(e-SH) 28 Agustus -- 2 Samuel 9 - Kasih yang Tidak Melupakan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 28 Agustus 2026
Ayat SH: 2 Samuel 9

Judul: Kasih yang Tidak Melupakan

Kadang kasih sejati muncul di tempat yang tak terduga. Misalnya, seseorang yang memilih mengingat kebaikan musuh di masa lalu, padahal ia punya kuasa untuk membalas dendam kepada musuhnya itu.

Daud berada di puncak kekuasaannya ketika ia teringat kepada Yonatan, sahabatnya yang telah tiada. Jika banyak raja yang lain menyingkirkan keturunan musuhnya lantaran menganggapnya sebagai ancaman, Daud malah menunjukkan kasihnya (1).

Ketika ia diberi tahu tentang Mefiboset, ia menjemputnya (5).

Tindakannya bukan sekadar belas kasihan kepada anak Yonatan yang terpinggirkan dan terlupakan itu, tetapi wujud kasih setia kepada perjanjian yang pernah ia buat dengan Yonatan (7). Ia mengingat janjinya bukan hanya karena kewajiban, tetapi karena hatinya telah disentuh oleh kasih setia Allah.

Mefiboset, yang cacat dan hidup di pengasingan, tidak punya daya untuk menolong dirinya sendiri. Namun, kasih Daud memulihkan dia. Daud mengangkat martabatnya kembali dan menempatkannya di meja raja, suatu tempat yang tidak pernah Mefiboset bayangkan sebelumnya (13).

Hal ini mirip dengan kondisi kita yang dahulu hidup dalam dosa, namun kini kita sudah dipanggil menjadi anak Allah. Kasih Allah mengembalikan identitas kita dan pemulihan sejati terjadi saat kita menyadari siapa diri kita di hadapan-Nya dan memilih hidup dalam kasih itu setiap hari.

Kita semua seperti Mefiboset-lemah, tak layak, dan sering tersembunyi di tempat ketakutan kita. Namun Allah, lewat kasih dan anugerah-Nya, memanggil kita untuk duduk bersama-Nya, bukan sebagai hamba, melainkan sebagai anak yang dikasihi-Nya. Kasih yang Daud tunjukkan hanyalah bayangan kecil dari kasih Allah yang besar kepada manusia yang berdosa.

Jangan lupakan kebaikan yang pernah kita terima dan juga orang-orang yang pernah berbuat baik kepada kita. Kasih sejati tidak berhenti pada masa lalu, tetapi terus hidup melalui tindakan nyata pada masa kini. Karena Allah telah mengangkat dan memulihkan kita, kini giliran kita menjadi saluran kasih itu bagi orang lain juga. [SLM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/08/28/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+Samuel+9
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Samuel+9

2 Samuel 9

 1  Berkatalah Daud: "Masih adakah orang yang tinggal dari keluarga Saul? Maka aku akan menunjukkan kasihku kepadanya oleh karena Yonatan."
 2  Adapun keluarga Saul mempunyai seorang hamba, yang bernama Ziba. Ia dipanggil menghadap Daud, lalu raja bertanya kepadanya: "Engkaukah Ziba?" Jawabnya: "Hamba tuanku."
 3  Kemudian berkatalah raja: "Tidak adakah lagi orang yang tinggal dari keluarga Saul? Aku hendak menunjukkan kepadanya kasih yang dari Allah." Lalu berkatalah Ziba kepada raja: "Masih ada seorang anak laki-laki Yonatan, yang cacat kakinya."
 4  Tanya raja kepadanya: "Di manakah ia?" Jawab Ziba kepada raja: "Dia ada di rumah Makhir bin Amiel, di Lodebar."
 5  Sesudah itu raja Daud menyuruh mengambil dia dari rumah Makhir bin Amiel, dari Lodebar.
 6  Dan Mefiboset bin Yonatan bin Saul masuk menghadap Daud, ia sujud dan menyembah. Kata Daud: "Mefiboset!" Jawabnya: "Inilah hamba tuanku."
 7  Kemudian berkatalah Daud kepadanya: "Janganlah takut, sebab aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu, dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku."
 8  Lalu sujudlah Mefiboset dan berkata: "Apakah hambamu ini, sehingga engkau menghiraukan anjing mati seperti aku?"
 9  Lalu raja memanggil Ziba, hamba Saul itu, dan berkata kepadanya: "Segala sesuatu yang adalah milik Saul dan milik seluruh keluarganya kuberikan kepada cucu tuanmu itu.
10  Engkau harus mengerjakan tanah baginya, engkau, anak-anakmu dan hamba-hambamu, dan harus membawa masuk tuaiannya, supaya cucu tuanmu itu ada makanannya. Mefiboset, cucu tuanmu itu, akan tetap makan sehidangan dengan aku." Ziba mempunyai lima belas orang anak laki-laki dan dua puluh orang hamba.
11  Berkatalah Ziba kepada raja: "Hambamu ini akan melakukan tepat seperti yang diperintahkan tuanku raja kepadanya." Dan Mefiboset makan sehidangan dengan Daud sebagai salah seorang anak raja.
12  Mefiboset mempunyai seorang anak laki-laki yang kecil, yang bernama Mikha. Semua orang yang diam di rumah Ziba adalah hamba-hamba Mefiboset.
13  Demikianlah Mefiboset diam di Yerusalem, sebab ia tetap makan sehidangan dengan raja. Adapun kedua kakinya timpang.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

0 komentar:

Posting Komentar