KRS)

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+4:6-21
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+4:6-21

1 Korintus 4:6-21

 6  Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: "Jangan melampaui yang ada tertulis", supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain.
 7  Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?
 8  Kamu telah kenyang, kamu telah menjadi kaya, tanpa kami kamu telah menjadi raja. Ah, alangkah baiknya kalau benar demikian, bahwa kamu telah menjadi raja, sehingga kamipun turut menjadi raja dengan kamu.
 9  Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia.
10  Kami bodoh oleh karena Kristus, tetapi kamu arif dalam Kristus. Kami lemah, tetapi kamu kuat. Kamu mulia, tetapi kami hina.
11  Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara,
12  kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar;
13  kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.
14  Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi.
15  Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.
16  Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!
17  Justru itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan. Ia akan memperingatkan kamu akan hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat.
18  Tetapi ada beberapa orang yang menjadi sombong, karena mereka menyangka, bahwa aku tidak akan datang lagi kepadamu.
19  Tetapi aku akan segera datang kepadamu, kalau Tuhan menghendakinya. Maka aku akan tahu, bukan tentang perkataan orang-orang yang sombong itu, tetapi tentang kekuatan mereka.
20  Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa.
21  Apakah yang kamu kehendaki? Haruskah aku datang kepadamu dengan cambuk atau dengan kasih dan dengan hati yang lemah lembut?


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 23 Mei -- MATIUS 21:28-32 - TETAP DIBUATKAN TEH

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 23 Mei 2026
Bacaan : MATIUS 21:28-32
Setahun: Ezra 8-10
Nats: "Lalu orang itu pergi kepada anak yang lain dan mengatakan hal yang sama. Anak itu menjawab: Baik, Bapa. Namun, ia tidak pergi." (Matius 21:30)

Renungan:

TETAP DIBUATKAN TEH

Salah satu kebiasaan istri saya adalah dia tetap melakukan apa pun yang saya minta dalam kondisi selelah apa pun. Pernah saya lelah saat pulang malam karena perjalanan dari luar kota, istri juga lelah karena mengurusi anak, saya minta dibuatkan teh panas. Meski capai, saya tetap dibuatkan teh. Di malam berbeda, hujan deras turun. Istri saya minta tolong dibelikan wedang ronde di warung langganan. Karena warung itu tidak terdaftar di aplikasi daring, saya keluar naik sepeda motor menerjang hujan untuk membelikan. Kenapa kami berdua tetap mau melakukan hal-hal yang diminta pasangan? Karena mengasihi.

Dalam perumpamaan dua orang anak, salah satu pesan yang Yesus sampaikan adalah orang yang percaya melakukan kehendak Tuhan (ay. 31). Tidak semua perintah Tuhan secara daging mau kita kerjakan, karena itu tidak kita sukai atau membuat kita harus berkorban, atau hasilnya dinikmati orang lain. Kita tetap mau melakukannya karena percaya kepada Tuhan, kita mau menyenangkan hati Tuhan. Meski fisik lelah, banyak masalah, harus menunda kesenangan atau hobi tertentu, kita tetap mau mengasihi Tuhan melalui orang-orang sekitar yang butuh dikasihi, baik mereka minta secara langsung atau tidak meminta.

Saat kita mengasihi Tuhan, kita memikirkan dan melakukan apa yang menyenangkan Tuhan, sekalipun itu mungkin tidak menyenangkan kita. Kita mau mengasihi seseorang, selelah apa pun jasmani dan rohani kita. Kita tetap setia melakukan perintah-Nya, sekalipun kondisi sedang sulit dan penuh tekanan. --RTG/www.renunganharian.net
   
KITA MELAKUKAN HAL-HAL YANG MEMBERKATI SESAMA DALAM KONDISI SELELAH APA PUN KARENA MAU MENGASIHI TUHAN DAN SESAMA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MATIUS+21:28-32

MATIUS 21:28-32

28  "Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur.
29  Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi.
30  Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga.
31  Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.
32  Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ezra+8-10
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ezra+8-10

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 23 Mei -- 1 Korintus 4:1-5 - Anjing Menggonggong, Kafilah ...

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 23 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 4:1-5

Judul: Anjing Menggonggong, Kafilah ...

Kalimat lengkap judul kita adalah "Anjing menggonggong, kafilah berlalu". Peribahasa ini menggambarkan orang yang tetap maju ke tujuan, walau ia dihantam kecaman. Seperti itulah sepatutnya orang percaya dalam perjalanan imannya.

Dalam melakukan pekabaran Injil, Rasul Paulus menghadapi berbagai kecaman, yang ia bahasakan sebagai penghakiman. Namun, ia tidak menganggap hal itu penting (3). Baginya, hanya Tuhanlah yang berhak melakukan penghakiman atas pekerjaannya (4). Itu karena ia memandang dirinya sebagai hamba Kristus yang memberitakan rahasia Allah, bukan pikirannya sendiri (1).

Sikap Rasul Paulus menjadi teladan bagi setiap orang percaya dalam melakukan tugas pelayanan. Gereja adalah persekutuan orang-orang kudus yang beragam latar belakang dan pola pikirnya. Selalu ada kemungkinan munculnya perbedaan dalam cara melayani dan ketidakcocokan antara satu jemaat dengan jemaat yang lain.

Kritik bisa muncul terhadap orang yang dianggap berbeda, yang melakukan pelayanan dengan cara yang tidak biasa. Kritik bisa disampaikan dalam kalimat yang santun dan bermanfaat untuk membangun, tetapi bisa pula dilontarkan dengan nada penghakiman yang menyakitkan dan berakibat melemahkan semangat.

Belajar dari Rasul Paulus, kita diajak untuk tidak mudah terpengaruh secara negatif dengan kecaman atau penghakiman. Ini bukan berarti kita tidak mau mendengarkan masukan dari orang lain, tetapi kita tidak patah semangat ketika ada yang mengecam, atau bahkan menghakimi. Kita tetap maju dalam pelayanan kita, bukannya menyerah lalu berhenti, sebab kita melayani sebagai hamba Kristus, bukan melayani kehendak orang lain, bukan pula diri sendiri.

Marilah kita menetapkan tekad untuk melanjutkan pelayanan kita dengan lebih tegar. Kita mengalihkan fokus kita dari komentar negatif ke Tuhan dan terus menyalakan semangat kita. Pada saat yang sama, kita iringi tekad kita dengan doa bagi diri kita agar tetap setia, juga bagi orang yang menghakimi kita agar bertumbuh dalam Kristus dan tetap baik pelayanannya. [KRS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+4:1-5
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+4:1-5

1 Korintus 4:1-5

 1  Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.
 2  Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.
 3  Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiripun tidak kuhakimi.
 4  Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan.
 5  Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 22 Mei -- LUKAS 15:11-24 - INGAT UNTUK PULANG

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 22 Mei 2026
Bacaan : LUKAS 15:11-24
Setahun: Ezra 4-7
Nats: "Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku ...." (Lukas 15:18)

Renungan:

INGAT UNTUK PULANG

Ada saat-saat dalam hidup ketika kita lupa diri. Bukan karena kehilangan ingatan, melainkan karena kehilangan arah batin. Seperti si bungsu, kita pergi jauh dari rumah Bapa, mengira bahwa kebebasan adalah melepaskan diri dari Bapa, dan yang kemudian kita temukan adalah kehampaan, kelaparan (ay. 14-16). Lupa diri-yakni memisahkan diri dari Bapa, Sang Sumber Hidup-selalu berujung pada kehampaan batin dan kelaparan jiwa.

Lupa diri mengintai kita melalui banyak kesempatan: ketika kita menilai diri dari keberhasilan semata, kala suara sekitar lebih kita dengarkan daripada suara kebenaran, saat kita begitu sibuk hingga tak punya waktu untuk Tuhan. Kita bekerja keras, berlari mengejar pengakuan, lalu diam-diam kehilangan damai.

Kehampaan batin dan kelaparan jiwa membuat si bungsu teringat rumah Bapanya, menyadari dirinya, dan memutuskan untuk pulang. "Aku akan bangkit dan pergi kepada Bapaku" (ay. 18). Ia tahu Bapanya akan selalu menerimanya.

Sesungguhnyalah, tiap kali kita lupa diri, Tuhan berharap kita ingat untuk pulang. Pulang bukan berarti mundur, tetapi menemukan kembali arah sejati perjalanan hidup, mengenali siapa sebenarnya diri kita: bukan budak kesibukan, bukan bayangan ambisi, melainkan anak terkasih yang dirindukan oleh Bapa.

Maka, mari kita menengadah kepada Bapa, dan berkata seperti si bungsu, "Aku akan bangkit dan pergi kepada Bapaku." Pulang, untuk menemukan kembali diri kita yang hilang, untuk menemukan kembali arah sejati perjalanan hidup yang sempat kita lupakan. --EE/www.renunganharian.net
   
LUPA DIRI ADALAH KEHILANGAN ARAH BATIN. DAN PULANG ADALAH MENEMUKAN KEMBALI ARAH SEJATI PERJALANAN HIDUP.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?LUKAS+15:11-24

LUKAS 15:11-24

11  Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
12  Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
13  Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
14  Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
15  Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
16  Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
17  Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
18  Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
19  aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
20  Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
21  Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
22  Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
23  Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
24  Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ezra+4-7
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ezra+4-7

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]