e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 27 Maret 2026
Ayat SH: Yohanes 16:16-33
Judul: Damai di Tengah Badai
Kita cukup akrab dengan perpisahan, namun dipisahkan oleh kematian dapat memberikan perasaan yang campur aduk. Saat saudara seiman kita yang setia dipanggil pulang ke surga, apakah kita bersedih, atau bersyukur atas kesaksian hidupnya?
Tuhan Yesus mempersiapkan murid-murid-Nya tentang masa sulit yang akan mereka alami: penganiayaan yang akan datang, dan karya Roh Kudus bagi umat Allah (lih. 1-15). Sekarang, waktunya sudah semakin dekat bahwa para murid tidak akan melihat Tuhan Yesus lagi (16-19). Tuhan Yesus menegaskan bagaimana perpisahan ini akan memberi sukacita yang kekal, yang tidak dapat digantikan oleh apa pun (20-22).
Perpisahan dengan Tuhan Yesus akan membuka jalan langsung kepada Bapa di surga sehingga para murid dapat datang kepada Bapa setiap saat dalam doa, yang dinaikkan dengan Nama Tuhan Yesus sebagai meterai penjaminnya (23-28). Inilah wujud sukacita kekal yang disediakan Allah melalui kurban Tuhan Yesus Kristus: bagaimana perpisahan dengan Tuhan Yesus secara ragawi justru menjadi jalan kepada Allah Bapa melalui persekutuan rohani yang tidak lagi dibatasi oleh ruang, waktu maupun kematian. Inilah yang menjadi kemenangan sejati iman dalam Kristus, dan jaminan damai kekal (29-33).
Ketika itulah para murid mulai menyadari bagaimana karya keselamatan yang dikerjakan Tuhan Yesus tidak akan membiarkan mereka sendirian. Penganiayaan dan penderitaan mungkin mencerai-beraikan mereka, tetapi Tuhan Yesus menjamin penyertaan dan damai sejahtera dari surga. Damai yang kita alami sebagai orang percaya adalah anugerah pemberian Tuhan Allah.
Ketika kita berduka karena ditinggal orang yang kita kasihi yang juga percaya kepada Allah, apa landasan kekuatan kita? Adakah kita melihat pemeliharaan melalui kasih Allah yang menuntun kita? Adakah damai sejahtera Allah yang menguasai pikiran dan realitas hidup memberi kita kekuatan di tengah pergumulan? Apa landasan sukacita kita sebagai orang yang beriman kepada Tuhan Yesus? [IBS]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/03/27/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+16:16-33
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+16:16-33
Yohanes 16:16-33
16 "Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku."
17 Mendengar itu beberapa dari murid-Nya berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya Ia berkata kepada kita: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku? Dan: Aku pergi kepada Bapa?"
18 Maka kata mereka: "Apakah artinya Ia berkata: Tinggal sesaat saja? Kita tidak tahu apa maksud-Nya."
19 Yesus tahu, bahwa mereka hendak menanyakan sesuatu kepada-Nya, lalu Ia berkata kepada mereka: "Adakah kamu membicarakan seorang dengan yang lain apa yang Kukatakan tadi, yaitu: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku?
20 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.
21 Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.
22 Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu.
23 Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.
24 Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.
25 Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu.
26 Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,
27 sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.
28 Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa."
29 Kata murid-murid-Nya: "Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan.
30 Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah."
31 Jawab Yesus kepada mereka: "Percayakah kamu sekarang?
32 Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku.
33 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 27 Maret 2026
Ayat SH: Yohanes 16:16-33
Judul: Damai di Tengah Badai
Kita cukup akrab dengan perpisahan, namun dipisahkan oleh kematian dapat memberikan perasaan yang campur aduk. Saat saudara seiman kita yang setia dipanggil pulang ke surga, apakah kita bersedih, atau bersyukur atas kesaksian hidupnya?
Tuhan Yesus mempersiapkan murid-murid-Nya tentang masa sulit yang akan mereka alami: penganiayaan yang akan datang, dan karya Roh Kudus bagi umat Allah (lih. 1-15). Sekarang, waktunya sudah semakin dekat bahwa para murid tidak akan melihat Tuhan Yesus lagi (16-19). Tuhan Yesus menegaskan bagaimana perpisahan ini akan memberi sukacita yang kekal, yang tidak dapat digantikan oleh apa pun (20-22).
Perpisahan dengan Tuhan Yesus akan membuka jalan langsung kepada Bapa di surga sehingga para murid dapat datang kepada Bapa setiap saat dalam doa, yang dinaikkan dengan Nama Tuhan Yesus sebagai meterai penjaminnya (23-28). Inilah wujud sukacita kekal yang disediakan Allah melalui kurban Tuhan Yesus Kristus: bagaimana perpisahan dengan Tuhan Yesus secara ragawi justru menjadi jalan kepada Allah Bapa melalui persekutuan rohani yang tidak lagi dibatasi oleh ruang, waktu maupun kematian. Inilah yang menjadi kemenangan sejati iman dalam Kristus, dan jaminan damai kekal (29-33).
Ketika itulah para murid mulai menyadari bagaimana karya keselamatan yang dikerjakan Tuhan Yesus tidak akan membiarkan mereka sendirian. Penganiayaan dan penderitaan mungkin mencerai-beraikan mereka, tetapi Tuhan Yesus menjamin penyertaan dan damai sejahtera dari surga. Damai yang kita alami sebagai orang percaya adalah anugerah pemberian Tuhan Allah.
Ketika kita berduka karena ditinggal orang yang kita kasihi yang juga percaya kepada Allah, apa landasan kekuatan kita? Adakah kita melihat pemeliharaan melalui kasih Allah yang menuntun kita? Adakah damai sejahtera Allah yang menguasai pikiran dan realitas hidup memberi kita kekuatan di tengah pergumulan? Apa landasan sukacita kita sebagai orang yang beriman kepada Tuhan Yesus? [IBS]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/03/27/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+16:16-33
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+16:16-33
Yohanes 16:16-33
16 "Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku."
17 Mendengar itu beberapa dari murid-Nya berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya Ia berkata kepada kita: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku? Dan: Aku pergi kepada Bapa?"
18 Maka kata mereka: "Apakah artinya Ia berkata: Tinggal sesaat saja? Kita tidak tahu apa maksud-Nya."
19 Yesus tahu, bahwa mereka hendak menanyakan sesuatu kepada-Nya, lalu Ia berkata kepada mereka: "Adakah kamu membicarakan seorang dengan yang lain apa yang Kukatakan tadi, yaitu: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku?
20 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.
21 Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.
22 Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu.
23 Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.
24 Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.
25 Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu.
26 Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,
27 sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.
28 Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa."
29 Kata murid-murid-Nya: "Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan.
30 Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah."
31 Jawab Yesus kepada mereka: "Percayakah kamu sekarang?
32 Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku.
33 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar