(e-RH) 19 April -- MAZMUR 23 - SELAMANYA ATAU SEWAKTU

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 19 April 2026
Bacaan : MAZMUR 23
Setahun: 1 Raja-raja 18-20
Nats: Kebaikan dan kasih setia belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan tinggal dalam Rumah Tuhan sepanjang masa. (Mazmur 23:6)

Renungan:

SELAMANYA ATAU SEWAKTU

Dalam sebuah ibadah di gereja, Pendeta berseru, "God is good!" (Allah itu baik), lalu jemaat menyahut, "All the time!" (Selama-lamanya). Kompak sekali! Pendeta dan jemaat sepakat berpendapat bahwa Allah itu baik selama-lamanya. Sayangnya, kekompakan acapkali tidak lama bertahan. Saat kehidupan diempas kesukaran, hati meragukan kebenaran akan kebaikan Allah untuk saat itu. Maka pendapat pun berubah. Allah itu baik, hanya tidak selama-lamanya, melainkan sewaktu-waktu.

Daud menyatakan bahwa kebaikan dan kasih setia belaka mengikutinya seumur hidupnya (ay. 6a). Pernyataan yang serupa pendapat "Allah itu baik selama-lamanya". Padahal kehidupan Daud tidak berjalan mulus. Ada banyak empasan kesukaran, contohnya kejaran Raja Saul dan kudeta Absalom, putranya. Daud sendiri tidak memungkiri kenyataan itu dengan menyebutkan "lembah kekelaman" dan "lawan" (ay. 4a-5a). Namun, Daud tidak mengubah pernyataannya tentang Allah. "Seumur hidup" tidak diganti "setengah umur hidup", "selama-lamanya" tidak diubah "sewaktu-waktu". Alasannya, Daud mengerti ada maksud Tuhan ketika Ia mengizinkan kesukaran terjadi. Kesukaran membuat dirinya semakin tangguh. Daud memandang kesukaran juga sebagai kebaikan Tuhan sehingga ia mengucap syukur, katanya, "Terpujilah Tuhan, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang" (Mzm. 144:1).

Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita (Rm. 8:28). "Segala sesuatu" termasuk empasan kesukaran yang Dia izinkan datang. Sadari ada maksud Tuhan di baliknya yang menguntungkan kita. Maka jangan ubah pendapat kita tentang Tuhan! Sekalipun saat ini mengalami kesukaran, tetap katakan, "Allah itu baik selama-lamanya." --LIN/www.renunganharian.net
   
BUKAN SEWAKTU-WAKTU ALLAH MENYATAKAN KEBAIKAN-NYA, MELAINKAN SELAMA-LAMANYA, DI SEPANJANG UMUR KEHIDUPAN KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MAZMUR+23

MAZMUR 23

 1  Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
 2  Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
 3  Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
 4  Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
 5  Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
 6  Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Raja-raja+18-20
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-raja+18-20

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 19 April -- Hakim-hakim 6:1-24 - Retrospeksi

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 19 April 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 6:1-24

Judul: Retrospeksi

Mungkin kita sering mendengar kata "introspeksi", tetapi jarang mendengar kata "retrospeksi". Kata ini berarti kenangan kembali ke masa lalu, atau pandang balik dan dianalisis untuk mendapatkan pembelajaran. Retrospeksi juga dilakukan oleh Gideon, tokoh kita kali ini.

Pada masa Debora, bangsa Israel mengalami masa aman selama 40 tahun (Hak. 5:31b). Namun, setelah itu, mereka kembali hidup tidak sesuai dengan kehendak TUHAN, sehingga Ia membiarkan mereka dikuasai oleh bangsa Midian selama tujuh tahun. Mereka menderita akibat ulah bangsa Midian. Tempat perlindungan diserang, hasil bumi dimusnahkan, dan ternak dirampas. Dalam kondisi tidak berdaya, akhirnya bangsa Israel berseru agar TUHAN menolong mereka (1-6). Untuk itu, TUHAN memilih Gideon.

Ketika Malaikat TUHAN menemui Gideon untuk menyampaikan pesan-Nya (11-12), Gideon memberikan pertanyaan retrospektif. Jika TUHAN benar-benar menyertai mereka, mengapa mereka dikuasai bangsa Midian? Di mana keajaiban-Nya? Bukankah TUHAN adalah Allah yang membebaskan mereka dari Mesir (13)?

Pertanyaan-pertanyaan itu direspons TUHAN dengan perintah pengutusan untuk menyelamatkan bangsa Israel. Namun, perintah itu pun direspons Gideon dengan sebuah pertanyaan lain. Bagaimana mungkin ia mampu menyelamatkan bangsanya karena kaumnya adalah yang terkecil dan dirinya termuda (15)? TUHAN meyakinkan Gideon dengan janji penyertaan (16), dan bahkan dengan janji penghiburan, "Sejahteralah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati" (23).

Dari pengalaman Gideon kita belajar restrospeksi iman, dengan maksud agar kita terus-menerus belajar dari pengalaman masa lalu. Dengan aktif kita menganalisis iman kita agar kita mendapat pengenalan makin mendalam tentang Tuhan yang kita imani.

Iman yang hidup adalah iman yang terus-menerus bertanya kepada Tuhan dalam doa kita dan berpegang teguh pada janji penyertaan-Nya. [LRS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+6:1-24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+6:1-24

Hakim-hakim 6:1-24

 1  Tetapi orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN; sebab itu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Midian, tujuh tahun lamanya,
 2  dan selama itu orang Midian berkuasa atas orang Israel. Karena takutnya kepada orang Midian itu, maka orang Israel membuat tempat-tempat perlindungan di pegunungan, yakni gua-gua dan kubu-kubu.
 3  Setiap kali orang Israel selesai menabur, datanglah orang Midian, orang Amalek dan orang-orang dari sebelah timur, lalu maju mendatangi mereka;
 4  berkemahlah orang-orang itu di daerah mereka, dan memusnahkan hasil tanah itu sampai ke dekat Gaza, dan tidak meninggalkan bahan makanan apapun di Israel, juga domba, atau lembu atau keledaipun tidak.
 5  Sebab orang-orang itu datang maju dengan ternaknya dan kemahnya, dan datangnya itu berbanyak-banyak seperti belalang. Orang-orangnya dan unta-untanya tidak terhitung banyaknya, sekaliannya datang ke negeri itu untuk memusnahkannya,
 6  sehingga orang Israel menjadi sangat melarat oleh perbuatan orang Midian itu. Lalu berserulah orang Israel kepada TUHAN.
 7  Ketika orang Israel berseru kepada TUHAN karena orang Midian itu,
 8  maka TUHAN mengutus seorang nabi kepada orang Israel, yang berkata kepada mereka: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang menuntun kamu keluar dari Mesir dan yang membawa kamu keluar dari rumah perbudakan.
 9  Aku melepaskan kamu dari tangan orang Mesir dan dari tangan semua orang yang menindas kamu, bahkan Aku menghalau mereka dari depanmu dan negeri mereka Kuberikan kepadamu.
10  Dan Aku telah berfirman kepadamu: Akulah TUHAN, Allahmu, maka janganlah kamu menyembah allah orang Amori, yang negerinya kamu diami ini. Tetapi kamu tidak mendengarkan firman-Ku itu."
11  Kemudian datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian.
12  Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: "TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani."
13  Jawab Gideon kepada-Nya: "Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah TUHAN telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian."
14  Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: "Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!"
15  Tetapi jawabnya kepada-Nya: "Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku."
16  Berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis."
17  Maka jawabnya kepada-Nya: "Jika sekiranya aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, maka berikanlah kepadaku tanda, bahwa Engkau sendirilah yang berfirman kepadaku.
18  Janganlah kiranya pergi dari sini, sampai aku datang kepada-Mu membawa persembahanku dan meletakkannya di hadapan-Mu." Firman-Nya: "Aku akan tinggal, sampai engkau kembali."
19  Masuklah Gideon ke dalam, lalu mengolah seekor anak kambing dan roti yang tidak beragi dari seefa tepung; ditaruhnya daging itu ke dalam bakul dan kuahnya ke dalam periuk, dibawanya itu kepada-Nya ke bawah pohon tarbantin, lalu disuguhkannya.
20  Berfirmanlah Malaikat Allah kepadanya: "Ambillah daging dan roti yang tidak beragi itu, letakkanlah ke atas batu ini, dan curahkan kuahnya." Maka diperbuatnya demikian.
21  Dan Malaikat TUHAN mengulurkan tongkat yang ada di tangan-Nya; dengan ujungnya disinggung-Nya daging dan roti itu; maka timbullah api dari batu itu dan memakan habis daging dan roti itu. Kemudian hilanglah Malaikat TUHAN dari pandangannya.
22  Maka tahulah Gideon, bahwa itulah Malaikat TUHAN, lalu katanya: "Celakalah aku, Tuhanku ALLAH! sebab memang telah kulihat Malaikat TUHAN dengan berhadapan muka."
23  Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati."
24  Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi TUHAN dan menamainya: TUHAN itu keselamatan. Mezbah itu masih ada sampai sekarang di Ofra, kota orang Abiezer.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 18 April -- MAZMUR 63 - HIDUP YANG BERARTI

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 18 April 2026
Bacaan : MAZMUR 63
Setahun: 1 Raja-raja 15-17
Nats: Sebab kasih setia-Mu lebih baik daripada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau. (Mazmur 63:4)

Renungan:

HIDUP YANG BERARTI

Sudah berusia 85 tahun tidak menyurutkan semangat Abou Khodr asal Lebanon untuk berenang selama dua jam di Laut Mediterania setiap hari. Tidak peduli cuaca saat itu sedang hujan atau musim dingin menerpa hingga banyak orang mengaguminya. Dia sungguh menemukan kebahagiaan pada aktivas yang digelutinya itu setelah sempat merasa kesepian dan kesedihan panjang setelah pensiun dari pekerjaannya sebagai pekerja kapal.

Tidak seperti kebanyakan orang, masa tua kita sebagai anak-anak Tuhan tidaklah identik dengan kesuntukan dan berbagai keterbatasan yang mengakibatkan kita hanya asal melewatkan hari. Sampai masa tua, kasih setia Tuhan tetap dialami. Dengan demikian, apa pun yang terjadi, kita dapat menatap hari dengan antusias dan selalu menemukan aktivitas, di mana kita dapat merasakan hadirat Allah Yang Maha Pengasih sehingga tidak ada kehampaan yang meliputi hati kita. Kebahagiaan akan terpancar di hari-hari yang kita jalani melalui keyakinan kita bahwa Dia selalu memegang tangan kita sehingga tidak ada yang perlu kita khawatirkan.

Apakah saat ini kita merasa bahwa hidup hanya tinggal menghitung hari? Kita kehilangan gairah untuk menjalani hari-hari yang ada? Jika ya, mari dekatkan diri kepada Tuhan dan kerinduan kita kepada-Nya itu akan terpuaskan oleh kasih setia-Nya yang besar. Sukacita sorgawi akan menaungi kita sepanjang jalan, sebagaimana yang dialami oleh Pemazmur. --KSD/www.renunganharian.net
   
HIDUP KITA YANG TIDAK PERNAH TERLEPAS DARI PERSEKUTUAN DENGAN TUHAN AKAN SELALU BERARTI KARENA KASIH SETIA-NYA YANG MENOPANG.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MAZMUR+63

MAZMUR 63

 1  Mazmur Daud, ketika ia ada di padang gurun Yehuda. (63-2) Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.
 2  (63-3) Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu.
 3  (63-4) Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau.
 4  (63-5) Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.
 5  (63-6) Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji.
 6  (63-7) Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, --
 7  (63-8) sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai.
 8  (63-9) Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.
 9  (63-10) Tetapi orang-orang yang berikhtiar mencabut nyawaku, akan masuk ke bagian-bagian bumi yang paling bawah.
10  (63-11) Mereka akan diserahkan kepada kuasa pedang, mereka akan menjadi makanan anjing hutan.
11  (63-12) Tetapi raja akan bersukacita di dalam Allah; setiap orang, yang bersumpah demi Dia, akan bermegah, karena mulut orang-orang yang mengatakan dusta akan disumbat.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Raja-raja+15-17
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-raja+15-17

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 18 April -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

Hakim-hakim 3:7-11

Umat Israel memiliki pola kehidupan yang klasik: mereka melupakan TUHAN dan jatuh ke dalam dosa, sehingga ditindas oleh musuh. Ketika penderitaan menekan, mereka berseru kepada Allah, dan Ia berbelas kasih dengan membangkitkan Otniel sebagai hakim yang memimpin pembebasan.

Otniel, yang dipenuhi Roh TUHAN, mengalahkan musuh dan membawa damai selama empat puluh tahun. Kesetiaan kepada Tuhan menjamin ketenteraman, sedangkan penyimpangan akan menjerumuskan kepada penderitaan. Kasih setia Allah selalu membuka jalan pemulihan bagi umat yang sungguh bertobat dan kembali kepada-Nya.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang orang Israel lakukan? (7)
2. Apa yang TUHAN lakukan atas orang Israel? (8)
3. Bagaimana sikap orang Israel, dan apa respons TUHAN terhadap mereka? (9)
4. Apa yang sang hakim lakukan? (10)
5. Apa yang akhirnya terjadi pada orang Israel dan hakim itu? (11)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apa yang menimbulkan murka Allah dan yang seharusnya dihindari oleh umat-Nya?
2. Apa yang sepatutnya umat lakukan bila mereka sedang dihukum Allah?
3. Setelah diselamatkan oleh Allah, apa yang seharusnya umat lakukan agar mereka dan generasi mendatang tidak mengulangi dosa yang sama?

Apa respons Anda?
1. Apa perbuatan dosa atau kesalahan yang masih Anda gumuli dalam hati Anda?
2. Apa komitmen yang akan Anda buat untuk tetap setia kepada Allah seumur hidup Anda?

Pokok Doa:
Syukur kepada Allah yang maha adil dan panjang sabar terhadap umat-Nya sejak dahulu sampai selama-lamanya.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+5
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+5

Hakim-hakim 3:7-11

 7  Orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, mereka melupakan TUHAN, Allah mereka, dan beribadah kepada para Baal dan para Asyera.
 8  Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel, sehingga Ia menjual mereka kepada Kusyan-Risyataim, raja Aram-Mesopotamia dan orang Israel menjadi takluk kepada Kusyan-Risyataim delapan tahun lamanya.
 9  Lalu berserulah orang Israel kepada TUHAN, maka TUHAN membangkitkan seorang penyelamat bagi orang Israel, yakni Otniel, anak Kenas adik Kaleb.
10  Roh TUHAN menghinggapi dia dan ia menghakimi orang Israel. Ia maju berperang, lalu TUHAN menyerahkan Kusyan-Risyataim, raja Aram, ke dalam tangannya, sehingga ia mengalahkan Kusyan-Risyataim.
11  Lalu amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya. Kemudian matilah Otniel anak Kenas.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 18 April -- Hakim-hakim 5 - Rekam Jejak Iman

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 18 April 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 5

Judul: Rekam Jejak Iman

Rekam jejak artinya kumpulan informasi mengenai aktivitas dan kinerja seseorang pada masa lalu. Ini mencakup semua hal yang telah dilakukan, termasuk keberhasilan dan kegagalan, juga bagaimana mereka mengatasi masalah.

Nyanyian Debora dapat dikatakan sebagai rekam jejak iman bangsa Israel. Tercatat dalam syair lagu yang dinyanyikan Debora dan Barak, ada suatu masa di mana orang Israel menyembah ilah-ilah lain dan Allah menghukum mereka (8). Namun, ada juga masa di mana orang Israel menyadari kesalahannya dan mau bangkit dari keterpurukannya. Dengan sukarela mereka berperang melawan musuh (9).

Ada masanya orang Israel benar-benar merasakan kuasa Tuhan yang luar biasa (4-5). Ada masanya perempuan-perempuan seperti Debora dan Yael dipakai TUHAN menjadi bagian dari perjuangan dan kemenangan (12, 24). Ada masanya suku-suku yang peduli dengan rela berjuang demi kepentingan bersama (14-16), meski suku-suku yang tidak peduli hanya mementingkan diri sendiri (15-17). Ada masanya orang Israel mengakui bahwa orang-orang yang mengasihi TUHAN akan menerima kehidupan yang baru, sedangkan orang-orang yang memusuhi TUHAN akan memperoleh kebinasaan (31).

Rekam jejak iman bangsa Israel tergambar apa adanya dalam nyanyian Debora. Rekam jejak ini tentu menjadi pembelajaran iman yang berharga bagi generasi-generasi berikutnya.

Bagaimana dengan rekam jejak iman kita? Tentu, kita mengharapkan rekam jejak iman yang baik. Namun, pada kenyataannya, perjalanan iman kita tidak selalu mulus.

Ada kalanya kita jatuh ke dalam berbagai kelemahan dan kelalaian. Namun, karakter orang yang beriman kepada Tuhan adalah selalu mau belajar dari kesalahan untuk hidup lebih baik sesuai kehendak Tuhan.

Marilah kita belajar dari rekam jejak iman bangsa Israel yang intinya adalah pujilah Tuhan, kasihilah Tuhan senantiasa, dan hiduplah dalam ketaatan kepada-Nya. Biarlah generasi berikutnya juga belajar dari rekam jejak iman kita yang baik di dalam Tuhan. [LRS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+5
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+5

Hakim-hakim 5

 1  Pada hari itu bernyanyilah Debora dan Barak bin Abinoam, demikian:
 2  Karena pahlawan-pahlawan di Israel siap berperang, karena bangsa itu menawarkan dirinya dengan sukarela, pujilah TUHAN!
 3  Dengarlah, ya raja-raja! Pasanglah telingamu, ya pemuka-pemuka! Kalau aku, aku mau bernyanyi bagi TUHAN, bermazmur bagi TUHAN, Allah Israel.
 4  TUHAN, ketika Engkau bergerak dari Seir, ketika Engkau melangkah maju dari daerah Edom, bergoncanglah bumi, tirislah juga langit, juga awan tiris airnya;
 5  gunung-gunung--yakni Sinai--bergoyang di hadapan TUHAN, di hadapan TUHAN, Allah Israel.
 6  Dalam zaman Samgar bin Anat, dalam zaman Yael, kafilah tidak ada lagi dan orang-orang yang dalam perjalanan terpaksa menempuh jalan yang berbelit-belit.
 7  Penduduk pedusunan diam-diam saja di Israel, ya mereka diam-diam, sampai engkau bangkit, Debora, bangkit sebagai ibu di Israel.
 8  Ketika orang memilih allah baru, maka terjadilah perang di pintu gerbang. Sesungguhnya, perisai ataupun tombak tidak terlihat di antara empat puluh ribu orang di Israel.
 9  Hatiku tertuju kepada para panglima Israel, kepada mereka yang menawarkan dirinya dengan sukarela di antara bangsa itu. Pujilah TUHAN!
10  Kamu, yang menunggang keledai betina putih, kamu, yang duduk di atas permadani, kamu, yang berjalan di jalan, ceriterakanlah hal itu!
11  Di tempat-tempat penimbaan air, menurut suara orang-orang yang berdendang, di sanalah orang menyanyikan perbuatan TUHAN yang adil, perbuatan-Nya yang adil terhadap orang-orang-Nya di pedusunan di Israel. Pada waktu itu turunlah umat TUHAN ke pintu gerbang.
12  Bangunlah, bangunlah, Debora! Bangunlah, bangunlah, nyanyikanlah suatu nyanyian! Bangkitlah, Barak! dan giringlah tawananmu, hai anak Abinoam!
13  Lalu turunlah para bangsawan yang terluput, umat TUHAN turun bagi-Nya sebagai pahlawan.
14  Dari suku Efraim mereka datang ke lembah, mengikuti engkau, ya suku Benyamin, dengan laskarmu; dari suku Makhir turunlah para panglima dan dari suku Zebulon orang-orang pembawa tongkat pengerah.
15  Juga para pemimpin suku Isakhar menyertai Debora, dan seperti Isakhar, demikianlah Naftali menyertai Barak. Mereka menyusul dia dan menyerbu masuk lembah. Tetapi pihak pasukan-pasukan suku Ruben ada banyak pertimbangan.
16  Mengapa engkau tinggal duduk di antara kandang-kandang sambil mendengarkan seruling pemanggil kawanan? Di pihak pasukan-pasukan suku Ruben ada banyak pertimbangan!
17  Orang Gilead tinggal diam di seberang sungai Yordan; dan suku Dan, mengapa mereka tinggal dekat kapal-kapal? Suku Asyer duduk di tepi pantai laut, tinggal diam di teluk-teluknya.
18  Tetapi suku Zebulon ialah bangsa yang berani mempertaruhkan nyawanya, demikian juga suku Naftali, di tempat-tempat tinggi di padang.
19  Raja-raja datang dan berperang, pada waktu itu raja-raja Kanaan berperang dekat Taanakh, pada mata air di Megido, tetapi perak sebagai rampasan tidak diperoleh mereka.
20  Dari langit berperang bintang-bintang, dari peredarannya mereka memerangi Sisera.
21  Sungai Kison menghanyutkan musuh, Kison, sungai yang terkenal dari dahulu kala itu. --Majulah sekuat tenaga, hai jiwaku! --
22  Ketika itu menderaplah telapak kuda, karena berpacu lari kuda-kudanya.
23  "Kutukilah kota Meros!" firman Malaikat TUHAN, "kutukilah habis-habisan penduduknya, karena mereka tidak datang membantu TUHAN, membantu TUHAN sebagai pahlawan."
24  Diberkatilah Yael, isteri Heber, orang Keni itu, melebihi perempuan-perempuan lain, diberkatilah ia, melebihi perempuan-perempuan yang di dalam kemah.
25  Air diminta orang itu, tetapi susu diberikannya; dalam cawan yang indah disuguhkannya dadih.
26  Tangannya diulurkannya mengambil patok, tangan kanannya mengambil tukul tukang, ditukulnya Sisera, dihancurkannya kepalanya, diremukkan dan ditembusnya pelipisnya.
27  Dekat kakinya orang itu rebah, tewas tergeletak, dekat kakinya orang itu rebah dan tewas, di tempat ia rebah, di sanalah orang itu tewas, digagahi.
28  Dari jendela ibu Sisera menjenguk dan berseru dari tingkap: "Mengapa keretanya tak kunjung datang? Mengapa kereta-keretanya belum kedengaran?"
29  Yang paling bijak di antara dayang-dayangnya menjawabnya, dan ia sendiri juga membalas perkataannya itu:
30  "Bukankah mereka mendapat jarahan dan membagi-baginya, gadis seorang dua untuk setiap orang jarahan kain berwarna sehelai dua untuk Sisera, jarahan kain sulaman aneka warna sehelai dua untuk leherku?"
31  Demikianlah akan binasa segala musuh-Mu, ya TUHAN! Tetapi orang yang mengasihi-Nya bagaikan matahari terbit dalam kemegahannya. Lalu amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 17 April -- 2 KORINTUS 12:1-10 - CUKUPLAH ANUGERAH-KU

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 17 April 2026
Bacaan : 2 KORINTUS 12:1-10
Setahun: 1 Raja-raja 12-14
Nats: Namun, jawab Tuhan kepadaku, "Cukuplah anugerah-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu, aku terlebih suka bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. (2 Korintus 12:9)

Renungan:

CUKUPLAH ANUGERAH-KU

Seorang pendeta muda tiba-tiba didiagnosis menderita penyakit autoimun yang membuatnya sulit bergerak. Ia frustrasi. Pelayanan yang dulu menjadi panggilan, kini terasa seperti beban karena keterbatasan fisiknya. Dalam masa sulitnya, ia berhenti berkhotbah dan mulai menulis renungan. Ia mulai menulis bukan karena kekuatan, tapi karena kelemahan yang memaksanya duduk dan diam di hadapan Tuhan. Ternyata, tulisan-tulisannya mulai menyentuh banyak orang, bahkan lebih luas dari pelayanannya dulu. Dalam syukurnya ia berdoa, "Tuhan, jika inilah cara-Mu menunjukkan kekuatan-Mu dalam hidupku, aku bersyukur untuk kelemahan ini."

Paulus juga menceritakan tentang "duri dalam dagingnya", suatu kelemahan atau penderitaan yang ia mohon tiga kali agar Tuhan ambil darinya. Namun, Tuhan tidak mengabulkannya. Sebaliknya, Tuhan memberi jawaban yang luar biasa, "Cukuplah anugerah-Ku bagimu." Paulus belajar memahami bahwa Tuhan tidak selalu menghapus kelemahan, tetapi Ia selalu mencurahkan anugerah-Nya agar ia bisa bertahan, bahkan menjadi berkat.

Sering kali kita merasa tidak cukup baik dan tidak cukup mampu untuk menjalani panggilan hidup. Dunia mengajarkan bahwa kita harus selalu tangguh. Namun, Tuhan bekerja dengan cara berbeda. Ia tidak mencari orang yang kuat menurut standar dunia, melainkan orang yang bersandar kepada-Nya dalam kelemahan. Dalam kondisi terlemah dalam hidup kita, anugerah Tuhan bekerja paling nyata. Bukan saat kita berdiri kokoh, tapi saat kita tersungkur dan tetap percaya. --SYS/www.renunganharian.net
   
KELEMAHAN KITA BUKAN AKHIR DARI SEGALANYA, ITU AWAL DARI ANUGERAH YANG BEKERJA TANPA BATAS.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+KORINTUS+12:1-10

2 KORINTUS 12:1-10

 1  Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan.
 2  Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau--entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya--orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga.
 3  Aku juga tahu tentang orang itu, --entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya--
 4  ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia.
 5  Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku.
 6  Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang menghitungkan kepadaku lebih dari pada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku.
 7  Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.
 8  Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.
 9  Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
10  Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Raja-raja+12-14
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-raja+12-14

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 17 April -- Hakim-hakim 4 - Plot Twist Tuhan dalam Kehidupan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 17 April 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 4

Judul: Plot Twist Tuhan dalam Kehidupan

Sebagai teknik naratif dalam sebuah cerita, plot twist adalah perubahan alur yang tidak terduga dan mengejutkan bagi pembaca atau penonton. Biasanya, plot twist membalikkan ekspektasi awal dan memberikan perspektif baru atas keseluruhan cerita.

Ada plot twist menarik dalam kisah Alkitab kali ini. Bila kita membaca Hakim-hakim 4, biasanya perhatian kita tertuju kepada dua tokoh utama, yaitu Debora dan Barak. Sebagai pembaca, tentu kita menduga bahwa dua tokoh inilah yang berperan dalam puncak cerita.

Dikisahkan bagaimana orang Israel kembali berbuat dosa sepeninggal Hakim Ehud, maka TUHAN membiarkan mereka dijajah oleh Yabin, raja Kanaan. Sisera, panglima perangnya, menindas mereka dengan kejam selama 20 tahun. Keadaan itu membuat mereka kembali berseru kepada TUHAN (1-3). Lalu, TUHAN berfirman kepada Debora agar ia maju berperang bersama Barak. Tuhan pun sudah memberikan jaminan bahwa mereka akan mendapat kemenangan (4-7). Barak sebagai panglima perang sempat dilanda kebimbangan sehingga ia mengatakan bahwa ia akan maju jika Debora ikut maju (8). Debora mengatakan bahwa Barak tidak akan mendapat kehormatan dengan keputusannya itu. Seorang perempuan dipakai Tuhan untuk mengalahkan Sisera (9).

Dari perkataan itu, wajar apabila pembaca menduga Deboralah yang akan mendapat kehormatan. Namun, ternyata Yael, istri Heber, orang Keni, yang dimaksudkan oleh TUHAN. Bila kita membaca ayat 17, jelas bahwa keluarga Heber berada di pihak Yabin. Secara logis tidak mungkin keluarga Heber mencelakai Sisera. Nyatanya, tangan Yaellah yang membunuh panglima itu (18-21). Begitulah plot twist Tuhan untuk menggenapi rencana-Nya.

Ada banyak pergumulan yang tidak bisa kita duga bagaimana akhirnya. Namun, yang bisa kita pastikan, Tuhan akan selalu menyertai dan memberikan kekuatan kepada orang-orang yang berserah kepada-Nya. Percayalah, plot twist Tuhan dalam kehidupan adalah untuk memberikan masa depan yang penuh harapan kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya. [LRS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+4
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+4

Hakim-hakim 4

 1  Setelah Ehud mati, orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata TUHAN.
 2  Lalu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan Yabin, raja Kanaan, yang memerintah di Hazor. Panglima tentaranya ialah Sisera yang diam di Haroset-Hagoyim.
 3  Lalu orang Israel berseru kepada TUHAN, sebab Sisera mempunyai sembilan ratus kereta besi dan dua puluh tahun lamanya ia menindas orang Israel dengan keras.
 4  Pada waktu itu Debora, seorang nabiah, isteri Lapidot, memerintah sebagai hakim atas orang Israel.
 5  Ia biasa duduk di bawah pohon korma Debora antara Rama dan Betel di pegunungan Efraim, dan orang Israel menghadap dia untuk berhakim kepadanya.
 6  Ia menyuruh memanggil Barak bin Abinoam dari Kedesh di daerah Naftali, lalu berkata kepadanya: "Bukankah TUHAN, Allah Israel, memerintahkan demikian: Majulah, bergeraklah menuju gunung Tabor dengan membawa sepuluh ribu orang bani Naftali dan bani Zebulon bersama-sama dengan engkau,
 7  dan Aku akan menggerakkan Sisera, panglima tentara Yabin, dengan kereta-keretanya dan pasukan-pasukannya menuju engkau ke sungai Kison dan Aku akan menyerahkan dia ke dalam tanganmu."
 8  Jawab Barak kepada Debora: "Jika engkau turut maju akupun maju, tetapi jika engkau tidak turut maju akupun tidak maju."
 9  Kata Debora: "Baik, aku turut! Hanya, engkau tidak akan mendapat kehormatan dalam perjalanan yang engkau lakukan ini, sebab TUHAN akan menyerahkan Sisera ke dalam tangan seorang perempuan." Lalu Debora bangun berdiri dan pergi bersama-sama dengan Barak ke Kedesh.
10  Barak mengerahkan suku Zebulon dan suku Naftali ke Kedesh, maka sepuluh ribu orang maju mengikuti dia; juga Debora maju bersama-sama dengan dia.
11  Adapun Heber, orang Keni itu, telah memisahkan diri dari suku Keni, dari anak-anak Hobab ipar Musa, dan telah berpindah-pindah memasang kemahnya sampai ke pohon tarbantin di Zaanaim yang dekat Kedesh.
12  Setelah dikabarkan kepada Sisera, bahwa Barak bin Abinoam telah maju ke gunung Tabor,
13  dikerahkannyalah segala keretanya, sembilan ratus kereta besi, dan seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia, dari Haroset-Hagoyim ke sungai Kison.
14  Lalu berkatalah Debora kepada Barak: "Bersiaplah, sebab inilah harinya TUHAN menyerahkan Sisera ke dalam tanganmu. Bukankah TUHAN telah maju di depan engkau?" Lalu turunlah Barak dari gunung Tabor dan sepuluh ribu orang mengikuti dia,
15  dan TUHAN mengacaukan Sisera serta segala keretanya dan seluruh tentaranya oleh mata pedang di depan Barak, sehingga Sisera turun dari keretanya dan melarikan diri dengan berjalan kaki.
16  Lalu Barak mengejar kereta-kereta dan tentara itu sampai ke Haroset-Hagoyim, dan seluruh tentara Sisera tewas oleh mata pedang; tidak ada seorangpun yang tinggal hidup.
17  Tetapi Sisera dengan berjalan kaki melarikan diri ke kemah Yael, isteri Heber, orang Keni itu, sebab ada perhubungan baik antara Yabin, raja Hazor, dengan keluarga Heber, orang Keni itu.
18  Yael itupun keluar mendapatkan Sisera, dan berkata kepadanya: "Singgahlah, tuanku, silakan masuk. Jangan takut." Lalu singgahlah ia ke dalam kemah perempuan itu dan perempuan itu menutupi dia dengan selimut.
19  Kemudian berkatalah ia kepada perempuan itu: "Berilah kiranya aku minum air sedikit, aku haus." Lalu perempuan itu membuka kirbat susu, diberinyalah dia minum dan diselimutinya pula.
20  Lagi katanya kepada perempuan itu: "Berdirilah di depan pintu kemah dan apabila ada orang datang dan bertanya kepadamu: Ada orang di sini?, maka jawablah: Tidak ada."
21  Tetapi Yael, isteri Heber, mengambil patok kemah, diambilnya pula palu, mendekatinya diam-diam, lalu dilantaknyalah patok itu masuk ke dalam pelipisnya sampai tembus ke tanah--sebab ia telah tidur nyenyak karena lelahnya--maka matilah orang itu.
22  Pada waktu itu muncullah Barak yang mengejar Sisera. Keluarlah Yael mendapatkan dia dan berkata kepadanya: "Mari, aku akan menunjukkan kepadamu orang yang kaucari itu." Lalu masuklah Barak ke dalam dan tampaklah Sisera mati tergeletak dengan patok dalam pelipisnya.
23  Demikianlah Allah pada hari itu menundukkan Yabin, raja Kanaan, di depan orang Israel.
24  Dan kekuasaan orang Israel kian keras menekan Yabin, raja Kanaan, sampai mereka melenyapkan Yabin, raja Kanaan itu.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 16 April -- 1 PETRUS 3:13-22 - LEBIH BAIK MENDERITA?

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 16 April 2026
Bacaan : 1 PETRUS 3:13-22
Setahun: 1 Raja-raja 10-11
Nats: Sebab, lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, daripada menderita karena berbuat jahat. (1 Petrus 3:17)

Renungan:

LEBIH BAIK MENDERITA?

Hikmat manusia menganggap bahwa berbuat baik menghindarkan kita dari rupa-rupa penderitaan. Sebab, penderitaan adalah konsekuensi dari perbuatan jahat. Namun, faktanya penderitaan tidak selalu muncul sebagai upah kejahatan. Kesetiaan kepada Kristus kadang membawa kita pada penderitaan. Bahkan adakalanya penderitaan semakin berat saat kita memilih untuk tetap berdiri tegak memegang kebenaran. Saat kita memilih jujur di tengah sistem yang korup, misalnya.

Petrus mengajarkan bahwa menderita karena perbuatan baik adalah sebuah berkat. Penderitaan juga bisa terjadi karena kehendak Allah. Sebagaimana Kristus hidup menderita demi melakukan kehendak Allah dengan sempurna, pengikut-Nya pun selalu memiliki kemungkinan turut menanggung penderitaan karena kebenaran. Dengan demikian, penderitaan demi kebenaran berkenan kepada Allah karena kita berjalan dalam kehendak-Nya. Allah menghargai itu sehingga Ia menyebut orang yang menderita karena kebenaran dengan "berbahagia" (bdk. Mat. 5:3-12).

Penderitaan dalam kebenaran menjadi kesaksian iman, sebab tetap bersukacita dan berpengharapan di tengah penderitaan membuat dunia melihat perbedaan itu. Jika Kristus telah lebih dulu menderita dan berakhir pada kemenangan, penderitaan juga membuat kita dipersatukan dengan Kristus: menderita dengan Dia, dimuliakan bersama Dia (bdk. Rm. 8:17). Penderitaan membentuk hati yang taat, sabar, dan murni. Penderitaan mengajar kita mengandalkan Tuhan. Jika demikian, bukankah lebih baik menderita karena melakukan kehendak Tuhan? --EBL/www.renunganharian.net
   
ALLAH MEMAKAI PENDERITAAN KITA UNTUK MEMURNIKAN IMAN, MENJADI KESAKSIAN, DAN MENYATUKAN KITA BERSAMA KRISTUS DALAM KEMULIAAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+PETRUS+3:13-22

1 PETRUS 3:13-22

13  Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik?
14  Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.
15  Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat,
16  dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.
17  Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.
18  Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,
19  dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara,
20  yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
21  Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,
22  yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Raja-raja+10-11
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-raja+10-11

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]