(e-RH) 2 Mei -- ROMA 6:1-14 - SENJATA KEBENARAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 2 Mei 2026
Bacaan : ROMA 6:1-14
Setahun: 1 Tawarikh 6
Nats: Janganlah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk menjadi senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi sekarang hidup. Serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata kebenaran. (Roma 6:13)

Renungan:

SENJATA KEBENARAN

Pisau adalah perlengkapan mendasar yang dapat dipastikan selalu ada di setiap rumah. Tanpa pisau, hampir semua proses memasak menjadi sulit. Pisau juga akan selalu dijaga ketajamannya karena pisau tajam lebih aman digunakan. Sementara pisau tumpul justru berisiko meleset saat dipakai. Namun, bagaimana dengan pisau yang justru digunakan untuk melukai atau bahkan menghilangkan nyawa orang lain? Apakah pisau yang ada di seluruh muka bumi harus dimusnahkan supaya kejahatan semacam ini tidak lagi terjadi?

Bukan pisau tajam yang harus dimusnahkan karena pisau tajam adalah alat yang netral secara moral. Hanya, untuk menghasilkan karya yang bermanfaat maka pisau harus berada di tangan yang tepat. Demikian pula dengan diri kita. Tubuh, pikiran, dan waktu kita tak ubahnya pisau itu. Ketika kita menyerahkannya kepada dosa, hidup kita akan menjadi alat kerusakan. Namun, ketika kita menyerahkan diri kepada Allah untuk dipakai-Nya menjadi senjata kebenaran maka keberadaan kita akan menjadi berkat bagi sesama, bahkan juga kemuliaan bagi nama Tuhan.

Paulus mengingatkan bahwa kita semestinya sudah mati bagi dosa dan hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. Karena itu, sudah selayaknya kita tidak lagi menuruti keinginan dosa, ganti menyerahkan segenap hidup menjadi senjata kebenaran bagi Tuhan. Pikiran tak lagi dipenuhi dengan keinginan, mulut tak lagi suka menghasut dan tangan jauh dari kejahatan. Karena menjadi senjata kebenaran berarti memberkati, bukan menyakiti. Membangun kehidupan, bukan malah menghancurkan. --EBL/www.renunganharian.net
   
TUBUH JASMANI KITA IBARAT MEDAN PERANG BAGI PENCOBAAN, KEMENANGAN AKAN KITA DAPATKAN KETIKA BERSERAH PENUH KEPADA TUHAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/02/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?ROMA+6:1-14

ROMA 6:1-14

 1  Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?
 2  Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
 3  Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
 4  Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
 5  Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.
 6  Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.
 7  Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.
 8  Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.
 9  Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.
10  Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.
11  Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
12  Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.
13  Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.
14  Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Tawarikh+6
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Tawarikh+6

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 2 Mei -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

Hakim-hakim 11:1-11

Apa jadinya bila seseorang tidak menyukai seorang lain, bahkan mengusirnya, namun kemudian ia meminta pertolongan kepada orang yang pernah diusirnya itu? Itulah yang terjadi pada bangsa Israel. Yefta, karena lahir dari seorang wanita pelacur, diusir oleh saudara-saudaranya sendiri, tetapi ketika bangsa Israel diserang musuh, satu-satunya yang dapat dimintai pertolongan adalah Yefta yang saat itu menjadi seorang perampok. Dan ternyata, dialah orang yang dipakai TUHAN untuk menyelamatkan bangsanya.

Apa saja yang Anda baca?
1. Siapakah Yefta? (1)
2. Apa perlakuan yang diterima Yefta, dan apa yang ia lakukan selanjutnya? (2-3)
3. Apa yang terjadi pada orang Israel? (4-5)
4. Apa permintaan para tua-tua Gilead kepada Yefta, dan apa respons Yefta? (6-7)
5. Apa dorongan yang diberikan para tua-tua, dan apa jawaban akhir Yefta? (8-9)
6. Apa sumpah para tua-tua, dan apa tindakan Yefta? (10-11)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Bagaimana sikap kita yang seharusnya kepada orang-orang yang terpinggirkan?
2. Bagaimana sikap kita yang sepatutnya ketika orang lain membutuhkan pertolongan meski kita bukan orang terkuat, terpandai, ataupun terhebat?
3. Apa yang sesungguhnya mengarahkan sejarah dan jalan hidup manusia menurut iman Kristen?

Apa respons Anda?
1. Bagaimana doa Anda bagi orang-orang yang terpinggirkan dalam masyarakat Anda dan bagi bangsa Anda?
2. Apa tekad yang akan Anda buat untuk menolong sesama yang sedang mengalami kesulitan?

Pokok Doa:
Berdoa agar Allah terus memampukan kita untuk bersikap peduli kepada sesama dan menolong yang membutuhkan.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+12:1-7
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+12:1-7

Hakim-hakim 11:1-11

 1  Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa, tetapi ia anak seorang perempuan sundal; ayah Yefta ialah Gilead.
 2  Juga isteri Gilead melahirkan anak-anak lelaki baginya. Setelah besar anak-anak isterinya ini, maka mereka mengusir Yefta, katanya kepadanya: "Engkau tidak mendapat milik pusaka dalam keluarga kami, sebab engkau anak dari perempuan lain."
 3  Maka larilah Yefta dari saudara-saudaranya itu dan diam di tanah Tob; di sana berkumpullah kepadanya petualang-petualang yang pergi merampok bersama-sama dengan dia.
 4  Beberapa waktu kemudian bani Amon berperang melawan orang Israel.
 5  Dan ketika bani Amon itu berperang melawan orang Israel, pergilah para tua-tua Gilead menjemput Yefta dari tanah Tob.
 6  Kata mereka kepada Yefta: "Mari, jadilah panglima kami dan biarlah kita berperang melawan bani Amon."
 7  Tetapi kata Yefta kepada para tua-tua Gilead itu: "Bukankah kamu sendiri membenci aku dan mengusir aku dari keluargaku? Mengapa kamu datang sekarang kepadaku, pada waktu kamu terdesak?"
 8  Kemudian berkatalah para tua-tua Gilead kepada Yefta: "Memang, kami datang kembali sekarang kepadamu, ikutilah kami dan berperanglah melawan bani Amon, maka engkau akan menjadi kepala atas kami, atas seluruh penduduk Gilead."
 9  Kata Yefta kepada para tua-tua Gilead: "Jadi, jika kamu membawa aku kembali untuk berperang melawan bani Amon, dan TUHAN menyerahkan mereka kepadaku, maka akulah yang akan menjadi kepala atas kamu?"
10  Lalu kata para tua-tua Gilead kepada Yefta: "Demi TUHAN yang mendengarkannya sebagai saksi antara kita: Kami akan berbuat seperti katamu itu."
11  Maka Yefta ikut dengan para tua-tua Gilead, lalu bangsa itu mengangkat dia menjadi kepala dan panglima mereka. Tetapi Yefta membawa seluruh perkaranya itu ke hadapan TUHAN, di Mizpa.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 2 Mei -- Hakim-hakim 12:1-7 - Terbelah dari Dalam

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 2 Mei 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 12:1-7

Judul: Terbelah dari Dalam

Bangsa Israel, melalui Yefta, baru saja menang atas bani Amon. Akan tetapi, alih-alih bersukacita, Yefta langsung dihadapkan pada konflik yang baru, yakni konflik dengan saudara sebangsanya.

Setelah mengalahkan bani Amon, Yefta ditantang oleh suku Efraim. Mereka marah karena mereka menganggap Yefta tidak mengajak mereka ikut berperang. Mereka bahkan mengancam akan membakar Yefta beserta rumahnya (1).

Padahal, Yefta sudah mengajak mereka. Ia meminta bantuan mereka, tetapi mereka tidak datang membantu. Ketika kemenangan sudah diraih, mereka malah tidak ikut senang, melainkan merasa iri dan berbalik memerangi Yefta (2-3). Oleh karena hal sepele seperti itulah, perang saudara terjadi dan akhirnya memakan korban sebanyak 42.000 jiwa (4-6).

Dalam hal ini kita belajar bahwa kadang kala kehancuran justru datang dari orang-orang di dekat kita. Kita bisa mengatasi persoalan yang datang dari luar. Akan tetapi, konflik dari dalam kerap kali menggerogoti persatuan dan menyebabkan perpecahan yang tak diinginkan.

Orang-orang semacam inilah yang dalam dunia masa kini disebut sebagai toxic. Mereka ingin selalu diingat, diperhatikan, dan dilibatkan dalam semua hal yang menyenangkan, tetapi mereka sendiri suka mengabaikan orang-orang di sekitar mereka. Ketika orang membutuhkan bantuan, mereka menghilang. Sebaliknya, ketika orang berhasil, mereka menjadi iri dan menyalahkan orang lain.

Hari ini gereja mungkin bisa mengatasi persoalan yang datang dari luar, seperti ajaran sesat. Kita bisa bertahan, bahkan mungkin menyerang balik. Namun, banyak gereja menjadi "rusak dan hancur" justru karena anggota jemaat yang toxic. Karena konflik sepele, seperti gosip dan tuduhan yang tidak berdasar, gereja bisa terbelah dari dalam.

Sebagai orang percaya, janganlah kita tidak senang dengan keberhasilan orang lain. Janganlah kita hidup dengan hati yang toxic, tetapi sebaliknya dengan semangat iman yang senang bersama dengan sesama kita yang senang dan saling menyemangati satu sama lain. [YGM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/02/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+12:1-7
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+12:1-7

Hakim-hakim 12:1-7

 1  Dikerahkanlah orang Efraim, lalu mereka bergerak ke Zafon. Dan mereka berkata kepada Yefta: "Mengapa engkau bergerak untuk memerangi bani Amon dengan tidak memanggil kami untuk maju bersama-sama dengan engkau? Sebab itu kami akan membakar rumahmu bersama-sama kamu!"
 2  Tetapi jawab Yefta kepada mereka: "Aku dan rakyatku telah terlibat dalam peperangan yang hebat dengan bani Amon; lalu aku memanggil kamu, tetapi kamu tidak datang menyelamatkan aku dari tangan mereka.
 3  Ketika kulihat, bahwa tidak ada yang datang menyelamatkan aku, maka aku mempertaruhkan nyawaku dan aku pergi melawan bani Amon itu, dan TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tanganku. Mengapa pada hari ini kamu mendatangi aku untuk berperang melawan aku?"
 4  Kemudian Yefta mengumpulkan semua orang Gilead, lalu mereka berperang melawan suku Efraim. Dan orang-orang Gilead mengalahkan suku Efraim itu. Sebab orang-orang itu mengatakan: "Kamulah orang-orang yang telah lari dari suku Efraim!" --kaum Gilead itu ada di tengah-tengah suku Efraim dan suku Manasye--.
 5  Untuk menghadapi suku Efraim itu, maka orang Gilead menduduki tempat-tempat penyeberangan sungai Yordan. Apabila dari suku Efraim ada yang lari dan berkata: "Biarkanlah aku menyeberang," maka orang Gilead berkata kepadanya: "Orang Efraimkah engkau?" Dan jika ia menjawab: "Bukan,"
 6  maka mereka berkata kepadanya: "Coba katakan dahulu: syibolet." Jika ia berkata: sibolet, jadi tidak dapat mengucapkannya dengan tepat, maka mereka menangkap dia dan menyembelihnya dekat tempat-tempat penyeberangan sungai Yordan itu. Pada waktu itu tewaslah dari suku Efraim empat puluh dua ribu orang.
 7  Yefta memerintah sebagai hakim atas orang Israel enam tahun lamanya. Kemudian matilah Yefta, orang Gilead itu, lalu dikuburkan di sebuah kota di daerah Gilead.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 1 Mei -- ROMA 12:1-2 - MENDIDIK HATI NURANI

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 1 Mei 2026
Bacaan : ROMA 12:1-2
Setahun: 1 Tawarikh 3-5
Nats: Janganlah menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah: Apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya dan sempurna. (Roma 12:2)

Renungan:

MENDIDIK HATI NURANI

Hati nurani tidak terbentuk dalam sekejap. Ia lahir dari pergumulan yang kadang panjang dan tak mudah. Ia bisa berubah, ia bisa berkembang. Dan, kita dipanggil untuk mendidik nurani kita, yakni mengarahkan nurani kita agar ia makin berkualitas.

Rasul Paulus berkata, "Berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah: Apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya dan sempurna" (ay. 2). Rasul Paulus berbicara tentang perubahan dalam diri yang terjadi oleh pembaruan budi, tentang perubahan hati nurani. Rasul Paulus mendorong kita untuk mendidik hati nurani, agar nurani kita makin sesuai dengan kehendak Tuhan.

Pertanyaannya, dengan apa, dan bagaimana?

Sesungguhnya, serius menggumuli sesuatu-tulisan, foto, audio, video, atau kombinasi keempatnya, baik fiksi maupun nonfiksi, juga peristiwa, pengalaman, perasaan, situasi, fakta, baik negatif maupun positif-akan mengasah nurani kita menuju kualitas yang lebih baik. Namun, ada catatan: Pergumulan itu kita lakukan dengan penuh hormat kepada Tuhan, kita menakar semuanya dengan kehendak Tuhan. Dan, satu lagi: Pergumulan itu kita lakukan dengan jujur: mengakui yang salah sebagai salah dan meninggalkannya, mengakui yang benar sebagai benar dan merangkulnya. Dengan cara itu, nurani kita akan terasah menjadi makin benar, makin tajam, makin peka, makin kokoh, dan makin terbuka.

Bahan untuk mendidik nurani tersedia melimpah. Hal yang diperlukan hanyalah kemauan yang sungguh untuk mengasah nurani dari waktu ke waktu. --EE/www.renunganharian.net
   
KITA DIPANGGIL UNTUK MENDIDIK HATI NURANI KITA AGAR IA MAKIN BENAR, MAKIN TAJAM, MAKIN PEKA, MAKIN KOKOH, DAN MAKIN TERBUKA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/01/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?ROMA+12:1-2

ROMA 12:1-2

 1  Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
 2  Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Tawarikh+3-5
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Tawarikh+3-5

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 1 Mei -- Hakim-hakim 11:29-40 - Setia tetapi Buta

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 1 Mei 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 11:29-40

Judul: Setia tetapi Buta

Salah satu nilai utama dalam kekristenan adalah kesetiaan. Akan tetapi, kesetiaan yang buta dapat menimbulkan malapateka. Kebutaan menghilangkan logika dan melumpuhkan akal sehat.

Inilah yang terjadi pada Yefta. Tanpa pikir panjang, ia bernazar, jika TUHAN memberi kemenangan kepadanya, maka apa pun yang keluar dari pintu rumahnya, itulah yang akan dipersembahkan (30-31). Celakanya, yang pertama keluar menyambutnya adalah anak perempuannya sendiri (34). Yefta merasa tertekan, tetapi ia tetap memenuhi nazarnya.

Yefta memang sosok yang punya kualitas yang patut dikagumi. Ia berani, setia, dan tidak ingkar janji. Akan tetapi, dari sikapnya yang naif juga ia belajar bahwa kesetiaan tanpa kehati-hatian dapat mengakibatkan kerugian bagi semua pihak yang terlibat. Yefta harus mengalami kehancuran hati dan merelakan anaknya yang tunggal (35). Perempuan itu harus mengalami kedukaan dan mengabdikan dirinya tetap gadis sampai mati (35-39).

Nazar yang diucapkan Yefta memang lahir dari semangat religius, tetapi tidak disertai dengan pertimbangan yang hati-hati. Mungkin ia mengira bahwa nazarnya akan mudah ditepati, bahwa TUHAN akan memberinya kemenangan dan ia akan memberi kurban binatang kepada-Nya. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa ia akan menempatkan dirinya ke dalam keharusan untuk mempersembahkan anaknya.

Sebelumnya, ia dapat mengirim kata-kata diplomasi yang bijak. Ironisnya, sekarang ia membuat nazar yang berlebihan dan terlalu berani.

Yefta melakukan sebuah tindakan yang tragis bukan karena ia lemah imannya, melainkan karena ia terlalu percaya diri dan menjadi buta terhadap konsekuensi dari kata-katanya sendiri kepada TUHAN.

Dari hal ini kita belajar, bahwa iman yang baik harus disertai dengan kesetiaan yang hati-hati. Pasalnya, jika kita berjanji kepada Tuhan dengan sembarangan, semangat iman kita hanya akan menjadi semangat keagamaan yang kadang kala justru membutakan. Karena itu, sebelum berjanji, pikirkanlah baik-baik apa yang harus Anda lakukan bagi Tuhan untuk menepatinya. [YGM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/01/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+11:29-40
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+11:29-40

Hakim-hakim 11:29-40

29  Lalu Roh TUHAN menghinggapi Yefta; ia berjalan melalui daerah Gilead dan daerah Manasye, kemudian melalui Mizpa di Gilead, dan dari Mizpa di Gilead ia berjalan terus ke daerah bani Amon.
30  Lalu bernazarlah Yefta kepada TUHAN, katanya: "Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku,
31  maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran."
32  Kemudian Yefta berjalan terus untuk berperang melawan bani Amon, dan TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangannya.
33  Ia menimbulkan kekalahan yang amat besar di antara mereka, mulai dari Aroer sampai dekat Minit--dua puluh kota banyaknya--dan sampai ke Abel-Keramim, sehingga bani Amon itu ditundukkan di depan orang Israel.
34  Ketika Yefta pulang ke Mizpa ke rumahnya, tampaklah anaknya perempuan keluar menyongsong dia dengan memukul rebana serta menari-nari. Dialah anaknya yang tunggal; selain dari dia tidak ada anaknya laki-laki atau perempuan.
35  Demi dilihatnya dia, dikoyakkannyalah bajunya, sambil berkata: "Ah, anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan engkaulah yang mencelakakan aku; aku telah membuka mulutku bernazar kepada TUHAN, dan tidak dapat aku mundur."
36  Tetapi jawabnya kepadanya: "Bapa, jika engkau telah membuka mulutmu bernazar kepada TUHAN, maka perbuatlah kepadaku sesuai dengan nazar yang kauucapkan itu, karena TUHAN telah mengadakan bagimu pembalasan terhadap musuhmu, yakni bani Amon itu."
37  Lagi katanya kepada ayahnya: "Hanya izinkanlah aku melakukan hal ini: berilah keluasan kepadaku dua bulan lamanya, supaya aku pergi mengembara ke pegunungan dan menangisi kegadisanku bersama-sama dengan teman-temanku."
38  Jawab Yefta: "Pergilah," dan ia membiarkan dia pergi dua bulan lamanya. Maka pergilah gadis itu bersama-sama dengan teman-temannya menangisi kegadisannya di pegunungan.
39  Setelah lewat kedua bulan itu, kembalilah ia kepada ayahnya, dan ayahnya melakukan kepadanya apa yang telah dinazarkannya itu; jadi gadis itu tidak pernah kenal laki-laki. Dan telah menjadi adat di Israel,
40  bahwa dari tahun ke tahun anak-anak perempuan orang Israel selama empat hari setahun meratapi anak perempuan Yefta, orang Gilead itu.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 30 April -- AYUB 1 - SIKAP AGUNG AYUB

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 30 April 2026
Bacaan : AYUB 1
Setahun: 1 Tawarikh 1-2
Nats: Ia berkata, "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke sana. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!" (Ayub 1:21)

Renungan:

SIKAP AGUNG AYUB

Bahkan Iblis pun mungkin terkejut mendengar ucapan Ayub, ketika Tuhan izinkan dirinya mencobai Ayub. Iblis telah mencabut segala harta milik Ayub yang Tuhan karuniakan padanya. Tidak cukup itu. Iblis juga membunuh semua anak-anak Ayub di tengah sukacita mereka. Teori Iblis adalah Ayub akan segera mengutuki Tuhan ketika semua berkat dan keluarganya Tuhan lenyapkan. Namun, ketika hal itu terjadi, Ayub bukan hanya menyatakan dukacitanya. Ayub bahkan sanggup mengucapkan kata-kata yang tidak terduga bahwa dia tidak punya apa-apa ketika lahir, dan akan telanjang pula ketika dia tiada.

Dengan ucapannya itu, Ayub meneguhkan pandangannya bahwa Tuhan memiliki hak atas dirinya. Bahkan, di tengah situasi itu, Ayub masih memuji Tuhan. Ketika Iblis tidak puas, ia menimpakan penyakit yang menyebabkan bisul busuk yang sangat gatal pada Ayub. Bahkan, istrinya berusaha membuat Ayub menyerah dengan kata-kata yang tidak pantas untuk mengutuki Allah dan menghendaki kematian suaminya sendiri. Diserang dari dalam dan luar, Ayub tetap mampu mengucapkan kata-kata yang agung, "Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" (Ayb. 2:10).

Andaikan ada di antara kita yang sedang menderita, Ayub dapat dijadikan contoh teladan. Ayub memang berkeluh kesah kepada teman-temannya. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa teman-teman acapkali tidak memahami kita. Maka, mohonkanlah kekuatan dari-Nya untuk tetap setia dan percaya, apa pun kemalangan yang sedang menimpa kita. --HEM/www.renunganharian.net
   
KIRANYA KITA TETAP SETIA DAN PERCAYA AKAN KEBAIKAN TUHAN. SIKAP AYUB MENJADI CONTOH TELADAN KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/30/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?AYUB+1

AYUB 1

 1  Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
 2  Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan.
 3  Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.
 4  Anak-anaknya yang lelaki biasa mengadakan pesta di rumah mereka masing-masing menurut giliran dan ketiga saudara perempuan mereka diundang untuk makan dan minum bersama-sama mereka.
 5  Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.
 6  Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis.
 7  Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Dari mana engkau?" Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi."
 8  Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."
 9  Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah?
10  Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu.
11  Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu."
12  Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya." Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.
13  Pada suatu hari, ketika anak-anaknya yang lelaki dan yang perempuan makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung,
14  datanglah seorang pesuruh kepada Ayub dan berkata: "Sedang lembu sapi membajak dan keledai-keledai betina makan rumput di sebelahnya,
15  datanglah orang-orang Syeba menyerang dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
16  Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Api telah menyambar dari langit dan membakar serta memakan habis kambing domba dan penjaga-penjaga. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
17  Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Orang-orang Kasdim membentuk tiga pasukan, lalu menyerbu unta-unta dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
18  Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Anak-anak tuan yang lelaki dan yang perempuan sedang makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung,
19  maka tiba-tiba angin ribut bertiup dari seberang padang gurun; rumah itu dilandanya pada empat penjurunya dan roboh menimpa orang-orang muda itu, sehingga mereka mati. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
20  Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah,
21  katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"
22  Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Tawarikh+1-2
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Tawarikh+1-2

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 30 April -- Hakim-hakim 11:12-28 - Tetap Sampaikan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 30 April 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 11:12-28

Judul: Tetap Sampaikan

Tidak semua orang dapat menerima kebenaran, sekalipun kebenaran tersebut sudah disampaikan secara baik, logis, dan sistematis. Inilah yang dialami oleh Yefta.

Ketika bangsa Israel difitnah secara keji oleh raja bani Amon, Yefta tidak serta-merta menyatakan perang. Ia memilih jalan damai, yakni melalui diplomasi. Untuk itulah Yefta mengirim utusan kepada raja bani Amon (12).

Dalam berdiplomasi, Yefta berusaha menyampaikan kebenaran dengan sebaik-baiknya. Ia menceritakan perjalanan orang Israel, bagaimana mereka ditolak oleh raja negeri Edom dan Moab, mengelilingi tanah Edom dan Moab, juga tidak dipercaya oleh Sihon, dan menduduki negeri Amori (16-22).

Orang Israel tidak merampas negeri Amon, tetapi TUHAN, Allah Israel, merebut milik orang Amori bagi Israel, seperti Kamos, ilah bani Amon, merebut milik yang lain (23-24).

Ini argumentasi yang kuat, bahkan tidak dapat dibantah. Pasalnya, apa yang disampaikan Yefta melalui utusannya adalah kebenaran.

Dalam hal ini, Yefta memberikan teladan yang baik dalam menghadapi konflik. Ia memilih menggunakan kata-kata yang meluruskan fakta, alih-alih pedang yang melampiaskan kemarahan. Yefta, selain menjadi pahlawan perang yang gagah perkasa, adalah seorang diplomat yang menghargai kebijaksanaan.

Dari Yefta kita belajar pentingnya kata-kata. Pertama, kata-kata adalah cara utama dalam meredam konflik. Kedua, kebenaran harus diucapkan, sekalipun mungkin kebenaran tersebut ditolak.

Tuhan tidak memanggil kita untuk memaksa orang lain menerima kebenaran, tetapi untuk menyampaikan kebenaran. Untuk itu, janganlah kita mengucapkannya secara semena-mena, tetapi haruslah kita berusaha menjelaskannya dengan sebaik-baiknya agar lawan bicara kita pun dapat memahami dan menerimanya dengan lebih baik.

Mari kita belajar menjadi penyampai kebenaran yang baik, sekalipun kita tahu kebenaran tidak selalu mendapat respons yang positif.

 [YGM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/30/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+11:12-28
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+11:12-28

Hakim-hakim 11:12-28

12  Kemudian Yefta mengirim utusan kepada raja bani Amon dengan pesan: "Apakah urusanmu dengan aku, sehingga engkau mendatangi aku untuk memerangi negeriku?"
13  Jawab raja bani Amon kepada utusan Yefta: "Orang Israel, ketika berjalan keluar dari Mesir, telah merampas tanahku, dari sungai Arnon sampai ke sungai Yabok dan sampai ke sungai Yordan. Maka sekarang, kembalikanlah semuanya itu dengan jalan damai."
14  Lalu Yefta mengirim pula utusan kepada raja bani Amon
15  dengan pesan: "Beginilah kata Yefta: orang Israel tidak merampas tanah orang Moab atau tanah bani Amon.
16  Sebab ketika berjalan keluar dari Mesir, orang Israel melalui padang gurun sampai ke Laut Teberau dan tiba di Kadesh.
17  Ketika itu orang Israel mengirim utusan kepada raja negeri Edom dengan permintaan: Izinkanlah kiranya kami berjalan melalui negerimu ini. Tetapi raja negeri Edom tidak mau mendengar. Mereka mengirim juga utusan kepada raja negeri Moab, tetapi raja ini menolak. Maka orang Israel tinggal di Kadesh.
18  Kemudian mereka berjalan melalui padang gurun, menempuh jalan keliling tanah Edom dan tanah Moab, lalu sampai ke sebelah timur tanah Moab, maka berkemahlah mereka di seberang sungai Arnon, dengan tidak masuk daerah Moab, sebab sungai Arnon itulah batas daerah Moab.
19  Lalu orang Israel mengirim utusan kepada Sihon, raja orang Amori, raja di Hesybon, dan orang Israel meminta kepadanya: Izinkanlah kiranya kami berjalan melalui negerimu ini sampai ke tempat yang kami tuju.
20  Tetapi Sihon tidak percaya kepada orang Israel yang hendak berjalan melalui daerahnya itu, maka dikumpulkannyalah seluruh rakyatnya. Ia berkemah di Yahas, lalu berperang melawan orang Israel.
21  Tetapi TUHAN, Allah Israel, menyerahkan Sihon dengan seluruh rakyatnya ke dalam tangan orang Israel, dan mereka dikalahkan, sehingga orang Israel menduduki seluruh negeri kepunyaan orang Amori, penduduk negeri itu.
22  Demikianlah dimiliki orang Israel seluruh daerah orang Amori itu, dari sungai Arnon sampai ke sungai Yabok dan dari padang gurun sampai ke sungai Yordan.
23  Maka sekarang TUHAN, Allah Israel, telah merebut milik orang Amori, bagi Israel, umat-Nya. Apakah engkau hendak memiliki pula tanah mereka itu?
24  Bukankah engkau akan memiliki apa yang diberi oleh Kamos, allahmu? Demikianlah kami memiliki segala yang direbut bagi kami oleh TUHAN, Allah kami.
25  Lagipula, apakah engkau lebih baik dari Balak bin Zipor, raja Moab? Pernahkah ia menuntut hak kepada orang Israel atau pernahkah ia berperang melawan mereka?
26  Ketika orang Israel diam di Hesybon dengan segala anak kotanya, di Aroer dengan segala anak kotanya, dan di segala kota sepanjang kedua tepi sungai Arnon selama tiga ratus tahun, mengapa pada waktu itu engkau tidak melepaskan kota-kota itu?
27  Jadi aku tidak bersalah terhadap engkau, tetapi engkau berbuat jahat terhadap aku dengan berperang melawan aku. TUHAN, Hakim itu, Dialah yang menjadi hakim pada hari ini antara orang Israel dan bani Amon."
28  Tetapi raja bani Amon tidak mendengarkan perkataan yang disampaikan kepadanya oleh utusan-utusan Yefta.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 29 April -- 1 SAMUEL 2:27-36 - KOPI DINGIN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 29 April 2026
Bacaan : 1 SAMUEL 2:27-36
Setahun: 2 Raja-raja 23-25
Nats: "Kemudian siapa yang masih hidup dari keturunanmu akan datang sujud menyembah dia demi sekeping uang perak atau sepotong roti, dan berkata: Tempatkanlah aku dalam salah satu golongan imam, supaya aku dapat makan sekerat roti." (1 Samuel 2:36)

Renungan:

KOPI DINGIN

"Jangan salahkan jika kopimu dingin. Karena ia pernah hangat tetapi engkau mengabaikannya." Begitulah salah satu kutipan yang pernah melintas di linimasa media sosial saya. Ungkapan ini merupakan teguran kepada seseorang yang menyesal karena telah melewatkan momen-momen berharga dalam hidupnya. Kesalahan itu mengakibatkan ia memperoleh sesuatu yang tidak menyenangkan di masa kini. Semakin berharga hal yang kita sia-siakan, semakin besar pula penyesalan yang ditimbulkannya.

Eli dan kedua putranya meremehkan jabatan imam yang mereka jalankan. Sebagai imam, merekalah yang ditetapkan Allah menjadi perwakilan umat-Nya, yang bertugas mengurusi peribadatan umat-Nya, termasuk dalam persembahan kurban. Allah telah menetapkan berbagai aturan sebagai panduan mereka. Namun, mereka mengabaikan semua aturan itu. Mereka tidak menghormati Tuhan, bersikap serakah, serta melakukan berbagai tindakan amoral. Akibatnya, Tuhan murka dan menetapkan penghukuman-Nya. Keluarga Eli akan dibinasakan-Nya. Bahkan, keturunannya yang tersisa akan mengemis untuk diberi kesempatan melayani sebagai imam, demi mendapatkan sedikit makanan.

Ada begitu banyak hal berharga yang disia-siakan banyak orang, lebih daripada sekadar membiarkan kopi menjadi dingin. Sering kali kita baru menyadarinya setelah hal berharga itu terlepas dari genggaman kita. Sedihnya, tidak selalu kita memiliki kesempatan kedua untuk memperbaikinya. Menyesalinya pun tidak lagi mengubah situasi menjadi lebih baik. Karenanya, hendaknya kita belajar untuk menghargai setiap kebaikan, serta mensyukurinya, agar kelak kita tidak terpuruk dalam penyesalan. --HT/www.renunganharian.net
   
AGAR PAHITNYA PENYESALAN TAK DATANG MENYERGAP, MARI JALANI HIDUP PENUH SYUKUR DAN TANGGUNG JAWAB.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+SAMUEL+2:27-36

1 SAMUEL 2:27-36

27  Seorang abdi Allah datang kepada Eli dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Bukankah dengan nyata Aku menyatakan diri-Ku kepada nenek moyangmu, ketika mereka masih di Mesir dan takluk kepada keturunan Firaun?
28  Dan Aku telah memilihnya dari segala suku Israel menjadi imam bagi-Ku, supaya ia mempersembahkan korban di atas mezbah-Ku, membakar ukupan dan memakai baju efod di hadapan-Ku; kepada kaummu telah Kuserahkan segala korban api-apian orang Israel.
29  Mengapa engkau memandang dengan loba kepada korban sembelihan-Ku dan korban sajian-Ku, yang telah Kuperintahkan, dan mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih dari pada-Ku, sambil kamu menggemukkan dirimu dengan bagian yang terbaik dari setiap korban sajian umat-Ku Israel?
30  Sebab itu--demikianlah firman TUHAN, Allah Israel--sesungguhnya Aku telah berjanji: Keluargamu dan kaummu akan hidup di hadapan-Ku selamanya, tetapi sekarang--demikianlah firman TUHAN--:Jauhlah hal itu dari pada-Ku! Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah.
31  Sesungguhnya akan datang waktunya, bahwa Aku akan mematahkan tangan kekuatanmu dan tangan kekuatan kaummu, sehingga tidak ada seorang kakek dalam keluargamu.
32  Maka engkau akan memandang dengan mata bermusuhan kepada segala kebaikan yang akan Kulakukan kepada Israel dan dalam keluargamu takkan ada seorang kakek untuk selamanya.
33  Tetapi seorang dari padamu yang tidak Kulenyapkan dari lingkungan mezbah-Ku akan membuat matamu rusak dan jiwamu merana; segala tambahan keluargamu akan mati oleh pedang lawan.
34  Inilah yang akan menjadi tanda bagimu, yakni apa yang akan terjadi kepada kedua anakmu itu, Hofni dan Pinehas: pada hari yang sama keduanya akan mati.
35  Dan Aku akan mengangkat bagi-Ku seorang imam kepercayaan, yang berlaku sesuai dengan hati-Ku dan jiwa-Ku, dan Aku akan membangunkan baginya keturunan yang teguh setia, sehingga ia selalu hidup di hadapan orang yang Kuurapi.
36  Kemudian siapa yang masih tinggal hidup dari keturunanmu akan datang sujud menyembah kepadanya meminta sekeping uang perak atau sepotong roti, dan akan berkata: Tempatkanlah kiranya aku dalam salah satu golongan imam itu, supaya aku dapat makan sekerat roti."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Raja-raja+23-25
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Raja-raja+23-25

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]