e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 25 Maret 2025
Bacaan : YESAYA 39
Setahun: Hakim-hakim 19-21
Nats: Hizkia bersukacita atas kedatangan mereka. Ia memperlihatkan kepada mereka gedung harta bendanya, emas dan perak, rempah-rempah dan minyak yang berharga, seluruh gedung persenjataannya dan segala yang terdapat dalam perbendaharaannya. Tidak ada yang tidak diperlihatkan Hizkia kepada mereka, baik di istananya maupun di seluruh daerah kekuasaannya. (Yesaya 39:2)
Renungan:
KESEMPATAN KEDUA
Mari bayangkan hal berikut. Katakanlah Anda hampir meninggal, tetapi diberi kesempatan memperpanjang hidup oleh Tuhan. Ini adalah kesempatan kedua yang Tuhan anugerahkan. Nah, apakah yang Anda pikirkan dan rencanakan? Apakah bersukacita dan bersyukur, dan mungkin bersaksi? Itu sajakah? Anda kemudian menjalani rutinitas kembali seperti biasanya? Atau memutar balik arah hidup Anda dan bersungguh-sungguh menjalankan kehendak Tuhan?
Raja Hizkia sakit. Nabi Yesaya menyampaikan bahwa dia akan meninggal. Hizkia meratap dan Tuhan segera menjawab permintaan akan kesembuhan dengan mukjizat yang luar biasa. Anehnya, setelah sembuh, Hizkia justru kehilangan kebijaksanaan dan kesetiaannya kepada Tuhan. Ia bangga akan dirinya dan tidak sungkan untuk memamerkan seluruh harta termasuk persenjataan kerajaan, yang sebenarnya milik Tuhan. Ironis, Hizkia justru membuka seluruh rahasianya kepada musuh kerajaan. Ketika ditegur oleh Yesaya, dengan egois Hizkia menyindir seolah teguran itu tidak berarti baginya. Hizkia hanya memikirkan keamanan dan kesejahteraan dirinya (ay. 8).
Selama masih diberi napas oleh Tuhan, kita wajib menghargai hidup sebagai milik Tuhan. Semua yang kita usahakan atau kumpulkan harus dipertanggungjawabkan kepada Sang Khalik. Jika kita bangga, kebanggaan kita hendaknya oleh karena Tuhan. Menjalankan hukum kasih juga merupakan kewajiban tertinggi yang harus kita perjuangkan. Mari kita abdikan hidup buat Tuhan seolah ini adalah kesempatan terakhir kita. --HEM/www.renunganharian.net
MARI KITA HARGAI SELALU KESEMPATAN HIDUP SAAT INI SEBAGAI KESEMPATAN TERAKHIR YANG TUHAN BERIKAN.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2025/03/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YESAYA+39
YESAYA 39
1 Pada waktu itu Merodakh-Baladan bin Baladan, raja Babel, menyuruh orang membawa surat dan pemberian kepada Hizkia, sebab telah didengarnya bahwa Hizkia sakit tadinya dan sudah kuat kembali.
2 Hizkia bersukacita atas kedatangan mereka, lalu diperlihatkannyalah kepada mereka gedung harta bendanya, emas dan perak, rempah-rempah dan minyak yang berharga, segenap gedung persenjataannya dan segala yang terdapat dalam perbendaharaannya. Tidak ada barang yang tidak diperlihatkan Hizkia kepada mereka di istananya dan di seluruh daerah kekuasaannya.
3 Kemudian datanglah nabi Yesaya kepada raja Hizkia dan bertanya kepadanya: "Apakah yang telah dikatakan orang-orang ini? Dan dari manakah mereka datang?" Jawab Hizkia: "Mereka datang dari negeri yang jauh, dari Babel!"
4 Lalu tanyanya lagi: "Apakah yang telah dilihat mereka di istanamu?" Jawab Hizkia: "Semua yang ada di istanaku telah mereka lihat. Tidak ada barang yang tidak kuperlihatkan kepada mereka di perbendaharaanku."
5 Lalu Yesaya berkata kepada Hizkia: "Dengarkanlah firman TUHAN semesta alam!
6 Sesungguhnya, suatu masa akan datang, bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan, demikianlah firman TUHAN.
7 Dan dari keturunanmu yang akan kauperoleh, akan diambil orang untuk menjadi sida-sida di istana raja Babel."
8 Hizkia menjawab kepada Yesaya: "Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!" Tetapi pikirnya: "Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!"
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+19-21
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+19-21
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2025 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 25 Maret 2025
Bacaan : YESAYA 39
Setahun: Hakim-hakim 19-21
Nats: Hizkia bersukacita atas kedatangan mereka. Ia memperlihatkan kepada mereka gedung harta bendanya, emas dan perak, rempah-rempah dan minyak yang berharga, seluruh gedung persenjataannya dan segala yang terdapat dalam perbendaharaannya. Tidak ada yang tidak diperlihatkan Hizkia kepada mereka, baik di istananya maupun di seluruh daerah kekuasaannya. (Yesaya 39:2)
Renungan:
KESEMPATAN KEDUA
Mari bayangkan hal berikut. Katakanlah Anda hampir meninggal, tetapi diberi kesempatan memperpanjang hidup oleh Tuhan. Ini adalah kesempatan kedua yang Tuhan anugerahkan. Nah, apakah yang Anda pikirkan dan rencanakan? Apakah bersukacita dan bersyukur, dan mungkin bersaksi? Itu sajakah? Anda kemudian menjalani rutinitas kembali seperti biasanya? Atau memutar balik arah hidup Anda dan bersungguh-sungguh menjalankan kehendak Tuhan?
Raja Hizkia sakit. Nabi Yesaya menyampaikan bahwa dia akan meninggal. Hizkia meratap dan Tuhan segera menjawab permintaan akan kesembuhan dengan mukjizat yang luar biasa. Anehnya, setelah sembuh, Hizkia justru kehilangan kebijaksanaan dan kesetiaannya kepada Tuhan. Ia bangga akan dirinya dan tidak sungkan untuk memamerkan seluruh harta termasuk persenjataan kerajaan, yang sebenarnya milik Tuhan. Ironis, Hizkia justru membuka seluruh rahasianya kepada musuh kerajaan. Ketika ditegur oleh Yesaya, dengan egois Hizkia menyindir seolah teguran itu tidak berarti baginya. Hizkia hanya memikirkan keamanan dan kesejahteraan dirinya (ay. 8).
Selama masih diberi napas oleh Tuhan, kita wajib menghargai hidup sebagai milik Tuhan. Semua yang kita usahakan atau kumpulkan harus dipertanggungjawabkan kepada Sang Khalik. Jika kita bangga, kebanggaan kita hendaknya oleh karena Tuhan. Menjalankan hukum kasih juga merupakan kewajiban tertinggi yang harus kita perjuangkan. Mari kita abdikan hidup buat Tuhan seolah ini adalah kesempatan terakhir kita. --HEM/www.renunganharian.net
MARI KITA HARGAI SELALU KESEMPATAN HIDUP SAAT INI SEBAGAI KESEMPATAN TERAKHIR YANG TUHAN BERIKAN.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2025/03/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YESAYA+39
YESAYA 39
1 Pada waktu itu Merodakh-Baladan bin Baladan, raja Babel, menyuruh orang membawa surat dan pemberian kepada Hizkia, sebab telah didengarnya bahwa Hizkia sakit tadinya dan sudah kuat kembali.
2 Hizkia bersukacita atas kedatangan mereka, lalu diperlihatkannyalah kepada mereka gedung harta bendanya, emas dan perak, rempah-rempah dan minyak yang berharga, segenap gedung persenjataannya dan segala yang terdapat dalam perbendaharaannya. Tidak ada barang yang tidak diperlihatkan Hizkia kepada mereka di istananya dan di seluruh daerah kekuasaannya.
3 Kemudian datanglah nabi Yesaya kepada raja Hizkia dan bertanya kepadanya: "Apakah yang telah dikatakan orang-orang ini? Dan dari manakah mereka datang?" Jawab Hizkia: "Mereka datang dari negeri yang jauh, dari Babel!"
4 Lalu tanyanya lagi: "Apakah yang telah dilihat mereka di istanamu?" Jawab Hizkia: "Semua yang ada di istanaku telah mereka lihat. Tidak ada barang yang tidak kuperlihatkan kepada mereka di perbendaharaanku."
5 Lalu Yesaya berkata kepada Hizkia: "Dengarkanlah firman TUHAN semesta alam!
6 Sesungguhnya, suatu masa akan datang, bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan, demikianlah firman TUHAN.
7 Dan dari keturunanmu yang akan kauperoleh, akan diambil orang untuk menjadi sida-sida di istana raja Babel."
8 Hizkia menjawab kepada Yesaya: "Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!" Tetapi pikirnya: "Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!"
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+19-21
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+19-21
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2025 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar