(e-RH) 24 Mei -- 2 KORINTUS 4:1-15 - BERSAKSI TENTANG KRISTUS

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 24 Mei 2026
Bacaan : 2 KORINTUS 4:1-15
Setahun: Nehemia 1-3
Nats: Sebab, bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus. (2 Korintus 4:5)

Renungan:

BERSAKSI TENTANG KRISTUS

Paulus sering menceritakan kisah hidupnya saat mengajar. Bukan untuk membesarkan upah secara duniawi yang diterimanya! Paulus bermaksud menyaksikan karya Kristus yang nyata di tengah penderitaan yang harus ditanggungnya demi Injil. Paulus memiliki tujuan untuk membuktikan kuasa Kristus yang ia alami.

Di era makin modern yang cenderung menjunjung tinggi kesuksesan duniawi, ada bahaya bagi orang Kristen jika turut terbawa arus. Yakni menjadikan kekayaan, jabatan, kesuksesan, kenyamanan, popularitas, dan mukjizat instan sebagai tolok ukur berkat Tuhan, sekaligus dasar kesaksian. Hal ini dapat terjadi ketika ada dua pihak yang saling memberi ruang. Pertama, pemberi kesaksian yang tanpa sadar cenderung ingin dikagumi, mencari validasi iman, dan godaan untuk memberi kesaksian yang "dapat dijual". Sementara dari sisi pendengar, ada sebagian umat yang hanya tertarik pada kesaksian yang menguntungkan. Kurang tertarik pada kesaksian tentang pertobatan, kesetiaan dalam penderitaan, atau ketaatan tanpa hasil instan.

Akibatnya, Injil sejati menjadi kabur. Kesaksian yang semestinya memuliakan Kristus berubah menjadi ajang pamer spiritual dan kehilangan kuasa Roh Kudus. Fokus bergeser dari salib dan kasih karunia menjadi hasil duniawi. Alih-alih membangun jemaat secara rohani, malah membentuk pengikut yang dangkal, tak berakar di dalam iman. Menyuburkan teologi kemakmuran yang tak sejalan dengan ajaran Yesus karena kesaksian berubah menjadi ajang berbagi formula cepat mendapat mukjizat atau berkat. --EBL/www.renunganharian.net
   
KESAKSIAN BUKAN BERBICARA TENTANG SEBERAPA BESAR BERKAT DUNIAWI YANG KITA TERIMA, MELAINKAN SEBERAPA NYATA KRISTUS HIDUP DALAM KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+KORINTUS+4:1-15

2 KORINTUS 4:1-15

 1  Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.
 2  Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah.
 3  Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
 4  yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.
 5  Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.
 6  Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.
 7  Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
 8  Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;
 9  kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.
10  Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.
11  Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.
12  Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu.
13  Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.
14  Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya.
15  Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Nehemia+1-3
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Nehemia+1-3

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 24 Mei -- 1 Korintus 4:6-21 - Roh Kudus Memberi

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 24 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 4:6-21

Judul: Roh Kudus Memberi

Melalui suratnya, Rasul Paulus menyampaikan teguran keras kepada jemaat di Korintus supaya mereka tidak menyombongkan diri (6). Apa alasannya? Tak seorang pun bisa menganggap dirinya sendiri sedemikian penting dibandingkan orang lain sebab semua yang dipunyai adalah pemberian yang mereka terima (7). Artinya, apa pun yang menjadi milik mereka, termasuk keberadaan dan posisi mereka, adalah pemberian, bukan berasal dari diri mereka sendiri. Pemberian siapa? Tentunya, pemberian Tuhan sendiri.

Hal ini selaras dengan Pentakosta yang kita peringati hari ini. Pentakosta memperingati turunnya Roh Kudus kepada para rasul dan lahirnya gereja untuk pertama kali. Roh Kudus dicurahkan kepada umat manusia, menolong manusia menjadi percaya. Roh Kudus dianugerahkan untuk membimbing orang-orang percaya bersekutu sehingga lahirlah gereja. Di situlah Kerajaan Allah hadir memberi kekuatan, bukan perkataan (19). Dengan demikian, iman dan gereja bertumbuh sebagai pemberian Tuhan.

Selaras dengan teguran Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus dalam perikop ini, kita diingatkan untuk selalu sadar akan pemberian atau anugerah Allah tersebut. Kalau saat ini kita adalah orang percaya, yakinlah bahwa dengan percaya kita telah selamat. Kita mesti sadar bahwa keselamatan adalah pemberian Tuhan dan Ia menuntun kita melalui Roh Kudus di dalam hati kita. Tak selayaknya kita menjadi sombong karena merasa diri sudah selamat. Tidak sepantasnya kita memandang buruk orang lain yang dianggap belum selamat.

Hendaklah kita tidak merasa diri sebagai orang yang paling penting di tengah lingkungan gereja kita, lalu memandang rendah peran saudara-saudara yang lain. Kiranya kita dimampukan untuk menghargai satu dengan yang lain, baik antar pribadi maupun antar gereja. Hendaknya kita selalu ingat bahwa bertumbuhnya iman dan gereja adalah pemberian Tuhan. Karya Roh Kudus kiranya menuntun kita menjadi penuh syukur menghidupi iman dan gereja. (KRS)

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+4:6-21
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+4:6-21

1 Korintus 4:6-21

 6  Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: "Jangan melampaui yang ada tertulis", supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain.
 7  Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?
 8  Kamu telah kenyang, kamu telah menjadi kaya, tanpa kami kamu telah menjadi raja. Ah, alangkah baiknya kalau benar demikian, bahwa kamu telah menjadi raja, sehingga kamipun turut menjadi raja dengan kamu.
 9  Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia.
10  Kami bodoh oleh karena Kristus, tetapi kamu arif dalam Kristus. Kami lemah, tetapi kamu kuat. Kamu mulia, tetapi kami hina.
11  Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara,
12  kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar;
13  kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.
14  Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi.
15  Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.
16  Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!
17  Justru itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan. Ia akan memperingatkan kamu akan hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat.
18  Tetapi ada beberapa orang yang menjadi sombong, karena mereka menyangka, bahwa aku tidak akan datang lagi kepadamu.
19  Tetapi aku akan segera datang kepadamu, kalau Tuhan menghendakinya. Maka aku akan tahu, bukan tentang perkataan orang-orang yang sombong itu, tetapi tentang kekuatan mereka.
20  Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa.
21  Apakah yang kamu kehendaki? Haruskah aku datang kepadamu dengan cambuk atau dengan kasih dan dengan hati yang lemah lembut?


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 23 Mei -- MATIUS 21:28-32 - TETAP DIBUATKAN TEH

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 23 Mei 2026
Bacaan : MATIUS 21:28-32
Setahun: Ezra 8-10
Nats: "Lalu orang itu pergi kepada anak yang lain dan mengatakan hal yang sama. Anak itu menjawab: Baik, Bapa. Namun, ia tidak pergi." (Matius 21:30)

Renungan:

TETAP DIBUATKAN TEH

Salah satu kebiasaan istri saya adalah dia tetap melakukan apa pun yang saya minta dalam kondisi selelah apa pun. Pernah saya lelah saat pulang malam karena perjalanan dari luar kota, istri juga lelah karena mengurusi anak, saya minta dibuatkan teh panas. Meski capai, saya tetap dibuatkan teh. Di malam berbeda, hujan deras turun. Istri saya minta tolong dibelikan wedang ronde di warung langganan. Karena warung itu tidak terdaftar di aplikasi daring, saya keluar naik sepeda motor menerjang hujan untuk membelikan. Kenapa kami berdua tetap mau melakukan hal-hal yang diminta pasangan? Karena mengasihi.

Dalam perumpamaan dua orang anak, salah satu pesan yang Yesus sampaikan adalah orang yang percaya melakukan kehendak Tuhan (ay. 31). Tidak semua perintah Tuhan secara daging mau kita kerjakan, karena itu tidak kita sukai atau membuat kita harus berkorban, atau hasilnya dinikmati orang lain. Kita tetap mau melakukannya karena percaya kepada Tuhan, kita mau menyenangkan hati Tuhan. Meski fisik lelah, banyak masalah, harus menunda kesenangan atau hobi tertentu, kita tetap mau mengasihi Tuhan melalui orang-orang sekitar yang butuh dikasihi, baik mereka minta secara langsung atau tidak meminta.

Saat kita mengasihi Tuhan, kita memikirkan dan melakukan apa yang menyenangkan Tuhan, sekalipun itu mungkin tidak menyenangkan kita. Kita mau mengasihi seseorang, selelah apa pun jasmani dan rohani kita. Kita tetap setia melakukan perintah-Nya, sekalipun kondisi sedang sulit dan penuh tekanan. --RTG/www.renunganharian.net
   
KITA MELAKUKAN HAL-HAL YANG MEMBERKATI SESAMA DALAM KONDISI SELELAH APA PUN KARENA MAU MENGASIHI TUHAN DAN SESAMA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MATIUS+21:28-32

MATIUS 21:28-32

28  "Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur.
29  Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi.
30  Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga.
31  Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.
32  Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ezra+8-10
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ezra+8-10

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 23 Mei -- 1 Korintus 4:1-5 - Anjing Menggonggong, Kafilah ...

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 23 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 4:1-5

Judul: Anjing Menggonggong, Kafilah ...

Kalimat lengkap judul kita adalah "Anjing menggonggong, kafilah berlalu". Peribahasa ini menggambarkan orang yang tetap maju ke tujuan, walau ia dihantam kecaman. Seperti itulah sepatutnya orang percaya dalam perjalanan imannya.

Dalam melakukan pekabaran Injil, Rasul Paulus menghadapi berbagai kecaman, yang ia bahasakan sebagai penghakiman. Namun, ia tidak menganggap hal itu penting (3). Baginya, hanya Tuhanlah yang berhak melakukan penghakiman atas pekerjaannya (4). Itu karena ia memandang dirinya sebagai hamba Kristus yang memberitakan rahasia Allah, bukan pikirannya sendiri (1).

Sikap Rasul Paulus menjadi teladan bagi setiap orang percaya dalam melakukan tugas pelayanan. Gereja adalah persekutuan orang-orang kudus yang beragam latar belakang dan pola pikirnya. Selalu ada kemungkinan munculnya perbedaan dalam cara melayani dan ketidakcocokan antara satu jemaat dengan jemaat yang lain.

Kritik bisa muncul terhadap orang yang dianggap berbeda, yang melakukan pelayanan dengan cara yang tidak biasa. Kritik bisa disampaikan dalam kalimat yang santun dan bermanfaat untuk membangun, tetapi bisa pula dilontarkan dengan nada penghakiman yang menyakitkan dan berakibat melemahkan semangat.

Belajar dari Rasul Paulus, kita diajak untuk tidak mudah terpengaruh secara negatif dengan kecaman atau penghakiman. Ini bukan berarti kita tidak mau mendengarkan masukan dari orang lain, tetapi kita tidak patah semangat ketika ada yang mengecam, atau bahkan menghakimi. Kita tetap maju dalam pelayanan kita, bukannya menyerah lalu berhenti, sebab kita melayani sebagai hamba Kristus, bukan melayani kehendak orang lain, bukan pula diri sendiri.

Marilah kita menetapkan tekad untuk melanjutkan pelayanan kita dengan lebih tegar. Kita mengalihkan fokus kita dari komentar negatif ke Tuhan dan terus menyalakan semangat kita. Pada saat yang sama, kita iringi tekad kita dengan doa bagi diri kita agar tetap setia, juga bagi orang yang menghakimi kita agar bertumbuh dalam Kristus dan tetap baik pelayanannya. [KRS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+4:1-5
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+4:1-5

1 Korintus 4:1-5

 1  Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.
 2  Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.
 3  Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiripun tidak kuhakimi.
 4  Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan.
 5  Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 22 Mei -- LUKAS 15:11-24 - INGAT UNTUK PULANG

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 22 Mei 2026
Bacaan : LUKAS 15:11-24
Setahun: Ezra 4-7
Nats: "Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku ...." (Lukas 15:18)

Renungan:

INGAT UNTUK PULANG

Ada saat-saat dalam hidup ketika kita lupa diri. Bukan karena kehilangan ingatan, melainkan karena kehilangan arah batin. Seperti si bungsu, kita pergi jauh dari rumah Bapa, mengira bahwa kebebasan adalah melepaskan diri dari Bapa, dan yang kemudian kita temukan adalah kehampaan, kelaparan (ay. 14-16). Lupa diri-yakni memisahkan diri dari Bapa, Sang Sumber Hidup-selalu berujung pada kehampaan batin dan kelaparan jiwa.

Lupa diri mengintai kita melalui banyak kesempatan: ketika kita menilai diri dari keberhasilan semata, kala suara sekitar lebih kita dengarkan daripada suara kebenaran, saat kita begitu sibuk hingga tak punya waktu untuk Tuhan. Kita bekerja keras, berlari mengejar pengakuan, lalu diam-diam kehilangan damai.

Kehampaan batin dan kelaparan jiwa membuat si bungsu teringat rumah Bapanya, menyadari dirinya, dan memutuskan untuk pulang. "Aku akan bangkit dan pergi kepada Bapaku" (ay. 18). Ia tahu Bapanya akan selalu menerimanya.

Sesungguhnyalah, tiap kali kita lupa diri, Tuhan berharap kita ingat untuk pulang. Pulang bukan berarti mundur, tetapi menemukan kembali arah sejati perjalanan hidup, mengenali siapa sebenarnya diri kita: bukan budak kesibukan, bukan bayangan ambisi, melainkan anak terkasih yang dirindukan oleh Bapa.

Maka, mari kita menengadah kepada Bapa, dan berkata seperti si bungsu, "Aku akan bangkit dan pergi kepada Bapaku." Pulang, untuk menemukan kembali diri kita yang hilang, untuk menemukan kembali arah sejati perjalanan hidup yang sempat kita lupakan. --EE/www.renunganharian.net
   
LUPA DIRI ADALAH KEHILANGAN ARAH BATIN. DAN PULANG ADALAH MENEMUKAN KEMBALI ARAH SEJATI PERJALANAN HIDUP.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?LUKAS+15:11-24

LUKAS 15:11-24

11  Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
12  Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
13  Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
14  Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
15  Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
16  Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
17  Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
18  Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
19  aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
20  Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
21  Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
22  Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
23  Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
24  Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ezra+4-7
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ezra+4-7

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 22 Mei -- 1 Korintus 3:10-23 - Membangun Bait Allah

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 22 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 3:10-23

Judul: Membangun Bait Allah

Kokohnya bangunan sangat bergantung pada fondasinya. Untuk membangun fondasi kita harus mengetahui tujuan dari pembangunan tersebut. Misalnya, agar bangunan tetap kokoh berdiri di tengah gempa, kita perlu fondasi anti gempa. Jika fondasi yang tepat begitu penting bagi bangunan fisik, apa yang menjadi dasar Bait Allah?

Paulus adalah perintis jemaat di Korintus. Hal ini terlihat saat ia menceritakan bahwa ia telah meletakkan dasar yang sesuai dengan anugerah Allah, yakni Yesus Kristus. Pemimpin rohani lainnya yang meneruskan pelayanan Paulus menggunakan bahan yang berbeda, tetapi mereka membangun di atas satu dasar yang sama (10-12).

Apa yang mereka bangun? Bait Allah, tepatnya jemaat. Dalam diri merekalah Roh Kudus tinggal (16). Ia mengingatkan bahwa semua pelayanan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah (13). Orang yang membangun dan hasilnya tahan uji akan mendapat upah (14). Namun, orang yang pekerjaannya tidak tahan uji akan rugi (15), dan yang malah menghancurkan Bait Allah akan menghadapi kebinasaan (17).

Paulus menyebut dirinya ahli bangunan yang terampil karena ia menggunakan fondasi terkuat dan bahan yang tahan uji. Kristus adalah fondasi iman orang percaya, dan orang percaya dibangun bukan dengan hikmat dunia ataupun kesombongan, melainkan hikmat Allah dan kesadaran diri sebagai milik Kristus (18-23).

Setiap orang memiliki respons berbeda-beda setelah menerima Injil. Apa pun respons kita, semuanya akan diuji oleh Allah. Hal ini tidak boleh dianggap remeh. Penting bagi kita untuk merespons firman Tuhan dengan hikmat Allah.

Setiap kali kita bergereja, ingatlah, gereja adalah satu kesatuan Bait Allah di mana Allah tinggal. Inilah tujuan gereja dibangun, yakni menjadi satu kesatuan tubuh Kristus.

Mari kita terus membuka hati kita untuk terus dibangun oleh Allah melalui karya Roh Kudus. Biarlah Kristus terus menjadi fondasi iman dan hidup kita. Biarlah kita terus bertumbuh bagai bangunan yang kokoh dan tahan uji. Kiranya Allah menolong kita untuk berpegang teguh dalam iman di tengah guncangan kehidupan. [MAR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+3:10-23
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+3:10-23

1 Korintus 3:10-23

10  Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.
11  Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.
12  Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami,
13  sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.
14  Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.
15  Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.
16  Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
17  Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.
18  Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat.
19  Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya."
20  Dan di tempat lain: "Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka."
21  Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu:
22  baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya.
23  Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 21 Mei -- MATIUS 5:13-16 - DILIHAT ORANG

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 21 Mei 2026
Bacaan : MATIUS 5:13-16
Setahun: Ezra 1-3
Nats: "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga." (Matius 5:16)

Renungan:

DILIHAT ORANG

Kebaikan itu bersifat menular. Ia dapat menciptakan efek domino positif yang memicu lebih banyak orang melakukan tindakan yang baik. Saat seseorang berbuat baik dengan tulus, ia sendiri akan mengalami kebahagiaan, begitu juga dengan orang yang menerima tindakan tersebut. Besar kemungkinan bahwa ia pun akan mengerjakan kebaikan kepada orang lain. Akhirnya, akan terjadi suatu rantai kebaikan yang semakin panjang dan berdampak luas.

Karenanya, diperlukan orang-orang yang menjadi teladan dalam berbuat baik. Kebaikan mereka dapat menjadi pemicu atau inspirasi bagi orang lain untuk turut mengerjakan hal-hal yang baik. Itulah yang diperintahkan Tuhan Yesus kepada para pengikut-Nya. Dia menegaskan bahwa salah satu tanggung jawab kita ialah menjadi terang dunia. Seperti pelita yang dinyalakan untuk menerangi sekitarnya, demikian juga kehadiran setiap pengikut Kristus. Fungsinya terlihat. Kehadirannya berdampak. Keberadaannya menolong orang lain menjalani hidup yang lebih baik. Kesaksian hidupnya bahkan terpancar hingga ke tempat yang jauh, seperti kota di atas gunung yang terlihat cemerlang di malam gelap.

Tentu saja bahwa Yesus tidak mendorong kita untuk suka pamer kebaikan di depan orang lain. Kita berbuat baik bukan untuk membuat orang lain terkesan, lalu memuji diri kita. Namun, kita berbuat baik karena memang itulah jati diri serta panggilan kita sebagai umat Allah. Kita tidak malu mengakui serta menunjukkan kesaksian hidup yang baik sebagai anak-anak Allah. Hasilnya, tindakan kebaikan itu akan menuntun orang-orang memuliakan Tuhan, yang merupakan sumber kebaikan itu sendiri. --HT/www.renunganharian.net
   
KITA BERBUAT BAIK BUKAN UNTUK MEMBUAT ORANG LAIN TERKESAN, SEBAB MEMANG DEMIKIANLAH SEHARUSNYA HIDUP YANG DIJALANI UMAT TUHAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MATIUS+5:13-16

MATIUS 5:13-16

13  "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
14  Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
15  Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
16  Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ezra+1-3
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ezra+1-3

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 21 Mei -- 1 Korintus 3:1-9 - Jadilah Dewasa!

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 21 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 3:1-9

Judul: Jadilah Dewasa!

Kedewasaan seseorang tidak hanya diukur dari usianya. Kedewasaan yang sebenarnya ditunjukkan dari kematangan berpikir dan berperilaku. Begitu pula kedewasaan rohani orang percaya.

Jemaat di Korintus tidak menunjukkan adanya kedewasaan rohani (1-2). Hal ini dibuktikan dengan adanya iri hati dan perselisihan serta sikap yang saling membanggakan diri sebagai golongan yang lebih baik (3-4). Paulus mengingatkan bahwa ia dan pemimpin rohani lainnya adalah pelayan Tuhan dan kawan sekerja Allah (5-9). Allahlah pemimpin mereka. Itu artinya, tidak ada alasan bagi mereka untuk saling iri hati ataupun membanggakan diri.

Tak dapat dipungkiri bahwa terjadinya perselisihan adalah tanda ketidakdewasaan. Orang yang dewasa secara rohani tidak akan mudah iri hati atau bahkan menyombongkan diri. Semua sama di mata Tuhan dan semua adalah milik Tuhan. Siapa pun dapat Ia pakai untuk memberitakan Injil Kristus. Orang percaya sudah sepatutnya mengalami pertumbuhan rohani untuk menjadi dewasa dalam Kristus.

Orang yang bertumbuh secara rohani terlihat dari sikapnya. Kebalikan dari iri hati, mereka rendah hati, berempati, dan peduli kepada sesama. Selain itu, mereka tidak akan terjebak dalam perbedaan yang ada di tengah kehidupan berjemaat. Mereka tetap bersatu dengan kesadaran bahwa Allah yang memanggil mereka untuk tugas yang berbeda. Meski berbeda, tujuan mereka satu, yaitu keserupaan dengan Kristus. Fokus mereka terletak pada Allah, bukan diri mereka, atau siapa pun juga.

Permasalahan seperti ini kadang kembali terjadi di tengah kehidupan bergereja masa kini. Perpecahan terjadi karena keegoisan dan kesombongan yang mengidolakan pemimpin rohani tertentu hingga lupa bahwa Kristuslah kepala gereja.

Allah membangun gereja bukan untuk kita membuat golongan sendiri-sendiri, tetapi agar kita bertumbuh dewasa bersama dalam pengenalan akan Allah. Kita dipanggil dan diutus ke tengah dunia untuk membawa kesatuan dan kedamaian dalam Kristus, bukan perpecahan. Mari, jadilah dewasa! [MAR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+3:1-9
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+3:1-9

1 Korintus 3:1-9

 1  Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.
 2  Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya.
 3  Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?
 4  Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?
 5  Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya.
 6  Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
 7  Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
 8  Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.
 9  Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]